English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 17 Mei 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. 

Wahyu 3:2-3
3:2 Bangunlah, dan kuatkanlah apa yang...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session I, 06 Agustus 2009 (Kamis Malam)
Yohanes 4:23-24
Doa penyembahan yang benar harus didorong oleh kebenaran dan roh.
Kebenaran= firman Tuhan...

Ibadah Kaum Muda Malang, 16 Mei 2009 (Sabtu Sore)
Pembicara: Bpk. Dwi Antanusa

Markus 13:9-13, nubuat yang ketiga adalah...

Ibadah Raya Malang, 16 Juni 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28: 20b
28:20b ..... Dan...

Ibadah Raya Malang, 05 Juni 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:2
4:2 Segera aku dikuasai oleh...

Ibadah Raya Malang, 17 April 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26 secara keseluruhan menunjuk pada buli-buli emas berisi manna, yakni kehidupan yang diubahkan menjadi sama sempurna seperti Yesus.

Matius 26:6-13 adalah tentang...

Ibadah Raya Surabaya, 24 Agustus 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 10 Juni 2012 (Minggu Pagi)
Matius 27 adalah tentang 7 percikan darah di atas tabut perjanjian.
Sekarang artinya adalah...

Ibadah Doa Malang, 8 Februari 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita, Yesus Kristus.

Wahyu 6:12-17
6:12 Maka aku melihat,...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 21 Mei 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:49-50
9:49 Yohanes berkata: "Guru, kami lihat...

Ibadah Raya Surabaya, 23 Juni 2019 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kenaikan Tuhan Malang, 14 Mei 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:1-6 adalah tentang sidang jemaat Sardis.
Wahyu...

Ibadah Raya Surabaya, 21 Agustus 2016 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 27 Mei 2009 (Rabu Sore)
Pembicara: Sdr. Budi Tampubolon (Pengerja)

Matius 24: 31
= sangkakala yang dasyat bunyinya untuk menampilkan gereja Tuhan/sidang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 Agustus 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:20b
28:20 ... Dan ketahuilah, Aku...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 08 Desember 2019 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 10: 8-11
10:8. Dan suara yang telah kudengar dari langit itu, berkata pula kepadaku, katanya: "Pergilah, ambillah gulungan kitab yang terbuka di tangan malaikat, yang berdiri di atas laut dan di atas bumi itu."
10:9. Lalu aku pergi kepada malaikat itu dan meminta kepadanya, supaya ia memberikan gulungan kitab itu kepadaku. Katanya kepadaku: "Ambillah dan makanlah dia; ia akan membuat perutmu terasa
pahit, tetapi di dalam mulutmu ia akan terasa manis seperti madu."
10:10. Lalu aku mengambil kitab itu dari tangan malaikat itu, dan memakannya: di dalam mulutku ia terasa manis seperti madu, tetapi sesudah aku memakannya, perutku menjadi pahit rasanya.
10:11. Maka ia berkata kepadaku: "Engkau harus bernubuat lagi kepada banyak bangsa dan kaum dan bahasa dan raja."


Ini tentang gulungan kitab yang terbuka yang ada di tangan malaikat--pembukaan rahasia firman Allah, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab; sama dengan firman pengajaran yang benar--(diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 24 November 2019).
Malaikat menunjuk pada gembala sidang jemaat.

Jadi, gulungan kitab yang terbuka di tangan malaikat menunjuk pada firma penggembalaan; firman pengajaran yang benar, yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada sidang jemaat dengan setia, berkesinambungan, teratur, dan diulang-ulang untuk menjadi makanan rohani bagi sidang jemaat dengan dua rasa: pahit dan manis.

Pengertian rasa pahit dan manis:

  1. Sikap dalam mendengar firman penggembalaan.
    Amsal 27: 7
    27:7. Orang yang kenyang menginjak-injak madu, tetapi bagi orang yang lapar segala yang pahit dirasakan manis.

    Sikap yang negatif adalah merasa kenyang--merasa sudah tahu firman--; tidak butuh firman penggembalaan, sehingga ia merasa bosan, mengantuk dan lain-lain. Ini sama dengan menginjak-injak firman pengajaran yang benar, dan akibatnya: hidupnya mulai pahit getir sampai kebinasaan selamanya.

