English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 14 Juli 2019 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 Desember 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 27 November 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:30-35 adalah tentang PERINGATAN KEPADA PETRUS.

Sebelumnya, Yudas Iskariot diperingatkan...

Ibadah Raya Surabaya,19 November 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 Desember 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam...

Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014 (Minggu Sore)
Penyerahan Anak
Daniel 1: 5-6, 8
1:5. Dan raja menetapkan bagi mereka pelabur setiap hari dari santapan raja dan dari anggur...

Ibadah Raya Malang, 01 Desember 2019 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 10:1-3
10:1 Dan aku melihat seorang malaikat...

Ibadah Doa Malang, 13 Oktober 2009 (Selasa Sore)
Matius 24:32-35 menunjuk pada NUBUAT TENTANG POHON ARA (bangsa Israel).

Pohon ara...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 16 Agustus 2019 (Jumat Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Banyak pergumulan kita secara rohani, jasmani, rumah tangga,...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 04 Mei 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas pasal 4 dan 5 dalam...

Ibadah Raya Malang, 07 Februari 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:14-22 adalah tentang sidang jemaat...

Ibadah Raya Surabaya, 14 April 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 21 November 2010 (Minggu Sore)
Matius 25:31-46 tentang Penghakiman yang Terakhir.

Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan...

Ibadah Raya Malang, 20 Juli 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:16
1:16 Dan di tangan kanan-Nya...

Ibadah Raya Surabaya, 09 Agustus 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman: Zaman Allah...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Persekutuan Kartika Graha Malang II, 20 Agustus 2014 (Rabu Pagi)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat pagi, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita kembali dalam tema Matius 25: 6.
Matius 25: 6
25: 6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

Satu-satunya suara/kabar yang dibutuhkan pada tengah malam/akhir jaman, yaitu KABAR MEMPELAI.
'tengah malam' = suasana paling gelap.

Ada 2 macam pemberitaan firman Allah menurut Rasul Paulus:

  1. Injil keselamatan = firman penginjilan = susu = Kabar Baik.
    Efesus 1: 13
    1: 13 Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

    Injil keselamatan adalah Injil yang memberitakan kedatangan Yesus pertama kali ke dunia dan mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia berdosa.

    Prosesnya adalah


    • Percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya Juru Selamat.
    • Bertobat = berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan.
    • Baptisan air dan baptisan Roh Kudus = lahir baru dari air dan Roh, sehingga kita mendapatkan hidup baru = hidup Surgawi, yaitu hidup dalam kebenaran. Benar sama dengan selamat, tidak dihukum melainkan diberkati oleh Tuhan.


    Tetapi sayang, banyak hamba Tuhan dan pelayan Tuhan yang sudah berhenti sampai diselamatkan dan diberkati. Sesudah diselamatkan dan diberkati, masih bisa berbuat dosa. Oleh sebab itu, perlu pemberitaan firman Allah yang kedua.


  2. Cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus = firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua = makanan keras untuk orang dewasa = Kabar Mempelai.

    Jadi, dari kabar baik harus ditingkatkan kepada kabar mempelai.
    2 Korintus 4: 3-4
    4: 3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
    4: 4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat
    cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

    'cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus' dalam Matius disebut 'kilat dari timur ke barat'.

    Cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus yaitu Injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Surga untuk menyucikan orang-orang yang sudah selamat sampai sempurna seperti Yesus dan menjadi mempelai wanita Surga.

    Kabar mempelai berguna untuk menghadapi kegelapan malam dan untuk menyambut kedatangan Yesus ke dua kali di awan-awan permai.

Matius 24: 31
24: 31 Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.

Pada akhir jaman, malaikat meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya untuk menyatukan dan menyucikan sidang jemaat dari 4 penjuru bumi supaya menjadi sempurna seperti Yesus, menjadi mempelai wanita Surga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Yang menyatukan adalah bunyi sangkakala/kabar mempelai, bukan manusia.
Kelahiran dari seorang ibu yaitu saudara sedarah daging tidak bisa menyatukan. Dalam perjanjian lama, ada kisah tentang Yusuf dengan saudara-saudaranya, tetapi Yusuf malah dibuang. Ketika Yusuf memiliki gandum (gandum merupakan gambaran dari Firman), baru bisa menjadi satu.

Jadi, sangkakala yang dahsyat bunyinya sama dengan kabar mempelai, sama dengan firman pengajaran yang lebih tajam dari bermata dua. Ini dibutuhkan untuk menyatukan dan menyempurnakan gereja Tuhan.

Sangkakala ditiup oleh 'malaikat', ini menunjuk pada gembala sidang. Satu sangkakala ditiup oleh satu malaikat.
Sangkakala yang dasyat bunyinya jika ditiup satu kali, itulah firman pengajaran yang benar (yang keras). Sangkakala yang dahsyat bunyinya jika ditiup berulang-ulang akan menjadi firman penggembalaan.

Firman penggembalaan yaitu firman pengajaran yang benar, yang keras dan lebih tajam dari pedang bermata dua (Kabar Mempelai) yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan/ditiup kepada sidang jemaat dengan setia, berulang-ulang, teratur, berkesinambungan dan tertib (dalam urapan, tidak urakan), sehingga firman penggembalaan menjadi makanan bagi sidang jemaat dan jemaat mengalami pertumbuhan rohani ke arah kedewasaan rohani seperti Yesus. Atau, firman penggembalaan menjadi peringatan (sangkakala ditiup untuk menjadi peringatan) untuk menyucikan sidang jemaat sampai sempurna seperti Yesus.
Disinilah tanggung jawab seorang gembala.

