Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 14:14-20 adalah tentang penuaian di bumi, terdiri dari dua macam penuaian:
  • Ayat 14-16: penuaian gandum di bumi untuk dibawa masuk dalam lumbung Kerajaan Sorga.
  • Ayat 17-20: penuaian anggur di bumi untuk dikilang dalam murka Allah.

Wahyu 14:14-16
14:14 Dan aku melihat: sesungguhnya, ada suatu awan putih, dan di atas awan itu duduk seorang seperti Anak Manusia dengan sebuah mahkota emas di atas kepala-Nya dan sebilah sabit tajam di tangan-Nya.
14:15 Maka keluarlah seorang malaikat lain dari Bait Suci; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada Dia yang duduk di atas awan itu: "Ayunkanlah sabit-Mu itu dan tuailah, karena sudah tiba saatnya untuk menuai; sebab tuaian di bumi sudah masak."
14:16 Dan Ia, yang duduk di atas awan itu, mengayunkan sabit-Nya ke atas bumi, dan bumi pun dituailah.

Dalam penuaian gandum di bumi, terjadi juga dua pemisahan;
  1. Pemisahan gandum dan lalang.
    Matius 13:36-43
    13:36 Maka Yesus pun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu."
    13:37 Ia menjawab, kata-Nya: "Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia;
    13:38 ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat.
    13:39 Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat.
    13:40 Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman.
    13:41 Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya.
    13:42 Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.
    13:43 Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"


  2. Pemisahan gandum dan sekam lewat penampian/ goncangan/ ujian.
    Matius 3:12
    3:12 Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan."

    Matius 3:12 [terjemahan lama]
    3:12 Nyirunya ada di dalam tangan-Nya; maka Ia akan membersihkan segenap tempat pengiriknya, lalu Ia mengumpulkan gandumnya masuk ke dalam lumbung, tetapi sekamnya akan habis dibakar-Nya dengan api yang tiada dapat dipadamkan."

ad. 2. Pemisahan gandum dan sekam lewat penampian.
Gereja Tuhan mengalami dua kali penampian, yaitu:
  1. Lukas 22:31-32
    22:31 Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum,
    22:32 tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu."


    Penampian lewat krisis/ pencobaan/ kegoncangan yang dilancarkan oleh setan untuk menggugurkan iman kita. Kehidupan yang gugur saat penampian = sekam tanpa isi, yang hanya akan dibakar dan dibinasakan selamanya.

  2. Matius 3:12
    3:12 Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan."

    Penampian oleh Yesus lewat ujian/ percikan darah supaya gereja Tuhan menjadi gandum yang masak/ matang, sama dengan mempelai wanita Sorga yang murni dan bisa masuk dalam lumbung Kerajaan Sorga.

Sekam adalah bagian kulit.
Pengertian sekam secara rohani:
  • Sekam menunjuk hamba/ pelayan Tuhan yang hanya mencari dan puas dengan perkara jasmani saja, sehingga tidak mau diisi dengan firman pengajaran yang benar yang diulang-ulang (firman penggembalaan). Ini berarti kehidupan yang tidak mau tergembala. Mereka muak, bosan, mengkritik dan menolak firman.

    1 Korintus 15:19
    15:19 Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.

    Kalau kita mengikut Yesus hanya untuk mencari perkara jasmani, maka kita adalah kehidupan yang paling malang, hidup susah, menderita, penuh air mata, sampai binasa selamanya di neraka.

  • Sekam adalah hamba/ pelayan Tuhan yang tidak mau mengaku dosa, hanya menyalahkan Tuhan dan orang lain untuk menutupi dosanya sendiri.

    1 Yohanes 1:9-10
    1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
    1:10 Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.

    Sekam adalah kehidupan kristen yang kosong = tanpa kebenaran firman, hanya ada kebenaran diri sendiri. Keadaan mereka seperti rumah yang sudah disapu bersih, kemudian justru menjadi tempat bagi 7 setan. Keadaan mereka justru menjadi lebih buruk daripada yang semula (sebelum mengenal Yesus), sampai sempurna dalam kenajisan dan kejahatan. Mereka menjadi mempelai setan yang akan dibinasakan selamanya.

Pengertian gandum yang matang secara rohani adalah hamba/ pelayan Tuhan yang mengutamakan firman pengajaran benar (firman penggembalaan). Mereka mau diisi firman secara terus-menerus dan berulang-ulang.
Firman penggembalaan adalah firman pengajaran benar yang dipercayakan Tuhan pada seorang gembala untuk disampaikan secara terus-menerus, dengan setia, dan diulang-ulang, sebagai makanan rohani bagi sidang jemaat. Kita terus diisi dengan firman penggembalaan sampai menjadi gandum yang matang. Firman penggembalaan juga merupakan komando bagi sidang jemaat, supaya kita tahu apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan, supaya kita tidak salah arah, tetapi tetap mengarah pada Yerusalem baru (kandang penggembalaan yang terakhir).

