English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 15 Januari 2009 (Kamis Sore)
Matius 24:29-31 "Keadaan Pada Waktu Kedatangan Yesus Ke-2x"
Ay. 29, terjadi badai yang...

Ibadah Kaum Muda Malang, 16 Januari 2010 (Sabtu Sore)
Pembicara: Bapak Antanusa

Markus 14:1-2
Tanda dari ibadah taurat (ibadah dari imam-imam kepala...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 05 Februari 2009 (Kamis Sore)
Matius 24:29-31 " KEADAAN PADA WAKTU...

Ibadah Doa Malam Session I Malang, 01 Agustus 2017 (Selasa Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita masih mempelajari tentang Pintu Kemah....

Ibadah Doa Malang, 09 Mei 2019 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:11
9:11 Dan raja...

Ibadah Raya Malang, 13 Oktober 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 21:5
21:5 Ia yang duduk di...

Ibadah Pendalaman Alkitab, 05 Januari 2012 (Kamis Sore)
Matius 26:47-56 berjudul "Yesus ditangkap" dan terjadi di Getsemani

Matius 26:47-50
26:47 Waktu...

Ibadah Raya Surabaya, 18 Desember 2011 (Minggu Sore)
Penyerahan Anak
Markus 10: 13-16
10:13. Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.
10:14. Ketika...

Ibadah Doa Malang, 13 Desember 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 19 tentang doa penyembahan.

Keluaran 19:4-9
19:4 Kamu...

Ibadah Raya Surabaya, 17 Oktober 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 31-46
= tentang penghakiman terakhir.
Malam ini kita membaca ayat 31, 34a
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 03 Maret 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:21-22
3:21 Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama...

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 10 Agustus 2010 (Selasa Pagi)
Keluaran 25 dimulai dengan korban bahan-bahan untuk pembangunan Tabernakel.

Keluaran 25:1-9 dibagi menjadi 3...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 September 2017 (Rabu Sore)
Bersamaan dengan penataran iman dan calon imam IV

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 16 Juni 2020 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 11:13-14
11:13. Pada saat itu terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 12 Desember 2009 (Sabtu Sore)
Markus 14 berdasarkan sistem tabernakel, menunjuk pada buli-buli emas berisi dengan manna.

Keluaran...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 05 Juni 2016 (Minggu Sore)

Ibadah Penyerahan Anak

Rut 2: 8-10
2:8. Sesudah itu berkatalah Boas kepada Rut: "Dengarlah dahulu, anakku! Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat pengerja-pengerja perempuan.
2:9. Lihat saja ke ladang yang sedang disabit orang itu. Ikutilah perempuan-perempuan itu dari belakang. Sebab aku telah memesankan kepada pengerja-pengerja lelaki jangan mengganggu engkau. Jika engkau haus, pergilah ke tempayan-tempayan dan minumlah air yang dicedok oleh pengerja-pengerja itu."
2:10. Lalu sujudlah Rut menyembah dengan mukanya sampai ke tanah dan berkata kepadanya: "Mengapakah aku mendapat belas kasihan dari padamu, sehingga tuan memperhatikan aku, padahal aku ini seorang asing?"


Kita menyerahkan anak ke dalam tangan belas kasih TUHAN, supaya anak ini dibawa masuk ke ladang Boas seperti Rut--ladang TUHAN/ladang mempelai--oleh tuntunan tangan belas kasih TUHAN. Boas adalah gambaran dari TUHAN Yesus sebagai mempelai pria sorga.
Artinya:

  1. Supaya anak ini betul-betul tergembala  dalam penggembalaan yang benar dan baik; yang dibina oleh firman pengajaran mempelai--kabar mempelai.
  2. 'memungut jelai' = anak ini bisa mendengar dan dengar-dengaran kepada kabar mempelai/firman pengajaran mempelai.


  3. Supaya anak ini selalu setia dan bekobar-kobar dalam ibadah pelayanan di dalam ladang mempelai--dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita sorga.
    Dia dipakai TUHAN sesuai dengan kehendak dan jabatan yang TUHAN berikan kepadanya, sampai TUHAN Yesus datang kedua kali.

Rut 3: 9
3:9. Bertanyalah ia: "Siapakah engkau ini?" Jawabnya: "Aku Rut, hambamu: kembangkanlah kiranya sayapmu melindungi hambamu ini, sebab engkaulah seorang kaum yang wajib menebus kami."

Hasil jika anak ini diserahkan ke ladang TUHAN: ia mengalami perhatian, lawatan, dan naungan sayap TUHAN.
Naungan sayap TUHAN artinya:

  • Ia dipelihara dan dilindungi oleh TUHAN, mulai sekarang di dunia ini sampai zaman antikris nanti, bahkan sampai hidup kekal.
    Ia bagaikan anak burung nasar atau anak ayam yang tidak berdaya, hanya bergantung pada sayap induknya. Itu yang melindungi, memelihara, dan menghangatkan dia--membahagiakan.

