English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 10 Februari 2011 (Kamis Sore)
Matius 26 adalah tentang buli-buli emas berisi manna.

Ibrani 9:4
9:4 Di situ...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 18 Januari 2019 (Jumat Malam)
Ulangan 31: 9-13 ("Pembacaan hukum Taurat setiap tujuh tahun")
31:9. Setelah hukum Taurat itu dituliskan Musa, maka diberikannyalah kepada imam-imam...

Ibadah Doa Malam Session I Malang, 08 September 2011 (Kamis Malam)
KORBAN TAHBISAN.

Keluaran 29:29-30
29:29 Pakaian kudus kepunyaan Harun...

Ibadah Doa Puasa Malang Session I, 26 Maret 2013 (Selasa Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 12 dalam susunan Tabernakel terkena...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 26 April 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 1, 13
25:1 "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis,...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 25 April 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:1-6 tentang Yesus mengutus kedua belas...

Ibadah Raya Malang, 06 Maret 2011 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK
Keluaran 2:6
2:6 Ketika dibukanya, dilihatnya...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 13 November 2008 (Kamis Sore)
Matius 24: 29 -> 'Keadaan pada masa kedatangan Yesus ke 2x'.
Yaitu terjadi...

Ibadah Doa Surabaya, 18 Maret 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 29-31
ay. 31= terjadi tiupan sangkakala yang dasyat bunyinya untuk menampilkan gereja Tuhan dalam...

Ibadah Doa Malang, 18 Oktober 2016 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:6-7
4:6 Dan di hadapan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 11 Februari 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:20
3:20 Lihat, Aku berdiri di muka...

Ibadah Raya Malang, 24 Juni 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:13-15
7:13 Dan seorang dari antara...

Ibadah Natal Kunjungan ke Sidoarjo, 26 Desember 2009 (Sabtu Sore)
Yohanes 8:12, penampilan Yesus sebagai TERANG DUNIA.
Setiap penampilan pribadi Yesus bukan...

Ibadah Raya Malang, 03 Oktober 2010 (Minggu Pagi)
1 Samuel 20:3
20:3 Tetapi Daud menjawab, katanya: "Ayahmu tahu benar, bahwa...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 November 2008 (Senin Sore)
Pembicara: Pdm. Dadang

Markus 2: 13-17 -> tentang suasana iman...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 27 Januari 2013 (Minggu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Matius 28= menunjuk pada Shekina Glory (sinar kemuliaan atau kuasa kebangkitan Tuhan). Dibalik kematian/salib, PASTI ada kemuliaan.

Matius 28 terbagi menjadi 3 bagian:

  1. ay. 1-10= tentang kebangkitan Yesus atau sinar kemuliaan menyinari hati yang keras (batu yang besar terguling), sehingga terjadi pembaharuan (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 23 September 2012).


  2. ay. 11-15= dusta mahkamah agama= penyebaran kegelapan.
    Sementara ada sinar kemuliaan, kegelapan menyusup di dalamnya (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 28 November 2012).


  3. ay. 16-20= perintah untuk memberitakan injil= penyebaran terang shekina glory atau sinar kemuliaan (mulai diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 06 Januari 2013).

Malam ini, kita masih membahas bagian ketiga (PENYEBARAN TERANG SHEKINA GLORY).
Setelah mengalami sinar shekina glory, jangan sampai kita gunakan utnuk diri sendiri, tetapi perlu kita sebarkan.

Matius 28: 18-20
28:18. Yesus mendekati mereka dan berkata: "
Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
28:19. Karena itu
pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
28:20. dan
ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Penyebaran sinar kemuliaan= kita dipakai dalam kegerakan besar sesuai dengan amanat agung Tuhan (bukan oleh kemauan kita sendiri).

2 macam kegerakan besar yang sesuai dengan amanat agung Tuhan:

  1. ay. 18-19= 'pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku'= kegerakan Roh Kudus hujan awal= kegerakan dalam injil keselamatan.


  2. ay. 20= 'ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu'= kegerakan Roh Kudus hujan akhir= kegerakan dalam cahaya injil tentang kemuliaan Kristus= Firman pengajaran= kabar mempelai.

Malam ini, kita masih membahas ayat 19 (mulai diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 20 Januari 2013).

Injil keselamatan= Firman penginjilan= kabar baik= untuk membawa orang berdosa percaya pada Yesus dan diselamatkan lewat BAPTISAN AIR.

Jadi, baptisan air merupakan amanat agung Tuhan yang memiliki kekuatan hukum di surga dan bumi ('Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi'), sehingga tidak boleh dibatalkan oleh apapun.

Kalau tidak mau melaksanakan amanat agung Tuhan, berarti berbuat dosa dan akan dibinasakan selama-lamanya.

Roma 6: 2, 4
6:2. Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
6:4. Dengan demikian kita telah
dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

SYARAT BAPTISAN AIR YANG BENAR: mati bagi dosa/bertobat. Sebab itu, sebelum baptisan air, kita harus banyak mendengar Firman yang menunjuk dosa-dosa kita, sehingga kita bisa menyesali dosa dan minta ampun pada Tuhan dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi.

