Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 4: 8
4:8. Dan
keempat makhlukitu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: "Kudus, kudus, kuduslah TUHAN Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang."

Empat makhluk adalah empat pribadi yang pernah hidup di dunia, tetapi sudah terangkat ke sorga--masing-masing bersayap enam. Sayap menunjuk pada naungan TUHAN.

Mazmur 17: 8
17:8. Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

Bersayap enam sama dengan tiga pasang sayap, artinya tiga macam naungan sayap TUHAN, yaitu:

  1. Lukas 13: 34-35 => naungan dua sayap induk ayam (sudah diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 17 Juli 2016).
  2. Mazmur 55: 7-9 => naungan dua sayap merpati (sudah diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 Juli 2016).
  3. Wahyu 12: 14 => naungan dua sayap burung nasar yang besar.

AD 3. NAUNGAN DUA SAYAP BURUNG NASAR YANG BESAR

Wahyu 12: 14
12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masadan dua masadan setengah masa.

Kegunaannaungan dua sayap burung nasar yang besar: untuk melindungi kita dari pencobaan terbesar di bumi, yaitu antikris yang akan berkuasa di bumi selama 3,5 tahun. Kekayaan, kepandaian, kedudukan yang ada di dalam dunia tidak bisa melindungi kita dari antikris, sebab semuanya sudah dikuasai sepenuhnya oleh antikris. Beli sesuap nasi saja tidak boleh. Di sinilah kebutuhan kita akan dua sayap burung nasar yang besar.

Hanya dua sayap burung nasar yang besar, yang mampu melindungi kita dari antikris yang berkuasa di bumi selama 3,5 tahun.

"Semakin dekat kedatangan antikris, kita semakin dilucuti. Kalau antikris berkuasa 50%, kekuatan kita tinggal 50%. Kalau antikris berkuasa 60%, kita tinggal 40%. Kalau antikris berkuasa 70%, kita tinggal 30%. Satu waktu antikris berkuasa 100%, kita sudah tidak bisa apa-apa lagi. Kita hanya bergantung sepenuhnya kepada dua sayap burung nasar yang besar."

Wahyu 12: 17
12:17. Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allahdan memiliki kesaksian Yesus.

Sasaran antikris adalah perempuan--gereja TUHAN--yang memiliki: 'hukum-hukum Allah'--meja roti sajian--dan 'kesaksian Yesus'--pelita emas. Tetapi tidak memilikimezbah dupa emas--doa penyembahan--, artinya:

  • Tidak mau menyembah TUHAN.
    Kalau sekarang tidak mau menyembah TUHAN atau menyembah TUHAN dengan terpaksa, nanti akan dipaksa oleh antikris untuk menyembah dia; kalau tidak mau, akan disiksa sampai dipancung, tetapi kalau mau, akan jadi sama dengan antikris dan binasa.

    Karena itu jangan terpaksa atau tidak mau menyembah TUHAN. Sekarang ini, kita belajar untuk menyembah TUHAN.

  • Penyembahannya tidak mencapai ukuran, yaitu dagingnya masih bersuara.
    Artinya: masih ada daging yang iri hati, benci, bersungut-sungut, tidak taat dan lain-lain. Penyembahan yang mencapai ukuran adalah sampai tirai terobek--daging tidak bersuara lagi.

Akibatnya: masuk aniaya antikris. Mengapa masuk aniaya antikris? Ia akan disiksa dengan siksaan yang dahsyat sampai dipacung kepalanya, supaya memenuhi ukuran penyembahan yang benar yaitu daging tidak bersuara lagi. Masih diberikan kesempatan pada saat itu. Kalau kepala sudah dipancung, berarti daging sudah tidak bersuara lagi.

"Lebih baik sekarang banyak menyembah TUHAN, ditambah berpuasa; ini untuk merobek daging. Dari pada nanti pakai pedang antikris, lebih baik sekarang memakai pedangnya TUHAN, yaitu pedang penyucian yang mendorong kita untuk menyembah TUHAN--merobek daging dengan segala keinginan dan hawa nafsunya--, sampai daging tidak bersuara lagi."

Ada 2 kemungkinanyang terjadi pada zaman antikris:

  • Kemungkinan yang pertama: hanya sedikityang bertahan untuk tetap menyembah Yesus--tidak mau menyembah antkris, tidak mau dicap 666 sehingga mengalami siksaan yang dahsyat--siksaan yang belum pernah terjadi di dunia, dan tidak akan terjadi lagi--, sampai dipancung kepalanya.
    Ini sama dengan mati syahid; mati syahid yang terakhir terjadi pada zaman antikris.
    Mati syahid = mati karena TUHAN.

    Dari dulu sudah banyak orang yang mati syahid: mulai dari Habel yang mati karena TUHAN--dia mempersembahkan korban yang berkenan pada TUHAN, lalu Kain iri dan Habel dibunuh--, terjadi terus sampai nanti zaman antikris.

    Ada orang-orang yang mati syahid, tetapi hanya sedikit. Secara jasmani memang sakit--harus mengalami siksaan dahsyat sampai kepalanya dipancung--, tetapi saat kedatangan Yesus kedua kali, ia akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan dan terangkat ke sorga bersama Yesus.

