English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 18 September 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:6
4:6 Dan di hadapan takhta itu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 April 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 11 Maret 2010 (Kamis Sore)
Matius 25 dalam susunan Tabernakel terkena pada tongkat Harun yang bertunas, berbunga, dan...

Ibadah Raya Surabaya, 22 Juli 2012 (Minggu Sore)
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 13 Februari 2014 (Kamis Sore)

Siaran langsung dari Ibadah Persekutuan di Toraja.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

1...

Ibadah Doa Surabaya, 23 April 2014 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa

Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus...

Ibadah Jumat Agung Surabaya, 10 April 2009 (Jumat Pagi)
Matius 24: 31
= Firman penggembalaan yang menampilkan gereja Tuhan dari seluruh dunia untuk menjadi mempelai...

Ibadah Raya Surabaya, 04 Februari 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman...

Ibadah Doa Malang, 31 Oktober 2019 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 10 adalah tentang tujuh kali...

Ibadah Raya Malang, 22 Mei 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang...

Ibadah Doa Surabaya, 15 Juli 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 13 Agustus 2009 (Kamis Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman: Zaman Allah...

Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus Medan III, 27 Oktober 2010 (Rabu Pagi)
Wahyu 19:9
19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi...

Ibadah Persekutuan di Poso III, 25 Mei 2011 (Rabu Sore)
Tema: "Ingatlah akan istri Lot!"
Lukas 17: 32
17:32. Ingatlah akan isteri Lot!

= merupakan peringatan yang tegas/kuat kepada ORANG YANG SUDAH SELAMAT.

Dulu, Lot...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 17 Juli 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Empat wujud pribadi Yesus dalam kemuliaan [Wahyu 1:13-16]:
[ayat...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Persekutuan di Kartika Graha Malang III, 26 Oktober 2016 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah bahagia dan berkat TUHAN senantiasa dilimpahkan dalam hidup kita sekalian.

Tema: Matius 25: 6
25: 6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

Satu-satunya suara/kabar yang dibutuhkan pada tengah malam--akhir zaman--adalah kabar mempelai:

  1. Untuk menghadapi keadaan dunia yang paling gelap (tengah malam adalah keadaan yang paling gelap)--paling jahat, paling najis, paling sulit, sampai tampilnya antikris berkuasa di bumi selama 3,5 tahun.


  2. Untuk menghadapi kedatangan yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga di awan-awan yang permai.

Lukas 8: 1
8: 1 Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,

Yesus memberitakan injil dari desa ke desa dan dari kota ke kota. Ini adalah teladan dari Yesus.

Lukas 13: 22
13: 22 Kemudian Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.

Yesus juga mengajar dari desa ke desa dan dari kota ke kota.

Jadi, ada dua macam pekabaran firman Allah yang diteladankan oleh Yesus dan diajarkan oleh rasul Paulus:

  1. Efesus 1: 13
    1: 13 Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

    Amsal 25: 25
    25: 25 Seperti air sejuk bagi jiwa yang dahaga, demikianlah kabar baik dari negeri yang jauh.

    Yang pertama: pemberitaan Injil keselamatan--firman penginjilan; susu; kabar baik--, yaitu Injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus pertama kali ke dunia untuk mati di kayu salib dan menyelamatkan manusia berdosa.

    Ktia sudah selamat, percaya, dan bertobat; sudah diselamatkan oleh kurban Kristus di kayu salib. Kita tidak dihukum, tetapi dberkati--hukumannya ditanggung TUHAN di kayu salib, tetapi berkatnya untuk kita.


  2. 2 Korintus 4: 3-4
    4: 3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
    4: 4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat
    cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

    Matius 25: 6
    25: 6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

    Yang kedua: pemberitaan cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus--firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua; makanan keras; kabar mempelai-, yaitu Injil yang membertiakan tentang kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dalam kemuliaan sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga untuk menyucikan dan mengubahkan orang-orang yang sudah selamat, sampai sempurna seperti Yesus--tubuh Kristus yang sempurna--; menjadi mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Pemberitaan Injil yang pertama sudah ktia terima, baik. Di akhir zmaan menjelang kedatangan TUHAN di awan-awan yang permai dan kedatangan antikris di bumi untuk memproak-porandakan bumi ini, mari terima kabar mempelai, supaya kita dipersiapkan menjadi mempelai yang layak untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Matius 24: 30-31
24: 30 Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
24: 31 Dan Ia akan menyuruh keluar
malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.

Ini adalah kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga di awan-awan.
Penginjilan itu untuk memanggil, dan pengajaran untuk memilih--di sini adalah orang-orang pilihan dari keempat penjuru bumi untuk menjadi mempelai ('mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya').

Jadi, kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga di awan-awan yang permai ditandai dengan peniupan sangkakala yang dahsyat bunyinya--ini adalah sangkakala yang terakhir--, untuk menanmpilkan atau mengumpulkan gereja TUHAN yang sempurna; yang sama mulia dengan Yesus--memeplai wanita sorga--dari seluruh dunia (orang-orang pilihan dari keempat penjuru bumi yang disucikan, diubahkan, dan disempurnakan), untuk bertemu dengan Dia di awan-awan yang permai.

Jadi, mulai dari sekarang, kita harus menerima kabar mempelai atau bunyi sangkakala--firman pegnajaran yang ekras, yang lebih tajam dari pedang bermata dua; firman pengajaran yang diulang-ulang. Nanti di awan-awan, sangkakala ditiup oleh malaikat dari sorga. Sekarang di bumi, malaikat manusia yang meniup, itulah gembala sidang.
Artinya: mulai dari sekarang kita harus menerima kabar mempelai--bunyi sangkakala--yang diulang-ulang. Ini adalah FIRMAN PENGGEMBALAAN DALAM KABAR MEMPELAI yang ditiup oleh seorang gembala, untuk mneyucikan dan mengubahkan hidup kita sedikti demi sedikit, sampai sangkakala terakhir yang ditiup oleh malaikat dari sorga pada saat kedatangan Yesus kedua kali, kita akan menjadi stu tubuh Kristus yang sempurna--mempelai wanita sorga yang mengalami kelepasan dari dunia ini untuk emnyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan; kita bersama Dia selama-lamanya.

Meniup sangkakala tidak cukup satu kali. Tadi pagi kita sudah belajar: untuk beperang lain, untuk berkumpul lain. Harus ditiup berulang-ulang.

Mulai dari sekarang kita mendengar firman penggemblaaan yang diulang-ulang--diitup oleh gembala manusia. Kita disucikan, diubahkan, dan terlepas dari dosa. Sedikit demi sedikit, mungkin dosa A hilang, dosa B hilang, dan seterusnya. Misalnya dosa itu sampai Z, saat snagkakala terakhir, dosa Z juga sudah hilang, kita bebas dari dunia ini. Kita menjadi tubuh Kristus yang sempurna dan terlepas dari dunia untuk bertemu dengan Yesus di awan-awan yang permai. Kita bersama dengan Dia selama-lamanya.

