English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 11 Desember 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:36-46 adalah tentang GETSEMANI.

Matius 26:36, 40
26:36. Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya...

Ibadah Doa Malang, 21 September 2010 (Selasa Sore)
Matius 25:14-30 adalah perumpamaan tentang talenta.
Matius 25:14-15, jika kita yang tadinya manusia berdosa bisa melayani...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 12 Desember 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:28-29
9:28 Kira-kira delapan hari sesudah segala...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 Agustus 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman: Zaman Allah...

Ibadah Raya Surabaya, 08 Juli 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 24 Juli 2019 (Rabu Sore)
Dari rekaman ibadah doa di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 24 April 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:21
14:21 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada...

Ibadah Kaum Muda Malang, 25 Oktober 2008 (Sabtu Sore)
Markus 12: 18, ajaran Saduki adalah ajaran yang mengajarkan bahwa tidak ada kebangkitan,...

Ibadah Doa Surabaya, 17 Februari 2016 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdm. Youpri Ardiantoro

Puji TUHAN, salam sejahtera, selamat sore, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN kita, Yesus...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 22 Mei 2012 (Selasa Sore)
Matius 27 menunjuk 7 percikan darah di atas tabut perjanjian.
Sekarang artinya sengsara...

Ibadah Natal di Jatipasar, 23 Desember 2011 (Jumat Pagi)
Tema: Wahyu 19:9
19:9 Lalu ia berkata kepadaku:...

Ibadah Raya Malang, 26 Oktober 2008 (Minggu Pagi)
Matius 24: 28, adalah sikap gereja Tuhan untuk menanti kedatangan Tuhan kedua kali,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 28 April 2020 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 11:6
11:6. Mereka mempunyai kuasa menutup langit, supaya jangan...

Ibadah Doa Malang, 01 April 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:10,12
1:10 Pada hari Tuhan aku...

Ibadah Raya Surabaya, 30 Januari 2011 (Minggu Sore)
Tema ibadah di Medan
Wahyu 19: 9
19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Malang, 22 Maret 2020 (Minggu Pagi)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 11:3,1
11:3. Dan Aku akan memberi tugas kepada dua saksi-Ku, supaya mereka bernubuat sambil berkabung, seribu dua ratus enam puluh hari lamanya.
11:1. Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya.

Tongkat pengiukur menunjuk pada firman penggembalaan yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada sidang jemaat dengan setia, teratur, berkesinambungan, dan diulang-ulang, untuk menjadi makanan rohani dan menumbuhkan kerohnian bagi sidang jemaat.
Tongkat pengukur juga mengukur kerohanian sidang jemaat dan persekutuan mulai dari nikah, dan mengukur mezbah/ ibadah pelayanan sampai mencapai ukuran Tuhan yaitu pintu tirai terobek, daging tidak bersuara lagi, sehingga terlihat tabut perjanjian. Kita mencapai kesempurnaan.

Wahyu 11:2
11:2. Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."

Ini adalah hamba/ pelayan Tuhan yang tidak memenuhi ukuran Tuhan, berarti pintu tirai belum terobek (daging masih bersuara).
Suara daging yang banyak adalah bimbang, tidak taat, dan tidak setia.
Akibatnya adalah harus masuk aniaya antikris yang berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun, mengalami siksaan sampai dipancung kepalanya untuk memenuhi ukuran Tuhan yaitu daging tidak bersuara lagi. Saat Tuhan datang kembali kedua kali, ia akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan untuk menyambut kedatangan Tuhan kedua kali.
Tetapi posisi ini sangat riskan, karena banyak yang menyangkal Tuhan.

Oleh karena itu Tuhan mengutus dua orang saksi (ayat 3).
Wahyu 11:6
11:6. Mereka mempunyai kuasa menutup langit, supaya jangan turun hujan selama mereka bernubuat; dan mereka mempunyai kuasa atas segala air untuk mengubahnya menjadi darah, dan untuk memukul bumi dengan segala jenis malapetaka, setiap kali mereka menghendakinya.

