English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 28 Maret 2011 (Senin Sore)
Matius 26: 14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
26:15. Ia berkata: "Apa...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 05 Oktober 2013 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 5 secara umum terkena pada...

Ibadah Doa Malang, 30 Januari 2018 (Selasa Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Doa di Medan.

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita, Yesus Kristus....

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 Juli 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 24 Agustus 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Mazmur 95:6
95:6 Masuklah, marilah kita sujud menyembah,...

Ibadah Doa Surabaya, 29 Juli 2013 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro

Keluaran 15: 22-27
15:22. Musa menyuruh orang Israel berangkat dari Laut Teberau, lalu mereka pergi ke padang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 22 Mei 2019 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 10 Juni 2015 (Rabu Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita masih mempelajari beberapa nama lain...

Ibadah Doa Penyembahan Malang, 12 Februari 2013 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:11-15 adalah tentang dusta mahkamah...

Ibadah Jumat Agung Malang, 14 April 2017 (Jumat Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:5-10
5:5 Lalu berkatalah seorang dari...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 13 Februari 2016 (Sabtu Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Baptisan Air.

Salam sejahtera dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:28-36 tentang Yesus...

Ibadah Doa Surabaya, 30 November 2016 (Rabu Sore)
Dari siaran tunda Ibadah Doa di Pekanbaru

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 14 Februari 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:11-15 adalah tentang dusta mahkamah...

Ibadah Jumat Agung Surabaya, 22 April 2011 (Jumat Pagi)
Matius 26: 14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
26:15....

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 14 Januari 2010 (Kamis Sore)
Tahun 2010 adalah tahun berjaga-jaga. Boleh kita berjaga-jaga dalam perkara-perkara jasmani (sekolah, pekerjaan, dll.), tetapi...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 09 September 2018 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 8
Secara garis besar, di dalam Tabernakel, wahyu 8 terkena pada dua loh batu--tentang kasih.

Wahyu 8: 3-4
8:3. Maka datanglah seorang malaikat lain, dan ia pergi berdiri dekat mezbah dengan sebuah pedupaan emas. Dan kepadanya diberikan banyak kemenyan untuk dipersembahkannya bersama-sama dengan doa semua orang kudus di atas mezbah emas di hadapan takhta itu.
8:4. Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah.

Ayat 3-4 menunjuk tentang doa penyembahan--'asap kemenyan sampai ke hadirat Tuhan'.

Siang ini kita belajar dua loh batu (kasih) dikaitkan dengan doa penyembahan.

Di dalam Tabernakel ada tiga kali kesempatan kita berdoa--Tabernakel terdiri dari tiga ruangan: halaman, ruangan suci, dan ruangan maha suci--:

  1. Di halaman ada alat mezbah korban bakaran. Dulu binatang korban dibakar untuk pengampunan dosa. Sekarang binatang korban sudah digenapkan oleh kurban Kristus di atas kayu salib.

    Jadi mezbah korban bakaran sama dengan SALIB, yang menunjuk pada KASIH MULA-MULA dari kayu salib--dua loh batu dimulai dari kasih mula-mula.

    Pada mezbah korban bakaran kita bisa menaikkan DOA PERMOHONAN sesuai dengan kebutuhan kita: makan, minum dan lain-lain, tetapi kebutuhan utama kita adalah PENGAMPUNAN DOSA DAN KITA BERTOBAT--sudah diampuni jangan berbuat dosa lagi.

    Mengapa pengampunan dosa menjadi kebutuhan utama kita?


    • Karena dosa adalah beban terberat manusia di bumi, yang membebani manusia mulai di dunia--letih lesu, beban berat, dan kutukan di dunia--, sampai kebinasaan selamanya.
      Kalau tidak punya uang, tidak bisa makan, sampai mati, sudah selesai, tidak ada hubungan lagi dengan uang.

      Kalau dosa diselesaikan, maka beban dan masalah lain juga bisa diselesaikan.


