Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Ibadah Raya
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 10 dalam susunan Tabernakel terkena pada tutupan pendamaian dengan tujuh kali percikan darah di atasnya--tidak termasuk kerubium.
Tutup peti menunjuk pada Yesus sebagai Anak Allah.
Percikan darah menunjuk pada sengsara Yesus untuk mengadakan pelayanan pendamaian.

Dalam perjanjian lama, Harun sebagai Imam Besar satu tahun satu kali masuk ruangan maha suci dengan membawa darah binatang dan dupa, kemudian darah dipercikkan dua kali tujuh percikan sehingga terjadi pendamaian atas dosa-dosa hanya untuk umat Israel(Imamat 16).
Dalam perjanjian baru Yesus sebagai Imam Besar yang duduk di sebelah kanan Allah Bapa membawa darah-Nya sendiri dan dupa--doa syafaat--untuk memperdamaikan dosa seluruh bangsa di dunia, baik bangsa Israel maupun bangsa kafir.

Langkah-langkah pelayanan pendamaian oleh darah Yesus:

  1. 2 Korintus 5: 18-21
    5:18.Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nyadan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.
    5:19.Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.
    5:20.Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.
    5:21.Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.

    Langkah pertamapelayanan pendamaian oleh darah Yesus: darah Yesus mendamaikan kita dari segala dosa kita; sama dengan membenarkan kita, supaya kita bisa hidup dalam kebenaran--'dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah'.

    Tidak ada manusia yang benar--seperti mobil rusak--, tidak ada gunanya apa-apa. Karena itu Yesus harus mati di kayu salib untuk mendamaikan dosa-dosa kita, supaya kita hidup dalam kebenaran.

    Praktikkehidupan yang dibenarkan dan hidup dalam kebenaran--diperdamaikan oleh darah Yesus--:

    • Iman/percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat lewat mendengar firman Kristus--firman yang diurapi Roh Kudus
      Roma 10: 17
      10:17.Jadi, imantimbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

      Roh Kudus menolong kita untuk mendengar firman dengan sungguh-sungguh sampai mengerti dan percaya--firman menjadi iman di dalam hati.

      Ayat mengatakan: Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.
      Artinya: kalau hati sudah percaya kepada Yesus, mulut kita tidak ragu untuk mengaku Yesus.
      Mengaku Yesus sama dengan mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama, sehingga darah Yesus mengampuni segala dosa kita.

      Inilah iman yang menyelamatkan, yaitu sampai pada pengakuan dosa dan pengampunan.
      Tetapi banyak kali sudah diampuni masih berbuat dosa lagi.

    • Bertobat= berhenti berbuat dosa lagi dan kembali kepada Tuhan--mati terhadap dosa.
      Jika sudah diampuni, jangan berbuat dosa lagi--bertobat.

    • Baptisan air.
      Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi--langit terbuka; pintu sorga terbuka--yaitu mengalami baptisan dan urapan Roh Kudus; kita bisa hidup dalam kebenaran. Kita tidak akan tenggelam dalam lautan api dan belerang, tetapi selamat dan diberkati oleh Tuhan.

    Mari, biarlah kita memilih untuk ditenggelamkan dalam air bersama dosa-dosa kita, supaya kita bangkit dalam hidup baru dan pintu sorga terbuka.
    Hidup ini pilihan, Tuhan tidak pernah memaksa: mau ditenggelamkan dalam baptisan air atau ditenggelamkan dalam lautan api dan belerang karena tetap keras hati.

    Selama hidup kita masih berdosa, kita tidak akan bisa dipakai Tuhan. Tetapi kalau sudah dibenarkan dan hidup dalam kebenaran kita akan dipercaya pelayanan pendamaian; kita diangkat menjadi senjata kebenaran, itulah imam dan raja; hamba/pelayan Tuhan yang beribadah melayani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan dengan setia dan benar.
    2 Korintus 5: 18
    5:18.Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.

    Kalau tidak sesuai dengan jabatan berarti tidak benar, sekalipun ia hebat.

    Mari, pendamaian sama dengan kebenaran; semua harus benar sampai menjadi senjata kebenaran.
    Hasilnya: kita selamat dan diberkati bahkan dipermuliakan oleh Tuhan, tidak perlu ditenggelamkan dalam lautan api dan belerang.

