English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 04 Januari 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 29-31
= keadaan pada masa kedatangan Yesus yang kedua kali.Menghadapi badai dasyat, hanya bisa...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Oktober 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 36-46= GETSEMANE.
'Getsemane'= tempat pemerasan.
Di Getsemane, Yesus mengalami pemerasan daging (sengsara daging tanpa dosa= percikan darah).
Di akhir jaman, gereja Tuhan juga harus mengalami pemerasan daging (sengsara...

Ibadah Raya Surabaya, 29 Juli 2012 (Minggu Sore)
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai...

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 21 Oktober 2014 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 25:18-20
25:18 Dan haruslah kaubuat dua...

Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 12 Oktober 2010 (Selasa Siang)
PENGAJARAN MEMPELAI
Keluaran 31:18
31:18 Dan TUHAN memberikan...

Ibadah Doa Surabaya, 22 September 2010 (Rabu Sore)
Matius 25: 16-30= sikap terhadap talenta.
SIKAP TUHAN TERHADAP TALENTA
Matius 25: 19, 27
25:19. Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu...

Ibadah Doa Surabaya, 27 Januari 2010 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding Matius 6: 9-10
"Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, dikuduskanlah...

Ibadah Doa Surabaya, 14 Oktober 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Session I Malang, 05 September 2013 (Kamis Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Ukuran penyembahan adalah kesucian. Tanpa kesucian, maka doa penyembahan...

Ibadah Raya Malang, 21 Desember 2008 (Minggu Pagi)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada waktu kedatangan Yesus kedua kali, yaitu terjadi kegoncangan...

Ibadah Doa Surabaya, 04 Maret 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 29-31
= keadaan pada waktu kedatangan Tuhan yang kedua kali. Kita masih membahas ayat 30.
=...

Ibadah Doa Malang, 06 Desember 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:8a
4:8 Dan keempat makhluk itu...

Ibadah Raya Surabaya, 20 Februari 2011 (Minggu Sore)
Matius 26= menunjuk pada buli-buli emas berisi manna= keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia sempurna seperti Yesus.

ay. 6-13=...

Ibadah Paskah Persekutuan Surabaya, 15 April 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat hari Paskah, selamat mendengarkan Firman...

Ibadah Paskah Surabaya, 12 April 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 29-31 adalah keadaan pada waktu kedatangan Yesus kedua kali, yaitu:
ay. 29=...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 01 Juni 2013 (Sabtu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 4:16-30 berjudul "Yesus ditolak di Nazaret".
Mengapa orang Nazaret menolak Yesus?
  1. Sebab orang Nazaret tidak percaya atau menolak firman nubuat yang disampaikan oleh nabi Yesaya tentang kedatangan Yesus pertama kali.
  2. Sebab orang Nazaret tidak percaya kepada Yesus sebagai Anak Allah. Mereka menganggap Yesus hanya sebagai anak Yusuf tukang kayu, sebagai manusia biasa.
    Lukas 4:22
    4:22 Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: "Bukankah Ia ini anak Yusuf?"

Itu sebabnya, Tuhan beralih pada bangsa Kafir.
Lukas 4:25-30
4:25 Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.
4:26 Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon.
4:27 Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu."

4:28 Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu.
4:29 Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu.
4:30 Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.

Maka akan terbuka kesempatan bagi bangsa Kafir untuk percaya Yesus dan diselamatkan.

Roma 11:25
11:25 Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegar sampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.

Contohnya adalah banyak janda di Israel, tetapi yang ditolong justru janda Sarfat yang adalah bangsa Kafir seperti kita. Kalau bangsa Kafir masih mengeraskan hati, maka akan terhilang untuk selamanya. Kita harus berhati-hati.

1 Raja-raja 17:7-16
17:7 Tetapi sesudah beberapa waktu, sungai itu menjadi kering, sebab hujan tiada turun di negeri itu.
17:8 Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia:
17:9 "Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan."
17:10 Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: "Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum."
17:11 Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: "Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti."
17:12 Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati."
17:13 Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.
17:14 Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi."
17:15 Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.
17:16 Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.

Janda Sarfat ini adalah bangsa Kafir yang mengalami lawatan dan pertolongan dari Tuhan. Mengapa?
  1. Sebab janda Sarfat memiliki segenggam tepung dan sedikit minyak.
    Tepung menunjuk pada firman Allah, minyak menunjuk urapan Roh Kudus.
    Jadi, tepung dan minyak menunjuk pada firman Allah dalam urapan Roh Kudus.

