English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 Juli 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 32-35 = NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman:...

Ibadah Doa Surabaya, 01 Februari 2019 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 23 Januari 2017 (Senin Sore)
Pembicara: Pdm. Youpri Ardiantoro

Puji TUHAN, salam sejahtera, selamat malam, selamat beribadah di dalam kasih sayangnya TUHAN kita,...

Ibadah Doa Malam Session II Malang, 09 Juli 2014 (Rabu Dini Hari)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 26:37 adalah tentang tiang Pintu Kemah,...

Ibadah Raya Malang, 03 Januari 2010 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK
Penyerahan anak bukan sekedar peraturan, tetapi lebih dari itu...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 September 2017 (Rabu Sore)
Bersamaan dengan penataran iman dan calon imam IV

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Raya Malang, 27 Mei 2018 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Rut 1:19-21
1:19 Dan berjalanlah keduanya sampai mereka tiba di Betlehem....

Ibadah Raya Surabaya, 07 Mei 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 07 Desember 2009 (Senin Sore)
Markus 10: 45
Efesus 4: 8

Yesus datang untuk memberi nyawaNya, dimana...

Ibadah Doa Malang, 09 September 2014 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdm. Gideon Pakpahan

Wahyu 1:17-18
1:17 Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 24 Agustus 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 06 September 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 7:18-35 "Yesus dan Yohanes Pembaptis", menunjuk...

Ibadah Doa Surabaya, 17 Juni 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 28 Juli 2009 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdp. Yakub

Keluaran 1:1 merupakan kisah Yakub dengan keluarganya yang tadinya tinggal di...

Ibadah Raya Malang, 02 Desember 2012 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Matius 21:16 judul perikopnya adalah 'Yesus menyucikan Bait Allah'.

Matius 21:16
21:16 lalu mereka berkata...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 17 November 2019 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 10: 5-7
10:5. Dan malaikat yang kulihat berdiri di atas laut dan di atas bumi, mengangkat tangan kanannya ke langit,
10:6. dan ia bersumpah demi Dia yang hidup sampai selama-lamanya, yang telah menciptakan langit dan segala isinya, dan bumi dan segala isinya, dan laut dan segala isinya, katanya: "Tidak akan ada penundaan lagi!
10:7. Tetapi pada waktu bunyi sangkakala dari malaikat yang ketujuh, yaitu apabila ia meniup sangkakalanya, maka akan genaplah keputusan rahasia Allah, seperti yang telah Ia beritakan kepada hamba-hamba-Nya, yaitu para nabi."

Nabi menunjuk pada firman nubuat.
Ayat 5: 'malaikat yang kulihat berdiri di atas laut dan di atas bumi'= Tuhan Yesus sendiri.
Di ayat 2 dituliskan: 'Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka', tetapi tidak dituliskan tangan yang mana yang memegang kitab kecil yang terbuka.
Di ayat 5 dituliskan: 'mengangkat tangan kanannya ke langit'.
Jadi, Yesus memegang kitab kecil yang terbuka dengan tangan kiri-Nya, dan Ia mengangkat tangan kanan-Nya ke langit. Ini ada hubungannya yaitu antara kitab kecil yang terbuka--firman nubuat--dengan tangan Tuhan yang diangkat.

Apa hubungannya? Sikap kita terhadap kitab kecil yang terbuka--pembukaan firman Allah--menentukan gerakan tangan Tuhan teracung untuk menghukum kita atau terulur untuk menolong kita.

Ada dua sikap gereja Tuhan terhadap kitab kecil yang terbuka:

  1. Sikap negatif, yaitu keras hati, sehingga menolak pembukaan firman Allah; menolak firman nubuat seperti Firaun.
    Firaun sudah menerima firman nubuat, tetapi ia tetap menolak, sehingga terjadi hukuman--waktu itu sepuluh tulah--, tidak ada penundaan lagi--firman nubuat adalah firman yang menyatakan sesuatu yang belum terjadi tetapi pasti terjadi.

    Sikap kita sendiri yang menentukan. Jadi kalau sampai dihukum, jangan bilang: Tuhan jahat! Kalau kita menurut pada firman nubuat, tangan Tuhan akan diulurkan bagi kita, tetapi kalau menolak, akan dihukum.