    Naungan sayap TUHAN yang melakukan segala sesuatu untuk menolong dia.


  • Memberikan dua sayap burung nasar kepada anak ini, untuk bisa disingkirkan ke padang gurun saat antikris berkuasa di bumi selama 3,5 tahun. Bahkan jika Yesus datang kedua kali, ia diangkat ke awan-awan yang permai dan menjadi milik TUHAN selamanya.

Inilah dasar penyerahan anak. Biar tangan belas kasih TUHAN yang menuntun dan menggendong dia untuk menuju ladang mempelai. Biarlah dia selalu hidup di sana dan mendapat naungan sayap dari TUHAN. Ia betul-betul terpelihara oleh TUHAN, sampai benar-benar menjadi milik TUHAN selamanya.

Ibadah Raya

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 4: 6b-7
4:6b. di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang.
4:7. Adapun
makhluk yang pertama sama seperti singa, dan makhluk yang kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, dan makhluk yang keempat sama seperti burung nasar yang sedang terbang.

Ini tentang empat makhluk di sorga ('di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata').
Di pulau Patmos rasul Yohanes melihat empat makhluk di takhta sorga. Yang dilihat oleh Musa di gunung Sinai adalah empat tiang pintu tirai--pintu menuju kesempurnaan.
Empat makhluk di takhta sorga sama dengan empat tiang pintu tirai. Ini adalah empat pribadi yang pernah hidup di dunia--seperti kita--yang penuh dosa dan kutukan, tetapi mereka hidup dalam suasana takhta sorga sampai mereka benar-benar terangkat ke takhta sorga.

Dalam zaman perjanjian lama, orang hidup dalam dosa tetapi mereka tetap hidup dalam suasana takhta sorga. Zaman perjanjian baru, TUHAN Yesus juga tetap hidup dalam suasana takhta sorga, sampai benar-benar terangkat ke takhta sorga.

Empat pribadi adalah:

  1. Henokh,
  2. Musa,
  3. Elia,
  4. TUHAN Yesus.

Nanti yang kelima--yang terakhir--adalah kita semua, kita juga akan terangkat ke sorga.
Empat pribadi dikaitkan dengan Wahyu 4: 7; empat makhluk memiliki muka sebagai berikut:

  1. Makhluk yang pertama mukanya seperti burung nasar. Ini menunjuk pada sifat tabiat Yesus sebagai anak Allah.
  2. Makhluk yang kedua mukanya seperti manusia. Ini menunjuk pada sifat tabiat Yesus sebagai manusia yang sengsara.
  3. Makhluk yang ketiga mukanya seperti singa--singa Yehuda. Ini menunjuk pada sifat tabiat Yesus sebagai raja segala raja.
  4. Makhluk yang keempat mukanya seperti anak lembu. Ini menunjuk pada sifat tabiat Yesus sebagai hamba.

Garis vertikal: Yesus sebagai anak Allah dalam kemuliaan--yang di atas--, tetapi Ia juga sebagai manusia yang sengsara di bumi--di bawah.
Garis horisontal: Yesus sebagai raja yang berkuasa, tetapi Ia juga sebagai hamba yang melayani. Jadi ada imbangannya.

Jika empat titik ditarik garis, akan menunjuk kayu salib--empat sifat tabiat Yesus.



"Menerangkan soal Yesus harus lengkap. Banyak kali kita hanya menerangkan Yesus sebagai anak Allah yang berkuasa. Saat kita menderita, kita jadi ragu: 'Katanya Yesus Anak Allah, kita anak-anak Allah. Tapi kenapa kita menderita?' Itu karena Ia juga sebagai manusia. Atau banyak kali menerangkan Yesus sebagai raja segala raja, kita raja-raja. Tapi kenapa kita harus melayani? Sebab Ia juga sebaga hamba. Jadi, ada imbangannya, tidak menonjol. Inilah kayu salib."

Keempat makhluk yang sudah berada di takhta sorga adalah kehidupan yang mengalami jalan salib. Untuk bisa mencapai takhta sorga dan dipermuliakan bersama TUHAN, jalannya hanya satu yaitu jalan salib.
Jika tidak ada jalan salib--memakai jalan yang lain--, itu merupakan kemuliaan palsu yang hanya dibinasakan. Jalannya antikris adalah semua mau yang enak bagi daging, termasuk ibadah yang enak bagi daging.
SATU-SATUNYA JALAN menuju takhta sorga adalah jalan salib.

Jadi, untuk bisa mengalami suasana takhta sorga di bumi yang sudah jahat, najis dan sulit, sampai kita terangkat masuk ke takhta sorga yang sesungguhnya, kita harus mengalami jalan salib.

"Banyak orang keliru, jalan salib itu susah, padahal itu suasana takhta sorga."

