English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 10 September 2013 (Selasa Sore)
Siaran Tunda Ibadah Doa Surabaya

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:20b

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session I, 08 Oktober 2009 (Kamis Malam)
Dalam kitab Keluaran 1 ada dua rencana yang besar:
Keluaran...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 23 Desember 2008 (Selasa Siang)
Keluaran 3:2, malaikat Tuhan menunjuk pada pribadi Tuhan sendiri. Semak duri yang menyala...

Ibadah Doa Surabaya, 06 Mei 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 18 Agustus 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 18 Februari 2012 (Sabtu Sore)
Lukas 1:34-38
1:34 Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 13 Agustus 2009 (Kamis Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman: Zaman Allah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 03 Maret 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:21-22
3:21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama...

Ibadah Raya Malang, 01 April 2012 (Minggu Pagi)
Matius 26:69-75 berjudul Petrus menyangkal Yesus.

Tiga kali Petrus menyangkal Yesus:
Ayat...

Ibadah Raya Malang, 17 Mei 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. 

Wahyu 3:2-3
3:2 Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 November 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 24 Januari 2020 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih...

Ibadah Doa Surabaya, 23 November 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih...

Ibadah Persekutuan Medan III, 23 Juni 2010 (Rabu Pagi)
Wahyu 19: 9
19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin...

Ibadah Raya Malang, 19 Juli 2020 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 11:15-19 bicara tentang bunyi sangkakala yang ketujuh atau nafiri yang...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Malang, 21 Juni 2009 (Minggu Pagi)

IBADAH PENYERAHAN ANAK
Mazmur 128:1-6, ada 3 oknum yang menentukan keberhasilan dan kebahagiaan rumah tangga, yaitu:
  1. Suami yang takut akan Tuhan.
    Artinya taat dengar-dengaran pada firman Tuhan sehingga tidak jatuh dalam dosa.
    Suami yang takut akan Tuhan bisa menjalankan fungsi sebagai kepala, dan menjadi aliran bagi tubuh baik jasmani maupun rohani (aliran kebenaran, aliran kesucian).
    Suami yang mengambil keputusan dalam rumah tangga berdasarkan firman, bukan sewenang-wenang.

  2. Istri seperti pohon anggur yang subur.
    Kalau suami takut akan Tuhan, maka istri akan seperti pohon anggur. Pohon anggur ini tidak bisa berdiri sendiri, tetapi harus bergantung pada para-para. Artinya istri harus bergantung sepenuh kepada Tuhan Yesus, juga bergantung sepenuh kepada suami, tunduk kepada suami dalam perkara jasmani dan rohani. Makan pohon anggur akan berbuah manis.

  3. Anak seperti tunas pohon zaitun.
    Kalau suami takut akan Tuhan dan istri seperti pohon anggur yang berbuah manis, maka anak-anak akan betah di rumah. Anak seperti tunas pohon zaitun berarti anak-anak rela menderita daging, rela diperas, untuk menghasilkan minyak untuk pelita, sehingga pelita tetap menyala dan bisa menembusi kegelapan di akhir zaman.
Hasilnya adalah Tuhan memberkati sampai anak cucu, Tuhan memberikan kebahagiaan sampai di Yerusalem Baru.

IBADAH RAYA
Matius 24:32-35 = NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL.
Dalam Alkitab, pohon ara ini ditampilkan dari jaman ke jaman:
  1. jaman Allah Bapa = menampilkan pohon ara di taman Eden.
  2. jaman Allah Anak = menampilkan pohon ara di pinggir jalan.
  3. jaman Allah Roh Kudus = menampilkan nubuat tentang pohon ara.
Ad. 2. POHON ARA DI PINGGIR JALAN
Matius 21:18-19, Yesus lapar artinya Yesus rindu dipuaskan lewat ibadah pelayanan yang berbuah-buah, yang memuaskan Tuhan. Di sini Yesus menemukan pohon ara yang sudah berdaun, tapi tidak berbuah, artinya kehidupan Kristen yang sudah berdaun, beribadah melayani, tetapi tidak memuaskan Tuhan, tidak berkenan kepada Tuhan. Akibatnya adalah kering rohaninya, tidak puas hidupnya. Kalau tidak puas dalam ibadah pelayanan, nanti akan tidak puas dalam nikah, sehingga mencari kepuasan-kepuasan di dunia dan jatuh dalam dosa, kering rohani, sampai masuk kebinasaan.

Mengapa pohon ara sudah berdaun tapi tidak berbuah?
Sebab pohon ara ditanam di tepi jalan = tidak tergembala, artinya:
  • Kristen jalanan, beredar-edar,
  • tidak tekun dalam kandang penggembalaan, tidak tekun dalam 3 macam ibadah pokok,
  • tidak taat dengar-dengaran pada firman penggembalaan.
Seharusnya pohon ara jika mau berbuah harus ditanam di Bait Allah (menurut Mazmur 92), ditanam di tepi aliran air (menurut Yeremia 17), yaitu tergembala.

Lukas 13:6-9, tetapi hati-hati, ada pohon ara yang sudah ditanam di kebun anggur tetapi belum berbuah selama 3 tahun. Ini menunjuk pada kehidupan yang sudah tergembala dalam pengajaran mempelai (kebun anggur), tetapi belum berbuah.