Firman penggembalaan yang benar mengandung kuasa penebusan dan pembebasan untuk sedikit demi sedikit melepaskan gereja Tuhan dari dosa-dosa sampai sangkakala terakhir kita benar-benar bebas dari segala dosa. Kita menjadi sempurna seperti Yesus (mengalami penebusan terakhir = kelepasan sempurna dari dosa) dan kita menjadi mempelai wanitaNya untuk bertemu dengan Dia dan masuk Perjamuan Kawin Anak Domba.

Itu sebabnya, Firman penggembalaan harus diulang-ulang supaya penebusan terjadi sampai sempurna.
Firman penggembalaan tidak bisa dipelajari di mana-mana, tetapi didapatkan hanya dibawah kaki Tuhan.

Terdapat hubungan antara bunyi sangkakala dengan pembebasan (tahun Yobel).
Imamat 25: 8-10, 23-24, 28
25: 8 Selanjutnya engkau harus menghitung tujuh tahun sabat, yakni tujuh kali tujuh tahun; sehingga masa tujuh tahun sabat itu sama dengan empat puluh sembilan tahun.
25: 9 Lalu engkau harus memperdengarkan bunyi sangkakala di mana-mana dalam bulan yang ketujuh pada tanggal sepuluh bulan itu; pada hari raya Pendamaian
kamu harus memperdengarkan bunyi sangkakala itu di mana-mana di seluruh negerimu.
25: 10 Kamu harus menguduskan
tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya.
25: 23 "Tanah jangan dijual mutlak, karena Akulah pemilik tanah itu, sedang kamu adalah orang asing dan pendatang bagi-Ku.
25: 24 Di seluruh tanah milikmu
haruslah kamu memberi hak menebus tanah.
25: 28 Tetapi
jikalau ia tidak mampu untuk mengembalikannya kepadanya, maka yang telah dijualnya itu tetap di tangan orang yang membelinya sampai kepada tahun Yobel; dalam tahun Yobel tanah itu akan bebas, dan orang itu boleh pulang ke tanah miliknya."

Ayat 9 = pada tahun Yobel harus memperdengarkan bunyi sangkakala.
'tahun yang kelima puluh' = tahun Yobel.

Disini, sangkakala ditiup pada tahun Yobel (tahun pembebasan). Jika ada orang yang jatuh miskin sampai menjual tanah, maka tidak boleh dijual mutlak (tanah merupakan pusaka dari Tuhan), artinya harus bisa ditebus kembali. Tetapi, kalau tidak punya uang untuk menebusnya (karena terlalu miskin), maka pada saat sangkakala ditiup pada tahun Yobel, tanah harus dikembalikan pada pemiliknya dengan bebas (tanpa syarat).
Artinya bagi kita adalah jika ada hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang jatuh miskin kerohaniannya sampai seperti raja Daud (kenajisan) , Efesus (tanpa kasih mula-mula) dan lain-lain, tetapi jika masih mau mendengar Kabar Mempelai (bunyi sangkakala yang keras), maka Tuhan menyediakan penebusan lewat korbanNya di Golgota. Kita tidak usah bayar, sebab Yesus membayar lunas di Golgota.

Tanah itu pusaka dari Tuhan.
Hati-hati menjadi hamba Tuhan! Jangan sampai menjual pusaka dari Tuhan. Pusaka ini sekarang menunjuk jabatan pelayanan.
Di dalam fellowship, penggembalaan masing-masing, jemaat mau dibawa kemana? harus ada bunyi sangkakala yang keras/firman penggembalaan yang benar, sebab kalau ada jemaat yang jatuh begitu dalam dan masih mau mendengar firman penggembalaan yang benar, maka masih ada penebusan dari Tuhan.

Firman pengajaran ada yang benar dan ada yang tidak benar. Demikian juga Firman penggembalaan, ada yang benar dan ada yang tidak benar.
Misalnya: ada gembala pandir dan gembala penjual domba, inilah yang salah. Jika sudah mendengarkan firman penggembalaan, tetapi tidak terangkat, maka harus diperiksa benar atau tidak firman yang disampaikan.

Pagi ini kita belajar contoh penebusan pada keluarga Elimelekh/Naomi, yaitu penebusan tanah sekaligus penebusan Rut yang merupakan bangsa kafir (orang Moab = orang najis).

Rut 1: 1-2
1: 1 Pada zaman para hakim memerintah ada kelaparan di tanah Israel. Lalu pergilah seorang dari Betlehem-Yehuda beserta isterinya dan kedua anaknya laki-laki ke daerah Moab untuk menetap di sana sebagai orang asing.
1: 2 Nama orang itu ialah
Elimelekh, nama isterinya Naomi dan nama kedua anaknya Mahlon dan Kilyon, semuanya orang-orang Efrata dari Betlehem-Yehuda; dan setelah sampai ke daerah Moab, diamlah mereka di sana.

Ayat 1 = keputusan suami/gembala harus hati-hati. Kalau suami salah dalam mengambil keputusan, rumah tangga bisa hancur. Kalau gembala salah dalam mengambil keputusan, bukan saja hancur di dunia, tetapi sampai hancur di akhirat.

Kesaksian:
"Perkataan guru saya 'keputusan seorang hamba Tuhan berlaku sampai di akhirat'. Ini saya catat di catatan saya dan di hati saya. Kalau salah dalam memberi nasihat dan arahan, baik lewat firman atau nasihat secara pribadi, maka kehidupan itu akan hancur sampai di akhirat (binasa)."