Praktik jalan salib dalam kehidupan sehari-hari:

  1. 1 Petrus 4: 1-2
    4:1. Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, --karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa--,
    4:2. supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

    Praktik jalan salib yang pertama: jalan salib adalah sengsara daging bersama Yesus untuk:


    • [ayat 1] Kita sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa, kembali kepada TUHAN; bertobat. Suasana takhta sorga adalah bertobat.
      Kalau berbuat dosa, itu suasana neraka.

      Sekalipun hebat, menjadi hamba TUHAN yang punya gereja besar ataupun kecil, jika berbuat dosa, sama dengan suasana neraka. Sekalipun miskin, kaya, gereja besar, gereja kecil, gaji besar, gaji kecil, yang penting adalah bertobat, itu suasana takhta sorga.

      Wahyu 21: 8
      21:8. Tetapi orang-orang penakut(1), orang-orang yang tidak percaya(2), orang-orang keji(3), orang-orang pembunuh(4), orang-orang sundal(5), tukang-tukang sihir(6), penyembah-penyembah berhala(7)dan semua pendusta(8), mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

      'orang-orang pembunuh' = kebencian-kebencian.
      'orang-orang sundal' = dosa persundalan atau dosa percabulan.

      Kita harus bertobat, terutama dari 8 dosa yang membawa kita kepada suasana neraka.
      Mulai dari 'penakut', sama dengan takut kepada sesuatu di dunia sampai melawan TUHAN.

      "Seringkali kita di dalam pekerjaan, takut kepada sesuatu sampai melawan TUHAN. Kalau kami hamba TUHAN, takut dalam organisasi, takut tidak diberi ini itu, sampai melawan TUHAN/melawan firman yang benar."

      Ketakutan inilah suasana neraka. Lalu dilanjutkan dengan benci--pembunuh--sampai dusta, itu benar-benar suasana neraka. Mari, tinggalkan. Kita bertobat dari 8 dosa; kita hidup dalam suasana takhta sorga.

      Setelah terlepas dari 8 dosa, kita bertobat sehingga bisa hidup dalam kebenaran dan menjadi senjata kebenaran--melayani TUHAN. Inilah suasana takhta sorga. Kalau tidak bertobat dan tidak benar, itu suasana neraka.


    • 1 Petrus 4: 2
      4:2. supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

      Yang kedua: Kita sengsara daging untuk taat dengar-dengaran kepada firman TUHAN, sekalipun bertentangan dengan kehendak daging.

      "Seperti Abraham yang disuruh mempersembahkan Ishak. Ini bertentangan dengan kehendak daging. Tetapi kalau itu perintah TUHAN, lakukan! TUHAN yang menyuruh, Ia yang menanggung resikonya. TUHAN yang bertanggung jawab. Seringkali kita merasa lebih bijaksana, lebih pandai dari TUHAN, sehingga kita tidak taat. Ikuti saja!
      Misalnya kita sebagai pegawai negeri atau bekerja di kantor, ada atasan. Saat disuruh atasan, kita berkata: 'Oh, tidak bisa..' Kita akan dipecat. Seringkali kalau di kantor, kita bisa taat kepada kepala kantor; tetapi kalau kepada TUHAN, kita sering protes.
      "


    Jadi, praktik jalan salib yang pertama adalah sengsara daging untuk bertobat, hidup benar dan taat dengar-dengaran kepada perintah TUHAN--halaman Tabernakel. Orang semacam ini akan dipakai TUHAN.
    Sekarang kita hidup benar--lepas dari dosa--, kemudian baru bisa taat--melakukan kehendak Allah. Kalau ada dosa, kita tidak bisa taat.

    Hasil jika kita taat dengar-dengaran kepada TUHAN:


    • Matius 7: 24
      7:24. "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

      'Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya' = taat.

      Hasil yang pertama: menjadi orang bijaksana sama dengan memiliki hikmat dari TUHAN--hikmat sorga.

      Pengkhotbah 10: 10
      10:10. Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga, tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat.

      'besi menjadi tumpul' = krisis ekonomi sampai krisis total.
      'Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus memperbesar tenaga' = ini menurut para ahli di dunia ini. Mungkin kalau memiliki toko, tutupnya lebih malam lagi atau modalnya ditambah lagi.

      'tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah hikmat' = hikmat dari TUHAN, bukan hikmat dari dunia.

      Kalau kita sudah memiliki hikmat kebijaksanaan dari sorga, maka hidup kita akan berhasil dan indah di tengah krisis dunia--hikmat sorga menentukan keberhasilan.


    • Hasil kedua: 'mendirikan rumahnya di atas batu' = kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus, mulai dari dalam rumah tangga; yaitu membangun rumah tangga yang kokoh, yang tidak hancur oleh apapun--tidak mengalami kehancuran nikah dan buah nikah yang melanda seluruh dunia.

