English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 19 Juli 2011 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III.

Keluaran 25 menunjuk...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 12 Agustus 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:14-30 adalah perumpamaan tentang talenta.
Talenta merupakan harta Surga yang suci, yaitu...

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 15 Februari 2011 (Selasa Pagi)
Kebenaran hanya ada di dalam firman Tuhan. Di luar firman tidak ada kebenaran.
Di luar...

Ibadah Raya Malang, 05 Juni 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang...

Ibadah Doa Malang, 21 Juni 2011 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang
Mazmur 103:8-10
103:8 TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.
103:9 Tidak selalu Ia menuntut,...

Ibadah Doa Puasa Session 1 Malang, 21 Oktober 2008 (Selasa Pagi)
Markus 3: 13-19= tentang panggilan dan pilihan.
Disini, Yesus naik keatas bukit dahulu=...

Ibadah Doa Malang, 15 Desember 2009 (Selasa Sore)
Matius 24:36-44 adalah nubuat ketujuh tentang HUKUMAN ATAS DUNIA PADA SAAT KEDATANGAN YESUS...

Ibadah Doa Surabaya, 31 Oktober 2018 (Rabu Sore)
Dari siaran tunda ibadah doa di Medan

Markus 14: 32-38
14:32. Lalu sampailah Yesus dan murid-murid-Nya ke suatu tempat yang...

Ibadah Kaum Muda Malang, 25 Juli 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:14-16 adalah NUBUAT TENTANG ANTIKRIS

Ibadah Doa Surabaya, 18 Agustus 2010 (Rabu Sore)
Matius 25: 16-30= sikap terhadap talenta/jabatan dan karunia Roh Kudus.

SIKAP TERHADAP TALENTA
Sikap ini ada yang...

Ibadah Doa Malang, 16 Februari 2016 (Selasa Sore)

Pembicara: Pdm. Youpri Ardiantoro
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Markus 10:37-38,43,45
10:37 Lalu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 Agustus 2015 (Senin Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam II

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Raya Surabaya, 12 Februari 2012 (Minggu Sore)
Matius 26: 69-75
= PETRUS MENYANGKAL TUHAN.

= 3 kali Petrus menyangkal Yesus:
ay. 69-70= Petrus menyangkal Yesus sebagai orang Galilea= menyangkal panggilan dan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 25 Oktober 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kita mempelajari Lukas 8. Lukas 8 menunjuk...

Ibadah Raya Malang, 14 Februari 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:14-22 tentang sidang jemaat Laodikia....


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 10 November 2019 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Tema ibadah kunjungan di Tentena, Poso: Mazmur 17: 8
17:8. Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu

Ini adalah doa dan kerinduan dari Daud, raja Israel untuk mengalami naungan sayap Tuhan, karena merasa tidak berdaya menghadapi musuh-musuh--masalah-masalah terutama maut yang hanya satu langkah jaraknya.

Kalau ada doa dan kerinduan, Tuhan akan menjawab.
Matius 23: 37
23:37. "Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.

'Yerusalem, Yerusalem'= mewakili Israel.
'Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya'= jawaban Tuhan sekaligus kerinduan-Nya untuk memberikan naungan sayap-Nya.

Sebenarnya naungan sayap Tuhan hanya untuk bangsa Israel asli, umat pilihan-Nya, tetapi karena sebagian dari bangsa Israel menolak naungan sayap Tuhan; keras hati --'tetapi kamu tidak mau'--, maka terbuka kesempatan dan kemurahan Tuhan bagi bangsa kafir untuk menerima naungan sayap-Nya.

Jadi, baik Israel maupun kafir bisa mendapatkan naungan sayap Tuhan.
Wahyu 7: 15
7:15. Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka.

Di sini Tuhan membentangkan kemah-Nya; tadi di injil Matius Tuhan mengembangkan sayap-Nya.

Untuk siapa Tuhan membentangkan kemah-Nya?
Yesaya 54: 2-3
54:2. Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu!
54:3. Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi.

'bangsa-bangsa'= bangsa kafir.
Jadi, Tuhan membentangkan kemah-Nya; mengembangkan sayap-Nya sampai pada bangsa kafir, sehingga Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita sorga. Inilah kemurahan Tuhan bagi kita.