Elimelekh bersama keluarganya meninggalkan Betlehem (Betlehem artinya rumah roti) menuju Moab. Ini adalah keputusan yang salah total.
Ini gambaran dari anak Tuhan/hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang meninggalkan Firman pengajaran begitu saja.

Betlehem adalah rumah roti tetapi terjadi kelaparan. Mengapa Elimelekh meninggalkan Betlehem = mengapa hamba Tuhan/pelayan Tuhan meninggalkan Kabar Mempelai?
Sebab, terjadi kelaparan rohani.
Mengapa bisa terjadi kelaparan di rumah roti?
Sebab, sementara ada Firman penggembalaan, tetapi merasa bosan, tidak puas dan jenuh, sebab:

  • ada dosa yang dipertahankan/disembunyikan (dosa iri hati, najis dan sebagainya).

    Kesaksian:
    "Pada jaman Bapak Pendeta In Juwono Almarhum, tidak ada yang berkata 'tidak dahsyat', tetapi mereka (murid-murid) berkata 'luar biasa, dahsyat', tetapi setelah itu ditinggalkan."


  • Sebab mencari sesuatu di dunia (Elimelekh berharap bisa bekerja dan melanjutkan kehidupannya di Moab ), yaitu kebutuhan hidup, kedudukan dan hiburan sampai rela meninggalkan firman pengajaran yang benar.

    Ini adalah tegoran bagi kita. Karena perkara jasmani, seringkali kita rela meninggalkan yang benar dan mengikuti yang salah. Misalnya:


    • Mengikuti fellowship untuk mendapatkan kebutuhan jasmani (makanan dan sebagainya), tetapi tidak tahu mana yang benar.
    • Mengikuti fellowship karena sungkan dan takut tidak dianggap lagi (karena kedudukan).

Rut 1: 3-6

1: 3 Kemudian matilah Elimelekh, suami Naomi, sehingga perempuan itu tertinggal dengan kedua anaknya.
1: 4 Keduanya mengambil perempuan Moab: yang pertama bernama Orpa,
yang kedua bernama Rut; dan mereka diam di situ kira-kira sepuluh tahun lamanya.
1: 5
Lalu matilah juga keduanya, yakni Mahlon dan Kilyon, sehingga perempuan itu kehilangan kedua anaknya dan suaminya.
1: 6 Kemudian berkemaslah ia dengan kedua menantunya dan ia pulang dari daerah Moab, sebab di daerah Moab ia mendengar bahwa TUHAN telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka.


Akibatnya fatal, yaitu mengalami tiga kali kematian (suami dan kedua anak Naomi mati). Artinya:

  1. Kematian tubuh/ jasmani. Segala perkara jasmani yang dicari sampai mengorbankan firman pengajaran yang benar (menghina pengajaran yang benar) malah hancur.


  2. Kematian rohani, yaitu kering rohani, terpisah dari Tuhan, sehingga jatuh bangun dalam dosa sampai puncaknya dosa, yaitu


    • dosa makan-minum = merokok, mabuk, narkoba.
    • dosa kawin-mengawinkan.


    Tanpa pengajaran yang benar, kita akan semakin terpisah dari Tuhan. Jika fellowship tanpa pengajaran yang benar, justru akan jauh terpisah dari Tuhan. Nanti ada perpisahan yang terakhir: yang satu terangkat di awan-awan yang permai dengan suara 'Haleluya' dan yang satu ketinggalan di bumi dengan ratapan tangisan (seperti waktu Mesir terkena tulah kematian anak sulung, terjadi seruan yang hebat).

    Hati-hati! Banyak anak Tuhan yang tidak mau firman pengajaran benar, maunya hanya yang enak-enak, sehingga jatuh bangun dalam dosa.
    Tanpa pengajaran benar, tidak akan kuat menghadapi dosa.

    Celakanya lagi, setelah jatuhbangun dalam dosa, tidak pernah menyesal, tidak pernah mengaku dosa, malah menyalahkan orang lain, bahkan menyalahkan Tuhan (pengajaran yang benar). Kehidupan semacam ini tidak akan pernah tertolong, kecuali oleh bunyi sangkakala.


  3. Kematian kedua di neraka (lautan api dan belerang).
    Wahyu 20: 14-15
    20: 14 Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api.
    20: 15 Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.

Waspada
! Jangan mundur dan jangan pernah meninggalkan firman pengajaran benar yang sudah kita nikmati dan alami (menjadi pengalaman hidup) apa pun alasannya. Sebab akibatnya sangat fatal, yaitu maut menghadang untuk membinasakan.

Kesaksian:
"Saya tidak bermaksud untuk melecehkan yang lain, karena ini juga berkaitan dengan penamatan Lempin-El Kristus Ajaib angkatan 36. Ini mengingatkan kami sebagai lulusan-lulusan Lempin-El. Firman ini di Lempin-El sudah kita alami, belum menjadi hamba Tuhan, masih dalam proses tetapi sudah kita alami dengan cuma-cuma (7-9 bulan, bahkan 1 tahun). Kita bertepuk tangan menyanyi, mendengarkan firman, lalu makan tanpa bayar dan tidak kekurangan. Sesudah itu dapat gelar Pdm, dapat gereja, dapat istri, Ini sudah menjadi pengalaman dan ini jelas pemeliharaan dari firman pengajaran. Mau cari yang seperti ini dimana lagi."