    Sikap yang benar adalah mendengar firman penggembalaan dengan rasa lapar--dengan suatu kebutuhan untuk makan--, sehingga apa yang pahit bisa menjadi manis.
    Artinya: kita bisa menikmati firman pengajaran sekalipun pahit dan sakit bagi daging--menegor dan menunjukkan dosa-dosa untuk menyucikan--, tetapi hidup kita mulai terasa manis, bahagia, sampai kebahagiaan kekal selamanya.

    Sikap kita dalam mendengar firman menentukan hidup kita manis atau pahit, bukan pekerjaan dan lain-lain, karena semua pekerjaan dan keuangan semakin hari akan semakin dikuasai antikris, sehingga kita tidak berkutik, sampai nanti seratus persen dikuasai antikris kita tidak berdaya, dan harus menyembah antikris.
    Karena itu mulai sekarang kita harus bergantung pada firman. Sikap terhadap firman sangat menentukan pahit manisnya hidup kita.


  2. Pekerjaan firman penggembalaan sanggup untuk menyucikan kita secara dobel--'ia akan membuat perutmu terasa pahit, tetapi di dalam mulutmu ia akan terasa manis seperti madu'--yaitu penyucian lahir (perbuatan dan perkataan)--'mulut'--dan batin--'perut'--; sama dengan seluruh hidup kita.

    Kolose 3: 5-7
    3:5. Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan(1), kenajisan(2), hawa nafsu(3), nafsu jahat(4) dan juga keserakahan(5), yang sama dengan penyembahan berhala(6),
    3:6. semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka).
    3:7. Dahulu kamu juga
    melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya.

    Ini adalah penyucian lahir dari enam perbuatan dosa yang mendarah daging dalam hidup manusia.
    Kolose 3: 8-9
    3:8. Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah(1), geram(2), kejahatan(3), fitnah(4) dan kata-kata kotor(5) yang keluar dari mulutmu.
    3:9. Jangan lagi kamu saling mendustai
    (6), karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya,

    Ini adalah penyucian batin dari enam dosa yang mendarah daging sampai di dalam hati dan pikiran manusia.

    Firman penggembalaan mampu menyucikan lahir dan batin kita sampai tidak ada dusta, berarti kita menjadi manusia baru dan hidup kita terasa manis--manusia rohani--, bukan daging lagi. Selama masih berdusta, berarti masih manusia daging dan hidupnya pahit.
    Kalau sudah tidak berdusta lagi, ada harapan untuk tidak berbuat dosa lagi, tetapi hidup dalam kebenaran dan kesucian.

1 Yohanes 3: 6
3:6. Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.

Ada dua 'tetap' di sini:

  1. Orang yang tetap berbuat dosa--menolak/menginjak-injak firman penggembalaan; menolak penyucian lahir dan batin; tetap mempertahankan dosa--, sehingga ia tidak mengenal dan melihat Tuhan. Ia buta rohani mulai sekarang; hidupnya membabi buta, seperti anjing dan babi--berbuat dosa dan puncaknya dosa yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin mengawinkan (percabulan, kenajisan, nikah yang salah).

    Akibatnya: ketinggalan saat Yesus datang kembali, tidak bisa melihat Yesus dalam kemuliaan sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga di awan-awan yang permai, tetapi hidup dalam kegelapan yang paling gelap di neraka selamanya, penuh ratap tangis dan kertak gigi.


  2. Orang yang tetap berada di dalam Yesus; sama dengan tidak berbuat dosa lagi--sekalipun firman pahit bagi daging, tetapi terasa manis karena butuh firman; seperti anjing menjilat remah-remah roti.
    Ini sikap yang benar. kita menyatu dengan Tuhan.

    1 Yohanes 3: 24
    3:24. Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.

    Bukti bahwa kita tetap di dalam Yesus dan Yesus di dalam kita:


    • Taat dengar-dengaran.
    • Kita mengalami curahan Roh Kudus; kepenuhan dan urapan Roh Kudus. Kita tidak kering rohani.


    Ketaatan dan Roh Kudus tidak bisa dipisahkan. Kalau taat pasti ada Roh Kudus, kalau tidak taat tidak akan ada Roh Kudus.
    Mari, kembali pada firman dan taati, dan kita akan diurapi dan dipenuhi Roh Kudus.

