Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19:16 19:16 Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan."

Penampilan Yesus sebagai Imam Besar adalah pada jubah dan paha-Nya tertulis suatu nama: Raja segala raja, Tuan di atas segala tuan.

Maleakhi 1:6
1:6 Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku ini bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku itu? Jika Aku ini tuan, di manakah takut yang kepada-Ku itu? firman TUHAN semesta alam kepada kamu, hai para imam yang menghina nama-Ku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menghina nama-Mu?"

Kita sebagai hamba Tuhan/ pelayan Tuhan/ imam-imam harus menghormati nama Tuhan, Tuan di atas segala tuan. Caranya adalah lewat takut akan Tuhan. Praktiknya:
  1. Takut untuk berbuat dosa = membenci dosa sampai dusta.

  2. Beribadah melayani Tuhan dengan setia dan tulus ikhlas.
    Yosua 24:14

    24:14 Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN.


    Tanpa pamrih, tetapi disertai pengorbanan.

  3. Mengalami penyucian terus-menerus.
    Maleakhi 3:1-3

    3:1 Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.
    3:2 Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu.
    3:3 Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN.

    • Lewat sabun tukang penatu = firman pengajaran yang diulang-ulang oleh seorang gembala, untuk menyucikan noda-noda pada pakaian pelayanan (dosa-dosa di luar).
    • Lewat api tukang pemurni logam = nyala api siksaan, sengsara daging karena Yesus untuk menyucikan hati/ batin.

    Sehingga kita tampil menjadi hamba Tuhan/ pelayan Tuhan seperti perak (jujur) dan emas (taat).

    Amsal 10:20
    10:20 Lidah orang benar seperti perak pilihan, tetapi pikiran orang fasik sedikit nilainya.

    Yesaya 49:3-4
    49:3 Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku."
    49:4 Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku."

    Maka hak dan upah kita ada di tangan Tuhan, untuk hidup sekarang di dunia sampai hidup kekal. Tuhan tidak pernah menipu.

    Hagai 2:9
    2:9 Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam.

    Kita menjadi milik Tuhan yang tidak bisa diganggu-gugat.

Maleakhi 1:6-7
1:6 Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku ini bapa, di manakah hormat yang kepada-Ku itu? Jika Aku ini tuan, di manakah takut yang kepada-Ku itu? firman TUHAN semesta alam kepada kamu, hai para imam yang menghina nama-Ku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menghina nama-Mu?"
1:7 Kamu membawa roti cemar ke atas mezbah-Ku, tetapi berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami mencemarkannya?" Dengan cara menyangka: "Meja TUHAN boleh dihinakan!"

Tetapi banyak imam-imam yang menghina nama Tuhan dengan cara membawa roti cemar ke atas mezbah Tuhan, artinya:
  1. Membawa kehidupan/ pribadi yang cemar = beribadah melayani dengan kehidupan yang cemar, yaitu:
    • Hati yang cemar.
      Matius 15:19-20
      15:19 Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.
      15:20 Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang."

      Hari cemar berisi 7 keinginan jahat dan najis sehingga pelitanya padam, hidup dalam kegelapan, membabi buta, keras hati, tidak taat.

    • Perbuatan cemar.
      Yesaya 59:1-3
      59:1 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;
      59:2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.
      59:3 Sebab tanganmu cemar oleh darah dan jarimu oleh kejahatan; mulutmu mengucapkan dusta, lidahmu menyebut-nyebut kecurangan.

      Perbuatan dosa yang memisahkan kita dengan Tuhan.

    • Perkataan cemar = perkataan sia-sia, dusta, gosip, fitnah, hujat.
      Contoh: Kain, membunuh dan berdusta.

  2. Melayani dengan nikah yang cemar.
    Mulai dari permulaan nikah jangan cemar, jangan ada kejatuhan, jangan ada masalah. Juga jangan ada kawin campur, tidak seiman, tidak satu baptisan. Jangan ada kawin cerai, kawin mengawinkan, perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga.

    Contoh: Hofni dan Pinehas, suka kekerasan dan najis.

  3. Melayani dengan tahbisan yang cemar.
    Lukas 16:13-14
    16:13 Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."
    16:14 Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia.

    Semua pelayanan dinilai dengan uang/ perkara jasmani. Kalau melayani tanpa pedang firman, tanpa penyucian, maka pasti hanya mencari perkara jasmani sehingga ada roh jual-beli di dalam gereja Tuhan.

    Lukas 16:15
    16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah.

    Melayani dengan kebenaran diri sendiri, tidak sesuai Alkitab, menutupi dosa dengan menyalahkan orang lain, menyalahkan Tuhan (pengajaran benar).

