English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 21 Juli 2017 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 Juni 2015 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Salam sejahtera, selamat malam, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Kiranya...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 15 Desember 2015 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.
Keluaran 1:11-14
1:11 Sebab itu pengawas-pengawas rodi ditempatkan atas...

Ibadah Doa Malang, 23 Juli 2013 (Selasa Sore)
(bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa session III)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 30 dalam...

Ibadah Doa Surabaya, 09 Desember 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah berkat...

Ibadah Raya Malang, 22 April 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:4-8
7:4 Dan aku mendengar...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 Maret 2014 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Salam sejahtera, selamat malam, selamat bersekutu dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Pada kesempatan malam hari...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 01 September 2012 (Sabtu Sore)
Salam damai sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Lukas 2:8-20 adalah tentang gembala-gembala. Lukas 2:8

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Februari 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 02 Maret 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 04 Juni 2019 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 13:8-10
13:8 Pada hari itu harus...

Ibadah Doa Surabaya, 13 Juli 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 28 Februari 2013 (Kamis Sore)
Dari Siaran Tunda Ibadah Persekutuan di Ciawi I

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 02 Februari 2016 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 2:2
2:2 lalu mengandunglah ia dan...

Ibadah Doa Surabaya, 30 Juli 2012 (Senin Sore)
Matius 27
Dalam susunan tabernakel ini menunjuk tentang 7 PERCIKAN DARAH DI ATAS TABUT PERJANJIAN, artinya sekarang adalah sengsara yang dialami...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Malang, 26 Desember 2010 (Minggu Pagi)

Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.
25:32 Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,
25:33 dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.
25:34 Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.

Ayat 31-32: Pada saat kedatangan Yesus kedua kali, Yesus tampil sebagai Raja segala raja dan Gembala Agung untuk memisahkan domba dari kambing.

Tidak semua orang Kristen, tidak semua hamba Tuhan, adalah domba Tuhan. Ternyata ditemukan juga diantaranya kambing-kambing.

Pemisahan ini makin hari makin tajam, sampai 2 orang di atas tempat tidur (menunjuk pada nikah) bisa dipisahkan, satu diangkat (domba) dan satu tertinggal (kambing).

Masalah rohani adalah masalah yang mandiri, tidak bisa menggantungkan diri satu dengan yang lain, masing-masing harus bertanggung jawab langsung di hadapan Tuhan.
Meneladan pada orang lain itu boleh, namun tidak bisa bergantung.

Domba ditempatkan di sebelah kanan dan kambing di sebelah kiri.
Persoalan yang jasmani (kekayaan, kepandaian, kedudukan) tidak ada kaitan dengan pemisahan ini.

Dasar pemisahannya:
  1. Hikmat Surga.
    Pengkhotbah 10:2
    10:2 Hati orang berhikmat menuju ke kanan, tetapi hati orang bodoh ke kiri.

  2. Tabiat/karakter.
    Matius 25:35, 39-40
    25:35 Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;
    25:39 Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?
    25:40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

    Matius 25:41-42, 44-45
    25:41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.
    25:42 Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;
    25:44 Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?
    25:45 Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.

Ad 2. DASAR PEMISAHAN II: TABIAT/KARAKTER

Domba berada di sebelah kanan karena bertabiat kasih. Seperti kasih itu kekal, maka domba-domba bisa masuk dalam Kerajaan Surga yang kekal.
Kambing berada di kiri karena bertabiat egois (hanya mementingkan diri sendiri) sehingga tidak mengasihi sesama yang membutuhkan = tidak mengasihi Tuhan (tanpa kasih).

I Yohanes 4:20
4:20 Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.

Tidak mengasihi sesama yang membutuhkan = tidak mengasihi Tuhan = menolak Tuhan.

Lukas 2:4-7
2:4 Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, --karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud--
2:5 supaya didaftarkan bersama-sama dengan Maria, tunangannya, yang sedang mengandung.
2:6 Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin,
2:7 dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.

