English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Surabaya, 24 Desember 2008 (Rabu Sore)
Matius 24: 29
= keadaan pada saat kedatangan Tuhan yang kedua kali, yaitu terjadi kegoncangan dan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 04 Januari 2018 (Kamis Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Kunjungan di Palopo.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus....

Ibadah Doa Malang, 15 April 2014 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:13
1:13 Dan di...

Ibadah Raya Surabaya, 03 Juli 2011 (Minggu Sore)
Tema Ibadah Persekutuan di Jerman
Tema: "40"
Dalam Alkitab, angka 40 mempunyai arti yang penting, yaitu penamatan daging dengan segala keinginan...

Ibadah Raya Malang, 31 Januari 2010 (Minggu Pagi)
Matius 24:45-51, banyak hal yang harus kita jaga di dunia, tetapi lebih dari...

Ibadah Raya Surabaya, 01 Desember 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 29 Januari 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 5:1
5:1 Maka aku melihat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 November 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 02 Desember 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:1-5
8:1 Dan ketika Anak...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 26 Maret 2011 (Sabtu Sore)
Tujuh hal yang kena mengena dengan sengsara Yesus di kayu salib.

ad. 6. Sengsara...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 19 Februari 2019 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:138:13 Lalu aku melihat: aku...

Ibadah Retreat Family III Malang, 05 Maret 2011 (Sabtu Pagi)
Yesaya 6:1
6:1. Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk...

Ibadah Doa Malang, 21 Agustus 2012 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27:45-50 tentang waktu penyaliban Yesus. Mulai...

Ibadah Doa Malang, 06 September 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:15b-17
7:15 ...Dan Ia yang...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 05 Agustus 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:37-54 tentang Yesus mengecam orang...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 14 Desember 2014 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita kembali pada kitab Wahyu 2-3.
Dalam susunan Tabernakel, ini menunjuk tentang tujuh kali percikkan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan tujuh surat yang ditujukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir = penyucian terakhir yang dilakukan oleh Tuhan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir zaman) supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi mempelai wanita Surga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.
Tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami percikkan darah adalah
:

  1. sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014). Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.


  2. sidang jemaat di SMIRNA (Wahyu 2: 8-11) yang mengalami penderitaan, tetapi Tuhan katakan untuk tidak takut dalam penderitaan dan setia sampai mati (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 09 November 2014).


  3. sidang jemaat di PERGAMUS (Wahyu 2: 12-17) yang harus meninggalkan ajaran-ajaran sesat (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 November 2014).

AD. 3. SIDANG JEMAAT PERGAMUS

Wahyu 2: 17
2:17. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapapun, selain oleh yang menerimanya."

Janji Tuhan kepada sidang jemaat Pergamus, jika mereka mau mengalami penyucian terakhir, yaitu harus lepas dari ajaran Bileam dan Nikolaus. Ada dua macam JANJI TUHAN:

  1. Tuhan menjanjikan manna yang tersembunyi (diterangkan mulai dari Ibadah Raya surabaya, 30 November 2014),
  2. Tuhan menjanjikan batu putih yang di atasnya tertulis nama baru.

Kita masih mempelajari tentang MANNA YANG TERSEMBUNYI.
Ada dua pengertian manna:

  1. Manna sama dengan roti yang turun dari Surga (Yohanes 6), itulah Firman Allah yang dibukakan rahasianya. Tadinya tersembunyi di Surga, tetapi sekarang dikirimkan ke dunia.
    Dibukakan rahasianya, artinya ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab = Firman pengajaran benar = Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.


  2. Dalam Mazmur 78: 23-25, manna sama dengan roti malaikat.
    Roti = Firman.
    Malaikat = gembala.
    Jadi, manna adalah Firman penggembalaan, yaitu Firman pengajaran benar yang dipercayakan oleh Tuhan kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada sidang jemaat dengan setia, berurutan/teratur/berkesinambungan dan diulang-ulang untuk menjadi makanan bagi sidang jemaat/domba-domba.