    Waspada, hamba Tuhan yang melayani dengan tahbisan cemar seringkali dikagumi manusia, tetapi dibenci oleh Tuhan.

    Contoh: Yudas Iskariot, mencuri milik Tuhan, selalu mengelak dari firman.

Maleakhi 2:2-3
2:2 Jika kamu tidak mendengarkan, dan jika kamu tidak memberi perhatian untuk menghormati nama-Ku, firman TUHAN semesta alam, maka Aku akan mengirimkan kutuk ke antaramu dan akan membuat berkat-berkatmu menjadi kutuk, dan Aku telah membuatnya menjadi kutuk, sebab kamu ini tidak memperhatikan.
2:3 Sesungguhnya, Aku akan mematahkan lenganmu dan akan melemparkan kotoran ke mukamu, yakni kotoran korban dari hari-hari rayamu, dan orang akan menyeret kamu ke kotoran itu.

Akibat membawa roti cemar:
  1. Kehilangan berkat Tuhan dan diganti kutukan, letih lesu, beban berat, susah payah, air mata.
  2. Lengannya patah = tidak setia dan tinggalkan ibadah pelayanan, sampai tidak bisa melayani lagi, seperti Yudas diganti Matias. Tidak utuh, tidak bisa sempurna.
  3. Wajah dilumuri kotoran = perutnya pecah, segala kebusukan yang disembunyikan akan terbuka.

Ini sama dengan bangsa Israel yang menyembah lembu emas, artinya:
  1. Tegar tengkuk, keras hati sehingga hidupnya cemar.
    Keluaran 32:9
    32:9 Lagi firman TUHAN kepada Musa: "Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk.

  2. Nikah yang cemar, dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan.
    Keluaran 32:18
    32:18 Tetapi jawab Musa: "Bukan bunyi nyanyian kemenangan, bukan bunyi nyanyian kekalahan — bunyi orang menyanyi berbalas-balasan, itulah yang kudengar."

    Keluaran 32:6
    32:6 Dan keesokan harinya pagi-pagi maka mereka mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, sesudah itu duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria.

  3. Ikatan akan uang, melayani hanya untuk mencari kekayaan = tahbisannya cemar.
    Akibatnya adalah binasa selamanya.

Jalan keluarnya adalah:
  1. Dua loh batu harus dipecahkan = Yesus harus mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita.
    Keluaran 32:19
    32:19 Dan ketika ia dekat ke perkemahan itu dan melihat anak lembu dan melihat orang menari-nari, maka bangkitlah amarah Musa; dilemparkannyalah kedua loh itu dari tangannya dan dipecahkannya pada kaki gunung itu.

  2. Setiap imam harus memihak Tuhan.
    Keluaran 32:26-29
    32:26 maka berdirilah Musa di pintu gerbang perkemahan itu serta berkata: "Siapa yang memihak kepada TUHAN datanglah kepadaku!" Lalu berkumpullah kepadanya seluruh bani Lewi.
    32:27 Berkatalah ia kepada mereka: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Baiklah kamu masing-masing mengikatkan pedangnya pada pinggangnya dan berjalanlah kian ke mari melalui perkemahan itu dari pintu gerbang ke pintu gerbang, dan biarlah masing-masing membunuh saudaranya dan temannya dan tetangganya."
    32:28 Bani Lewi melakukan seperti yang dikatakan Musa dan pada hari itu tewaslah kira-kira tiga ribu orang dari bangsa itu.
    32:29 Kemudian berkatalah Musa: "Baktikanlah dirimu mulai hari ini kepada TUHAN, masing-masing dengan membayarkan jiwa anaknya laki-laki dan saudaranya — yakni supaya kamu diberi berkat pada hari ini."

    Menyandang pedang di pinggang, artinya tetap berpegang-teguh dan taat dengar-dengaran pada firman pengajaran benar. Sehingga kita mengalami penyucian sampai mencapai angka 3000 = 2000 (ruangan suci) + 1000 (ruangan maha suci). Penyucian oleh pedang firman membawa kita masuk kandang penggembalaan (ruangan suci), ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok. Kita disucikan terus-menerus sampai sempurna (ruangan maha suci).

    [ayat 39] Untuk bisa memihak Tuhan, kita harus tegas, rela mengorbankan apa saja.

    Apa yang harus disucikan?
    • Pedang firman menyucikan hati yang cemar (jahat, najis, pahit) menjadi hati yang lembut, taat, suci, murni. Perkataan cemar disucikan menjadi jujur. Perbuatan dan seluruh hidup disucikan.