Di mana tempat pengisian gandum yang matang?
Kisah Para Rasul 2:41-42
2:41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

Dalam Tabernakel, ada 3 macam ruangan, yaitu halaman, Ruangan Suci, dan Ruangan Maha Suci. Kita percaya Yesus, masuk baptisan air, dan hidup benar menunjuk pada daerah Halaman. Setelah itu, hidup yang sudah benar harus diisi dengan firman, lewat ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok (Ruangan Suci), yaitu:
  • Ketekunan dalam pengajaran rasul dan pemecahan roti (Meja Roti Sajian menunjuk Kebaktian Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci).
  • Ketekunan dalam persekutuan (Pelita Emas menunjuk Kebaktian Umum).
  • Ketekunan dalam berdoa (Mezbah Dupa Emas menunjuk Kebaktian Doa Penyembahan).
Kandang penggembalaan adalah tempat pengisian gandum yang matang, sampai kita bisa masuk Ruangan Maha Suci (kesempurnaan).

  1. Pengisian I: ketekunan dalam Kebaktian Umum (Pelita Emas).
    Roma 10:17
    10:17 Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

    Dalam Kebaktian Umum, Roh Kudus menolong kita untuk bisa mendengar (makan) firman penggembalaan dengan sungguh-sungguh sampai bisa mengerti, sampai percaya/ yakin, sehingga firman pengajaran yang benar menjadi iman dalam hati kita. Dalam pengisian pertama ini, pikiran kita diisi dengan pengertian akan firman, sedangkan hati kita diisi dengan iman. Dengan demikian, setan tidak bisa mengisi hati pikiran kita dengan yang lain. Roh jahat, najis, ataupun kepahitan tidak bisa masuk dalam hati dan pikiran kita.

    Hasilnya adalah:
    • Kita mendapat kepuasan yang sejati (kepuasan Sorga), sehingga tidak perlu lagi kita mencari kepuasan semu di dunia yang bisa menyebabkan kita jatuh dalam dosa sampai puncak dosa. Kita kenyang secara rohani dan bisa selalu mengucap syukur pada Tuhan.

    • Mazmur 119:11
      119:11 Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.

      Firman pengajaran benar menjadi rem supaya kita tidak berbuat dosa ataupun puncak dosa, berarti kita bisa hidup benar sesuai firman pengajaran benar.

  2. Pengisian II: ketekunan dalam Kebaktian Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci (Meja Roti Sajian).
    Dalam Kebaktian Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci, makanan firman dicerna sampai halus. Firman dibukakan rahasianya lewat ayat yang satu menerangkan ayat lain dalam Alkitab, untuk diserap, sehingga firman bisa mendarah-daging dalam hidup kita. Firman mendarah-daging artinya firman menjadi praktek dalam kehidupan kita sehari-hari. Kegunaan perjamuan suci adalah untuk mempercepat proses firman pengajaran benar yang diulang-ulang untuk bisa mendarah-daging dalam hidup kita. Mengapa? Sebab kita berlomba dengan waktu kedatangan Yesus kedua kali yang begitu cepat.

    Hasilnya adalah:
    • Matius 7:24-25
      7:24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
      7:25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.


      Kita menjadi orang bijaksana yang tahan uji saat menghadapi penampian setan tritunggal.
      Ada tiga kali penampian setan, yaitu lewat hujan deras, banjir besar, dan angin yang kencang. Jika kita tahan uji maka kita tidak akan rubuh.
      • Hujan menunjuk setan dengan roh jahat dan najis yang memicu kita berbuat dosa. Jika firman mendarah-daging dalam kita, kita bisa tetap bertahan hidup suci.
      • Banjir menunjuk antikris dengan kekuatan hawa nafsu daging yang membuat manusia tidak taat dan melawan Tuhan. Jika firman mendarah-daging, kita bisa tetap tahan uji (iman yang teguh) dan taat apapun resiko yang dihadapi.
      • Angin yang kencang menunjuk nabi palsu dengan kekuatan ajaran palsu. Jika firman mendarah-daging, kita bisa tetap berpegang teguh pada satu firman pengajaran yang benar.

    • 1 Petrus 1:22
      1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

      Dari iman, kita bisa memiliki pengharapan = kita hidup suci dalam seluruh hidup kita. Firman penggembalaan menjadi sumber pengharapan dalam hidup kita. Apa pun yang kita hadapi, kita hanya mendengar firman yang benar dan berharap Tuhan. Kita tidak akan pernah kecewa ataupun putus asa. Orang suci adalah orang yang punya pengharapan dan bisa diharapkan. Kekayaan tidak bisa menjamin seseorang untuk punya harapan ataupun bisa diharapkan.