  • Ini yang bahaya! Jangan spekulasi!
    Kemungkinan yang kedua: banyakyang menyembah antikris--menerima cap 666--; menyangkal Yesus karena tidak tahan siksaan; tidak mau disiksa.
    Secara jasmani tidak ada masalah, bisa jual beli dan lain-lain, tetapi secara rohani dia menjadi sama dengan antikris--setan. Jika Yesus datang kedua kali, dia akan dibinasakan di neraka selama-lamanya.

Ini menimpa hamba TUHAn dan pelayan TUHAN. Sungguh-sungguh! Oleh sebab itu, sekarang kita belajar mengikuti perobekan daging--doa penyembahan, doa puasa, doa semalam suntuk--, supaya jangan dipaksa pada zaman antikris.
Banyak yang tidak kuat pada saat itu, sehingga menyembah antikris dan akan dibinasakan saat Yesus datang kedua kali.
Kita butuh dua sayap burung nasar yang besar untuk melindungi kita dari antikris.

Siapa yang boleh menerima dua sayap burung nasar yang besar?:

  1. 1 Timotius 6: 6
    6:6. Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.

    'keuntungan besar' => bukan arti secara jasmani, tetapi secara rohani, yaitu dua sayap burung nasar yang besar, yang tidak bisa dibeli dengan apapun. Ini yang harus jadi sasaran ibadah kita.
    'rasa cukup' = rasa puas.

    "Banyak yang salah mengartikan 'keuntungan besar', yaitu mengajarkan ibadah untuk mencari keuntungan jasmani. Ini yang akan menyembah antikris, sebab semua yang jasmani akan dikuasai oleh antikris. Kalau sekarang ibadah diarahkan kepada perkara jasmani, nanti pasti menyembah antikris dan bertemu antikris."

    Yang pertama: yang boleh menerima dua sayap burung nasar yang besar adalah pelayan TUHAN dan hamba TUHAN yang beribadah melayani TUHAN dengan rasa puas--merasakan kepuasan sorga.

    Jangan sampai ibadah kita kering, hanya keluar masuk gereja! Tetapi ibadah pelayanan kita sungguh-sungguh mengalami kepuasan sorga.

    Bagaimana syaratsupaya ibadah pelayanan mengalami kepuasan sorga?:
    Lukas 17: 7-8
    17:7. "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
    17:8. Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku.
    Ikatlah pinggangmudan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

    'makan dan minum'= kepuasan; kalau tuannya puas, baru kita puas. Seperti hamba yang bekerja di ladang, kemudian pulang bukan menganggur, tetapi ia harus menyiapkan makanan dna minuman bagi tuannya, baru dia boleh makan dan minum.

    Jadi, syaratnya yaitu kita harus memuaskan TUHAN lebih dahulu, lewat ibadah pelayanan dengan memakai ikat pinggang.

    Yesaya 11: 5
    11:5. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

    Ikat pinggang artinya setiadan benar.
    Ibadah pelayanan dengan memakai ikat pinggang = beribadah melayani TUHAN dengan setia dan benar sampai garis akhir--sampai meninggal dunia, atau sampai TUHAN datang kedua kali--, apapun yang harus kita korbankan. Bayangkan, sudah menggembala dan membajak, sudah kena panas, pulang ke rumah bukan makan dan minum, tetapi masak dulu untuk diberikan kepada tuannya sampai tuannya puas, setelah itu baru ia boleh makan dan minum. Inilah pengorbanan!

    Jangan berhenti di tengah jalan!Ini yang bisa memuaskan TUHAN.

    "Pengorbanan kita tidak sebanding dengan kurban Kristus. Mungkin berkorban uang/harta benda; seperti kami dari Malang ke Surabaya, sekarang ditempuh dalam waktu 3 - 3,5 jam. Ada juga yang dari Pamekasan, Tuban, Mojokerto. Tidak sebanding dengan kurban Kristus. Tidak usah nyawa-Nya, Yesus baru tinggalkan sorga yang lantainya dari emas saja sudah berapa? Dia tinggalkan semua. Kita baru disuruh bayar, sudah berkata: 'Waduh, banyak sekali ya?' Tidak sebanding dengan yang dikorbankan oleh TUHAN Yesus, sampai berkorban nyawa."

    Ibadah pelayanan dengan memakai ikat pinggang--setia dan benar sampai garis akhir--sama dengan memberi makan dan minum kepada Yesus; memuaskan hati TUHAN. Ini yang disebut dengan ibadah disertai rasa puas.

    Hasilnya:

    1. Hasil yang pertama: 'engkau boleh makan dan minum' artinya kita mengalami kepuasan sorga, sehingga kita tidak akan tertarik lagi untuk mencari kepuasan-kepuasan semu di dunia yang menjerumuskan ke dalam dosa-dosa sampai puncaknya dosa--dosa makan-minum dna kawin-mengawinkan--, yang membawa pada kebinasaan.

      "Kalau sudah ada kepuasan sorga, tidak perlu lagi merokok, ke diskotik, ke gedung bioskop. Kita tidak tertarik lagi pada itu semua. Kalau keluar masuk gereja, tetapi tetap merokok, jangan-jangan mabuk juga, ke diskotik, itu artinya ibadahnya kering; tidak bisa memuaskan TUHAN, sia-sia."

    2. Hasil kedua: kita mengalami jaminan kepastian pemeliharaan secara langsung dari TUHAN.
      Bos di dunia saja memikirkan pegawainya, pemerintah juga memikirkan, apalagi TUHAN.

