Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 12:3
12:3 Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.

Wahyu 12:3-18 adalah tentang penampilan naga atau setan secara jelas dan lengkap dengan enam kegiatan/ ulahnya pada akhir zaman:
  1. [Wahyu 12:4a] Ekor naga menyeret.
  2. [Wahyu 12:4b] Mulut naga menelan.
  3. [Wahyu 12:7] Berperang.
    [Wahyu 12:3-12] Ini terjadi pada saat setan masih bisa ke Sorga untuk mendakwa dan melancarkan tiga ulah.

  4. [Wahyu 12:13] Memburu, mengejar dengan cepat.
  5. [Wahyu 12:15] Menghanyutkan perempuan/ gereja Tuhan.
  6. [Wahyu 12:17] Memerangi/ menganiaya.
    [Wahyu 12:13-18] Ini terjadi pada saat setan sudah dikalahkan dan dicampakan ke bumi (tidak mendapat tempat lagi di Sorga selama-lamanya). Maka setan menggunakan waktu yang singkat sebelum dia dibelenggu dan dibinasakan untuk mencurahkan geramnya yang dahsyat ke bumi lewat tiga ulah.

Ad. 5. [Wahyu 12:15] Menghanyutkan perempuan/ gereja Tuhan
Wahyu 12:15-16
12:15 Lalu ular itu menyemburkan dari mulutnya air, sebesar sungai, ke arah perempuan itu, supaya ia dihanyutkan sungai itu.
12:16 Tetapi bumi datang menolong perempuan itu. Ia membuka mulutnya, dan menelan sungai yang disemburkan naga itu dari mulutnya.

Naga menyemburkan dari mulutnya air sebesar sungai untuk menghanyutkan gereja Tuhan.

Dalam Alkitab ada tiga sungai yang dikuasai setan:
  1. Sungai Nil yang dikuasai/ dipengaruhi oleh Firaun.
    Keluaran 7:14-16
    7:14 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Firaun berkeras hati, ia menolak membiarkan bangsa itu pergi.
    7:15 Pergilah kepada Firaun pada waktu pagi, pada waktu biasanya ia keluar ke sungai; nantikanlah dia di tepi sungai Nil dengan memegang di tanganmu tongkat yang tadinya berubah menjadi ular.
    7:16 Dan katakanlah kepadanya: TUHAN, Allah orang Ibrani, telah mengutus aku kepadamu untuk mengatakan: Biarkanlah umat-Ku pergi, supaya mereka beribadah kepada-Ku di padang gurun; meskipun begitu sampai sekarang engkau tidak mau mendengarkan.

    [Keluaran 7:15] Istilah 'nantikanlah' berarti kita harus lebih dulu dari Firaun. Salah satunya menunjuk pada doa pagi.
    Doa pagi sangat penting supaya kita tidak dipengaruhi oleh arus duniawi, tetapi kita dipengaruhi oleh arusnya Tuhan, aliran kebenaran dan kesucian dari Tuhan.

    Jadi, naga/ setan menyemburkan air sebesar sungai adalah menyemburkan aliran-aliran duniawi, yaitu:
    • Kesibukan-kesibukan di dunia, kesukaan dunia yang semu, kesusahan dunia, kesulitan-kesulitan dunia, sampai pergaulan dunia yang tidak benar (menunjuk mode pakaian yang menunjukan daging, gaya pacaran, dll) yang membuat manusia/ hamba Tuhan menjadi keras hati seperti setan.

      Prakteknya:
      • Tidak taat, tidak dengar-dengaran pada perintah Tuhan, melawan Tuhan.
      • Tidak setia sampai tidak mau beribadah melayani Tuhan.
      Tidak taat dan tidak setia = malas dan jahat, tidak berguna.

    • Arus ajaran palsu.
      Wahyu 2:14-15
      2:14 Tetapi Aku mempunyai beberapa keberatan terhadap engkau: di antaramu ada beberapa orang yang menganut ajaran Bileam, yang memberi nasihat kepada Balak untuk menyesatkan orang Israel, supaya mereka makan persembahan berhala dan berbuat zinah.
      2:15 Demikian juga ada padamu orang-orang yang berpegang kepada ajaran pengikut Nikolaus.