  2. Efesus 2: 13-16
    2:13.Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.
    2:14.Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihakdan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
    2:15.sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia barudi dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,
    2:16.dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.

    'kedua pihak'= Israel dan kafir.

    Langkah keduapelayanan pendamaian oleh darah Yesus: darah Yesus mendamaikan Israel dan kafir untuk menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.

    Tadi kehidupan kita masing-masing diperdamaikan untuk hidup benar dan menjadi senjata kebenaran--menjadi imam.
    Setelah itu, pelayanan pendamaian menyatukan Israel dan kafir sebagai satu tubuh Kristus yang sempurna.

    Memperdamaikan di sini sama dengan merubuhkan tembok pemisah--'yang telah merubuhkan tembok pemisah'.
    Karena itu kalau di dalam nikah tidak bisa menjadi satu, mana mungkin bisa menjadi satu dengan Israel? Jangan mimpi! Kita harus menjadi satu dalam nikah lebih dulu, kemudian penggembalaan, antar penggembalaan, baru bisa menjadi satu dengan Israel.
    Mari, rubuhkan tembok pemisah lewat berdamai!

    Ada dua macam tembok pemisahantara bangsa Israel dan kafir, yang juga memisahkan suami isteri, penggembalaan, dan antar penggembalaan sehingga tercerai berai:

    • Hukum Taurat.
      Bangsa Israel memiliki hukum Taurat, tetapi tidak bisa menggenapinya.
      Bangsa kafir tidak punya hukum Taurat, sehingga tidak bisa menjadi satu dengan Israel.

      Di sinilah peran Yesus. Dia mati di kayu salib untuk menggenapkan hukum Taurat, sehingga bangsa Israel dan bangsa kafir yang percaya kepada-Nya bisa menggenapkan hukum Taurat di dalam Yesus. Dengan demikian keduanya bisa diperdamaikan menjadi satu kesatuan--tembok pemisah sudah dirubuhkan.

      Kita tidak bisa melayani rumah tangga, penggembalaan, dan fellowshipkalau menggunakan hukum Taurat, karena saat kita bersalah kita akan dihukum mati--sistem Taurat adalah sistem hukuman sehingga tidak bisa menjadi satu.
      Oleh karena itu di dalam perjanjian baru, dua loh batu/hukum Taurat sudah diubah menjadi hukum kasih, artinya kita melayani dengan saling mengasihi, bukan saling menghukum/menghakimi seperti yang terdapat pada hukum Taurat.

      Melayani dengan saling mengasihi inilah yang dimaksud dengan menggenapkan Taurat--sepuluh hukum Taurat sudah menjadi sepuluh hukum kasih.

      Kesalahan yang seringkali kita lakukan adalah:

      1. Langsung memecat orang. Tidak bisa!
        Yang benar adalah orang tersebut diberi pilihan yang merupakan jalan keluar: Dalam firman kamu tidak bisa begini tetapi harus begini, ayo pilih sendiri.Jangan langsung dipecat!

      2. Saling mengasihi bukan berarti menyetujui orang berbuat dosa, melainkan tidak menghakimi/menghukum dan menyetujui orang berbuat dosa, tetapi membawa dia kepada Tuhan lewat doa atau diajak beribadah. Biarlah dia mendengar firman, supaya ada pilihan sendiri dalam hidupnya.

        Kalau kita mendengar firman yang tidak benar, kita tidak akan pernah tahu apa yang tidak benar dalam hidup kita.
        Contoh: dosa itu hitam, lalu mendengar firman yang seperti senter dengan lampu hitam. Kita tidak akan pernah sadar kesalahan kita karena sama-sama hitam. Tetapi kalau lampu senternya putih--kebenaran--, kita cepat sadar. Sekali mendengar mungkin belum bisa terlepas dari dosa. Jangan pergi! Kalau pergi, seumur hidup tidak akan bisa terlepas. Datang lagi, mohon kemurahan Tuhan, disenter lagi, belum bisa, jangan marah, tetapi minta kemurahan Tuhan kalau perlu tambah dengan doa puasa, sampai satu waktu saat disenter sudah menjadi putih--dosa selesai.

