Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dilimpahkan Tuhan di tengah-tengah kita.

Wahyu 19: 11-16 menunjuk pada kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Imam Besar yang Setia dan Benar, yang menunggang kuda putih. Artinya: memimpin kegerakan Roh Kudus hujan akhir; pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

Keadaan Yesus yang datang dalam kemuliaan sebagai Imam Besar:

  1. Mata-Nya bagaikan nyala api. Ini menunjuk pada perhatian dan penyucian (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 04 Juni 2023sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 Juni 2023).

  2. Memiliki banyak mahkota= mengalami banyak kemenangan sampai kemenangan terakhir kita duduk bersanding dengan Yesus di takhta sorga (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 11 Juni 2023sampai Ibadah Doa Surabaya, 14 Juni 2023).

  3. 'pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorangpun, kecuali Ia sendiri' (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 15 Juni 2023).

  4. Memakai jubah yang dicelup dalam darah (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 18 Juni 2023sampai Ibadah Raya Surabaya, 25 Juni 2023). Ini adalah penyucian sampai kita dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.

  5. Wahyu 19: 15
    19:15.Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajamyang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa.

    Yang kelima: 'Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam'= firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua; kabar mempelai.

AD. 5
Sebenarnya ada dua macam pemberitaan firman Tuhan:

  1. Firman penginjilan; Injil keselamatan; kabar baik, yaitu Injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus pertama kali ke dunia sebagai satu-satunya manusia yang tidak berdosa tetapi harus mati di kayu salib untuk menyelamatkan bangsa Israel.
    Tetapi karena sebagian bangsa Israel menolak Yesus, maka terbuka kesempatan bagi bangsa kafir untuk bisa diselamatkan.

    Dengan demikian Israel dan kafir--Israel rohani--diselamatkan oleh Tuhan.
    Roma 11: 25-26
    11:25.Sebab, saudara-saudara, supaya kamu jangan menganggap dirimu pandai, aku mau agar kamu mengetahui rahasia ini: Sebagian dari Israel telah menjadi tegarsampai jumlah yang penuh dari bangsa-bangsa lain telah masuk.
    11:26.Dengan jalan demikian seluruh Israelakan diselamatkan, seperti ada tertulis: "Dari Sion akan datang Penebus, Ia akan menyingkirkan segala kefasikan dari pada Yakub.

    'tegar' = keras hati.
    Ayat 26= gereja Tuhan adalah bangsa Israel ditambah dengan bangsa kafir. Semuanya bisa diselamatkan oleh Tuhan.

    Tanda keselamatan:

    • Iman; percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat. Hanya Yesus manusia tidak berdosa yang mati terkutuk di kayu salib untuk menanggung dosa kita sampai menyelamatkan manusia berdosa.

    • Bertobat= berhenti berbuat dosa dan kembali pada Tuhan; mati terhadap dosa.
      Kalau sudah ada iman, kita akan punya rem untuk tidak berbuat dosa.

    • Baptisan air yang benar yaitu orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi--langit terbuka.
      Kita ada hubungan dengan sorga dan mengalami baptisan Roh Kudus/kepenuhan Roh Kudus, sehingga hidup dalam kebenaran.

      Amsal 10: 2-3
      10:2.Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna, tetapi kebenaran menyelamatkan orang dari maut.
      10:3.
      TUHAN tidak membiarkan orang benar menderita kelaparan, tetapi keinginan orang fasik ditolak-Nya.

      Hidup dalam kebenaran sama dengan selamat dan diberkati Tuhansampai ke anak cucu, bahkan menjadi berkat bagi orang lain.

    Tanpa kebenaran, segala sesuatu tidak akan berguna('Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna'). Jadi kita wariskan dulu kebenaran kepada anak cucu, baru setelah itu warisan harta benda.
    Segala sesuatu yang dilandasi oleh kebenaran baru berguna dan membawa kita kepada keselamatan.

