Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Rut 1:19-21

1:19 Dan berjalanlah keduanya sampai mereka tiba di Betlehem. Ketika mereka masuk ke Betlehem, gemparlah seluruh kota itu karena mereka, dan perempuan-perempuan berkata: "Naomikah itu?"
1:20 Tetapi ia berkata kepada mereka: "Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku.
1:21 Dengan tangan yang penuh aku pergi, tetapi dengan tangan yang kosong TUHAN memulangkan aku. Mengapakah kamu menyebutkan aku Naomi, karena TUHAN telah naik saksi menentang aku dan Yang Mahakuasa telah mendatangkan malapetaka kepadaku."

Naomi dulunya sekeluarga tinggal di Betlehem, tetapi karena ada bahaya kelaparan, maka mereka pergi tinggalkan Betlehem ke daerah Moab. Suaminya mati, dua anaknya mati, dan dia dalam kekurangan/miskin. Tetapi untunglah dia mengambil sikap yang benar untuk kembali ke Betlehem.

Naomi artinya manis, menyenangkan, tangan penuh. Tetapi bisa menjadi Mara, artinya pahit getir, kosong, karena meninggalkan Betlehem. Betlehem artinya rumah roti. Secara rohani menunjuk pada firman pengajaran dalam penggembalaan, sama dengan firman penggembalaan.

Saat meninggalkan Betlehem terjadi Mara yaitu pahit getir, kematian rohani, kematian lahir batin sampai kebinasaan. Tetapi bersyukur Naomi mengambil sikap yang tegas. Dalam keadaan habis-habisan dia kembali ke Betlehem/ penggembalaan dalam firman pengajaran benar.

Prakteknya adalah hanya mendengar dan dengar-dengaran pada suara Gembala/ firman pengajaran benar, selalu berada di kandang (ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok) sehingga tubuh, jiwa, roh kita selalu melekat pada Allah Tritunggal, seperti ranting melekat pada pokok anggur yang benar. Kita hidup dalam tangan Gembala Agung.

Hasilnya:
  • Kosong jadi penuh, tidak ada menjadi ada. Gembala Agung memelihara hidup kita sampai berkelimpahan, sehingga kita selalu mengucap syukur kepada Tuhan. Saat membutuhkan sesuatu, Tuhan sediakan tepat pada waktuNya.

  • Mustahil menjadi tidak mustahil.

  • Cepat atau lambat pasti berbuah manis, menyenangkan hati Tuhan. Tuhan membuat hidup kita berhasil dan indah, bahagia, sampai tidak bercacat cela/ sempurna seperti Dia. Jika Yesus datang kedua kali, kita diubahkan menjadi tubuh Kristus yang sempurna, masuk takhta Sorga, kandang penggembalaan terakhir selama-lamanya.

Tuhan memberkati.

IBADAH RAYA
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:9
7:9 Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya,dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhtadan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putihdan memegang daun-daun palem di tangan mereka.

Ada kumpulan besar orang banyak yang tidak terhitung banyaknya dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa berdiri di hadapan takhta Sorga. Ini menunjuk gereja Tuhan yang sempurna /mempelai wanita Sorga, yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan permai, masuk kerajaan Sorga, berdiri di hadapan takhta Sorga.

Syarat mencapai kerajaan Sorga:
  1. Memakai jubah putih.
  2. Memegang daun-daun palem.

Yohanes 12:12-15
12:12 Keesokan harinya ketika orang banyak yang datang merayakan pesta mendengar, bahwa Yesus sedang di tengah jalan menuju Yerusalem,
12:13 mereka mengambil daun-daun palem, dan pergi menyongsong Dia sambil berseru-seru: "Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel!"
12:14 Yesus menemukan seekor keledai mudalalu Ia naik ke atasnya, seperti ada tertulis:
12:15 "Jangan takut, hai puteri Sion, lihatlah, Rajamu datang, duduk di atas seekor anak keledai."

Memegang daun-daun palem dikaitkan degan perjalanan terakhir Yesus ke Yerusalem menunggangi keledai muda. Artinya kita harus masuk dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir, kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna/ mempelai Wanita Sorga untuk masuk Yerusalem Baru/ Kerajaan Sorga kekal, berdiri di hadapan takhta sorga.