    3. Hasil ketiga: kita mendapatkan keuntungan besar, yaitu dua sayap burung nasar yang besar.

    Inilah, kehidupan yang boleh menerima dua sayap burung nasar yang besar, yaitu orang yang beribadah melayani TUHAN dengan setia dan baner sampai garis akhir dan dengan pengorbanan-pengorbanan. Kalau tidak beribadah, sayapnya tidak tumbuh. Dalam ibadahpun harus setia dan benar; kalau tidak, tidak bisa.

    "Pertumbuhan sayap itu seperti pertumbuhan manusia; terus bertumbuh sampai maksimal. Misalnya, sayap bertumbuh sampai 1 meter, tetapi belum sampai 1 meter sudah berhenti, maka akan berhenti sampai di situ. Tidak berguna. Kalau kita tidak setia, pertumbuhan sayap akan terhenti. Oleh sebab itu, dituliskan 'dua sayap burung nasar yang besar', ada istilah 'besar' artinya sampai maksimal."

    Ttidak rugi kita melayani TUHAN. Dia tidak pernah menipu kita. TUHAN berikan kepuasan supaya tidak jatuh.

    "Bapak ibu yang memiliki anak yang masih sekolah minggu atau kaum muda, mari didorong untuk beribadah melayani sampai mereka juga menerima kepuasan sorga. Kalau anak-anak dan anak muda tidak menerima kepuasan sorga, bahaya. Pada masa muda, dagingnya dan rasa ingin tahunya besar. Bahaya kalau tidak dihentikan dengan kepuasan sorga. TUHAN tolong, supaya ada jaminan pemliharaan dari TUHAN sampai mendapatkan dua sayap burung nasar yang besar."

  2. Wahyu 12: 1, 14
    12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinyadan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
    12:14. Kepada perempuan itu
    diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

    Yang kedua: yang boleh menerima dua sayap burung nasar yang besar adalah perempuan--gereja TUHAN--yangmemiliki terangmatahari, bulan dan bintang.
    Artinya:

    1. 'terang'= suci--tidak ada dosa yang disembunyikan--; hidup dalam kesucian, sampai meningkat kepada kesempurnaan--tidak bercacat cela.
      Kalau kesucian meningkat, dosanya menurun; pertumbuhan sayap juga meningkat.

      "Kalau kesuciannya 70%, dosanya tinggal 30%; kalau kesuciannya 80%, dosanya tinggal 20%; kalau kesuciannya 90%, dosanya tinggal 10%; kalau kesuciannya 100%, sudah tidak ada dosa lagi. Tidak bercacat cela. Kesucian harus meningkat sampai puncaknya yaitu sempurna, sebab dosa juga meningkat sampai puncaknya dosa."

      Jangan menyembunyikan dosa! Kalau menyembunyikan dosa, berarti kesuciannya stagnan, tidak bertumbuh lagi, malah merosot--dosanya maju, kesuciannya mundur. Sebab dosa itu berkembang.

      Dosa itu seperti ragi, kalau disembunyikan di tempat gelap--suami, isteri, anak, orang tua, gembala dan jemaat tidak tahu; tidak mau diakui dosanya--, satu waktu akan meledak. Karena itu kalau kita sudah sembunyikan dosa, kesucian akan makin turun, sebab dosanya yang maju.

    2. Yang kedua: hidup dalam terang yang juga meningkat:

      1. Mulai dari terang di rumah tangga.
        Mari, kita menjadi terang di rumah tangga; menjadi saksi, sebagai suami, isteri, anak, orang tua.

      2. Terang di depan semua orang--di penggembalaan, kantor, sekolah, jalan raya dan sebagainya.
      3. Sampai satu waktu menjadi terang dunia--terang matahari, bulan dan bintang--, seperti Yesus yang adalah terang dunia.

Inilah orang yang bisa menerima dua saypa burung nasar yang besar.
Yang pertama: orang yang beribadah melayani dengan setia dan benar--memuaskan hati TUHAN--, dan disertai dengan pengorbanan-pengorbanan yang tidak sebanding dengan kurban Kristus.
Hasilnya: hidup kita juga dipuaskan dan dijamin oleh UTHAN sampai mendapatkan dua sayap burung nasar yang besar.

Yang kedua: geraje TUHAN yang memiliki terang matahari, bulan dan bintang. Kita hidup dalam kesucian yang bertambah-tambah sampai sempurna; hidup dalam terang yang bertambah-tambah, mulai dari rumah tangga, di depan semua orang, sampai menjadi terang dunia seperti Yesus. Ini sudah puncaknya. Kalau kesuciannya bertambah, maka terangnya bertambah, dan sayapnya bertambah sampai puncaknya: dua sayap burung nasar yang besar--tiga hal ini tidak bisa dipisahkan.

Prosesuntuk mendapatkandua sayap burung nasar yang besar:
kita pelajari dari Tabernakel. Musa naik ke gunung Sinai untuk melihat kerajaan sorga, lalu TUHAN perintahkan Musa untuk membuat kerajaan sorga di bumi, supaya di bumi sama seperti di sorga; itulah Tabernakel (Keluaran 25-40).

Tabernakel atau Kemah Suci terdiri dari 3 ruangan:

  1. Halaman Tabernakel = kebenaran, keselamatan.
    Tadinya kita manusia berdosa, hidup dalam kegelapan dosa, hanya terkutuk dan binasa, tetapi dipanggil TUHAN untuk masuk kerajaan sorga, mulai dari halaman--kebenaran dan keselamatan.