  2. Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua= kabar mempelai, yaitu Injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Imam Besar, Raja segala raja, dan Mempelai Pria Sorga untuk menyucikan orang-orang yang sudah selamat dan diberkati Tuhan sampai sempurna seperti Yesus. Kita menjadi mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. Sesudah itu masuk kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang) dan Yerusalem baru selamanya.

    Dari kabar baik harus ditingkatkan pada kabar mempelai.
    Inilah sebilah pedang tajam yang keluar dari mulut Yesus, yang berguna untuk menyucikan dan menyempurnakan kita sampai menjadi mempelai-Nya. Dalam Matius 25: 6: 'Lihat mempelai datang songsonglah Dia.' Inilah kabar mempelai yang menjadi milik semua gereja Tuhan (semuanya ada di Alkitab, bukan milik hamba Tuhan secara pribadi atau organisasi).

Sikap terhadap kabar mempelai:

  1. Sikap negatif.
    Yohanes 6: 60-62, 66
    6:60.Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"
    6:61.Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?
    6:62.Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?
    6:66.Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nyamengundurkan diridan tidak lagi mengikut Dia.

    'Perkataan ini keras' =tajam; lebih tajam dari pedang bermata dua. Inilah firman pengajaran.
    'menggoncangkan imanmu'= banyak anak Tuhan kecewa karena kegoncangan karena pencobaan, tetapi nanti akan ada yang kecewa karena firman pengajaran, karena dosanya selalu ditunjuk firman--disucikan.

    Firman yang merupakan perkataan Yesus sendiri artinya dibukakan rahasianya ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab. Inilah firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Kalau firman dibukakan oleh Roh Kudus akan tajam. Kalau tangannya suka mencuri/korupsi, akan hilang tidak terasa. Kalau tidak diurapi Roh Kudus (dengan emosi)--seperti Petrus memotong telinga Malkus sampai putus--, akhirnya tidak mau dengar firman lagi.

    Doakan kami sebagai hamba Tuhan, supaya menyampaikan firman pengajaran dalam urapan Roh Kudus--bukan untuk menembak orang lain.

    Sikap negatif di sini adalah bersungut/mengomel sampai menolak firman pengajaran yang benar.

    Akibatnya:

    • Ayat 62: 'Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?'

      Kalau Ia naik, tidak percaya, apalagi kalau Ia turun--kembali kedua kali.

      Akibatnya: tidak tahan menghadapi kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, karena kedatangan-Nya kembali tidak ada sangkut paut dengan dosa.

      Kalau tidak tahan, ia akan ketinggalan saat Yesus datang kembali.

    • Ayat 66= mengundurkan diri dari firman pengajaran yang benar, dan tidak lagi mengikut Yesus. Pribadi Yesus adalah firman pengajaran yang benar--'pada mulanya adalah logos'.
      Logos menjadi manusia, itulah pribadi Yesus.

      Yohanes 1: 1, 14
      1:1.Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
      1:14.Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

      Kalau tidak lagi mengikuti Yesus, ia akan mengikuti keinginan telinganya untuk mendengar dongeng-dongeng--yang lucu-lucu--sampai mengikuti Setan dengan ajaran-ajaran palsu.

    • Menghadapi pedang penghukuman mulai di dunia sampai di neraka selamanya. Kalau menolak pedang penyucian akan terkena pedang penghukuman.
      Orang yang ketinggalan saat Yesus datang kembali--menolak Yesus/tidak mengikut Yesus, ikut ajaran palsu dan tersesat--, semuanya akan terkena pedang penghukuman.

      Wahyu 19: 15
      19:15.Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa.

      'Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam yang akan memukul segala bangsa' =semestinya pedang untuk menyucikan, tetapi kalau ditolak akan memukul/menghukum.

      Yohanes 12: 48
      12:48.Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnyapada akhir zaman.