Dua saksi adalah Musa dan Elia.
Untuk apa?
  1. Menguatkan hamba Tuhan/ pelayan Tuhan/ anak Tuhan yang tertinggal pada masa antikris berkuasa di bumi, supaya mereka tidak menyembah antikris, tidak menyangkal Yesus, tetapi tetap menyembah Yesus sekalipun disiksa sampai dipancung kepalanya. Ia mati syahid, tetapi saat Yesus datang kembali ia akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

  2. Bagi kita sekarang, dua saksi memang belum turun, tetapi untuk menguatkan kita sekarang ini yang sedang menghadapi kegoncangan-kegoncangan yang tidak bisa dipikirkan, sampai menghadapi masa pra aniaya antikris, supaya tidak menyangkal Yesus. Jangan berhenti beribadah, tetapi kita menjadi saksi Tuhan di mana-mana, bukan hanya menerima kesaksian. Serta kita banyak menyembah Tuhan.

    Kalau sekarang kita sudah menjadi saksi, kita tidak perlu lagi kesaksian Musa dan Elia di zaman antikris.

Mengapa Musa dan Elia yang dipakai oleh Tuhan menjadi saksi-Nya untuk menghadapi penyembahan antikris? Karena Musa memiliki pengalaman menghadapi orang Israel yang menyembah anak lembu emas. Saat ini kita belajar tentang Musa.

Keluaran 32:4,9,17-18
32:4. Diterimanyalah itu dari tangan mereka, dibentuknya dengan pahat, dan dibuatnyalah dari padanya anak lembu tuangan. Kemudian berkatalah mereka: "Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!"
32:9. Lagi firman TUHAN kepada Musa: "Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk.
32:17. Ketika Yosua mendengar suara bangsa itu bersorak, berkatalah ia kepada Musa: "Ada bunyi sorak peperangan kedengaran di perkemahan."
32:18. Tetapi jawab Musa: "Bukan bunyi nyanyian kemenangan, bukan bunyi nyanyian kekalahan--bunyi orang menyanyi berbalas-balasan, itulah yang kudengar."

Anak lembu emas menunjuk pada kekerasan hati, sehingga bangsa Israel mengalami suam-suam rohani, tidak kalah dan tidak menang, yang akan mengarah pada penyembahan berhala, sekarang menunjuk pada penyembahan antikris. Hati-hati!
Itulah cara kerja antikris. Manusia dibuat keras hati, sehingga suam rohani, dan akhirnya menyembah antikris.

Kalau ada iri hati dan kebencian bisa salah pilih. Hati-hati, jangan salah pilih dalam hal apapun juga: pekerjaan, jodoh dan sebagainya, apalagi Tuhan. Harus sungguh-sungguh dengan kelembutan. Tuhan tolong kita semua.

Praktik suam-suam rohani:
  1. Tidak dingin dan tidak panas.
    Wahyu 3:14-17
    3:14. "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah:
    3:15. Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!
    3:16. Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.
    3:17. Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,

    Tidak dingin = tidak ada damai sejahtera tetapi iri, dendam, dan kebencian tanpa alasan.
    Tidak panas = tidak setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan atau kelihatan seperti datang beribadah tetapi sudah tidak berkobar terutama saat mendengar firman.

    Orang yang suam rohani hanya puas dengan perkara-perkara jasmani, bangga dengan berkat jasmani, mengutamakan berkat jasmani lebih dari pada pemberitaan firman.
    Orang semacam ini satu waktu akan kecewa saat belum diberkati atau saat menghadapi pra aniaya antikris, ia akan tinggalkan Yesus.

    Akibatnya:
    • Dimuntahkan oleh Tuhan, artinya tidak berguna, bahkan hidupnya najis/ jijik.
    • Melarat, malang, miskin, buta, dan telanjang= kesombongan karena perkara jasmani sehingga melawan lima luka Yesus, yang membawa pada suasana kutukan sampai kebinasaan.

  2. Tidak kalah dan tidak menang.
    Keluaran 32:17-18

    32:17. Ketika Yosua mendengar suara bangsa itu bersorak, berkatalah ia kepada Musa: "Ada bunyi sorak peperangan kedengaran di perkemahan."
    32:18. Tetapi jawab Musa: "Bukan bunyi nyanyian kemenangan, bukan bunyi nyanyian kekalahan--bunyi orang menyanyi berbalas-balasan, itulah yang kudengar."