    Buktisudah masuk halaman Tabernakel:

    • Iman/percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya juruselamat--ditunjukkan dengan pintu gerbang Tabernakel.
    • Bertobat= berhenti berbuat dosa, kembali kepada TUHAN; mati terhadap dosa--ditunjukkan dengan alat mezbah korban bakaran; dulu bangsa Israel membawa binatang sebagai korban bakaran untuk menghapus dosa--sekarang menunjuk pada salib.

      Jangan seperti setan! Setan tidak bisa bertobat, karena ia hanya roh, tidak punya daging. Setan dikenal sebagai bapa pendusta dan bapa pembunuh.
      Jadi, bertobat dimulai dari tidak boleh ada lagi dusta dan kebencian. Jangan seperti setan yang adalah pendusta dan pembenci!

    • Baptisan air--ditunjukkan dengan alat kolam pembasuhan.
    • Baptisan Roh Kudus--ditunjukkan dengan pintu kemah.

    Baptisan air dan baptisan Roh Kudus sama dengan lahir baru dari air dan Roh.
    Baptisan air yang benar yaitu orang yang sudah bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus, dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus untuk mendapat hidup baru--langit terbuka; seperti Yesus, sesudah keluar dari air, langit terbuka.

    Matius 3: 16
    3:16. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari airdan pada waktu itu juga langit terbukadan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

    'keluar dari air' = Yesus dikuburkan dalam air.

    Roma 6: 4
    6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkanbersama-sama dengan Dia oleh baptisandalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Kita dikubur dalam air supaya langit terbuka dan kita mendapatkan hidup baru--hidup sorgawi, yaitu hidup yang dikuasai/diurapi Roh Kudus ('Yesus segera keluar dari airdan pada waktu itu juga langit terbukadan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya')--mengalami baptisan Roh Kudus--, sehingga kita bisa hidup dalam kebenaran.
    Benar sama dengan selamat; tidak benar, tidak selamat. Semua harus benar: KTP, pekerjaan, sekolah dan semua harus benar.

  2. Ruangan suci= kesucian.
  3. Ruangan maha suci= kesempurnaan.

Kita sudah selamat--masuk halaman--; kalau belum dikubur, berarti belum dibaptis.
Dua kesalahan
hamba TUHAN dalam baptisan air:

  • Orang belum mati, tetapi dipaksa dikubur--dibaptis--supaya menjadi anggota gereja; akibatnya ia jadi memberontak.
  • Orang sudah mati--sudah bertobat--, tetapi tidak mau dikubur; akibatnya busuk.

Yang benar adalah orang mati harus dikubur, supaya ia bangkit dalam hidup baru--hidup sorgawi--, yaitu hidup dalam kebenaran.

Kita sudah selamat--halaman--, tetapi belum sempurna--ruangan maha suci. Berarti posisi gereja TUHAN sekarang ada di dalam ruangan suci; ada 3 macam alatartinya ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok; ketekunan dalam kandang penggembalaan--tadi dikaitkan dengan terang matahari, bulan dan biintang--:

  • Pelita emas= ketekunan dalam kebaktian umum/ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam karunia-karunia-Nya.
    Jika kita tekun dalam kebaktian umum--termasuk kebaktian persekutuan--, karunia-karunia Roh Kudus akan dipertambahkan/meningkat sampai permanen/sempurna--menjadi mahkota 12 bintang.

    "Seorang gembala, pemain musik, kalau tekun dalam penggembalaan, karunianya akan meningkat. Begitu juga dalam kebaktian persekutuan. Sudah sering saya saksikan, dulu dalam kebaktian persekutuan, saya hanya bagian panggung, kemudian meningkat menjadi pimpinan pujian, meningkat lagi sampai berkhotbah untuk kebaktian kaum muda, lalu meningkat lagi berkhotbah untuk kebaktian umum; sampai sekarang."

  • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran yang benar dan kurban Kristus yang menebus kehidupan kita.
    Lewat kebaktian pendalaman alkitab dan perjamuan suci, kita mengalami penebusan--kelepasan dari dosa.

    Jika kita tekun dalam kebaktian pendalaman alkitab dan perjamuan suci, penebusan akan meningkat sampai permanen/sempurna--menjadi bulan di bawah kaki mempelai perempuan.

  • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa penyembahan; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.
    Jika kita tekun dalam kebaktian doa penyembahan, kasih Allah akan meningkat sampai permanen/sempurna--menjadi selubung matahari--kasih yang sempurna.
    Matahari adalah gambaran dari kasih Allah yang sempurna.

Dari sinilah ktia mendapatkan terang sampai permanen.
Jadi, di dalam kandang penggembalaan kita mendapatkan terang matahari, bulan dan bintang yang bertambah-tambah, sehingga kita mendapatkan dua sayap burung nasaryang meningkat sampai dua sayap burung nasar yang besar--maksimal; terangnya semakin meingkat, sayapnya juga semakin besar. Di dalam penggembalaan inilah kita dapat terang yang meningkat.

Jangan mundur! Harus tekun! Kita harus memiliki tiga macam terang yang senilai dengan dua sayap burung nasar yang besar. Kalau tidak ada tiga macam terang, sama seperti sayapnya hanya separuh--percuma, sekalipun sayapnya besar, kita tidak akan pernah bisa terbang, malah terjatuh waktu lari. Mari kita lengkapi sungguh-sungguh!