Orang Betlehem egois, tidak mengasihi sesama yang membutuhkan, yakni Maria yang sedang hamil tua dan hendak bersalin = menolak pribadi Yesus yang akan dilahirkan.

Yohanes 1:1, 14
1:1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:14
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Orang Betlehem yang egois = kambing yang egois.
= Kehidupan yang tidak memberi tempat bagi Firman Pengajaran (pribadi Yesus)
= Kehidupan yang tidak mengutamakan Firman Pengajaran benar /pembukaan rahasia Firman.

Matius 2:16
2:16. Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, ia sangat marah. Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.

Kalau menolak pedang Firman, maka pasti ada akibatnya.

Akibatnya:
Di Betlehem terjadi pembunuhan anak-anak yang berumur 2 tahun ke bawah.
Artinya: kalau tidak mau makanan keras (Firman Pengajaran benar), maka tingkat kerohanian tetap seperti anak kecil dan harus menghadapi pedang aniaya antikris.
Di masa antikris kehidupan ini harus berjuang untuk tetap memberi tempat bagi Yesus.

Lebih baik sejak sekarang kita memberi tempat untuk pembukaan rahasia Firman Tuhan.

Sikap kita saat mendengar Firman menentukan nasib kita.

Keegoisan orang-orang Betlehem, yang tidak mau memberi tempat bagi pribadi Yesus, terus diwariskan.
Saat Natal (kelahiran Yesus) tidak ada tempat bagi Yesus, demikian pula saat Yesus sudah dewasa tetap tidak ada tempat.

Berapa tahun kita mengikut Tuhan?
Sudahkah kita menyediakan tempat untuk pembukaan rahasia Firman Pengajaran benar?

Gereja (secara fisik) maupun pribadi kita adalah rumah Allah. Betapa egoisnya jika kita tidak memberi tempat untuk pribadi Yesus.

Matius 8:18-20
8:18. Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang.
8:19 Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi."
8:20 Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."

Pengikutan ahli Taurat mewarisi keegoisan orang Betlehem.
Tidak memberi tempat bagi Yesus sebagai Kepala = tidak memberi tempat bagi Firman Pengajaran yang benar = tidak mengutamakan Firman Pengajaran benar (kepala adalah yang utama).

Banyak gereja saat ini egois, tidak mengutamakan Firman Pengajaran tetapi hanya menggembar-gemborkan perkara/berkat jasmani.

Jangan sombong dengan perkara jasmani!
Sebesar-besarnya gedung gereja masih lebih kecil dari tempat parkir mall di dunia.
Sebesar-besarnya gaji kita masih lebih kecil dari bawahan konglomerat di dunia ini.

Akibatnya:
Yang menjadi kepala bukan Yesus, tetapi serigala dan burung yang menjadi kepala.

Jangan main-main!
Tubuh Kristus mulai dari pribadi kita, nikah, penggembalaan, persekutuan/fellowship antar penggembalaan, dst.
Kalau menolak Firman Pengajaran, maka serigala dan burung yang menjadi kepala.

>> Serigala = roh jahat, cinta uang.

I Timotius 6:10
6:10 Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.

Prakteknya:
  • Kikir = tidak bisa memberi.
    Sebaliknya, bukti jika Yesus yang menjadi Kepala atas kehidupan kita: lebih berbahagia memberi daripada menerima.
  • Serakah;
    = Mencari uang dengan cara tidak halal (menyimpang dari kebenaran Firman).
    = Meninggalkan ibadah-pelayanan hanya untuk mendapat uang. Tidak segan, tidak merasa menyesal lagi untuk meninggalkan ibadah.
    = Mencuri/merampas perpuluhan dan persembahan khusus yang adalah milik Tuhan.
    = Merampas hak orang lain, contohnya: hutang tidak bayar, korupsi, dsb.
Kehidupan yang kikir dan serakah = menyiksa diri dengan berbagai-bagai duka, bahkan terus meningkat sampai menyiksa diri selama-lamanya di neraka.

>> Burung = roh najis yang mengarah pada dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan.

