English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 November 2011 (Rabu Sore)
Ibadah Doa dipindahkan pada hari Senin sebelumnya.
Diambil dari siaran tunda Ibadah Persekutuan di Ambon, 16 November 2011 Sore

Tema: Yohanes 10:...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 03 September 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 10:3
10:3 Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti...

Ibadah Paskah Kaum Muda Remaja Malang, 11 April 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:1-2
9:1 Maka Yesus memanggil kedua belas...

Ibadah Raya Surabaya, 09 Juni 2019 (Minggu Siang)
Bersamaan dengan hari Pentakosta

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN....

Ibadah Raya Malang, 31 Januari 2010 (Minggu Pagi)
Matius 24:45-51, banyak hal yang harus kita jaga di dunia, tetapi lebih dari...

Ibadah Raya Surabaya, 17 April 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 13 Juni 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:1-2
6:1 Maka aku...

Ibadah Doa Surabaya, 22 April 2015 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Mula pertama saya menyampaikan selamat malam dan salam sejahtera bagi kita sekalian. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 20 Oktober 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kitab Wahyu terdiri dari 22 pasal...

Ibadah Raya Malang, 14 Juli 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:20b
28:20...

Ibadah Raya Malang, 27 Maret 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:6-10, 12
26:6. Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 27 Agustus 2013 (Selasa Sore)
Siaran langsung dari Ibadah Pendalaman Alkitab di Medan.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus...

Ibadah Doa Surabaya, 07 Maret 2012 (Rabu Sore)
Matius 26: 69-75
PETRUS MENYANGKAL YESUS.

Tiga kali Petrus menyangkal Yesus yaitu
Matius 26: 69-70 Petrus menyangkal Yesus sebagai orang Galilea= menyangkal panggilan dan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 25 September 2010 (Sabtu Sore)
Markus 15
Dalam sistem tabernakel, Markus 15 terkena pada 7 percikan darah di atas Tabut Perjanjian.
7...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 September 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:5
4:5 Dan dari takhta itu...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Persekutuan Jakarta I, 09 Agustus 2016 (Selasa Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Tema: Wahyu 21: 5: "Aku menjadikan segala sesuatu baru."

Wahyu 21: 5

21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."

Sebenarnya, di dalam kitab Kejadian pada awal penciptaan, TUHAN sudah menciptakan langit bumi serta isinya, termasuk manusia yang sama mulia dengan TUHAN--satu gambar dengan TUHAN--dan manusia ditempatkan di taman Eden. Semua baik dan semua bahagia pada waktu diciptakan. Tetapi sayang, manusia diperdaya oleh ular/setan sehingga berbuat dosa dan telanjang--kehilangan gambar dan kemuliaan Allah; kebenaran; kesucian; dan kasih Allah. Ini yang terjadi dan manusia diusir ke dunia dan hidup dalam suasana kutukan, yaitu penderitaan, air mata dan lain-lain.

Inilah kejadian mengapa ada tema penciptaan ini.
Roma 3: 23
3:23. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,

Di dalam dunia, manusia tetap berbuat dosa sampai puncaknya dosa--dosa makan-minum (mabuk, narkoba) dan kawin-mengawinkan (percabulan, nikah yang salah); manusia tanpa kasih Allah. Akibatnya: hukuman TUHAN turun atas manusia. Jadi, keadaan manusia begitu merosot.

Zaman Nuh, dunia dihukum dengan air bah dan hanya delapan orang yang selamat; zaman Lot, Sodom Gomora dihukum dengan api dan belerang dari langit, hanya tiga orang yagn selamat, dan isteri Lot menjadi tiang garam; zaman akhir (dituliskan di Lukas 17 dan 2 Petrus 3), dunia akan dihukum dengan api dan belerang dari langit--kiamat--sampai hukuman neraka selama-lamanya. Berapa yang selamat? Semakin sedikit yang selamat: dari delapan, jadi tiga orang, nanti berapa? Ini pertanyaan besar.

TUHAN tidak rela manusia yang diciptakan-Nya hanya menderita dan binasa selamanya. Oleh sebab itu TUHAN mau menciptakan kembali langit dan bumi yang baru. Segala sesuatu, mulai dari langit dan bumi yang baru, juga manusia yang baru, yang sama mulia dengan Dia untuk ditempatkan di Yerusalem baru--di langit dan bumi baru ada kota Yerusalem baru; kerajaan sorga yang kekal.