"saya pernah punya merpati dan satu sayapnya terkulai karena kena listrik. Dia paling cepat terbangnya, tetapi sekarang tidak bisa terbang. Bahkan berjalanpun atau mau terbang, dia jatuh. Tidak bisa apa-apa."

Inilah prosesuntuk mendapatkandua sayap burung nasar, yaitu dalam kandang penggembalaan--terang meningkat, sayap juga meningkat.

Sekarang, prosessupaya dua sayap burung nasar menjadi besar: lewat ujian--percikan darah--; latihan sayap.
Ulangan 32: 11
32:11. Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya,

"Seperti anak burung nasar yang belajar terbang. Burung nasar bersarang di atas gunung batu yang tinggi; mereka bertelur dan menetas di sana. Induknya datang untuk memberi makan anak-anaknya, kalau anaknya sudah agak besar, satu waktu induknya datang bukan untuk memberi makan, tetapi menggoyang sarangnya sampai anaknya jatuh. Saat terjatuh, anak-anaknya belajar terbang. Kalau masih jatuh, ia didukung oleh sayap induknya, lalu diberi makan lagi. Lalu ditendang lagi sampai anaknya jatuh lagi, masih belum bisa terbang, didukung lagi, diberi makan lagi. Begitu seterusnya sampai satu waktu anaknya bisa terbang sendiri."

Jangan berpikir TUHAN meninggalkan kita saat ujian/percikan darah datang. Tidak! TUHAN selalu siap mendukung kita, supaya kita tidak hancur. Kita terus diuji sampai benar-benar mendapat dua sayap burung nasar yang besar.

Saat mengalami percikan darah, TUHAN memberikan Roh kemuliaanyang menjadi kekuatan kita.
1 Petrus 4: 12-14
4:12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaanyang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
4:13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
4:14.
Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

"Harus mengalami ujian. Anak sekolah tidak akan pernah bisa naik tingkat jika tidak ada ujian. Kita juga, lewat ujian; percikan darah; sengsara daging bersama Yesus. Bentuknya macam-macam. Seperti hari ini, sudah 6 hari bekerja dan sekolah, seharusnya hari ini beristirahat tetapi harus datang ibadah. Belum lagi kebaktian tengah minggu; hari Senin, pulang kantor, belum mandi tetapi harus masuk ibadah. Hari Rabu, pulang dari sekolah, tetapi harus datang ibadah, pulangnya malam sedangkan besok ada ujian. Ini melatih sayap; bukan TUHAN mau menghancurkan kita, tetapi sampai kita betul-betul hanya berharap kepada TUHAN, tidak berharap yang lain."

Saat mengalami ujian, jangan takut! Saat itu kita menerima Roh kemuliaanuntuk mengubahkan kitadari manusia daging yang hina, menjadi manusia rohani yang mulia seperti Yesus, yaitu

  1. Mulai dari ayat 14: 'Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus' = berbahagia di tengah penderitaan--saat difitnah dan lain-lain. Ini kontradiksi dengan manusia daging.

    "Seperti saya dulu pernah ditegor dengan keras oleh gembala saya, rasanya mau pulang saja--itu manusia daging. Untung saya sadar dan menerimanya sebagai pelajaran bagi saya; sekalipun saya tidak salah. Kalau saya pulang, tidak tahu sekarang ada dimana."

    Kalau manusia rohani, sudah lain pandangannya, yaitu berbahagia dalam penderitaan karena TUHAN. Kita tidak bersungut-sungut, tetapi mengucap syukur kepada TUHAN. Ini manusia rohani dan ada Roh kemuliaan di dalam dia. Sayap sudah tumbuh semakin besar--semakin diubahkan, sayap semakin besar.

  2. 1 Petrus 4:15
    4:15. Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuhatau pencuriatau penjahat, atau pengacau.


    1. 'pembunuh' = kebencian, diubahkan menjadi saling mengasihi sampai mengasihi musuh--membalas kejahatan dengan kebaikan.
      Manusia daging membalas kejahatan dengan yang lebih jahat; tetapi manusia rohani membalas kejahatan dengan kebaikan; seperti Yesus.

    2. 'pencuri' = mencuri milik TUHAN--persepuluhan dan persembahan khusus--dan sesama, diubahkan menjadi bisa memberiuntuk sesama yang membutuhkan dan untuk pekerjaan TUHAN.

    3. 'penjahat' = perbuatan jahat, diubahkan menjadi perbuatan benar dan baiksampai membalas kejahatan dengan kebaikan.
    4. 'pengacau' = pembuat masalah lewat gosip, fitnah dan lain-lain, diubahkan menjadi pendamai--membawa suasana damai.
      Dalam kitab Kejadian, pengacau ini adalah Babel. Pada awalnya bahasa manusia hanya satu, tetapi karena manusia sombong--mau mencapai TUHAN dengan logikanya sendiri; dengan mendirikan menara Babel--akhirnya mereka dikacaukan oleh TUHAN--bahasanya sudah kacau-balu.

      Hati-hati! Pengacau akan menuju pembangunan Babeluntuk dibinasakan. Kalau pendamai, akan menuju pembangunan tubuh Kristus, tidak ada yang kacau.