Hanya ketajaman pedang Firman yang mampu menjaga kita dari roh jahat dan roh najis.

Kalau menolak Firman Pengajaran benar sehingga serigala dan burung menjadi kepala, maka akibat selanjutnya: kehidupan itu mengarah pada pembangunan Babel yang akan dibinasakan selamanya.
Babel = gereja palsu = mempelai wanita setan = kesempurnaan dalam kejahatan dan kenajisan, yang akan dibinasakan Tuhan seperti kambing-kambing.

Wahyu 17:1, 5-6, 15
17:1. Lalu datanglah seorang dari ketujuh malaikat, yang membawa ketujuh cawan itu dan berkata kepadaku: "Mari ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu putusan atas pelacur besar, yang duduk di tempat yang banyak airnya.
17:5 Dan pada dahinya tertulis suatu nama, suatu rahasia: "Babel besar, ibu dari wanita-wanita pelacur dan dari kekejian bumi."
17:6 Dan aku melihat perempuan itu mabuk oleh darah orang-orang kudus dan darah saksi-saksi Yesus. Dan ketika aku melihatnya, aku sangat heran.
17:15 Lalu ia berkata kepadaku: "Semua air yang telah kaulihat, di mana wanita pelacur itu duduk, adalah bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum dan bahasa.

Waspada! Jangan hanya berpatokan dengan melihat jumlah yang banyak!
Perempuan Babel menduduki air yang banyak, menunjuk pada banyak orang bahkan termasuk anak-anak Tuhan.

Bukan tidak boleh diberkati Tuhan, tapi jangan itu yang diutamakan/digembar-gemborkan. Yang utama adalah Yesus (pembukaan rahasia Firman Pengajaran benar) menjadi Kepala (yang terutama dalam hidup kita).

SIKAP YANG BENAR:
Matius 8:18-19
8:18. Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang.
8:19 Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi."

Penggunaan istilah "Guru" menunjukkan kaitan dengan Pengajaran.

Pengikutan yang benar = mengikut Tuhan ke mana saja Ia pergi = pengikutan tubuh terhadap Kepala = pengikutan mempelai wanita terhadap Mempelai Pria = Tahbisan Mempelai.

Pengikutan anak kepada Bapa masih terbatas, sebab ada anak yang terhilang.
Namun, pengikutan tubuh kepada kepala tidak bisa dipisahkan/melawan sedikitpun.

Teladan dalam nikah jasmani:
  • Suami adalah kepala dalam nikah, memimpin sesuai dengan Firman Pengajaran benar.
  • Istri sebagai tubuh mengikut suami (sesuai Firman). Jangan bertentangan terus!
    Kalau terus bertentangan, maka lama-kelamaan bisa terpisah antara kepala dan tubuh, akibatnya: terjadi patah dalam ekonomi, atau mungkin anak menjadi korban.
  • Anak-anak juga dalam tahbisan mempelai, taat.
Demikian pula, pengikutan kita terhadap Yesus: kita mengikuti pembukaan Firman Pengajaran yang benar.

Sebab itu, utamakan selalu Firman Pengajaran yang benar, jangan yang lain apalagi perkara jasmani.
Kalau kita tidak mengikuti Firman = tubuh tidak mengikut Kepala, pasti hancur lebur dan binasa.

TANDA PENGIKUTAN MEMPELAI:
  1. Efesus 5:25-27
    5:25 Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
    5:26 untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
    5:27 supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

    Tanda I: Kita mengalami penyucian secara double oleh Mempelai Pria Surga lewat Baptisan air dan air hujan Firman Pengajaran yang benar.

    Yesus, Mempelai Pria, sudah rela mati untuk memandikan (menyucikan) kita, mempelai wanitaNya. Demikian begitu besarnya kasih Tuhan kepada sidang jemaatNya.

    Orang berdosa = orang yang haus di tengah padang gurun dunia.
    Awalnya, jiwa baru memang membutuhkan segelas air sejuk = Firman Penginjilan, supaya segar dan tidak mati.
    Namun, kalau tidak mandi, lama-lama di padang pasir tentu menjadi bau. Sebab itu, kita perlu air hujan Firman Pengajaran benar.