Kegerakan pembangunan tubuh Kristus mulai dari dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan Kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan permai sebagai Raja segala raja, Mempelai Pria Sorga.

Sasaran dari kegerakan Roh Kudus hujan akhir adalah keledai (bangsa kafir) [Yohanes 12:14].

Dalam Alkitab, dua kali Tuhan mengutus utusannya untuk menghubungi bangsa Kafir/ bangsa keledai:
  1. Tuhan mengutus dua pengintai kepada Rahab (bangsa Kafir, sundal/ pelacur).
    Yosua 2:1
    2:1 Yosua bin Nun dengan diam-diam melepas dari Sitim dua orang pengintai, katanya: "Pergilah, amat-amatilah negeri itu dan kota Yerikho." Maka pergilah mereka dan sampailah mereka ke rumah seorang perempuan sundal, yang bernama Rahab, lalu tidur di situ.

    Bangsa Kafir tidak pernah puas, selalu haus untuk mengikuti keinginan/ hawa nafsu daging sampai jatuh dalam dosa kenajisan. Kalau dibiarkan, sampai kebinasaan selamanya.

    Dua pengintai secara rohani adalah firman Allah dan Roh Kudus, menunjuk Injil keselamatan/ Kabar Baik.

    Amsal 25:25
    25:25 Seperti air sejuk bagi jiwa yang dahaga, demikianlah kabar baik dari negeri yang jauh.

    Firman penginjilan adalah firman yang memberitakan kedatangan Yesus pertama kali ke dunia sebagai satu-satunya manusia yang tidak berdosa, tetapi harus mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia, menyelamatkan manusia berdosa.

    Jadi, Tuhan mengutus dua pengintai kepada Rahab artinya kegerakan Roh Kudus hujan awal/ kegerakan dalam firman penginjilan/ Kabar Baik untuk menyelamatkan bangsa kafir yang berdosa supaya tidak binasa. Bukti menerima keselamatan dari Tuhan adalah:
    • Percaya, menerima Yesus sebagai satu-satunya Juru Selamat.
    • Bertobat.
    • Baptisan air.
    • Baptisan Roh Kudus.
      Baptisan air dan baptisan Roh Kudus menghasilkan hidup baru/ hidup Sorgawi, yaitu hidup dalam kebenaran, sama dengan selamat dan diberkati oleh Tuhan.

    Rahab akhirnya masuk dalam silsilah Yesus, menerima kedatangan Yesus pertama kali. Artinya bangsa Kafir bisa menerima keselamatan dari Tuhan.

    Matius 1:1,5
    1:1 Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.
    1:5 Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai,

  2. Tuhan mengutus dua murid untuk melepaskan keledai yang tertambat.
    Matius 21:1-2
    21:1 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya telah dekat Yerusalem dan tiba di Betfage yang terletak di Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya
    21:2 dengan pesan: "Pergilah ke kampung yang di depanmu itu, dan di situ kamu akan segera menemukan seekor keledai betina tertambatdan anaknya ada dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku.

    Kejadian 49:11
    49:11 Ia akan menambatkan keledainyapada pohon anggur dan anak keledainya pada pohon anggur pilihan; ia akan mencuci pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur.

    Jadi keledai harus tertambat pada pokok anggur yang benar, artinya bangsa Kafir yang sudah selamat dan diberkati harus tergembala pada firman pengajaran yang benar/ pribadi Yesus. Kalau mau tergembala, hal yang utama adalah makanan. Makanan yang benar yang bisa menyehatkan rohani, bisa menumbuhkan kerohanian sampai kesempurnaan.

    Dua murid adalah firman dan Roh Kudus. Murid menunjuk pada pengajaran. Firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus adalah firman pengajaran yang benar yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Ini yang disebut Kabar Mempelai. Orang yang sudah selamat harus disucikan sampai sempurna seperti Yesus.

    Kabar Mempelai/ makanan keras yaitu firman yang memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja, Mempelai Pria Sorga, untuk menyucikan kita yang sudah selamat sampai sempurna dan siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, untuk masuk Yerusalem Baru/ Kerajaan Sorga yang kekal, berdiri di hadapan takhta sorga.