Prosesnya disebut dengan PEMBAHARUAN. Manusia yang sudah tua dan sudah kehilangan segalanya, diciptakan kembali oleh TUHAN untuk ditempatkan di Yerusalem baru.
Dalam Wahyu 21, ada 4 macam pembaharuan (diterangkan mulai dari Ibadah Persekutuan Ciawi I, 19 April 2012-Kamis Sore):

  1. Wahyu 21: 1= pembaharuan langit dan bumi yang baru (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Persekutuan Ciawi I, 19 April 2012-Kamis Sore sampai Ibadah Persekutuan Ciawi IV, 28 Februari 2013-Kamis Pagi).


  2. Wahyu 21: 2-3= pembaharuan manusia baru (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Persekutuan Ciawi V, 28 Februari 2013-Kamis Sore sampai Ibadah Persekutuan Jakarta V, 10 Oktober 2013-Kamis Sore).


  3. Wahyu 21: 4-8= pembaharuan suasana baru (diterangkan mulai dari Ibadah Kunjungan Jakarta I, 14 Oktober 2014-Selasa Sore). Suasana di dunia adalah suasana kutukan, penderitaan, air mata, dan menuju kebinasaan, tetapi TUHAN ciptakan suasana baru.


  4. Wahyu 21: 9-27= pembaharuan Yerusalem baru sampai kekal.

AD 3. PEMBAHARUAN SUASANA BARU

Wahyu 21: 4-8
21:4. Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu."
21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."
21:6. Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.
21:7. Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku.
21:8. Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

Salah satu suasana baru adalah suasana tanpa maut--tidak ada perkabungan, ratap tangis dan dukacita--(diterangkan mulai dari Ibadah Kunjungan Jakarta I, 17 November 2015-Selasa Sore sampai Ibadah Kunjungan Jakarta II, 18 November 2015-Rabu Pagi).
Apa itu? Mulai sekarang bisa kita rasakan.

1 Yohanes 3: 11-14
3:11. Sebab inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi;
3:12. bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar.
3:13. Janganlah kamu heran, saudara-saudara, apabila dunia membenci kamu.
3:14. Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.

Suasana tanpa maut adalah SUASANA SALING MENGASIHI. Bukan seperti Kain yang membunuh Habel, adiknya. Hati-hati dengan rumah tangga! Banyak maut justru terjadi di dalam rumah tangga: suami membenci isteri, istri membenci suami, anak membenci orang tua, dan sebagainya. Tetapi, Kain juga merupakan pelayan TUHAN, artinya kebencian, iri hati juga terjadi di dalam pelayanan.

Malam ini kita belajar suasana saling mengasihi.
Tetapi kenyataan yang ada, manusia darah daging yang berdosa ini tidak mempunyai kasih--sudah kehilangan gambar dan kemuliaan Allah; tidak memiliki kasih lagi, tetapi hanya ada hawa nafsu, keinginan dan emosi daging, sehingga saling iri hati, membenci dan lain-lain. Semua dikuasai maut dan binasa selamanya.

Lalu, dari mana kita mendapatkan kasih, sementara dunia kosong dari kasih?
1 Yohanes 4: 7-10
4:7. Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.
4:8. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
4:9. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.
4:10. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah
mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

'Mari saling mengasihi'= merupakan himbauan, ajakan, atau undangan untuk menciptakan suasana baru; tanpa maut, sebab sudah disediakan kasih.
Kasih berasal dari Allah. Bagaimana Allah memberikan kasih-Nya? Dari Allah sendiri lewat kurban Kristus di kayu salib; Yesus yang tidak berdosa harus dikorbankan di kayu salib sebagai korban pendamaian untuk menutupi dosa-dosa/ketelanjangan.

Tidak ada yang mempunyai kasih selain Allah--Allah adalah kasih. Allah harus mengorbankan anak-Nya yang tunggal untuk mati di kayu salib untuk menutupi ketelanjangan manusia. Hanya ini jalannya, tidak ada yang lain. Rasul, nabi atau siapapun, semua berdosa. Untuk menolong dirinya sendiri tidak bisa, apalagi menolong orang lain. Hanya Yesus satu-satunya manusia tidak berdosa yang bisa menolong.

Sudah diberi, lalu bagaimana caranya supaya kita mendapatkan kasih?