    • Penyakit kusta--tembok pemisah sama dengan perbatasan.
      Lukas 17: 11-12
      17:11.Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasanSamaria dan Galilea.
      17:12.Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kustamenemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh

      Secara rohani penyakit kusta artinya:

      1. Segala dosa sampai puncaknya dosa yang merusak tubuh--penyakit kusta kalau dibiarkan akan merusak tubuh.
        Kalau dosa dibiarkan, akan berkembang sampai pada puncaknya dosa--dosa sama dengan ragi--, yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba), dan kawin mengawinkan (percabulan, nikah yang salah).
        Ini yang memisahkan kita; suami isteri, anak dan orang tua, kakak adik tidak bisa menjadi satu.

        Oleh karena itu Yesus menyusur perbatasan untuk merubuhkan tembok pemisah lewat kematian-Nya di kayu salib.
        Gunakanlah darah Yesus untuk menghadapi dosa, asalkan kita berserah kepada Tuhan dan ada kerinduan untuk terlepas dari dosa. Sungguh-sungguh!

      2. Kebenaran diri sendiri--putih tetapi kusta; putih menunjuk pada kebenaran--artinya

        1. Kebenaran di luar firman. Kalau satu di dalam firman, satu di luar firman, bagaimana bisa bertemu? Tidak akan bisa! Kalau sama-sama berbuat dosa baru bisa bertemu--seperti Adam dan Hawa.
          Seringkali suami tidak mau ramai dengan isteri akhirnya mengikuti isterinya sekalipun isteri salah, sehingga membawa sekeluarga binasa.

          Harus tegas, bukan bertengkar! Kebenaran di luar firman hanya memecah belah, tidak bisa menyatukan.

        2. Menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain.
          Contoh: suami berselingkuh tetapi menyalahkan isteri yang tidak memperhatikan dia. Ini sama seperti Adam dan Hawa. Saat Tuhan bertanya kepada Adam apakah ia makan buah yang dilarang Tuhan, ia bukan mengaku tetapi menyalahkan Hawa dan Tuhan. Kemudian Hawa menyalahkan setan.

          Kalau sudah menyalahkan setan tidak mungkin bisa bertobat. Buktinya setelah diusir ke dalam dunia, semua keturunannya berbuat dosa.

        3. Keinginan akan uang. Dulu Naaman disembuhkan dari kustanya lalu ia mau menyerahkan pemberian kepada Elisa, tetapi Elisa tidak mau. Kemudian Gehazi lari mengejar Naaman untuk meminta pemberian itu dari Naaman. Saat pulang ia ditanya Elisa, ia berkata bahwa ia tidak pergi ke mana-mana--berdusta.

          Ini adalah ikatan terakhir gereja Tuhan, yaitu keinginan akan uang yang membuat kikir dan serakah.
          Dulu saat Israel mau keluar dari Mesir dan menuju padang gurun untuk beribadah terjadi tawar menawar sampai yang terakhir mereka tidak boleh membawa binatang--menunjuk pada kekayaan. Inilah ikatan terakhir.

          Kikir= tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan.
          Serakah= mencuri milik orang lain (korupsi, menipu orang, hutang tidak bayar), terutama mencuri milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.

          Bagi pendeta yang paling aman adalah mencuri milik Tuhan. Yudas Iskariot sampai pada perjamuan terakhir--pemisahan--murid-murid masih berpikir ia disuruh Tuhan untuk membeli sesuatu--kelihatan dipakai--, padahal sebentar lagi perutnya robek, baru kelihatan yang sebenarnya.

          Nanti banyak terjadi seperti ini. Orang akan terkejut.
          Karena itu kita sebagai hamba/pelayan harus waspada. Kita harus mengalami penyucian sampai pada keinginan di kedalaman hati. Tidak bisa tidak! Kalau tidak ada pedang, tidak akan bisa mencapai keinginan di dalam hati. Hati adalah sumber dari keinginan jahat--keinginan akan uang--dan keinginan najis--makan minum.
          Harus ditusuk dengan pedang untuk diperdamaikan oleh darah Yesus.

          Kita disucikan sehingga kita bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan sampai menyerahkan seluruh hidup kepada Tuhan.