      'Barangsiapa menolak Aku' =menolak pribadi Yesus.
      'perkataan-Ku'= firman yang dibukakan rahasianya yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab. Inilah firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

    Yesus tampil dengan mulut-Nya yang mengeluarkan sebilah pedang untuk menjadikan kita mempelai-Nya, sehingga bangsa kafir bisa diselamatkan sampai disempurnakan. Tetapi kalau salah dalam bersikap, pedang itu akan menjadi pedang penghukuman sampai kebinasaan selamanya. Biarlah firman disampaikan dalam urapan Roh Kudus, sehingga menjadi pedang tajam untuk menyucikan dosa-dosa kita--tidak terasa. Tetapi kalau pedang tumpul terlebih lagi berkarat, akan menjadi luka, sakit, sampai kehancuran.

  2. Sikap positif.
    Wahyu 1: 3
    1:3.Berbahagialah ia yang membacakandan mereka yang mendengarkankata-kata nubuat ini, dan yang menurutiapa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.

    Firman nubuat adalah firman yang memberitakan sesuatu yang belum terjadi tetapi pasti terjadi terutama tentang:

    • Kedatangan Yesus kedua kali di awan permai untuk menyucikan kita sampai sempurna seperti Dia; menjadi mempelai wanita sorga. Inilah kabar mempelai.

    • Penghukuman Tuhan atas dunia: tiga kali tujuh penghukuman, kiamat, dan neraka.

    Sikap positif di sini adalah membaca, mendengar, sampai mengerti, percaya, dan taat dengar-dengaran pada kabar mempelai.
    Kita taat apapun resikonya--seperti Abraham taat kepada Tuhan untuk mempersembahkan anaknya--, karena semuanya ditanggung oleh Tuhan.
    Kalau kita taat kepada Tuhan memang harus membayar harga yang mahal, tetapi risiko ditanggung oleh Tuhan.
    Kalau tidak taat, kita akan tanggung jawab sendiri--risiko ditanggung sendiri--, berarti harus membayar harga yang lebih mahal, bahkan sampai binasa selamanya.

    Hasilnya:
    1 Korintus 14: 3
    14:3.Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur.

    'Tetapi siapa yang bernubuat' =menyampaikan firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

    • Menghibur.
      Kabar mempelai sanggup menghibur kita semua.
      Artinya:

      1. Memberi kebahagiaan di tengah penderitaan.
      2. Memberi kekuatan ekstra sehingga kita bisa sabar dalam penderitaan karena Yesus, sehingga kita selalu mengucap syukur.

        Kita juga sabar dalam menunggu waktu Tuhan. Artinya: tidak mengambil jalan sendiri di luar firman.
        Jalan di luar firman adalah jalan buntu dan kebinasaan.

        Kalau tetap di jalan Tuhan, sekalipun tidak ditolong-- sampai meninggal dunia--, kita akan tetap selamat.
        Tetapi di luar jalan Tuhan, sepertinya tertolong, tetapi hanya jalan buntu sampai kebinasaan.

      3. Tuhan menolong kita tepat pada waktunya. Kita tinggal menunggu waktu Tuhan.

      Inilah penghiburan. Di saat mendengarkan firman kita bahagia di tengah penderitaan, apalagi saat diberkati, selalu bahagia. Lalu memberikan kekuatan ekstra, sehingga selalu mengucap syukur dalam penderitaan--tidak mengomel atau bersungut.

    • Menasihati.
      Firman pengajaran yang benar sanggup untuk menasihati kita semua.

      Mazmur 73: 24
      73:24.Dengan nasihat-MuEngkau menuntunaku, dan kemudian Engkau mengangkat akuke dalam kemuliaan.

      Nasihat dan teguran firman pengajaran yang benar merupakan tuntunan tangan Tuhan sendiri. Tinggal mau atau tidak. Kalau marah, kita akan dilepaskan oleh Tuhan, berarti kehancuran.