Syarat untuk menerima naungan sayap Tuhan/bentangan kemah Tuhan:

  1. Wahyu 7: 13-17
    7:13. Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?"
    7:14. Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.
    7:15. Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka.
    7:16. Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi.
    7:17. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

    Syarat pertama untuk menerima naungan sayap Tuhan/bentangan kemah Tuhan: 'menggembalakan' (ayat 17)= kita harus tergembala dengan benar dan baik--naungan sayap Tuhan hanya ada di dalam penggembalaan (tadi di injil Matius disebutkan: 'Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu', istilah 'mengumpulkan' menunjuk pada persekutuan, mulai dari nikah, kemudian penggembalaan).

    Tergembala dengan benar dan baik, artinya:


    • Selalu berada di dalam kandang penggembalaan; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok (ibadah raya, ibadah pendalaman alkitab, dan ibadah doa)--dalam Tabernakel terkena pada ruangan suci.
      Dulu, ruangan suci dan ruangan maha suci ada empat lapis tudung, yang menunjuk pada naungan Tuhan.

      Kalau di halaman tidak ada tudung; kita percaya Yesus, bertobat, baptis air, baptis Roh Kudus, selamat dan diberkati Tuhan, baik, tetapi masih berada di halaman, tidak ada naungan.


    • Selalu taat dengar-dengaran pada firman penggembalaan; firman pengajaran yang benar, yang disampaikan oleh seorang gembala dengan setia, teratur, dan diulang-ulang untuk menjadi makanan bagi sidang jemaat.


    Orang yang tidak tergembala akan berada di luar naungan--'Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya' menunjuk pada penggembalaan. Riskan! Kalau anak ayam terpisah dari induknya, sekalipun dia kenyang, dia tidak akan tenang karena ketakutan.
    Karena itu jangan puas hanya sampai halaman--selamat dan diberkati. Tanpa naungan tidak akan ada naungan, karena musuh-musuh selalu menghantam kita.

    Akibat tidak tergembala:


    • Matius 9: 36
      9:36. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.

      Akibat pertama: 'lelah'= letih lesu dan berbeban berat, susah payah hidupnya, banyak air mata--suasana kutukan. Di luar naungan hanya ada suasana kutukan.


    • 'terlantar'= tidak ada yang tanggung jawab untuk:


      1. Pemeliharaan secara jasmani--kalau anak ayam di luar sayap induknya, ia harus mencari makan sendiri, tetapi kalau ada di bawah naungan sayap induknya, ia tinggal menerima.


      2. Terutama untuk keselamatan jiwa.


    • Ditelan oleh singa--Iblis--; disesatkan oleh ajaran palsu, jatuh dalam dosa dan puncaknya dosa, sampai binasa selamanya.
      1 Petrus 5: 8

      5:8. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.


    Mari, kita harus tergembala dengan benar dan baik; kita butuh naungan sayap Tuhan, supaya kita tidak hancur di padang gurun dunia.
    Hasilnya: 'takkan kekurangan aku', artinya terpelihara dengan berkelimpahan sampai kesempurnaan; kita mengalami naungan Tuhan.

    BERTAHAN DALAM PENGGEMBALAAN!
    Mungkin kita masih menghadapi kesulitan sekalipun sudah tekun dalam penggembalaan, teruskan, itu adalah ujian ketekunan, kalau kita keluar, kita tidak akan mendapat pemeliharaan malah diterkam oleh singa. Ini memang caranya Setan.
    Tetap sabar dalam ujian ketekunan sampai Tuhan menyatakan janji-Nya seperti janji-Nya kepada raja Daud yaitu 'takkan kekurangan aku'!

    Jangan mendengar suara asing, itu yang membuat kita lari dari ketekunan, tetapi kalau lari dari suara asing kita akan kembali pada ketekunan, dan singa tidak bisa menerkam kita. Begitu ketatnya naungan Tuhan.


  2. Wahyu 7: 13-15
    7:13. Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?"
    7:14. Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.
    7:15. Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka.

    Syarat kedua untuk menerima naungan sayap Tuhan/bentangan kemah Tuhan: jubah harus dicelup darah.
    Artinya: kita harus mengalami percikan darah; sengsara daging tanpa dosa; sengsara daging karena Yesus untuk menyucikan jubah pelayanan, supaya jubah kita tidak dilepas oleh setan.