    Firman yang diulang-ulang sama dengan pedang yang menyambar-nyambar untuk menyucikan sidang jemaat (untuk memutus dosa).

Dulu, Tuhan menurunkan manna di padang gurun; sekarang dalam ibadah pelayanan kita, Tuhan mengirimkan manna yaitu pedang Firman/Firman pengajaran yang benar dan Firman penggembalaan yang diulang-ulang (pedang yang menyambar-nyambar). Firman terus diulang-ulang seperti manna yang dikirimkan setiap hari, selama 40 tahun.
Firman diulang-ulang untuk menjadi makanan rohani bagi kita, sehingga kita mencapai kedewasaan rohani dan kita disucikan (pedang menyambar-nyambar) sampai sempurna.

Dalam Keluaran 16: 16-36, ada tiga macam kegunaan manna:

  1. Ayat 16-21 = kegunaan pertama: manna untuk pemeliharaan kehidupan sehari-hari (sudah diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 07 Desember 2014).
    Setiap hari bangsa Israel memungut satu gomer manna, selama lima hari. Angka 5 menunjuk pada panca indera.
    Jadi, kebutuhan hidup kita sehari-hari bukan beras dan lain-lain, tetapi penyucian panca indera (penyucian hati dan pikiran sampai seluruh kehidupan kita).

    1 hari mengambil 1 gomer untuk tiap orang.
    1 gomer= 3,6 liter.
    1 orang mendapat 3,6 liter, itu sudah berlimpah.
    Kalau mau disucikan atau sudah suci, maka Tuhan menyediakan makanan satu gomer
    Artinya: hidup berkelimpahan, yaitu selalu mengucap syukur pada Tuhan.

    "Di sini rahasianya. Lempin-El Kristus Ajaib, jangan takut menjadi hamba Tuhan! Sangat jelas, hidup kita bergantung pada penyucian. Semakin disucikan, semakin berlimpah pemeliharaan Tuhan dan semakin berlimpah ucapan syukur kita kepada Tuhan. Itu rumus."


  2. Ayat 22-31 = kegunaan kedua: manna untuk hari Sabat (hari perhentian/damai sejahtera) (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 Desember 2014).


  3. Ayat 32-36 = kegunaan ketiga: manna yang disimpan di dalam buli-buli emas.
    Dari tanah liat menjadi buli-buli emas, artinya hidup kekal. Kalau tanah liat, berarti rapuh dan mudah hancur. Kalau emas, makin dibakar, makin murni.

Kita masih mempelajari yang kedua yaitu MANNA UNTUK HARI SABAT.

Keluaran 16: 22
16:22 Dan pada hari yang keenam mereka memungut roti itu dua kali lipat banyaknya, dua gomer untuk tiap-tiap orang; dan datanglah semua pemimpin jemaah memberitahukannya kepada Musa.

Pada hari keenam, bangsa Israel memungut manna dua gomer (dua kali lipat; 1 gomer untuk hari keenam dan 1 gomer untuk hari ketujuh/hari Sabat di mana tidak boleh ada orang yang bekerja).
Hari keenam menunjuk pada akhir zaman.
1 hari = 1000 tahun (2 Petrus 3: 8).
6 hari = 6000 tahun (akhir zaman).
Hari ketujuh = Sabat/perhentian dalam Kerajaan 1000 Tahun Damai (Firdaus yang akan datang).

Dulu, pada hari keenam bangsa Israel memungut manna dua kali lipat, bagi kita sekarang artinya pada akhir zaman, kita bangsa kafir harus melipat-gandakan usaha untuk mengumpulkan Firman penggembalaan/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua = berusaha untuk meningkatkan penyucian sampai kesempurnaan, sehingga kita bisa masuk Kerajaan 1000 Tahun Damai/Firdaus yang akan datang.

Untuk bisa masuk Kerajaan 1000 Tahun Damai/Firdaus yang akan datang, maka mulai sekarang kita harus hidup dalam damai sejahtera. Kesucian dengan damai adalah satu. Kalau kita suci, maka kita damai, kita bisa melihat Tuhan (dalam kitab Ibrani). Kalau kita hidup suci, maka kita hidup dalam damai sejahtera untuk bisa masuk dalam Kerajaan 1000 Tahun Damai.