Elimelekh adalah gambaran laki-laki/suami dan gembala (sebagai penentu atau kepala) harus hati-hati dalam mengambil keputusan, mau ke Betlehem atau Moab? Mau rohani atau jasmani? Jika salah mengambil keputusan, salah berfellowship, maka maut menghadang. Jika kita memilih Moab (ada laba), nanti akan hancur semuanya.

Kita berfellowship untuk mencari roti, bukan mencari uang, sebab roti Firman itulah yang menjamin. Kalau uang bisa habis, kalau roti tidak pernah habis selama-lamanya.

Naomi adalah gambaran istri (sebagai penolong). Saat suami salah, istri jangan mendukung dan ikut-ikutan, tetapi harus banyak berdoa dan menyembah Tuhan. Istri harus mengingatkan suami jika suami berbuat salah.
Sebelum suami mengambil keputusan, maka istri menolong lewat berdoa supaya suami tidak salah mengambil keputusan.

Suami jangan ikut-ikutan istri yang salah, ini seperti Adam dan Hawa di taman Eden. Akibatnya adalah kehancuran. Mari kita berdoa semuanya, supaya keputusan kita tetap di Betlehem, 'lebih baik ditolak bersama pengajaran yang benar, daripada diterima tanpa pengajaran yang benar'.

Kesaksian:
"Ketika Bapak Pendeta Pong Dongalemba meninggal dunia, saya tidak kuat untuk mempertahankan rumah roti. Saya dihantam dari dalam (jemaat) dan dari luar, saya mau lari dari Malang. Tetapi firman Tuhan mengenai saya dan saya minta ampun kepada jemaat. Mari pertahankan rumah roti, sebab dibalik semuanya itu ada kemuliaan Tuhan. Disebut sebagai cahaya Injil kemuliaan, maka pasti ada kemuliaan di bumi sampai di surga."

Kalau kita bertahan di rumah roti, di balik itu semua pasti ada kemuliaan Tuhan, baik di bumi ini sampai kemuliaan mempelai wanita yang sermpurna.

Naomi (gambaran gereja Tuhan) meninggalkan Betlehem menuju Moab. Sebaliknya, Rut yang merupakan seorang janda dan kafir (orang Moab), tidak berdaya, tidak berharga dan najis, tetapi bisa datang ke Betlehem, semata-mata hanya karena kemurahan Tuhan. Terlebih lagi kalau kita bisa menerima kabar mempelai.. Moab itu keturunan dalam kenajisan (Lot dengan anaknya).

Kesaksian:
"Saya teringat diri saya bersama keluarga kami. Keluarga kami dulu ke kuburan-kuburan, berdoa di kuburan, minum air bunga setiap malam jumat supaya selamat dan diberkati. Hanya semata-mata karena kemurahan Tuhan, kami bisa percaya Yesus dan diselamatkan. Terlebih lagi kami bisa menerima kabar mempelai, ini tidak akan saya lepaskan. Dulu cita-cita saya mau sekolah agama ke luar negeri dan saya mencari sponsor untuk S2-S3, karena S1 dari sekuler, tetapi saya bersyukur sekolah di Lempin-El Kristus Ajaib di Jalan Johor, sekarang di Jl Simpang Borobudur 27 Malang. Ini seperti Rut bisa ke Betlehem."

Roma 11: 30-31
11: 30 Sebab sama seperti kamu dahulu tidak taat kepada Allah, tetapi sekarang beroleh kemurahan oleh ketidaktaatan mereka,
11: 31 demikian juga mereka sekarang tidak taat, supaya oleh kemurahan yang telah kamu peroleh, mereka juga akan beroleh kemurahan.

= dulu kita yang tidak taat, tetapi sekarang sebagian dari Israel yang tidak taat.
Karena ada keluarga yang tegar dan meninggalkan Betlehem ke Moab, maka yang dari Moab bisa masuk ke Betlehem.

Karena sebagian Israel tegar hati dan menolak Yesus, maka terbuka kesempatan dan kemurahan Tuhan bagi bangsa Kafir yang seperti anjing dan babi untuk masuk ke Betlehem (diselamatkan dan menjadi dombaNya Tuhan yang tergembala, seperti Rut dari Moab masuk ke Betlehem). Ini adalah kepercayaan dan kesempatan dari Tuhan.
Gunakan sebaik-baiknya!

Matius 15: 24-28
15: 24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
15: 25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."
15: 26 Tetapi Yesus menjawab: "
Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
15: 27 Kata perempuan itu: "Benar Tuhan,
namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."
15: 28 Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

'melemparkannya kepada anjing'= bangsa kafir hanya seperti anjing dan babi.
'remah-remah roti' = pembukaan firman pengajaran.

Janda dari bangsa kafir (gereja Tuhan bangsa kafir yang tidak berdaya) juga mendapat kemurahan lewat menjilat remah-remah roti= menerima dan menghargai Firman pengajaran benar.
Inilah yang penting, sebab ini merupakan kemurahan Tuhan.

Keadaan janda ini seperti anjing (najis) dan buah nikahnya hancur (dirasuk setan).
Sekalipun kita hanya seperti anjing = kuliah, pelayanan dan pekerjaan dalam keadaan gagal, nikah dan buah nikah telanjang, tetapi kalau bisa menghargai dan menikmati firman pengajaran yang benar, maka kita masih bisa ditolong dan diangkat oleh Tuhan. Inilah yang terpenting dalam ibadah persekutuan.