  1. Berdamai dengan TUHAN dan sesama--karena itu tadi disebut korban pendamaian.

    Berdamai dengan TUHAN= mengaku dosa kepada TUHAN dengan sejujur-jujurnya dan hancur hati--penuh penyesalan--karena dorongan firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Jangan ditutup-tutupi atau dikurangi! Jangan seperti Akhan yang mengaku setelah disudutkan! Karena itu penting mendengar firman yang menusuk hati; menunjuk dosa. Itu yang ada gunanya.
    Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi; kita hidup dalam kebenaran. Kita memang sudah berbuat dosa--berbuat dosa sama dengan tidak memiliki kasih--, tetapi ada jalannya untuk kembali mendapatkan kasih Allah.

    Hidup dalam kebenaran= hidup dalam iman, sehingga kita tidak dihukum oleh TUHAN, bahkan kita bisa menanggung dosa orang lain; bisa menolong orang lain. Luar biasa kalau orang mengaku dosa kepada TUHAN karena dorongan firman TUHAN.

    Contoh orang yang mengaku dosa bisa menolong orang lain: Matius 15: 24-28
    15:24. Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
    15:25. Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "
    Tuhan, tolonglah aku."
    15:26. Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
    15:27. Kata perempuan itu: "
    Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."
    15:28. Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu,
    besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

    Ayat ini menunjuk pada bangsa kafir. Di dunia hanya ada dua bangsa: bangsa Israel--umat pilihan Allah; domba--dan bangsa kafir. Sekarang, bangsa kafir diberi kesempatan untuk bisa mengaku dosa; diselamatkan dan menolong orang lain.

    Bangsa kafir= anjing, babi. Ini kenyataan yang harus diakui.
    'tolonglah aku'= sudah merupakan suatu pengakuan sekalipun anaknya yang sakit, bukan 'tolonglah anakku.'
    'benar TUHAN'= 'benar, saya anjing.'
    'besar imanmu'= dari anjing bisa dapat iman; dari berdosa, mengaku, sudah bisa hidup benar.
    'anaknya sembuh'= orang lain tertolong; dosanya ditanggung.
    Tadi, wanita ini berkata 'tolonglah aku,' bukan 'tolonglah anakku' = suatu pengakuan: 'anakku begini karena aku.'

    Markus 7: 29
    7:29. Maka kata Yesus kepada perempuan itu: "Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu."

    Ini adalah cerita perempuan Kanani yang mengaku bahwa dia adalah anjing dan lidahnya suka menjilat muntah.
    Inilah persoalan kenapa anaknya menderita, yaitu karena lidah ibunya seperti anjing yang suka menjilat muntah--perkataan sia-sia: dusta, gosip, fitnah. Ini bukan hal biasa, tetapi luar biasa. Nanti segala sesuatu yang hebat yang kita miliki--termasuk punya anak hebat--, jadi sia-sia--dirasuk setan--karena kata-kata. Tetapi puji syukur, ia mengaku banyak salah pada lidahnya. Setelah diampuni, perkataan sia-sia--menjilat muntah--diubah menjadi kata-kata iman--menjilat roti/firman.

    Kata-kata iman= kata-kata yang sesuai dengan firman pengajaran yang benar; senilai/sekuat dengan doa syafaat, sehingga anaknya diampuni dan tertolong. Mari, sungguh-sungguh! Nikah dan buah nikah tertolong, jangan pertahankan perkataan sia-sia.

    Berdamai dengan sesama, yaitu saling mengaku dan saling mengampuni dosa.
    Saling mengaku dosa, artinya mengaku dosa kepada sesama dengan sejujur-jujurnya dan penuh penyesalan--benar-benar hancur hati--karena tusukan/dorongan firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Tidak perlu mencari saksi-saksi.
    Saat kita berbuat dosa, sebenarnya saksi kita ada tiga: TUHAN, setan, diri sendiri. Sudah tiga, sudah sempurna. Kalau tidak mau mengaku, sudah terlalu.
    Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi.