      Dalam kitab Keluaran, bangsa Israel merayakan Paskah--bertobat--, lalu keluar dari Mesir, setelah itu masuk laut Kolsom--baptisan air. Tetapi di antara mereka ada bangsa-bangsa lain--bangsa kafir. Mereka juga ikut-ikutan masuk laut Kolsom, tetapi tanpa Paskah--masuk baptisan tanpa pertobatan; hanya ikut-ikutan, mungkin karena pacar dan sebagainya.

      Akhirnya setelah mereka keluar dari laut Kolsom, tidak lama sesudah itu, di dalam alkitab terjemahan lama, mereka ini disebut sebagai bangsa kacauan--menolak manna terus--; dalam terjemahan baru disebutkan bangsa bajingan.
      Betul-betul hati-hati! Jangan sampai menjadi pengacau lewat gosip-gosip! Pengacau ini akan menuju Babel dan menjadi bangsa kacauan--hidupnya kacau-balau--sampai binasa selamanya.
      Disebut bangsa kacauan/bangsa bajingan karena selalu menolak manna--firman penggembalaan--hanya untuk mendapat kepuasan daging. Akhirnya mereka mendapatkan daging burung puyuh yang dikirimkan TUHAN, tetapi ketika mereka sedang makan dan daging masih ada di mulut, mereka mati. Hidupnya kacau dan mati mengenaskan.

      "Mari, yang mau baptisan, bukan berarti ditakut-takuti: 'Kalau begitu, jangan masuk baptisan!' Bukan. Tetapi dengarkan firman, supaya ditunjukkan oleh TUHAN apa dosa-dosa kita dan kita bertobat. Kita masuk baptisan air supaya jangan jadi pengacau, tetapi pendamai. Itulah tubuh Kristus."

Inilah keubahan.
Semakin kita diubahkan, sayap semakin besar. Itu sebabnya ada ujian.
Seperti pelajaran tentang burung nasar: anaknya sengaja dijatuhkan dari sarangnya supaya bisa belajar terbang. Kita juga, lewat ujian, kita berubah; kalau tadinya suka bersungut-sungut, sekarang berbahagia di tengah penderitaan bersama Yesus.

Kalau kita sudah berusaha, tetapi masalah belum selesai, itu adalah ujian--kalau malas, kita minta ampun! Serahkan pada TUHAN! Ada maksud TUHAN yaitu ada sesuatu yang harus diubahkan dalam diri kita. Jangan fokus pada yang jasmani! TUHAN sedang sibuk dengan pribadi yang harus diubahkan.

Kalau kita sudah diubahkan--mujizat rohani terjadi--, maka mujizat jasmani pasti terjadi. Begitu saja. Jagnan sampai putus asa. Kalau kita sudah berusaha, tetapi belum ada hasilnya, berarti ada sesuatu yang menjadi kekurangan kita. Justru kesempatan. Kalau enak terus, daging lama-lama membesar. Memang ada lembah dan gunung, supaya ktia sdar apa yang harus diubahkan.

Semakin diubahkan, sayap semakin besar dan saat Yesus datang kembali, kita jadi sama mulia dengan TUHAN--dua sayap burung nasar sudah maksimal dan kita bisa terangkat ke sroga.

Kegunaan dua sayap burung nasar yang besar:

  1. Wahyu 12: 14
    12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

    Kegunaan pertama dua sayap burung nasar: menyingkirkan kita ke padang gurun, jauh dari mata antikris/ular yang berkuasa di bumi selama 3,5 tahun.
    Artinya: kekuatan dua sayap burung nasar--tangan TUHAN--memelihara kita di zaman yang sulit, sampai zaman antikris berkuasa di bumi selama 3,5 tahun.

    Di padang gurun, kita dipelihara secara langsung oleh TUHAN lewat firman pengajaran dan perjamuan suci.
    Dulu, bangsa Israel dipelihara dengan manna selama 40 tahun; kita nanti juga akan mengalami selama 3,5 tahun yaitu dipelihara lewat firman pengajaran dan perjamuan suci. Ini kita dapatkan lewat kebaktian pendalaman alkitab dan perjamuan suci.

    Ibadah pendalaman alkitab adalah latihan penyingkiran ke padang gurun. Di padang gurun, kita sudah tidak bekerja lagi, semua menjadi fulltimer; 100% hanya beribadah dan melayani TUHAN setiap hari. Seperti kami para hamba TUHAN, sudah tidak bekerja lagi.

    Dengan kekuatan dua sayap burung nasar yang besar, kita sedang mengarah menjadi full timer--100% beribadah dan melayani TUHAN.
    Artinya: kita sekarang masih mempunyai gaji, toko, pekerjaan, sekolah dan lain-lain; tetapi kita tidak terikat lagi. Kalau terikat, kita ke arah sebaliknya yaitu menuju antikris dan menyembah antikris, karena semua dikuasai oleh antikris.

    "Lempin-El, kalau kita yang 100% melayani TUHAN, lalu mencari kerja sampingan, arahnya justru ke antikris. Banyak yang bertanya: 'Jadi tidak boleh berkebun, om?': 'Boleh, tapi hasilnya kalau banyak bukan untuk dijual, tetapi dibagi-bagi.' Sekarang Lempin-El yang wanita diajari menjahit. Saya peringatkan dengna keras: 'Bukan untuk jadi penjahit!' Maksudnya, kalau ada di desa yang tidak ada penjahit, bisa menjahit korden gereja atau seragam jemaat, dan tidak ada upah. Ini pelayanan!"