    • Yesaya 59: 1-3
      59:1. Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;
      59:2. tetapi
      yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.
      59:3. Sebab tanganmu cemar oleh darah dan jarimu oleh kejahatan; mulutmu mengucapkan dusta, lidahmu menyebut-nyebut kecurangan.

      Yang kedua: pengampunan dosa merupakan kebutuhan utama kita karena:


      1. Dosa merupakan pemisah antara kita sesama.
        Suami isteri bisa terpisah, anak orang tua terpisah kalau ada dosa. Ini yang membuat kita tidak bahagia; saling terasing.


      2. Dosa merupakan pemisah antara kita dengan Tuhan sehingga Ia tidak bisa mendengar doa kita, tangan-Nya tidak bisa diulurkan, sementara di dunia ini kita menghadapi setan tritunggal.

        Kalau Tuhan tidak bisa berbuat apa-apa, bagaimana nasib kita? Akhirnya akan terpisah untuk selamanya; Tuhan di sorga, orang berdosa di neraka.


    Ini alasan mengapa pengampunan dosa merupakan kebutuhan utama kita.
    Biarlah pada kesempatan ini, kita banyak berdoa supaya bisa mengalami pengampunan dosa dan bertobat.

    Proses bertobat: kita mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama dengan sejujur-jujurnya--datang ke kayu salib--, dan kembali kepada Tuhan. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi--bertobat.

    Dulu binatang dibakar, asapnya naik ke atas--doa permohonan diterima Tuhan--, abunya turun, itulah berkat doa permohonan.
    Kita sekarang juga begitu, mengaku dosa bagaikan membawa binatang korban untuk dibakar, asapnya naik ke atas--Tuhan senang karena kita mengaku dosa; malaikat bersorak-sorai karena ada orang bertobat--, tetapi abunya turun ke bawah--berkatnya untuk kita. Itulah keadilan Tuhan.

    Hasil doa permohonan--hasil bertobat--:


    • Tuhan bisa mendengar doa kita dan mengulurkan tangan-Nya untuk menolong dan menyelesaikan masalah kita sampai yang mustahil.
      Jadi bertobat adalah jalan paling singkat untuk mengalami pengangkatan dan pertolongan Tuhan--dipulihkan.

      Kalau hidup kita terpuruk, mari bertobat.


    • Tuhan mampu mengaruniakan segala kebutuhan kita lewat kurban-Nya.
      Roma 8: 32
      8:32. Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?

      Kurban Kristus sudah cukup untuk menjamin kebutuhan hidup kita. Yang penting kita bertobat, dan tidak berbuat dosa lagi.


    Inilah kesempatan pertama untuk berdoa, yaitu doa permohonan, yang didorong oleh kasih mula-mula.


  2. Di ruangan suci ada alat mezbah dupa emas.
    Artinya: menaikkan DOA PENYEMBAHAN.
    Tadi pada doa permohonan, sama seperti binatang korban yang dibakar, sekarang dalam doa penyembahan yang dibakar adalah dupa--lebih halus dari pada doa permohonan; suaranya lebih halus.

    "Halus bukan berarti berbisik. Biasa saja, tetapi suaranya tidak usah membentak-bentak. Sama seperti bermain musik, bukan maksudnya suaranya pelan-pelan saja, tetapi halus. Halus beda dengan pelan. Mau keras atau pelan, yang penting halus. Karena itu saya selalu ajarkan pada anak saya: banyak menyembah kalau main musik, supaya tidak seperti di dunia, orang menyanyi tidak ada nilai rohani/suasana sorganya. Biarpun keras yang penting halus, pelan juga halus, ini seperti dupa yang dibakar. Begitu pemimpin pujian, bukan berarti tidak boleh bertepuk tangan. Boleh, tetapi halus di hati; bisa membawa suasana sorga di rumah Tuhan, bukan untuk menonjol. Itu yang penting. Dalam rumah Tuhan yang penting adalah membawa suasana sorga, bukan pandai atau bodoh. Ini yang kita doakan. Saya juga kurang dalam berbahasa, saya berdoa, yang penting bisa dimengerti, tidak perlu bahasa macam-macam."