Jadi, sangkakala yang dahyat bunyinya, yaitu firman penggembalaan dalam kabar mempelai, mempunyai KUASA PENEBUSAN/KELEPASAN/PEMBEBASAN dari dosa dan dunia, sedikit demi sedikit sampai pada sangkakala terakhir, kita mengalami penebusan terakhir/kelepasan terakhir/pembebadan terakhir, untuk bertemu dengan Yesus di awan-awan yang permai.

Kuasa penyucian dan kuasa pembaharuan sama dengan kuasa penebusan.

Di dalam perjanjian lama, sangkakala ditiup pada tahun Yobel--tahun pembebasan.
Imamat 25: 8-10
25: 8 Selanjutnya engkau harus menghitung tujuh tahun sabat, yakni tujuh kali tujuh tahun; sehingga masa tujuh tahun sabat itu sama dengan empat puluh sembilan tahun.
25: 9 Lalu engkau harus memperdengarkan bunyi sangkakala di mana-mana dalam bulan yang ketujuh pada tanggal sepuluh bulan itu; pada hari raya Pendamaian kamu harus
memperdengarkan bunyi sangkakala itu di mana-mana di seluruh negerimu.
25: 10 Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan
kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya.

'kebebasan'= penebusan.
Sangkakala juga ditiup pada tahun Yobel--tahun pembebasan/penebusan. Ini sama dengan pengertian: di dalam sangkakala ada kuasa penebusan--menyucikan, mengubahkan, melepaskan, dam nenebus kita dari dsoa dan dunia, sampai benar-benar lepas.
Di tahun Yobel juga ditiup sangkakala, supaya terjadi penebusan/kebebasan.

Imamat 25: 23-24, 28
25: 23 "Tanah jangan dijual mutlak, karena Akulah pemilik tanah itu, sedang kamu adalah orang asing dan pendatang bagi-Ku.
25: 24 Di seluruh tanah milikmu haruslah kamu memberi
hak menebus tanah.
25: 28 Tetapi jikalau ia tidak mampu untuk mengembalikannya kepadanya, maka yang telah dijualnya itu tetap di tangan orang yang membelinya
sampai kepada tahun Yobel; dalam tahun Yobel tanah itu akan bebas, dan orang itu boleh pulang ke tanah miliknya."

'tanah' =tanah pusaka.
Salah satu peraturan adalah jika ada orang Israel jatuh miskin sampai menjual tanah pusaka, maka tanah itu tidak boleh dijual mutlak--dijual ke A dan jadi hak milik A, tidak boleh. Tetapi harus bisa ditebus kembali; boleh dibeli kembali oleh pemilikinya. Kalau tidak punya uang, bagaimana?
Kalau tidak punya uang untuk menebus, ia harus menuggu sampai tahun Yobel, sebab pada tahun Yobel, saat sangkakala ditiup, tanah itu harus kembali kepada pemiliknya tanpa membayar appaun; tanpa syarat.

Artinya sekarang secara rohani: jika ada hamba/pelayan/anak TUHAN jatuh kerohaniannya--jahat, najis, pelayanannya merosot dan lain-lain--, tetapi masih mau mendengar bunyi sangkakala yang ditiup pada tahun Yobel--firman penggembalaan dalam kabar mempelai--, maka TUHAN masih meyediakan penebusan lewat kurban-Nya di kayu salib. Sudah jatuh berzinahpun, kalau masih mau mendnegar kabar mempelai--firman penggembalaan yang diulang-ulang dalam kabar mempelai--, masih ada pengangkatan dari TUHAN (penebusan lewat kurban Kristus). Yang penting ada kemauan untuk mendengar kabar memeplai.

Banyak orang tidak mau dengar firman, karena firman menunjuk dosanya. Justru kalau firman menunjuk dosanya, itu seperti sangkakala yang ditiup pada tahun Yobel, dan dia sedang diangkat dari kejatuhannya. Jangan salah paham!

Contoh: penebusan keluarga Naomi.:

  1. Penbusan atas tanah, yaitu dia kembali ke tanahnya--harta bendanya,
  2. sekaligus penebusan atas Rut--menantunya yang dari bangsa kafir.

Malam nii, kita pelajari khususnya PENEBUSAN BANGSA KAFIR.
Penebusan atas Rut--bangsa kafir--adalah sampai Boas menikahi Rut. Ini namanya penebusan mempelai--penebusan terakhir.
Boas gambaran dari Yesus. Rut gambaran dari ktia bangsa kafir yang disempurnakan, karena mau ditebus, mau mendengar sangkakala yang dahsyat bunyinya .

Rut 1: 1-6
1: 1 Pada zaman para hakim memerintah ada kelaparan di tanah Israel. Lalu pergilah seorang dari Betlehem-Yehuda beserta isterinya dan kedua anaknya laki-laki ke daerah Moab untuk menetap di sana sebagai orang asing.
1: 2 Nama orang itu ialah Elimelekh, nama isterinya Naomi dan nama kedua anaknya Mahlon dan Kilyon, semuanya orang-orang Efrata dari Betlehem-Yehuda; dan setelah sampai ke daerah Moab, diamlah mereka di sana.
1: 3 Kemudian
matilah Elimelekh, suami Naomi, sehingga perempuan itu tertinggal dengan kedua anaknya.
1: 4 Keduanya mengambil perempuan Moab: yang pertama bernama Orpa, yang kedua bernama
Rut; dan mereka diam di situ kira-kira sepuluh tahun lamanya.
1: 5 Lalu
matilah juga keduanya, yakni Mahlon dan Kilyon, sehingga perempuan itu kehilangan kedua anaknya dan suaminya.
1: 6 Kemudian berkemaslah ia dengan kedua menantunya dan ia pulang dari daerah Moab, sebab di daerah Moab ia mendengar bahwa TUHAN telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka.


Betleham= dareah Israel; Moab= daerah bagnsa kafir.
Naomi sekeluarga meninggalkan Betleham menuju Moab.
Betlehem artinya rumah roti--roti menunjuk pada firman. Ini banyak terjadi, meninggalkan Betleham menuju Moab. Ini akan terjadi akhir zaman: banyak yang meninggalkan Betleham menuju Moab--daerah kafir.

Betlehem adalah rumah roti.
Ini gambaran dari hamba/pelayan/anak TUHAN yang meninggalkan firman penggembalaan dalam kabar memeplai, untuk mengembara.

Mengapa terjadi demikian?

