Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 13:3-4
13:3 Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu.
13:4 Dan mereka menyembah naga itu, karena ia memberikan kekuasaan kepada binatang itu. Dan mereka menyembah binatang itu, sambil berkata: "Siapakah yang sama seperti binatang ini? Dan siapakah yang dapat berperang melawan dia?"

Tanda dari Antikris adalah satu dari kepalanya terkena luka yang membahayakan tetapi tidak mati = tidak ada kematian dan kebangkitan = tidak terangkat ke Sorga.
Tanda dari Yesus Kristus adalah mati di kayu salib, bangkit, dan mengalami keubahan hidup (sempurna), terangkat ke Sorga dan dipermuliakan selama-lamanya. Ini yang disebut sebagai tanda salib Kristus.

Seluruh dunia heran terhadap tanda dari Antikris, artinya banyak hamba Tuhan di akhir zaman yang takjub terhadap tanda dari Antikris (tanda-tanda jasmani, sakit jadi sembuh, miskin jadi kaya, dsb.). Ini sama dengan menghina dan menolak tanda salib Kristus, karena mereka hanya mencari tanda-tanda secara jasmani.

Rasul Paulus sudah menubuatkan tentang hal ini yang akan terjadi di akhir zaman.

Filipi 3:18-19
3:18 Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.
3:19 Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.

Rasul Paulus menyatakan berulang-ulang bahkan dengan menangis, artinya dengan penyesalan yang mendalam dan dengan keheranan yang luar biasa bahwa banyak pelayan Tuhan yang menjadi seteru salib Kristus, menolak salib Kristus, dan menerima tanda Antikris.

Mari kita memeriksa diri kita sendiri masing-masing, apakah kita takjub pada tanda salib Kristus atau tanda Antikris.

Tanda menolak salib Kristus adalah:
  1. Tuhannya adalah perutnya, pikirannya tertuju pada perkara jasmani/ dunia.
    Roma 16:17-18
    16:17 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspada terhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!
    16:18 Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya.


    Mereka tidak melayani Tuhan, tetapi beribadah dan melayani Antikris karena mereka hanya mencari perkara jasmani, yaitu kemakmuran dan hiburan.
    Contohnya: mencari lawak Simson. Mereka beribadah tapi ingin suasana seperti dunia, karena pikirannya tertuju pada perkara dunia.
    Simson adalah gambaran Roh Kudus, tetapi disuruh melawak. Akibatnya kuil Dagon runtuh dan 3000 orang mati.

  2. Menentang firman pengajaran benar, sehingga menimbulkan perpecahan dan godaan.
    Sebenarnya yang memecah-belah bukan yang mempertahankan firman pengajaran yang benar, tetapi mereka yang menolak firman pengajaran benar yang menimbulkan fitnah dan perpecahan.
    Perkataan mereka penuh dengan dusta, dan dengan demikian menipu orang-orang yang tulus hati.

    Tuhan berpesan supaya tulus seperti merpati, dan cerdik seperti ular. Orang tulus harus menggunakan hikmat dari Tuhan untuk melawan kecerdikan ular.

  3. Kemuliaan mereka adalah aib mereka = bangga dan enjoydengan perbuatan-perbuatan dosa, bahkan sampai puncak dosa (dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan).
    Mereka bangga sekalipun hidup dalam dosa namun tidak ada penghukuman.
    Ketika kita berdosa namun masih ditolong Tuhan, seharusnya kita menyesal dan berusaha untuk lebih setia dan bersungguh-sungguh.

Karena menolak salib, mereka tidak bisa disucikan dan diubahkan.

Matius 16:21-23
16:21 Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.
16:22 Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."
16:23 Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."


Akibatnya adalah menjadi sama dengan Iblis/ Antikris yang akan dibinasakan selamanya di neraka.

Oleh sebab itu, pelayan Tuhan harus menerima dan takjub/ heran pada tanda salib Kristus.
Mengapa kita harus menerima tanda salib Kristus?

Yohanes 16:7
16:7 Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.


Bagi Yesus:
Yesus pergi = Yesus mati, bangkit, dan naik ke Sorga. Yesus harus rela menerima dan mengalami salib untuk mencurahkan Roh Kudus (Pentakosta) bagi kita. Sebab Yesus tahu, manusia darah daging penuh dengan kelemahan dan hanya menuju pada kebinasaan.

