English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 28 Juni 2019 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 01 September 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 08 Januari 2013 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 2:11-15 adalah tentang Musa menolong bangsanya....

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 12 Desember 2009 (Sabtu Sore)
Markus 14 berdasarkan sistem tabernakel, menunjuk pada buli-buli emas berisi dengan manna.

Keluaran...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 10 April 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:17-20
14:17 Setelah hari malam, datanglah Yesus bersama-sama dengan kedua belas murid itu.

Ibadah Raya Malang, 20 Desember 2015 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Bukti bahwa anak merupakan karunia/ anugerah dari Tuhan:
Mata hanya tertuju kepada Tuhan.
1...

Ibadah Raya Malang, 08 Maret 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada saat kedatangan Yesus kedua kali, yaitu:
Ayat 29, terjadi...

Ibadah Doa Malang, 24 November 2009 (Selasa Sore)
Pelayan Tuhan harus tergembala dalam Ruangan Suci (3 macam ibadah) supaya: Mengalami penyucian Mendapat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 14 Juli 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:17-25 adalah tentang Perjamuan Paskah, dibagi menjadi 2 bagian:
Ayat 17-19 tentang persiapan Perjamuan Paskah.Ayat...

Ibadah Doa Surabaya, 10 November 2017 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 28 Januari 2015 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Dadang Hadi Santoso

Selamat malam, salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Kiranya damai...

Ibadah Doa Puasa Session I Malang, 05 Juli 2015 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 12:43-51 tentang syarat-syarat Paskah bagi...

Ibadah Doa Surabaya, 15 April 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 31= sangkakala yang dasyat bunyinya= Firman penggembalaan.

Yohanes 10: 3-5
Mulai sekarang kita harus banyak...

Ibadah Persekutan di Kartika Graha Malang I, 27 Juli 2011 (Rabu Sore)
Tema: "Mempelai datang, songsonglah Dia"
Matius 25: 6
25:6. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

= satu-satunya berita yang dibutuhkan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 15 Agustus 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:5-6
6:5 Dan ketika Anak...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 28 Agustus 2019 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 10 dalam susunan Tabernakel terkena pada tujuh percikan darah di atas tutup pendamaian.
Tutupan pendamaian yang terbuat dari emas murni terdiri dari tiga bagian:

  1. Kerub I= Allah Bapa--Tuhan.
  2. Tutup dengan tujuh kali percikan darah= Anak Allah--Yesus.
  3. Kerub II= Allah Roh Kudus--Kristus.

Jadi, tutupan pendamaian adalah pribadi Tuhan Yesus kristus dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga--Kepala/Suami.

Imamat 16: 14
16:14. Lalu ia harus mengambil sedikit dari darah lembu jantan itu dan memercikkannya dengan jarinya ke atas tutup pendamaian di bagian muka, dan ke depan tutup pendamaian itu ia harus memercikkan sedikit dari darah itu dengan jarinya tujuh kali.

Dulu, percikan darah berguna untuk pelayanan pendamaian bangsa Israel.
Ada dua kali tujuh percikan darah:

  1. Tujuh kali percikan darah di atas tutup pendamaian--tutup pendamaian menunjuk pada pribadi Yesus.
    Artinya: sengsara Yesus untuk TAAT DAN SETIA sampai mati di kayu salib--dari jam sembilan pagi sampai tiga sore Ia menderita sengsara di kayu salib sampai mati.

    Yesus sengsara sampai mati terkutuk di atas kayu salib, supaya berkat Abraham diterima oleh bangsa kafir--kita semua yang tadinya hanya batu keras yang tenggelam dalam lumpur dosa.
    Galatia 3: 13-14
    3:13. Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
    3:14. Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

    'berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain'= seharusnya berkat Abraham hanya untuk bangsa Israel, tetapi karena kematian Yesus, berkat Abraham juga sampai kepada bangsa kafir--'bangsa-bangsa lain'.
    Berkat Abraham yang terutama adalah Roh Kudus--'menerima Roh yang telah dijanjikan itu'.

    Matius 3: 7-9
    3:7. Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?
    3:8. Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.
    3:9. Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!