      Hasiltuntunan tangan Tuhan:

      1. Kita tetap hidup dalam kebenaran dan kesucian; tetap dalam rel kebenaran dan kesucian dari Tuhan, sehingga bisa mencapai perjamuan kawin Anak Domba di awan permai, masuk Firdaus sampai Yerusalem baru.

      2. Tangan Tuhan membuka pintu-pintu di dunia; jalan keluar dari segala masalah.
        Nasihat dan tegoran firman pengajaran memang keras dan tajam, karena tidak ada kompromi dengan dosa. Kalau kita terima, kita bisa hidup benar dan suci. Tuhan beserta kita, dan Tuhan membuka pintu-pintu di dunia.

      3. Tuhan membuka pintu sorga bagi kita semua.

    • Membangun.
      Firman pengajaran yang benar sanggup untuk membangun kerohanian kita. Artinya: menyucikan dan mengubahkan kita sehingga kita masuk dalam kegerakan kuda putih; pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--mempelai wanita sorga.

      Pembangunan Pembangunan tubuh Kristus dimulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.
      Layani nikah--menjadi saksi dalam nikah. Lalu dalam penggembalaan. Yang sudah melayani, lalu tinggalkan pelayanan, mari kembali.

    Kalau kita masuk dan aktif dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, kita akan menempatkan Yesus sebagai Kepalayang bertanggung jawab sepenuhnya atas hidup kita sampai rela mati di bukit Tengkorak. Kepala sampai mati menjadi tengkorak, inilah tanggung jawab Tuhan atas hidup kita.
    Jadi, melayani tubuh Kristus mulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan bukan untuk mempersulit kita. Dia sebagai Kepala yang bekerja dan berkarya dalam hidup kita. Tuhan tahu usaha kita di dunia hanya seperti orang tua Musa--hanya tiga bulan, setelah itu tidak bisa lagi--terbatas. Selebihnya, Tuhan yang bertanggung jawab.
    Kalau kita bisa, ucapkanlah syukur pada Tuhan. Jangan bangga karena sesuatu!

    Sebaliknya, kalau dalam kekurangan, tetap percaya, kalau pelayanan kita benar, Yesus sebagai kepala tetap bertanggung jawab. Satu waktu kita bisa di atas. Dia sanggup melakukan itu semua bagi kita.

    Kalau tidak aktif dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, kepala kita adalah serigala dan burung--roh jahat dan najis--yang membawa kita pada pembangunan Babel--pelacur besar--yang akan dibinasakan selamanya.
    Pelacur= tidak setia. Kalau tidak setia dalam ibadah pelayanan, tidak akan dipakai Tuhan.
    Tidak setia sama dengan tidak berguna.

    "Saya tadi bersaksi di Malang. Moto Lempin-EL Kristus Ajaib adalah 'lebih baik seorang pengerja yang setia melakukan tugasnya, daripada gembala yang tidak setia.' Kalau tidak setia, percuma dan tidak berguna. Bukan hebatnya (jemaat puluhan ribu), tetapi di alkitab menyebutkan 'hai hamba yang setia, ikutlah kebahagiaan Tuanmu..'"

    Ada dua macam pembangunan: tubuh Kristus atau Babel. Harus tegas! Pilih salah satu pembangunan tubuh Kristus atau pembangunan Babel! Jangan menggantungkan diri. Kalau netral atau di tengah-tengah itu menggantung diri. Hanya Yesus yang di gantung di kayu salib sebagai kepala yang bertanggung jawab atas hidup kita.

    Setan hanya membuat kita terus ragu--'nanti kalau....'.
    Tetapi suara Tuhan adalah: ' Musa nantikanlah Firaun di tepi sungai Nil, dia datang pagi-pagi, kamu lebih pagi'.

    "Saya terangkan saat retret kepada kaum muda mengapa ada doa pagi, salah satu sebabnya adalah suara Tuhan: 'Nantikanlah...' Ini lebih cepat dari geraknya setan."

