Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 13:11
13:11 Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga.

Binatang buas yang keluar dari dalam bumi menunjuk nabi palsu.
Bertanduk dua seperti anak domba, tetapi berbicara seperti naga = menunjuk pada kepalsuan.
Sumber dari kepalsuan di dunia ini adalah suara naga/ ular tua (ajaran palsu), yang dulu juga sudah membuat Hawa diusir dari Taman Eden dan dibuang ke dunia yang terkutuk ini. Pada akhir zaman, suara naga akan semakin gencar untuk membuat gereja Tuhan diusir dari dunia yang terkutuk ini ke neraka selamanya, tidak bisa kembali ke Taman Eden.

Bertanduk dua seperti anak domba, tetapi berbicara seperti naga, juga menunjuk pada kemunafikan/ pura-pura. Ajaran palsu, termasuk gosip yang tidak benar, hanya mengakibatkan kemunafikan/ pura-pura, kelihatan baik tetapi ternyata binatang buas. Kemunafikan terjadi dalam hidup sehari-hari, termasuk dalam ibadah.

Matius 15:1-9
15:1 Kemudian datanglah beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari Yerusalem kepada Yesus dan berkata:
15:2 "Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan."
15:3 Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Mengapa kamu pun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu?
15:4 Sebab Allah berfirman: Hormatilah ayahmu dan ibumu; dan lagi: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya pasti dihukum mati.
15:5 Tetapi kamu berkata: Barangsiapa berkata kepada bapanya atau kepada ibunya: Apa yang ada padaku yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk persembahan kepada Allah,
15:6 orang itu tidak wajib lagi menghormati bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadatmu sendiri.
15:7 Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu:
15:8 Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
15:9 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia."

Ibadah orang Farisi dan ahli Taurat adalah ibadah yang munafik/ pura-pura dan sia-sia. Ibadahnya hanya di luar, hanya secara lahiriah, tetapi tidak sampai ke dalam hati.
Mengapa? Sebab ibadah mereka hanya mengutamakan adat istiadat yang bertentangan dengan firman Tuhan, juga perkara-perkara jasmani lainnya. Sehingga mereka tidak lagi mengutamakan firman pengajaran yang benar.

Hanya firman pengajaran benar yang bagaikan pedang tajam yang mampu menembusi dan menyucikan hati kita.

Tanda ibadah yang munafik/ pura-pura:
  1. Tidak ada keubahan hidup = tidak berbuah = kering rohani.
    2 Timotius 3:1-5
    3:1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
    3:2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,
    3:3 tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,
    3:4 suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
    3:5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!


    Kehidupan yang tidak mengalami keubahan hidup = tidak pernah mengalami jamahan tangan Tuhan = tidak ada Roh Kudus dan kasih Allah, karena mereka menolak kuasa firman pengajaran yang benar.

  2. Tidak ada kepuasan sejati = kering rohani.
    Akibatnya adalah kepuasan di dunia dibawa masuk dalam gereja Tuhan. Mereka menciptakan ibadah untuk memuaskan daging manusia, yang bukan kepuasan Sorga, dan justru tidak memberi kepuasan. Atau sebaliknya, mereka hanya mengejar kepuasan dunia, sampai jatuh dalam puncak dosa, dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan. Mereka hidup dalam nikah yang salah karena tidak pernah disentuh oleh pedang firman Tuhan. Kehidupan semacam ini hanya dipergunakan untuk membangun Babel, yaitu mempelai setan yang akan dibinasakan selamanya.

Jika tidak berbuah, pasti tidak puas (kering rohani). Sebaliknya, jika kita berbuah secara rohani, maka pasti ada kepuasan yang sejati. Berbuah dan kepuasan sejati hanya bisa kita dapatkan lewat pekerjaan firman pengajaran yang benar.

1 Timotius 6:6
6:6 Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar.

Ibadah yang sejati adalah jika ibadah kita mengutamakan firman. Tujuan ibadah adalah untuk mendengar dan dengar-dengaran pada firman. Hasilnya adalah:
  • Kita mengalami keubahan dan kepuasan.
  • Kita mendapat keuntungan besar, yaitu dua sayap burung nasar yang besar, untuk menyingkirkan kita dari Antikris.

Wahyu 12:4
12:4 Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.