    'batu-batu'= bangsa kafir.
    Proses batu keras untuk bisa menerima berkat Abraham lewat kurban Kristus di kayu salib:


    • Iman; percaya kepada Yesus.
    • Bertobat--berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan; mati terhadap dosa.
    • Baptisan air.
      Matius 3: 10-11
      3:10. Kapak sudah tersedia pada akar pohon dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.
      3:11. Aku
      membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

      Bangsa kafir harus masuk baptisan air yang benar yaitu orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi--langit terbuka--yaitu hidup dalam kebenaran--'carilah dahulu kerajaan sorga dan kebenarannya'.

      Hidup dalam kebenaran sama dengan hidup dari iman--iman sama dengan kebenaran--; semua aspek hidup harus benar: pribadi, keuangan, identitas diri, menikah, ibadah pelayanan dan sebagainya.
      Inilah yang disebut dengan anak-anak Abraham secara rohani.

      Kalau tidak benar, berarti menyimpang dari iman.
      Galatia 3: 7
      3:7. Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.

      Setelah hidup dalam kebenaran--hidup dari iman--kita layak untuk mengalami baptisan Roh Kudus--'Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus'; kita mengalami urapan Roh Kudus sehingga bisa berkata: ya Abba, ya Bapa--setia dan taat dengar-dengaran--; anak Abraham sama dengan anak Tuhan.


    Inilah kehidupan yang diselamatkan dan diberkati oleh Tuhan.

    Tadi, bangsa Israel adalah keturunan Abraham secara jasmani, sedangkan bangsa kafir keturunan Abraham secara rohani.
    Jadi, bangsa Israel dan kafir adalah satu tubuh Kristus yang mengarah pada kesempurnaan.

    Yesus harus menerima tujuh kali percikan darah--sengsara daging untuk taat sampai mati di kayu salib--, yaitu untuk menyelamatkan bangsa Israel dan kafir sehingga menjadi satu tubuh Kristus.
    Yohanes 2: 19-21
    2:19. Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."
    2:20. Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?"
    2:21. Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.

    '46 tahun'= 4 hukum pada loh batu pertama dan 6 hukum pada loh batu kedua= hukum Taurat.
    Bait Allah sistem Taurat hanya untuk bangsa Israel--bangsa kafir tidak boleh masuk.
    Karena itu Tuhan berkata: Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali

    Tiga hari menunjuk pada sengsara Yesus untuk taat sampai mati di kayu salib, dikuburkan tiga hari, lalu bangkit.
    Untuk apa? Untuk membangun Bait Allah rohani--tubuh Kristus--, sehingga bangsa kafir dan Israel bisa menjadi satu tubuh Kristus.

    Jadi, Yesus sengsara untuk taat sampai mati di kayu salib DEMI TERWUJUDNYA TUBUH KRISTUS YANG SEMPURNA--bangsa kafir bisa masuk di dalamnya. Kalau Yesus tidak mati, bangsa kafir tetap menjadi batu keras yang harus binasa untuk selamanya.


  2. Tujuh kali percikan darah di depan tabut/di depan tutup pendamaian.
    Imamat 16: 14
    16:14. Lalu ia harus mengambil sedikit dari darah lembu jantan itu dan memercikkannya dengan jarinya ke atas tutup pendamaian di bagian muka, dan ke depan tutup pendamaian itu ia harus memercikkan sedikit dari darah itu dengan jarinya tujuh kali.

    Peti dari tabut perjanjian terbuat dari kayu penaga--menunjuk pada manusia daging--tetapi disalut emas--kuasa Roh Kudus--sehingga sempurna seperti Yesus, itulah gereja Tuhan.

    Jadi gereja Tuhan juga harus mengalami percikan darah--sengsara daging bersama Yesus--sebagai UJIAN KETAATAN DAN KESETIAAN SAMPAI DAGING TIDAK BERSUARA LAGI, sehingga bisa masuk dalam PELAYANAN PEMBANGUNAN TUBUH KRISTUS YANG SEMPURNA (menjadi mempelai wanita sorga).

    Tadi, Yesus taat dan setia sampai mati di kayu salib demi terwujudnya pembangunan tubuh Kristus; sekarang, kita bangsa kafir taat dan setia sampai daging tidak bersuara lagi untuk masuk dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus.
    Yesus yang membangun, dan kita hanya melayani pembangunan tubuh Kristus sampai menjadi tubuh Kristus yang sempurna/mempelai wanita sorga.

    Yesus taat dan setia, sehingga Dia bisa menjadi Mempelai Pria Sorga--Kepala yang sempurna--, kita juga taat dan setia untuk bisa menjadi tubuh Kristus yang sempurna--isteri/mempelai wanita yang sempurna.
    Mari, hari-hari ini kita masuk dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus.