Kisah Rasul 20:28,31-32.
Firman penggembalaan dalam Kabar Mempelai adalah firman kasih karunia yang dipercayakan Tuhan pada seorang gembala untuk disampaikan dalam sidang jemaat dengan setia dan berulang-ulang, supaya sidang jemaat mengalami penyucian dan keubahan hidup sampai berbuah-buah, sampai buah tertinggi, yaitu buah Mempelai.

Jika gembala memberi makan sidang jemaat dengan firman penggembalaan, maka sebenarnya sidang jemaat sedang menerima kasih karunia Tuhan. Di luar kasih karunia, yang ada hanya penderitaan, kutukan, dan kebinasaan.

Angka 3 tahun di sini adalah batas waktu pekerjaan firman penggembalaan untuk menyucikan sidang jemaat sampai bisa menghasilkan buah Mempelai.

Ada perbedaan antara pohon ara di pinggir jalan dan pohon ara di kebun anggur. Begitu habis waktunya, kalau pohon ara di pinggir jalan tidak berbuah, maka seketika itu juga langsung dikutuk oleh Tuhan. Tetapi pohon ara di kebun anggur masih mendapat perpanjangan sabar satu tahun, lewat doa penyautan seorang gembala (penunggu kebun anggur).

Ibrani 13:17.
Tugas pokok gembala:
  1. Memberi makan domba.
  2. Berjaga-jaga, menaikkan doa penyautan dengan tanggung jawab.
Tugas pokok sidang jemaat:
  1. Makan firman penggembalaan.
  2. Jangan membuat gembala berkeluh kesah.
    Yang membuat gembala berkeluh kesah adalah kalau jemaat tidak taat pada firman penggembalaan. Kalau gembala berkeluh kesah, maka akan merugikan sidang jemaat sendiri.
Lukas 13:8-9.
Mencangkul tanah = firman penggembalaan menyucikan hati kita dari akar-akar yang tidak baik, ini yang menyebabkan tidak berbuah.

Ada 2 macam akar yang tidak baik:
  1. 1 Timotius 6:10, akar kejahatan = cinta akan uang, terikat akan uang.
    Prakteknya adalah:
    1. Mencari uang dengan cara tidak halal.
    2. Kikir, tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan.
    3. Serakah, merampas atau mencuri milik Tuhan, yaitu perpuluhan dan persembahan khusus.

    Kisah Rasul 20:31,33, firman penggembalaan mampu menyucikan hati kita dari akar-akar kejahatan, sehingga bisa berkata 'lebih berbahagia memberi daripada menerima'. Ini berarti sudah berbuah. Dimulai dari mengembalikan perpuluhan dan persembahan khusus, lanjut memberi untuk pekerjaan pembangunan tubuh Kristus.

    Hagai 2:7-8, pembangunan tubuh Kristus justrus terjadi di bumi ini saat bumi dalam kegoncangan/krisis. Mengapa Tuhan ijinkan ini?
    1. Supaya pemberian kita ada tanda darah.
    2. Supaya kita bergantung sepenuh pada kemurahan Tuhan.
    Saat kita sibuk, krisis waktu, berikan kepada Tuhan, itu ada tanda darah.

  2. Yesaya 5:24, akar busuk, karena menolak firman pengajaran yang benar.
    Matius 26:23-25, Yudas ini menolak firman (mengantuk, bosan, tidak taat dengar-dengaran).
    Matius 25:6, yang dibutuhkan di tengah malam menyongsong kedatangan Tuhan kedua kali adalah Kabar Mempelai. Kalau menolak Kabar Mempelai, maka seperti Yudas akan jatuh dalam kegelapan malam, artinya jatuh dan tertidur, pasif rohaninya = tidak setia dan tidak berkobar-kobar lagi dalam ibadah pelayanan. Jatuh dalam kegelapan malam juga berarti mabuk rohani, artinya:
    1. Merasa benar sendiri, sehingga selalu menyalahkan orang lain, bahkan menyalahkan Tuhan.
    2. Jatuh dalam dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan.

    Matius 24:12, salah satu praktek kedurhakaan adalah bersungut-sungut dan berbantah-bantah.
    Bilangan 16:8-12,30, bersungut-sungut ini dalam 2 hal:
    1. Dalam pelayanan.
      Pelayanan tubuh Kristus ini mulai dari di rumah tangga, penggembalaan, antar penggembalaan. Kalau banyak bersungut-sungut, yang ada adalah kemerosotan.

    2. Dalam penderitaan.
      Yakobus 5:7,9-11, kalau bersungut-sungut dalam penderitaan, akan dihukum oleh Tuhan, langsung berhadapan dengan Hakim yang adil.

    Tetapi kalau mau dibina oleh Kabar Mempelai, maka sikap dalam pelayanan akan bisa bersyukur, dan dalam penderitaan bisa:
    1. Seperti bayi Musa yang hanya berseru menangis kepada Tuhan. Kalau menangis, menyembah Tuhan, maka yang datang adalah Imam Besar mengulurkan tangan kemurahan dan kebaikanNya untuk mengangkat kita dari segala kemerosotan (Keluaran 2:6). Bahkan Tuhan mampu memberikan masa depan yang indah, anak budak bisa menjadi anak raja.

    2. Seperti Ayub (Ayub 42:5-6) yang merasa hanya debu dan tanah liat, hanya berharap pada Tuhan, tidak mampu dan tidak berdaya, banyak kesalahan dan kekurangan. Maka hasilnya adalah Tuhan memulihkan segala sesuatu secara dobel, jasmani dan rohani. Untuk menjadikan kita menjadi ciptaan semula, sampai menjadi sama mulia, mempersembahkan buah Mempelai.
Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top