    Yohanes 4: 23-24
    4:23. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
    4:24. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia,
    harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

    Doa penyembahan yang benar harus didorong oleh kebenaran dan roh, artinya didorong oleh firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus/firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua, untuk MENYUCIKAN kehidupan kita yaitu:


    • Disucikan dari roh jahat, najis, dan kepahitan.
      Roh jahat= cinta akan uang yang membuat kikir dan serakah; tidak bisa cinta akan Tuhan.

      Roh najis= dosa makan minum dan kawin mengawinkan.
      Roh kepahitan= iri hati, kebencian tanpa alasan, dendam dan lain-lain.


    • Perbuatan dosa disucikan.
    • Perkataan dosa disucikan.


    Kalau mau disucikan, hasilnya:


    • Kita diangkat menjadi imam dan raja; diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus, untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
      Efesus 4: 11-12
      4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      4:12. untuk
      memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

      Pelayanan pembangunan tubuh Kristus dimulai dari dalam nikah. Kalau suci, pasti bisa melayani dalam nikah karena kita diberi jabatan pelayanan dan karunia dari Tuhan untuk bisa melayani dalam rumah tangga sebagai suami, isteri, dan anak/kakak adik. Pandai, kaya, miskin, atau bodoh belum tentu bisa melayani dalam nikah.

      Kemudian melayani dalam penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna. Kesucian harus dijaga! Di dalam penggembalaan, kalau gembala suci, ia bisa melayani sebagai seorang gembala. Kalau tidak suci, tidak bisa; mau memberi makan saja susah; kesulitan untuk berkhotbah.


    • Kita bisa menaikkan doa penyembahan yang berkenan kepada Tuhan.
      Doa penyembahan adalah puncak ibadah pelayanan kepada Tuhan.


    Doa penyembahan yang berkenan adalah bagaikan dupa yang dibakar.
    Dupa yang dibakar= proses perobekan/pembakaran daging dengan segala kehendak, keinginan, dan hawa nafsunya yang sering bertentangan dengan kehendak Tuhan, sehingga kita bisa menerima kehendak Tuhan apapun resikonya--TAAT DENGAR-DENGARAN.

    Yohanes 14: 15
    14:15. "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.

    Taat dengar-dengaran= mengasihi Tuhan.
    Kalau sudah taat, kita akan mengalami KASIH YANG BERTAMBAH-TAMBAH.
    Jadi lewat doa penyembahan yang berkenan kepada Tuhan kita menerima kasih yang bertambah-tambah, sehingga kita bisa taat dengar-dengaran--bisa mengasihi Tuhan.

    Tadi lewat pengakuan dosa, kita mengalami pengampunan dosa kita bertobat, sehingga kita mendapatkan kasih mula-mula. Kita ditolong oleh Tuhan, beban diangkat dan segala kebutuhan dilimpahkan oleh Tuhan.
    Sekarang, kita taat dengar-dengaran; memiliki kasih yang bertambah-tambah (kasih yang meningkat)--dari kasih mula-mula, sudah meningkat kasihnya.

    Contoh: Yesus di taman Getsemane: 'Ya Abba Ya Bapa'--taat. Inilah kasih yang meningkat.

    Berdoa dengan kasih mula-mula, kita bisa mengaku dosa. Kasih mula-mula banyak digambarkan dengan: semangat-semangat! Kalau kita semangat tetapi berbuat dosa, kita akan menjadi seperti Saulus. Saulus bersemangat, tetapi membunuh orang (membenci). Ini bahaya! Kita mabuk, merokok lalu semangat bermain musik, berkhotbah, gawat! Ini sama dengan membunuh/merusak tubuh Kristus.