  1. Karena terjadi kelaparan rohani.
    Bagaimana terjadi? Sementara aada rumah roti--firman penggembalaan dalam kabar mempelai yang dibukkaan rahasianya, yang berlimpah-limpah--, tatapi mengapa masih lapar, tidak puas dan lain-lain--seperti tikus mati di dalam lumbung--? Karena ada dosa yang dipertahankan/disembunyikan.

    Mungkin disembunyikan dari suami, isteri, hamba TUHAN lain, jemaat, kelihatan baik dan bagus di luar, padahal ada dosa.
    Seperti Akhan, tentara hebat, ttetapi ia menyembunyikan barang-barang jarahan, yang seharusnya ditaruh di rumah perbendaharaan, di tempat paling bawah. Seringkali kita juga, baru soal persepuluhan--yang terkecil--, sudah tidak bisa, bagaimana mau makan firman dan ada pembukaan firman? Tidak bisa!

    "Termasuk saya. Nomor satu saya sebagai hamba TUHAN. Serius! Sungguh-sungguh! Mungkin dosa kecil, tetapi disembunyikan, ini yang membuat kelaparan rohani--tidak ada kepuasan rohani--: bersungut, mengomel dan lain-lain."


  2. Sebab daam ibadah pelayanan hanya mencari perkara jasmani--meninggalkan Betlehem hanya untuk hidup sehari-hari--; dalam fellowship hanya mencari perkara jasmani: mungkin keunangan, kedudukan, jodoh dan lain-lain. Itu yang dicari, sehingga rela meningalkan rumah roti--firman pengajaran yang benar. Ngeri!

    Tadi, kehidupan yang tidak puas dan menyimpan dosa adalah Yudas Iskariot--soal uang/milik TUHAN yang terkecil, tetapi dia sembunyikan terus--, padahal gembalanya adalah Yesus. Jangan salahkan gembalanya! Gembalanya Yesus sendiri--sempurna--, tetapi itulah kenyataannya karena menyimpan dosa--uang; perkara kecil. Akhirnya Yudas menjual Yesus dan uangnya untuk beli kuburan. Apa yang dikejar, jadi sia-sia.

    Sekarang, fellowship hanya cari perkara jasmani, sehingga rela mengorbankan dan meninggalkan pengajaran yang benar.
    Contohnya: Esau.
    Esau sangat cabul--punya nafsu rendah. Dia menukar perkara rohani--hak kesulungan--, terutama pengajaran yang benar dengan sepiring makanan. Sangat cabul! Punya hawa nafsu yang rendah! Akhirnya Esau meraung-rung, t tidak pernah selesai. Jangan! TUHAN tolong ktia. Jangan sampai tinggalkan Betlehem!

Akibatnya: Naomi mengalami tiga kali kematian: suaminya dan dua anaknya.
Artinya:

  1. Kematan secara tubuh= apa yang dicari dan dikejar secara jasmani, menjadi sia-sia seperti Yudas membeli kbuuran untuk dirinya sendiri. Tidak ada aritnya.
    Kedudukan tidak ada artinya, kalau harus mengorbankan pengajaran yang benar. Itu bukan amanah.

    Kalau keduudkan itu amanah, kita bisa memberitakan firman pengajaran yang benar. Kalau harus mengorbankan pengajaran yang benar, itu benar-benar nafsu yang rendah/nafsu cabul.

    Kematian secara tubuh contohnya masalah ekonomi yang mati dan lain-lain. Kalau menyimpan dosa, menjadi seperti Yudas; kalau cabul, menjadi seperti Esau yang menukar perkara rohani dengan jasmani.


  2. Kematian rohani= hidup dalam dosa--bukan jatuh dalam dosa. Kalau jatuh dalam dosa, kita mengaku, bertobat, dan ditolong, sudah selesai.
    Kalau hidup dalam dosa, sudah tidak bisa bertobat, rohaninya kering dan terpisah dari TUHAN. Hidup dalam dosa, tidak bisa keluar lagi.

    Kalau ibadah pelayahan dan fellowship bukan mencari firman, mana bisa keluar dari dosa?
    Kalau mau berubah, Petrus sedih saat firman diulang-ulang. Sebelum diulang, Petrus belum sedih. Sesudah diulang, baru ia menangis (saat Yesus bertanya tiga kali kepada Petrus: 'Apakah engkau mengasihi Aku?'). Inilah namanya berubah.

    Kalau hanya tertawa-tawa, tidak akan bisa, malah lebih parah, yaitu terjadi kematian-kematian: rohaninya mulai mati. Kalau khotbahhnya kering, sebentar lagi jemaat mulai habis. Mati pelayanannya!
    Nikanya juga kering! Suami-isteri saling menyalahkan.
    Penyembahannya juga mati! Tidak bisa menyembah TUHAN; terpisah dari TUHAN.


  3. Kematian kedua di neraka.
    Wahyu 20: 14
    20: 14 Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api.

    Kalau sudah mati rohaninya, akan mengarah pada kematian kedua di neraka selamanya.
    Serius! Sungguh-sungguh hari -hiar ini. Kita beribadah melayani dengan sungguh-sungguh, yaitu hanya utnuk mencari bunyi sangkakala. Apapun kejatuhan ktia, kalau masih bisa mendengar yang benar, masih ada pengangkatan/penebusan dari TUHAN. TUHAN tolong ktia semua.

Jadi, waspada! Jangan undur atau tinggalkan firman penggembalaan dalam kebar mempelai yagn sudah ktia nikmati dan lalmi, dulu kita katakan: Dahsyat, luar biasa!

"Saya punya pengalaman saat masih pengerja. Ikut PPI rombongan Pdt Pong (alm) ke mana, saya lupa. Saya naik kapal, lalu saya disuruh untuk khotbah. Saya pengerja, banyak hamba TUHAN, tetapi kemurahan TUHAN, saya yang dipilih. Saya khotbah. Di kapal, kami di kelas ekonomi dan saya yang antrikan makanan. Ada yang nitip, ditumpuk saja, bawa 10-15. Tetapi besok paginya dumumkan: Bpk Pdt Widjaja Hendra dan pendeta-pendeta yang kemarin ikut kebaktian, boleh makan di kelas. Saya jalan paling depan, saya dengar suara hamba TUHAN yang di belakang: Ini karena pengajaran...ini karena pengajaran. Luar biasa dulu. Sekarang bagaimana? Malah berkata: Salah pengajaran ini! Ini yang bahaya. Dulu baru dapat gelar Pdm sudah berkata: Karena pengajaran. Sekarang? Ini yang bahaya! Jemaat juga: Luar biasa, karena pengajaran saya disembuhkan, dan diberkati. Sekarang? Mau menghilang, mau tinggalkan Betlehem seperti Naomi sekeluarga. Konyol! Jangan undur!"