Bagi kita:
Jika kita menerima dan takjub/ heran pada tanda salib Kristus, maka kita juga akan menerima pencurahan Roh Kudus (Pentakosta).
Di balik salib/ perobekan daging sepenuh (angka 40), ada Pentakosta (angka 50), yaitu pencurahan Roh Kudus.

Lukas 13:22-24,27-29

13:22 Kemudian Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajardan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem.
13:23 Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: "Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?"
13:24 Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.
13:27 Tetapi Ia akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan!
13:28 Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar.
13:29 Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah.

Salib tidak bisa dipisahkan dengan pedang (Firman Pengajaran benar). Ini sama-sama ditemukan dalam perjalanan menuju ke Yerusalem. Pintu sempit = salib.
Pernyataan "dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan" menunjuk pada tanda salib, juga menunjuk pada bangsa-bangsa (bangsa Kafir). Anak-anak kerajaan menunjuk pada bangsa Israel.

Menerima salib = berjuang untuk masuk pintu yang sempit (pintu Sorga), terutama bagi bangsa Kafir.
Praktek bangsa Kafir yang menerima tanda salib Kristus:
  1. Berjuang untuk masuk pintu sempit, yaitu pintu bahtera Nuh.
    1 Petrus 3:20-21
    3:20 yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
    3:21 Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan -- maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah -- oleh kebangkitan Yesus Kristus,


    Bahtera Nuh menunjuk pada baptisan air yang benar.

    Matius 3:16
    3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

    Mereka yang sudah percaya Yesus dan bertobat, harus ditenggelamkan dalam air baptisan air yang benar. Kita mendapat hidup baru, hidup Sorga, kita menerima urapan Roh Kudus (pintu Sorga terbuka). Kita bisa hidup dalam kebenaran, hati damai sejahtera, sehingga semua menjadi enak dan ringan, semua selamat tidak tenggelam dalam hukuman air bah (kelak hukuman lautan api dan belerang di neraka).

    Mungkin ada pertanyaan, saya sudah mengikut Yesus namun mengapa letih lesu, beban berat, susah payah?
    Periksa landasannya, periksa pelaksanaan dan hasil baptisan air yang telah diterima. Jika landasan baik dan benar, pesawat bisa naik, kita bisa merasa enak dan ringan.

    Pintu sempit menunjuk kemurahan dan kasih karunia Tuhan. Dari seluruh dunia, hanya 8 orang (4 pasang suami-istri) yang diselamatkan. Artinya hanya sedikit suami-istri yang mau masuk satu bahtera atau satu baptisan air yang benar, dan itu hanya karena kemurahan dan kasih karunia Tuhan.

    Setelah satu bahtera (satu baptisan air), kita bisa masuk satu penggembalaan.

    Kisah Para Rasul 2:41-42
    2:41 Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
    2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.


    Ayat 41: baptisan air dan baptisan Roh Kudus.
    Ayat 42: penggembalaan.
    Bahtera Nuh terdiri dari 3 tingkat (Kejadian 6), sama dengan Tabernakel yang terdiri dari 3 ruangan yaitu Halaman, Ruangan Suci, dan Ruangan Maha Suci.
    Baptisan air dan Roh Kudus (halaman Tabernakel) belum cukup, harus ditingkatkan ke Ruangan Suci. Kuantitas bagus, namun kualitas juga perlu. Artinya bukan hanya jumlah 3000 jiwa dibaptis, tapi juga menunjuk pada kualitas. Angka 3000 menunjuk volume Ruangan Suci dan Ruangan Maha Suci.

    Volume Ruangan Suci = 20 hasta x 10 hasta x 10 hasta.
    Volume Ruangan Maha Suci = 10 hasta x 10 hasta x 10 hasta.

    Ruangan Suci menunjuk penggembalaan dengan ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok, 3 macam alat dalam Ruangan Suci, yaitu:
    • Pelita Emas = ketekunan dalam Ibadah Raya, termasuk fellowship = persekutuan dengan Allah Roh Kudus.
    • Meja Roti Sajian = ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci = persekutuan dengan Allah Anak.
    • Mezbah Dupa Emas = ketekunan dalam Ibadah Doa = persekutuan dengan Allah Bapa.

    Dalam penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tri Tunggal. Kita mantap dalam keselamatan, kebenaran, dan urapan Roh Kudus, meningkat sampai pada kesempurnaan (Ruangan Maha Suci, Yerusalem Baru, Kerajaan Sorga yang kekal).