    Kalau tembok pemisah sudah dirubuhkan kita akan dibangun dan dipakai untuk membangun tubuh Kristus.
    KisahRasul 20: 28, 32-33
    20:28.Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakanjemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.
    20:32.Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamudan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya.
    20:33.Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga.

    Ayat 33= terlepas dari keinginan akan uang; disucikan dari keinginan jahat, berarti hati juga disucikan dari keinginan najis dan kepahitan-bukan sok suci.
    Di dalam kandang penggembalaan kita mengalami penyuciansecara terus menerus sampai penyucian dari keinginan akan uang lewat firman penggembalaan--firman yang diulang-ulang. Karena itu gembala yang menyampaikan firman, bukan orang lain.

    Kita sedang dibangun oleh Tuhan dan dipercaya untuk membangun tembok Yerusalem, pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--tembok pemisah dirubuhkan.
    Kalau tidak ada keinginan kita bisa melayani mulai dari dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai nanti Israel dan kafir benar-benar menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.

    Tetapi kalau masih ada keinginan di dalam nikah sulit untuk melayani; dalam penggembalaan sulit untuk digembalakan. Tuhan tolong kita semua.

    Tadi, kita pribadi terlepas dari dosa--hidup benar dan menjadi senjata kebenaran (beribadah melayani Tuhan).

    Kemudian, kita dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Rubuhkan tembok pemisah: hukum Taurat jadi hukum kasih--saling mengasihi bukan saling menghakimi--, ditambah dengan kusta disucikan sampai tidak ada keinginan jahat, najis, dan kepahitan yang merupakan sumbernya dosa.
    Hasilnya: kita dipakai untuk membangun tembok Yerusalem--pembangunan tubuh Kristus.

    Tembok Yerusalem adalah

    • Tembok damai sejahtera.
      Kalau dipakai Tuhan kita akan mengalami damai sejahtera, semua enak dan ringan.

      Yang salah adalah kita seringkali mau bebas--seperti di laut bebas--, akibatnya: diduduki oleh Babel.
      Kalau tidak mau membangun tembok Yerusalem, ia akan membangun Babel yang akan dibinasakan selamanya. Hidup itu kacau balau sampai binasa--Babel artinya dikacaukan oleh Tuhan. Justru di dalam penggembalaan kita aman dan tenang.


    • Tembok kesejahteraan; kita dipelihara dan dilindungi oleh Tuhan; ada tutup bagi peti--tadi Yesus adalah tutupan pendamaian.
      Mazmur 122: 7
      122:7.Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan sentosa di dalam purimu!"


  3. Kolose 1: 20
    1:20.dan oleh Dialah Ia memperdamaikansegala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.

    Langkah ketigapelayanan pendamaian oleh darah Yesus: darah Yesus memperdamaikan baik yang ada di bumi maupun yang ada di sorga.

    Inilah langkah-langkah pendamaian bekerja yaitu di dalam setiap kehidupan, nikah, tubuh Kristus, sampai tubuh dengan Kepala menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan--seperti tutup pendamaian dengan petinya (Dia tutup dan kita petinya). Jangankan terlepas, bergeserpun tidak boleh.

    Praktikhubungan Kepala dengan tubuh adalah leher, artinya doa penyembahan.
    Orang dengan hati damai akan banyak menyembah, bukan mengomel, bersungut, atau bergosip.
    Tetapi manusia daging tidak bisa menyembah. Karena itu butuh Roh Kudus.

    Roma 8: 26
    8:26.Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

    Roh Kudus menolong kita karena kita tidak tahu bagaimana sebenarnya harus berdoa; Dia menolong kita untuk menyembah dengan keluhan yang tak terucapkan--hancur hati--yaitu mengaku kekurangan dan kelemahan secara rohani--tidak bisa terlepas dari dosa, masih berdusta, kikir, najis--dan secara jasmani--modal habis terus, susah dalam pekerjaan.
    Mari bicara kepada Tuhan!