Kalau mundur dari firman pengajaran yang benar, maut pasti menghadang untuk membawa pada kebinasaan selamanya. Memang dapat semuanya--kedudukan dan lain-lain--, tetapi binasa selamanya. Sudah terbukti pada Yudas dan Esau. Gembalanya Yudas adalah Yesus sendiri.
Saling koreksi! Gembala jangan slaahkan jemaat kalau jemaat pergi! Jemaat juga. Saling koreksi diri lewat ketajaman pedang firman--sangkakala yang dhaysat bunyinya--, supaya ktia diberkati oleh TUHAN, bukan dihadang oleh maut.

Ini tentang Naomi, sekarang tentang Rut, sebab ada penebusan terhadap Rut.

Rut adalah seorang janda; sangat tidak berdaya. Maafkan ibu-ibu janda.
Rut orang Moab--bangsa kafir: najis. Sampai keturunan kesepuluh, bangsa Moab tidak boleh masuk Bait Allah--najis; hanya seharga anjing dan babi. Inilah keadaan kita.
Tetapi bisa datang ke Betlehem.

Naomi sekeluarga orang Israel, tetapi meninggalkan Betlehem; Rut, seorang janda--sanga tidak berdaya; bangsa kafir--bisa datang ke Betlehem.
Ini adalah anugerah TUHAN yang besar. Sungguh-sungguh!

"Saya tidak mau mendiskrediktan yang lain, tetapi ini pengaalaman saya pribadi. Mohon maaf. Setelah tamat S1, saya mendapatkan panggilan TUHAN--memang sudah lama panggilan TUHAN, tetapi saya lari. Saya rindu mau ke luar negeri untuk melanjtukan S2 dan S3 di bidang agama, supaya jadi pendeta yang dapat gelar. Saya ke luar negeri juga untuk menghibur ayah saya supaya tidak kecewa karena sudah sekolahkan saya, tetapi sudah lulus malah mau jadi pendeta. Tetpai ayah saya menjawab: 'Jangan! Di Indonesia saja.' Dijawab: boleh saja, itu sudah luar biasa. Dan TUHAN tempatkan saya di Lempin-El 'Kristus Ajaib'. Saya bersyukur. Inilah anugerah TUHAN yang besar, seperti kepada Rut. Saya najis, jahat, melawan orang tua, tetapi bisa datang ke Betlehem. Hanya oleh karena anugerah TUHAN yang besar. Ini pengalaman saya pribadi. Kalau dianggap sombong, minta ampun. TUHAN celikkan mata saya. Setelah saya di Lempin-El, diangkat oleh TUHAN lewat Pdt Pong sebagai guru kebersihan, lalu menjadi guru pengganti kalau om Pong tidak bisa, lalu diangkat jadi guru tetap. Terakhir, beliau mau meninggal, saya dipersiapkan. Saya disuruh mengajar Tabernakel. Tidak mungkin, tetapi terjadi. Setelah berjalan, TUHAN celikkan, maafkan, murid saya tahun lalu ada Doktor Theologia, tahun ini ada Master Theologia. Saya sudah terhibur, biar saya tidak punya gelar, murid-murid saya punya gelar. Saya bersyukur kepada TUHAN. Mari sungguh-sungguh! Jangan undur! Yang S.Th, Drs banyak yang menyerahkan diri pada TUHAN. Ada yang tidak tamat SD juga, tidak masalah, yang penting adalah suci. Sudah ada calon-calon Doktor juga, sudah panggilan, tetapi belum saatnya. Nanti, hebat Lempin-El ini, akan TUHAN permuliakan. Ini khotbahnya Pdt In Juwono: Orang kaya dan orang pandai akan dipakai. Jangan sampai yang terdahulu menjadi terkemudian. TUHAN tolong kita semua. Sungguh-sungguh!"

Mengapa bangsa kafir bisa datang ke Betlehem?
Roma 11: 25, 30-31
11: 25 Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.
11: 30 Sebab sama seperti kamu dahulu tidak taat kepada Allah, tetapi sekarang
beroleh kemurahan oleh ketidaktaatan mereka,
11: 31 demikian juga mereka sekarang tidak taat, supaya oleh kemurahan yang telah kamu peroleh, mereka juga akan beroleh kemurahan.


'ketidaktaatan mereka'= ketidaktaatan Israel.
Riut bisa ke Betlehem karena Naomi pergi ke Moab.
Aritnya: karena sebagian dari Israel menjadi tegar dan menolak Yesus--pengajaran ayng benar--maka terbuka kesmepatan dan kemurahan TUHAN bagi bangsa kafir untuk menerima Yesus--anjing dan babi menjadi domba-domba yang tergebmala; menerima sangkakala yang dahsyat bunyinya; menerima ifman penggembalaan dalam kabar mempelai; menerima anugerah TUHAN yang besar sehingga kita disucikan sampai disempunakan. Ini jawabannya.

Masih ada tugas kita di ayat 30-31.
Setelah menerima kemurahan dari TUHAN, mari bawa kemurahan--kabar mempelai--ini kepada Israel, supaya mereka juga beroleh kemurahan TUHAN dan menerima Yesus yang akan datang kedua kali--menerima penyucian dan pembaharuan--, sehingga Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna--mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.
Mari, sungguh-sungguh! Ada kesempatan, gunakan!

Matius 15: 24-28
15: 24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
15: 25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."
15: 26 Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
15: 27 Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun
anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."
15: 28 Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

Permepuan Kanaan--bangsa kafir--adalah anjing dan babi yang tidak tayak.
Janda bangsa kafir ini bisa tertolong-- tertolong masalahnya, nikah dan bua nikahnya--karena menjilat remah-remah roti.
Artinya: menghargai dan menerima firman penggembalaan dalam kabar mempelai yang diulang-ulang. Ini makanan rohnai kita. Ini pertolongan TUHAN.

Malam ni kesempatan kita. Kalau ada sangkakala yang dahsyat bunyinya--pemberitaan firman penggembalaan dalam kabar mempelai--, ada kesempatan bagi bangsa kafir runtuk ditolong oleh TUHAN.

Kalau ktia bukan mendengar fireman, tetapi hanya lawak/pidato, rugi! Hanya membuang tetnaga! Tetapi kalau mendengar sangkakala yang dahsyat bunyinya--firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua--, ada kesempatan bagi kita untuk disucikan dan diubahkan; kesempatan kita dotlong oleh TUHAN.

Kalau masalah nikah dan buah nikah ditolong, masalah lain juga bisa ditolong lewat pemberitaan firman. Masalah nikah tidak ada pakarnya. TUHAN tolong kita lewat pedang.
Tadi pagi, Salomo menghadapi masalah kehancuran nikah dan buah nikah--perempuan sundal, tidak tahu suaminya di mana, lalu masing-masing punya anak, yang satu mati dan satu lagi diperebutkan. Bagaimana menyelesaikannya? Lewat pedang! Begitu ada pedang, masalah selesai. Salomo tidak punya pengalaman, masih muda, tetapi bisa menyelesaikan masalah internasional. Masalah nikah adalah masalah internasional yang tidak bisa ditanggulangi oleh kekuatan apapun di dunia.