      "Sekarang ini kehancuran nikah dan buah nikah begitu merajalela. Korban perang dunia I-II masih bisa dihitung, tetapi korban nikah dan buah nikah yang hancur (anak-anak muda yang hancur) tidak dapat dihitung. Mulai dari istana raja sampai di bawah kolong jembatan, banyak nikah dan buah nikah yang hancur. Banyak kali orang tua tidak mengetahui keadaan anak-anaknya. Orang tuanya tidak percaya, seringkali mereka membela anak-anaknya: 'Anak saya baik di rumah', padahal di sekolah anaknya merokok. Orang kaya tidak mampu menjaga buah nikahnya. Hanya hikmat kebijaksanaan sorga yang mampu."

      Oleh sebab itu perlu jalan salib. Orang-orang yang hidup di zaman Henokh, Musa, Elia dan TUHAN Yesus, semua berbuat dosa; bahkan pada zaman akhir akan kembali lagi. Dosa makan minum--merokok, mabuk, narkoba--, dan dosa kawin mengawinkan, ini yang menghancurkan nikah dan buah nikah.
      Tetapi jika kita hidup benar dan taat dengar-dengaran, kita memiliki hikmat kebijaksanaan sorga.

      Rumah tangga yang kokoh artinya rumah tangga yang benar--sesuai dengan firman--, suci--menjaga kesucian--, dan ada satu kesatuan dalam rumah tangga, sehingga ada suasana kebahagiaan sorga. Baik sebagai suami, isteri, dan anak, semua menjaga kebenaran, kesucian dan kesatuan dalam nikah rumah tangga; sampai nanti masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba.

      Tidak ada kebahagiaan di dunia ini, selain kebahagiaan di dalam nikah yang benar, suci, dan satu. Tidak ada penderitaan yang lebih besar dari pada penderitaan dalam nikah yang hancur dan tercerai-berai.

      Kalau bahagia di dalam nikah yang satu, itu kebahagiaan sorga. Kalau menderita dalam nikah yang tercerai-berai, itu suasana neraka.


    Mari berada di jalan salib, kita pasti bersuasana sorga, sampai bisa masuk takhta sorga. Salib memang sakit bagi daging, tetapi kita bahagia.


  2. 2 Korintus 6: 4-5
    6:4. Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran,
    6:5. dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa;


    Praktik jalan salib yang kedua: sengsara daging untuk bisa beribadah dan melayani TUHAN dengan setia dan berkobar-kobar, sampai garis akhir.
    Garis akhir yaitu sampai meninggal dunia, atau sampai TUHAN Yesus datang kedua kali di awan-awan yang permai.

    "Kita harus berusaha untuk setia dan berkobar-kobar. Jangan tertidur! Khotbah tadi pagi di Malang, tentang 10 anak dara yang tertidur. Banyak gembala yang tertidur rohani, tidak mau berkhotbah. Kalau gembalanya tidur, apalagi jemaatnya, sudah bermimpi-mimpi (bermimpi di takhta sorga padahal di selokan). Gembalanya tertidur tetapi mau KKR. Bagaimana orang tidur mau membangunkan orang tidur? Yang benar, kebangunan rohani adalah orang yang sudah bangun membangunkan orang tidur. Di dalam penggembalaan tidak mau berkhotbah, tetapi mau mengadakan KKR (membangunkan orang tidur); ini penipuan besar-besaran. Kita dulu harus setia dan berkobar-kobar (bangun dulu), baru bisa membangunkan orang tidur."

    Setelah diberikan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus oleh TUHAN lewat penumpangan tangan seorang gembala, kita harus setia dan berkobar-kobar.

    2 Timotius 1: 6
    1:6. Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.

    Kita harus ingat: yang belum melayani TUHAN, berdoa supaya bisa melayani TUHAN.
    Setelah kita dipakai oleh TUHAN--diberi jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus lewat penumpangan tangan seorang gembala--, pertahankan. Kita harus rela sengsara daging untuk tetap setia dan berkobar-kobar, sampai garis akhir.

    Mulai dari gembala harus setia dan berkobar-kobar; bukan mengorbankan tetapi mengobarkan. Banyak kali kita mengorbankan.

    Praktik rela sengsara daging untuk beribadah dan melayani TUHAN yaitu harus menjadi hamba TUHAN dan pelayan TUHAN yang sabar (2 Korintus 6: 4).

    Ada tiga macam kesabaran:


    • Sabar dalam penderitaan: tidak bersungut, kecewa, putus asa, dan tinggalkan pelayanan saat menghadapi penderitaan, tetapi selalu mengucap syukur kepada TUHAN, sehingga kita tetap setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan.


    • Sabar menunggu waktu TUHAN.
      Mungkin kita sudah melayani dan sebagainya, tetapi belum ditolong TUHAN, kita harus sabar menunggu waktu TUHAN.
      Yohanes 7: 6
      7:6. Maka jawab Yesus kepada mereka: "Waktu-Ku belum tiba, tetapi bagi kamu selalu ada waktu.

      Sabar menunggu waktu TUHAN artinya jika TUHAN belum menolong kita dalam perkara jasmani--penyakit, ekonomi--, berarti TUHAN masih sibuk dengan pribadi kita. TUHAN mau memperbaiki pribadi dan kerohanian kita.