Nikah merupakan masalah internasional (mendunia), yang bisa melanda semua lapisan.
Kalau nikah bisa ditolong, maka semua masalah akan bisa ditolong.
Yang penting, kita tidak menjilat muntah lagi, tetapi menjilat remah-remah roti.

Kita datang beribadah kepada Tuhan untuk menjilat remah-remah roti, kalau bisa menjilat roti, maka yang najis dan kotor bisa tertolong.
Kalau dalam fellowship tidak ada roti, tidak ada gunanya: yang gagal tetap gagal, yang anjing tetap anjing.
Perhatikan ibadah persekutuan!
Kalau dalam penggembalaan dan fellowship tidak ada roti, pasti disediakan muntah, sehingga pulang malah menjilat muntah, tidak ada keubahan sedikitpun.

Sikap kita terhadap firman pengajaran yang benar sangat menentukan nasib kita di bumi ini sampai di Surga yang kekal.
Jika gembala sudah menyediakan roti, tetapi kita tidak mau menjilat roti (acuh tak acuh, bosan dan sebagainya), jangan harap masalah bisa selesai.
Tetapi, jika sikap kita mau menjilat roti, maka pasti terjadi mujizat: anjing menjadi domba, masalah nikah dan buah nikah diselesaikan, sampai semua masalah selesai.

Kita mencontoh sikap dari Rut terhadap firman (suara sangkakala).
Rut 2: 2-3,8
2: 2 Maka Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi: "Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku." Dan sahut Naomi kepadanya: "Pergilah, anakku."
2: 3 Pergilah ia, lalu sampai di ladang dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit; kebetulan ia berada
di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh.
2: 7 Tadi ia berkata:
Izinkanlah kiranya aku memungut dan mengumpulkan jelai dari antara berkas-berkas jelai ini di belakang penyabit-penyabit. Begitulah ia datang dan terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan seketikapun ia tidak berhenti."
2: 8 Sesudah itu berkatalah Boas kepada Rut: "Dengarlah dahulu, anakku!
Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat pengerja-pengerja perempuan.


'Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai'= memungut yang tercecer (bukan memanen langsung dari pohon) . Ini sama dengan anjing yang menjilat remah-remah roti (anjing bukan makan roti).
'Boas' = gambaran Mempelai Pria Surga.
'Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain' = tidak usah ke ladang lain, cukup di ladang Boas saja (tidak usah kesana kemari).
'Jelai Boas'= kabar mempelai (Alkitab).

ay. 7= 'izinkanlah'= supaya bangsa kafir bisa menerima kabar mempelai, harus ijin dulu.
Artinya: semua hanya karena kemurahan Tuhan dan kelembutan hati kita.

Jelai ini lebih rendah dari gandum.
Artinya: mungkin kita mendengar firman pengajaran yang sederhana, disampaikan dengan bahasa sederhana, tetapi kita harus tetap menghargai kalau itu pengajaran yang benar sebagai bentuk kelembutan dan kerendahan hati kita.
Jangan lihat orangnya!
Tetapi, yang penting adalah dari Alkitab.

'jelai yang tercecer'= seperti menjilat remah-remah roti= sikap tidak layak dan sangat membutuhkan.
Artinya: kita menerima Firman dengan sikap tidak layak dan sangat membutuhkan.

ay. 8= 'Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain'= jangan beredar-edar.
Artinya; kita berpegang teguh pada satu pokok anggur yang benar (satu pengajaran yang benar).
Kalau lain pengajaran, itulah yang disebut dengan beredar-edar dan mengakibatkan perpecahan.

Kalau pengajaran tentang iman sudah lain, tentang baptisan sudah lain, tentang nikah juga lain, ini berarti pokoknya tidak sama. Musa naik ke Gunung Sinai dan Tuhan memperlihatkan kerajaan surga kepadanya. Lalu Musa diperintahkan Tuhan untuk membuat kerajaan surga di bumi itulah tabernakel/kemah suci (Keluaran 25). Dari situlah pengajaran ini semuanya, mulai dari pintu gerbang (pengajaran tentang iman) harus benar. Pengajaran tentang pertobatan, baptisan air sampai penyembahan, kalau berbeda berarti sudah menyimpang dan tujuannya sudah tidak satu lagi. Semuanya harus sama persis dengan Alkitab, jangan ditambah dan dikurangi.

Kesaksian:
"Saya selau mengeluh, saya dulu guru yang mengajar matematika. Banyak buku matematika yang berbeda, tapi 2 + 2 = 4 (hasilnya tetap sama). Ini karena mereka tidak menambah dengan pikirannya sendiri. Mengapa Alkitab kita satu, tetapi tercerai berai, ini karena merasa lebih bijaksana/pandai dari Tuhan. Misalnya: firman sudah bilang tidak boleh, tetapi dia bilang boleh. Ini yang mengakibatkan perpecahan. Mengapa Lempin-El mulai angkatan 1-36 terpecah belah? Kalau kita kembali kepada catatan kita masing-masing yang dahulu, pasti akan menjadi satu."