      Efesus 4:11-12
      4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,


      Jika kita hidup suci, kita bisa menerima jubah indah dari Tuhan = kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Hidup kita menjadi indah karena kita menerima jubah maha indah dari Tuhan. Kita bisa melayani tubuh Kristus mulai dalam nikah (suami mengasihi istri, istri tunduk pada suami, anak taat pada orang tua), dalam penggembalaan, dalam persekutuan antar penggembalaan, sampai kita menjadi satu tubuh Kristus sempurna. Kalau kita dipakai Tuhan, maka kita punya pengharapan dan bisa diharapkan. Tuhan mau memakai hidup kita dengan apa yang ada pada kita, contohnya: pemuda kaya mau dipakai Tuhan dengan kekayaannya, Musa dipakai dengan tongkat yang ada pada tangan kanannya.

      1 Yohanes 3:1-2
      3:1 Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.
      3:2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.


      Pengharapan kita yang tertinggi adalah menjadi sempurna sebagai mempelai wanita Tuhan.

  3. Pengisian III: ketekunan dalam Kebaktian Doa Penyembahan (Mezbah Dupa Emas).
    Dalam Kebaktian Doa Penyembahan, sari-sari makanan firman diserap hingga mendarah-daging, sehingga tidak hanya menjadi praktek tetapi juga tabiat dalam hidup kita, yaitu tabiat kasih.

    Yohanes 14:15
    14:15 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

    Praktek memiliki tabiat kasih:
    • Kita mengasihi Tuhan lebih dari semua. Kita percaya dan berharap Tuhan. Kita hanya menyembah Tuhan, bahkan kita gemar menyembah Tuhan.
    • Kita mengasihi sesama dengan tulus ikhlas seperti kita mengasihi diri kita sendiri, bahkan mengasihi musuh. Kita hanya berbuat kebaikan (memberi sedekah), bahkan bisa membalas kejahatan dengan kebaikan.

      1 Petrus 1:22
      1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

    Kita bisa menaikkan doa dan memberi sedekah, sebagaimana dicontohkan oleh Kornelius (bangsa Kafir). Kita menaikan asap dupa yang harum, sehingga hadirat Tuhan turun bersama kita.

    Kisah Para Rasul 10:1-4
    10:1 Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia.
    10:2 Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah.
    10:3 Dalam suatu penglihatan, kira-kira jam tiga petang, jelas tampak kepadanya seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya: "Kornelius!"
    10:4 Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata: "Ada apa, Tuhan?" Jawab malaikat itu: "Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau.

    Doa dan sedekah = kita mengangkat dua tangan kita pada Tuhan. Kita mengulurkan tangan iman (percaya pada Tuhan), maka Tuhan juga akan mengulurkan tangan belas kasihNya pada kita. Tuhan sedang mengingat dan memperhatikan kita. Tuhan bergumul bersama kita. Iman dan belas kasih akan menghasilkan mujizat. Posisi kita seperti bayi dalam gendongan tangan sang ibu. Kita hanya percaya pada sang ibu = kita hanya percaya pada Tuhan, tidak ada yang lain. Kita mengasihi Tuhan dan Tuhan mengasihi kita.

    Yesaya 49:14-16
    49:14 Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."
    49:15 Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.
    49:16 Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.

    Hasilnya adalah:
    • Tangan belas kasih Tuhan mampu melindungi dan memelihara kita di tengah kesulitan dunia, bahkan di masa antikris berkuasa di bumi selama 3,5 tahun. Kita akan disingkirkan di padang gurun di mana kita dipelihara langsung oleh Tuhan, sampai kita menerima hidup kekal selamanya.

    • Tangan belas kasih Tuhan sanggup menanggung segala letih lesu, beban berat, susah payah, dan air mata, sehingga semua menjadi enak dan ringan, serta berbahagia pada waktunya.

    • Wahyu 21:12,21
      21:12 Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel.
      21:21 Dan kedua belas pintu gerbang itu adalah dua belas mutiara: setiap pintu gerbang terdiri dari satu mutiara dan jalan-jalan kota itu dari emas murni bagaikan kaca bening.

      Mutiara menunjuk pada bangsa Kafir. Tangan belas kasih Tuhan sanggup menuntun kita, bangsa Israel maupun bangsa Kafir, sampai kita mencapai Yerusalem baru (tempat penggembalaan terakhir). Artinya, tangan belas kasih Tuhan membarui kita dari manusia daging menjadi manusia rohani.

      Bagaimana keadaan manusia baru yang layak masuk Yerusalem baru?
      Wahyu 21:11
      21:11 Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal.