    Bukti Yesus tampil sebagai Kepala:

    • Efesus 4: 15-16
      4:15.tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.
      4:16.Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, --yang rapih tersusundan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota--menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.

      'Kristus, yang adalah Kepala' =kalau Yesus sebagai kepala akan teratur.
      'sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota' =kaki berbeda dengan tangan, juga berbeda dengan mata.

      Yang pertama: kita melayani sesuai dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudusyang Tuhan percayakan kepada kita, mulai dari nikah, penggembalaan, dan antar penggembalaan.

      Karunia dan jabatan memang berbeda-beda, tetapi bisa bekerjasama, karena Yesus yang jadi kepala, sehingga semuanya rapih teratur.
      Kalau kita melayani saling menyalahkan, bertengkar, berarti bukan Yesus sebagai kepalanya, melainkan serigala dan burung--pembangunan Babel.

      Kita melayani Tuhan dengan didorong oleh kasih Allah, sehingga apapun yang kita hadapi kita tetap kuat teguh hati di dalam Tuhan--'Siapa yang memisahkan aku dari kasih Kristus?'Penderitaan apapun juga tidak akan bisa pisahkan.

      "Saya bersaksi di Malang. Ketika saya mau menikah, Pdt Totaijs melayani dan beliau berkata; Widjaja-Milka, jangan ragukan kasih Allah. Ada apa-apa, kembali pada belas kasih Tuhan! Sekalipun sudah jatuh, kasih Allah tidak berubah dan sanggup menolong."

      Kasih Tuhan untuk bangsa Israel. Bagi bangsa kafir ada belas kasih Tuhan yang tidak pernah berubah dulu sekarang sampai selamanya. Apapun keadaan kita, sekalipun sudah jatuh seperti raja Daud, belas kasih Tuhan akan menolong kita.

      Kasih Allah adalah kekal, berarti pelayanan kita juga kekal selamanya.

    • Efesus 5: 25-27
      5:25.Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
      5:26.untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
      5:27.supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela.

      Kepala adalah Imam Besar dan Mempelai Pria Sorga (Efesus 5).
      Ayat 25 = Yesus adalah suami; kepala. Jemaat adalah isteri; tubuh.

      Yang kedua: Yesus sebagai kepala menyucikan kita secara dobel, yaitu dengan air--baptisan air termasuk baptisan Roh Kudus--dan air hujan firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua--kabar mempelai.

      Penyucian secara dobel adalah penyucian terhadap penyakit kusta.
      Imamat 14: 8-9
      14:8.Orang yang akan ditahirkan itu haruslah mencuci pakaiannya, mencukur seluruh rambutnya dan membasuh tubuhnya dengan air, maka ia menjadi tahir. Sesudah itu ia boleh masuk ke dalam perkemahan, tetapi harus tinggal di luar kemahnyasendiri tujuh hari lamanya.
      14:9. Maka pada hari yang ketujuh ia harus mencukur seluruh rambutnya: rambut kepala, janggut, alis, bahkan segala bulunya harus dicukur, pakaiannya dicuci, dan tubuhnya
      dibasuh dengan air; maka ia menjadi tahir.

      Ayat 8= Kalau penyakit kusta hanya dibasuh air satu kali, ia boleh masuk ke perkemahan--masuk Tabernakel--, tetapi tidak boleh masuk ke kemahnya sendiri--tidak bisa bertemu anak dan isteri. Untuk apa?
      Karena itu perlu dimandikan dua kali (ayat 9), dan boleh masuk seluruh kemah.

      "Om Pong selalu menasihati: Setidaknya makan bersama dengan anak. Selalu dinasihati, supaya anak-anak tidak liar. Harus ada kesempatan bertemu dengan anak, selain kita bekerja, melayani."