    Langakah-langkah keledai untuk masuk Yerusalem Baru adalah langkah penyucian.
    Apa yang harus disucikan?
    • Tabiat bangsa kafir yang seperti anjing dan babi.
      Babi mandi kembali ke kubangan. Itulah perbuatan-perbuatan dosa sampai puncaknya dosa. Dosa makan-minum (merokok, mabuk, narkoba, dll) dan dosa kawin-mengawinkan (percabulan, penyimpangan-penyimpangan, percabulan pada diri sendiri, nikah yang salah).
      Anjing menjilat muntah yaitu perkataan sia-sia, mulai dari dusta, gosip, fitnah, hujat, sampai menghujat Tuhan. Anjing juga bicara nabi-nabi palsu dengan ajaran-ajaran palsu.

      Wahyu 2:18-20,24
      2:18 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Tiatira: Inilah firman Anak Allah, yang mata-Nya bagaikan nyala api dan kaki-Nya bagaikan tembaga:
      2:19 Aku tahu segala pekerjaanmu: baik kasihmu maupun imanmu, baik pelayananmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa pekerjaanmu yang terakhir lebih banyak dari pada yang pertama.
      2:20 Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel,yang menyebut dirinya nabiah, mengajardan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.
      2:24 Tetapi kepada kamu, yaitu orang-orang lain di Tiatira, yang tidak mengikuti ajaran itu dan yang tidak menyelidiki apa yang mereka sebut seluk-beluk Iblis, kepada kamu Aku berkata: Aku tidak mau menanggungkan beban lain kepadamu.

      Ajaran palsu salah satunya adalah ajaran Izebel yang mengizinkan wanita mengajar dan memerintah laki-laki di dalam rumah tangga atau di dalam ibadah. Wanita menjadi kepala, sehingga Yesus tidak bisa menjadi Kepala di dalam rumah tangga dan di dalam sidang jemaat. Akibatnya adalah ular/ setan yang menjadi kepala. Sehingga jatuh dalam dosa dan kutukan-kutukan sampai kebinasaan.

      1 Timotius 2:11-14
      2:11 Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh.
      2:12 Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki;hendaklah ia berdiam diri.
      2:13 Karena Adam yang pertama dijadikan, kemudian barulah Hawa.
      2:14 Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa.

      Ajaran Izebel mengingatkan di taman Eden. Ajaran Tuhan yang benar adalah semua buah pohon di taman ini boleh dimakan kecuali satu. Sekarang wanita boleh melayani apa saja kecuali satu, yaitu tidak boleh mengajar dan memerintah laki-laki. Ini supaya peristiwa taman Eden tidak terjadi lagi.

      Kalau ada ajaran Izebel maka ada ajaran setan yang mempelajari seluk beluk iblis.

    • Penyucian kepentingan diri sendiri/ egois.
      Matius 21:3
      21:3 Dan jikalau ada orang menegor kamu, katakanlah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya."

      Yakobus 3:14-16
      3:14 Jika kamu menaruh perasaan iri hati dan kamu mementingkan diri sendiri, janganlah kamu memegahkan diri dan janganlah berdusta melawan kebenaran!
      3:15 Itu bukanlah hikmat yang datang dari atas, tetapi dari dunia, dari nafsu manusia, dari setan-setan.
      3:16 Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauandan segala macam perbuatan jahat.

      Kalau ada egois, pasti ada iri hati. Akibatnya adalah kacau (memecah-belah tubuh Kristus, sama dengan masuk pembangunan tubuh Babel), dan jahat.

      Filipi 2:20-21,4
      2:20 Karena tak ada seorang padaku, yang sehati dan sepikirdengan dia dan yang begitu bersungguh-sungguh memperhatikan kepentinganmu;
      2:21 sebab semuanya mencari kepentingannya sendiri, bukan kepentingan Kristus Yesus.
      2:4 dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.

      Dalam ibadah pelayanan, kita harus memperhatikan kepentingan Tuhan dan sesama, malah lebih dari kepentingan sendiri. Sehingga kita bisa sehati sepikir dan doa dijawab oleh Tuhan. Kita bisa saling tolong-menolong, saling melayani, saling mengasihi, sampai masuk kesatuan tubuh Kristus.