Kesaksian:
"Ada yang mengatakan dari Lempin-El 'harus belajar dari yang lain juga, karena wawasannya tidak cukup, bahannya tidak cukup. Saya mau bersaksi, kalau dianggap sombong saya minta ampun. Saya diterjunkan di Malang tahun 1995, saya memulai Matius 8 dan sampai tahun 2013 baru selesai. Jadi selama 18 tahun baru selesai Injil Matius, itu belum seluruhnya. Lempin-El paling sedikit diajarkan 5 buku, jadi 5 X 18 tahun = 90 tahun. Ini masih cukup bahannya. Saya diperintahkan oleh guru saya untuk melanjutkan sekolah di Universitas di bawah kaki Tuhan, 24 jam dosennya dan tidak usah bayar. Inilah kelanjutan dari Lempin-El."

Ruth menghargai Firman penggembalaan di ladang Boas.
Prosesnya:

  • Mendengar firman pengajaran dengan sungguh-sungguh, rendah hati dan dengan kebutuhan dalam urapan Roh Kudus, sampai bisa mengerti dan percaya yakin akan firman.

    Kesaksian:
    "Bapak Pendeta Pong Dongalemba mengatakan 'bayi pun bisa menyerap firman lewat pori-pori', masa kita tidak mengerti firman kalau kita bersungguh-sungguh."

    Kalau pengetahuan hanya bisa sampai mengerti, tetapi seringkali tidak yakin. Firman itu berbeda dengan pengetahuan, setelah kita mengerti firman, maka Roh Kudus menuntun kita untuk percaya/yakin kepada firman. Jadi firman tidak perlu dipertanyakan/diperdebatkan lagi, tetapi diterima!


  • Praktek firman apa pun resiko yang kita hadapi.

Rut 2: 5-7
2: 5 Lalu kata Boas kepada bujangnya yang mengawasi penyabit-penyabit itu: "Dari manakah perempuan ini?"
2: 6 Bujang yang mengawasi penyabit-penyabit itu menjawab: "Dia adalah seorang perempuan Moab, dia pulang bersama-sama dengan Naomi dari daerah Moab.
2: 7 Tadi ia berkata:
Izinkanlah kiranya aku memungut dan mengumpulkan jelai dari antara berkas-berkas jelai ini di belakang penyabit-penyabit. Begitulah ia datang dan terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan seketikapun ia tidak berhenti."

Saat Ruth menghargai jelai, ada perhatian dari Boas.
Pagi ini, apapun keadaan kita, kalau kita mau mengumpulkan jelai, maka ada perhatian dari Raja dan Mempelai Pria kepada kita.
Artinya: saat kita menghargai kabar mempelai, maka:

  1. Yesus Mempelai Pria Surga sedang memperhatikan dan menghargai kita sedalam-dalamnya.

    Justru saat kita tidak diperhatikan dan tidak dihargai manusia, ada Gembala Agung yang memperhatikan kita sedalam-dalamnya, asalkan kita benar.
    Jangan putus asa!

    Kesaksian:
    "Bapak Pendeta Pong Dongalemba pernah mengatakan 'Pak WI, kalau kamu salah, mengaku, tetapi kalau kamu benar, diapakan saja, diam'. Saat itulah Yesus menghargai dan memperhatikan kehidupan kita."


  2. Yesus sedang menata kehidupan kita pada rel jalur firman pengajaran yang benar yang indah, mulia, dan kekal (jalur kehendak Tuhan). Kita tidak perlu takut masa depan lagi.
    Kalau kereta sudah berada di rel, tidak usah didorong, kereta akan maju sendiri (tidak usah bergantung kepada orang).
    Kalau tidak ada di rel, biar didorong banyak orang, justru cepat masuk jurang.
    Kalau Tuhan belum menolong kita, berarti Tuhan masih menata kita pada rel/jalur kehendak Tuhan.


  3. Kita mengalami kebangunan rohani, yaitu di dalam kandang penggembalaan (ruangan suci).
    Kandang penggembalaan adalah tempat kebangunan rohani yang sebenarnya.

    Rut 3: 2-3
    3: 2 Maka sekarang, bukankah Boas, yang pengerja-pengerjanya perempuan telah kautemani itu, adalah sanak kita? Dia pada malam ini menampi jelai di tempat pengirikan;
    3: 3 maka
    mandilah dan beruraplah, pakailah pakaian bagusmu dan pergilah ke tempat pengirikan itu. Tetapi janganlah engkau ketahuan kepada orang itu, sebelum ia selesai makan dan minum.

    3 aktifitas dalam kebangunan rohani (kandang penggembalaan):


    • 'mandi'= penyucian= ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci (meja roti sajian). Ini bersekutu dengan Anak Allah dalam firmanNya.


    • 'berurap'= diurapi= ketekunan dalam Ibadah Raya (pelita emas). Ada karunia-karunia: nyanyian dan sebagainya. Ini termasuk juga persekutuan kita sekarang. Ini bersekutu dengan Roh Kudus.


    • 'memakai baju bagus'= ketekunan dalam Ibadah Doa (mezbah dupa emas).. Ini bersekutu dengan Allah Bapa.


    Tiga aktivitas dalam kandang penggembalaan, yaitu ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok. Bangsa kafir harus masuk di dalam kandang penggembalan, sebab di luar kandang penggembalaan akan menjadi anjing dan babi.

    Ukuran keberhasilan pemberitaan firman pengajaran yang benar adalah kalau lewat dorongan firman, sidang jemaat bisa masuk dalam 3 macam ibadah pokok. Kalau masuk dalam kandang, akan dibendung sehingga tidak berbuat dosa lagi.

    Manusia terdiri dari tubuh, jiwa dan roh, sedangkan Tuhan itu Allah Tritunggal. Jika masuk dalam kandang penggembalaan, ini sudah pas.