    Bukti Roh Kudus dan ketaatan tidak bisa dipisahkan:


    • Kisah Rasul 5: 32
      5:32. Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu itu, kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia."


    • Roma 8: 15
      8:15. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

      'ya Abba, ya Bapa!'= taat.

Siang ini kita bicara tentang Roh Kudus.
Proses untuk menerima Roh Kudus:

  1. Dari pihak Tuhan: Yesus harus pergi, artinya Ia sengsara sampai mati di kayu salib, bangkit, dan naik ke sorga untuk mencurahkan Roh Kudus kepada kita.
    Yohanes 16: 7
    16:7. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

    'Penghibur'= Roh Kudus.
    Begitu pentingnya kuasa Roh Kudus sampai Yesus harus rela sengsara sampai mati, bangkit, dan naik ke sorga untuk mencurahkan Roh Kudus, karena Ia tahu, tanpa Roh Kudus kita hanya manusia tanah liat--pada awal penciptaan kalau tanah liat tidak ditiup oleh Tuhan, berkedippun tidak bisa. Begitu ditiup Tuhan baru hidup.

    Begitu juga sekarang, kita sudah menjadi makhluk hidup--ada Roh Kudus--, tetapi kalau Roh Kudus dicabut kita akan menjadi tanah liat yang tidak bisa apa-apa; manusia darah daging yang binasa selamanya.
    Tanpa Roh Kudus, tanah liat hanya dibanting-banting Setan sampai hancur lebur--berbuat dosa dan puncaknya dosa--sampai binasa.


  2. Dari pihak kita:
    Kisah Rasul 19: 1-7
    19:1. Ketika Apolos masih di Korintus, Paulus sudah menjelajah daerah-daerah pedalaman dan tiba di Efesus. Di situ didapatinya beberapa orang murid.
    19:2. Katanya kepada mereka: "Sudahkah kamu menerima Roh Kudus, ketika kamu menjadi percaya?" Akan tetapi mereka menjawab dia: "Belum, bahkan kami belum pernah mendengar, bahwa ada Roh Kudus."
    19:3. Lalu kata Paulus kepada mereka: "Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?" Jawab mereka: "Dengan baptisan Yohanes."
    19:4. Kata Paulus: "Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus."
    19:5. Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.
    19:6. Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat.
    19:7. Jumlah mereka adalah kira-kira dua belas orang.


    • Percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat lewat mendengar firman Allah; firman Kristus--firman yang diurapi Roh Kudus.
      Kalau kita bisa menikmati firman, berarti Roh Kudus sedang mengurapi kita. Firman dan Roh Kudus tidak bisa dipisahkan.
      Kalau mengantuk saat mendengar firman, Roh Kudus tidak akan ada.


    • Bertobat= berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan; mati terhadap dosa.
    • Baptisan air.
      1 Petrus 3: 20-21
      3:20. yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
      3:21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

      "'tidak taat kepada Allah'= pada zaman Nuh hanya delapan orang yang taat, lainnya tidak taat semua. Saya selalu mengatakan: Sekolah minggu juga tidak taat, karena itu harus dididik--dari delapan orang yang masuk bahtera tidak ada anak kecil dan kaum muda remaja. Hati-hati! Jangan sampai tidak taat!"

      Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi yaitu hati nurani yang baik, yaitu taat dengar-dengaran.

      Kalau sudah taat dengar-dengaran pasti ada Roh Kudus.


    • Baptisan Roh Kudus; kepenuhan dan urapan Roh Kudus.

Kita disucikan terus menerus oleh firman penggembalaan sehingga kita tetap di dalam Yesus; tidak berbuat dosa lagi. Sungguh-sungguh!
Buktinya: taat dan menerima curahan Roh Kudus.

Kisah Rasul 2: 4
2:4. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Salah satu tanda kepenuhan Roh Kudus adalah kita menyembah dengan hancur hati sampai berbahasa roh, seperti yang diajarkan oleh Roh Kudus, bukan manusia.
Setelah itu harus ada tanda-tanda selanjutnya yaitu menjadi lebih setia, lebih sungguh-sungguh, hidup lebih diubahkan. Kalau itu nyata, berarti kita benar-benar menerima kepenuhan Roh Kudus.