Pengertian damai sejahtera:

  1. Arti pertama: tidak ada ketakutan atau kekuatiran, sebab mata kita hanya memandang Tuhan/hanya berharap sepenuh kepada Tuhan.
    Kalau kita berharap pada sesuatu di dunia yang goncang, kita akan ketakutan.

    "Misalnya, kita berharap pada toko, tiba-tiba di sebelah ada saingan dan lain-lain. Kita sudah takut."

    Kalau kita berharap Tuhan, maka tidak ada ketakutan dan kekuatiran.

    "Saya sebagai hamba Tuhan sepenuh, berharap pada Tuhan. Saudara-saudara yang lain sebagai pegawai dan lain-lain, silakan. Jangan bergantung pada gaji, toko dan lain-lain! Nanti akan goncang dan menjadi takut. Kalau ada saingan atau gaji tidak naik tetapi harga barang naik, kita menjadi takut. Harus berharap pada Tuhan, baru tidak ada ketakutan dan kekuatiran."

    Sebab berbahaya, dunia ini goncang dan ketakutan akan semakin meningkat. Darat, laut dan udara akan goncang sampai membuat manusia mati ketakutan.

    Lukas 21: 25-26
    21:25 "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
    21:26 Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.

    Mulai sekarang, kita harus hidup dalam damai sejahtera, jangan takut/kuatir, tetapi serahkan pada Tuhan (kita berharap sepenuh hanya kepada Tuhan).

    Damai sejahtera berguna untuk menghadapi kegoncangan-kegoncangan yang melanda dunia, baik darat, laut dan udara (masalah rohani, jasmani, nikah, ekonomi dan lain-lain). Semua goncang, tidak ada aspek kehidupan yang tidak goncang.
    Kalau kita damai sejahtera, maka kita tidak akan tergoncang.

    Ayat 26 = banyak manusia/hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang ketakutan menghadapi kegoncangan di akhir zaman, sehingga mati secara jasmani.

    "Kalau takut/kuatir, maka hormon-hormon dalam tubuh tidak bekerja dengan baik, ini yang memicu banyak penyakit, sampai mati."

    Tetapi lebih dari itu, ketakutan/kekuatiran membuat kita mati rohani (tidak bisa berdoa lagi), kering rohani, sampai kebinasaan selamanya.

    Dalam Wahyu 21: 8, dari delapan dosa yang membawa pada lautan api belerang, penakut berada pada urutan yang pertama.

    Jadi, ketakutan dan kekuatiran adalah pembunuh utama di akhir zaman, baik secara jasmani terlebih secara rohani.
    Kita harus hati-hati! Jangan ada stress, takut dan kuatir! Kalau ada stress, takut dan kuatir, itu tanda bahwa kita tidak berserah.
    Kalau kita sudah mulai takut/kuatir, kita harus langsung berserah pada Tuhan sampai merasa damai sejahtera, sampai tidak merasa apa-apa lagi, sampai kita tidak merasa takut, bimbang dan kuatir lagi.
    Kita terus menyembah Tuhan dan berpuasa, sampai semua hilang = sampai damai sejahtera ('terserah Kau, Tuhan').

    Ini nanti akan diakumulasi untuk kita menghadapi kegoncangan-kegoncangan yang dahsyat di akhir zaman. Kita sudah bergumul melawan ketakutan. Tuhan tolong kita.

    Nanti baik darat, laut, udara, semua akan digoncang oleh setan tritunggal. Hanya orang yang punya damai sejahtera, yang berserah sepenuh pada Tuhan yang sanggup menghadapi kegoncangan/tidak akan tergoncang. Tetapi, yang lain akan mati secara tubuh, mati secara rohani (kering rohani, menyangkal Tuhan) dan menuju kebinasaan.


  2. Pengertian damai sejahtera yang kedua: tidak ada dosa kejahatan, kenajisan dan kepahitan.
    Semua dosa-dosa sudah diselesaikan oleh darah Yesus.

