English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 Januari 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 16 Agustus 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL

Pohon ara yang rantingnya melembut dan mulai berbuah ini menunjuk...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 28 Juni 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 6 secara keseluruhan menunjuk pada kebenaran.
Sejak...

Ibadah Doa Surabaya, 12 Januari 2011 (Rabu Sore)
Disertai dengan puasa
Doa penyembahan adalah proses perobekan daging. Kalau ditambah puasa, akan MEMPERCEPAT proses perobekan daging sampai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 05 Agustus 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:8-13
25:8 Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah...

Ibadah Raya Malang, 25 Oktober 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:36-44 adalah nubuat ketujuh tentang HUKUMAN ATAS DUNIA PADA SAAT...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 Maret 2010 (Kamis Sore)
Matius 25 ini dalam Tabernakel terkena pada tongkat Harun yang bertunas, berbunga, dan...

Ibadah Doa Malang, 28 April 2015 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 2:18-29 sidang jemaat di Tiatira mengalami...

Ibadah Raya Malang, 29 Januari 2012 (Minggu Pagi)
PENATARAN IMAM dan CALON IMAM I

Matius 26:57-68 adalah tentang...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 18 Mei 2019 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 13: 22-30 (kita baca ayat 23-24) => siapa yang...

Ibadah Raya Malang, 13 November 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:8
4:8 Dan keempat makhluk...

Ibadah Raya Surabaya, 30 Agustus 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 29 September 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 30 Juni 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:3
4:3 Dan Dia yang duduk...

Ibadah Raya Surabaya, 13 Oktober 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 13 April 2014 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang-Nya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan, biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan ditengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 1: 13-16 = penampilan pribadi Yesus dalam 4 keadaan yang sebenarnya (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Februari 2014):

  1. Wahyu 1: 13 = Yesus tampil dalam kemuliaan sebagai Imam Besar, dengan tanda berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki dan dada-Nya berlilitkan ikat pinggang dari emas (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Februari 2014).


  2. Wahyu 1: 14 = Yesus tampil dalam kemuliaan sebagai Raja diatas segala Raja, dengan tanda rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah dan mata-Nya bagaikan nyala api (sudah diterangkan mulai dariIbadah Raya Surabaya, 23 Februari 2014).


  3. Wahyu 1: 15 = Yesus tampil dalam kemuliaan sebagai Hakim yang adil, dengan tanda kaki-Nya bagaikan tembaga yang berkilau dan suara-Nya bagai desau air bah (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 Maret 2014).


  4. Wahyu 1: 16 = Yesus tampil dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga, ini puncak penampilan, yang tidak akan terpisah lagi dengan kita selamanya, bersama dengan Dia selama-lamanya (mulai diterangkan dari Ibadah Raya Surabaya, 30 Maret 2014).

Malam ini, kita masih mempelajari bagian yang ke-4, yaitu YESUS TAMPIL DALAM KEMULIAAN SEBAGAI MEMPELAI PRIA SURGA

Wahyu 1: 16
1: 16. Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.

Tandanya
:

  1. Tangan kanan-Nya memegang tujuh bintang (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 30 Maret 2014),
  2. dari mulutNya keluar sebilah pedang tajam bermata dua (mulai diterangkan dari Ibadah Raya Surabaya, 06 April 2014),
  3. wajahNya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik.

Ad 2. dari mulutNya keluar sebilah pedang tajam bermata dua
Yang keluar dari mulut Tuhan adalah Firman Tuhan.
Matius 4: 4
4: 4 Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

S
alah satu pencobaan yang dihadapi Tuhan adalah soal makanan.
Roti= berasal dari rumput-rumputan (makanan jasmani). Kalau hanya makan yang jasmani, hidup/nasib manusia hanya seperti rumput yang kering dan akan dibakar.
Setan hanya menunjukkan makanan jasmani pada manusia, tapi Tuhan menunjukkan makanan secara rohani yaitu Firman yang keluar dari mulut Tuhan (= 'dari mulutNya keluar sebilah pedang tajam bermata dua').