    Mengaku dosa kepada sesama bisa artinya mengaku dosa karena kesalahan sendiri, tetapi juga bisa berarti mengaku dosa karena menanggung dosa orang lain.
    Contoh: 1 Samuel 25: 23-25
    25:23. Ketika Abigail melihat Daud, segeralah ia turun dari atas keledainya, lalu sujud menyembah di depan Daud dengan mukanya sampai ke tanah.
    25:24. Ia sujud pada kaki Daud serta berkata: "
    Aku sajalah, ya tuanku, yang menanggung kesalahan itu. Izinkanlah hambamu ini berbicara kepadamu, dan dengarkanlah perkataan hambamu ini.
    25:25. Janganlah kiranya tuanku mengindahkan Nabal, orang yang dursila itu, sebab seperti namanya demikianlah ia: Nabal namanya dan bebal orangnya. Tetapi aku, hambamu ini, tidak melihat orang-orang yang tuanku suruh.

    Ini tentang Daud, Nabal dan Abigail. Daud dan pasukannya menjaga ladang milik Nabal, termasuk ternak dan semuanya. Ketika sudah panen dan lain-lain, Daud meminta belas kasihan pada Nabal, tetapi tidak diberi. Singkat cerita, Daud mengadakan perang, tetapi di tengah jalan Abigail--isteri Nabal--datang pada Daud. Abigail mengaku salah untuk menanggung dosa suaminya. Ini isteri terhadap suami.

    Menanggung dosa orang lain ini sekuat doa syafaat untuk menolong dan menyelamatkan. Kalau tidak ada isterinya, Nabal sudah mati.
    Mari, mungkin suami belum bertobat, biarlah isteri banyak bertelut dan mengaku dosa pada TUHAN sehingga suami bisa tertolong dan diselamatkan.

    "Saya punya pengalaman yang gampang diingat. Dulu saya tinggal di Surabaya, belum jadi hamba TUHAN, tetapi saya sekretaris kaum muda GSJPDI. Lalu kami mengadakan Pekan Kebangunan Rohani Remaja. Saya ambil tempat di Selecta, Batu. Saya jarang ke sana. Saya diantar sepupu naik mobil. Tahu-tahu sampai di sana, ada persimpangan, mungkin agak mengganggu jalan mikrolet, mikroletnya berhenti dan kernetnya keluar dengan emosi yang meledak-ledak mengambil kuncinya roda. Yang mengemudi sepupu saya, tetapi saya yang turun: 'Maaf pak, kami salah.' Langsung orangnya berhenti. Kalau saya tidak turun, sudah hancur. Itu menanggung kesalahan orang lain."

    Tadi, isteri menanggung suami, tetapi bisa juga suami terhadap isteri, anak terhadap orang tua, orang tua terhadap anak, juga gembala terhadap jemaat. Seorang gembala jangan hanya gampang menyalahkan jemaat, tetapi harus belajar menanggung dosa jemaat. Ini doa syafaat untuk menolong jemaat.

    Musa adalah orang yang paling lembut hatinya di dunia, tetapi dibuat jemaat sampai benar-benar marah.

    "Memang secara daging, siapa saya? Kita belajar. Saya juga kadang emosi, tetapi setelah itu langsung lemas. Sadar juga, coba terjadi, bagaimana dia? Kita juga. Doakan saya sebagai gembala: 'Ampuni saya TUHAN, ini juga salah saya.'"

    Inilah berdamai dengan TUHAN dan sesama.

    Saling mengampuni, artinya mengampuni dosa orang lain yang mengaku dosa kepada kita dengan sejujur-jujurnya dan hancur hati--bukan menghina-- lewat dorongan firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
    Orang bisa mengaku dosa itu sudah luar biasa. Siapa manusia mau mengaku dosa? Sudah jelas-jelas berbuat dosa, masih pakai 10 pengacara. Tidak mau mengaku. Tetapi kalau tusukan pedang membuat dia mengaku, kita harus menghargai dan bisa mengampuni, bahkan melupakannya; stop.

    Kalau TUHAN tidak melupakan dosa kita, sudah habis kita. Dari kecil, kalau dosa disusun, sudah membumbung ke hadapan TUHAN seperti zaman Lot dan TUHAN turun untuk menghukum. Tetapi masih ada pengampunan. Kalau kita tidak bisa mengampuni dosa orang lain, dosa kita juga tidak diampuni. Memang berat, tetapi kita belajar pada Yesus bagaimana Dia disiksa, difitnah, dihina sampai dibunuh, tapi sebelum mati, Ia berkata: 'Bapa, ampunilah dosa mereka.' Kita belajar mengampuni dan melupakan.