      Kusta, artinya:

      1. Kebenaran sendiri--putih tetapi kusta.
        Kebenaran sendiri artinya

        1. Kebenaran di luar alkitab.
          Biarpun seribu pendeta bahkan malaikat yang bicara, tetapi kalau tidak cocok dengan alkitab, jangan diterima.
          Karena itu alkitab tidak perlu didiskusikan, diseminarkan, dicari kebenarannya, tetapi hanya diterima. Alkitab itu tegas!

        2. Menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain dan Tuhan/pengajaran yang benar.

          "Saya terang-terangan, banyak soal nikah saya ditentang. Ada yang bilang: 'Orang yang masih muda sudah cerai, tetapi tidak boleh kawin lagi sama pendeta Widjaja. Memang dia tidak merasakan, terlalu dia, tanpa kasih dia.' Saya tetap berpegang pada alkitab sekalipun dicaci maki, kalau alkitab bilang tidak boleh ya tidak boleh. Sampai orangnya mau keluarpun, terserah. Tidak ada masalah: Sudah cukup Tuhan saya menggembalakan dia."

          Kita yang harus sesuai dengan firman, bukan sebaliknya. Firman pengajaran itu menunjukkan wajah Tuhan. Wajah kita inilah yang harus sama dengan wajah Tuhan; sampai sama mulia dengan Tuhan. Pelan-pelan!

      2. Dosa kenajisan--orang kusta berteriak: Najis..najis...
        Imamat 13: 45
        13:45.Orang yang sakit kusta harus berpakaian yang cabik-cabik, rambutnya terurai dan lagi ia harus menutupi mukanya sambil berseru-seru: Najis! Najis!

        'berpakaian yang cabik-cabik' =hati-hati yang suka berpakaian cabik-cabik.

        Dosa kenajisan= dosa makan minum--merokok, mabuk, narkoba--, dan kawin mengawinkan--percabulan, tontonan yang tidak baik, nikah yang salah, dan perselingkuhan. Berhenti!

      3. Dosa kejahatan= keinginan akan uang.
        Dalam 2 Raja-Raja, Naaman disembuhkan lalu mau memberi untuk Elisa, tetapi Elisa menolak. Namun Gehazi mengejar Naaman dan mengambil pemberian itu, sehingga bisa beli ini itu, tetapi kusta Naaman melekat pada dia.

        Keinginan akan uang membuat kikir dan serakah.
        Kikir= tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan.
        Serakah= mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.

        Kita disucikan sehingga bisa mengembalikan milik Tuhan, dan memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan.
        Bisa memberi bukan bergantung dari kaya atau miskin, tetapi dari hati terikat uang atau tidak.
        Jemaat Makedonia miskin dan dicobai, tetapi bisa memberi.

      4. Dusta--Gehazi berdusta saat ditanya oleh Elisa. Kalau ada keinginan najis dan jahat, pasti ada dusta.
        Perkataan sia-sia mulai dari dusta, gosip, fitnah, sampai menghujat.

      Kita disucikan sampai mulut hanya memuliakan Tuhan--tampil seperti bayi.
      Matius 21: 16
      21:16.lalu mereka berkata kepada-Nya: "Engkau dengar apa yang dikatakan anak-anak ini?" Kata Yesus kepada mereka: "Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-pujian?"

      Bayi hanya memuji dan memuliakan Tuhan lewat menangis kepada Dia; mohon belas kasih-Nya. Ini adalah bukti Yesus sebagai Kepala. Dia berbelas kasih kepada kita sekalipun Dia sudah mati.

      Yesus mati dengan empat luka utama untuk bangsa Israel. Tetapi ketika sudah mati, Ia ingat bangsa kafir--prajurit bangsa kafir menikam lambung-Nya dengan tombak. Inilah luka kelima untuk menyelamatkan dan menyempurnakan bangsa kafir. Sampai matipun Dia masih berbelas kasih, kasihnya tidak berubah.
      Terlebih lagi Dia sudah bangkit, dipermuliakan dalam kerajaan sorga, maka belas kasih-Nya mampu melakukan apa saja.