      Sekarang, bagi kita selalu ada waktu untuk:


      • Koreksi diri lewat ketajaman pedang firman Allah.
        Saat dalam masalah, kita harus banyak mendengar firman. Jika ditemukan dosa, harus mengaku kepada TUHAN dan sesama--kayu salib. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi.

        Kalau ada dosa, TUHAN tidak bisa menolong kita, sebab dosa merupakan pemisah antara kita dengan TUHAN. Mari selesaikan dosa!


      • Menyerah sepenuh kepada TUHAN--berdoa pada TUHAN--, sampai tidak berharap pada yang lain.


      Kalau ini terjadi, itulah waktu TUHAN untuk menolong kita.

      "Seseorang menelepon saya: 'Saya sudah setia, baru berdoa menyembah TUHAN, tapi kok malah sakit?' Setelah telepon saya dan berdoa, malah bertambah sakit. Lalu saya beri tahu: 'Kalau ada sesuatu, dua yang terjadi. Satu, koreksi diri, kalau ada kesalahan harus diselesaikan. Kedua (jika tidak ada kesalahan), berarti itu ujian dari TUHAN. Seperti perempuan sakit pendarahan 12 tahun; bertambah buruk. Saat bertambah buruk, saat itulah kita harus semakin percaya pada TUHAN. Itu ujian iman.' Akhirnya dia berkata: 'Iya, Pak, saya memang ada kesalahan.': 'Mari minta ampun.' Masih sakit, doa lagi, akhirnya sudah lumayan membaik."


    • Sabar dalam menanti kedatangan Yesus kedua kali.
      Roma 8: 25
      8:25. Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun.

      'apa yang tidak kita lihat' = kita masih belum melihat kedatangan Yesus kedua kali, tetapi kita menantikannya.

      Sabar menanti kedatangan Yesus kedua kali sama dengan ketekunan dalam kandang penggembalaan--ruangan suci.
      Tadi, hidup benar dan taat dengar-dengaran, menunjuk pada halaman Tabernakel. Kita berhasil, tidak rubuh dan gagal, tetapi dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus mulai dari rumah tangga yang kokoh--dasar yang kuat.

      Dalam ruangan suci ada tiga macam alat, sama dengan ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


      • Pelita emas: ketekunan dalam ibadah raya = persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam karunia-karunia-Nya. Kita bagaikan diberi minum--ada Roh Kudus.


      • Meja roti sajian: ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci = persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus. Kita bagaikan diberi makan--ada roti firman dan roti perjamuan suci.


      • Mezbah dupa emas: ketekunan dalam ibadah doa penyembahan = persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya. Kita bagaikan bernafas.


      Harus tiga macam ibadah, karena kita terdiri dari tubuh, jiwa, dan roh. Jika kita tekun dalam tiga macam ibadah pokok, maka tubuh, jiwa, dan roh kita melekat kepada Allah Tritunggal--seperti carang/ranting melekat kepada pokok anggur yang benar.

      Mari, kita harus tergembala dengan sungguh-sungguh hari-hari ini. Kalau ranting melekat pada pokok anggur yang benar, yang mencari mineral, air dan sebagainya adalah pokok anggur; ranting hanya tinggal menghisap saja. Sekalipun sulit mencari air di bawah tanah, dia akan menembusi.

      Pokok adalah TUHAN Yesus, Dia yang berupaya, kita hanya tinggal menghisap saja. Yang penting kita tekun dalam kandang penggembalaan.
      Ini sistem Tabernakel/sorga. Musa melihat kerajaan sorga, lalu TUHAN perintahkan Musa untuk membuat kerajaan sorga di bumi, itulah Tabernakel--supaya hidup kita sesuai kerajaan sorga.

      Tabernakel terdiri dari:


      • Halaman: sengsara daging untuk bertobat, hidup benar dan taat dengar-dengaran. Kita membangun rumah tangga yang kokoh, dan kita berhasil di tengah krisis dunia.


      • Ruangan suci: ketekunan dalam kandang penggembalaan = kita beribadah dan melayani TUHAN dengan setia dan berkobar-kobar. Saat menghadapi apapun kita memerlukan kesabaran dan ketekunan.


      • Ruangan maha suci.


      Jika carang melekat pada pokok anggur yang benar, hasilnya adalah.


      • Mengalami pertumbuhan  secara kuantitas dan kualitas-- bertumbuh ke arah kedewasaan rohani/kesempurnaan.
      • Mengalami buah yang manis--kebahagiaan dalam penggembalaan.


      • Mengalami pemeliharaan TUHAN ('Bapa-Kulah pengusahanya--pemeliharanya'). Kita dipelihara secara ajaib oleh Yesus Gembala Agung.