    Praktik keras hati:


    • Roma 2: 5
      2:5. Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan.

      'menimbun murka atas dirimu sendiri'= kalau tidak bertobat, akan menimbun murka atas diri sendiri--tangan Tuhan teracung.

      Praktik pertama keras hati: tidak mau bertobat sekalipun firman nubuat sudah menunjukkan dosa-dosa kita yang tersembunyi bahkan sudah menegor, firman Tuhan datang lagi, tetapi tidak mau bertobat--tetap mempertahankan dosa-- sampai satu waktu tidak bisa bertobat seperti Setan dan menuju kebinasaan.

      Akibatnya: menghadapi tangan Tuhan yang teracung; murka Allah.
      Sekali lagi, hidup adalah memilih, bukan dipaksa. Karena itu Tuhan juga memilih kita menjadi hamba Tuhan, bukan memaksa kita menjadi hamba Tuhan.


    • Keluaran 7: 14, 16a
      7:14. Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Firaun berkeras hati, ia menolak membiarkan bangsa itu pergi.
      7:16a. Dan katakanlah kepadanya: TUHAN, Allah orang Ibrani, telah mengutus aku kepadamu untuk mengatakan: Biarkanlah umat-Ku pergi, supaya mereka
      beribadah kepada-Ku di padang gurun;.

      Praktik kedua keras hati:


      1. Tidak mau beribadah melayani Tuhan  sekalipun ada kesempatan atau gerakan Tuhan lewat firman--mungkin diingatkan teman.
      2. Sudah beribadah tetapi tidak setia sampai meninggalkan ibadah pelayanan.
      3. Menjadi batu sandungan sehingga orang lain tidak mau beribadah melayani Tuhan--seperti dulu Firaun menghalangi orang Israel untuk beribadah.
        Hati-hati! Kadang-kadang lewat gosip dan sebagainya kita membuat orang lain tidak mau beribadah. Yang menjadi sandungan, bahaya, yang tersandung juga bahaya--sama-sama keras hati.

        "Tadi saya jelaskan di Malang tentang nabi palsu. Hati-hati, seringkali kita tidak bisa beribadah karena alasan anak kita begini begitu. Kalau anak terus menghalangi orang tua berarti, berarti nama anak mau diganti menjadi Firaun. Jangan mau! Itu sama seperti Firaun yang menghalangi orang lain untuk datang kepada Tuhan--menjadi batu sandungan. Mungkin orang tuanya yang menghalangi anak untuk beribadah melayani Tuhan. Jangan sampai kita menjadi halangan!"


    • Keluaran 7: 16b
      7:16.b meskipun begitu sampai sekarang engkau tidak mau mendengarkan.

      'meskipun begitu sampai sekarang....'= firman diulang-ulang. Sangat salah kalau orang berkata: Firman kok diulang-ulang. Di sini jelas, sudah diulangpun tidak didengar--'engkau tidak mau mendengarkan'--, apalagi kalau tidak diulang. Karena itu firman penggembalaan harus diulang-ulang.

      Praktik ketiga keras hati: tidak taat dengar-dengaran pada firman nubuat.


    Inilah praktik kekerasan hati.
    Akibatnya: tangan Tuhan TERACUNG untuk menghukum Mesir dengan sepuluh hukuman.
    Angka 10 menunjuk pada kasih Allah--sepuluh hukum Allah--, tetapi kalau dilanggar, akan menjadi hukuman, sampai kematian anak sulung.

    Keluaran 3: 17-20
    3:17. Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir menuju ke negeri orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.
    3:18. Dan bilamana mereka mendengarkan perkataanmu, maka engkau harus beserta para tua-tua Israel pergi kepada raja Mesir, dan kamu harus berkata kepadanya: TUHAN, Allah orang Ibrani, telah menemui kami; oleh sebab itu, izinkanlah kiranya kami pergi ke padang gurun tiga hari perjalanan jauhnya untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allah kami.
    3:19. Tetapi Aku tahu, bahwa raja Mesir tidak akan membiarkan kamu pergi, kecuali dipaksa oleh tangan yang kuat.
    3:20. Tetapi
    Aku akan mengacungkan tangan-Ku dan memukul Mesir dengan segala perbuatan yang ajaib, yang akan Kulakukan di tengah-tengahnya; sesudah itu ia akan membiarkan kamu pergi.