    Yosua hebat sampai bisa bersama Musa naik ke gunung, tetapi tetap harus tergembala, jangan sombong. Ini pelajaran bagi kita. Sehebat apapun orang muda secara jasmani dan rohani masih perlu dan harus digembalakan.
    Orang tua dan kita semua yang sudah berhasil, apalagi yang belum berhasil, perlu dan harus digembalakan.

    Mengapa demikian?
    • Karena kaum muda masih sering mengikuti suara daging. Yosua menganggap perang padahal berbuat dosa.
      Firman penggembalaan sanggup membendung suara daging untuk mendengar suara Tuhan sekalipun tidak cocok dengan daging. Tuhan yang tanggung jawab semuanya.

    • Karena orang-orang tua banyak menggunakan pertimbangan daging. Ia sudah tahu kalau salah, tetapi menggunakan pertimbangan daging. Karena itu perlu digembalakan. Firman penggembalaan sanggup membendung itu semua sehingga kita mengikut kehendak Tuhan sekalipun menurut kita tidak baik.

    • Karena hanya gembala yang punya karunia untuk menimbang roh. Kalau gembala sudah tidak setuju, harus ekstra hati-hati.

    Sementara Musa berjuang di atas gunung untuk menerima petunjuk mendirikan Tabernakel (pengajaran Tabernakel) dan dua loh batu (pengajaran mempelai), di bawah membangun anak lembu emas, dan tidak mengutamakan bahkan menolak firman pengajaran yang benar. Inilah kekerasan hati.
    Kalau tidak ada pedang, pasti tidak kalah dan tidak menang.

    Akibatnya:
    • Tetap mempertahankan dosa bahkan puncaknya dosa, tidak mau disucikan.

    • Timbul nyanyian berbalas-balasan= nyanyian dengan gairah kesukaan, ambisi, dan emosi daging.
      Kalau tidak mau disucikan, daging pasti muncul.

    • Penyembahan palsu, menyembah berhala tetapi berkata: 'Ini allahku.' Ini nanti banyak salah, merasa menyembah Tuhan padahal melayani dan menyembah antikris.

      Amos 8:3,11
      8:3. Nyanyian-nyanyian di tempat suci akan menjadi ratapan pada hari itu," demikianlah firman Tuhan ALLAH. "Ada banyak bangkai: ke mana-mana orang melemparkannya dengan diam-diam."
      8:11. "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN.

      Akibatnya:
      1. Nyanyian-nyanyian dalam Bait Allah akan menjadi ratapan karena kelaparan secara rohani, berarti tidak bisa mencapai nyanyian baru.
        Nyanyian baru adalah nyanyian mempelai sebagai hasil dari penyucian.

      2. Tuhan berkata: 'Enyahlah engkau, pembuat kejahatan, Aku tidak mengenal engkau.'

  3. Tidak mati dan tidak bangkit.
    Wahyu 13:1-3

    13:1. Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.
    13:2. Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.
    13:3. Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu.

    Tidak mati = tidak mati terhadap hidup lama.
    Tidak bangkit = tidak bangkit dalam hidup baru.
    Tidak mati dan tidak bangkit = tidak mengalami mujizat rohani yaitu keubahan hidup, tetapi hanya mengejar mujizat jasmani sekalipun bertentangan dengan firman. Ia beribadah tetapi menolak kuasa ibadah.

    2 Timotius 3:1-5
    3:1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
    3:2. Manusia akan mencintai dirinya sendiri(1) dan menjadi hamba uang(2). Mereka akan membual(3) dan menyombongkan diri(4), mereka akan menjadi pemfitnah(5), mereka akan berontak terhadap orang tua(6) dan tidak tahu berterima kasih(7), tidak mempedulikan agama(8),
    3:3. tidak tahu mengasihi(9), tidak mau berdamai(10), suka menjelekkan orang(11), tidak dapat mengekang diri(12), garang(13), tidak suka yang baik(14),
    3:4. suka mengkhianat(15), tidak berpikir panjang(16), berlagak tahu(17), lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah(18).
    3:5. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

    Kuasa ibadah adalah salib dan pedang. Kalau menolak salib pasti menolak pedang. Kalau menolak pedang pasti menolak salib. Harus disandang kedua-duanya. Kalau ada pedang pasti ada salib. Kalau tidak mau salib tetapi hanya ada pedang, nanti memutus telinga orang, seperti Petrus memutus telinga Malkhus.