Ini penting, karena ada yang sepertinya berbahasa roh tetapi hidupnya tidak sesuai dengan firman. Itu berarti bukan Roh Kudus, tetapi roh daging--hawa nafsu.

Tadi, kita harus memperhatikan sikap kita terhadap firman pengajaran. Yesus sudah memegang kitab, kemudian membuka gulungannya, dan memberikan pembukaan rahasia firman, selanjutnya sikap kita yang menentukan hidup kita pahit atau manis. Kalau sikap kita benar, yang pahit akan menjadi manis--kita disucikan, tetap di dalam Yesus, dan ada kuasa Roh Kudus dalam hidup kita.

Sekarang sikap terhadap Roh Kudus setelah dipenuhi Roh Kudus:

  1. Efesus 4: 30-31
    4:30. Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.
    4:31. Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.

    Sikap yang pertama: jangan mendukakan Roh Kudus.

    Beberapa hal yang mendukakan Roh Kudus:


    • Kepahitan.
    • Kegeraman.
    • Kemarahan= marah sampai membenci; marah tanpa kasih; marah dengan emosi meledak-ledak.
      Yang benar adalah marah dengan kasih untuk menolong.


    • Pertikaian.
    • Fitnah.
    • Kejahatan.


    Kalau mendukakan Roh Kudus, hidup kita akan berduka cita; tidak manis tetapi pahit, tidak bahagia.

    Bagaimana menghilangkan itu semua? Lewat berdamai satu dengan yang lain; saling mengaku dan mengampuni--kalau salah kita salah mengaku kepada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi; kalau benar kita mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.

    Hasilnya: darah Yesus membasuh dosa kita, dan kita memiliki hati damai sejahtera.
    Efesus 4: 32
    4:32. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

    (terjemahan lama)
    4:32. Hendaklah kamu murah hati di antara sama sendiri, dan lembut hati, sambil bermaaf-maafan sama sendiri, sebagaimana Allah juga di dalam Kristus sudah mengampuni kamu.

    Kalau hati damai, kita bisa ramah, penuh kasih mesra--lembut hati--, dan saling mengampuni.
    Hati damai inilah yang menjadi tempatnya Roh Kudus; Roh Kudus tidak berduka tetapi bergemar di dalam kita--tetap di dalam kita--, dan kita bergemar/bahagia di dalam Tuhan.


  2. 1 Tesalonika 5: 19-20
    5:19. Janganlah padamkan Roh,
    5:20. dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat.

    Sikap yang kedua: jangan memadamkan Roh.

    Hati-hati dengan nubuat! Banyak nubuat palsu, buktinya adalah tidak ada sangkut paut dengan kerajaan sorga.
    Jadi nubuat harus diuji, yaitu ada kaitan dengan sorga dan sesuai dengan alkitab.

    Apa yang memadamkan Roh? Nubuat palsu.

    Nubuat yang besar adalah pembukaan rahasia firman Allah.
    Jadi, kapan kita memadamkan Roh Kudus? Kalau kita menganggap rendah pembukaan rahasia firman Allah--menghina dan menginjak-injak pembukaan rahasia firman Allah.

    Yang benar adalah kita harus menghargai pembukaan rahasia firman Tuhan.
    Memadamkan Roh Kudus adalah sama seperti pelita yang padam. Kalau kita menghina pengajaran yang benar, termasuk menghujat, pelita akan padam.

    Hati-hati, jangan sampai menghujat firman pengajaran yang benar--melawan firman pengajaran yang benar tetapi mendukung yang salah; menyalahkan yang benar dan mendukung yang salah. Sangat berbahaya! Kalau Roh Kudus padam, kita akan hidup dalam kegelapan, sehingga kita tersandung dan terjatuh dalam dosa, pelayanan, sampai rebah dan tidak bangkit-bangkit lagi--enjoy dalam dosa; tidak bisa dinasihati lagi; dalam pelayanan sudah mulai tidak setia, dan semua mulai turun. Kalau pelayanan menurun bukan karena usia tetapi karena ia sudah memadamkan Roh Kudus. Tuhan tolong kita semua.