    Kematian anak sulung artinya: mengalami kematian rohani: berbuat dosa sampai puncaknya dosa, tidak bergairah lagi dalam perkara rohani, sampai binasa selamanya di neraka.


  2. Sikap positif, yaitu hati melembut sehingga mendengar dan dengar-dengaran pada firman nubuat/pembukaan firman Allah; firman pengajaran yang benar sampai daging tidak bersuara lagi.
    ini sama dengan mengulurkan dua tangan kepada Tuhan, dan Tuhan akan MENGULURKAN tangan-Nya kepada kita.

    Keluaran 3: 17-19
    3:17. Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir menuju ke negeri orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.
    3:18. Dan bilamana mereka mendengarkan perkataanmu, maka engkau harus beserta para tua-tua Israel pergi kepada raja Mesir, dan kamu harus berkata kepadanya: TUHAN, Allah orang Ibrani, telah menemui kami; oleh sebab itu, izinkanlah kiranya kami pergi ke padang gurun tiga hari perjalanan jauhnya untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allah kami.
    3:19. Tetapi Aku tahu, bahwa raja Mesir tidak akan membiarkan kamu pergi, kecuali dipaksa oleh tangan yang kuat.

    Tuhan mengulurkan tangan-Nya untuk menuntun kita keluar dari kesengsaraan Mesir menuju Kanaan--negeri perjanjian.
    Artinya:


    • 'ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya'= menuntun kita ke negeri yang berlimpah susu dan madunya.
      Susu menunjuk pada firman penggembalaan untuk memberi pertumbuhan rohani sampai kedewasaan rohani.

      "Permisi, istilah air susu ibu, ibu menunjuk pada seorang gembala yang merawat pertumbuhan--bukan berarti wanita yang menjadi gembala--, dan ayah menunjuk pada seorang gembala yang mendidik--menegor dan menasihati."

      Madu berguna untuk memberi kekuatan kepada kita.
      Waktu Saul berperang kemudian ia berkata: "Terkutuklah orang yang memakan sesuatu sebelum matahari terbenam dan sebelum aku membalas dendam terhadap musuhku." Saat itu rakyat sudah letih lesu, lalu Yonatan mengulurkan tongkat yang ada di tangannya dan mencelupkan ujungnya ke dalam sarang madu; kemudian ia mencedoknya ke mulutnya dengan tangan, lalu matanya menjadi terang lagi--ada kekuatan.

      Kalau digabung, menuntun kita ke Kanaan yang berlimpah susu dan madunya artinya menjadikan kita KUAT TEGUH HATI--tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan apapun yang kita hadapi sampai garis akhir bahkan sampai pada kesempurnaan.

      Kita memang hidup di padang gurun, baru mandi atau makan, sebentar lagi sudah lemah karena kena panasnya; sudah tidak kuat. Karena itu Tuhan menuntun kita ke negeri yang berlimpah susu dan madunya; Tuhan memberikan kekuatan ekstra yaitu kuat teguh hati sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali, bahkan sempurna seperti Dia.


    • Dari Mesir menuju Kanaan sama dengan menjauhi Mesir, artinya menjauhi perbuatan dosa dan pergaulan duniawi. Jangan terikat dosa lagi!
      Yakobus 4: 4
      4:4. Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

      Bukti terlepas dari perbuatan dosa adalah kita menjadi hamba/pelayan Tuhan yang beribadah melayani Tuhan sesuai jabatan pelayanan dengan SETIA-BERKOBAR, SETIA-BAIK, SETIA-BENAR, SETIA-TANGGUNG JAWAB, DAN SETIA-DAPAT DIPERCAYA sampai garis akhir; sama dengan dekat dengan Tuhan.
      Kalau sudah setia dan dapat dipercaya oleh Tuhan, kita tidak akan pensiun.