Dua sayap burung nasar akan menyingkirkan kita ke padang gurun, di mana kita dipelihara langsung oleh Tuhan lewat firman dan perjamuan suci. Kita mengalami keubahan dan kepuasan yang bertambah-tambah. Sampai puncaknya saat Yesus datang kedua kali, kita sama mulia dengan Yesus dan dua sayap burung nasar akan mengangkat kita ke awan-awan permai untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba. Kita kembali ke Firdaus sampai Kerajaan Sorga yang kekal selamanya.

Keadaan rohani gereja Tuhan yang ibadahnya munafik dan menolak firman pengajaran yang benar:
  1. Seperti tulang-tulang kering.
    Yehezkiel 37:1-2
    37:1 Lalu kekuasaan TUHAN meliputi aku dan Ia membawa aku ke luar dengan perantaraan Roh-Nya dan menempatkan aku di tengah-tengah lembah, dan lembah ini penuh dengan tulang-tulang.
    37:2 Ia membawa aku melihat tulang-tulang itu berkeliling-keliling dan sungguh, amat banyak bertaburan di lembah itu; lihat, tulang-tulang itu amat kering.


    Firman pengajaran benar = Yesus sebagai kepala.

    Amsal 17:22
    17:22 Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

    Seperti tulang kering artinya adalah:
    • Tulang kering = semangat yang patah, mudah bersungut, bimbang, kecewa, putus asa, bahkan meninggalkan Tuhan saat menghadapi pencobaan yang mustahil.
      Atau sebaliknya, tulang kering juga berarti kehidupan yang mudah bangga dengan berkat.
      Kita harus banyak mendengar firman untuk menjadi kekuatan bagi kita.

    • Tulang kering = tidak setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.
      Contoh: 10 gadis yang mengantuk dan tertidur.
      Kita membutuhkan Kabar Mempelai untuk membangunkan kerohanian kita. Jangan mengantuk saat mendengar firman ataupun saat beribadah! Kita harus hati-hati jika kita tidak lagi bersemangat untuk kegiatan rohani.

    • Tulang kering = kepedihan, kesusahan, kesedihan yang berlarut-larut, sampai tidak ada harapan lagi, wajah muram.
      Amsal 15:13
      15:13 Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat.

      Kehidupan bagai tulang kering sedang berada dalam lembah air mata, sampai di lembah maut (kebinasaan).

    Yehezkiel 37:4
    37:4 Lalu firman-Nya kepadaku: "Bernubuatlah mengenai tulang-tulang ini dan katakanlah kepadanya: Hai tulang-tulang yang kering, dengarlah firman TUHAN!

    Yesaya 50:4
    50:4 Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.

    Cara Tuhan menolong adalah jika kita bisa mendengar dan dengar-dengaran pada firman nubuat, maka kita bisa disucikan dan mendapat semangat baru untuk mengikut dan melayani Tuhan. Semangat baru = hati yang gembira, berserah sepenuh pada Tuhan, dan Tuhan akan melakukan yang baik bagi kita. Hasilnya adalah Tuhan memberikan kesembuhan ajaib bagi kita, kesembuhan tubuh, pemulihan ekonomi, dsb.

  2. Seperti ranting yang terlepas dari pokok yang benar.
    Yohanes 15:5-6
    15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
    15:6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.


    Artinya adalah:
    • Ranting kering = tidak tergembala, menolak firman, tidak mau mendengar dan dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar. Atau, kehidupan yang ada dalam kandang tetapi tidak taat pada firman.

      Contohnya: Yudas Iskariot yang mendengar firman tetapi tidak dengar-dengaran.

    • Ranting kering = tidak suci, tidak setia. Begitu kita mulai tidak setia, kesucian pasti menurun.
      Yohanes 15:3-4
      15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
      15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.


    • Ranting kering = kalau kita tidak tergembala, kita tidak bisa berbuat apa-apa = tidak berbuah apa-apa = tidak berubah apa-apa, tetap manusia daging.
      Yohanes 15:5
      15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

      Kehidupan ini tidak memiliki kepuasan, kering rohani, sehingga mencari kepuasan di dunia, jatuh dalam dosa sampai puncak dosa. Kehidupan semacam ini mudah disesatkan oleh nabi palsu dengan ajaran palsu dan gosip-gosip yang tidak benar. Mereka masuk persekutuan carang kering tanpa pokok yang benar, baik dalam nikah, ibadah/ persekutuan yang palsu.
      Hati-hati, persekutuan yang palsu seringkali terlihat lebih indah dari yang asli, tetapi ranting kering hanya untuk dibakar dan dibinasakan selamanya.

Tanda kehidupan yang tidak ada keubahan dan kepuasan, yang paling cepat dideteksi, adalah lidah yang kering.