PELAKSANAAN BAPTISAN AIR YANG BENAR:

  • orang mati bagi dosa, harus dikuburkan bersama Yesus dalam air,
  • harus dibaptis dalam nama Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus, yaitu Tuhan Yesus Kristus.

Sesudah kita keluar dari air, kita akan mendapatkan hidup yang baru (jenis kehidupan Surga).

Praktik jenis kehidupan surga:

  1. hidup dalam kebenaran,
  2. menjadi hamba kebenaran (senjata kebenaran).
    Roma 6: 18
    6:18. Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.

    Hamba kebenaran= kehidupan yang beribadah dan melayani Tuhan dengan setia dan benar.

Inilah jenis kehidupan Surga yang sederhana.
Kalau kita tidak mau beribadah, berarti masih ada dalam jenis kehidupan dunia.

Mengapa kita harus beribadah kepada Tuhan?

  1. Maleakhi 3: 18
    3:18. Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.

    Maleakhi 4: 1
    4:1. Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka.

    Jawaban pertama: sebab ada perbedaan antara orang yang beribadah pada Tuhan dan tidak beribadah pada Tuhan.

    Sehebat apapun manusia, kalau tidak beribdaah pada Tuhan, dia hanya seperti jerami (tidak berguna dan hanya menghasilkan perrbuatan yang merugikan, bahkan hanya tunggu waktu untuk dibakar).

    Kalau kita beribadah dengan setia dan benar, kita berguna pada Tuhan dan sesama, bahkan kita bisa mencapai hidup kekal (kita menjadi gandum yang matang dan masuk dalam lumbung).


  2. Wahyu 22: 3
    22:3. Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,

    Jawaban kedua: sebab ibadah adalah satu-satunya aktivitas yang bisa membawa kita sampai masuk tahta Surga.

    Seringkali, kita meremehkan ibadah kita.

    Jadi, ibadah kita dibumi adalah adaptasi untuk hidup di tahta Surga.
    Kalau sekarang tidak mau beribadah, kita tidak bisa beribadah siang malam di tahta Surga.


  3. 1 Timotius 4: 8
    4:8. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.

    Jawaban ketiga: sebab dalam ibadah ada janji Tuhan yang pasti, yaitu jaminan kepastian untuk hidup sekarang sampai masa depan yang baik (seperti Israel yang dipelihara langsung oleh Tuhan di padang gurun), bahkan jaminan pemeliharaan sampai hidup kekal selama-lamanya.

    Segala sesuatu yang ada di dunia, terbatas gunanya. Artinya: belum tentu bisa menjamin yang jasmani, apalagi menjamin yang rohani.
    Tetapi, dalam ibadah, jasmani dan rohani bisa dijamin.

    1 Timotius 4: 9-10
    4:9. Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya.
    4:10. Itulah sebabnya
    kita berjerih payah dan berjuang, karena kita menaruh pengharapan kita kepada Allah yang hidup, Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya.

    ay. 9= kita harus yakin bahwa ibadah mengandung janji yang dobel.
    Oleh sebab itu, kita harus MEMPERJUANGKAN ibadah lebih dari apapun dibumi ini.

Tuhan sudah lebih dahulu memperjuangkan ibadah kita.
Dulu, demi memperjuangkan ibadah umat Israel, Tuhan menghukum Mesir dengan 10 tulah.

Dalam perjanjian baru, Yesus rela dihukum dikayu salib untuk memperjuangkan ibadah bangsa kafir.

Ibrani 9: 14
9:14. betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.

Sebenarnya, bangsa kafir tidak boleh beribadah pada Allah, sebab bangsa kafir hanya seperti anjing dan babi (binatang haram). Tetapi, dikayu salib, Yesus mencucurkan darah untuk menyucikan hati bangsa kafir.

Tadi, ada perbedaan antara orang beribadah dan TIDAK beribadah.
Tetapi yang lebih mendalam, ada perbedaan antara orang yang beribadah dan orang yang beribadah.
Sebab itu, sekalipun sudah beribadah melayani, kita masih harus hati-hati.

Contoh: Kain dan Habel.
Keduanya sama-sama beribadah melayani. Tetapi, hanya ibadah Habel yang diterima, karena ibadah Habel benar.
Sebab itu, kita harus beribadah dalam ibadah yang benar (ibadah yang sejati).

Tanda ibadah yang benar:

  1. Lukas 5: 1, 3
    5:1. Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.
    5:3. Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan
    mengajar orang banyak dari atas perahu.

    Tanda pertama: beribadah untuk mendengarkan Firman Allah, terutama Firman pengajaran benar.

    Ibadah yang benar mengutamakan pemberitaan Firman pengajaran benar, sehingga kita benar-benar mengerumuni Pribadi Yesus dan merasakan hadirat Tuhan ditengah-tengah kita.

    Firman pengajaran ini berguna untuk menyucikan dan mengubahkan hidup kita sampai sempurna seperti Yesus.