    'masa yang sukar'= sekarang kita sudah masuk masa yang sukar. Baru kali ini ada larangan untuk berkumpul di seluruh dunia, sehingga ibadah di rumah masing-masing. Siapa tahu ini titik untuk masuk Getsemani, masa pra aniaya antikris, masa penyucian, kegerakan Roh Kudus hujan akhir. Hati-hati, Tuhan tolong di mana pun kita berada. Bukan menakut-nakuti, tetapi harus mengutamakan yang rohani.

    Tabiat pertama: egois/ mementingkan diri sendiri. Setelah itu pasti tidak taat--'lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah'.
    Contoh: Hawa.
    Dulu Israel dikasih manna, tidak mau, lalu minta daging, dan dikasih burung oleh Tuhan, tetapi masih dikunyah, mereka mati.
    Artinya tidak bisa menyembah, kering sampai mati rohani.

    Pada akhir zaman banyak hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang berkata beribadah melayani, tetapi sayang, ibadah pelayanannya palsu yaitu menolak kuasa ibadah, yaitu salib dan pedang.
    Akibatnya adalah hidupnya tidak berubah sekalipun beribadah melayani, tetap mempertahankan manusia daging dengan 18 sifat tabiatnya, dan puncaknya tidak taat. Ia dicap dengan 666 dan menjadi sama dengan antikris untuk dibinasakan selama-lamanya.

Inilah keadaan dunia akhir zaman, dan terjadi lagi pada jemaat Laodikia.

Jalan keluarnya adalah Tuhan berdiri di depan pintu dan mengetok. Artinya Tuhan menegor dengan firman pengajaran yang diulang-ulang, sama dengan firman penggembalaan, supaya kita sadar dan membuka pintu hati kita bagi Tuhan.

Wahyu 3:18-20

3:18. maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.
3:19. Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!
3:20. Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

2 Timotius 4:2
4:2. Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

Isi dari firman pengajaran yang benar:
  1. Menyatakan dosa/ kesalahan sampai yang tersembunyi dalam hati, pikiran, supaya kita sadar, menyesal, dan mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Kita mengalami pengamunan dosa dan tidak dihukum.
    Jangan salahkan orang lain terus!

  2. Menegor dengan keras, supaya kita tidak mengulangi dosa-dosa yang sudah diampuni. Kalau dosa diulangi, pengampunan akan batal.
    Kalau terus mengulangi, tegoran akan semakin keras sampai kita bisa melembut atau malah semakin keras hati dan menolak firman, sampai tidak mau mendengar firman lagi.
    Mari bertobat, kita bisa hidup benar dan suci.

  3. Nasihat. Ini adalah tuntunan tangan Tuhan supaya kita tetap hidup benar dan suci, tetap dalam kehendak Tuhan. Jangan menyimpang ke kiri atau kanan.
    Kita meningkat dalam kebenaran dan kesucian.
    Tuntunan tangan Tuhan juga memberikan jalan keluar dari masalah yang mustahil.
    Tuntunan tangan Tuhan juga menuntun kita untuk masuk kandang penggembalaan, yaitu ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:
    • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya, persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
    • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci, persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.
    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa, persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya. Sekarang nafas jasmani diserang, kita hadapi dengan nafas rohani, banyak menyembah, serahkan nafas hidup kepada Tuhan.

    Ke situlah arah dari firman pengajaran.
    Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga Setan tritunggal tidak bisa menjamah dan menyesatkan kita.
    Kandang penggembalaan adalah:
    • Tempat untuk memantapkan keselamatan, kebenaran, kesucian, dan berkat Tuhan, sampai meningkat pada kesempurnaan.

    • Tempat untuk membeli kekayaan sorgawi.
      Wahyu 3:18
      3:18. maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.

      1. Emas yang dimurnikan dalam api = meja roti sajian, ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci.
        Di dalam ibadah pendalaman Alkitab kita seperti menggali tambang emas sampai mendapatkan emas murni. Kita memang harus membayar harganya tetapi tidak sebanding dengan darah Yesus.

        Emas murni= iman, supaya kita kuat dan teguh hati menghadapi apa pun di akhir zaman, tidak kecewa, tidak putus asa, tidak menyangkal Tuhan. Kita tidak berharap pada yang lain tetapi hanya percaya dan berharap Tuhan. Kita tetap mengikut Dia.