Ada 2 macam makanan rohani:

  1. susu = Firman Penginjilan/ injil keselamatan= kabar baik (Efesus 1: 13)= Firman yang memberitakan kedatangan Yesus pertama kali ke dunia untuk mati di kayu salib dan menyelamatkan manusia berdosa.

    Efesus 1: 13
    1:13. Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.


  2. makanan keras = cahaya injil kemuliaan Kristus (2 Korintus 4: 3-4) = Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua (Ibrani 4: 12) = kabar mempelai yang memberitakan kedatangan Yesus kedua kali untuk menyempurnakan kita semua.
    Inilah pedang yang keluar dari mulut Yesus.

    2 Korintus 4: 3-4
    4:3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
    4:4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat
    cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

    Ibrani 4: 12
    4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

Karena ada 2 macam makanan rohani, maka ada 2 macam pertumbuhan rohani, yaitu

  1. pertumbuhan secara kuantitas, sebab tubuh Kristus punya jumlah. Contoh: kalau jari hanya 4, berarti tidak sempurna. Pertumbuhan ini adalah hasil dari pekerjaan injil keselamatan (susu)/kabar baik yaitu memanggil orang-orang berdosa untuk percaya Yesus dan diselamatkan.

    Keluaran 1: 1-2, 5, 7
    1: 1 Inilah nama para anak Israel yang datang ke Mesir bersama-sama dengan Yakub; mereka datang dengan keluarganya masing-masing:
    1: 2 Ruben, Simeon, Lewi dan Yehuda;
    1: 5 Seluruh keturunan yang diperoleh Yakub
    berjumlah tujuh puluh jiwa. Tetapi Yusuf telah ada di Mesir.
    1: 7 Orang-orang Israel beranak cucu dan
    tak terbilang jumlahnya; mereka bertambah banyak dan dengan dahsyat berlipat ganda, sehingga negeri itu dipenuhi mereka.

    Pertumbuhan kuantitas gereja Tuhan dalam perjanjian lama kita lihat dari pertumbuhan bangsa Israel, yaitu
    dari yakub (seorang diri= 1) => menjadi 12 anak => menjadi 70 => menjadi tak terbilang.

    Pertumbuhan kuantitas gereja Tuhan dalam perjanjian baru kita lihat dari
    Yesus (seorang diri= 1) => memiliki 12 murid => 70 murid => tak terhingga.

    Tanda keselamatan adalah:


    • percaya Yesus => masuk pintu gerbang.
      Percaya/iman kepada Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat.
      Iman ini benar-benar harus satu, jangan selisih sedikitpun, karena kalau salah sedikit saja, tidak akan pernah bertemu.


    • bertobat => mezbah bakaran, yaitu mati terhadap dosa dan kembali kepada Tuhan.
    • baptisan air => kolam pembasuhan.
    • baptisan Roh Kudus.


    Lewat baptisan air dan baptisan Roh Kudus, kita mendapat hidup baru (hidup surgawi) yaitu hidup dalam kebenaran= kita masuk halaman tabernakel/kerajaan Surga.

    Dengan hidup benar, kita sudah selamat dan diberkati oleh Tuhan. Kalau tidak benar maka tidak selamat.

    Mazmur 37: 25-26
    37: 25 Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;
    37: 26 tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.

    Kehidupan selamat = DIPANGGIL dari gelap kepada terang, kita diberkati sampai anak cucu dan kita menjadi berkat bagi orang lain.

    Tapi hati-hati, BANYAK DIPANGGIL SEDIKIT DIPILIH! Oleh sebab itu ada pertumbuhan yang kedua.