    Pelayanan Pembangunan tubuh Kristus dimulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai, sampai masuk Yerusalem baru.
    Mulai pelayanan dalam nikah, yang dibutuhkan adalah taat dan setia sampai daging tidak bersuara, bukan kaya miskin atau pandai bodoh.

    Musa pandai, anak raja, kaya, tetapi tidak bisa melayani dua orang, malah menjadi pembunuh.
    Dua orang di sini merupakan gambaran dari nikah.
    Mungkin suami berselingkuh, isteri tetap taat/tunduk dan setia, kalau tidak, rumah tangga akan hancur.
    Begitu juga dalam penggembalaan dan antar penggembalaan kita harus melayani dengan taat dan setia.

    Dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus mungkin harus berkorban waktu dan lain-lain, tetap taat dan setia. Pandang kurban Kristus! Dia sudah berkorban nyawa dengan mati terkutuk demi pembangunan tubuh Kristus. Kita harus taat dan setia apapun yang dikorbankan, sampai daging tidak bersuara.

    SIAPA yang boleh melayani pembangunan tubuh Kristus yang sempurna? Imamat kudus; imamat rajani--imam dan raja (batu hidup).
    1 Petrus 2: 5
    2:5. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

    'pembangunan suatu rumah rohani'= pembangunan tubuh Kristus.
    Keluaran 19: 6
    19:6. Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel."

    Sebenarnya, hanya bangsa Israel asli--keturunan Abraham secara daging--yang berhak menjadi imam dan raja, sedangkan bangsa kafir hanya batu keras yang tenggelam dalam dosa dan binasa di neraka.
    Tetapi bersyukur kepada Tuhan, batu keras bisa menjadi batu hidup--bangsa kafir bisa menjadi batu hidup--lewat percaya Yesus, bertobat, baptisan air dan baptisan Roh Kudus sehingga bisa hidup benar, setia, dan taat dengar-dengaran.
    Menjadi imam dan raja sama dengan menjadi senjata kebenaran.

    Untuk menjadi imam kita harus masuk baptisan air dan mengalami baptisan Roh Kudus.
    Imam adalah:


    • Seorang yang benar dan suci--imamat kudus.
    • Seorang yang diurapi--imamat rajani.


    Jadi, seorang imam harus hidup suci dan hidup dalam urapan Roh Kudus.
    Roh Kudus dan karunia-karunia-Nya adalah kemampuan seorang imam untuk melayani Tuhan.

    DARI MANA mendapatkan kesucian dan urapan? Ruangan suci.
    Imamat 21: 12
    21:12. Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

    'jangan dilanggarnya kekudusan'= hidup suci (imam).
    'urapan Allahnya'= urapan Roh Kudus--salah satu jabatan yang diurapi adalah jabatan raja.

    Jadi, imam dan raja harus berada di dalam ruangan suci, sekarang menunjuk pada kandang penggembalaan; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


    • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
    • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.


    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


    Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal--bergaul erat. Setan tritunggal tidak bisa menjamah dan menjatuhkan kita, sehingga kita tetap hidup suci dan hidup dalam urapan Roh Kudus.

    Hasilnya:


    • Pelayanan kita berkenan kepada Tuhan, bagaikan asap dupa yang berbau harum di hadapan Tuhan.
      1 Petrus 2: 5
      2:5. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

      Kalau ada asap dupa berbau harum, tuhan akan selalu hadir sehingga kita bisa merasakan hadirat Tuhan--raja Daud mengatakan: Lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain.
      Kita sungguh-sungguh bergemar di dalam rumah Tuhan. Ini yang harus menjadi ukuran bagi bangsa kafir.
      Jangan beribadah karena terpaksa, tetapi ibadah dan penyembahan harus menjadi suatu kegemaran kita. Kalau kita gemar di dalam rumah Tuhan, Dia juga akan bergemar dengan kita.

      Perhatikan pelayanan mulai dari dalam nikah sampai rumah Tuhan, sampai kita gemar untuk melayani.

      Banyak yang melupakan faktor kesucian dan urapan, dan hanya mengutamakan kepandaian dan kehebatan--daging yang menonjol; tidak ada nilai rohani. Salah!
      Yang bernilai rohani dan berkenan pada Allah adalah kesucian dan dalam urapan--daging tidak menonjol sekalipun pandai.


    • Dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
      Efesus 4: 11-12
      4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      4:12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,


    Yesus sudah mengalami percikan darah--sengsara daging termasuk sengsara perasaan sampai mati terkutuk di kayu salib--demi terwujudnya pembangunan tubuh dan bangsa kafir bisa masuk di dalamnya.
    Karena itu bangsa kafir juga harus berjuang untuk mengalami percikan darah--sengsara daging termasuk sengsara perasaan.

    "Saat disalib, Yesus sengsara perasaan, Ia diludahi, diolok dan sebagainya. Kalau kita tidak mau melayani hanya karena masalah sepele, kita masih terlalu jauh untuk bisa menjadi sama dengan Yesus. Kita memang harus mengalami sengsara seperti yang sudah Dia lakukan bagi kita. Mari berjuang juga. Jangan sedikit-sedikit berkata: Aku tidak mau lagi melayani. Jangan! Itu sama dengan menolak Yesus, bukan manusia. Mungkin gara-gara tempat berdiri di koor, lalu tidak mau melayani lagi, itu berarti menolak Yesus, bukan manusia. Sebenarnya saat itu merupakan salah satu ujian ketaatan dan kesetiaan kita--tidak kebetulan diuji. Dulu di Malang juga pernah terjadi, saya tidak mengerti juga, seorang jemaat berkata: Wah kalau anak saya tidak pernah di depan saat sekolah minggu, memang kami orang miskin. Saya baru tahu setelah dia keluar dari gereja hanya gara-gara begitu. Sayang sekali! Ia menolak Yesus, bukan manusia."

    Mari, kita harus mengalami percikan darah untuk masuk dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus--menjadi batu hidup; imam dan raja yang suci dan diurapi.
    Setelah menjadi imam kita harus tinggal di dalam ruangan suci--tergembala sungguh-sungguh--, supaya kita tetap hidup suci dan hidup dalam urapan Roh Kudus.
    Hasilnya: pelayanan kita berkenan kepada Tuhan dan kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus; sama dengan kita dikhususkan untuk menjadi biji mata Tuhan.

    Batu seharusnya mati tetapi bisa menjadi batu hidup karena dikhususkan menjadi biji mata Tuhan.
    Batu hidup artinya kita hidup dari kemurahan Tuhan yang besar dan tidak berubah, sehingga kita bisa hidup di manapun, kapanpun, kondisi apapun, sampai hidup kekal--sekalipun meninggal dunia, akan dibangkitkan untuk mencapai hidup kekal bersama Tuhan.

    Kalau sudah dipakai Tuhan kita harus aktif dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Masuk kerajaan sorga jangan dianggap gampang. Kita sekolah kalau nilainya tiga terus, sudah pasti tidak naik kelas. Begitu juga dengan kerajaan sorga. Harus ada persiapannya!

    Jangan sampai tertawan lagi oleh 'sesuatu'! Apa yang membuat kita sulit untuk beribadah? Kesibukan kerja? Silakan sibuk bekerja, tetapi jangan menghalangi kita untuk beribadah. Harus berjuang! Jangan sedikit-sedikit bilang: Tidak bisa.
    Mungkin tertawan oleh perasaan dagingnya: Saya tersinggung. Jangan! Rugi! Jangan tertawan lagi oleh apapun!

    Hagai 1: 1-4
    1:1. Pada tahun yang kedua zaman raja Darius, dalam bulan yang keenam, pada hari pertama bulan itu, datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai kepada Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan kepada Yosua bin Yozadak, imam besar, bunyinya:
    1:2. "Beginilah firman TUHAN semesta alam: Bangsa ini berkata: Sekarang belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah TUHAN!"
    1:3. Maka datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai, bunyinya:
    1:4. "Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan?

    (terjemahan lama)
    1:1. Sebermula, maka pada tahun yang kedua dari pada kerajaan Darius, pada bulan yang keenam dan pada sehari bulan itu, datanglah firman Tuhan dengan lidah nabi Hajai kepada Zerubbabil bin Sealtiel,
    raja Yehuda, dan kepada Yosua bin Yozadak, imam besar, katanya:

    Di sini, bangsa Israel dijajah oleh raja Darius--ada raja dan imam, tetapi ditawan.