Yakobus 3:6
3:6 Lidah pun adalah api; ia merupakan suatu dunia kejahatan dan mengambil tempat di antara anggota-anggota tubuh kita sebagai sesuatu yang dapat menodai seluruh tubuh dan menyalakan roda kehidupan kita, sedang ia sendiri dinyalakan oleh api neraka.

Lidah kering = perkataan fitnah, gosip yang tidak benar, menghujat Tuhan dan firman pengajaran yang benar.
Seringkali kita lebih percaya pada kehidupan yang tidak setia dibandingkan perkataan gembala atau hamba Tuhan yang benar.
Perkataan yang kering menodai/ merusak tubuh Kristus, sehingga tidak bisa sempurna.

Lidah adalah kemudi yang menentukan arah seluruh hidup kita. Lidah mencerminkan apa yang ada dalam hati.

Kita harus menjalankan ibadah yang sejati, tanpa kemunafikan, yakni ibadah yang mengutamakan firman pengajaran yang benar.
Tujuan utama ibadah yang benar adalah untuk mendengar dan dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar. Dengan demikian, kita menjadi ranting yang melekat pada pokok yang benar, maka cepat atau lambat kita pasti berubah dan berbuah (ada kepuasan yang sejati).

Ada 3 macam hubungan ranting dalam Yohanes 15:
  1. Hubungan ranting dengan pokok anggur yang benar: hubungan kesucian dan kesetiaan.
    Yohanes 15:3-4
    15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
    15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

    Ayat 3: hubungan kesucian.
    Ranting harus selalu melekat pada pokok anggur yang benar = kita harus tergembala pada firman pengajaran yang benar, gemar mendengar dan dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar. Sehingga kita bisa mengalami penyucian oleh firman pengajaran benar yang dibukakan rahasianya, mulai dari hati (pusat kehidupan).

    Ketika firman menegur hidup kita, kita bisa sedih. Contoh: Petrus yang ditegor menjadi sedih, dan sejak saat itu menjadi kehidupan yang tergembala. Setelah hati dan segala perbuatan disucikan dari yang jahat dan najis, mulut/ perkataan juga disucikan. Jika "ya" katakan "ya", dan jika "tidak" katakan "tidak", artinya kita memiliki mulut yang jujur.

    Ayat 4: hubungan kesetiaan.

    Yohanes 15:1,8
    15:1 "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
    15:8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."

    Sekalipun ranting itu kecil dan tidak berdaya, jika kita bisa suci dan setia, maka pasti akan berbuah lebat, yaitu buah iman, pengharapan, dan kasih, yang sangat ditunggu oleh Tuhan. Hasilnya adalah:
    • Ayat 1: Tuhan sanggup melindungi dan memelihara hidup kita, membela hidup kita yang kecil dan tidak berdaya di tengah segala kegoncangan, celaka dan marabahaya di dunia, bahkan sampai di zaman antikris.
    • Ayat 8: Kita menjadi murid Tuhan, artinya kita dipercaya firman pengajaran benar, kita dipercaya dan dipakai Tuhan dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.

  2. Hubungan ranting dengan ranting: saling mengasihi.
    Yohanes 15:12
    15:12 Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.

    1 Petrus 1:22
    1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

    Dalam hubungan kesucian dan kesetiaan dengan pokok anggur yang benar, kita bisa saling mengasihi dengan sesama.

    Roma 13:8
    13:8 Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapa pun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.

    Praktek saling mengasihi adalah jangan berhutang apa-apa, baik hutang uang, terlebih hutang dosa. Jangan merugikan sesama. Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi membalas kejahatan dengan kebaikan. Kita mengasihi Tuhan lebih dari semua dan kita mengasihi sesama seperti diri sendiri.

    Yohanes 15:13-14,16
    15:13 Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.
    15:14 Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.
    15:16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.

    Jika kita memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan dan sesama, kita memiliki buah yang lebat dan tetap (buah tidak rontok), berarti ada harapan buah bisa menjadi manis. Lewat saling mengasihi dengan sesama, hubungan kita bisa ditingkatkan dari murid Tuhan menjadi sahabat Tuhan.

  3. Hubungan ranting dengan dunia yang membenci.
    Yohanes 15:25-27
    15:25 Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi: Mereka membenci Aku tanpa alasan.
    15:26 Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
    15:27 Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."