    Jangan padamkan Roh Kudus, tetapi biar Roh Kudus tetap bersinar dalam hidup kita.
    Kalau kita bisa menghargai firman pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran, Roh Kudus akan berkobar-kobar di dalam kita, sehingga:


    • Kita setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan. Itu bukti ada dorongan firman.
      Beribadah melayani tanpa dorongan firman sama dengan tanpa Roh Kudus; tidak ada apinya.
      Akibatnya: semakin lama semakin malas.
      Harus didorong oleh pengajaran, baru ada Roh Kudus.


    • Kisah Rasul 19: 8
      19:8. Selama tiga bulan Paulus mengunjungi rumah ibadat di situ dan mengajar dengan berani. Oleh pemberitaannya ia berusaha meyakinkan mereka tentang Kerajaan Allah.

      Yang kedua: kita setia berkobar-kobar dalam firman pengajaran, artinya: berpegang teguh pada pengajaran yang benar; ketekunan dalam firman pengajaran yang benar.

      Jangan menelantarkan pengajaran!
      Kalau tidak ada Roh Kudus, itu sama seperti dulu saat tabut perjanjian ditelantarkan di rumah Obed-Edom.

      2 Samuel 6: 11
      6:11. Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang Gat itu, dan TUHAN memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya.

      Kalau kita berpegang teguh pada pengajaran yang benar, Tuhan akan mencurahkan berkat kepada kita yaitu berkat jasmani, rohani, dan rumah tangga. Kita terlepas dari kutukan; dipagari dengan berkat.
      Dunia sudah terkutuk, tetapi kalau ada tabut perjanjian--berpegang teguh pada pengajaran yang benar dan menaatinya--, kita akan dipagari dengan berkat Tuhan.

      'memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya'= kalau kita menghargai pengajaran dan taat dengar-dengaran, maka kita bisa menarik seisi rumah untuk dipagari dengan berkat Tuhan, sampai berkat kesempurnaan.

      Sebaliknya, kalau menghina/menghujat pengajaran--menelantarkan tabut--, kita akan mengalami kutukan dan kebinasaan.
      Tetap pegang pengajaran yang benar sekalipun orang lain menelantarkannya!


  3. Matius 12: 31
    12:31. Sebab itu Aku berkata kepadamu: Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni.

    Sikap yang ketiga: jangan menghujat Roh Kudus; jangan melawan pekerjaan Roh Kudus.

    Pekerjaan Roh Kudus yang terutama adalah:


    • Natal--Yesus adalah Roh Kudus yang dilahirkan menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia berdosa lewat menginsafkan manusia akan dosa, sehingga manusia bisa menyadari, menyesali, dan mengaku dosa-dosa kepada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi--kita hidup benar dan diselamatkan.
      Matius 1: 21
      1:21. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."

      Melawan pekerjaan Roh Kudus artinya tidak mau mengaku dosa, malah menyalahkan orang lain dan Tuhan/pengajaran yang benar.
      Akibatnya: tidak ada pengampunan dan kehilangan keselamatan.


    • Roh Kudus memberikan karunia-karunia-Nya--kemampuan ajaib--untuk bisa melayani Tuhan.
      Karunia Roh Kudus menentukan jabatan pelayanan.
      Contoh: latihan gitar, ada bakat, setelah diberi karunia Roh Kudus, dia akan ditahbiskan menjadi pemain gitar; diberi karunia menimbang roh, dia akan diangkat menjadi seorang gembala.

      Untuk apa karunia dan jabatan? Untuk pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
      Jadi, pekerjaan Roh Kudus yang kedua adalah mengaktifkan kita dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

      Melawan pekerjaan Roh Kudus artinya menghambat pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--berdasarkan firman pengajaran yang benar--, tetapi mendukung pembangunan tubuh Babel--tidak berdasarkan pengajaran yang benar tetapi keuangan, organisasi, dan manusia.
      Akibatnya: tidak ada tempat dalam tubuh Kristus.

      Hati-hati! Kalau ada persekutuan yang benar tetapi kita hujat, kita akan kering rohani sampai mati rohani.
      Sebaliknya, kalau persekutuan tidak benar tetapi kita datang hanya karena uang, manusia, organisasi, kita akan kering juga.

      Karena itu hati-hati dalam persekutuan, mulai dari nikah. Lihat pengajaran dan urapannya! Jangan masuk nikah dan penggembalaan hanya untuk menjadi kering.
      Termasuk di sini, kalau tidak benar, jangan masuk, supaya saya jangan lebih berdosa.