      Ibrani 4:12-13

      4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
      4:13 Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

      Sehingga kita layak untuk melayani Tuhan.

    • Pedang firman menyucikan nikah yang cemar.
      1 Raja-raja 3:16,22,24-26
      3:16 Pada waktu itu masuklah dua orang perempuan sundal menghadap raja, lalu mereka berdiri di depannya.
      3:22 Kata perempuan yang lain itu: "Bukan! anakkulah yang hidup dan anakmulah yang mati." Tetapi perempuan yang pertama berkata pula: "Bukan! anakmulah yang mati dan anakkulah yang hidup." Begitulah mereka bertengkar di depan raja.
      3:24 Sesudah itu raja berkata: "Ambilkan aku pedang," lalu dibawalah pedang ke depan raja.
      3:25 Kata raja: "Penggallah anak yang hidup itu menjadi dua dan berikanlah setengah kepada yang satu dan yang setengah lagi kepada yang lain."
      3:26 Maka kata perempuan yang empunya anak yang hidup itu kepada raja, sebab timbullah belas kasihannya terhadap anaknya itu, katanya: "Ya tuanku! Berikanlah kepadanya bayi yang hidup itu, jangan sekali-kali membunuh dia." Tetapi yang lain itu berkata: "Supaya jangan untukku ataupun untukmu, penggallah!"

      Nikah yang penuh pertengkaran soal uang, soal anak, dll, penuh persundalan/ kenajisan, disucikan sehingga timbul belas kasih, saling mengaku dan saling mengampuni, jujur, jangan memakai kebenaran diri sendiri, menyalahkan orang lain. Maka nikah bisa kembali dalam kesucian, kesatuan, kebahagiaan, untuk bisa masuk perjamuan kawin Anak Domba.

      Jangan mempertahankan yang salah dalam nikah, segera berdamai. Penyucian oleh pedang firman kelihatan kejam, tidak manusiawi, tanpa kasih (penggallah anak itu), tetapi di dalamnya ada belas kasih Tuhan.

    • Pedang firman menyucikan tahbisan yang cemar.
      Hakim-hakim 3:14,16-17,21
      3:14 Delapan belas tahun lamanya orang Israel menjadi takluk kepada Eglon, raja Moab.
      3:16 Dan Ehud membuat pedang yang bermata dua, yang panjangnya hampir sehasta, disandangnyalah itu di bawah pakaiannya, pada pangkal paha kanannya.
      3:17 Kemudian ia menyampaikan upeti kepada Eglon, raja Moab. Adapun Eglon itu seorang yang sangat gendut.
      3:21 Kemudian Ehud mengulurkan tangan kirinya, dihunusnya pedang itu dari pangkal paha kanannya dan ditikamkannya ke perut raja,

      Eglon gemuk, perutnya mengandung lemak = milik Tuhan, perpuluhan dan persembahan khusus.

      Imamat 3:16
      3:16 Imam harus membakar semuanya itu di atas mezbah sebagai santapan berupa korban api-apian menjadi bau yang menyenangkan. Segala lemak adalah kepunyaan TUHAN.

      Lemak harus dibakar = perpuluhan dan persembahan khusus harus dikembalikan kepada Tuhan, berbau harum di hadapan Tuhan.

      Perpuluhan harus benar yaitu 1/10 dari berkat Tuhan yang kita terima. Kita hidup dari perpuluhan yang kita kembalikan kepada Tuhan.

      Maka pelayanan kita berbau harum dihadapan Tuhan, berkenan kepada Tuhan, memuliakan Tuhan = memihak Tuhan. Maka Tuhan di pihak kita, beserta kita.

      Roma 8:31-33
      8:31 Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?
      8:32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?
      8:33 Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka?

      Hasilnya adalah:
      1. [ayat 32] Tuhan sanggup memenuhi segala kebutuhan kita lewat korbanNya di kayu salib.

      2. [ayat 33] Tuhan sanggup mengampuni segala dosa kita dan membenarkan kita.

      3. [ayat 31] Tuhan sanggup memberi kemenangan atas musuh, menyelesaikan semua masalah mustahil. Dosa dikalahkan sehingga kita bisa hidup benar dan suci. Kita dipakai oleh Tuhan, disertai Tuhan.
        Yeremia 1:8
        Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN."

      4. Tuhan mampu menolong kita.
        Mazmur 118:5-9
        118:5 Dalam kesesakan aku telah berseru kepada TUHAN. TUHAN telah menjawab aku dengan memberi kelegaan.
        118:6 TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?
        118:7 TUHAN di pihakku, menolong aku; aku akan memandang rendah mereka yang membenci aku.
        118:8 Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia.
        118:9 Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada para bangsawan.