    Satu genggam menunjuk ukuran jantung manusia.
    Memiliki segenggam tepung dan sedikit minyak artinya kita harus mendengar firman dalam urapan Roh Kudus sampai mengerti firman, sampai percaya dan yakin pada firman. Maka firman akan masuk dalam jantung hati kita.

    Tuhan melihat isi jantung hati kita. Kalau jantung hati diisi firman dalam urapan Roh Kudus, maka ada harapan kehidupan kita mengalami lawatan Tuhan.

    Genggaman juga menunjuk pada tangan.
    Jadi, firman harus dipraktekkan. Kita harus memegang firman, maka Tuhan juga akan memegang kita. Kita hidup dalam genggaman tangan Tuhan.

    Untuk praktek firman memang harus membayar harga yang mahal dan sakit bagi daging. Kalau tidak kuat, maka kita harus memandang korban Kristus yang sudah taat sampai mati di kayu salib.
    Kalau tidak taat dan tidak dengar-dengaran, maka harus membayar harga yang lebih mahal, yaitu kegagalan dan kehancuran jasmani dan rohani, sampai kebinasaan. Contohnya adalah Saul yang mendahului mempersembahkan korban sebelum Samuel datang. Mungkin kelihatan baik menurut manusia, tetapi tidak cocok dengan firman. Akibatnya Saul harus membayar harga yang lebih mahal, dia kehilangan roh Tuhan, kehilangan kerajaannya, sampai binasa selamanya.


  2. Mengumpulkan dua tiga potong kayu api, artinya rela mengalami pembakaran atau nyala api siksaan, sengsara bersama Yesus.
    1 Petrus 4:12-14
    4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
    4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
    4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.


    Saat mengalami nyala api siksaan, maka Roh Kudus atau Roh kemuliaan ada pada kita. Roh Kudus membuat kita bertahan bahkan bahagia dalam penderitaan, sampai roti bundar kecil menjadi matang dan menyenangkan Tuhan.

    1 Raja-raja 17:12
    17:12 Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati."

    Apa yang dibakar?
    • Semua yang tidak berkenan pada Tuhan, semua yang memilukan hati Tuhan. Ini yang menyebabkan roti mentah.
      Yang memilukan Tuhan adalah dosa-dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan-minum dan dosa kawin-mengawinkan.
    • Tabiat egois, hanya memikirkan diri sendiri.
    • Tabiat kuatir, bimbang.
    Ini semua harus dibakar supaya bisa mempersembahkan roti bundar kecil yang matang, yang memuaskan dan menyenangkan hati Tuhan. Maka Tuhan pasti memuaskan dan menyenangkan kita.

Janda Sarfat dan anaknya tidak punya apa-apa, hanya ada segenggam tepung dan sedikit minyak, tetapi mereka bisa mempersembahkan roti bundar kecil yang matang dan memuaskan Tuhan. Hasilnya adalah:
  • Tangan kemurahan Tuhan sanggup memelihara kita di tengah dunia yang sulit, sampai memelihara kita di jaman antikris selama 3.5 tahun.
  • Tangan kemurahan Tuhan juga sanggup menghidupkan apa yang sudah mati, menghapus segala kemustahilan, sekaligus memberikan masa depan yang indah, berhasil, dan bahagia. Kita mengalami kepuasan dan kebahagiaan Surga sehingga tidak jatuh dalam kepuasan semu di dunia.
  • Tangan kemurahan Tuhan sanggup menyucikan dan mengubahkan kehidupan kita sehingga menghasilkan buah-buah Roh.
    Yakobus 5:17-18
    5:17 Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan.
    5:18 Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumipun mengeluarkan buahnya.

    Galatia 5:22-23
    5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
    5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

    Sembilan buah roh ini adalah tabiat Allah Tritunggal. Mulai dari buah kasih, kita mengasihi Tuhan lebih dari semua (taat pada Tuhan), mengasihi orang tua (taat pada orang tua), dan mengasihi sesama. Kita disempurnakan seperti Yesus dan layak untuk menyambut kedatanganNya kedua kali di awan-awan yang permai. 



Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top