  2. Yesaya 40: 29-31
    40:29. Dia memberi kekuatankepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
    40:30. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
    40:31. tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN
    mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

    Kegunaan kedua dua sayap burung nasar yang besar: memberikan kekuatan ekstra, supaya kita tetap kuat dan teguh hati--kekuatan untuk tetap menanti TUHAN--, artinya:

    1. Tetap hidup dalam kebenaran dan kesucian di tengah dunia yang bengkok sampai garis akhir;
    2. tetap setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayan kepada TUHAN sampai garis akhir;
    3. tetap percaya dan berharap TUHAN, apapun yang kita hadapi--percaya dan mempercayakan diri kepada TUHAN sampai garis akhir.
      Jangan berharap yang lain! Kalau terbiasa berharap yang lain, nanti berharap kepada antikris.

    Kita memang diuji, supaya kuat dan teguh hati seperti Sadrakh, Mesakh dan Abednego diperhadapkan kepada perapian yang menyala-nyala. Mereka disuruh menyembah patung tetapi tidak mau: 'Sekalipun TUHAN tidak menolong, kami tidak mau menyembah patung tuanku.' Ini sudah punya dua sayap burung nasar--kuat dan teguh hati.

    Juga seperti Daniel yang disuruh menyembah raja; diperhadapkan dengan gua singa. Daniel tetap tidak mau menyembah raja. Ini yang kita contoh.

    Kalau kita sudah percaya dan berharap TUHAN, TUHAN akan berbelas kasih untuk mengadakan mujizat bagi kita--mulut singa dikatupkan dan api yang menyala-nyala tidak mencederai kita.
    Menghadapi yang mustahil, kita hanya diuji; kita berharap siapa? Kalau punya dua sayap burung nasar, kita hanya berharap kepada TUHAN ('tidak ada ilah lain'), sampai Dia berbelas kasih untuk menolong kita.

  3. Kegunaan ketiga dua sayap burung nasar yang besar: mengangkat kita ke awan-awan yang permaisaat Yesus datang kedua kali. Kita duduk bersanding dengan Dia di takhta sorga selamanya.

Inilah kegunaan naungan sayap TUHAN--dua sayap burung nasar yang besar--, yaitu untuk menyingkirkan dari antikris, memberi kekuatan untuk menanti TUHAN, dan mengangkat kita ke sorga.

Yesaya 40: 29-30
40:29. Dia memberi kekuatankepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
40:30.
Orang-orang muda menjadi lelah dan lesudan teruna-teruna jatuh tersandung,

'Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung' = kaum muda--gambaran kehidupan yang masih kuat--tetapi sudah letih lesu dan berbeban berat.

Waspada!Menjelang kedatangan Yesus kedua kali, justru banyakhamba TUHAN, pelayan TUHAN yang letih lesu dan berbeban berat, sehingga bosan dalam melayani, tersandung dalam dosa, tinggalkan pelayanan, tidak berdaya, putus asa dan kecewa. Ini yang bahaya!Dituliskan 'kamu muda', yang paling banyak adalah kaum muda. Hati-hati kaum muda!

"Saya sangat prihatin pada kaum muda. Saya sungguh-sungguh mendoakan koor kaum muda, semua kaum muda supaya jangan berhenti. Jangan tersandung dan terjatuh! Jangan tersandung oleh dosa atau manusia! Kuatkan hati kita!"

Matius 11: 28-30
11:28. Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
11:29. Pikullah kuk yang Kupasang dan
belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hatidan jiwamu akan mendapat ketenangan.
11:30. Sebab kuk yang Kupasang itu
enakdan beban-Kupun ringan."

Kita semua belajar dari Yesus. Yang sudah berusia lanjut juga harus berhati-hati! Mungkin ada sedikit sakit sudah merasa tidak kuat, mari, kuat semua!

Kalau punya dua sayap burung nasar yang besar, ada kekuatan dari TUHAN. TUHAN tolong kita.

Cara untuk menghadapi letih lesu, beban berat, sandungan, kejatuhan, kebosanan adalah belajar pada Yesus di kayu salib, yaitu rendah hatidan lemah lembut.
Rendah hati: kemampuan untuk mengaku dosa kepada TUHAN dan sesama.
Lemah lembut: kemampuan untuk mengampuni dosa orang lain.

Saling mengaku dan saling mengampuni, maka dosa-dosa dihapus oleh TUHAN sehingga kita mengalami damai sejahtera; semua enak dan ringan. Yesus sudah menanggung beban kita semua, tetapi Dia rendah hati dan lemah lembut.
Kerendahan hati Yesus adalah Ia mengakui segala dosa kita; kelemahlembutan Yesus adalah Ia mengampuni dosa kita.

Kita juga; saling mengaku dan mengampuni dosa, sehingga darah Yesus membasuh dosa-dosa kita dan kita mengalami damai sejahtera; semua enak dan ringan.
Kalau enak, tidak akan pernah bosan, letih lesu dan berbeban berat; kalau ringan, tidak akan pernah ditinggalkan.

Hidup kita semakin enak dan ringan, sampai yang paling enak dan ringan adalah kalau sudah di awan-awan, kita bertemu Yesus sampai di takhta sorga selama-lamanya.