      2. Minyak untuk melumas mata = pelita emas, ketekunan dalam ibadah raya. Di dalam ibadah raya, Roh Kudus dituangkan, supaya pelita terang dan mata bisa melihat terutama melihat ladang Tuhan.
        Artinya kita bisa setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sesuai jabatan dari Tuhan sampai garis kahir. Jangan berhenti di tengah jalan!

      3. Membeli pakaian putih = mezbah dupa emas, ketekunan dalam ibadah doa.
        Pakaian putih= pakaian kesucian. Kita semakin disucikan dan diubahkan sampai nanti menjadi pakaian putih mempelai, pakaian putih berkilau-kilauan. Daging sudah tidak kelihatan lagi. Kita sempurna seperti Yesus.

Pada kesempatan ini, Tuhan berdiri di depan pintu hati kita masing-masing. Ia mengetok pintu hati kita dengan firamn pengajaran yang benar, keras, dan diulang-ulang untuk:
  1. Membereskan segala sesuatu yang belum beres.
    Kita membereskan segala kejahatan, kenajisan, kesombongan dan sebagainya. Kita mengaku dan dibasuh oleh darah Yesus sehingga kita memiliki hati yang tenang, tidak menuduh dan tertuduh.

  2. Supaya kita bisa menyerah sepenuh kepada Tuhan, mengangkat tangan kepada Dia.
    Kita tidak tahu apa yang terjadi hari-hari ini, tetapi yang kita tahu adalah kita masih banyak kekurangan dan kelemahan. Ini yang harus kita serahkan kepada Tuhan. Kita mengangkat dua tangan kepada Tuhan.

Hasilnya:
  1. Tuhan makan bersama dengan kita.
    Wahyu 3:20
    3:20. Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.

    Artinya Tuhan mengulurkan tangan kasih-Nya untuk memeluk kita, dan kita bisa bersandar di dada-Nya.

    Yang kita tahu adalah kekurangan dan kelemahan kita, dan kita hanya butuh belas kasih Tuhan. Gunakan sungguh-sungguh!
    Tangan belas kasih Tuhan memberikan jaminan kepastian untuk hidup sekarang di dunia yang sulit sampai jaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun. Ada masa depan berhasil dan indah, sampai masuk perjamuan kawin Anak Domba, kebahagiaan bersama Tuhan.

  2. Kita menerima kuasa kemenangan karena tangan belas kasih Tuhan berperang ganti kita.
    Wahyu 3:21
    3:21. Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.

    2 Tawarikh 14:11
    14:11. Kemudian Asa berseru kepada TUHAN, Allahnya: "Ya TUHAN, selain dari pada Engkau, tidak ada yang dapat menolong yang lemah terhadap yang kuat. Tolonglah kami ya TUHAN, Allah kami, karena kepada-Mulah kami bersandar dan dengan nama-Mu kami maju melawan pasukan yang besar jumlahnya ini. Ya TUHAN, Engkau Allah kami, jangan biarkan seorang manusia mempunyai kekuatan untuk melawan Engkau!"

    Kalau tekun dalam tiga macam ibadah, kita mau disucikan, Tuhan akan mengulurkan tangan-Nya bagi kita. Hidup kita bergantung pada belas kasih Tuhan yang besar.

    Tuhan memberikan kemenangan, artnya semua masalah selesai, dan Dia yang menentukan setiap detak jantung kita.
    Yohanes 21:20-22
    21:20. Ketika Petrus berpaling, ia melihat bahwa murid yang dikasihi Yesus sedang mengikuti mereka, yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dekat Yesus dan yang berkata: "Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?"
    21:21. Ketika Petrus melihat murid itu, ia berkata kepada Yesus: "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?"
    21:22. Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku."

    Wahyu 3:21
    3:21. Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.

    Kemanangan terakhir kita disucikan dan diubahkan sampai sempurna saat Tuhan datang kembali. Kita duduk bersanding dengan Dia di takhta Sorga selamanya.

Biar kita menngangkat tangan hanya kepada Tuhan. Hidup kita dalam belas kasih-Nya. Serahkan semua. Ada kekurangan apapun, selesaikan saat ini.



Tuhan memberkati.


kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Juni 2020
    (Ibadah Kunjungan di Kandis)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top