    Bukan seperti itu kasih mula-mula!
    Semangat itu berasal dari mezbah--bertobat dulu baru semangat (ada apinya).
    Jadi kasih mula-mula didahului dengan pengampunan dan kita bertobat.

    Sekarang, dalam doa penyembahan kita mengalami kasih yang meningkat, sehingga mendorong kita untuk taat dengar-dengaran kepada Tuhan--mengasihi Tuhan.
    Markus 14: 36
    14:36. Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."

    'ambillah cawan ini dari pada-Ku' = Yesus mengemukakan kehendak daging-Nya. Sebagai manusia daging Yesus tidak berbuat dosa, malah berbuat baik. Apa alasannya harus disalibkan? Tidak bisa. Sedangkan orang yang berbuat dosa biasa-biasa tidak akan disalibkan tetapi hanya dipenjarakan. Salib adalah untuk penjahat yang sangat mengerikan.

    'tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki' = kehendak daging yang dibakar--membakar dupa--untuk menerima kehendak Bapa (taat dengar-dengaran).
    Jadi dalam doa penyembahan Yesus membakar kehendak daging-Nya, sehingga bisa menerima kehendak Bapa--taat dengar-dengaran.
    Kita juga, kita membakar kehendak daging.

    Hati-hati! Jatuhnya kaum muda di perjodohan. Karena itu banyak menyembah untuk mengalami perobekan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

    Doa penyembahan yang disertai dengan kasih yang meningkat--taat dengar-dengaran--sama dengan dupa yang dibakar, asapnya naik ke atas, berbau harum di hadapan Tuhan, dan abunya turun ke bawah--kita menerima berkat.
    Doa penyembahan menyiksa kita.
    Berkat doa penyembahan (ayat 36): 'tidak ada yang mustahil bagi-Mu'= kuasa untuk menghapus segala kemustahilan.

    Mari, kalau kita menghadapi hal yang mustahil, banyaklah menyembah. Jangan hanya berseru-seru, tetapi berseru/menyembah Tuhan.

    Tadi, dari kurban Kristus kita menerima pertolongan--masalah selesai--dan kebutuhan dicukupi--berlimpah. Inilah kasih mula-mula--halaman Tabernakel--; doa permohonan.

    Kemudian dari kasih yang bertambah-tambah--taat--, kita mengalami kuasa untuk menghapus segala kemustahilan.

    Mulai dari halaman--mezbah korban bakaran--; kasih mula-mula, kita tidak terpisah lagi dari Tuhan--doa dijawab dan kebutuhan diberikan lewat korban Kristus.
    Selanjutnya, doa penyembahan harus didorong dengan kesucian. Kalau kita disucikan oleh pedang firman, kita akan dipakai dalam ibadah pelayanan sampai pembangunan tubuh dan sampai puncak ibadah pelayanan yaitu kita bisa menyembah dengan kasih yang meningkat--taat dengar-dengaran. Ada asap berbau harum naik ke hadirat Tuhan dan kita menerima kuasa untuk menghapus segala kemustahilan.


  3. Di ruangan maha suci ada tiga macam alat, yaitu buli-buli emas, tongkat Harun, dan dua loh batu yang ditempatkan di dalam tabut perjanjian.
    Tabut menunjuk pada mempelai wanita sorga.
    Tutup tabut menunjuk pada Mempelai Pria Sorga.

    Dua loh batu menunjuk pada KASIH MEMPELAI; KASIH YANG SEMPURNA.
    Jadi dua loh batu artinya doa penyembahan yang didorong oleh kasih sempurna;kasih mempelai= DOA PENYEMBAHAN YANG KEKAL selamanya sampai di sorga.
    Seperti doanya Yesus, di sorga Ia tetap berdoa---menaikkan doa penyahutan/doa syafaat bagi kita.