Serahkan kepada TUHAN malam ini! Apapun beban kita--mungkin banyak pertanyaan, sudah bosan, letih lesu, berbeban berat, sudah jatuh dalam dosa dan lain-lain--mari, semua dikuatkan oleh TUHAN. Mungkin tidak ada yang tahu keadaan kita malam ini, tetapi TUHAN tahu. Mari, kuat semua dengan kekuatan sayap burung nasar. Kalau sudah kecewa atau putus asa, datang kepada TUHAN! Sebut nama Yesus dan sembahlah Dia! Serahkan semua pada TUHAN! Dua sayap burung nsar yang besar sama dengan dua tangan TUHAN yang diulurkan untuk memeluk dan mengangkat kita. Sayap yang sudah lemah, angkat kembali kepada TUHAN.

TUHAN memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Persekutuan Malaka II, 04 Mei 2023 (Kamis Pagi)
    ... mengatakan istri tidak perhatian. Atau istri yang salah tetapi menyalahkan suami karena tidak mengasihi istri. Maka nikah rumah tangga itu akan hancur. Kemudian menyalahkan Tuhan menyalahkan firman terlalu keras sehingga tidak bisa menerima dll. Sampai menyalahkan setan tidak mau bertobat sampai tidak bisa bertobat seperti setan binasa selama-lamanya. Oleh sebab ...
  • Ibadah Jumat Agung Surabaya, 06 April 2012 (Jumat Pagi)
    ... Ibrani - . Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita seperti dibiasakan oleh beberapa orang tetapi marilah kita saling menasihati dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. . Sebab jika kita sengaja berbuat dosa sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa ...
  • Ibadah Raya Malang, 18 Juli 2010 (Minggu Pagi)
    ... di luar pintu Kerajaan Sorga. Gadis bijaksana dan gadis bodoh dipisahkan oleh pintu Kerajaan Sorga. Pemisahan ini adalah pemisahan untuk selama-lamanya artinya tidak akan pernah bertemu lagi. Pintu Kerajaan Sorga ini sekarang menunjuk pada PINTU HATI. Pemisahan gereja Tuhan yang bijaksana dan bodoh ini sudah dinubuatkan oleh Tuhan dalam kitab Keluaran yaitu pemisahan ...
  • Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 12 April 2016 (Selasa Malam)
    ... mungkin Firaun akan mendengarkan aku Delapan kali Musa mengakui kelemahannya sama dengan menyembah Tuhan Keluaran Keluaran Keluaran Keluaran Keluaran Keluaran Keluaran Keluaran Enam kali disertai penolakan. Yang dua kali tidak disertai penolakan yaitu Keluaran Lalu Musa berkata kepada Allah Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka Allah ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 01 Januari 2017 (Minggu Sore)
    ... dan kebenaran--SETIA DAN BENAR. Kita harus beribadah melayani TUHAN sesuai dengan jabatan pelayanan yang TUHAN percayakan kepada kita dengan setia dan benar. Yang dilihat dinilai bukan hebat tidaknya tetapi setia dan benar atau tidak. Jabatan itu dari TUHAN--terserah mau melayani apa-- tetapi yang dinilai adalah setia dan benar. Lukas - . Siapa di ...
  • Ibadah Doa Malang, 17 Desember 2013 (Selasa Sore)
    ... Bapa Anak Allah dan Allah Roh Kudus Allah Tritunggal dalam pribadi Tuhan Yesus Kristus sebagai Mempelai Pria Surga. Jadi menyampaikan salam dalam ibadah mengandung pengertian rohani yang sungguh-sungguh yaitu Salam adalah pembuka dari suatu pengajaran. Salam menentukan isi pengajaran. Jika salam berubah-ubah isi pengajaran bisa berubah-ubah. Doa selamat dari seorang ...
  • Ibadah Doa Malang, 27 Maret 2012 (Selasa Sore)
    ... Tuhan. Kita harus berjaga-jaga dan berdoa untuk tetap dalam panggilan dan pilihan Tuhan. Pengalaman ini dituliskan Petrus dalam surat Petrus. Petrus Karena itu saudara-saudaraku berusahalah sungguh-sungguh supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya kamu tidak akan pernah tersandung. Kita harus tetap taat dan setia teguh dalam panggilan dan pilihan ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 26 September 2012 (Rabu Sore)
    ... ke belakang dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan larilah ke pegunungan supaya engkau jangan mati lenyap. . Kata Lot kepada mereka Janganlah kiranya demikian tuanku. . Sungguhlah hambamu ini telah dikaruniai belas kasihan di hadapanmu dan tuanku telah berbuat kemurahan besar kepadaku dengan memelihara hidupku tetapi jika ...
  • Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 04 Juni 2014 (Rabu Dini Hari)
    ... Itu bukanlah kesukaan sejati tetapi yang ada hanya pertengkaran dan kenajisan. Akibatnya adalah haus dan kering rohani tidak puas. Ada hal penyebab kekeringan rohani Meriba pertengkaran. Masa pencobaan pikulan berat kesulitan. Kalau tidak menyerah sepenuh kepada Tuhan saat menghadapi pencobaan maka akan mengandalkan kekuatan sendiri atau orang lain dan pasti tidak ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 15 September 2018 (Sabtu Sore)
    ... Ibadah Kaum Muda Remaja Juni . AD. . KELENGAHANLukas - . Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya ia akan menerima banyak pukulan. . Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.