    Penggembalaan benar adalah penggembalaan yang berdasar pada Firman Penggembalaan yang benar.
    Hanya sedikit suami-istri yang bisa berkumpul dalam satu penggembalaan yang benar, dan ini hanya karena kemurahan Tuhan.

    Kisah Para Rasul 2:43-44
    2:43 Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda.
    2:44 Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,


    Hasilnya adalah:
    • Mujizat akan terjadi.
    • Kesatuan dalam nikah/ rumah tangga.

    Berjuang masuk pintu sempit (baptisan air yang benar, penggembalaan) artinya ditandai dengan pengorbanan.
    Sebaliknya, jika tidak ada penggembalaan, maka 3000 orang mati = kebinasaan.

  2. Berjuang untuk berpegang teguh pada Firman Pengajaran yang benar, serta mempraktekkannya.
    Hasilnya adalah kita akan mengalami penyucian dari serigala dan burung.
    Serigala = roh jahat, cinta akan uang yang menyebabkan kikir dan serakah.
    Kikir artinya tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan ataupun sesama yang membutuhkan.
    Serakah artinya mencuri milik Tuhan (perpuluhan dan persembahan khusus), serta mencuri milik sesama yang membutuhkan atau menipu orang lain terkait milik mereka.

    Kita harus berjuang untuk setia dan berkobar dalam ibadah dan pelayanan, sampai kita bisa menjadi Rumah Doa. Kita mencapai ukuran doa penyembahan, tidak ada keinginan jahat dan najis lagi karena daging sudah dirobek.
    Kita bisa berkata, "lebih bahagia memberi daripada menerima". Bahkan, kita bisa menyerahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan, kita menyediakan tempat sebagai tubuh Kristus bagi Yesus sebagai Kepala. Dia adalah Kepala yang bertanggung-jawab sampai mati di Bukit Golgota. Kita pasti bebas dari Antikris, tidak akan dipancung oleh Antikris. Kita tidak akan menjadi sama seperti Antikris, tetapi kita menjadi sama seperti Yesus.

Selanjutnya, kita harus heran/ takjub kepada salib Kristus.
Praktek heran/ takjub pada salib Kristus:
  1. Kita harus mengangkat tongkat = menghargai salib Kristus, meninggikan salib Kristus, mengandalkan salib Kristus.
    Keluaran 14:13-16
    14:13 Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya.
    14:14 TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja."
    14:15 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Mengapakah engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat.
    14:16 Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.


    Pengikutan kita kepada Yesus di akhir zaman untuk keluar dari dunia dan bertemu Yesus di awan-awan permai adalah seperti bangsa Israel yang harus melalui Laut Kolsom. Artinya keadaan/ masalah/ halangan yang mustahil, yang membuat kita ketakutan dan panik. Jalan keluarnya adalah mengangkat salib Kristus.

    Bukti mengangkat salib Kristus:
    • Ayat 13: tidak ada ketakutan ataupun kekuatiran. Kita hanya berharap dan percaya pada janji Tuhan, apa pun halangannya.
      Jangan menjadi seperti 10 pengintai! Jangan bimbang, jangan kuatir! Tuhan tidak pernah menipu kita.

    • Ayat 14: diam = koreksi diri, kekurangan diri harus diakui pada Tuhan dan sesama. Jika difitnah, kita diam saja. Jangan panik, tenang saja. Jangan mengurus pencobaan/ masalahnya, tetapi mengurus bagaimana hubungan kita dengan Tuhan/ Allah Tri Tunggal. Periksa ketekunan kita dalam 3 macam ibadah pokok, doa penyembahan kepada Tuhan, penyerahan diri sepenuh (100%) pada Tuhan.
      Untuk melawan setan, harus menggunakan 0% kekuatan kita dan 100% kekuatan Tuhan.

    • Ayat 15: tetap percaya janji Tuhan, tetap berangkat = taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.
      Kita mengulurkan tangan dan berserah sepenuh kepada Tuhan.

    Keluaran 14:21-22
    14:21 Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.
    14:22 Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.


    Hasilnya adalah Tuhan mencurahkan kuasa Roh Kudus (Pentakosta) pada kita.
    • Tuhan menyelesaikan semua masalah yang mustahil sekalipun.
    • Tuhan memberi masa depan yang indah.
    • Tuhan memakai kita dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir = kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Kita bisa melayani mulai dalam nikah, penggembalaan, dst.