    Kalau ditawan, yang jasmani hebat, tetapi rohaninya runtuh--'Rumah ini tetap menjadi reruntuhan'.
    Hati-hati, imam dan raja bisa tertawan. Dulunya batu keras, kemudian diambil oleh Tuhan dan dimandikan lewat baptisan air, digembalakan, disucikan, dan dipakai menjadi batu hidup, tetapi sekarang kembali ditawan--sudah menjadi imam dan raja tetapi suasananya tertawan oleh setan--dunia, dosa, dan daging.

    Tandanya:


    • Tidak setia dalam ibadah pelayanan.
      Kalau gembalanya tertawan, jemaatnya sudah dicambuk oleh setan.


    • Menunda-nunda waktu untuk Tuhan--'Sekarang belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah TUHAN!'
      Untuk yang rohani, suaranya setan: Nanti saja--menunda-nunda waktu, padahal kedatangan Tuhan tidak bisa ditunda-tunda.
      Bagi kita, kedatangan Tuhan bisa dalam dua bentuk: kita meninggal dunia atau Dia datang kedua kali.

      Jangan menunda-nunda waktu! Kalau sudah digerakkan tetapi tetap tidak mau, satu waktu tidak bisa lagi melayani.


    Akibatnya:


    • Mengalami reruntuhan secara rohani--mulai berbuat dosa kejahatan dan kenajisan.
      Kalau tidak melayani Tuhan, mau melayani siapa? Tidak ada netral! Kalau tidak melayani Tuhan, pasti melayani setan.
      Hati-hati, kalau yang rohani runtuh, yang jasmani dan nikah juga akan runtuh.


    • Mengalami kesulitan hidup sehari-hari; segala usaha menjadi sia-sia.
      Hagai 1: 6
      1:6. Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang!

      Kita mencari uang sampai meninggalkan ibadah, percuma, itu hanya upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlubang.

      Hati-hati dengan keruntuhan rohani! Kalau sudah tidak setia dan kembali berbuat dosa, sebentar lagi ia akan mengalami kesulitan, semua menjadi sia-sia--keruntuhan yang jasmani.


    • Kering jasmani dan rohani; tidak pernah mengalami kepuasan sehingga mencari kepuasan di dunia--aktif dalam pembangunan Babel (jatuh dalam dosa dan puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan) sampai benar-benar runtuh dan tidak bisa diperbaiki lagi; binasa untuk selamanya.
      Hagai 1: 10-11
      1:10. Itulah sebabnya langit menahan embunnya dan bumi menahan hasilnya,
      1:11. dan Aku memanggil kekeringan datang ke atas negeri, ke atas gunung-gunung, ke atas gandum, ke atas anggur, ke atas minyak, ke atas segala yang dihasilkan tanah, ke atas manusia dan hewan dan ke atas segala hasil usaha."


    Sungguh-sungguh, jangan sampai mengalami suasana tertawan! Batu keras sudah diangkat dari tawanan dosa untuk menjadi batu hidup. Jangan sampai tertawan lagi! Harus terlepas!

    SITUASI DAN KONDISI PELAYANAN PEMBANGUNAN TUBUH KRISTUS
    Hagai 2: 7-8, 22-23
    2:7. Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat;
    2:8. Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam.
    2:22. "Katakanlah kepada Zerubabel, bupati Yehuda, begini: Aku akan menggoncangkan langit dan bumi
    2:23. dan akan menunggangbalikkan takhta raja-raja; Aku akan memunahkan kekuasaan kerajaan bangsa-bangsa dan akan menjungkirbalikkan kereta dan pengendaranya; kuda dan pengendaranya akan mati rebah, masing-masing oleh pedang temannya.

    Penyelesaian pembangunan tubuh Kristus ditandai dengan krisis di segala bidang:


    • Kegoncangan di langit oleh naga merah padam= setan dengan roh kedurhakaan yang membuat kehancuran nikah dan buah nikah (suami tidak mengasihi isteri, isteri tidak tunduk pada suami, anak tidak taat pada orang tua).
      Ini semua terjadi di akhir zaman.

      Karena itu kalau tidak masuk pembangunan tubuh Kristus, pasti goncang.
      Tadi disebutkan: Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan.
      Artinya: kalau masuk Bait Allah hidup kita akan indah, di luar Bait Allah, goncang.

      Mari, masuk dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Jangan pernah berkata: Di dunia sudah susah, kalau masuk ibadah tambah susah. Salah! Itu rumusnya setan.
      Justru saat dunia goncang, kalau kita masuk Bait Allah, barang yang indah akan masuk, berarti hidup kita menjadi indah--tidak ikut goncang.