        Sekarang, mungkin kita belum merasakan, tetapi ada yang sudah merasakan kegoncangan. Saat antikris semakin berkuasa di dunia ini, kita akan semakin tersudut. Jika antikris berkuasa 50%, maka segala milik kita hanya tinggal 50%. Saat antikris berkuasa 100% di bumi, semua sudah dikuasai antikris--deposito, kekayaan bentuk apapun sudah tidak ada lagi. Saat itulah kita benar-benar merasakan bahwa kita hidup dari TUHAN, bukan dari segala sesuatu di dunia. Dunia ini hanya sarana, tetapi kita hidup dari TUHAN. Kita boleh memiliki apa saja di dunia ini, tapi ingat, 'Bapa-Kulah pengusahanya--pemeliharanya.' Gembala Agung yang memelihara kehidupan kita secara ajaib.

        "Di alkitab, ada orang kaya yang sombong. Dia hendak membangun lumbung, tetapi TUHAN berkata: 'Malam ini kamu mati.' Lalu itu semua untuk siapa? Ini gambaran bahwa pemeliharaan adalah dari TUHAN. Boleh punya gaji besar, deposito dan sebagainya, tetapi jangan bergantung pada itu semua. Sebab satu waktu itu semua akan dikuasai oleh antikris. Jangan bergantung pada itu semua, tetapi kita tetap bergantung pada Bapa di sorga. Yesus Gembala Agung yang memelihara kita."


      • Kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus di dalam kandang penggembalaan.
        Lebih meningkat lagi.

        Tadi, kalau kita bertobat, hidup benar dan taat dengar-dengaran, kita akan dipakai TUHAN dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus di dalam nikah rumah tangga. Kita membangun rumah tangga yang kokoh--nikah dan buah nikah tidak hancur--yaitu benar, suci dan menjadi satu kesatuan sampai masuk perjamuan nikah Anak Domba.

        Sekarang, dalam penggembalaan kita lebih dipakai lagi.
        Yohanes 10: 16
        10:16. Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

        Kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus, di dalam kandang penggembalaan, baik sebagai gembala, pemain musik, tua-tua, penerima tamu, pembersih gereja dan lain-lain; semua bekerja sama, semua penting dan harus saling bekerja sama. Kalau masih di dalam tubuh, penting semuanya. Tidak ada yang tidak penting!
        Kalau tidak penting, berarti sudah di luar tubuh.

        Tetapi ada juga 'domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini'. Ini sama dengan antar penggembalaan.

        "Nanti tanggal 7 dan 8 Juni ini, paling dekat di Square Ballroom (Surabaya). Dari Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, bahkan dari luar negeri akan datang untuk menyatu."

        Sesudah dipakai dalam kandang penggembalaan, akan lebih membesar lagi yaitu kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus antar penggembalaan. Perlu kesabaran dan ketekunan.


    Tadi yang pertama, di dalam rumah tangga kita perlu kebenaran--bertobat, hidup benar dan taat dengar-dengaran.

    "Jangan memilih pacar/suami/isteri yang tidak bertobat! Itu sama dengan memasukkan diri ke dalam neraka. Sekalipun dia hebat, luar biasa, tetapi kalau tidak bertobat, kita masuk dalam suasana neraka. Mari, pilih yang bertobat, hidup benar dan yang taat dengar-dengaran. Kalau dia melawan orang tuanya, hati-hati! Orang tuanya saja dilawan, apalagi saudara. Bisa ditendang."

    Ini baru membangun rumah tangga yang kokoh. Kita akan betul-betul berhasil di tengah dunia yang krisis--ada hikmat kebijaksanaan TUHAN--, rumah tangganya kokoh, tidak hancur di tengah dunia yang hancur--nikah yang hancur.

    Sekarang sudah macam-macam--suami-isteri berselingkuh--, tetapi kita tetap benar, suci, sempurna.
    Benar artinya sesuai firman. Kaum muda, harus sesuai firman, jangan di luar firman! Jaga kebenaran, kesucian dan kesatuan nikah, sampai perjamuan kawin Anak Domba--nikah yang rohani.

    Yang kedua, kita harus sengsara daging untuk beribadah dan melayani TUHAN dengan setia berkobar-kobar, sampai garis akhir.
    Syaratnya, kita harus sabar yaitu sabar dalam penderitaan, sabar dalam menanti waktunya TUHAN, dan sabar dalam menanti kedatangan Yesus kedua kali--tekun dalam kandang penggembalaan. Kalau kita tekun dalam kandang penggembalaan seperti carang melekat pada pokok anggur yang benar, maka TUHAN yang akan bekerja.

    Silakan sekolah, kuliah dan bekerja yang keras, tetapi tangan TUHAN yang memelihara kita--TUHAN yang menentukan.
    Hasilnya kita mengalami pertumbuhan secara kuantitas dan kualitas, kita mengalami buah yang manis--kebahagiaan dari sorga--, TUHAN yang memelihara dan kita dipakai mulai dari dalam penggembalaan, sesudah itu antar penggembalaan.