    Pemandian double terutama untuk pentahiran kusta.

    Imamat 14:8-9
    14:8 Orang yang akan ditahirkan itu haruslah mencuci pakaiannya, mencukur seluruh rambutnya dan membasuh tubuhnya dengan air, maka ia menjadi tahir. Sesudah itu ia boleh masuk ke dalam perkemahan, tetapi harus tinggal di luar kemahnya sendiri tujuh hari lamanya.
    14:9 Maka pada hari yang ketujuh ia harus mencukur seluruh rambutnya: rambut kepala, janggut, alis, bahkan segala bulunya harus dicukur, pakaiannya dicuci, dan
    tubuhnya dibasuh dengan air; maka ia menjadi tahir.

    Pengertian kusta:
    • Kenajisan (burung).
      Dalam Imamat 13 dituliskan orang kusta harus menutupi muka dan berseru "Najis! Najis!".
      Dosa kenajisan apapun yang ada pada kita, pagi ini ada kekuatan dari sang Kepala (kalau kita mengutamakan Firman Pengajaran) untuk menyucikan kita.

    • Kejahatan = cinta akan uang, keinginan akan uang (serigala).

      II Raja-raja 5:25-27
      5:25 Baru saja Gehazi masuk dan tampil ke depan tuannya, berkatalah Elisa kepadanya: "Dari mana, Gehazi?" Jawabnya: "Hambamu ini tidak pergi ke mana-mana!"
      5:26 Tetapi kata Elisa kepadanya: "Bukankah hatiku ikut pergi, ketika orang itu turun dari atas keretanya mendapatkan engkau? Maka sekarang, engkau telah menerima perak dan dengan itu dapat memperoleh kebun-kebun, kebun zaitun, kebun anggur, kambing domba, lembu sapi, budak laki-laki dan budak perempuan,
      5:27 tetapi penyakit kusta Naaman akan melekat kepadamu dan kepada anak cucumu untuk selama-lamanya." Maka keluarlah Gehazi dari depannya dengan kena kusta, putih seperti salju.

    • Kebenaran diri sendiri = menutupi kesalahan diri dengan menyalahkan orang lain.
      Kebenaran diri sendiri menyebabkan perpisahan tubuh Kristus mulai dari nikah yang jasmani, memisahkan istri dari suami, juga memisahkan kita dari Yesus.
      Akibatnya: kering, mati rohani.

      Kalau kebenaran diri sendiri disucikan maka kita bisa mengaku dosa pada Tuhan dan sesama, kita diampuni, tinggalkan dosa.
      Demikian kita terus disucikan, mengaku dosa>diampuni>tinggalkan dosa, sampai tidak ada dosa lagi.

    • Kalau ada kebenaran diri sendiri, pasti ada kepentingan diri sendiri (egois).

      Kalau kita mau disucikan, kita bisa sempurna dan tidak bercacat cela.

  2. Filipi 2:5-8
    2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
    2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
    2:7 melainkan telah
    mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
    2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan
    taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.

    Tanda II: Memiliki pikiran dan perasaan seperti Yesus, yakni menghampakan diri seperti angin:
    • Ada namun merasa tidak ada = tidak mengandalkan sesuatu di dunia (kepandaian, dsb.), sekalipun kita mempunyai.
      Yesus memiliki Surga dan segala sesuatu namun merasa tidak memiliki apa-apa.

    • Mengambil rupa seorang hamba = melayani dengan setia dan tanggung jawab, menjadi seperti angin yang berhembus.
      Yesus adalah Raja namun mengambil rupa seorang hamba yang melayani.

    • Taat dengar-dengaran sampai mati di kayu salib (sampai daging tidak bersuara).