  2. Kita harus memandang salib Kristus. Tuhan menunjukkan sepotong kayu pada Musa.
    Keluaran 15:22-25
    15:22 Musa menyuruh orang Israel berangkat dari Laut Teberau, lalu mereka pergi ke padang gurun Syur; tiga hari lamanya mereka berjalan di padang gurun itu dengan tidak mendapat air.
    15:23 Sampailah mereka ke Mara, tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya. Itulah sebabnya dinamai orang tempat itu Mara.
    15:24 Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: "Apakah yang akan kami minum?"
    15:25 Musa berseru-seru kepada TUHAN, dan TUHAN menunjukkan kepadanya sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis. Di sanalah diberikan TUHAN ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan di sanalah TUHAN mencoba mereka,


    Saat kita menghadapi kepahitan, kesusahan, keputusasaan dan kekecewaan dalam hidup (anggur asam), air mata, duka cita, keadaan kita sama seperti bangsa Israel yang keluar dari Mesir. Keadaan ini adalah akibat dari dosa sampai puncak dosa (dosa makan minum dan kawin-mengawinkan).

    Kenyataannya semua manusia di muka bumi sudah berbuat dosa dan kehilangan kebenaran, kesucian, kemuliaan Allah (Roma 3:23), sehingga hidupnya penuh dengan kesedihan dan kepahitan. Di mana ada dosa yang disembunyikan, di situ ada kepahitan, kehancuran, sampai kebinasaan.

    Jalan keluarnya adalah kita harus memandang salib Kristus.

    Yohanes 19:28-30
    19:28 Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia -- supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci --: "Aku haus!"
    19:29 Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.
    19:30 Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.


    Bukti memandang salib Yesus adalah kita memberi minum anggur asam pada Yesus = kita mengakui dosa kita pada Tuhan dan sesama, juga mengampuni dosa orang lain dan melupakannya. Darah Yesus akan membasuh semua dosa kita, artinya semua anggur asam bercampur empedu sudah diminum Yesus di kayu salib, semua dosa dan kepahitan sudah diselesaikan.
    Yesus akan mencurahkan anggur baru (air kehidupan) untuk memberi kemanisan, kesegaran, kepuasan Sorga bagi kita.
    Kita tidak perlu lagi mencari kepuasan di dunia yang membuat kita jatuh dalam dosa sampai puncak dosa. Kita bisa menjadi saksi Tuhan.

    Roh Kudus bagaikan anggur baru mampu menghadapi Mara sehingga menjadi manis.
    Segala kepahitan, kemarahan, persungutan, pertengkaran diubah menjadi kesaksian yang manis.

  3. Kita harus memikul salib Kristus, yaitu saat kita mengalami percikan darah, sengsara daging bersama Yesus, sengsara tanpa dosa.
    1 Petrus 4:12-14
    4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
    4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
    4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu
    .

    Percikan darah (2 x 7 percikan darah) terdapat di Ruangan Maha Suci.
    Contohnya adalah sengsara daging saat beribadah dan melayani Tuhan, sengsara karena berpegang teguh pada Firman Pengajaran benar (kebenaran, kesucian), sengsara daging karena berpuasa, doa semalam suntuk, bahkan karena difitnah, dijelek-jelekkan, dinista, disalahkan.

    Jalan keluarnya adalah kita harus memikul salib. Kita menerima semuanya dengan kerelaan hati, tidak bersungut-sungut, berdiam diri, tidak melawan, tetapi hanya menyerah sepenuh pada Yesus. Kita akan mengalami nyala api Roh Kudus. Kita kuat dan teguh hati.
    Kita difitnah, dihina, dinista, tetapi tetap bahagia, tidak putus asa ataupun kecewa, tetap percaya dan menyembah Tuhan.

    Hasilnya adalah Tuhan beserta kita.

    1 Tawarikh 28:20
    28:20 Lalu berkatalah Daud kepada Salomo, anaknya: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab TUHAN Allah, Allahku, menyertai engkau. Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan engkau sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai.

    Yesaya 49:14-16
    49:14 Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."
    49:15 Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.
    49:16 Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.