    Dosa kejahatan mengarah pada kikir dan serakah.
    Dosa kenajisan mengarah pada dosa makan-minum dan kawin mengawinkan.
    Dosa kepahitan mengarah pada iri, dendam, gosip.

    Semua harus diselesaikan oleh darah Yesus, sebab upah dosa adalah maut. Ini yang membuat kita ketakutan (tidak ada damai).

    Jangan pertahankan dosa! Selama masih mempertahankan dosa, kita tidak akan damai, tetapi takut dan lain-lain.


  3. Pengertian damai sejahtera yang ketiga: tidak ada perpisahan, peperangan atau permusuhan dengan Tuhan dan sesama.

    Yesaya 59: 1-3
    59:1 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;
    59:2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.
    59:3 Sebab
    tanganmu cemar oleh darah dan jarimu oleh kejahatan; mulutmu mengucapkan dusta, lidahmu menyebut-nyebut kecurangan.

    Dosa -dosa termasuk dusta membuat kita:


    • terpisah dengan sesama/tidak ada damai sejahtera.
      Kalau ada dusta, pasti terpisah. Suami-isteri, anak-orang tua, tidak ada damai sejahtera. Mungkin masih satu rumah, tetapi hatinya sudah terpisah karena masih ada dosa dan dusta.


    • terpisah dari Tuhan/tidak ada damai sejahtera, sehingga Tuhan tidak bisa mendengar dan menjawab doa kita. Akibatnya, kita kering rohani sampai binasa selama-lamanya.
      Kering rohani, artinya kita tidak bisa berdoa dan Tuhan juga tidak bisa menjawab doa kita.

Inilah pengertian dari damai sejahtera. Mari kita berharap/berserah sepenuh pada Tuhan. Kalau ada kelebihan pendapatan, tetap mengucap syukur, tidak perlu bangga. Begitu juga kalau ada penurunan, jangan kuatir, tetapi tetap berserah pada Tuhan.
Jaga damai sejahtera!
Dosa-dosa disingkirkan semua dan tidak ada lagi perpisahan, peperangan atau permusuhan dengan Tuhan dan sesama. Selesaikan semua!

Matius 5: 25-26, 23-24
5:25 Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.
5:26 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.
5:23 Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,
5:24 tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan
pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

Ayat 25 = 'lawan' = Tuhan.
Kalau kita sengaja berbuat dosa, berarti kita melawan Tuhan.
Ayat 23-24 = lawan kita adalah sesama.

Untuk menuju ke Firdaus, mulai sekarang, kita harus hidup suci dan damai sejahtera.
Kita sudah mengerti 3 pengertian dari damai sejahtera di atas, lalu bagaimana kita mendapatkan damai sejahtera?:
Yaitu, [ayat 25] 'segeralah berdamai dengan lawanmu'.

Berdamai adalah:

  1. Mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama, dengan sejujur-jujurnya, jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi. Selama dosa ditahan, tidak akan ada damai, tetapi hanya ada ketakutan dan perpisahan (suasana menjadi tidak enak). Dosa-dosa harus diselesaikan, apapun bentuknya.


  2. Mengampuni dosa orang lain yang sudah mengaku dengan sungguh-sungguh dan melupakannya.

Jika kita berdamai (saling mengaku dan mengampuni), maka segala dosa diselesaikan oleh darah Yesus, dan kita mengalami damai sejahtera.
Hari-hari ini, kita sungguh-sungguh untuk bisa mencapai damai sejahtera.

Ayat 25: 'SEGERALAH berdamai', bukan hanya 'berdamai', artinya jika kita mengalami pekerjaan dari pedang Firman pengajaran benar dalam urapan Roh Kudus yang menunjuk dosa-dosa kita, maka kita harus CEPAT berdamai, yaitu cepat mengaku pada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.