    Di dalam doa penyembahan, hati kita dilembutkan oleh Tuhan sehingga bisa DITULISI KASIH MEMPELAI--dua loh batu juga menunjuk pada hati manusia.

    Tujuan ditulisi kasih Mempelai:


    • Supaya kita bisa mengasihi sesama seperti diri sendiri--tidak egois--, bahkan mengasihi orang yang memusuhi kita.
      Egois= bagaikan tidak punya hati; tidak punya kasih.
      Dalam doa penyembahan hati yang keras dilembutkan.

      Petrus, hamba Tuhan yang hebat, tetapi tidak punya kasih. Saat Yesus bicara tentang salib: Aku mau ke Yerusalem, disiksa, mati, dan bangkit hari ketiga, Petrus menarik Yesus ke samping.

      Petrus bukan mengasihi Yesus, tetapi egois. Kalau Yesus tidak disalib, semua manusia akan binasa. Petrus tidak peduli. Karena itu hati-hati! Kalau kita tidak banyak menyembah Tuhan, mau apa?


    • Supaya kita bisa mengasihi Tuhan lebih dari semua; gemar menyembah Tuhan.
      Sekarang berdoa menyembah, supaya hati dilembutkan dan ditulisi kasih Tuhan.

      Setelah itu kita bisa mengasihi sesama dan mengasihi Tuhan lebih dari semua; kita gemar menyembah Tuhan.
      Ini sama seperti burung rajawali yang naik ke gunung penyembahan dengan dua sayap--firman dan Roh Kudus--untuk membuat sarangnya.

      Gunung penyembahan bagaikan sarang; rumah. Ini kebutuhan pokok.
      Doa penyembahan harus menjadi kebutuhan utama hidup kita. Tidak menyembah Tuhan bagaikan tidak punya rumah.

      Kalau kita menyembah Tuhan dengan kasih Mempelai, sama seperti dupa yang dibakar, seluruh asap naik kepada Tuhan; segala puji, hormat, kemuliaan, kebesaran hanya untuk Tuhan.
      Wahyu 5: 13
      5:13. Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: "Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!"

      'aku mendengar semua makhluk yang di sorga' = doa penyembahan sampai di sorga; kekal.

      Semua untuk Tuhan--dupa dibakar; ada asap berbau harum. Tetapi abu/berkatnya untuk kita.

      Tadi, kalau berdoa dengan ketaatan; kasih yang meningkat, hasilnya: tidak ada yang mustahil. Saat Yesus naik ke gunung--gunung di Kanaan--untuk menyembah di situ ada Musa dan Elia. Dulu Musa divonis tidak boleh masuk tanah Kanaan, sebab Musa pernah tidak taat kepada Tuhan. Musa diperintahkan berseru kepada gunung batu, tetapi malah memukul gunung batu, memang keluar air, tetapi percuma, akhirnya Musa tidak masuk Kanaan.

      Kalau ada mujizat tetapi tidak sesuai firman, gawat! Hati-hati, ada mujizat kesembuhan, tetapi tidak sesuai dengan firman, gawat, bukan Tuhan yang melakukan mujizat.
      Musa tidak boleh masuk Kanaan, tetapi saat Yesus menyembah di atas gunung, ada Musa dan Elia.

      Jadi lewat doa penyembahan tidak ada yang mustahil. Jangan ragu-ragu! Tuhan tolong kita.

      Sekarang penyembahan yang didorong oleh kasih mempelai; doa yang kekal sampai di sorga. Asapnya naik ke hadirat Tuhan (segala puji, hormat hanya untuk Tuhan), dan abunya turun ke bawah--ada hasilnya/berkat yang akan kita terima.

      Kalau kita menyembah dengan kasih Mempelai, hasilnya:
      Zefanya 3: 16-18
      3:16. Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem: "Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu.
      3:17.
      TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai,
      3:18. seperti pada hari pertemuan raya." "Aku akan mengangkat malapetaka dari padamu, sehingga oleh karenanya
      engkau tidak lagi menanggung cela.