    Daging capek, malas, bosan, kering, tetapi kalau disentuh Roh Kudus, tidak akan mau berhenti menyembah dengan hancur hati sampai berbahasa roh.
    Kita mengulurkan tangan sama dengan menyerah, dan Tuhan akan mengulurkan tangan Roh Kudus sehingga mujizat rohaniterjadi yaitu air menjadi anggur--pembaharuan hidup, kita belajar dari air menjadi anggur--yaitu:

    • Penampakan dari luarberubah, artinya perbuatan dosa diubahkan menjadi perbuatan benar, suci, dan baik, bahkan membalas kejahatan dengan kebaikan.

    • Sifat dalam/karakter dalam berubah menjadi rendah hati dan lemah lembut.
      Banyak suami yang susah karena isterinya suka membantah, tetapi banyak juga isteri yang susah karena suaminya kasar, orang tua susah menghadapi anaknya.
      Mari berubah menjadi rendah hati dan lemah lembut seperti Yesus.

      Rendah hati= kemampuan untuk mengaku dosa.
      Lemah lembut= kemampuan untuk mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.

      Hasilnya: darah Yesus membasuh segala dosa. Di situlah kita mengalami ketenangan/kedamaian di rumah tangga dan penggembalaan.

    • Rasanyaberubah--perasaan diubahkan--yaitu mengasihi Tuhan lebih dari semua--setia; utamakan ibadah sungguh-sungguh--dan mengasihi sesama seperti diri sendiri bahkan mengasihi musuh.

      Mungkin hidup terasa pahit, tawar, mari diubahkan.
      Kalau perasaan diubahkan kita akan mulai mencicipi rasa manis. Nikmati kemanisannya!

      Selain perasaan, lidah juga menentukan hidup kita manis atau tidak. Lidah diubahkan menjadi jujur; kita menjadi rumah doa, dan mujizat terjadi.

    Kalau mujizat rohani terjadi, mujizat jasmani juga terjadi: laut Kolsom terbelah, artinya semua masalah yang mustahil diselesaikan oleh Roh Kudus, ada masa depan berhasil dan indah, tidak ada menjadi ada, mustahil menjadi tidak mustahil.
    Sampai terakhir, kalau Yesus datang kembali kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia. Tidak salah dalam perkataan, kita hanya bersorak sorai: Haleluyadi awan-awan yang permai untuk menyambut kedatangan-Nya. Kita menikmati anggur paling manis untuk menembusi kerajaan sorga selama-lamanya.

Kita sudah diperdamaikan oleh darah Yesus--hidup benar dan menjadi senjata kebenaran--, digembalakan--membangun tubuh Kristus/tembok Yerusalem--, dan ada hubungan dengan Kepala--banyak menyembah Tuhan hari-hari ini. Ada apa-apa ceritakan pada Tuhan!
Apa yang harus diubahkan? Serahkan kepada Tuhan sampai Roh Kudus menjamah kita!

Untuk apa mempertahankan kepahitan, kegetiran, pertengkaran, kekacauan? Mari serahkan semuanya pada Tuhan! Tunjukkan kekurangan dan kelemahan kita secara jasmani dan rohani dengan niat untuk berubah! Kita akan mencicipi anggur yang manis dan kebahagiaan sampai ke dalam hati.

Tuhan memberkati.

Penyerahan Anak
Kita menyerahkan seorang anak supaya ia mengalami kelahiran baru di dalam Tuhan.
Kita bangsa kafir hanya batu keras, biarlah anak ini diubahkan dari batu keras menjadi batu hidup; dari bayi yang dilahirkan dalam keadaan berdosa menjadi batu hidup yaitu hidup benar dan menjadi senjata kebenaran, itulah imam dan raja.

Kemudian dari batu hidup diubahkan menjadi batu kristal di Yerusalem baru lewat proses penggembalaan. Imam-imam tidak boleh keluar dari kandang penggembalaan, supaya terus diproses oleh Tuhan sampai satu waktu menjadi batu kristal di Yerusalem baru.