    • Kegoncangan di darat oleh nabi palsu dengan ajaran, penyembahan, dan kesukaan sorga yang palsu, yang menyebabkan krisis ibadah pelayanan; tidak ada lagi persembahan rohani yang berkenan kepada Tuhan tetapi mengarah pada penyembahan lembu emas--penyembahan palsu--yang ditandai dengan makan minum, bersukaria, dan menari-nari.

      Berdoa, jangan sampai ibadah pelayanan, ajaran, penyembahan, dan kesukaan sorga kita palsu.


    • Kegoncangan di laut oleh antikris dengan kekuatan Mamon yang menyebabkan krisis ekonomi.


    Tempat yang aman dari kegoncangan adalah Bait Allah (pembangunan tubuh Kristus). Tidak ada tempat lain!
    Layani nikah, penggembalaan, dan antar penggembalaan dengan baik dan benar. Di situ ada jaminan keamanan dan keindahan dari Tuhan.

    MENGAPA Tuhan izinkan kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna terjadi pada masa krisis? Supaya kita tidak berharap pada segala sesuatu di dunia tetapi kita hanya berharap sepenuh kepada Tuhan; Dia yang menyediakan semua untuk pembangunan tubuh Kristus--di tempat di mana Abraham mempersembahkan anaknya dia bertemu dengan Jehovah Jireh--dari tidak ada domba menjadi ada domba--, dan di sana dibangun Bait Allah Salomo--sekang pembangunan tubuh kristus.

    Kita akan menghadapi masa krisis, tetapi kalau kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus, kita akan bertemu dengan Jehovah Jireh. Tuhan menyediakan dari yang tidak ada menjadi ada, sampai kita menjadi mempelai wanita-Nya yang siap sedia.

    Inilah pembangunan tubuh Kristus.
    Kita belajar mulai dari


    • Dasarnya yaitu tiga hari, artinya kurban Kristus.
    • Siapa yang membangun? Imamat kudus; batu hidup--tetap tergembala supaya suci dan hidup dalam urapan. Kita menjadi biji mata-Nya sendiri.
    • Situasinya: kegoncangan darat, laut, dan udara.
      Mengapa terjadi kegoncangan? Supaya kita hanya berharap Tuhan.

      Tempat yang aman adalah di dalam pembangunan tubuh Kristus--rumah tangga, rumah penggembalaan, dan antar penggembalaan.
      Dulu, waktu Tuhan menghukum Mesir dengan hujan es, ia perintahkan orang Israel yang di ladang untuk pulang ke rumah. Itu tempat yang aman, yang lain mengalami kehancuran.


    SIKAP KITA dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna:


    • Hagai 1: 14
      1:14. TUHAN menggerakkan semangat Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan semangat Yosua bin Yozadak, imam besar, dan semangat selebihnya dari bangsa itu, maka datanglah mereka, lalu melakukan pekerjaan pembangunan rumah TUHAN semesta alam, Allah mereka,

      Sikap pertama: semangat; sama dengan taat dan setia berkobar-kobar oleh dorongan firman nubuat--firman pengajaran yang benar--, bukan emosi.
      Dulu sudah semangat, sekarang jangan mundur, nanti akan ketinggalan saat Tuhan datang kembali--yang terdahulu menjadi yang terkemudian, yang terkemudian menjadi yang terdahulu. Tetap semangat!

      Lukas 24: 32
      24:32. Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?"

      Apa yang menjadi semangat kita saat datang beribadah? Harus dari mendengarkan firman.
      Sayangnya, saat ibadah natal semua semangat untuk acaranya, tetapi firman tidak boleh lama; kalau acaranya terlalu banyak, firmannya yang dikurangi; semangatnya bukan dari firman, sehingga tidak kekal.

      Kalau semangat dari firman, itu yang akan kekal selamanya, tidak dipengaruhi oleh usia, kesehatan dan sebagainya, karena firman Allah adalah kekal.
      Yesaya 50: 4
      50:4. Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.

      'murid'= menerima pengajaran. Pengajaran inilah yang memberi kita semangat baru.
      Tujuan kita beribadah adalah mendengar firman, supaya semangat kita selalu dibaharui; kembali setia berkobar.