      1. Ayat 16= 'tidak lemah lesu' = kuat teguh hati, artinya:


        1. Tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan apapun yang kita hadapi, tetapi tetap pegang teguh pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran.


        2. Tetap hidup benar dan suci.
        3. Tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.
        4. Tetap percaya dan berharap Tuhan. Kita tidak akan bisa ditembusi oleh setan.


        Hati-hati! Kalau kaum muda kecewa, banyak kali akan berbuat dosa.
        Kecewa sama dengan AIDS rohani, tidak ada daya tahan untuk menghadapi dosa kecil atau besar. Hati-hati!

        Kalau ada kasih mempelai kita tidak akan terpisah dari Tuhan apapun yang kita hadapi.


      2. Ayat 17: 'Tuhan Allah sebagai pahlawan'= Tuhan memberikan kemenangan kepada kita; Ia menyelesaikan semua masalah yang mustahil bagi kita; Tuhan yang berperang ganti kita, sehingga kita yang lemah bisa menang atas musuh yang lebih kuat--seperti Daud menang atas Goliat.

        Kita juga harus menjadi pahlawan, yaitu sabar.
        Amsal 16: 32
        16:32. Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.

        Kita sabar dalam penderitaan--tidak bersungut, mengomel atau menyalahkan orang dan Tuhan, tetapi selalu mengucap syukur--, dan sabar menunggu waktu Tuhan. Itulah seorang pahlawan.

        Kalau belum ditolong Tuhan, berarti masih ujian kesabaran atau pembentukan kesabaran. Kalau sudah sabar, berarti kesabarannya ditingkatkan.

        Jangan mengambil jalan keluar di luar firman! Jalan sendiri di luar firman adalah jalan buntu dan kebinasaan.


      3. Ayat 18: 'Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya ... engkau tidak lagi menanggung cela' = tangan kasih Tuhan membaharui kita sampai tidak bercela; membaharui kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus yang tidak bercela--mujizat rohani--, mulai dari tidak berdusta; jujur; ya katakan: ya, tidak katakan: tidak.
        Orang yang memiliki kasih Mempelai tidak bisa berdusta.

        Orang jujur akan menjadi rumah doa, dan doanya berkenan pada Tuhan--doa dijawab oleh Tuhan. Tuhan akan menolong kita semuanya.
        Amsal 15: 8
        15:8. Korban orang fasik adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi doa orang jujur dikenan-Nya.

        Dan jika Yesus datang kembali kedua kali, akan terjadi pembaharuan yang terakhir yaitu kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia, tidak salah dalam perkataan: hanya bersorak sorai: Haleluya.

        Ayat 17: 'Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai', inilah doa penyembahan dari empat penjuru bumi--sorak-sorai di awan-awan yang permai. Dari sorga juga turun malaikat untuk bersorak sorai di awan-awan yang permai, sampai nanti sorak sorai penyembahan kita kepada Tuhan di hadapan takhta sorga.

Inilah ringkasan wahyu 8, yang menunjuk pada dua loh batu: tentang kasih dan doa penyembahan.
Sengsara, kelam kabut apapun, kita bisa berdoa kepada Tuhan. Ada kurban Kristus, kasih yang meningkat pada ketaatan, dan kasih mempelai yang diulurkan Tuhan kepada kita.

Tidak bisa berbuat apa-apa, kita tinggal berdoa.
Kalau ada masalah, berseru, kalau sudah enak dan berhasil, kita mengucap syukur kepada Tuhan. Serahkan kepada Dia! Ada Tuhan di tengah kita. Ada kesempatan untuk berdoa dengan percaya. Tuhan tidak mau terpisah dari kita, dan kita juga tidak mau terpisah dari Dia. Jangan ragu sedikitpun!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 24 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Hotel Kartika Graha Malang)

  • 25 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top