      Hasilnya:
      1. Kita dipakai sebagai pelayan Tuhan bagaikan angin yang membawa kesejukan, kedamaian, keharuman Kristus di tengah dunia yang pengap dan panas, sehingga banyak orang-orang berdosa diselamatkan dalam Kristus lewat Penginjilan, jiwa-jiwa yang sudah selamat dituai dalam Firman Pengajaran benar.

      2. Kita bisa menembusi pintu-pintu terkunci.
        Kita tidak terhalangi dan bisa mengatasi segala halangan bersama Yesus.
        Jangan mudah terhalangi!

  3. Tanda III: Ada doa penyembahan, hubungan paling erat antara tubuh dengan Kepala.

    Di dalam doa penyembahan, kita bisa mengalami kasih matahari/cahaya kemuliaan/kasih Allah yang sempurna.

    Apapun keadaan kita, kalau pagi ini kita menyembah Tuhan, kita disinari dengan matahari kasih Allah.

    Jangan abaikan doa penyembahan secara pribadi maupun berjemaah di gereja!

    Hasilnya:
    Kejadian 19:21-23
    19:21 Sahut malaikat itu kepadanya: "Baiklah, dalam hal inipun permintaanmu akan kuterima dengan baik; yakni kota yang telah kau sebut itu tidak akan kutunggangbalikkan.
    19:22 Cepatlah, larilah ke sana, sebab aku tidak dapat berbuat apa-apa, sebelum engkau sampai ke sana." Itulah sebabnya nama kota itu disebut Zoar.
    19:23
    Matahari telah terbit menyinari bumi, ketika Lot tiba di Zoar.

    Kita membutuhkan kasih Allah untuk menghadapi keadaan dunia akhir zaman yang seperti Sodom dan Gomora. Kekayaan dan kepandaian tidak mampu melawan hujan api dan belerang.
    • Kasih matahari sanggup memelihara kita di tengah kemustahilan.
      Sodom dan Gomora = laut mati, tempat yang mustahil untuk kehidupan.

    • Kasih matahari melindungi kita dari kegoncangan dunia  sehingga kita tetap tenang dan damai sejahtera bersama Tuhan.
    • Kasih matahari melindungi kita dari puncak dosa sehingga kita bisa hidup benar dan suci.
      Keadaan dunia akhir zaman kembali menjadi seperti keadaan Sodom dan Gomora dalam puncak dosa.

    • Kasih matahari memberi kemenangan dalam pergumulan-pergumulan kita.
      Tuhan bergumul bersama kita dan memberi kemenangan.

      Kejadian 32:28, 30-31
      32:28 Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang."
      32:30 Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: "Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!"
      32:31 Lalu tampaklah kepadanya
      matahari terbit, ketika ia telah melewati Pniel; dan Yakub pincang karena pangkal pahanya.

      1. Pergumulan melawan ketakutan/kekuatiran/kebimbangan karena penyakit, masa depan, ekonomi, dll.
        Yakub takut bertemu dan dibunuh oleh Esau karena Esau merasa ditipu dan diambil hak kesulungannya.

        Bukti kemenangan dalam pergumulan: Kita bisa percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada Tuhan. Kita berada dalam ketenangan dan damai sejahtera.

      2. Pergumulan untuk keluarga. Yakub takut istri dan anaknya dibunuh Esau juga.
        Kita bergumul untuk seluruh keluarga (nikah dan buah nikah) supaya dimenangkan, diselamatkan, sampai mencapai nikah yang sempurna. Terutama suami (Yakub) harus bergumul untuk seluruh keluarga.
        Nikah jangan sampai terpecah-pecah. Jangan ada yang jadi korban!

      3. Pergumulan untuk mendapat nama baru = keubahan hidup.
        Keubahan hidup mulai dari tidak ada lagi dusta, kita harus jujur.
        Nama Yakub yang berarti penipu diganti dengan Israel yang berarti pemenang.
        Orang jujur pasti ditolong Tuhan. Doa orang jujur dijawab Tuhan.

        Sampai suatu waktu, saat Tuhan datang kedua kali, pergumulan terakhir sampai kita diubahkan menjadi sama sempurna seperti Dia.
Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top