    Jubah Yudas Iskariot dilepas oleh Setan karena ia mau yang enak terus, tidak mau jubahnya dicelup darah; ia melayani untuk mendapatkan keuntungan uang. Jubahnya dilepas, kemudian diberikan kepada Matias, dan ia tidak bias kembali lagi.
    Esau mau mencari yang enak bagi daging, tidak mau tergembala, akhirnya jubah indahnya dilepas dan diganti Yakub, dan ia tidak bisa kembali lagi.

    Hati-hati! Untuk perkara sorga, hanya ada jalan salib, tidak ada lainnya.
    Wahyu 19: 8
    19:8. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)

    Jubah pelayanan harus dicelup dalam darah untuk menyucikan jubah pelayanan sampai menjadi jubah putih yang berkilau-kilauan--jubah mempelai.

    Noda apa yang harus disucikan dari jubah pelayanan kita?


    • Matius 25: 26
      25:26. Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam?

      Yang pertama: noda jahat dan malas:


      1. Malas= tidak setia; tidak mau beribadah--hari-hari ini sudah menjadi dosa kebiasaan bahkan dosa sengaja (Ibrani 10: 25-27).

        Yang dihantam lebih dulu adalah gembala, karena setan tahu hanya di dalam penggembalaan ada naungan sayap Tuhan. Kalau gembala dihantam sampai letih lesu, berbeban berat, dan terkutuk, ia sudah merasa terlalu berat untuk melayani; kalau gembala letih lesu, maka jemaat sudah terlantar dan tinggal dihantam oleh singa.

        "Saya dulu sudah pernah mengalami waktu pembangunan gereja, karena itu saya tidak mau terlalu banyak waktu di bangunan gereja, terserah saja. Waktu itu saya masih umur sekitar dua puluh tahun, om saya sedang membangun gereja, lalu istrinya bilang ke saya: 'Waduh, omnya tidak bisa periksa firman.': 'Kenapa?': 'Memikirkan bangunan.' Memang saat itu lagi finishing, butuh waktu lama, jadi om saya tidak kuat. Saya lari ke tua-tua dan cerita kalau pendeta sudah tidak kuat. Mereka rapat, dan akhirnya saya yang disuruh jaga di bangunan. Ini contoh kalau dihantam letih lesu karena keadaan."

        Kalau gembala tidak setia, berarti tidak ada tudung.
        Pada pelajaran tudung Tabernakel, tiga lapis tudung di atas menunjuk pada Allah Tritunggal, dan tudung paling bawah yang kelihatan oleh mata jasmani adalah gembala manusia. Kalau gembala manusia tidak setia, tidak akan ada Gembala Agung, dan semuanya mulai merosot habis baik jasmani maupun rohani.
        Doakan kami gembala-gembala!

        Mari, bertahan dalam penggembalaan, jangan sampai membuka tudung, kemudian BERTAHAN DALAM KESETIAAN--jubah dicelup dalam darah.

        Kalau jubah pelayanan kita dicuci dalam darah, kita akan tetap setia berkobar-kobar sampai garis akhir.


      2. Jahat=


        1. Akar kejahatan adalah cinta akan uang.
          Kalau gembala tidak lagi menyiapkan makanan firman--tidak ada roti di atas meja roti sajian--, maka di atas meja akan diganti uang, sehingga ia kena noda kejahatan.

          Cinta akan uang membuat kikir dan serakah.
          Kikir= tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan.
          Tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan sama dengan tidak bisa memberi waktu, tenaga, uang dan sebagainya--perhitungan seperti Yudas.
          serakah= mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.


        2. Memukul hamba Tuhan lain lewat perkataan: berdusta, bergosip, memfitnah, sampai menghujat Tuhan--pengajaran benar dibilang salah dan sebaliknya.
          Inilah yang dilakukan oleh orang yang tidak setia, tetapi kalau setia berkhotbah terus mana bisa telepon sana sini, sedangkan apa yang mau dikhotbahkan saja belum tahu.


    • Lukas 12: 15-19
      12:15. Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."
      12:16. Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.
      12:17. Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.
      12:18. Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.
      12:19. Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang,
      tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!

      ' tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya'= kikir dan serakah; tidak mau disalurkan untuk Tuhan dan sesama yang membutuhkan.
      'makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!'= dosa kenajisan yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin mengawinkan (percabulan, perselingkuhan, nikah yang salah: kawin campur, kawin cerai, kawin mengawinkan).