  2. pertumbuhan secara kualitas.
    Contoh: jumlah jari sudah 5 (kuatitas sudah tercapai), tapi tidak utuh bentuk jarinya (tidak sempurna).
    Pertumbuhan kuantitas sudah bagus tapi kualitas tidak bagus, masih tidak bisa sempurna.
    Ini yang banyak kali tidak diajarkan dalam sidang jemaat.
    Pertumbuhan ini adalah hasil dari pekerjaan Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua/kabar mempelai yang MEMILIH orang-orang yang sudah selamat untuk disucikan sampai sempurna dan tidak bercacat cela, sehingga memiliki kualitas yang sama dengan Yesus (kita sempurna seperti Yesus dan menjadi mempelai wanitaNya).
    Karena ada kaitan dengan mempelai, pemberitaan ini disebut juga dengan kabar mempelai.

Jadi, ada pertumbuhan kuantitas (PANGGILAN) dan ada pertumbuhan kualitas (PILIHAN).
Banyak yang tidak mau masuk dalam pilihan, tapi biarlah malam ini kita memenuhi 2 kriteria ini.

Lukas 6: 13
6: 13 Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:

=> Yesus memilih murid-muridnya menjadi 12 rasul. Banyak yang dipanggil, tapi hanya 12 yang dipilih.
Disini terjadi peningkatan, dari murid menjadi rasul ('yang disebut-Nya rasul').

Pada pertumbuhan gereja Tuhan diatas, disebutkan angka 12 dan 70.
Angka 12 dan 70 adalah angka pengutusan (Yesus mengutus 12 murid, tetapi juga ada mengutus 70 murid).

Jadi, gereja yang bertumbuh ditandai dengan angka 12 dan angka 70 yaitu gereja Tuhan yang dipanggil, dipilih dan diberi jabatan pelayan = diangkat menjadi imam-imam dan raja-raja = diutus oleh Tuhan/dipakai oleh Tuhan untuk pembangunan tubuh Yesus yang sempurna apapun jabatannya.
Jangan menganggur! kalau tidak dipakai Tuhan, akan dipakai oleh setan dalam pembangunan tubuh Babel.

Imamat 21: 12
21: 12 Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

Tempat imam dan raja: berada di ruangan suci (dari halaman Tabernakel masuk ke ruangan suci).
Kalau belum hidup benar, sekalipun sudah bertahun-tahun menjadi orang Kristen, kehidupan itu masih diluar halaman.
Ruangan suci = kandang penggembalaan, ada 3 macam alat. Sekarang menunjuk pada ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok:

  • pelita emas = ketekunan dalam Ibadah Raya = persekutuan dengan Allah Roh Kudus dalam karunia-karuniaNya,
  • meja roti sajian= ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci = persekutuan dengan Anak Allah dalam Firman dan korban Kristus,
  • mezbah dupa emas = ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan = persekutuan dengan Allah Bapa didalam kasihNya.

Mengapa 3 macam ibadah pokok? karena kita memiliki tubuh, jiwa dan roh.
Kalau kita tergembala, maka tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga kita selalu merasa jamahan tangan Tuhan dan setan tidak bisa menjamah kita.
Lewat tabernakel inilah kita bisa melihat posisi kita sebagai anak Tuhan ada dimana, di Surga atau dimana.

Lewat ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok, kita dijamah oleh Tuhan. Yang dulunya ingin ini dan itu, sekarang hanya menginginkan untuk beribadah dan tidak terhalang oleh apapun dalam beribadah. Sering kali kita merasa berkat dari Tuhan, padahal sebenarnya tidak.
Kalau berkat dari Tuhan, maka akan mendekatkan kita dengan Tuhan. Kalau bukan, justru semakin menjauhkan kita dari Tuhan. Dan itu bukanlah berkat, tetapi godaan.

Jadi, setiap imam dan raja (dimulai dari gembala) HARUS tergembala. Kalau ada dalam penggembalaan, barulah bisa diukur pertumbuhan kuantitas dan kualitasnya.
Mengapa harus tergembala?

  1. supaya kehidupan kita dikhususkan oleh Tuhan (Imamat 21: 12= 'yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan').
    Dikhususkan artinya disucikan dan diurapi Roh Kudus sehingga menjadi biji mata Tuhan sendiri.
    Hasilnya:


    • kita dipelihara dan dilindungi secara khusus oleh Tuhan sampai sebutir pasirpun tidak boleh masuk.
    • kita menerima pemberian-pemberian khusus (karunia-karunia khusus) yaitu kemampuan ajaib dari Roh Kudus untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

      Yohanes (Yohanes Markus) pernah dikhususkan oleh Tuhan.