    "Mungkin nanti bulan Juni juga ada di Palangkaraya, sesudah itu di Jakarta, di Sibolga, di Batam. Ini sudah bergiliran menunggu dan terus-menerus ke mana TUHAN mengutus kita. Perlu kesabaran dan ketekunan. Kalau kita sendiri, bagaimana mau menolong orang lan? Inilah mengunjungi kandang-kandang. TUHAN akan menolong kita semuanya."


  3. 2 Korintus 4: 16-17
    4:16. Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
    4:17. Sebab
    penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

    Praktik jalan salib yang ketiga: sengsara daging tanpa dosa--sengsara daging karena Yesus/kehendak TUHAN; sama dengan ruangan maha suci--percikan darah.

    Di dalam ruangan maha suci, ada satu alat yaitu tabut perjanjian. Sengsara daging bersama Yesus merupakan kasih karunia TUHAN, sebab tidak semua orang bisa mengalami.

    Harus menerima percikan darah, supaya kita mengalami kemuliaan bersama TUHAN. Bentuknya macam-macam, yaitu kita tidak salah tetapi disalahkan, difitnah, dicela, dihina dan lain-lain.

    Mengapa kita harus mengalami percikan darah? Supaya kita mengalami pembaharuan/keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus--manusia mulia; manusia sempurna seperti Yesus.

    Yesus harus mati disalib, kemudian bangkit dalam tubuh kemuliaan, baru Ia bisa naik ke sorga. Begitu juga dengan kita.
    Manusia rohani dimulai dari 'kami tidak tawar hati' sama dengan kuat dan teguh hati. Jangan goyah dan tawar hati menghadapi apapun juga!

    Kuat dan teguh hati artinya:


    • Tetap berpegang teguh dan taat dengar-dengaran pada satu firman pengajaran benar dan jangan goyah oleh ajaran-ajaran lain.
      Sekarang ini banyak ajaran palsu/ajaran lain.

      Firman pengajaran benar yaitu: tertulis di alkitab--harus baca ayat dalam alkitab, jangan yang lain-lain--, firman yang merupakan perkataan Yesus sendiri ('kamu memang bersih oleh firman yang Ku katakan kepadamu') atau diwahyukan oleh TUHAN yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab--firman yang dibukakan rahasianya.

      "Kalau dulu belajar di sekolah, rumus menerangkan rumus. Kalau firman pengajaran yang benar, ayat menerangkan ayat. Dulu belajar matematika ada diktatnya, sekarang diktat kita hanya satu, yaitu alkitab. Oleh sebab itu, firman pengajaran benar tertulis dalam alkitab. Saat Yesus dicobai oleh setan, hanya dilawan dengan: 'Ada tertulis.' Dan menang. Jangan firman yang aneh-aneh! Menurut pendapat manusia dan lain-lain, itu akan kalah.
      Saya selalu mengatakan, belajar dari Hawa. Selama dia berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar: 'Semua buah pohon di taman boleh kau makan buahnya dengan bebas, kecuali satu,' dia betul-betul bahagia, mengalami suasana firdaus/suasana sorga. Tetapi begitu datang suara ular: 'Tidak begitu, kalau kamu makan satu buah yang dilarang TUHAN, kamu akan begini begitu.' Akhirnya menjadi suasana kutukan/suasana neraka.
      Jangan mau diombang-ambingkan: 'Nanti akan dapat ini.' Rugi!"


    • Tetap hidup benar, apapun resiko yang kita hadapi; tidak berbuat dosa sekalipun dipaksa, dibujuk dan lain-lain.
      Kalau pengajarannya benar, hidupnya pasti benar.

      Seperti Yusuf yang sekalipun dipaksa, dibujuk, tetapi ia tetap hidup benar.


    • Tetap setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN sampai garis akhir. Jangan tinggalkan ibadah pelayanan!
      Jangan tertidur! Kalau tertidur, kita akan tertinggal saat TUHAN datang kedua kali. Sekarang ini kita harus aktif.


    • Tetap menyembah TUHAN--percaya dan berharap hanya kepada TUHAN.


    Kita menghadapi percikan darah, supaya mengalami keubahan dari manusia daging menjadi manusia rohani/manusia mulia seperti Yesus, mulai dari kuat dan teguh hati. Hari-hari ini banyak tantangan, rintangan.

    "Sekarang ini, kalau mau hidup benar harus sengsara. Di sekolah, kalau tidak mau menyontek dianggap sok suci. Tetapi kita harus kuat dan teguh hati."

    Hasilnya:


    • Yohanes 16: 33
      16:33. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia."

      Hasil yang pertama: mengalami damai sejahtera di dalam TUHAN.

      Damai sejahtera artinya tidak merasakan apa-apa lagi yang daging rasakan--tidak ada lagi perasaan takut, kuatir, benci, najis--tetapi yang ada hanya merasakan kasih Allah--mengasihi TUHAN dan dikasihi TUHAN.