Tadi, yang mendorong kita adalah Firman pengajaran benar dalam urapan Roh Kudus (pedang yang tajam). Ini yang menusuk dan menunjuk dosa-dosa kita. Begitu Firman menunjuk dosa kita, kita cepat mengaku dan menyelesaikan dosa.
'segera berdamai' = cepat berdamai. 'cepat' ini menunjuk pada kecepatan sayap burung nasar.
Jadi, 'segera berdamai', artinya kita menggunakan kecepatan dua sayap burung nasar dari Tuhan (Firman pengajaran benar dalam urapan Roh Kudus) untuk menyelesaikan dosa-dosa, sehingga kita mendapatkan damai sejahtera dari Tuhan.

Sebaliknya, kalau kita menunda-nunda waktu untuk berdamai (karena malas, gengsi dan lain-lain), bahaya! Sementara Firman sudah menusuk dan menunjuk dosa-dosa kita, Tuhan sudah memberikan kecepatan sayap burung nasar kepada kita yang mendorong kita untuk segera berdamai, tetapi kita menunda-nunda, maka ada sayap yang lain, yaitu sayap dari antikris.

Daniel 9: 27
9:27 Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu."

'pertengahan tujuh masa' = 3,5 tahun.
'sayap kekejian' = sayap antikris.

Inilah mengapa ditulis 'segeralah berdamai'.
Berdamai itu bukan menunggu bukti-bukti sampai harus mendatangkan orang lain sebagai saksi. Ini seperti Akhan.
Seharusnya, pekerjaan pedang Firman pengajaran benar dalam urapan Roh Kudus (Urim Tumim/dua sayap burung nasar) sudah menolong dia. Seharusnya, dia sudah tahu dan harus cepat mengaku, tetapi ditahan-tahan. Akhirnya sia-sia. Begitu juga kita.

Jika kita menunda-nunda waktu untuk berdamai (karena gengsi dan lain-lain), maka antikris akan datang dengan sayap kekejian yang menimbulkan kebencian, dendam dan lain-lain, sehingga kita TIDAK MAU BERDAMAI lagi (diserobot oleh antikris). Mungkin awalnya kita kasihan pada orang itu, tetapi karena menunda-nunda waktu, timbullah kebencian pada orang tersebut.
Kalau terus menerus tidak mau berdamai, maka satu waktu TIDAK BISA BERDAMAI.

Wahyu 6: 3-4
6:3 Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kedua, aku mendengar makhluk yang kedua berkata: "Mari!"
6:4 Dan majulah seekor kuda lain, seekor kuda merah padam dan orang yang menungganginya dikaruniakan kuasa untuk mengambil damai sejahtera dari atas bumi, sehingga mereka saling membunuh, dan kepadanya dikaruniakan sebilah pedang yang besar.

Kalau tidak mau berdamai, maka suatu saat kita akan masuk dalam kegerakan kuda merah, sehingga kita tidak bisa berdamai lagi karena damai sejahtera sudah diambil dari bumi dan kita mengalami pedang yang besar (pedang penghukuman Tuhan/pedang pembantaian).

"Malam ini kita bicara tentang sesuatu yang diungkapkan di mana-mana, tentang damai. Saya sering mengatakan, Amerika Serikat sampai membelanjakan jutaan dollar untuk menciptakan perdamaian di Timur Tengah, sampai hari ini, Mulai Perang Teluk sampai hari ini tidak pernah selesai. Damai hanya dikerjakan oleh sayap burung nasar, yaitu Firman pengajaran benar dalam urapan Roh Kudus dan kurban Kristus (darah Yesus)."

Sayap mendorong kita untuk berdamai, Firman menusuk untuk kita ungkapkan, apa yang ditusuk ayo kita ungkapkan/akui semua dan darah Yesus membasuh semuanya.

"Dalam rumah tangga juga, kita mau belanjakan berapa untuk menciptakan damai sejahtera, mungkin kita sebagai suami berpikir, 'saya sebagai suami yang bertanggung jawab atas rumah tangga, biar rumah ini saya isi semua, supaya ada damai sejahtera, jangan bertengkar'. Belum tentu, malah nanti anaknya berebut."