    Mengampuni juga bisa dalam bentuk menanggung dosa orang lain.

    Inilah jalan pertama untuk bisa mendapatkan kasih, yaitu berdamai dengan TUHAN dan sesama; kembali ke kayu salib.
    Amsal 28: 13
    28:13. Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.

    Kalau kita sudah berdamai--saling mengaku dan mengampuni--, darah Yesus dari kayu salib akan menghapus segala dosa sehingga kita menerima kasih Allah. Ini yang membuat kita beruntung; berhasil sampai hidup kekal.

    Tetapi waspada! Kalau menyimpan dosa--tidak mau mengaku dan mengampuni--; tertawa dalam dosa; enjoy dalam dosa, tidak ada penyesalan lagi, satu waktu ia akan menangis dalam kegagalan, sampai menangis di neraka selamanya--penuh kertak gigi dan kegelapan yang paling gelap.
    Harus mengaku, jangan menyimpan dosa!

    Kalau kita hanya emosi untuk menunjuk, menyalahkan orang lain, kita akan berhadapan dengan malaikat maut--tetap ada di dalam suasana maut--sampai binasa, padahal kita mau berpindah dari suasana maut ke suasana baru; tanpa maut.

    Mari, berdamai dengan TUHAN dan sesama!
    Jaga hati damai hari-hari ini! Jangan tertawa dalam dosa dan emosi untuk menyalahkan orang lain! Bahaya! Gembala jangan sampai emosi untuk menyalahkan jemaat sampai terbawa dalam khotbah. Lebih baik saling mengaku dan mengampuni. Kasih Allah akan dicurahkan. Itu adalah keberhasilan, keberuntungan dan hidup kekal.


  2. Cara mendapatkan kasih yang kedua: tersungkur untuk menyembah TUHAN.
    Matius 17: 1-2
    17:1. Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.
    17:2. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.

    Di ayat lain dijelaskan, mereka ini berdoa.

    Doa penyembahan adalah proses penyaliban daging--kembali ke salib--dengan segala keinginan dan hawa nafsunya sehingga kita merasakan sinar matahari kasih Allah dari wajah Yesus; sama dengan menerima kasih Allah sehingga wajah kita berseri--kalau Yesus wajah-Nya bercahaya seperti matahari.

    Di taman Getsemani, kalau keinginan Yesus, Dia tidak mau disalib. Ia berbuat baik, tetapi Ia katakan: 'Kalau bisa cawan ini lalukan daripada-Ku, tetapi bukan kehendak-Ku yang jadi, tetapi kehendak-Mu.' Ini adalah penyaliban daging dengan segala keinginan dan hawa nafsunya, sehingga kita bisa menerima kehendak Allah; kasih Allah dan wajah kita berseri--damai sejahtera, enak dan ringan.

    Di luar kasih Allah, sama seperti kereta api di luar rel. Semakin hebat dan besar keretanya, kalau di luar rel, akan lebih berat dan susah untuk maju.
    Lebih cepat keretanya, kalau keluar dari rel, akan lebih cepat hancur. Tetap dalam rel kehendak TUHAN, kasih Allah!

    Lewat doa penyembahan--ini yang kita pertahankan--kita serahkan semua pada kehendak TUHAN, sampai sesuai dengan kehendak TUHAN. Mau apa saja, baik melayani, atau apapun. Kalau keinginan, kita banyak berdoa, supaya keinginan itu direm--disalibkan--sampai sesuai dengan kehendak TUHAN. Kaum muda mau menikah, banyak menyembah. Bukan main-main! Supaya jangan keinginan, tetapi kehendak TUHAN. Kalau tetap di rel--mau cepat, berat, kecil, besar--semua akan enak dan ringan.

    Sungguh-sungguh! Dalam pekerjaan juga jangan keinginan. Kalau ada penyimpangan dari rel, makin besar yang dikejar, akan makin berat dan hancur. Harus sesuai dengan kehendak TUHAN. Kita terima kehendak TUHAN dan kita menerima sinar kasih Allah.

Tadi, cara kita menerima kasih Allah adalah lewat berdamai dan menyembah.

Sekarang, praktik memiliki kasih:

  1. Bisa mengasihi TUHAN lebih dari segala sesuatu.
    Kalau disuruh memilih TUHAN atau sesuatu, kita memilih TUHAN. Kalau kita masih ragu memilih TUHAN, itu bukti kalau kita masih kosong/telanjang.
    Apapun itu, pilih TUHAN, jangan pilih keinginan kita!