Rut 3: 10
3: 10 Lalu katanya: "Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN, ya anakku! Sekarang engkau menunjukkan kasihmu lebih nyata lagi dari pada yang pertama kali itu, karena engkau tidak mengejar-ngejar orang-orang muda, baik yang miskin maupun yang kaya.
'karena engkau tidak mengejar-ngejar orang-orang muda, baik yang miskin maupun yang kaya' = Rut tidak mengejar laki-laki = mengalami penyucian.

Kalau sudah di kandang, hasilnya: kita bangsa kafir mengalami penyucian tubuh, jiwa dan roh kita oleh Allah Tritunggal sampai daging tidak bersuara lagi (kesucian yang stabil= pintu tirai terobek).
Kesucian yang stabil= dalam situasi kondisi apapaun, bahkan dalam penderitaan apapun, kita tetap hidup suci. Kalau kesucian sudah stabil, maka akan meningkat sampai mencapai kesempurnaan.
Kalau tidak stabil, tidak akan bisa meningkat. Inilah kebangunan rohani.

Kamu muda perhatikan! Jangan sampai wanita mengejar laki-laki. Laki-laki mengejar wanita, itu sudah tidak baik. Kita juga jangan mengejar sampai ke Moab (di luar Betlehem). Penyucian itu seperti tidur (seperti Adam tidur), maka Tuhan memberi yang paling tepat bagi kita.

Kesaksian:
"Inilah yang pernah dikotbahkan oleh Bapak Pendeta In Juwono Almarhum 'satu waktu nikah akan dibuka'. Sekarang ini benar terjadi, mulai pacaran saja sudah dibuka (lewat facebook dan sebagainya)."

Jaga kesucian nikah!, sebab inilah yang mau dihantam oleh setan, terutama setan mau hantam pemberita kabar mempelai, karena setan tahu bahwa nikah inilah pintu keluar kita dari bumi ini.

Efesus 4: 11-12
4: 11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
4: 12
untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

Kalau sudah hidup suci, maka Tuhan pasti akan memperlengkapi kita dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus (kemampuan ajaib dari Roh Kudus yang lebih dari apapun juga) untuk dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna..

Kejarlah kesucian hari-hari ini!
Semakin kita suci, maka semakin mantap jabatan dan semakin besar karunia Roh Kudus yang kita terima.

Yohanes 10: 16
10: 16 Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

Kita dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus untuk melayani dalam kesucian mulai dari dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan sampai Israel dan kafir menjadi 1 tubuh yang sempurna supaya menjadi satu kawanan dengan satu gembala, itullah Yesus Gembala Agung, bahkan sampai menjadi satu tubuh dengan satu kepala, itulah Yesus sebagai Kepala.

Kalau semua mengandalkan kebenaran dan kesucian, kita tidak sulit bersekutu.

Rut 3: 11
3: 11 Oleh sebab itu, anakku, janganlah takut; segala yang kaukatakan itu akan kulakukan kepadamu; sebab setiap orang dalam kota kami tahu, bahwa engkau seorang perempuan baik-baik.

'setiap orang dalam kota kami tahu'= orang kafir di pakai di Betlehem.

Rut yang adalah bangsa kafir menjadi saksi di tengah-tengah orang Betlehem (Israel).
Artinya: Ruh menjadi saksi di tengah-tengah Israel= kalau kita hidup suci lewat kabar mempelai, maka kita akan dipakai untuk membawa kabar mempelai dari Timur (Indonesia) ke Barat (Eropa dan sebagainya), ke Samaria dan Yudea, sampai ke Yerusalem.
Ini tugas kita dan tidak main-main.

Kesaksian:
"Tugas kita bukan hanya untuk di gereja saja. Maafkan kalau dianggap sombong, kalau hanya untuk di gereja, saya bersama dengan jemaat di Malang dan Surabaya sudah cukup. Pelayanan sudah cukup, 1 Minggu 7 kali, kalau ditambah Lempin-El sampai belasan kali kotbah. Tetapi masih ada tugas dari Tuhan yaitu untuk kandang yang lain, sehingga terjadi persekutuan tubuh semacam ini.
Gereja kami di Surabaya masih kontrak. Kalau setiap persekutuan semacam ini, berapa ratus juta dikumpulkan, pasti sudah selesai. Tetapi Tuhan masih mengizinkan yang rohani terlebih dahulu dan kita ikuti kegerakan dari Tuhan. Satu waktu jika dibutuhkan pasti bisa.
"

Rut 3: 8-9
3: 8 Pada waktu tengah malam dengan terkejut terjagalah orang itu, lalu meraba-raba ke sekelilingnya, dan ternyata ada seorang perempuan berbaring di sebelah kakinya.
3: 9 Bertanyalah ia: "Siapakah engkau ini?" Jawabnya: "
Aku Rut, hambamu: kembangkanlah kiranya sayapmu melindungi hambamu ini, sebab engkaulah seorang kaum yang wajib menebus kami."

= posisi kehidupan yang tergembala, yaitu duduk di bawah kaki Boas= di bawah kaki Yesus Mempelai Pria Surga untuk mengalami naungan sayap penebusan (penebusan sepenuh dari Mempelai Pria Surga). Ini tempat paling aman bagi kita, sebab, di sana tidak ada kepahitan, kehancuran bahkan mautpun tidak ada.
Naungan sayap Tuhan= kasih setia Tuhan yang ajaib, besar dan abadi yang tidak bergeser sedikitpun.