KALAU MENOLAK PEDANG FIRMAN, AKAN MENERIMA PEDANG PENGHUKUMAN.

Amsal 21: 27
21:27 Korban orang fasik adalah kekejian, lebih-lebih kalau dipersembahkan dengan maksud jahat.

'orang fasik' = tidak mau mengaku dosa, tidak mau menyelesaikan dosa.
Korban orang fasik adalah kekejian bagi Tuhan, lebih-lebih kalau dipersembahkan dengan maksud jahat, sedangkan melayani dengan maksud baik saja tetap ditolak oleh Tuhan.

Ibadah pelayanan orang fasik = orang yang mempertahankan dosa, tidak mau mengaku dosa, tidak ada damai sejahtera, ibadah pelayanannya adalah kekejian/kejijikan bagi Tuhan, sehingga tidak mengalami hadirat Imam Besar/tidak mengalami pelayanan pendamaian Imam Besar (hadirat Imam Besar tersembunyi).

"Bagi saya nomor satu, juga bagi pemain musik, dan semuanya. Kalau kita beribadah melayani dengan kefasikan, yaitu mempertahankan dosa, tidak mau mengaku dosa malah menyalahkan orang lain, tidak ada damai sejahtera, itu semua adalah kekejian/kejijikan bagi Tuhan, sehingga tidak merasakan hadirat Imam Besar, tidak merasakan pelayanan pendamaian dari Imam Besar, hadirat Imam Besar tersembunyi bagi sidang jemaat. Tidak ada artinya kita beribadah melayani. Ini tanggung jawab kita semua, terutama saya sebagai gembala."

Dalam Matius 5: 23-24,
5:23 Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,
5:24 tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan
pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

'engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau', artinya, kita teringat ada sesuatu yang harus diselesaikan dengan sesama, maka lepaskan dulu pelayanan dan datang (maksudnya bukan tinggalkan pelayanan), selesaikan, baru melayani, supaya tidak menjadi kejijikan bagi Tuhan.

'Lho, Om, saya sudah datang baik-baik, sudah telepon dia, tetapi ditolak', itu terserah dia, yang penting kita sudah berdamai. Kita sudah mau mengikuti dorongan dari Firman dalam urapan Roh Kudus untuk cepat berdamai, kita telepon. Kita mau selesaikan, tetapi dia tidak mau, ya sudah selesai. Itu urusan dia dengan Tuhan.

Sebaliknya, kalau kita beribadah melayani dengan hati damai sejahtera, dosa sudah diselesaikan, maka kita bisa merasakan pekerjaan/aktifitas dari Yesus sebagai Imam Besar (Allah damai sejahtera). Malam ini, Dia ada. Kita akan merasakan pekerjaan/mujizat dari Imam Besar di tengah-tengah kita semua.

Hasilnya:

  1. Roma 16: 20
    16:20 Semoga Allah, sumber damai sejahtera, segera akan menghancurkan Iblis di bawah kakimu. Kasih karunia Yesus, Tuhan kita, menyertai kamu!

    'Allah, sumber damai sejahtera'= Yesus sebagai Imam Besar.
    Malam ini, siapkan landasan yang kuat yaitu hati yang damai sejahtera untuk menerima hadirat Imam Besar (tidak ada ketakutan, kejahatan, kenajisan, kepahitan dan perpisahan/peperangan dengan Tuhan dan sesama).

    Hasil pertama: Yesus sebagai Imam Besar akan datang untuk menghancurkan iblis di bawah kaki kita. Artinya:


    • Iblis adalah sumber masalah. Kalau setan datang, masalah datang. Kalau Tuhan datang, masalah hilang.
      Kalau setan dikalahkan, maka segala masalah dikalahkan. Artinya, Yesus sebagai Imam Besar sanggup menyelesaikan segala masalah kita, sampai yang mustahil.


    • Iblis adalah sumber kegagalan.
      Sekalipun kita berpengalaman, tetapi kalau setan datang, maka kita gagal. Artinya, Yesus sebagai Imam Besar sanggup memberikan kita masa depan yang berhasil dan indah pada waktu-Nya.
      Yesus sebagai Imam Besar juga sanggup membuat yang hancur menjadi baik. Apa saja yang hancur, mungkin nikah rumah tangga, ekonomi dan lain-lain, semua akan menjadi baik.