        Tuhan mampu melepaskan kita dari kutukan dan memberi kelegaan, damai sejahtera, semua enak dan ringan.
        Tuhan mampu melindungi dari celaka marabahaya, dari penghukuman Tuhan, dari kiamat.

        Kita disucikan dan diubahkan sampai sempurna untuk layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan permai.



Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 15 Januari 2022 (Sabtu Sore)
    ... mengerti semuanya itu arti perkataan itu tersembunyi bagi mereka dan mereka tidak tahu apa yang dimaksudkan. Perikop pemberitahuan ketiga tentang penderitaan Yesus. Arah perjalanan Yesus yang terakhir di dunia adalah Yerusalem untuk disalibkan. Bagi kita artinya arah perjalanan kita yang terakhir dalam mengikut dan melayani Yesus adalah kota Yerusalem baru kerajaan sorga selamanya. Ayat ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 04 Mei 2013 (Sabtu Sore)
    ... - Pencobaan batu menjadi roti. Lukas - Pencobaan tentang penyembahan. Lukas - Pencobaan tentang Bait Allah. ad. . Pencobaan tentang Bait Allah. Lukas - Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah lalu berkata kepada-Nya Jika Engkau Anak Allah jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah sebab ada ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 Agustus 2017 (Rabu Sore)
    ... oleh kemuliaan Bapa demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus sehingga ia keluar--bangkit dari dalam air--bersama Yesus untuk menerima hidup baru hidup sorgawii--Roh turun bagaikan burung merpati. Hidup baru sama dengan mengalami baptisan ...
  • Ibadah Raya Malang, 29 Juli 2018 (Minggu Pagi)
    ... bapa pembunuh kebencian. Ini adalah sumber maut kebinasaan. Oleh sebab itu kita harus lepas dari bapa setan untuk menerima naungan Allah Bapa. Bagaimana cara lepas dari bapa setan sumbernya dossa sumbernya maut kebinasaan Yaitu lewat korban Kristus kematian Yesus di kayu salib. Kematian Yesus di kayu salib mengerjakan dua hal ...
  • Ibadah Raya Malang, 17 Januari 2016 (Minggu Pagi)
    ... kamu sudah tahu bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi. Ngengat artinya hamba Tuhan pelayan Tuhan yang ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 04 September 2014 (Kamis Sore)
    ... dan imam-imam dari bangsa Israel keturunan Lewi. Imam besar adalah Harun imam-imam adalah anak-anak Harun. Dalam perjanjian baru imamat diatur menurut peraturan Melkisedek. Yang menjadi Imam Besar adalah Yesus yang menjadi imam-imam adalah setiap kehidupan yang beribadah dan melayani Tuhan. Mengapa peraturan Harun harus dibaharui menjadi peraturan Melkisedek Sebab Yesus ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 17 Oktober 2020 (Sabtu Sore)
    ... harus setia-benar dan setia-jujur dalam hal nikah. Contoh dan teladan Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga Suami yang mengasihi kita sampai berkorban nyawa sehingga Ia menjadi Suami yang setia-benar dan setia-jujur sampai mati di kayu salib Yesus adalah Suami yang setia dan benar artinya sesuai dengan kebenaran firman Allah pengajaran yang benar. Lukas ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 22 Agustus 2013 (Kamis Sore)
    ... yang dilukai. Menunjuk pada darah yang keluar dari tubuh Yesus yang dilukai di kayu salib sampai mati di kayu salib. Ini merupakan persembahan yang harum dari Yesus bagaikan mur tetesan yang harum. Efesus dan hiduplah di dalam kasih sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 23 April 2012 (Senin Sore)
    ... mengirim pesan kepadanya Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam. Tetapi oleh hasutan imam-imam kepala dan tua-tua orang banyak bertekad untuk meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati. Wali negeri menjawab dan berkata kepada mereka Siapa di antara kedua ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 04 Juni 2009 (Kamis Sore)
    ... ara ini dikaitkan dengan kejatuhan Hawa. Ada praktek kejatuhan Hawa yaitu Hawa menambah dan mengurangi firman pengajaran yang benar Kejadian -- kejatuhan gembala karena menambah dan mengurangi firman pengajaran yang benar yaitu mengurangi kata 'bebas' telinga tuli menambah kata 'raba' mulut bisu. Hawa ibu gembala Kejadian seringkali bisu dan tuli. ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.