      Yang kedua: noda najis.
      Kalau sudah ada noda jahat dan malas, tinggal satu yaitu noda najis, dan setelah itu telanjang, jubahnya dilepas oleh setan untuk menuju kebinasaan selamanya.


    Oleh sebab itu jubah pelayanan harus dicelup dalam darah, tidak bisa tidak, supaya disucikan dari noda jahat, malas, dan najis, sehingga kita bisa mengembalikan persepuluhan dan persembahan khusus milik Tuhan, setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, dan melakukan perbuatan-perbuatan benar dan baik--perbuatan kebajikan, sampai membalas kejahatan dengan kebaikan, itulah jubah putih berkilau-kilauan.

    Bisa mengembalikan persepuluhan dan persembahan khusus sama dengan kehidupan yang menang--setelah Abraham menang dan diberkati Tuhan, ia mengembalikan persepuluhan milik Tuhan.
    Kehidupan yang menang adalah kehidupan yang setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan; kita selalu menang bersama Tuhan.

    Hasilnya: kalau disucikan dari kejahatan, ketidaksetiaan, dan kenajisan, Tuhan akan beserta kita--'Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau'.
    Ibrani 13: 4-5
    13:4. Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah.
    13:5. Janganlah kamu menjadi
    hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."

    'penuh hormat terhadap perkawinan'= jujur dalam perkawinan.
    'mencemarkan tempat tidur'= dosa kenajisan.

    Yang merusak nikah adalah dosa kenajisan dan ketidaksetiaan. Ini yang harus ditolong Tuhan pada kesempatan ini.
    Biarlah kita disucikan dari dosa kenajisan dan ketidaksetiaan.

    'hamba uang'= dosa kejahatan.

    Inilah kehidupan dari pelayan Tuhan, yaitu disertai oleh Tuhan, yang penting ada jubah putih berkilau-kilauan--pelayan yang setia dan suci.

    Kalau kita sudah setia dan disucikan, tidak usah membela diri, karena Tuhan beserta kita, Dia tidak meninggalkan kita, tetapi membela kita.
    Artinya: Tuhan memberkati, menolong, dan membela kita; Dia bisa melakukan apa saja bagi kita; kita mengalami naungan Tuhan.

    Tadi, kita tergembala--berada di kandang dan mendengar suara gembala--, supaya tidak diterkam singa, tetapi bersaksi 'takkan kekurangan aku'; kita mengalami naungan Tuhan di dalam penggembalaan.

    Kemudian, jubah harus dicelup dalam darah, artinya: kita mengalami penyucian dari kejahatan, ketidaksetiaan, dan kenajisan, sehingga Tuhan selalu beserta kita; kita mengalami naungan Tuhan.

    Mari, biarlah kita seperti Daud, yaitu butuh naungan sayap Tuhan sekalipun ia hebat dan kaya; mengaku tidak berdaya menghadapi semuanya, terutama maut. Tuhan akan menjawab kerinduan kita siang hari ini.

    Kita menghadapi banyak kesulitan, dalam kekurangan, kesusahan, mari, masuk kembali dalam naungan sayap Tuhan: masuk dalam penggembalaan dan pelayanan. Jangan ragu saat jubah dicelup dalam darah--sengsara dalam melayani Tuhan--, supaya kita disucikan. Kalau kita sudah merasa sengsara dalam melayani Tuhan, itu sudah betul.


  3. Wahyu 7: 15
    7:15. Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka.

    Syarat ketiga untuk menerima naungan sayap Tuhan/bentangan kemah Tuhan: beribadah melayani Tuhan siang malam.

    Pelayanan siang malam adalah PELAYANAN MEMPELAI.
    Yohanes 12: 26
    12:26. Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

    'di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada'= pelayanan mempelai--Yesus sebagai Mempelai Pria dan kita sebagai mempelai wanita--, tidak bisa terpisah.
    Pelayanan mempelai dimulai dari nikah yang jasmani: suami mengasihi istri, istri tunduk pada suami, anak taat dengar-dengaran pada orang tua, kemudian pelayanan rohani, sampai mencapai nikah sempurna.

    Tingkatan pelayanan rohani sampai pelayanan siang malam:


    • Kisah Rasul 2: 41-42
      2:41. Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
      2:42. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

      Tingkatan pertama: sesudah baptisan air dan baptisan Roh Kudus kita harus masuk ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. Jangan terhalang apalagi terpisah dari Tuhan!