      Pada akhir zaman ini, selain kita beraktifitas, jangan lupa mengumpulkan manna secara dobel.

      Kesaksian:
      "Tadi pagi di Malang, saya katakan supaya kita bekerja yang sungguh-sungguh, sekolah yang sungguh-sungguh, yang keras, kalau ada tenaga ayo gunakan, yang masih lajang, gunakan. Dulu, saya memberi les sampai jam 12 malam kalau ada yang mau. Pernah di Go Skate, waktu mempersiapkan panggung untuk PPI zaman Om Yo, Bapak dokter Budi bertanya pada saya, 'kenapa kok Bapak naik, turun, sebentar lagi naik lagi , turun lagi?'.Saya bilang, 'ada yang les Pak di atas'. Terkejut dia."

      Kita harus bekerja keras, tetapi yang lebih utama adalah mengumpulkan manna. Semua akan sia-sia. Kalau tidak ada manna, hati tidak damai, iblis yang datang terus, biar sudah bekerja keras, semuanya akan hancur. Tetapi sebaliknya, kalau hati damai sejahtera, mungkin kemampuan kita kecil, tetapi ada Imam Besar yang sanggup menolong kita. Namanya Imam Besar, berarti Ia lebih besar dari semua.


    • Iblis adalah sumber air mata.
      Kalau setan dikalahkan, maka Yesus sebagai Imam Besar sanggup menghapus air mata kita dan memberikan kita kebahagiaan Surga di tengah kehancuran dunia.


  2. 1 Tesalonika 5: 23-24
    5:23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.
    5:24 Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.

    Tadi, manna adalah janji Tuhan. Sekarang, janji Tuhan kepada kita adalah damai sejahtera dan itu akan digenapi. Tuhan akan menggenapi janji-Nya, Dia tidak pernah menipu kita.

    Hasil kedua: [ayat 23] Yesus Imam Besar sanggup menyucikan tubuh, jiwa dan roh kita sampai sempurna sama seperti Dia.
    Ini sama dengan manna yang memelihara kehidupan sehari-hari kita.
    Semakin disucikan, semakin melimpah/jelas pemeliharaan Tuhan, semakin melimpah ucapan syukur kita pada Tuhan dan kita semakin merasa damai sejahtera dari Surga. MAKIN SUCI, MAKIN DAMAI.

    Kalau suci dan damai, maka kita bisa melihat Tuhan. Satu waktu, jika Yesus datang kedua kali, tubuh, jiwa, roh kita sempurna seperti Dia (suci dan damai), maka kita bisa melihat Yesus di awan-awan yang permai dan kita bersama Dia selamanya.

    'Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya' = Imam Besar Yesus adalah Imam Besar yang setia dan menggenapi janji-Nya. Dia tidak pernah menipu kita. Percayalah!

Periksa hati kita malam ini. Kalau masih ada dosa, ketakutan dan lain-lain , ayo selesaikan malam ini! Dengan hati damai sejahtera, kita menampung pribadi Yesus sebagai Imam Besar untuk:

  • menghancurkan iblis, menyelesaikan masalah, memberikan masa depan yang berhasil, menjadikan semua baik, yang hancur menjadi baik dan memberikan kebahagiaan Surga.


  • Kemudian, Dia juga bisa memelihara dan menyucikan hidup kita, memberi damai pada kita.

Sampai jika Dia datang, kita sempurna, kita damai sejahtera, kita bisa melihat Dia muka dengan muka di awan-awan yang permai. Kita masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba, sesudah itu masuk Kerajaan 1000 Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), sampai masuk Yerusalem baru selamanya. Kita bersama Dia selama-lamanya.
Serahkan hidup kepada Tuhan!
Mungkin banyak goncangan kita alami hari-hari ini. Mungkin mata kita melihat badai, Tuhan tolong kita semua.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top