      Ajaran Bileam adalah ajaran palsu yang mengajarkan sidang jemaat untuk hanya memburu upah jasmani/ perkara jasmani dalam ibadah pelayanan, mencari keuntungan jasmani.
      Ajaran Nikolaus mengumpulkan banyak orang dengan menghalalkan segala cara, yang tidak sesuai dengan firman.
      Tujuan ajaran palsu adalah supaya banyak orang banyak uang, banyak orang ramai-ramai (hiburan jasmani). Sehingga gereja Tuhan yang adalah rumah Tuhan menjadi sarang penyamun, ada hiburan jasmani, keuntungan jasmani.

      1 Korintus 15:19
      15:19 Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.

      Sehingga menjadi paling malang dari segala manusia.

  2. Sungai Babel dipengaruhi oleh setan, sama keadaannya dengan kota Babel.
    Mazmur 137:1
    137:1 Di tepi sungai-sungai Babel, di sanalah kita duduk sambil menangis, apabila kita mengingat Sion.

    Wahyu 18:2
    18:2 Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,

    Ini berarti menjadi tempatnya roh jahat dan roh najis.

    Jadi, naga menyemburkan air sebesar sungai Babel adalah:
    • Aliran kejahatan.
      1 Timotius 6:9-10
      6:9 Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.
      6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

      Yaitu cinta akan uang, merasa hidupnya bergantung pada uang/ kekayaan di dunia, bukan kepada Tuhan. Sehingga membuat dia jatuh dalam dosa kikir (tidak mau sampai tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan, untuk sesama yang membutuhkan) dan serakah (mencuri milik Tuhan yaitu perpuluhan dan persembahan khusus, mencuri milik sesama, hutang tidak membayar). Ini sama dengan penyembahan berhala.

      Lukas 12:15,20-21
      12:15 Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."
      12:20 Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?
      12:21 Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah."

      Ukuran kaya di hadapan Tuhan adalah kalau bisa memberi.
      Tetapi orang kikir dan serakah adalah bodoh dan miskin di hadapan Tuhan, turun derajatnya seperti kambing yang suka melawan/ tidak tergembala.

    • Aliran kenajisan.
      Mengarah kepada dosa makan-minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin-mengawinkan (percabulan dengan berbagai ragamnya lewat pandangan, pikiran, perkataan, perbuatan, antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami istri yang sah, termasuk nikah yang salah/ kawin campur, kawin cerai, perselingkuhan) .

      Aliran kenajisan itu menunjuk dosa tidak puas, salah satu tandanya bersungut-sungut, memfitnah, sampai menghujat suami/ istri, sampai menghujat Tuhan.

      Yudas 1:10
      1:10 Akan tetapi mereka menghujat segala sesuatu yang tidak mereka ketahui dan justru apa yang mereka ketahui dengan nalurinya seperti binatang yang tidak berakal, itulah yang mengakibatkan kebinasaan mereka.

      Kehidupan semacam ini menjadi seperti binatang yang tak berakal.

  3. Sungai Efrat dikuasai oleh setan, roh kebencian, kepahitan.
    Wahyu 16:12-14
    16:12 Dan malaikat yang keenam menumpahkan cawannya ke atas sungai yang besar, sungai Efrat, lalu keringlah airnya, supaya siaplah jalan bagi raja-raja yang datang dari sebelah timur.
    16:13 Dan aku melihat dari mulut naga dan dari mulut binatang dan dari mulut nabi palsu itu keluar tiga roh najis yang menyerupai katak.
    16:14 Itulah roh-roh setan yang mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib, dan mereka pergi mendapatkan raja-raja di seluruh dunia, untuk mengumpulkan mereka guna peperangan pada hari besar, yaitu hari Allah Yang Mahakuasa.

    Mulut naga menyemburkan air sebesar sungai menunjuk aliran peperangan, mulai dari iri hati, kebencian, dendam, sampai kebencian tanpa alasan/ pembunuhan, menjadi sama dengan binatang buas/ antikris/ nabi palsu.