      Jernih seperti kristal = jujur. Kalau kita jujur, kita kuat seperti tembok Yerusalem baru, tidak bisa runtuh. Jujur dan iman yang tulus ikhlas (jujur dan percaya pada Tuhan) = kita menjadi seperti bayi yang hanya menangis pada Tuhan. Tangan Tuhan yang akan melakukan segala sesuatu yang sudah tidak bisa kita pikirkan lagi. Tuhan memeluk kita dalam tangan belas kasihNya. Tuhan tidak pernah melupakan kita, Dia selalu mengingat dan bergumul bersama kita. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil, termasuk Dia mampu menyempurnakan kita sehingga kita bisa masuk Yerusalem baru/ Kerajaan Sorga yang kekal selamanya.


Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 13 Agustus 2019 (Selasa Sore)
    ... Yesus kepada mereka Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu . Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata Akulah Mesias dan mereka akan menyesatkan banyak orang. . Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. . Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan ...
  • Ibadah Raya Surabaya,28 Januari 2018 (Minggu Siang)
    ... menjadi sama dengan antikris--binatang buas--yang akan dibinasakan selamanya. Kalau lapar tidak peduli ibunya anaknya akan dimakan kalau waktunya kawin tidak peduli siapa. Ini adalah hamba pelayan Tuhan tetapi dicap . Contoh perempuan bungkuk delapan belas tahun di Bait Allah di dalam Tuhanpun bisa dicap antikris. Jangan bilang di luar Tuhan kasihan. ...
  • Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session II, 14 September 2010 (Selasa Tengah Malam)
    ... kasih Allah Api kasih Allah memberi panas menghangatkan kehidupan rohani kita sehingga kita selalu setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan. Orang yang malas sama dengan dingin rohani. Kalau api kasih Allah padam maka kehidupan itu akan menjadi dingin rohani seperti Petrus. Prakteknya adalah Mengikut Tuhan dari jauh artinya tidak setia ...
  • Ibadah Doa Malang, 22 April 2021 (Kamis Sore)
    ... orang anak. . Dari sana pergilah ia ke gunung Karmel dan dari sana pula kembalilah ia ke Samaria. Beruang mencabik-cabik empat puluh dua anak di Betel rumah Allah karena mencemooh Elisa. Elia gambaran dari Roh Kudus hujan awal. Elisa gambaran dari Roh Kudus hujan akhir. Jadi beruang mencabik-cabik gereja Tuhan yang belum dewasa ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 06 November 2013 (Rabu Sore)
    ... hidup benar kita bisa menjadi hamba Tuhan. Imam adalah Seorang yang suci. Seorang yang memegang jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus. Karunia didapatkan lewat penumpangan tangan seorang gembala. Seorang yang beribadah dan melayani Tuhan dwifungsi . Raja adalah seorang yang menang terutama menang atas dosa halangan dan rintangan. Artinya imam-imam tidak ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 27 Mei 2012 (Minggu Sore)
    ... mencapai kemuliaan. Artinya TANPA SALIB TIDAK AKAN ADA KEMULIAAN. Kalau kita tidak mau pengalaman salib kita tidak akan bisa mencapai kemuliaan. Kisah Rasul . Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman dan mengatakan bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami ...
  • Ibadah Raya Malang, 13 Maret 2016 (Minggu Pagi)
    ... Yohanes Jikalau kamu mengasihi Aku kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Mengasihi sesama seperti diri sendiri bahkan mengasihi musuh. Inilah loh batu kedua. Markus Dan hukum yang kedua ialah Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini. Roma - Janganlah kamu berhutang ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 03 Januari 2018 (Rabu Sore)
    ... berdaya. Wahyu . Kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka menahan keempat angin bumi supaya jangan ada angin bertiup di darat atau di laut atau di pohon-pohon. Yang kedua harus dihadapi angin tidak bertiup lagi. Ini adalah krisis tahbisan ibadah pelayanan. Banyak hamba ...
  • Ibadah Kunjungan Semarang II, 15 September 2016 (Kamis Pagi)
    ... firman yang diurapi Roh Kudus. Ini sama dengan masuk Pintu Gerbang. Bertobat berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan mati terhadap dosa. Dalam Tabernakel ini menunjuk Mezbah Korban Bakaran. Baptisan air. Dalam Tabernakel menunjuk pada Kolam Pembasuhan. Baptisan Roh Kudus. Dalam Tabernakel menunjuk pada Pintu Kemah. Kita lahir baru dari ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 13 Januari 2016 (Rabu Sore)
    ... Yesus di takhta sorga selama-lamanya. Langkah pertama harus kembali pada kasih mula-mula seperti jemaat Efesus . Artinya kembali pada lambung Yesus yang tertikam sehingga keluar darah dan air. Wahyu - jemaat di Smirna . Langkah kedua setia sampai mati setia dalam penderitaan dan pelayanan bersama Yesus sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.