    Kita memang tidak mampu, seperti sedang ditinggalkan sendiri, seakan Tuhan juga tidak menolong kita. Jangan bersungut ataupun berputus asa! Kita hanya menangis pada Tuhan.
    Tangan Tuhan (Roh Kudus) akan menggendong kita, artinya melindungi, memelihara, menyelesaikan apa-apa yang tidak bisa dilakukan ataupun dipikirkan oleh seorang bayi.
    Bahkan, tangan Tuhan (Roh Kudus) memandikan bayi, artinya menyucikan dan menyempurnakan kita sampai kita menjadi tubuh Kristus yang sempurna.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 14 Desember 2015 (Senin Sore)
    ... dengan demikian engkau mendapat balasnya. . Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan undanglah orang-orang miskin orang-orang cacat orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. . Dan engkau akan berbahagia karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar. Ayat - ini lebih tinggi tingkatannya ...
  • Ibadah Doa Malang, 06 Februari 2020 (Kamis Sore)
    ... tirai terobek kita mencapai kesempurnaan. Ada dua hal yang diukur oleh firman penggembalaan Bait Suci Allah. Mezbah dan mereka yang sembahyang di dalamnya mezbah dupa emas . Ad. Bait Suci Allah. Bait Allah adalah kehidupan kita. Ibrani tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya dan rumah-Nya ialah kita jika kita sampai kepada akhirnya teguh ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 27 Mei 2017 (Sabtu Sore)
    ... bijaksana yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kita mendapat hikmat dari mendengar dan melakukan dengar-dengaran pada perkataan Tuhan. Perkataan Tuhan adalah firman yang dibukakan rahasianya yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab yaitu firman pengajaran yang benar yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Jadi asalnya hikmat adalah dari ...
  • Ibadah Doa Malang, 18 November 2014 (Selasa Sore)
    ... kelebihan tanpa kasih mula-mula hanya akan menjadi suatu kebanggaan kesombongan sehingga sidang jemaat Efesus jatuh ke lubang yang dalam dan kaki diannya diambil masuk dalam kegelapan yang paling gelap. Jika kelebihan ditambah kasih mula-mula akan menjadi karunia-karunia dari Roh Kudus jabatan pelayanan dari Anak Allah perbuatan ajaib kasih dari Allah ...
  • Ibadah Doa Malang, 03 Februari 2009 (Selasa Sore)
    ... Artinya adalah manusia di bumi akan meratap dan menangis karena mengalami penghukuman Tuhan sampai ratapan dan tangisan selama-lamanya di neraka. Keluaran Ini mengingatkan kita saat Israel keluar dari Mesir sementara di Mesir terjadi ratapan yang hebat. Dalam Perjanjian Baru saat gereja Tuhan keluar dari bumi untuk menyambut Tuhan di awan-awan ...
  • Ibadah Raya Malang, 08 November 2020 (Minggu Pagi)
    ... Sesungguhnya tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar . tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu sehingga Ia tidak mendengar ialah segala dosamu. . Sebab tanganmu cemar oleh darah dan jarimu ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 30 Juni 2020 (Selasa Sore)
    ... dan pulau-pulau dari tempatnya. . Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung. . Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu Runtuhlah menimpa kami dan ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 16 Juni 2010 (Rabu Sore)
    ... padam bahkan sampai padam dan akan ketinggalan pada saat kedatangan Yesus kedua kali dan binasa untuk selamanya. Matius - . Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata Tuan tuan bukakanlah kami pintu . Tetapi ia menjawab Aku berkata kepadamu sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. Korintus . Sebab pemberitaan ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 31 Maret 2014 (Senin Sore)
    ... Surga. seluruh hak dari mempelai wanita Surga berada di dalam tangan Mempelai Pria Surga. Petrus - Sebab kamu tahu bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana bukan pula dengan perak atau emas melainkan dengan darah yang ...
  • Ibadah Doa Malang, 13 Oktober 2009 (Selasa Sore)
    ... pintu. Tetapi sekalipun pohon ara sudah melembut sudah bertunas dan berbuah kita harus tetap waspada. Mengapa demikian Wahyu sebab pohon ara masih bisa menggugurkan buah-buahnya yang mentah karena digoncang angin yang kencang seperti bintang-bintang akan berguguran. Angin kencang ini menunjuk pada pencobaan-pencobaan baik secara jasmani maupun rohani pengajaran palsu dan dosa-dosa ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.