      "Malam ini kita datang dengan perasaan apa? Mungkin galau. Sudah lepaskan, serahkan pada TUHAN. Mungkin galau karena penyakit, sudah percaya saja: 'TUHAN pasti sembuhkan saya.' Kita tetap percaya dan berharap TUHAN (menyembah TUHAN), sekalipun mungkin dokter sudah angkat tangan, tetapi pulang dari sini kita merasa damai sejahtera. Kalau ada perasaan benci, ampuni, maka akan menjadi damai sejahtera. Kalau ada pikiran najis, berhenti dan minta ampun pada TUHAN; tidak ada lagi kenajisan. Yang ada hanya kita merasakan kasih Allah. Mari, jangan kita lemah! Baru tidak punya uang, kita sudah: 'Aduh, mati aku, besok bagaimana?' Tidak akan damai. Apapun yang kita hadapi, tetap percaya dan berharap TUHAN."

      Kalau sudah damai, semua menjadi enak dan ringan, semua indah pada waktunya.


    • 1 Tawarikh 28: 20
      28:20. Lalu berkatalah Daud kepada Salomo, anaknya: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab TUHAN Allah, Allahku, menyertai engkau. Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan engkau sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai.

      'sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai' = jasmani selesai, rohani selesai.

      Hasil kedua: semua selesai pada waktunya, semua masalah yang mustahil diselesaikan oleh TUHAN.

      "Kalau menghadapi suatu masalah, jangan malah berkata: 'Saya sudah malas.' Tetapi tetap berpegang pada firman dan taat, tetap hidup benar, tetap setia dan tetap menyembah TUHAN. Serahkanlah kepada TUHAN, tunggu waktunya TUHAN, Dialah yang akan menyelesaikan semuanya tepat pada waktu-Nya."


    • Hasil yang ketiga: dulu Salomo membangun rumah Allah secara jasmani; sekarang kita dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus sampai selesai--sampai sempurna; yaitu Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna--mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dengan sorak sorai 'Haleluya!', sampai kita masuk ke takhta sorga bersama Dia selamanya.

      Ini lebih membesar lagi. Tadi di halaman: sengsara daging untuk bertobat, hidup benar dan taat dengar-dengaran; hasilnya: kita dipakai membangun rumah di atas batu--membangun rumah tangga yang kokoh.

      Mulai dari rumah tangga terlebih dahulu--tubuh Kristus yang terkecil dahulu. Kalau rumah tangga masih kacau balau, kita tidak akan bisa melayani yang lainnya. Kaum muda, taat kepada orang tua dengan sungguh-sungguh. Bangun rumah tangga yang kokoh! Juga ada hikmat kebijaksanaan dari sorga, kita berhasil di dalam TUHAN di tengah kegagalan dunia.
      Kemudian membesar lagi: sengsara dalam pelayanan kepada TUHAN, sampai tekun--tergembala--dengan sungguh-sungguh. Kita dipakai di dalam penggembalaan, sampai antar penggembalaan.

      Tetapi masih kurang satu lagi, yaitu kita harus mengalami percikan darah--sengsara karena Yesus. Kalau kita sengsara karena Yesus, itu adalah kasih karunia, sebab tidak semua orang mengalaminya.

      Kita sengsara karena Yesus, supaya terjadi keubahan, yaitu kuat dan teguh hati. Kalau sudah kuat dan teguh hati, kita akan mengalami damai sejahtera, semuanya menjadi enak dan ringan; semua indah pada waktunya; sampai semua selesai pada waktunya. TUHAN selesaikan masalah kita pada waktunya, dan kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna sampai selesai, artinya sampai Israel dengan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna.

      Empat makhluk/empat pribadi sudah sampai ke takhta sorga--Henokh, Musa, Elia dan TUHAN Yesus--, nanti yang kelima adalah kita semua/gereja TUHAN juga akan masuk ke takhta sorga. Kita bersama dengan Dia untuk selamanya.

Mari, malam ini kita sungguh-sungguh:

  1. Bertobat, hidup benar dan taat dengar-dengaran, maka rumah tangga akan kokoh. Kita berhasil di tengah krisis dan kesulitan dunia, dan kita bahagia.


  2. Kemudian sabar dan tekun. Kita akan berbuah manis, dipelihara oleh TUHAN, dan dipakai oleh TUHAN, baik dalam penggembalaan maupun antar penggembalaan.


  3. Kuat dan teguh hati, kita dipakai sampai sempurna. Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna.

    "Saya dua kali ke Israel. Yang kedua adalah perjalanan kesaksian, yaitu menyaksikan cahaya injil tentang kemuliaan Kristus. Saya percaya, satu waktu kalau TUHAN pakai kita, ini akan menjadi suatu gerakan. Saya sudah merindu, tetapi waktu yang belum mengizinkan. Saya berkata, mungkin harus sampai keliling 7 kali seperti Yosua mengelilingi Yerikho. Akan terjadi suatu kegerakan yang besar, saat kabar mempelai diberitakan kesana."

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top