Jika mengalami naungan sayap Tuhan, hasilnya:

  1. Kasih setia Tuhan yang ajaib, besar, dan abadi, sanggup memelihara dan melindungi kita bagaikan biji mata-Nya sendiri artinya kasih setia Tuhan yang besar melindungi dan memelihara di tengah padang gurun dunia (satu butir pasir pun tidak boleh masuk), sampai di jaman antikris berkuasa 3,5 tahun di bumi (jauh dari mata ular/mata antikris).

    Mazmur 17: 8
    17: 8 Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

    Hasil pertama: kasih setia yang ajaib, besar dan ajaib mampu memelihara dan melindungi kita seperti biji mataNya sendiri.
    Artinya: mampu memelihara dan melindungi kita di padang gurun dunia (satu butir pasir pun tidak boleh masuk) yang sulit sampai jaman antikris berkuasa 3,5 tahun di bumi (jauh dari mata ular/mata antikris).


  2. Zakharia 2: 7-8
    2: 7 Ayo, luputkanlah dirimu ke Sion, hai, penduduk Babel!
    2: 8 Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, yang dalam kemuliaan-Nya telah mengutus aku, mengenai bangsa-bangsa yang telah menjarah kamu--sebab siapa yang menjamah kamu, berarti
    menjamah biji mata-Nya--:

    Hasil kedua: kasih setia Tuhan yang ajaib, besar dan abadi mampu melepaskan kita dari dosa-dosa sampai dosa babel.
    Kalau sudah terlepas dari dosa, tidak ada yang bisa menjamah kita, bahkan setan pun tidak akan bisa menjamah ('sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya').

    Ini seperti Daud tidak berani menjamah Saul (orang yang diurapi Tuhan).
    Hati-hati! Menjamah orang yang mengalami kelepasan dari dosa dan dalam urapan Roh Kudus sama dengan menjamah biji mata Tuhan.


  3. Rut 4: 5-8
    4: 5 Tetapi kata Boas: "Pada waktu engkau membeli tanah itu dari tangan Naomi, engkau memperoleh Rut juga, perempuan Moab, isteri orang yang telah mati itu, untuk menegakkan nama orang itu di atas milik pusakanya."
    4: 6 Lalu berkatalah penebus itu: "Jika demikian,
    aku ini tidak dapat menebusnya, sebab aku akan merusakkan milik pusakaku sendiri. Aku mengharap engkau menebus apa yang seharusnya aku tebus, sebab aku tidak dapat menebusnya."
    4: 7 Beginilah kebiasaan dahulu di Israel dalam hal menebus dan menukar: setiap kali orang hendak menguatkan sesuatu perkara,
    maka yang seorang menanggalkan kasutnya sebelah dan memberikannya kepada yang lain. Demikianlah caranya orang mensahkan perkara di Israel.
    4: 8 Lalu penebus itu berkata kepada Boas: "
    Engkau saja yang membelinya." Dan ditanggalkannyalah kasutnya.

    Hasil ketiga: kasih setia Tuhan yang ajaib, besar dan abadi sanggup menebus bangsa kafir sampai menjadi mempelai wanita Tuhan yang siap untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba (Boas menikah dengan Rut).

    Sebenarnya, dalam Rut 4: 5-8 terdapat dua penebus:


    • Penebus pertama, yaitu hukum taurat. Jauh sebelum Yesus datang, sudah ada hukum taurat.
      Hukum taurat hanya untuk bangsa Israel dan tidak kena mengena dengan bangsa kafir, sehingga tidak bisa menebus bangsa kafir.
      Sebab itu penebus pertama rela melepaskan kasutnya sesuai dengan hukum taurat.


    • Penebus kedua adalah Boas yang merupakan gambaran dari Tuhan Yesus Kristus yang menebus bangsa kafir lewat mati di kayu salib, sehingga Ia bisa menggenapkan hukum taurat. Dengan demikian, Yesus bisa menebus Israel dan kafir menjadi 1 tubuh yang sempurna.

      Jadi, Yesus tidak mau dilepas kasutNya. Inilah kasih setia Tuhan terutama bagi bangsa kafir.

      Yohanes 1: 26-27
      1: 26 Yohanes menjawab mereka, katanya: "Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal,
      1: 27 yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku.
      Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak."

      Yohanes Pembaptis merupakan manusia terbesar yang pernah dilahirkan oleh wanita, tetapi tidak bisa melepaskan tali kasut Tuhan, apalagi kasutnya.
      Artinya: Tuhan tidak rela dicopot atau mencopot kasutNya, tetapi Ia rela mati di kayu salib untuk menebus kita.
      Inilah kasih setia Tuhan yang ajaib, besar dan abadi yang tidak perlu kita ragukan lagi.

Jangan meragukan Dia sedikitpun! Apapun keadaan kita pagi ini, masih ada kasih setia Tuhan. Mungkin kita dalam kegagalan dan dalam dosa, tetapi kalau dosa sudah ditebus, maka semua akan diselesaikan oleh Tuhan, sebab masih ada ada tahun Yobel (tahun pembebasan).

Asal ada bunyi sangkakala, di situ ada penebusan dalam kurban Kristus.

Perjamuan suci adalah bukti bahwa Dia tidak mau dilepas kasutnya (Dia mau menebus kita apapun keadaan kita).
Di kayu salib, Ia berterika 'sudah selesai', artinya: dosa sudah diselesaikan, penyakit sudah diselesaikan dan semua masalah diselesaikan, sehingga kita pulang dengan bahagia.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top