"Gembala kami Pdt In Juwono selalu mengatakan: Korban perang dunia I dan II bisa dihitung. Tetapi korban nikah dan buah nikah yang hancur tidak bisa dihitung. Tidak ada statistiknya. Mulai dari istana presiden, rumah raja, sampai kolong jembatan, kena semua."

Ini problem bangsa kafir. Yang bisa menanggulangi adalah lewat menjilat remah-remah roti--memperhatikan, menghargai, dan menerima firman penggembalaan dalam kabar mempelai--pembukaan rahasia firman yang lebih tajam dari pedang bbermata dua.
Ini sama seperti yang dialami oleh Rut

Rut 2: 2-3, 8
2: 2 Maka Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi: "Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku." Dan sahut Naomi kepadanya: "Pergilah, anakku."
2: 3 Pergilah ia, lalu sampai di ladang dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit; kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh.
2: 8 Sesudah itu berkatalah Boas kepada Rut: "Dengarlah dahulu, anakku!
Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat pengerja-pengerja perempuan.

Rut memungut jelai gandum di ladang Boas. Yang dipungut adalah jelai yang tercecer, bukan panen.
Memungut jelai yang tercecer, sama seperti anjing menjilat remah-remah roti--rotinya sudah dimakan oleh anak, dan ada remah-remah yang jatuh. Seperti itu kerinduannya.
Ini juga, jelai gandum yang tercecer, ia pugut.
Boas= mempelai pria (Yesus).
Ladang Boas= ladang mempelai--penggembalaan dalam kabar mempelai.

Kabar memeplai bukan satu gereja atau satu organisasi atau satu golongan, tetapi milik semua gereja TUHAN, seperti tema kita: Mempelai datang! Songsonglah dia!
Jadi jangan ada yang tersinggung. Ini istilah di alktiab, kabar baik ditingkatkan menjadi kabar mempelai. Milik semua gereja--alkitab milik semua gereja.

Pesan Boas: Jangan ke ladang lain! ('Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain').
Aritnya: jangan beredar-edar!
Yudas Iskariot gembalanya Yesus sendiri, tetapi ia tidak pernah puas. Ia beredar-edar dan berfellowhsip dengan tua-tua yang ajarannya jelas bertentangan dengan Yesus. Akhirnya ia terhilang.
Kalau kita mendengar dua hal yang berbeda: satu suara TUHAN--pengajaran yang benar--, satu tidak benar, sekarang kuat, tetapi satu waktu pasti yang benar yang ditinggalkan--seperti Salomo membuang pedangnya. Tidak mungkin suara isterinya yang dibuang. Itu sudah rumus alkitab. Dari kitab Kejadian: Hawa mendengar suara TUHAN dan ular, sampai kitab Wahyu: Jangan menambah dan mengurani!! Jangan menentang rumus alkitab dengan logika!

"'Kenapa tidak mau mendengarkan, Pak? Kan kita bisa pilah-pilah' Saya hanya jawab: 'Salomo yang hebat bisa jatuh, apalagi aku, aku jauh dari Salomo, aku takut.' Sudah beres. Mau dipaksa bagaimanapun, saya hanya jawab seperti itu: 'Situ mengajar yang lain, bukan saya mengihina, tetapi justru saya takut melepas pengajaran.' Dan banyak terjadi. Sungguh-sungguh hari-hari ini!"

Rut menghargai firman penggembalaan dalam kabar mempelai, aritnya:

  • Mendengar firman pengajaran dengan sungguh-sungguh dan dengan suatu kebutuhan--seperti orang lapar mencari makan--sehingga tidak pernah bosan. Kalau kebutuhan tidak akan bosan. Nasi itu kebutuhan kita dan kita tidak pernah bosan. Bukan hanya sambil lalu, tetapi suatu kebutuhan, sehingga tidak pernah bosan atau mengantuk saat mendengar firman. ini pertolongan TUHAN. Saat kita sudah tidak bisa apa-apa, TUHAN mau menolong kita asalkan kita mau mendengarkan firman.

    "Saya sedih sekali kalau sidang jemaat ada masalah--saya tahu karena dia mengaku--, tetapi saat dengan firman, malah bergurau. Sedih sekali. Kapan mau ditolong? Tidak bisa! Harus sungguh-sungguh! Saat ada masalah, saya bertanya: 'Bagaimaana ibadah tengah minggu?': 'Saya pulang kantor sudah terlambat.': 'Tidak apa-apa, masuk saja!': 'Saya terlambat, om': 'Tidak apa-apa, masuk saja, sambil berdoa supaya TUHAN buka jalan dan masalahnya selesai!' Lalu ada hari libur--kami pendalaman alkitab hari kamis--, saya senang, saya pikir siapa tahu dia ditolong pada kesempatan ini, karena dia tidak kerja, sehingga bisa mendengar firman dengan enak. Ternyata tidak datang. Saya sedih. Seharusnya dia ditolong, tetapi jadi tidak ditolong. Bukan sedih karena tidak banyak orang. Saya dulu pernah khotbah, jemaatnya 1 orang, 10 orang pernah. Saya senang. Waktu ada tawaran dari Malang, om Pong panggil saya: 'Kamu dilamar orang Malang.' Saya tidak mau, saya sudah senang di Gending waktu itu, dan membantu om Pong di komputer. Tetapi beliau katakan: 'Jangan begitu! Hamba TUHAN todak boleh begitu. Yang penting kehendak TUHAN.' Ibu saya menjadi saksi, beliau berkata pada ibu saya: 'Bu, saya tidak memaksa dia, saya tidak ada rencana apa-apa untuk dia, tetapi saya juga tidak menghalangi. Sama-sama doa ya, Bu.' Saya sedih bukan karena soal banyak yang datang atau tidak. Dulu pernah, waktu baru jadi hamba TUHAN, sudah puasa, tidak ada yang datang, saya marah. Salah! Tetapi setelah mengerti, saya sadar, itu adalah hanya TUHAN. Yang bisa memanggil adalah TUHAN. Kita hanya bersiap sedia."

    Mari, dengar sungguh-sungguh!


  • Mengerti firman.


  • Sampai percaya/yakin--kita kenyang dan puas; seperti makan nasi sampai di lambung, bukan berhenti di mulut atau kerongkongan. Kalau makan firman, jangan hanya sampai di pikiran, nanti akan jadi pengetahuan, sehingga firman digunakan untuk debat/diskusi dan tidak akan pernah puas, bahkan bertengkar.