  2. Bisa mengasihi sesama.
    Inilah praktik tidak ada maut lagi, yaitu bisa mengasihi sesama seperti diri sendiri bahkan mengasihi musuh. Ini sama dengan saling mengasihi.
    Mari, kita saling mengasihi, saling mendoakan, saling membantu sampai satu waktu saling menyatu di dalam satu tubuh yang sempurna.

Lukas 6: 31
6:31. Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.

Perikop: kasihilah musuhmu!
Bukti saling mengasihi:

  1. Kita berbuat seperti apa yang kita inginkan orang lain perbuat kepada kita, yaitu perbuatan benar dan baik.
    Kita ingin isteri kita berbuat baik dan benar, mulai dari kita dulu berbuat benar dan baik kepada isteri. Gembala dan jemaat juga.
    Itu bukti saling mengasihi; tidak merugikan.


  2. Roma 13: 8
    13:8. Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.

    Yang kedua: tidak berhutang apapun pada sesama, baik hutang uang, janji sampai hutang dosa. Semua harus diselesaikan.

    "Saya seringkali cerita, isteri dan anak saya tertawa kalau saya katakan: 'Dulu dia bantu saya, dulu saya tidak bisa mandi.' Saya dapat air di pelayanan dulu, airnya pahit, kalau keramas, rambutnya bisa seperti anak muda. Jadi mereka yang timba air. Anak saya katakan: 'Kan mereka disekolahkan.' Tetapi saya tetap merasa hutang budi, mereka yang timba air. Kasihan mereka, dulu naik sepeda, yang satu pegang jerigen untuk saya mandi. Kalau kita sudah diberkati, ingatlah selalu!"

    Apalagi hutang dosa, jangan ada!
    Hutang adalah sesuatu yang tidak beres. Kalau hidup kita tanpa kasih; dalam suasana maut, pasti ada yang tidak beres.
    Salah satu contoh: 2 Raja-raja 4: 1-7
    4:1. Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru: "Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya."
    4:2. Jawab Elisa kepadanya: "Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah." Berkatalah perempuan itu: "Hambamu ini tidak punya sesuatu apapun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak."
    4:3. Lalu berkatalah Elisa: "Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit.
    4:4. Kemudian masuklah, tutuplah pintu sesudah engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah minyak itu ke dalam segala bejana. Mana yang penuh, angkatlah!"
    4:5. Pergilah perempuan itu dari padanya; ditutupnyalah pintu sesudah ia dan anak-anaknya masuk; dan anak-anaknya mendekatkan bejana-bejana kepadanya, sedang ia terus menuang.
    4:6. Ketika bejana-bejana itu sudah penuh, berkatalah perempuan itu kepada anaknya: "Dekatkanlah kepadaku sebuah bejana lagi," tetapi jawabnya kepada ibunya: "Tidak ada lagi bejana." Lalu berhentilah minyak itu mengalir.
    4:7. Kemudian pergilah perempuan itu memberitahukannya kepada abdi Allah, dan orang ini berkata: "Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu."

    Di sini bicara soal janda. Tetapi dalam arti rohani. Secara jasmani, janda artinya putus hubungan dengan suami. Arti rohaninya, suami adalah Yesus--kepala/Mempelai Pria sorga--, berarti putus hubungan dengan Yesus--tanpa kasih Allah dan tanpa kasih pada sesama.
    Jadi, janda secara rohani adalah pelayan TUHAN/hamba TUHAN yang tidak mempunyai kasih sehingga bersuasana maut, yaitu jatuh dalam hutang dosa sampai puncaknya dosa, hutang uang--masalah yang tidak selesai.

    Mulailah suasana maut bergentayangan. Kalau sudah tidak mengasihi TUHAN, dan akaan mulai melirik dunia dan tinggalkan TUHAN, tidak mengasihi sesama. Bahaya! Maut sudah datang, yaitu jatuh dalam hutang dosa sampai puncaknya dosa, hutang uang--masalah yang mustahil--dan anaknya mau dijadikan budak.