      "Saya juga, kalau ada pembukaan firman, saya semangat, senang untuk melayani Tuhan. Doakan saya! Kalau tidak ada pembukaan firman, rasanya capek, mau makanpun susah, sedih, masih harus bergumul."


    • Hagai 2: 4-5
      2:4. Masih adakah di antara kamu yang telah melihat Rumah ini dalam kemegahannya semula? Dan bagaimanakah kamu lihat keadaannya sekarang? Bukankah keadaannya di matamu seperti tidak ada artinya?
      2:5. Tetapi sekarang,
      kuatkanlah hatimu, hai Zerubabel, demikianlah firman TUHAN; kuatkanlah hatimu, hai Yosua bin Yozadak, imam besar; kuatkanlah hatimu, hai segala rakyat negeri, demikianlah firman TUHAN; bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN semesta alam,

      Sikap kedua: kuat teguh hati oleh dorongan Roh Kudus, artinya:


      1. Tidak kecewa, putus asa, dan gentar menghadapi apapun juga.
      2. Tidak bangga terhadap apapun juga.
      3. Selalu mengucap syukur kepada Tuhan apapun yang kita hadapi.


    Layani dan hadapi semua mulai dari dalam nikah dengan kesetiaan dan kuat teguh hati!
    Hasilnya:


    • Tadi, kita bisa setia berkobar oleh firman dan kuat teguh hati oleh Roh Kudus. Ini yang akan menjadi kedua sayap dari burung nasar yang besar untuk membawa kita melintasi badai lautan dunia, menyingkirkan kita ke padang gurun, jauh dari mata antikris. Kita dipelihara langsung oleh Tuhan lewat firman pengajaran dan perjamuan suci, dan kita menantikan kedatangan Yesus di awan-awan yang permai--nanti kedua sayap ini yang mengangkat kita saat Yesus datang kembali.

      Mari setia dan kuat teguh hati, jangan sampai tersandung atau lemah! Kalau merasa terganggu atau tersandung berat pada seseorang, tanyakan kepada orangnya. Kalau menerka-nerka sendiri, rugi, kita akan kehilangan sayap, celaka.

      Pertahankan sayap kesetiaan dan kuat teguh hati!


    • 2 Tawarikh 15: 7
      15:7. Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!"

      Hagai 1: 8
      1:8. Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ, firman TUHAN.

      Hasil kedua: ada upah, itulah kemuliaan Tuhan--di balik percikan darah ada shekinah glory. Tanpa percikan darah tidak ada kemuliaan!

      1 Raja-raja 8: 10-11
      8:10. Ketika imam-imam keluar dari tempat kudus, datanglah awan memenuhi rumah TUHAN,
      8:11. sehingga imam-imam tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian oleh karena awan itu, sebab kemuliaan TUHAN memenuhi rumah TUHAN.

      Kegunaan kemuliaan Tuhan:


      1. Mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, mulai dari jujur--jujur mengaku dosa, dan jujur dalam segala hal.
        Efesus 4: 24-25
        4:24. dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
        4:25. Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.

        Selama kita masih berdusta kita bukan manusia baru tetapi tetap manusia daging.
        Pembaharuan hidup adalah mujizat terbesar.


      2. Mengadakan mujizat jasmani:


        1. 1 Raja-raja 8: 22-24, 29
          8:22. Kemudian berdirilah Salomo di depan mezbah TUHAN di hadapan segenap jemaah Israel, ditadahkannyalah tangannya ke langit,
          8:23. lalu berkata: "Ya TUHAN, Allah Israel! Tidak ada Allah seperti Engkau di langit di atas dan di bumi di bawah; Engkau yang memelihara perjanjian dan kasih setia kepada hamba-hamba-Mu yang dengan segenap hatinya hidup di hadapan-Mu;
          8:24. Engkau yang tetap berpegang pada janji-Mu terhadap hamba-Mu Daud, ayahku, dan yang telah menggenapi dengan tangan-Mu apa yang Kaufirmankan dengan mulut-Mu, seperti yang terjadi pada hari ini.
          8:29. Kiranya
          mata-Mu terbuka terhadap rumah ini, siang dan malam, terhadap tempat yang Kaukatakan: nama-Ku akan tinggal di sana; dengarkanlah doa yang hamba-Mu panjatkan di tempat ini.

          Yang pertama: janji dan kasih setia Tuhan yang digenapi atas hidup kita: ada mata Tuhan--perhatian-Nya kepada kita seperti biji mata-Nya sendiri untuk melindungi kita dari celaka marabahaya, dosa dan puncaknya dosa, antikris, hukuman Allah dan lain-lain. Kita merasa damai, sehingga semua menjadi enak dan ringan.