      Yang penting adalah jangan sampai kepercayaan Tuhan dipindahkan. Di dalam nikah kalau setia-benar, setia-berkobar, sampai setia-dapat dipercaya, nikah akan mencapai garis akhir, tidak akan terjadi macam-macam. Begitu juga dalam penggembalaan dan antar penggembalaan. Kalau Tuhan sudah menyatakan kita sebagai hamba-Nya yang setia dan dapat dipercaya, tidak akan Dia alihkan kepada yang lain.
      Ini sama dengan kita dituntun ke Yerusalem baru.

      Kehidupan yang setia dan dapat dipercaya bisa menjadi teladan dalam nikah, penggembalaan, dan antar penggembalaan; menjadi teladan bagi orang berdosa supaya bisa diselamatkan, dan menjadi teladan bagi orang yang sudah selamat supaya bisa disempurnakan, bertemu Yesus, Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga.
      1 Timotius 1: 12, 16-17
      1:12. Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku--
      1:16. Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini,
      sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal.
      1:17. Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.

      'setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku'= setia dan dapat dipercaya.
      'sebagai orang yang paling berdosa'= dulunya rasul Paulus adalah orang jahat, dia menangkap orang benar, yang tidak benar dia dukung. Tetapi untung dia berubah, karena saat itu dia belum mengerti--masih di luar iman. Yang bahaya adalah kalau kita sudah tahu pengajaran, tetapi kita menghantam yang benar, dan malah mendukung yang tidak benar. tidak akan bisa kembali!

      Karena itu lebih mudah memenangkan orang yang belum pernah mendengar pengajaran. Satu kali dengar, sudah tertarik.
      "Itu pengalaman saya. Saya sudah mendengar khotbah dari pendeta dalam negeri, luar negeri, orang tua, bahkan anak kecil. Tetapi ketika satu kali mendengar pengajaran, langsung tertarik. Tetapi kalau sudah tahu pengajaran lalu aneh-aneh, tidak akan bisa kembali."

      Mari, banyak jiwa-jiwa yang belum selamat, butuh sinar teladan, banyak orang selamat tetapi belum tahu pengajaran/penggembalaan--seperti pohon ara di pinggir jalan--, sangat riskan. Begitu tidak berbuah, langsung dikutuk, tidak ada yang membela. Tetapi kalau masih ada di kebun anggur, sekalipun tidak berbuah setelah ditunggu tiga tahun, masih ada pembelaan.
      Ini sama seperti saat Israel berbuat dosa besar--menyembah berhala--, lalu Musa naik ke gunung untuk menaikkan doa, supaya Israel tidak dihukum.


    • Menuju Kanaan untuk beribadah melayani Tuhan, artinya: beribadah melayani Tuhan dengan cara yang berkenan kepada Dia--karena ada ibadah yang ditolak Tuhan.
      Mulai dari kitab kejadian sudah terjadi pemisahan antara yang benar dan tidak benar: Kain dan Habel sama-sama beribadah tetapi hanya persembahan Habel yang diterima, sedangkan ibadah Kain harus diperbaiki. Kalau persembahan belum diterima, jangan iri, benci, menghina, atau menghujat, tetapi mencontoh pada yang benar dan berfellowship dengan yang benar.

      Keluaran 3: 17-18
      3:17. Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir menuju ke negeri orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.
      3:18. Dan bilamana mereka mendengarkan perkataanmu, maka engkau harus beserta para tua-tua Israel pergi kepada raja Mesir, dan kamu harus berkata kepadanya: TUHAN, Allah orang Ibrani, telah menemui kami; oleh sebab itu, izinkanlah kiranya kami
      pergi ke padang gurun tiga hari perjalanan jauhnya untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allah kami.

      Tanda-tanda ibadah pelayanan yang berkenan kepada Tuhan:


      1. 'pergi ke padang gurun'= ibadah di padang gurun, bukan Mesir, artinya ibadah jangan bersuasana dunia, dan jangan memakai cara-cara duniawi.
        Kalau memakai cara dunia, suasananya pasti suasana dunia.