    • Penyucian kekuatiran.
      Matius 21:7-8
      21:7 Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan Yesuspun naik ke atasnya.
      21:8 Orang banyak yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan, ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon-pohon dan menyebarkannya di jalan.

      Matius 6:31
      6:31 Sebab itu janganlah kamu kuatirdan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?

      Kekuatiran membuat bangsa Kafir tidak bisa hidup benar, tidak mau ditunggangi Tuhan, tidak bisa memberi, tidak bisa berkorban untuk Tuhan, tidak mau dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir atau pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
      Kalau kita disucikan dari kekuatiran, maka kita bisa memberikan waktu, tenaga, uang, pikiran, sampai seluruh hidup kita untuk ditunggangi Yesus. Artinya kita bisa percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada Tuhan, dan Tuhan mempercayakan diriNya kepada kita. Kepala dan tubuh menjadi satu.

      Yohanes 7:5-6
      7:5 Sebab saudara-saudara-Nya sendiripun tidak percaya kepada-Nya.
      7:6 Maka jawab Yesus kepada mereka: "Waktu-Ku belum tiba, tetapi bagi kamu selalu ada waktu.

      Mengapa seringkali seperti kita dibiarkan, tidak ditolong, tidak dipelihara? Supaya bagi kita selalu ada waktu untuk koreksi diri lewat ketajaman pedang firman. Sampai kita hanya percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada Tuhan, hanya berserah dan berseru kepada Tuhan tidak ada yang lain, maka Tuhan akan mengulurkan tanganNya kepada kita.

      Praktek percaya sepenuh kepada Tuhan:
      • Abraham tidak bimbang terhadap janji Tuhan/ firman pengajaran yang benar/ kuasa Tuhan, sekalipun menghadapi kemustahilan.
        Roma 4:19-21
        4:19 Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup.
        4:20 Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbangkarena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah,
        4:21 dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.

      • Ayub saat menghadapi ujian habis-habisan bukan marah, tetapi sabar dan tekun (jangan bersungut, jangan mengambil jalan sendiri di luar firman). Ini sama dengan mengulurkan tangan kepada Tuhan. Maka Tuhan mengulurkan tangan kepada Ayub untuk memulihkan Ayub secara dobel (jasmani dan rohani).
        Yakobus 5:10-11
        5:10 Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan.
        5:11 Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun;kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayubdan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.

      • Janda Sarfat menghadapi krisis nikah dan buah nikah bisa jujur mengakui segala kekurangan dan taat. Maka Tuhan sanggup memelihara di tengah krisis, serta memulihkan nikah dan buah nikah.
        1 Raja-Raja 17:11-14,23
        17:11 Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: "Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti."
        17:12 Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati."
        17:13 Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.
        17:14 Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi."
        17:23 Elia mengambil anak itu; ia membawanya turun dari kamar atas ke dalam rumah dan memberikannya kepada ibunya. Kata Elia: "Ini anakmu, ia sudah hidup!"

      • Sadrakh, Mesakh, dan Abednego menghadapi penyembahan palsu tetap kuat dan teguh hati, tetap menyembah Tuhan, maka Tuhan beserta.
        Daniel 3:18-19,25
        3:18 tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."
        3:19 Maka meluaplah kegeraman Nebukadnezar, air mukanya berubah terhadap Sadrakh, Mesakh dan Abednego; lalu diperintahkannya supaya perapian itu dibuat tujuh kali lebih panas dari yang biasa.
        3:25 Katanya: "Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!"

        Kalau Tuhan beserta, maka semua indah pada waktuNya. Dan kalau Tuhan datang kembali kedua kali, kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk masuk Yerusalem Baru, berdiri di hadapan takhta Sorga.


Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Raya Surabaya, 19 Desember 2010 (Minggu Sore)
    ... engkau mau mati sebelum waktumu Kebodohan kefasikan. Yesaya . Tetapi orang-orang fasik adalah seperti laut yang berombak-ombak sebab tidak dapat tetap tenang dan arusnya menimbulkan sampah dan lumpur. Kehidupan yang bodoh ia seperti laut yang berombak-ombak. PRAKTIK SEHARI-HARI KEHIDUPAN FASIK YANG SEPERTI LAUT BEROMBAK-OMBAK 'arusnya menimbulkan sampah dan lumpur' menghasilkan sampah dan lumpur. Sampah ...
  • Ibadah Doa Malang, 02 April 2024 (Selasa Sore)
    ... rohani bagi suatu imamat kudus untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. Mempelai wanita Sorga terdiri dari batu hidup imam dan raja yang kudus dan suci sehingga bisa bersaksi memuliakan nama Tuhan. Waspada ada tembok yang roboh. Amsal - Aku melalui ladang seorang pemalas dan kebun ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 29 September 2010 (Rabu Sore)
    ... permulaan. Sekalipun banyak pelayanan tapi kalau tidak berbuah hidup itu tidak berkenan pada Tuhan. Cara supaya kita bisa berbuah mengalami keubahan hidup dimulai dari sikap yang baik sikap yang positif dalam mendengar Firman sampai mengerti percaya dan praktik Firman. Markus . Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 02 Januari 2011 (Minggu Sore)
    ... minum . Lalu merekapun akan menjawab Dia katanya Tuhan bilamanakah kami melihat Engkau lapar atau haus atau sebagai orang asing atau telanjang atau sakit atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau . Maka Ia akan menjawab mereka Aku berkata kepadamu sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah ...
  • Ibadah Doa Malang, 28 Desember 2023 (Kamis Sore)
    ... Tuhan sudah menciptakan manusia sama mulia dengan Tuhan dan ditempatkan di taman Eden mengalami suasana kepuasan kebahagiaan Surga. Namun manusia jatuh dalam dosa dan dibuang ke dunia kehilangan suasana Surga diganti suasana kutukan letih lesu beban berat susah payah air mata. Roma Semua manusia sudah berbuat dosa sampai puncak dosa ...
  • Ibadah Paskah Kaum Muda Remaja, 17 April 2010 (Sabtu Sore)
    ... hidup di dunia tetapi tidak mewarisi kerajaan Sorga. I Korintus Saudara-saudara inilah yang hendak kukatakan kepadamu yaitu bahwa daging dan darah tidak mendapat bagian dalam Kerajaan Allah dan bahwa yang binasa tidak mendapat bagian dalam apa yang tidak binasa. Jadi jika kita hidup sukses di dunia tetapi tidak mengalami pembaharuan ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 02 April 2009 (Kamis Sore)
    ... melepaskan kita dari dosa - dosa sampai bunyi sangkakala terakhir kita benar-benar terlepas dari dunia. Imamat - - . Kalau ada orang Israel jatuh miskin dan menjual tanah maka tidak boleh dijual mutlak tetapi harus bisa ditebus lagi. Tetapi jika tidak punya uang untuk menebus maka saat tahun Yobel tahun tanah itu ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 12 Oktober 2013 (Sabtu Sore)
    ... Yakub hanya suku Lewi yang boleh melekat mendekat pada Tuhan dan melayani Tuhan. Atau hanya suku Lewi yang boleh berada di Tabernakel atau rumah Tuhan. Tetapi dalam Lukas Lewi duduk di rumah cukai artinya melekat pada uang sehingga tidak bisa berada di rumah Tuhan tidak bisa beribadah melayani Tuhan terpisah ...
  • Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 26 Maret 2013 (Selasa Pagi)
    ... Tuhan itulah waktunya Tuhan menolong kita. Bulan Paskah adalah bulan pertama bagi bangsa Israel Keluaran . Paskah sama dengan kelepasan. Jadi saat kita lepas dari dosa adalah permulaan umur hidup rohani kita. Kalau masih mempertahankan dosa itu berarti belum punya umur rohani justru mati rohani sampai binasa selamanya. Kita memang masih ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 Oktober 2016 (Senin Sore)
    ... mendengar firman Kristus--firman yang diurapi Roh Kudus. Roh Kudus menolong kita untuk mendengar firman dengan sungguh-sungguh sampai mengerti firman. Kita berdoa. Tanpa Roh Kudus firman hanya jadi pengetahuan--untuk berdebat dan diskusi-- tetapi kalau ada Roh Kudus kita bisa mengerti firman. Roh Kudus juga menolong kita untuk percaya yakin pada firman sehingga firman ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.