      Kisah Rasul 13: 2, 5
      13: 2 Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka."
      13: 5 Setiba di Salamis mereka
      memberitakan firman Allah di dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi. Dan Yohanes menyertai mereka sebagai pembantu mereka.

      'memberitakan firman Allah di dalam rumah-rumah ibadat' => memberitakan Firman pada orang yang sudah selamat.
      Ini tugas khusus, dimana kita dipakai untuk membawa orang yang sudah selamat supaya masuk dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus.

      Disini, Yohanes Markus sebagai pembantu, membantu dalam hal apa saja, dan karena ia tekun, maka ia dikhususkan oleh Tuhan untuk menulis injil Markus yang menampilkan Yesus sebagai hamba (Yohanes tidak direndahkan).


  2. Lukas 10: 1, 3
    10: 1 Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.
    10: 3 Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti
    anak domba ke tengah-tengah serigala.

    Yang kedua: sebab suasana pengutusan adalah seperti anak domba ditengah serigala. Yang paling dibutuhkan adalah gembala, bukan rumput.
    Kalau domba mencari rumput sendiri, saat musim kemarau domba akan mati dan ditengah serigala juga akan mati. Tapi kalau ada gembala, mau suasana apapun tetap hidup.
    Jadi, suasana pengutusan = suasana penggembalaan.
    Artinya: kalau sudah mantap dalam penggembalaan, pasti diutus oleh Tuhan.

    Kalau tidak tergembala, akhibatnya:


    • diseret ekor naga.
      Wahyu 12: 4
      12: 4 Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.

      '
      ekor naga'= menunjuk ajaran sesat dan dosa makan minum dan kawin-mengawinkan (dosa kenajisan= pada ekor naga terdapat alat reproduksi). Dosa kenajisan setara dengan dosa kejahatan (kikir dan serakah).


    • 1 Petrus 5: 8
      5: 8 Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.

      Akibat kedua: ditelan oleh singa (setan).

Biarlah hari-hari ini, kita tergembala dengan sungguh-sungguh supaya kehidupan kita bertumbuh dan menjadi imam dan raja. Kita setia dalam pengggembalaan dan dikhususkan menjadi biji mata Tuhan (mendapat tugas khusus), sebutir pasirpun tidak boleh masuk.
Yusuf setia dalam penggembalaan dan ia menerima jubah khusus.

Jangan takut kalau sudah dikhususkan oleh Tuhan, sebab Tuhan memberi bekal pengutusan bagi kita.

Markus 6: 7-9
6: 7 Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat,
6: 8 dan berpesan kepada mereka supaya
jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, rotipun jangan, bekalpun jangan, uang dalam ikat pinggangpun jangan,
6: 9 boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju.

'jangan membawa apa-apa' = sudah ada jaminan dari Tuhan.
Salah satu bekal pengutusan Tuhan adalah tongkat = salib. Salib adalah tempat sandaran kita.

Praktek salib:

  • 1 Petrus 4: 1-2
    4: 1 Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, --karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa--,
    4: 2 supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

    Praktik salib yang pertama: sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa dan kembali pada kehendak Allah.
    Salib adalah senjata kita untuk berhenti berbuat dosa dan hidup dalam kebenaran.
    Kita tidak bisa melayani jika tetap hidup dalam dosa, sebab kita tidak bisa melayani dua tuan (Tuhan dan dosa). Kalau tidak ada dosa, kita bisa fokus untuk melayani Tuhan dan bukan melayani dosa.


  • 1 Petrus 4: 12-14
    4: 12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
    4: 13 Sebaliknya,
    bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
    4: 14 Berbahagialah kamu, jika
    kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Praktik salib yang kedua: sengsara daging tanpa dosa (karena Firman, karena Yesus, pelayanan, atau pengajaran yang benar).
    Jangan ragu-ragu! Dibalik salib ada Roh kemuliaan/Shekina Glori. Semakin luar biasa penderitaan yang kita hadapi, semakin luar biasa Roh kemuliaan yang kita terima, semakin besar pemakaian dan berkat Tuhan. Tuhan tidak pernah menipu kita!