Dari batu keras menjadi batu hidup sudah ada jaminan hidup untuk sekarang sampai masa depan.
Kemudian digembalakan dan disucikan sampai menjadi batu kristal--sempurna untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali--, dan masuk Yerusalem baru.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Raya Surabaya, 22 Desember 2019 (Minggu Siang)
    ... kehidupan yang memilukan hati Tuhan memalukan Tuhan bukan memuliakan Dia. Kejadian - . Ketika dilihat TUHAN bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata . maka menyesallah TUHAN bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi dan hal itu memilukan hati-Nya. Pada zaman Nuh manusia ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 29 Maret 2010 (Senin Sore)
    ... Firman nubuat Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua Ibrani - . Perhatian kita hari-hari ini harus pada Firman nubuat Praktik memusatkan perhatian pada Firman adalah bisa mendengarkan Firman pengajaran yang benar dengan sungguh-sungguh dan dengan suatu kebutuhan. Ini seperti memperhatikan pelita di tempat yang gelap. Di tempat yang ...
  • Ibadah Raya Malang, 19 Juli 2015 (Minggu Pagi)
    ... sengsara. Siapa yang berhak untuk menerima kunci Daud Hamba Tuhan pelayan Tuhan yang bertekun dalam iman. Prakteknya Tidak goyah. Tesalonika - Lalu kami mengirim Timotius saudara yang bekerja dengan kami untuk Allah dalam pemberitaan Injil Kristus untuk menguatkan hatimu dan menasihatkan kamu tentang imanmu supaya jangan ada orang yang goyang imannya ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja, 07 Mei 2011 (Sabtu Sore)
    ... mereka dan menghina-Nya di muka umum. Orang-orang seperti itu adalah orang yang sudah diselamatkan melayani mengerti firman pengajaran yang benar tetapi murtad lagi kembali kepada hidup lama. Praktiknya adalah kembali kepada dosa-dosa yang lama. Akibatnya adalah tidak bisa bertobat lagi kebinasaan untuk selama-lamanya. Kita harus selalu menghargai korban Kristus. Praktik menghargai korban ...
  • Ibadah Doa Malang, 10 April 2012 (Selasa Sore)
    ... Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya. Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia. Nazaret adalah tempat Yesus menjadi dewasa secara daging. Jika digabungkan Nazaret adalah tempat permulaan Yesus menjadi daging sampai menjadi dewasa. Yohanes Pada mulanya adalah Firman Firman ...
  • Ibadah Doa Malam Surabaya, 17 Mei 2017 (Rabu Malam)
    ... hamba-hambanya masing-masing dengan tugasnya dan memerintahkan penunggu pintu supaya berjaga-jaga. . Karena itu berjaga-jagalah sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang menjelang malam atau tengah malam atau larut malam atau pagi-pagi buta . supaya kalau ia tiba-tiba datang jangan kamu didapatinya sedang tidur. . Apa yang Kukatakan kepada ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja, 01 Desember 2012 (Sabtu Sore)
    ... untuk membenarkan kita sehingga kita bisa hidup dalam kebenaran sama dengan selamat dan tidak binasa. Lukas - Sehabis hari-hari perayaan itu ketika mereka berjalan pulang tinggallah Yesus di Yerusalem tanpa diketahui orang tua-Nya. Karena mereka menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya lalu ...
  • Ibadah Doa Ucapan Syukur Malang, 30 Desember 2017 (Sabtu Sore)
    ... dan sukacita Sorga sukacita oleh Roh Kudus yang tidak bisa dipengaruhi oleh apa pun juga. Jika tidak ada damai sejahtera tidak ada sukacita maka hidup itu akan letih lesu dan berbeban berat. Mengucap syukur dalam segala hal. Syaratnya adalah kuat dan teguh hati. Korintus - Tetapi harta ini kami punyai ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 27 November 2014 (Kamis Sore)
    ... orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah Di dalam dunia manusia tetap berbuat dosa sampai puncaknya dosa dosa makan-minum merokok mabuk narkoba dan kawin-mengawinkan dosa seks dengan berbagai ragamnya nikah yang salah . Ini sama dengan telanjang dan tidak tahu malu seperti anjing dan babi. Akibatnya diusir ke ...
  • Ibadah Raya Malang, 20 Juli 2014 (Minggu Pagi)
    ... direnovasi. Secara rohani Tuhan menghendaki supaya pembangunan tubuh Kristus yang sempurna sudah selesai. Pembangunan renovasi Bait Allah sama dengan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna sama dengan pembaharuan panca indra. Prakteknya Pembaharuan kulit peraba. Yohanes - Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.