    Kenyang dan puas= selalu mengucap syukur. Mendadak sakit, tetap mengucap syukur. Itulah orang percaya. Apapun yang TUHAN izinknan terjadi, tetap mengucap syukur.


  • Tida mau berpindah-pindah/berubah-ubah.
    Artinya: berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar dan mempraktikkannya.

    Ini yang kurang--berpegang teguhnya kurang, praktiknya kurang--, sehingga firman yang disalahkan: Jangan pengajaran, tidak ada jemaat nanti, lari semua. Jangan salahkan TUHAN/pengajarannya!
    Mengajar berkorban, tetapi dia sendiri tidak berkorban, sehingga jemaat lari.

    "Saya tidak takut, tiap minggu sampaikan soal persepuluhan, boleh, kalau dari TUHAN. Saya harus menyampaikan, tidak apa-apa, terserah. Yang penting kita lakukan lebih dulu. Tidak takut saya dianggap pendeta mata duitan, terserah. Saya hanya menyampaikan firman TUHAN untuk menolong bangsa kafir--setiap pembiertaan firman untuk menolong bangsa kafir; bunyi sangkakala untuk menolong bangsa kafir, bukan menjerumuskan."

Rut 2: 5-7
2: 5 Lalu kata Boas kepada bujangnya yang mengawasi penyabit-penyabit itu: "Dari manakah perempuan ini?"
2: 6 Bujang yang mengawasi penyabit-penyabit itu menjawab: "Dia adalah seorang perempuan Moab, dia pulang bersama-sama dengan Naomi dari daerah Moab.
2: 7 Tadi ia berkata: Izinkanlah kiranya aku memungut dan mengumpulkan jelai dari antara berkas-berkas jelai ini di belakang penyabit-penyabit. Begitulah ia datang dan terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan
seketikapun ia tidak berhenti."

'Dari manakah perempuan ini?'= Boas sudah betanya, artinya sudah mulai ada perhatian.
'seketikapun ia tidak berhenti'= saat-sat memilih jelai yang tercecer--saat--saat kkita menghargai dan memperhatikan firman penggembalaan dalam kabar mempelai; firman yang memang keras, lebih tajam dari pedang bermata dua--saat itulah Boas--Yesus Mempelai Pria Sorga--sedang:

  1. Yesus sedang memperhatikan kehidupan ktia sedalam-dalamnya--sampai Boas bertanya: 'Dari manakah perempuan ini?'
    Sebaliknya, kalau ada pemberitaan firman yang benar, tetapi kita bagsa kafir tidak memperhatikan, kita akan dibuang oleh TUHAN. Tidak ada kesempatan lagi! Tetapi sejahat-jahat/senajis-najisnya kita, kalau mau mendengar sangkakala, kita akan diperhatikan oleh TUHAN.

    "Termasuk hamba TUHAN, saya juga. Sekalipun tidak hebat, kalau ada firman pengajaran yang benar lalu kita justru mengejek, tidak mendukung dan lain-lain, termasuk saya, akan hancur! Sebaliknya, kalau ada pemberitaan yang tidak benar tetapi kita mendukung, akan hancur, teramsuk saya! Pilih yang benar! Serius! Jangan tukar dengan kekayaan, kedudukan, jodoh dan lain-lain! Hancur kita! Ada maut yang menghadang--tiga macam kematian."


  2. Yesus sedang menata hidup ktia. Tadinya Rut ini hanya seorang (maaf) janda, tidak berdaya, perempuan Moab--jahat, najis--, tidak ada harapan--suaminya sudah mati. Naomi saja memerintahkan Rut untuk pulang, karena tidak mungkin kalau menunggu Naomi punya anak lagi. Memang secara hukum Israel, menunggu Naomi melahirkan anak, kalau sudah dewasa baru menikah dengan Rut, sudah tidak ada harapan--anaknya sudah dewasa, Rut sudah jadi nenek--!

    Tetapi TUHAN sedang manata kita. Kaum muda, saya juga, dari kecil makan tidak makan, tidka apa-apa. Jangan takut! Kalau kita memperhatikan firman sampai praktik firman, TUHAN sedang menata rapi hidup kita.

    Sebaliknya, sekalipun orang tua kaya, kalau menolak firman, akan terjadi kematian. Jangan coba-coba! Benar-benar hancur!

    "Termasuk kami hamba TUHAN. Diri saya juga, kalau ada pemberitan firman yang benar, tetapi saya mengejek, saya tidak mendukung, saya akan benar-benar hancur! Tidak mungkin tidak!"

    Kalau kita sudah menerima dan mempraktikannya, kita ada di jalur kehendak TUHAN yang mmbuat indah pada waktunya, sampai kekal, sehingga kita tidak perlu takut akan masa depan kita.

    Urusan kita sekarang adalah menjilat remah-remah roti--hargai firman dan praktikkan firman! Selanjutnya urusan TUHAN. Jangan urus urusan ktia sampai tinggalkan ladang/pengajaran! Salah besar! Urusan kita, sebagai apapun kita--gembala, jemaat--adalah giat dalam pengumpulan gandum hari-hari ini dan ktia masuk dalam kebangunan rohani, mulai dari dalam kandang penggembalaan.

    Kita menjadi kehidupan yang dibangun: mulai tergembala dengan benar dan baik--masuk di kandang penggembalaan, sehingga kita diperhatikan dan dihitung oleh TUHAN--, kita masuk dalam kebangunan rohani, supaya tidak hancur dan jatuh miskin seperti Elimelekh.

Rut 3: 2-3
3:2. Maka sekarang, bukankah Boas, yang pengerja-pengerjanya perempuan telah kautemani itu, adalah sanak kita? Dia pada malam ini menampi jelai di tempat pengirikan;
3:3. maka mandilah dan beruraplah, pakailah pakaian bagusmu dan pergilah ke tempat pengirikan itu. Tetapi janganlah engkau ketahuan kepada orang itu, sebelum ia selesai makan dan minum.

Ada tiga aktifitas dalam kandang penggembalaan--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--:

  1. 'mandi= Rut harus mandi. Dari memungut jelai mau jadi mempelai harus mandi dulu. Kalau tidak, bukan hanya mempelainya yang lari, undangannya juga lari.
    Artinya: masuk ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci--persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus--, sehingga kita disucikan secara dobel: lahir dan batin.

    Kalau ibadah pelayanan kita tidak ada pengajaran yang benar, itu sama dengan tidak mandi-mandi; berbau busuk.
    Kalau dalam fellowship ini tidak menampilkan pengajaran yang benar, itu sama dengan tidak mandi-mandi; berbau busuk.

    Mari, kita disucikan secara lahir dan batin.