Kegunaan salib
:

  1. Keluaran 14: 16, 21
    14: 16 Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.
    14: 21 Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu
    TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.

    Kegunaan pertama: salib mampu membelah laut Kolsom.
    'tongkat' = salib.
    'angin timur' = Roh Kudus.
    Kalau laut Kolsom tidak terbelah, maka umat Israel akan mati. Tetapi karena laut Kolsom terbelah, umat Israel bisa hidup.
    Artinya: Tuhanlah yang menentukan mati hidup kita.
    Laut bisa terbelah = kemustahilan.
    Di balik salib ada Roh Kemuliaan yang membuat semua masalah kita selesai tepat pada waktuNya bahkan yang mustahil sekalipun, memberi masa depan yang indah kepada kita, dan memakai kita dalam kegerakan yang besar.

    Saat menghadapi salib, itulah saat kita bertemu secara pribadi dengan Tuhan.


  2. Keluaran 15: 23,25
    15: 23 Sampailah mereka ke Mara, tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya. Itulah sebabnya dinamai orang tempat itu Mara.
    15: 25 Musa berseru-seru kepada TUHAN, dan TUHAN menunjukkan kepadanya
    sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis. Di sanalah diberikan TUHAN ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan di sanalah TUHAN mencoba mereka,

    'sepotong kayu'= kayu salib.
    Kegunaan kedua:
    Roh Kemuliaan sanggup mengubah yang pahit menjadi manis, yang gagal menjadi berhasil, yang hancur menjadi baik, dan yang jatuh diangkat olehNya.

    JANGAN LEPASKAN SALIB! Kalau melepaskan salib, tongkat menjadi ular.


  3. 1 Petrus 4: 14
    4: 14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Kegunaan ketiga: Roh Kemuliaan mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus = menjadi sama seperti Yesus.
    Keubahan hidup adalah ''berbahagialah' = berbahagia sekalipun di tengah penderitaan.
    Bisa berbahagia ditengah penderitaan karena Yesus, ini merupakan suatu mujizat
    .
    Kalau mujizat rohani terjadi maka mujizat yang pertama (laut Kolsom terbelah) dan yang kedua (pahit menjadi manis) pasti akan terjadi.
    Kalau kita menderita karena dosa, mengaku/minta ampun kepada Tuhan dan sesama dengan sejujur-jujurnya, maka kita juga akan mendapat Roh Kemuliaan.

    Kalau tidak salah, kita diam saja dan saat itu juga ada Roh Kemuliaan ditengah kita.
    Kejujuran dalam mengaku dosa adalah jalan yang tersingkat untuk ditolong oleh Tuhan.

    Kejujuran ini juga merupakan keubahan hidup. Sampai saat Yesus datang kedua kali, kita diubahkan menjadi sama mulia seperti Dia, kita menjadi mempelai wanitaNya yang siap menyambut kedatanganNya kembali kedua kali diawan-awan yang permai.

Inilah pribadi Yesus yang tampil dalam kemuliaan supaya kita tidak ditipu oleh setan, Dia dicobai oleh setan dengan rumput-rumput supaya kita menjadi rumput (manusia daging yang cepat layu dan binasa), tapi Tuhan tunjukkan makanan yang dari Surga sekalipun tajam. Tuhan memberikan makanan penginjilan dan pengajaran, supaya kita bertumbuh secara kuantitas dan kualitas, kita menjadi imam-imam dan raja-raja, setelah itu tergembala dengan baik, dikhususkan, diberi tugas khusus, dan diberi bekal khusus oleh Tuhan yaitu tongkat. Dibalik tongkat ada Roh kemuliaan= uluran tangan Tuhan untuk menolong kita semua dan mengadakan mujizat bagi kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top