Roh Kudus sangat penting.
Tanpa Roh Kudus kita tidak bisa apa-apa, jangankan bicara, berkedippun tidak bisa. Bagi saya, tanpa Roh Kudus, untuk mendatangkan satu jiwa, tidak bisa.

"Tadi saya kesaksian di Malang. Waktu saya merintis di Surabaya, banyak ucapan-ucapan yang tidak baik. Yang dilayani memang hanya 11-12 orang. Saya memang hanya melayani mereka, tidak ada maksud lain, karena mereka datang ke Malang. Saya datang lewat jalan porong, mobil mogok, saya yang mendorong, untuk melayani 11-12 orang. Saya dicaci-maki. Tidak apa-apa, tenang saja. Kalau ada pembukaan firman, pasti ada pembukaan jalan dari Tuhan. Sabar!"

Kegunaan Roh Kudus:

  1. Roma 8: 13
    8:13. Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.

    Yang pertama: Roh Kudus mematikan perbuatan-perbuatan dosa sampai virus dan bakteri dosa, sehingga kita selalu hidup benar dan suci; tidak busuk oleh dunia.

    Virus dosa ini yang bahaya, termasuk kebenaran sendiri. Kita sendiri tidak bisa melihat. Matikan! Kita bisa hidup benar dan suci, sehingga rohani dan jasmani kita terpelihara. Penyucian ini yang menentukan hidup kita terpelihara atau tidak.


  2. Roma 12: 11
    12:11. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

    Yang kedua: Roh Kudus membuat kita setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sesuai dengan jabatan pelayan yang Tuhan percayakan sampai garis akhir--tidak loyo. Jangan kendor! Kalau malas--tidak setia--, pasti jahat, najis, dan pahit, sampai binasa.


  3. Roma 8: 26-28
    8:26. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
    8:27. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
    8:28. Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

    Yang ketiga: Roh Kudus membuat kita tidak lemah.

    Banyak kelemahan daging, tetapi puncak kelemahan daging adalah tidak bisa berdoa menyembah Tuhan.
    Roh Kudus menolong kita untuk bisa menyembah Tuhan dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan; sama dengan menyembah dengan hancur hati; mengeluh dan mengerang kepada Tuhan seperti wanita yang mengandung.

    Wahyu 12: 1-2
    12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
    12:2. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.

    Mengapa kita mengeluh dan mengerang? Karena keadaan kita terlalu lemah--seperti wanita mengandung yang hendak melahirkan ditambah lagi menghadapi naga.
    Ini keadaan kita; sama seperti tunggul di tanah berbatu.
    Tunggul adalah sisa panen, tidak bisa tumbuh. Tetapi kalau ada Roh Kudus, bisa.

    Untuk apa mengeluh dan mengerang? Untuk melahirkan anak.
    Artinya:


    1. Secara rohani: kelahiran baru; pembaharuan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus--mujizat terbesar.

      Tanda manusia baru--belajar dari wanita yang hendak melahirkan--adalah kuat teguh hati, sabar menunggu waktu Tuhan, sabar dalam penderitaan--selalu mengucap syukur--, dan menyerah sepenuh.

      Serahkan segala kelemahan kepada Tuhan!


    2. Secara jasmani: masalah hidup atau mati selesai.
      Artinya semua masalah yang mustahil selesai.

      Apa kemustahilan yang kita hadapi? Mungkin penyakit, ekonomi, serahkan kepada Tuhan! Roh Kudus yang akan menolong semuanya, sampai kalau Tuhan datang kembali kita diubhahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai.

Kita lemah, hanya seperti ibu yang mengandung; seperti tunggul yang tidak bisa apa-apa, tetapi ada Roh Kudus.
Akui semua kelemahan kita di hadapan Tuhan! Sembah Dia dengan mengeluh dan mengerang! Sebut nama Yesus!
Mungkin tidak ada yang mau tahu; tidak ada yang merasakan perasaan kita--orang lain tidak bisa merasakan keadaan orang yang mengandung kecuali dirinya sendiri--, tetapi masih ada Tuhan dan Roh Kudus yang menolong kita semua. Siapa tahu siang ini saatnya bayi itu lahir; saatnya masalah hidup mati diselesaikan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top