    Jika manusia/ hamba Tuhan berada di aliran sungainya setan, yaitu berada di aliran sungai Nil menjadi manusia tidak berguna sampai paling malang di antara segala manusia. Jika berada di aliran sungai Babel hanya seperti binatang tak berakal, bodoh, miskin di hadapan Tuhan. Akhirnya berada di aliran sungai Efrat, perang terus, permusuhan terus, iri, benci sampai membunuh/ kebencian tanpa alasan, seperti binatang buas.

Jadi, ketiga macam arus sebesar sungai dari mulut naga membuat manusia di dunia ini hidupnya tidak berguna, paling malang, seperti binatang tak berakal, sampai seperti binatang buas/ setan tritunggal, sehingga hidup di dalam kutukan, letih lesu, beban berat, susah payah, sampai hukuman kebinasaan. Hidupnya hanya meminum anggur asam bercampur empedu, hidup pahit getir sampai binasa.

Tentu Tuhan tidak rela kalau manusia ciptaan-Nya hanya seperti binatang buas, seperti setan tritunggal, hidupnya hanya meminum anggur asam bercampur empedu, hidup dalam kutukan dosa sampai kebinasaan.

Apa yang dilakukan Tuhan?
Yohanes 19:28-30
19:28 Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia -- supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci -- : "Aku haus!"
19:29 Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.
19:30 Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

Oleh sebab itu, jalan satu-satunya adalah Yesus harus rela:
  1. Meminum anggur asam bercampur empedu di kayu salib sampai berkata "Sudah selesai."
    Artinya Yesus menanggung, menyelesaikan semua anggur asam bercampur empedu (kutukan dosa, hukuman dan kebinasaan) yang harusnya diminum manusia berdosa.

  2. Mati di kayu salib, tetapi bangkit dari antara orang mati.
    Wahyu 5:4-9
    5:4 Maka menangislah aku dengan amat sedihnya, karena tidak ada seorangpun yang dianggap layak untuk membuka gulungan kitab itu ataupun melihat sebelah dalamnya.
    5:5 Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya."
    5:6 Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.
    5:7 Lalu datanglah Anak Domba itu dan menerima gulungan kitab itu dari tangan Dia yang duduk di atas takhta itu.
    5:8 Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus.
    5:9 Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.

    Ini adalah untuk membukakan rahasia firman Allah, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat lain dalam Alkitab/ firman pengajaran yang benar.

    Yohanes 15:3
    15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

    Wahyu 22:11
    22:11 Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!"

    Jadi, dari mulut Yesus keluar sebilah pedang tajam/ firman pengajaran yang menghasilkan arus/ aliran penyucian yang semakin deras, semakin dahsyat, semakin jelas, untuk menyucikan gereja Tuhan secara bertambah-tambah/ meningkat. Sampai gereja Tuhan tampil tidak bercacat-cela seperti perempuan dengan matahari, bulan, dan bintang, tidak ada kegelapan, sehingga tidak terpengaruh oleh arus/ aliran dari mulut naga.

    Yohanes 16:7
    16:7 Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

    Yesus harus rela mati, bangkit, dan naik ke Sorga untuk mencurahkan Roh Kudus kepada kita.
    Roh Kudus = anggur manis, untuk menggantikan anggur asam bercampur empedu. Anggur manis adalah kebahagiaan Sorga yang tidak bisa dipengaruhi oleh apa pun di dunia. Dan juga mulut Yesus menghembuskan sampai menyemburkan sungai air kehidupan.

    Hasilnya:
    • Mulut Yesus menghembuskan Roh Kudus untuk pengutusan kepada murid-murid.
      Yohanes 20:21-23
      20:21 Maka kata Yesus sekali lagi: "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu."
      20:22 Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus.
      20:23 Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada."

      Jika Yesus menghembusi dengan Roh Kudus, maka murid-murid/ kita mendapatkan urapan Roh Kudus yang membuat kita insaf akan dosa-dosa, sehingga kita bisa saling mengaku saling mengampuni. Darah Yesus menghapus dosa, sehingga kita memiliki hati suci dan damai sejahtera, semua enak dan ringan.
      Murid-murid/ kita mendapatkan jabatan pelayanan dan karunia-karunia. Kita diangkat menjadi imam dan raja sehingga layak untuk melayani Tuhan sesuai jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan. Kita mendapat kemampuan/ karunia ajaib dari Roh Kudus sehingga pelayanan kita berkenan dan tidak terbatas oleh apa pun juga.