        2. 1 Raja-raja 8: 33
          8:33. Apabila umat-Mu Israel terpukul kalah oleh musuhnya karena mereka berdosa kepada-Mu, kemudian mereka berbalik kepada-Mu dan mengakui nama-Mu, dan mereka berdoa dan memohon kepada-Mu di rumah ini,

          Yang kedua: kita mengalami kemenangan atas segala musuh, artinya menyelesaikan semua masalah yang mustahil. Dia memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul bagi kita.


        3. 1 Raja-raja 8: 35
          8:35. Apabila langit tertutup, sehingga tidak ada hujan, sebab mereka berdosa kepada-Mu, lalu mereka berdoa di tempat ini dan mengakui nama-Mu dan mereka berbalik dari dosanya, sebab Engkau telah menindas mereka,

          Yang ketiga: mata Tuhan tertuju pada kita untuk membukakan pintu langit: mencurahkan berkat-berkat rohani (firman, Roh Kudus, dan kasih Allah) untuk memelihara rohani kita supaya kita tetap hidup benar dan suci, berkat-berkat jasmani untuk memelihara kita secara berkelimpahan, dan berkat rumah tangga.
          Jangan takut, yang penting ada kemuliaan Tuhan di dalam kehidupan kita.


      3. 1 Raja-raja 8: 46
        8:46. Apabila mereka berdosa kepada-Mu--karena tidak ada manusia yang tidak berdosa--dan Engkau murka kepada mereka dan menyerahkan mereka kepada musuh, sehingga mereka diangkut tertawan ke negeri musuh yang jauh atau yang dekat,

        Yang ketiga: kalau ada shekinah glory dosa tidak bisa bertahan, artinya kita dipulihkan; disucikan dan diubahkan sampai tidak ada cacat cela; kita sempurna seperti Yesus untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai.

Inilah hasil kalau kita taat, setia berkobar, dan kuat teguh hati.
Secara khusus kita akan mendapatkan kedua sayap dari burung nasar yang besar untuk menghadapi antikris yang akan berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.

Kita juga mengalami shekinah glory untuk membaharui kita menjadi jujur, dan mata Tuhan mengawasi kita. Dia sedang memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul untuk kita apapun keadaan kita. Dia menyertai untuk melindungi dan memelihara kita.

Apa yang sudah tidak mungkin, bisa Dia lakukan. Yang penting kita sudah mengakui semuanya, kita akan mengalami kemuliaan, perlindungan, pemeliharaan, kemenangan, keberhasilan, dan perhatian Tuhan, sampai nanti kita disempurnakan.
Mengapa bisa begitu? Karena segala dosa, kekalahan kita dan sebagainya sudah ditanggung Yesus di kayu salib.

Serahkan semua kepada Tuhan! Apa yang tidak bisa dipikir dan dimengerti, serahkan kepada Dia! Perjamuan suci adalah percikan darah yang diterima Yesus, supaya ada kemuliaan di tengah-tengah kita sekalian.

mungkin tidak ada yang mau mengerti keadaan kita, tidak usah takut, ada sepasang mata yang sedang melihat percikan darah yang kita hadapi. Serahkan semua kegagalan dan apapun kepada Dia! Yang sudah berhasil jangan sombong. Ingat, semua kita dapatkan lewat percikan darah yang dialami oleh Yesus. Sebaliknya, kalau ada dosa, kegagalan, kehancuran, kemustahilan, serahkan kepada Tuhan, semua sudah ditanggung oleh Yesus.

Sekalipun kita berdosa, kalau kita mau mengaku, kita tidak akan pernah dibiarkan Tuhan. Dia ada bersama kita; Dia memperhatikan kita.

Perjamuan suci adalah bukti percikan darah yang diterima Yesus karena Dia mau memandang kita--memperhatikan, mempedulikan, dan mengerti keadaan kita. Apapun keadaan kita yang negatif sudah ditanggung Dia di kayu salib untuk memberikan keamanan, pemeliharaan, perlindungan, pertolongan, pemulihan, dan kebahagiaan kepada kita, sampai nanti menyempurnakan kita--mulai sekarang kita mengalami shekinah glory sampai nanti di awan-awan. Yakinlah!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top