    Dalam ayat 18-27, dituliskan 7 kali kebencian dunia kepada kita, sampai kebencian tanpa alasan (kebencian yang sempurna) dalam wujud Antikris yang berkuasa di bumi selama 3,5 tahun. Memang kita hidup di dunia yang penuh kesulitan, penderitaan, air mata, kemustahilan, kebencian, dan bahkan pembunuhan = kita mengalami 7 kali percikan darah. Tujuh kebencian dihadapi dengan tujuh kali percikan darah, yaitu sengsara daging (salib) bersama Yesus. Hanya salib yang bisa menandingi kebencian dunia.

    Mengapa kita harus mengalami salib/ ujian/ nyala api siksaan? Kita sedang naik tingkat, dari Ruangan Suci menuju Ruangan Maha Suci. Tujuan percikan darah adalah supaya kita bisa mengalami keubahan hidup untuk menuju kesempurnaan seperti Yesus. Tandanya adalah kita mengalami kasih Yesus yang sempurna, yaitu kita bisa mengasihi musuh, kita memiliki kasih yang sempurna bagaikan matahari.

    Matius 5:43-48
    5:43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
    5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
    5:45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
    5:46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?
    5:47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?
    5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."

    Kita membutuhkan matahari (kasih sempurna) untuk menghadapi pergumulan di akhir zaman. Di tengah awan mendung dan gelap, jika ada sinar matahari, maka akan muncul pelangi. Kita bisa mengasihi musuh = kita membalas kejahatan dengan kebaikan, jangan ada lagi dendam ataupun kepahitan.

    Hasilnya adalah:
    • Matahari terbit di Zoar ketika Lot keluar dari Sodom dan Gomora.
      Kejadian 19:22-23
      19:22 Cepatlah, larilah ke sana, sebab aku tidak dapat berbuat apa-apa, sebelum engkau sampai ke sana." Itulah sebabnya nama kota itu disebut Zoar.
      19:23 Matahari telah terbit menyinari bumi, ketika Lot tiba di Zoar.


      Dalam pergumulan menghadapi kehancuran dan penghukuman atas dunia di akhir zaman, hanya matahari kasih Allah yang kita butuhkan. Tuhan mampu memelihara dan melindungi kita secara jasmani di tengah kesulitan dan kemustahilan di dunia, bahkan di zaman Antikris berkuasa 3,5 tahun di bumi. Selama ranting melekat pada pokok, ranting dan ranting bisa saling mengasihi, maka ada sinar matahari untuk menolong kita, membebaskan kita dari Sodom dan Gomora. Secara rohani, kita juga dibebaskan dari Sodom dan Gomora, yaitu dosa sampai puncak dosa. Kita bisa hidup benar dan suci, nikah yang sudah hancur bisa benar, suci, dan disatukan oleh kasih Tuhan dari kayu salib.

      Sinar matahari = kasih Allah yang sempurna di kayu salib. Dia rela menjadi sangat buruk di atas kayu salib untuk menyinarkan sinar matahari bagi kita.

    • Matahari terbit ketika Yakub melewati Pniel dalam pergumulannya menghadapi Esau.
      Kejadian 32:30-31,24,28
      32:30 Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: "Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!"
      32:31 Lalu tampaklah kepadanya matahari terbit, ketika ia telah melewati Pniel; dan Yakub pincang karena pangkal pahanya.
      32:24 Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.
      32:28 Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang."


      Pergumulan Yakub menghadapi Esau = kemustahilan, persoalan mati dan hidup. Tuhan sanggup menyelesaikan semua pergumulan jika kita hidup di dalam tangan kasih Tuhan. Untuk menghadapi pergumulan dalam keluarga/ rumah tangga, kasih matahari mampu menyelesaikan semua masalah dan bahkan menyelamatkan seluruh keluarga kita. Penting setidaknya satu orang dalam keluarga bisa menjadi ranting yang melekat pada pokok anggur yang benar, bisa saling mengasihi, dan bergumul untuk keselamatan seluruh keluarga.

      Kasih matahari juga mampu menolong kita saat menghadapi ancaman (wajah muram). Mari kita pandang wajahNya, kita mengucap syukur senantiasa pada Tuhan, kita mengakui semua karena kemurahan dan kebaikan Tuhan. Ancaman apa pun yang kita hadapi, kita tetap percaya dan berharap Tuhan. Tuhan akan menolong kita semua.

      Yakub juga bergumul untuk mendapat nama baru. Yakub (arti: penipu) bisa menjadi Israel (arti: pemenang). Artinya ada pembaharuan, keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani, mulai dari mulut, jangan ada dusta ataupun gosip (ranting kering). Mari kita berkata yang baik, bersaksi, banyak menyembah Tuhan, bergumul dan menyeru nama Yesus, maka mujizat pasti terjadi.