    • Mulut Yesus meniupkan Roh Kudus bagaikan angin keras = kepenuhan Roh Kudus. Kita bisa berbahasa Roh seperti yang Roh Kudus ajarkan, menarik hadirat Imam Besar di tengah kita.
      Kisah Rasul 2:1-4
      2:1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
      2:2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
      2:3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
      2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

      Roh Kudus memberi kekuatan ekstra sehingga kita kuat teguh hati menghadapi keadaan dunia akhir zaman yang penuh goncangan. Kita bisa kuat dan teguh hati menantikan kedatangan Yesus kedua kali. Kuat teguh hati artinya tidak kecewa, tidak putus asa, tidak tinggalkan Tuhan, tidak terpisah dari Tuhan apa pun yang kita hadapi. Tetapi kita tetap pegang teguh dan taat dengar-dengaran pada firman pengajaran benar dan kita tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sapai Tuhan datang. Kita hanya percaya berharap Tuhan, tidak bergantung pada yang lain di dunia.

    • Mulut Yesus yang duduk di takhta sorga menyemburkan sungai air kehidupan Roh Kudus.
      Wahyu 22:1
      22:1 Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

      Yehezkiel 47:8-10
      47:8 Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar,
      47:9 sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.
      47:10 Maka penangkap-penangkap ikan penuh sepanjang tepinya mulai dari En-Gedi sampai En-Eglaim; daerah itu menjadi penjemuran pukat dan di sungai itu ada berjenis-jenis ikan, seperti ikan-ikan di laut besar, sangat banyak.

      Dunia akhir zaman bagaikan padang pasir, bagaikan laut mati, dikuasai oleh setan sehingga tidak ada kehidupan jasmani maupun rohani. Ini supaya manusia bergantung kepada antikris/ menyembah antikris.
      Oleh sebab itu, Tuhan menyemburkan sungai air kehidupan di tengah padang gurun dunia ini, untuk memberi kehidupan secara jasmani. Artinya Roh Kudus mampu memelihara kehidupan jasmani kita yang kecil dan tak berdaya di tengah ketandusan dunia, secara ajaib, secara berlimpah, sampai zaman antikris berkuasa di bumi tiga setengah tahun. Roh Kudus juga memberikan kehidupan secara rohani, sehingga kita tetap hidup benar, hidup suci ditengah aliran-aliran sungai Nil, sungai Babel, sungai Efrat yang disemburkan naga.

      Sungai air kehidupan Roh Kudus sanggup memberikan kepuasan Sorga kepada kita yang berlimpah-limpah, sehingga kita bisa bersaksi kepada hati yang kering, kehidupan yang kering. Sehingga kita tidak perlu lagi mencari kepuasan di dunia yang membuat kita jatuh di sungai Nil, sungai Babel, sungai Efrat.

      Sungai air kehidupan memandikan/ membaharui kita sampai jernih seperti kristal, transparan. Kita menjadi jujur, sama dengan menjadi rumah doa. Maka mujizat jasmani juga terjadi, yang mati menjadi hidup, yang mustahil menjadi tidak mustahil. Sampai saat Yesus datang kedua kali, kita diubahkan sempurna seperti Dia, tidak salah dalam perkataan. Hanya ada sorak-sorai "Haleluya" sampai ke awan-awan permai, sampai ke takhta Sorga selama-lamanya.



Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Raya Malang, 25 Februari 2024 (Minggu Pagi)
    ... tubuh di dunia sampai benar-benar meninggal dunia atau mati dalam kiamat dan tetap mati sampai tahun. Sesudah itu baru dibangkitkan untuk dimasukkan ke dalam neraka binasa selamanya bersama setan antikris dan nabi palsu. Oleh sebab itu kita harus menggunakan waktu selama hidup di dunia untuk berpindah dari maut kepada hidup. ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 03 Februari 2010 (Rabu Sore)
    ... Orang yang tidak setia dalam ibadah pelayanan ia adalah saudara dari si perusak. Artinya merusak tubuh Kristus dan bukan membangun tubuh Kristus malah membangun tubuh babel. Akibatnya ketinggalan saat Yesus datang kedua kali dan binasa untuk selama-lamanya. Yohanes Kita harus setia bijaksana dalam ibadah pelayanan sampai dimana Yesus berada disitu ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 05 Mei 2022 (Kamis Sore)
    ... dan sesama memberi minum Yesus di kayu salib dengan anggur asam bercampur empedu. Jika kita sudah diampuni jangan berbuat dosa lagi. Kita bertobat dan hidup benar. Maka kita akan menerima Roh Kudus yang tidak pernah kering mata air yang memancar ke atas sampai kepada hidup kekal. Roh Kudus yang menolong kita ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014 (Minggu Sore)
    ... menghadapi berbagai macam halangan dan rintangan dalam melayani Tuhan sehingga kita tidak kecewa putus asa dan meninggalkan Tuhan. Dalam melayani Tuhan tentu banyak halangan dan rintangannya. Contohnya Rasul-rasul dibelenggu dimasukkan dalam penjaran dan sebagainya. Halangan yang kita hadapi juga bermacam-macam dalam ekonomi dan sebagainya . memberi kekuatan untuk bisa menantikan ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 17 Desember 2014 (Rabu Sore)
    ... gomer untuk tiap-tiap orang dan datanglah semua pemimpin jemaah memberitahukannya kepada Musa. Pada hari keenam bangsa Israel memungut manna dua gomer dua kali lipat gomer untuk hari keenam dan gomer untuk hari ketujuh hari Sabat di mana tidak boleh ada orang yang bekerja . Hari keenam menunjuk pada akhir zaman. hari tahun ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 12 Januari 2017 (Kamis Sore)
    ... supaya ada hadirat Tuhan. Bilangan Sebagai barisan penutup semua laskar itu berangkatlah laskar yang di bawah panji-panji bani Dan menurut pasukan mereka yang mengepalai laskar itu ialah Ahiezer bin Amisyadai Kegiatan penyembahan. Wahyu maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu dan ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 18 Maret 2015 (Rabu Sore)
    ... sebagai satu-satunya Juruselamat yang mampu menyelamatkan kehidupan kita. Ini sudah harus mantap didalam kehidupan kita. Di luar Yesus Kristus tidak ada jaminan keselamatan. Kalau masih ragu terhadap Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat maka keselamatan kita juga masih diragukan. Yang kedua kita harus bertobat yaitu berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan kembali kepada ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 04 Oktober 2017 (Rabu Sore)
    ... kali kita termasuk gembala-gembala biasa untuk tidak beribadah melayani Tuhan tidak setia dan tidak menyesal tidak merasa bersalah tidak merasa berbuat dosa kalau tidak beribadah melayani Tuhan. Ini kehidupan yang buta rohani lupa akan pengampunan dosa. Setelah itu sengaja tidak beribadah dan melayani Tuhan. Artinya Tidak beribadah dan melayani Tuhan dengan ...
  • Ibadah Doa Malam Surabaya, 12 April 2019 (Jumat Malam)
    ... dalam kesucian. Pedang firman menyucikan kita mulai dari hati dan pikiran--pusat kehidupan rohani. Kalau hati disucikan seluruh hidup kita juga disucikan. Markus - . sebab dari dalam dari hati orang timbul segala pikiran jahat percabulan pencurian pembunuhan . perzinahan keserakahan kejahatan kelicikan hawa nafsu iri hati hujat kesombongan kebebalan . 'pikiran jahat' termasuk ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 27 Februari 2011 (Minggu Sore)
    ... binasa TEPAT TAHUN Yesus datang sebagai Anak Domba Allah yang disembelih untuk menyelamatkan manusia berdosa yang sudah busuk memulihkan buli-buli tanah liat yang sudah hancur lebur sudah dijelaskan di ibadah sebelumnya . mencurahkan Roh Kudus Roh Kemuliaan supaya buli-buli tanah liat bisa diubahkan menjadi buli-buli emas kita menjadi manusia sempurna ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.