  2. 'berurap'= sesudah mandi, memakai minyak wangi. Ini menunjuk pada pelita emas--ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Alalh Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
    Urapan Roh Kudus membuat kita setia dan bekrobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN sampai garis kakhir.

    Jadi, yang menentukan kita setia atau tidak, bukan usia, kesehatan, jumlah jemaat dan lain-lain, tetapi ada urapan atau tidak. Kalau ada urapan, semua teratasi. Mungkin TUHAN izinkan dombanya masih 2-3 ekor, tetapi tetap dijaga seperti Daud. Kalau ada urapan, sekalipun 2-3 ekor tetap dijaga. Kalau tidak ada urapna, sekalipun 2000 ekor, tidak dijaga--kalau tidak ada urapan, tidak akan setia.
    Biar tua, kalau ada urapan, ia pasti setia dan berkobar-kobar.
    Biar muda, kalau tidak ada urapan, ia tidak mau setia.

    Mari, mandi, lalu berbau harum semua.


  3. 'memakai pakaian bagus'= baju dari ladang ditukar dengan baju bagus untuk menghadap Boas. Ini menunjuk pada mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa penyembahan= menukar hidup lama dengan hidup baru--menukar baju lama dengan baju baru; mengalami pembaharuan di dalam kasih Allah.

    Kita bisa mengasihi TUHAN lebih dari semua. Ini manusia baru--punya pakaian.

Hasil kalau sudah masuk kandang:

  1. Rut 3: 10
    3: 10 Lalu katanya: "Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN, ya anakku! Sekarang engkau menunjukkan kasihmu lebih nyata lagi dari pada yang pertama kali itu, karena engkau tidak mengejar-ngejar orang-orang muda, baik yang miskin maupun yang kaya.

    Hasil pertama: mengalami penyucian secara intensif dari:


    1. Dosa kejahatan ('tidak mengejar-ngejar orang-orang muda, baik yang miskin maupun yang kaya').
      Artinya: terlepas dari ikatan akan uang yang membuat kikir dan serakah, sehingga ia bisa memberi dan mengembalikan milik TUHAN--persepuluhan dan persembahan khusus--dan tidak menipu orang lain, sampai lebih bahagia memberi dari pada menerima.


    2. Dosa kenajisan ('tidak mengejar-ngejar orang-orang muda'), yaitu dosa makan-minum (merokok, mabuk, narkoba), dosa percabulan, nikah yang salah, laki-laki denagn laki-laki, perempuan dengan permpuan, percabulan dengan diiri sendiri dan lain-lain.
      Semua disucikan kalau mau menjadi mempelai wanita TUHAN.


    Ini gunanya penggembalaan dalam kabar mempelai--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. Kita disucikan--dimandikan--, diurapi sampai berpakaian bagus. Ini penyucian secara intensif dari keinginan jahat dan najis.
    Kita disucikan sampai pada kesempurnaan.

    Efesus 4: 11-12
    4: 11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4: 12 untuk
    memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Kalau sudah suci--mau digembalakan dan tekun dalam penggembalaan--, biar kita bangsa kafir, kita akan dipakai oleh TUHAN.
    Kalau mau disucikan, TUHAN akan memperlengkapi kita dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus, sehingga kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus--seperti keledai (gambaran dari bangsa kafir) ditungangi Yesus menuju Yerusalem (Yerusalem baru). Memang tidak enak kalau ditunggangi--ada pengorbanan--tetapi kita meuju Yeursalem baru (kerajaan sorga yang kekal).

    "Inilah dasar dari Lempin-El 'Kristus Ajaib', mengapa Lempin-El menerima semua, lulus SD atau tidak, lulus SMP boleh, mau S3 juga diterima, karena dasarnya bukan S dari dunia, tetapi S dari TUHAN, yaitu suci. Pegnalaman kesaksian dari DR Lubis. Dia Doktor Theologia, didudukkan bersama dengan siswa yang tidak lulus SD dan sebagainya. Dia merasa kok tidak ada penghargaan dan dia mau pulang. Saya baru tahu. Tetapi setelah kena tusuk pedang, dia katakan: 'Ternyata kita sama saja, yang penting suci.' Semakin suci, semakin dipakai oleh TUHAN dan pasti lebih dipakai TUHAN. Semakin pintar belum tentu."

    Jangan dibodohi! Dunia harus sama dengan sistem sorga! Jangan pakai sistem dunia! Rut dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus.


  2. Rut 3: 11
    3: 11 Oleh sebab itu, anakku, janganlah takut; segala yang kaukatakan itu akan kulakukan kepadamu; sebab setiap orang dalam kota kami tahu, bahwa engkau seorang perempuan baik-baik.

    Hasil kedua: Rut dipakai untuk bersaksi.

    Mari kita bersaksi tentang injil keselamatan kepada orang yang belum selamat, terutama bersaksi tentang kabar mempelai pada orang yang sudah percaya Yesus.

    Bangsa kafir menjadi saksi TUHAN, muulai dari dalam nikah--pelita dalam nikah--, penggembalaan, antar penggembalaan, di depan semua orang, sampai nanti tubuh Kristus sempurna, ktia menjadi terang dunia--mempelai wanita sorga.
    Kabar baik, pancarkan lewat hidup benar! Kabar mempelai, pancarkan lewat hidup suci, terutama dari keinginan jahat dan najis! Kita dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus.

Posisi kehidupan yang tergembala dalam kabar mempelai:
Rut 3: 8
3: 8 Pada waktu tengah malam dengan terkejut terjagalah orang itu, lalu meraba-raba ke sekelilingnya, dan ternyata ada seorang perempuan berbaring di sebelah kakinya.

'Pada waktu tengah malam'= sama dengan Matius 25: 6.
Posisi bansa kafir yang tergembala pada kabar memepai, yang dipakai dalam kegerekan hujan akhir adaalah berada di kaki Boas--berada di bawah kaki TUHAN.
Untuk apa? Untuk mengalami naungan sayap penebusan/naungan sayap Mempelai dari TUHAN--pelukan tangan anugerah TUHAN yang besar.

Rut 3: 9
3: 9 Bertanyalah ia: "Siapakah engkau ini?" Jawabnya: "Aku Rut, hambamu: kembangkanlah kiranya sayapmu melindungi hambamu ini, sebab engkaulah seorang kaum yang wajib menebus kami."