    Sekarang, istilah budak ini bahaya. Bukan hanya cuci piring, tetapi juga budak yang najis untuk pelampiasan hawa nafsu. Nikah dan buah nikah hancur karena jadi budak seks. Ini terjadi kalau kita lebih memilih yang lain; tidak mengasihi TUHAN. Pribadi TUHAN adalah firman pengajaran yang benar. Kalau sudah melirik yang lain, akan ada suasana maut, sampai binasa kalau tidak ditolong.
    Ini menimpa pelayan TUHAN. Kita diincar maut. Lengah sedikit, masuk!

    Jalan keluarnya: tutup pintu.
    4:4. Kemudian masuklah, tutuplah pintu sesudah engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah minyak itu ke dalam segala bejana. Mana yang penuh, angkatlah!"

    Matius 6: 6
    6:6. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

    Amsal 24: 3-4
    24:3. Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan,
    24:4. dan dengan pengertian kamar-kamar diisi dengan bermacam-macam
    harta benda yang berharga dan menarik.

    Rumah = kehidupan kita.
    Kamar= hati kita; tempat khusus untuk menyembah TUHAN--hubungan pribadi dengan TUHAN; hubungan hati ke hati. Tidak boleh ada orang lain. Inilah doa penyembahan. Tidak dipengaruhi oleh kekuatan dunia--tidak boleh ada pengaruh dari luar.

    Dalam doa penyembahan, kamar hati diisi dengan dua hal:


    1. Harta benda yang berharga.
      Raja Daud pernah mengalami waktu dia jatuh dengan Betsyeba. Dia mengisi hatinya dengan harta benda yang berharga, yaitu hancur hati.

      Mazmur 51: 3-4, 19
      51:3.Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!
      51:4. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
      51:19. Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur;
      hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

      Barang berharga--hati yang hancur--tidak bisa dipandang hina. Inilah doa penyembahan yang mengisi kamar hati kita dengan harta berharga.

      Hati yang hancur sama dengan mengaku tidak layak dan banyak dosa/kekurangan, sehingga kita bisa mengaku dosa kepada TUHAN dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi. Ini doa penyembahan yang benar. Pelayan TUHAN bisa bersuasana maut karena pelan-pelan jauh dari TUHAN dan tidak mengasihi sesama; egois. Sudah jauh!

      Tanpa kasih, maut datang dengan suasana penderitaan, pahit getir, dan lain-lain, semua--pelayanan, kehidupan--mulai kacau.

      Jalan keluarnya adalah tutup pintu kamar: datang pada TUHAN. Kita tidak dipengaruhi dari luar; tidak mengandalkan sesuatu dari luar, tetapi hubungan pribadi dengan TUHAN. Kita sungguh-sungguh!

      Ini harta yang berharga; tidak hina di hadapan TUHAN.


    2. Yang kedua: dalam doa penyembahan, hati diisi dengan harta benda yang menarik.
      Yesaya 57: 15-16
      57:15. Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: "Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.
      57:16. Sebab bukan untuk selama-lamanya Aku hendak berbantah, dan bukan untuk seterusnya Aku hendak murka, supaya semangat mereka jangan lemah lesu di hadapan-Ku, padahal Akulah yang membuat nafas kehidupan.

      Harta benda yang menarik adalah hati yang remuk--merasa tidak mampu, tidak bisa apa-apa. Yesus ada di sorga, tetapi kalau kita remuk hati, malam ini Dia datang di tengah kita; menarik hadirat TUHAN. Tapi kalau kita merasa hebat, TUHAN tidak tertarik. Kita merasa tidak mampu apa-apa, tidak berdaya apa-apa, tidak bisa apa-apa dan hanya menyerah sepenuh kepada TUHAN.

      Mari, malam ini, suasana kehancuran/maut apapun, tutup pintu dan datang pada TUHAN! Masih diberi kesempatan oleh TUHAN untuk memulihkan pelayanan, kesehatan, dan lain-lain. TUHAN mampu.

      Asal ada hati yang hancur--mengaku tidak layak, banyak salah dan dosa--dan hati yang remuk--mengaku tidak mampu, tidak bisa, dan tidak berarti apa-apa, tetapi hanya mengandalkan TUHAN. Itu yang menarik hadirat TUHAN di tengah-tengah kita untuk memberikan nafas kehidupan--Roh Kudus.