      Kita hanya berkata benar dan baik, artinya jujur/tulus, bersaksi, dan menyembah Tuhan.

Hasilnya:

  1. Yesaya 49: 14-15
    49:14.Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."
    49:15. Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya,
    Aku tidak akan melupakan engkau.

    Ayat 14 = Israel dalam tekanan dan serangan-serangan.

    Ayat 15 = Kasih ibu sudah bergeser, bahkan kasih gembala sudah bergeser--jangankan mendoakan, memberi makan firmanpun tidak mau--, tetapi belas kasih Tuhan tidak bergeser.

    Hasil pertama: tangan belas kasih Tuhan sanggup untuk melindungi dan memelihara kita.

    Secara jasmani: Tuhan memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul untuk melindungi memelihara kita di tengah ketidakberdayaan dan kesulitan dunia yang bertambah-tambah sampai Antikris berkuasa di bumi.

    Secara rohani: kita tetap hidup benar dan suci di tengah dosa-dosa yang memuncak di dunia. Kita tetap dalam gendongan tangan Tuhan dan digerak-gerakkan, artinya dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

  2. Yesaya 38: 1-3
    38:1.Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos dan berkata kepadanya: "Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi."
    38:2.Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN.
    38:3.Ia berkata: "Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu." Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat.

    Ayat 1 = kalau dokter yang memberikan vonis, masih ada Tuhan. Kalau Tuhan yang memberikan vonis, siapa yang mampu menolong? Hanya belas kasih Tuhan.
    'Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat' =menangis seperti bayi.

    Hasil kedua: tangan belas kasih Tuhan menyembuhkan Hizkia, artinya menyelesaikan semua masalah yang mustahil.

  3. Keluaran 2: 6
    2:6.Ketika dibukanya, dilihatnya bayi itu, dan tampaklah anak itu menangis, sehingga belas kasihanlah ia kepadanya dan berkata: "Tentulah ini bayi orang Ibrani."

    Bayi Musa diangkat dari air.

    Hasil ketiga: tangan kasih Tuhan sanggup mengangkat kitamulai dari dunia ini.

    Anak budak menjadi anak raja artinya ada masa depan berhasil dan indah; kemerosotan diangkat dan dipulihkan oleh Tuhan.

    Kita harus berusaha, tetapi selanjutnya tangan belas kasih Tuhan yang menambahkan ketidakmampuan kita. Kemerosotan-kemerosotan di dunia ini Tuhan pulihkan.

    Jika Yesus datang kembali, kita disucikan dan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia; menjadi mempelai wanita sorga untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai.
    Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru selamanya.