        Ibadah yang benar adalah kita harus dalam urapan Roh Kudus; memakai kekuatan Roh Kudus. Itu yang kita andalkan sehingga ibadah kita bersuasana sorga; tertib dan teratur.


      2. 'mempersembahkan korban'= ibadah yang benar bukan mencari berkat tetapi menjadi berkat; ditandai dengan pengorbanan: waktu, tenaga, pikiran dan sebagainya kecuali pengajaran yang benar.

        Kalau sudah merasa berat untuk berkorban kita harus memandang kurban Yesus di kayu salib, dan semua akan terasa enak dan ringan karena pengorbanan kita tidak sebanding dengan kurban Yesus. Itu yang saya alami ketika saya tidak bisa makan dan minum.

        "Sangat salah kalau diajarkan: Ayo datang supaya kita diberkati. Itu namanya bertapa. Kalau kita lihat orang yang tidak mengerti firman, jangankan satu malam, sampai tiga hari tiga malam tidak makan mereka mau bertapa. Tetapi kita baru dua jam beribadah, sudah lihat-lihat jam. Mereka yang tidak mengerti bisa sungguh-sungguh, tetapi kita yang mengerti tidak sungguh-sungguh.
        Tuhan adil, kalau kita keras hati, Ia akan mengacungkan tangan-Nya, tetapi kalau kita mau melembut--taat--, Dia akan mengulurkan tangan-Nya. Tidak ada pilihan lain, tidak ada netral! Dulu saya terkecoh, kalau mendengar ada hamba Tuhan yang netral karena tidak mau ikut ke kiri atau kanan, saya berpikir dia bijaksana dan rendah hati, jadi saya ikut di situ. Tetapi sekarang saya baru sadar saya sudah tertipu. Kalau netral, mobilnya tidak jalan. Saya ikut tergembala dari dulu, tetapi tidak jalan, hanya gayanya saja, sedangkan rohaninya tetap di tempat selama bertahun-tahun. Bodoh sekali! Tidak ada ketegasan! Jangan! Hari-hari ini kita harus tegas!
        "


      3. 'tiga hari perjalanan'= perjalanan salib; ibadah pelayanan sama dengan PERJALANAN SALIB, sengsara daging karena Yesus; sengsara daging tanpa dosa.

        Mengapa harus ada perjalanan salib? Karena di balik salib ada Roh kemuliaan. Inilah kekuatan kita. Di luar perjalanan salib, kelihatannya enak dan ringan secara daging, tetapi tidak mampu kita lalui karena tidak ada Roh kemuliaan. Tetapi perjalanan salib, kelihatannya berat, tetapi di baliknya ada Roh kemuliaan.

Kegunaan salib
:

  1. Mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus--mujizat rohani.
    2 Korintus 4: 16-18
    4:16. Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
    4:17. Sebab
    penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.
    4:18. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan,
    melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

    Jangan ragu-ragu untuk melayani, menikah, atau bekerja dalam perjalanan salib. Kalau di dalam pelayanan ada Roh kemuliaan, kita tidak akan berhenti melayani sampai benar-benar masuk Yerusalem baru.

    Roh kemuliaan membaharui kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, mulai dari memiliki pandangan rohani, artinya pandangan hanya tertuju pada Yesus, Imam Besar, sehingga kita bisa mengutamakan perkara rohani lebih dari yang jasmani; mengorbankan yang jasmani untuk mendapatkan yang rohani, dan Yesus juga sedang memandang kita. Dia memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul untuk kita, terutama untuk memelihara hidup kita secara jasmani di tengah kesulitan dunia sampai zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun, dan secara rohani: kita tetap hidup benar dan suci sampai sempurna.

    Tetap kuliah dan kerja yang keras, tetapi utamakan ibadah pelayanan! Tuhan akan memandang dan mengutamakan kita. Dia akan menolong kita di tengah ketidakberdayaan kita, yang rohani juga dilindungi dan dipelihara--kita merasa damai--sampai pada kesempurnaan. Itulah perhatian Tuhan kepada kita.
    Damai ini sangat penting! Semua mencari damai hari-hari ini karena dunia dilanda ketakutan dan kegoncangan.

    Badai gelombang datang sekonyong-konyong, kita harus hati-hati.