      Dulu, manusia diciptakan dari tanah liat--seperti boneka yang ganteng, bagus--, tetapi kalau tidak diberi nafas hidup, tetap tanah liat. Tetapi begitu ditiup Roh Kudus, kita bisa hidup, bisa menjadi pelayan TUHAN.
      Roh Kudus mau dicurahkan di tengah kita untuk memberikan nafas hidup.

      Dulu dihembus, tapi manusia masih berbuat dosa bahkan terpisah dari TUHAN. Tidak cukup, sehingga di loteng Yerusalem ditiup seperti tiupan angin keras. Mari, malam ini benar-benar Roh Kudus dicurahkan di tengah kita untuk mengurapi kit--bagaikan angin yang ditiupkan dengan keras untuk mengurapi, memenuhi dan meluap-luap dalam hidup kita; menjadi minyak persediaan.

Hasilnya:
2 Raja-raja 4: 7
4:7. Kemudian pergilah perempuan itu memberitahukannya kepada abdi Allah, dan orang ini berkata: "Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu."

  1. Kuasa Roh Kudus mampu untuk membereskan semua masalah sampai yang mustahil. Gunung-gunung diratakan oleh Roh Kudus.
  2. Kuasa Roh Kudus sanggup memelihara kehidupan kita sampai anak cucu di tengah dunia yang sudah sulit; kering. Jangan takut!

    "Dulu saya juga takut jadi hamba TUHAN. Tetapi saya tidak terlalu bertanya. Saya paling takut kalau setelah jadi hamba TUHAN, malah kembali ke toko orang tua saya. Ternyata tokonya dihabiskan oleh TUHAN. Sudah hilang kekuatiran. Tidak akan jaga toko lagi. Harus jaga gereja terus.
    Kalau om Pong tanya: 'Kalau saya punya isteri?': 'AKU jamin.': 'Kalau punya anak? Kalau punya cucu?': 'AKU Jamin.'
    "

    Kuasa Roh Kudus sanggup memelihara kehidupan kita sampai anak cucu, sampai zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun. Secara jasmani, kita dipelihara dan rohani juga dipelihara--bisa hidup benar dan suci.

    "Ayo ...terutama hamba TUHAN sepenuh, berdoa untuk anak cucu kita supaya bisa hidup benar dan suci.
    Saya katakan pada anak saya: 'Hati-hati, jaga! Pukulan telak bagi hamba TUHAN.' Kalaupun sudah ada yang terjadi, masih ada minyak persediaan, masih ada kemurahan TUHAN. Saya ingat Pdt. Totaijs mengaku sampai anak cucunya, sampai dibuat kesaksian. Cucunya datang dengan lemas, ternyata narkoba. Opa Totaijs sampai lemas, tetapi dia percaya kuasa baptisan. Cucunya baptisan air dan lepas. Dia saksikan di mana-mana, tidak malu.
    "

    Jangan bergantung yang lain! Bergantung pada TUHAN! Belajar benar-benar tutup pintu! Kita hanya perlu Yesus malam ini.


  3. Kuasa Roh Kudus sanggup menjaga supaya pelita tetap menyala:


    1. Pelita dalam rumah tangga--pemulihan nikah dan buah nikah yang hancur, supaya kembali pada nikah yang benar, suci dan satu, sampai sempurna. Kalau pelita mulai padam atau sudah padam, kembali pada TUHAN!


    2. Pelita dalam pelayanan, kalau sudah kering; habis--seperti pelita dari lima perawan yang bodoh--, malam ini dibaharui lagi supaya pelita tetap menyala. TUHAN tolong.


    3. Terakhir, pelita untuk menyongsong kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.


    Banyak kegiatan kita secara jasmani dan rohani, tetapi jangan lupa fokuskan diri pada kedatangan Yesus. Jangan tertarik yang lain! Jadikan pribadi Yesus sebagai pribadi yang paling menarik, paling indah, paling manis dalam hidup kita!

    Kidung Agung 5: 16
    5:16. Kata-katanya manis semata-mata, segala sesuatu padanya menarik. Demikianlah kekasihku, demikianlah temanku, hai puteri-puteri Yerusalem.

    Tadi janda--putus hubungan dengan TUHAN--, tapi setelah minyak mengalir bisa menjadi lima gadis yang hidup suci di dalam TUHAN--terjadi pembaharuan dan mujizat--, tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan sampai sempurna seperti Dia.

Serahkan semua pada Dia dan Roh Kudus akan menolong kita.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top