Jadi bayi! Tuhan memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul untuk mengulurkan tangan belas kasih-Nya kepada kita.
Apapun keadaan kita; yang sudah tidak bisa dipikirkan lagi serahkanlah kepada Tuhan. Kita hanya menangis saja kepada Tuhan. Usaha silakan, tetapi lebih dari itu mohon belas kasih Tuhan untuk menolong kita.
Kalau tidak ada yang mau mempedulikan kita, masih ada Yesus.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Raya Surabaya, 21 Juni 2015 (Minggu Sore)
    ... dan kita semua. Ada tanda keadaan suam-suam rohani ada penyembahan berhala lembu emas. Bangsa Israel waktu itu menyembah lembu emas. Keluaran . Diterimanyalah itu dari tangan mereka dibentuknya dengan pahat dan dibuatnyalah dari padanya anak lembu tuangan. Kemudian berkatalah mereka Hai Israel inilah Allahmu yang telah menuntun engkau keluar dari tanah MesirMungkin ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 31 Oktober 2010 (Minggu Sore)
    ... mulia Yaitu lewat PEMBAHARUAN. Serusak apapun hidup dan nikah kita masih ada pembaharuan yang bisa kita alami. macam PEMBAHARUAN pembaharuan lewat baptisan air halaman tabernakel . Roma . Sekali-kali tidak Bukankah kita telah mati bagi dosa bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya . Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia ...
  • Ibadah Doa Malang, 12 Juni 2012 (Selasa Sore)
    ... sampai mati di kayu salib. Yang ditanyakan adalah persoalan raja. Raja adalah orang yang diurapi orang yang tegas berkemenangan. Sikap Yesus yaitu menjawab dengan tegas bahwa Dia adalah raja orang Yahudi sekalipun harus mati di kayu salib. Wahyu Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak seperti desau air bah dan seperti ...
  • Ibadah Persekutuan Medan IV, 23 Juni 2010 (Rabu Sore)
    ... kebahagiaan Surga. Suatu waktu tidak ada lagi kesempatan untuk membaca dan mendengar Firman Pengajaran yang benar terjadi kelaparan rohani. Malam ini kita masih membahas tentang KELAPARAN ROHANI. Kelaparan ini juga melanda Kanaan yaitu saudara-saudara Yusuf. Kejadian - . Setelah Yakub mendapat kabar bahwa ada gandum di Mesir berkatalah ia kepada anak-anaknya Mengapa ...
  • Ibadah Doa Malang, 17 Mei 2022 (Selasa Sore)
    ... . Kepada Dia yang seorang diri melakukan keajaiban-keajaiban besar Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 'kasih setia-Nya' kemurahan-Nya. Tuhan mengulurkan tangan kemurahan dan kebaikan-Nya sehingga seorang diri Ia mampu mengadakan keajaiban-keajaiban besar. Hasilnya adalah Yesus seorang diri mati di kayu salib untuk menebus dan menyelamatkan manusia berdosa. Matius - . Kira-kira jam tiga berserulah Yesus ...
  • Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 03 November 2015 (Selasa Siang)
    ... efod sebagai permata peringatan untuk mengingat orang Israel maka ke hadapan TUHAN haruslah Harun membawa nama mereka di atas kedua tutup bahunya menjadi tanda peringatan. Haruslah kaubuat ikat emas dan dua untai dari emas murni sebagai utas haruslah kaubuat itu yang buatannya sebagai tali berjalin dan haruslah kaupasang untai berjalin ...
  • Ibadah Doa Malang, 19 September 2023 (Selasa Sore)
    ... dari langit untuk mengalahkan mereka dan iblis dilemparkan ke neraka tempatnya antikris dan nabi palsu. Yang penting selama masih hidup di dunia dijaga jangan sampai kita disesatkan dan menjadi sama dengan iblis sehingga ikut dilemparkan ke neraka. Contoh Petrus. Matius - Lalu Yesus bertanya kepada mereka Tetapi apa katamu siapakah ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 28 April 2016 (Kamis Sore)
    ... Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah sebuah takhta terdiri di sorga dan di takhta itu duduk Seorang. Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya. Yang dilihat Musa adalah tabut perjanjian dengan shekinah ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 26 Januari 2013 (Sabtu Sore)
    ... menghasilkan buah yang tidak baik. Ada macam akar yang tidak baik Akar busuk. Yesaya Sebab itu seperti lidah api memakan jerami dan seperti rumput kering habis lenyap dalam nyala api demikian akar-akar mereka akan menjadi busuk dan kuntumnya akan beterbangan seperti abu oleh karena mereka telah menolak pengajaran TUHAN semesta alam dan ...
  • Ibadah Raya Malang, 10 Januari 2010 (Minggu Pagi)
    ... 'maaf' saat pembagian makanan firman kita harus sungguh-sungguh Hosea Tuhan Yesus selalu hadir setiap pembagian makanan. Ia setia dan menghargai membungkuk pada waktu pembagian firman pengajaran. Kalau saat pembagian makanan Tuhan selalu hadir lalu kita sering tidak hadir maka saat Yesus datang kembali kedua kali kita akan ketinggalan untuk selama-lamanya. Petrus ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.