"Ini tema hidup saya yang saya ajarkan pada jemaat. Tema yang tidak pernah berhenti dalam penggembalaan. Kita kecil seperti Rut--janda yang tidak berdaya. Kita banyak kesalahan dan kenajisan, tida layak, tetapi ktia berusaha hidup di dalam naungan sayap Mempelai--pelukan tangan anugerah TUHAN yang besar, lebih besar dari apapun. Saya tidak menggurui. Biar kita keicl dan tidak bisa apa-apa, kesulitan dan lain-lain, berusaha seperti Rut! Mari, ada suara sangkakala dahsyat, ada remah-remah roti--pembukaan firman--, mari, usahakan sungguh-sungguh! Jemaat usahakan sungguh-sungguh dalam penggembalaan dan felowwship. Tidak rugi! Kalau kita menerima sampai mempraktikkan firman, kita akan disucikan, digembalakan, dipakai, dan kita tinggal berada di dalam naungan tangan anugerah TUHAN yang besar."

Hasilnya: kita mengalami naungan sayap burung nasar. Ini adalah pelukan tangan anugerah TUHAN yang besar.
Wahyu 12: 14
12: 14 Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa."

Tangan anugerah TUHAN yang besar, yaitu dua sayap burung nasar yang besar:

  1. Untuk menyingkirkan kita ke padang urun, jauh dari mata antikris.
    Artinya: tangan anugerah TUHAN memeluk kita bayi-bayi yang tidak bisa apa-apa, seperti anak burung nasar yang tidak bisa apa-apa, tidak bisa cari makan sendiri dan induknya harus mencarikan makan. Itulah kita.

    Sehebat appaun kita, ktia tidak bisa paa-apa, karena dunia sudah dikuasai oleh antikris. Kalau antirkis berkuasa 30%, kita tinggal 7%, sampai antikris 100%, kita hanya bergantung pada sayap burung nasar.

    Mari, mohon pelukan tangan anugerah TUHAN yang besar malam ini! Tangan anugerah TUHAN yang besar sanggup melindungi dan memelihara kita yang tidak berdaya di tengah keuslitan dunia akhir zaman sampai zaman antikris berkuasa di bumi selama 3,5 tahun.

    Mari, bergantung pada tangan anugerah TUHAN! Pekerjaannya tetap, semuanya tetap, tetapi lebih utamakan TUHAN dari itu semua! Itulah bergantung pada tangan TUHAN.
    Kalau tidak mengutamakan TUHAN gara-gara toko dan lain-lain, berarti kita bergantung pada yang lain, yang nanti akan dikuasai antikris.

    "Hamba TUHAN 100% jangan coba-coba lagi ke dunia! Cari tambahan kerja lagi di dunia, hati-hati! Yang tidak fulltimer ke arah fulltimer. Yang sudah fulltimer mau kerja lagi, akan tertinggal. TUHAN tolong ktia. Mari, berani bergantung pada dua sayap burung nasar."


  2. Dua sayap burung nasar yang besar mengangkat kita ke awan-awan yang permai saat Yesus datang kembali kedua kali.
    Artinya: tangan anugerah TUHAN yang besar sanggup mneyucikan dan mengubahkan ktia dari manusia daging menjadi manusia baru yang layak untuk masuk Yerusalem baru. Ini mujizat terbesar. Setan tidak bisa melakukannya.

    Yang diubahkan adalah hati seperti kristal.
    Wahyu 21: 11
    21: 11 Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.

    Permulaan pembaharuan-ada di dalam pelukan tangan anugerah TUHAN yang besar--adalah:


    1. Jernih seperti kristal.
      Artinya: jujur dan percaya--iman yang tulus ikhlas.

      Nomor satu: jujur soal pengajaran, itu adalah tes kejujuran dari seorang pengikut TUHAN. Kalau kita masih berkata: 'Ya..tetapi....,' berat! Jangankan ke Yerusalem baru, hidup di duniapun kita susah. Harus jujur dan percaya!


    2. Permata yaspis= ada kerinduan yang menyala-nyala kepada TUHAN.


    Sebagai contoh: seorang bangsa kafir. Tadi Rut gambaran dari perempuan, sekarang untuk laki-laki juga.
    Yohanes 4: 46-53
    4: 46 Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit.
    4: 47 Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati.
    4:48. Maka kata Yesus kepadanya: "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya."
    4:49. Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: "Tuhan, datanglah sebelum anakku mati."
    4:50. Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup!"
    Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi.
    4:51. Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup.
    4:52. Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: "Kemarin siang pukul satu demamnya hilang."
    4:53. Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: "Anakmu hidup." Lalu iapun percaya, ia dan seluruh keluarganya.


    Jujur, percaya,dan ada hati yang rindu untuk dijamah TUHAN malam nii, apapun keadaan ktia.
    Pegawai istana= pegawai istana Herodes= bangsa kafir.

    'anaknya itu hampir mati'= sudah mustahil, ia ke tabib sudah tidak bisa lagi, pasti mati. Lalu ia meminta pada Yesus.

    Ini bangsa kafir--seorang ayah/laki-laki--punya masalah. Dia punya kedudukan tinggi--pegawai istana. Hati-hati! Orang kaya, punya kedudukan secara jasmani dan rohani--organisasi, hamba TUHAN dan lain-lain--hati-hati! Punya masalah, terutama masalah nikah dan buah nikah.

    Ini yang menimpa pejabat--hamba TUHAN. Yang diamcan adalah nikah dan buahn nikahnya untuk dihancurkan oleh setan. Kita hati-hati! Mohon kepada TUHAN! Sehebat apapun bangsa kafir, ada masalah nikah dan buah nikah, mungkin anaknya mati dalam narkoba dan lain-lain, mati rohaninya. Juga mengalami kesedihan, kemustahilan dan lain-lain. Mari, jujur saja, datang pada Yesus dan percaya!

    Mujizat jasmani juga terjadi. Yang mustahil menjadi tidak mustahil. Nikah dan bauh nikah dipulihkan, sekeluarga diselamatkan. Mungkin yang rohani: saya jahat, najis, kotor, sudah jatuh dan lain-lain. Asal jujur dan percaya dulu--mengaku--dan ada kerinduan untuk ditolong TUHAN, disucikan, diubahkan, dan memuliakan TUHAN. Biarlah tnagan anugerah TUHAN yang besar, yang menjamah kita, apapun keadaan ktia.

    Datang dengan pengakuan--kejujuran--dan kerinduan! Tangan anugerah TUHAN yang besar--dua sayap burung nasar yang besar--sanggup menolong kita semua dan mengangkat kita ke takhta sorga selamanya.

Jujur dan percaya di hadapan TUHAN! Kaum muda, ada hati yang rindu! Malam ini kaum muda dulu. Biar sudah mati atau hampir mati masa depannya, kesuciannya, tetapi rindu dibasuh/disucikan oleh TUHAN. Ada langkah mujizat dalam pelukan tangan anugerah yang besar. Mungkin dalam kekurangan, ada kuasa penebusan/pembebasan dari apapun juga malam ini. Mujizat terjadi!
Kaum muda, jangan bergantung pada siapapun! Akan kecewa, tetapi datang pada Yesus malam ini, apapun keadaan kita!

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top