    Kita menjadi murid Tuhan, sahabat Tuhan, sampai menjadi mempelai Tuhan yang sempurna, sehingga kita layak menyambut kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan permai.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 14 Oktober 2010 (Kamis Tengah Malam)
    ... semalam-malaman untuk memilih murid yang diberi jabatan pelayanan sebagai rasul. Tetapi Yudas Iskariot menjadi pengkhianat dan binasa untuk selama-lamanya. Sekarang kita berdoa semalam-malaman kepada Tuhan supaya kita tetap dalam jabatan pelayanan sampai kedatangan Yesus kedua kali. Sebenarnya ada macam dosa dari Yudas Iskariot. Kita harus berdoa supaya tidak jatuh ke sana. Dosa ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 14 September 2015 (Senin Sore)
    ... yang jahat dan malas' ngengat yang menempel pada pakaian putih yaitu pelayan TUHAN yang jahat dan malas. Jadi ngengat adalah malas dan jahat. Hati-hati Sementara kita memiliki pakaian putih jabatan pelayanan tetapi ngengat--malas dan jahat--menempel dan merusak pakaian putih. MALASAmsal . Pada musim dingin si pemalas tidak membajak jikalau ia mencari pada ...
  • Ibadah Tutup Buka Tahun, 31 Desember 2018 (Senin Malam)
    ... awan-awan yang permai. Matius Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain. Korintus - Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia kita tidak akan mati semuanya tetapi ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 18 Desember 2011 (Minggu Sore)
    ... Pendalaman Alkitab Surabaya November . ay. - saksi yang benar mulai diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya Desember . Kita masih mempelajari SAKSI BENAR. Matius - . Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya Demi Allah yang hidup katakanlah kepada kami apakah Engkau Mesias Anak Allah atau tidak. . ...
  • Ibadah Raya Malang, 02 November 2014 (Minggu Pagi)
    ... tempat yang dalam. Ini sama dengan yang terjadi dalam Matius - . Matius - Setelah pergi dari sana Yesus masuk ke rumah ibadat mereka. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka bertanya kepada-Nya Bolehkah menyembuhkan orang pada hari Sabat Maksud mereka ialah supaya dapat mempersalahkan Dia. Tetapi Yesus berkata ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 22 Juli 2010 (Kamis Sore)
    ... dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku Tuhan Tuhan bukankah kami bernubuat demi nama-Mu dan mengusir setan demi nama-Mu dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata Aku tidak pernah mengenal ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 04 November 2018 (Minggu Siang)
    ... dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya. Di dalam kandang penggembalaan tubuh jiwa dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal sehingga tidak bisa dijamah oleh setan tritunggal tidak bisa diterkam oleh serigala kita benar-benar dilindungi. Kalau di luar kandang pasti diterkam serigala. Semakin hebat kalau dombanya gemuk tidak akan bisa lari semakin ...
  • Ibadah Persekutuan di Kartika Graha Malang I, 25 Oktober 2016 (Selasa Sore)
    ... dalam Dia kamu juga ketika kamu percaya dimeteraikan dengan Roh Kudus yang dijanjikan-Nya itu. Amsal Seperti air sejuk bagi jiwa yang dahaga demikianlah kabar baik dari negeri yang jauh. Yang pertama injil keselamatan--kabar baik. Manusia berdosa itu seperti orang yang haus di padang gurun. Semakin berbuat dosa--mencari kepuasan-- semakin haus--seperti melihat fatamorgana. Yang ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 11 September 2011 (Minggu Sore)
    ... imannya karena Engkau aku sekali-kali tidak. merasa lebih benar dari yang lain memakai kebenaran diri sendiri sudah dijelaskan pada Ibadah Doa Surabaya September . ay. Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau aku takkan menyangkal Engkau. Petrus mau mendahului berkorban diri sebelum Yesus berkorban diri. Malam ini kita membahas kesombongan Petrus ...
  • Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 13 Mei 2014 (Selasa Siang)
    ... melakukan kehendak Tuhan. 'Baik pada manusia maupun pada hewan' artinya hidup kita secara rohani dan jasmani harus melakukan kehendak Tuhan. Anak sulung adalah milik Tuhan. Artinya penyerahan hidup kepada Tuhan yaitu menyerahkan segala kehendak kita kepada Tuhan supaya hidup yang kita alami sekarang bukan hidup kita lagi tetapi Kristus dalam ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.