  2. Keluaran 14: 16, 18, 21
    14:16. Dan engkau, angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel akan berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering.
    14:18. Maka orang Mesir akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, apabila
    Aku memperlihatkan kemuliaan-Ku terhadap Firaun, keretanya dan orangnya yang berkuda."
    14:21. Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan
    angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.

    'tongkat'= salib.
    'Aku memperlihatkan kemuliaan-Ku'= kalau ada salib--kita mau menghargai salib; mau menderita bersama Yesus--, akan ada kemuliaan Tuhan.
    'angin timur yang keras'= Roh Kudus.

    Kegunaan kedua: Roh Kudus membelah laut Kolsom, artinya memberi jalan keluar dari segala masalah yang mustahil; menyelesaikan semua masalah yang mustahil; ada masa depan berhasil dan indah; pemakaian Tuhan dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir. Percayalah! Benar-benar mujizat Tuhan terjadi.

    Sengsara karena kebenaran, tidak apa-apa, tidak masalah, begitu Roh kemuliaan datang kita hanya berkata: Untung aku dulu berani.... Kok bisa?


  3. Keluaran 15: 23-26
    15:23. Sampailah mereka ke Mara, tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya. Itulah sebabnya dinamai orang tempat itu Mara.
    15:24. Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: "Apakah yang akan kami minum?"
    15:25. Musa berseru-seru kepada TUHAN, dan TUHAN menunjukkan kepadanya
    sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis. Di sanalah diberikan TUHAN ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan di sanalah TUHAN mencoba mereka,
    15:26. firman-Nya: "Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka
    Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau."

    'sepotong kayu'= salib.

    Kegunaan ketiga: Roh kemuliaan sanggup menjadikan yang pahit getir--suasana kutukan: letih lesu, beban berat, susah payah--menjadi manis. Kehidupan pribadi, rumah tangga manis semuanya--bisa dicicipi dari perkataannya, itulah perkataan-perkataan yang baik.

    'Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun'= kita juga menerima kesehatan jasmani: tubuh, ekonomi dan sebagainya.
    Sampai kalau Tuhan datang kita sempurna seperti Dia--paling manis di awan-awan yang permai. Kita bersama Dia selamanya dengan sorak sorai: Haleluya.

Ada tangan kiri memegang kitab terbuka, ada tangan tangan diangkat. Tinggal bergantung kita. Kalau kita melawan kitab kecil, tangan Tuhan akan teracung--Firaun hebat dan kaya bisa habis--, tetapi kalau kita melembut biarpun kita tidak bisa apa-apa, Roh kemuliaan bisa menolong kita.
Firaun yang hebat mati di laut, tetapi kita yang tidak berdaya ditolong Tuhan. Kita butuh Roh Kudus hari-hari ini. Di balik salib ada Roh kemuliaan.

Tunjukkan kesulitan, ketidakberdayaan kita kepada Tuhan--pandangan kita tertuju kepada Dia--, dan pandangan-Nya akan tertuju kepada kita. Ada kemustahilan, tidak bisa apa-apa, ada kepahitan, tidak sehat jasmani dan ekonomi, serahkan semuanya. Tuhan ada di tengah-tengah kita; Roh kemuliaan ada di tengah-tengah kita.

Apapun keadaan kita, kalau ada Roh kemuliaan, semua akan selesai. Serahkan kepada Dia! Masalah apapun, dosa, bahkan sudah diikat oleh Firaun dan Mesir, masih bisa ditolong.

Kaum muda, usaha, baik, tetapi tanpa Roh kemuliaan, tidak akan bisa--seperti Musa yang hebat tetapi terbentur laut, Firaun, dan padang gurun. Mari, datang kepada Tuhan! Tunjukkan keadaan kita kepada Dia apa adanya!
Kegagalan, kesulitan, kemustahilan bisa ditolong. Ada Roh kemuliaan di tengah-tengah kita. Sungguh-sungguh! Roh kemuliaan mampu melakukan apa saja.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 13 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 18 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Walikukun (Pagi))

  • 20 Desember 2019
    (Ibadah Natal di Jatipasar (Pagi))

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top