    • Kisah Rasul 2: 46
      2:46. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,

      Tingkatan kedua: menghadapi antikris yang semakin berkuasa, tiga macam ibadah tidak cukup, tetapi kita tiap-tiap hari di Bait Allah--kita belajar lewat ibadah persekutuan.


    • Wahyu 7: 15
      7:15. Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka.

      Tingkatan ketiga: pelayanan siang malam di takhta Tuhan selamanya--pelayanan mempelai; tidak terpisah.


    Pelayanan mempelai adalah pelayanan dalam kesetiaan dan kasih.

    Bukti pelayanan kasih: taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi--Yesus taat sampai mati di kayu salib.
    Kita hanya mengulurkan tangan kepada Tuhan, dan Dia akan mengulurkan tangan kasih-Nya kepada kita untuk memeluk kita--seperti induk ayam menaungi anaknya; seperti ibu memeluk bayinya. Kita hanya menangis kepada Tuhan; kita hanya mengungkapkan kekurangan dan kelemahan kita.
    Setia dan taat, itulah ukuran dari Tuhan, kalau setia tetapi tidak taat, tidak ada gunanya.

    Hasilnya:


    • Wahyu 7: 16
      7:16. Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi.

      Hasil pertama: 'tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi'= tangan kasih Tuhan mampu memelihara hidup kita yang tidak berdaya seperti bayi di tengah kesulitan dunia secara berkelimpahan--sampai mengucap syukur kepada Tuhan.

      Secara rohani kita mengalami damai sejahtera.


    • Hasil kedua: 'matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi'=


      1. Tangan belas kasih Tuhan melindungi kita dari pencobaan-pencobaan, celaka marabahaya yang melanda di bumi, sampai zaman antikris berkuasa, bahkan hukuman Allah. Kita tidak binasa.


      2. Tangan belas kasih Tuhan menyelesaikan semua masalah yang mustahil bagi kita.


      Mari tergembala, kemudian jubah dicelup dalam darah, sampai pelayanan mempelai--setia dan taat. Kita hanya mengulurkan tangan kepada Tuhan; menangis kepada Dia, dan Dia akan mengulurkan tangan-Nya untuk memeluk kita.


    • Wahyu 7: 17
      7:17. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."

      Hasil ketiga: tangan belas kasih Tuhan menuntun kita ke Yerusalem baru, artinya membaharui kita, mulai dari kejujuran/ketulusan--terang-terangan karena Yerusalem adalah kota Terang. Tidak boleh ada dusta sedikitpun, apa yang harus diakui, akui, jangan ada yang disembunyikan.

      Ini adalah mujizat terbesar, dan mujizat jasmani juga terjadi: air mata dihapus, berarti kita bahagia, masalah diselesaikan oleh Tuhan, ada masa depan yang berhasil dan indah, sampai langkah terakhir kita diubahkan menjadi sempurna seperti Yesus untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai. Kita benar-benar siang malam beribadah melayani Tuhan di takhta sorga; kita bersama Dia.

Kita hanya seperti bayi-bayi yang tidak berdaya. Kaum muda, mungkin merasa pesimis, sulit, Tuhan mampu, masih ada naungan-Nya.
Daud yang hebat berdoa dan merindu 'Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu'.

Jangan ada yang disembunyikan! Jujur dan tulus, kita akan disembunyikan di dalam pelukan tangan Tuhan. Kalau ada yang kita sembunyikan, kita tidak bisa lagi disembunyikan dalam pelukan tangan Tuhan.
Pilih salah satu, dosa yang disembunyikan atau kehidupan kita yang disembunyikan!

Kita tidak mampu menghadapi masa depan, pencobaan, dan masalah, tetapi Tuhan yang menolong.
Sebutkan apa yang sudah mustahil, apa yang sudah tidak mampu menyangkut dosa, ekonomi, penyakit, masa depan dan sebagainya. Serahkan semua kepada Dia, kita hanya menangis kepada Dia!
Yang sudah hebat, tetap tidak mampu, satu kali Tuhan lepas, habis.
Yang masih belum hebat bahkan terpuruk, tidak ada harapan, masih bisa Tuhan tolong. Kita pulang dengan wajah berseri, dan berada dalam pelukan tangan Tuhan.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top