    Kita harus hati-hati, karena ada ibadah lain, yaitu ibadah yang mengerumuni Harun dan mengarah pada penyembahan lembu emas. Ibadah semacam ini akan ditolak dan dibinasakan oleh Tuhan.

    Keluaran 32: 1
    32:1. Ketika bangsa itu melihat, bahwa Musa mengundur-undurkan turun dari gunung itu, maka berkumpullah mereka mengerumuni Harun dan berkata kepadanya: "Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir--kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia."

    Sementara Musa bergumul untuk mendapatkan 2 loh batu dan tabernakel, umat Israel malah mengerumuni Harun (ibadah yang menggembar gemborkan perkara jasmani, bahkan mengeliminasi pemberitaan Firman).

    Lukas 5= Petrus gagal menangkap ikan.
    Artinya: kita harus mengutamakan Firman pengajaran benar untuk:


    • menghadapi persaingan yang tidak sehat di dunia,
    • menghadapi badai di lautan dunia (badai dosa sampai puncaknya dosa, pencobaan, ajaran palsu, dsb),
    • menghadapi kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. Hanya firman pengjaran benar yang mampu menyucikan kita supaya kita layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali.


  2. Roma 12: 1-2
    12:1. Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
    12:2.
    Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

    Tanda kedua: mempersembahkan (bukan mencari) segenap tubuh, jiwa dan roh kita pada Tuhan.
    Tubuh yang bisa dipersembahkan adalah: tubuh yang hidup, kudus dan berkenan pada Allah, dimulai dengan mempersembahkan perpuluhan dan persembahan khusus.


  3. Tandan ketiga: 'pembaharuan budimu'= ditandai dengan pembaharuan (keubahan hidup).

    Kalau ibadah kita benar, kita akan mengalami pembaharuan demi pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

Ciri manusia baru:

  1. Efesus 4: 21-26, 29
    4:21. Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,
    4:22. yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,

    4:23. supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
    4:24. dan
    mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
    4:25. Karena itu
    buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.
    4:26. Apabila kamu menjadi
    marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu
    4:29.
    Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia.

    = perkataan dibaharui:


    • tidak ada dusta. Selama ada dusta, belum manusia baru.
    • ay. 26= marah dengan kasih.
    • ay. 29= tidak ada perkataan kotor, tetapi hanya perkataan benar dan menjadi berkat bagi orang lain.


  2. Efesus 4: 28
    4:28. Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.

    = perbuatan dibaharui, dari mencuri menjadi memberi (emmberi pada sesama yang membutuhkan).


  3. Roma 12: 2
    12:2. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

    = penampilan dibaharui. Cara berpakaian, cara bergaul kita jangan serupa dengan dunia.


  4. Efesus 4: 30-32
    4:30. Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.
    4:31. Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.
    4:32. Tetapi
    hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

    = sikap hidup dibaharui, yaitu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni.


  5. yang terakhir adalah TAAT DENGAR-DENGARAN. Inilah persembahan yang berbau harum di hadapan Tuhan.

    Efesus 5: 1-2
    5:1. Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih
    5:2. dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai
    persembahan dan korban yang harum bagi Allah.

    Kita taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara.
    Kita sudah mempersembahkan tubuh yang hidup, kudus dan berkenan pada Allah, tetapi masih harus dibakar untuk menjadi bau harum di hadapan Tuhan. Kalau tidak dibakar, daging akan berbau busuk.

    Kalau taat dengar-dengaran, kita mengulurkan tangan pada Tuhan dan Tuhan mengulurkan tangan pada kita.

Hasilnya:

  • Kejadian 8: 21
    8:21. Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan

    = kalau ada bau harum, tangan kemurahan Tuhan menghapuskan segala kutukan, penderitaan, air mata dan diganti menjadi kebahagiaan.
    Tangan kemurahan Tuhan juga melindungi kita dari hukuman Tuhan. Kita tidak binasa, tetapi hidup kekal.


  • Keluaran 29: 22, 24-25
    29:22. Dari domba jantan itu haruslah kauambil lemaknya, ekornya yang berlemak, lemak yang menutupi isi perutnya, umbai hatinya, kedua buah pinggangnya, lemak yang melekat padanya, paha kanannya--sebab itulah domba jantan persembahan pentahbisan--
    29:24. Haruslah kautaruh seluruhnya ke atas telapak tangan Harun dan ke atas telapak tangan anak-anaknya dan haruslah kaupersembahkan semuanya sebagai
    persembahan unjukan di hadapan TUHAN.
    29:25. Kemudian haruslah kauambil semuanya dari tangan mereka dan kaubakar di atas mezbah, yaitu di atas korban bakaran, sebagai
    persembahan yang harum di hadapan TUHAN; itulah suatu korban api-apian bagi TUHAN.

    = persembahan berbau harum seperti persembahan unjukan (korban timangan). Kita ada dalam Tangan Imam Besar. Kita dipeluk dalam Tangan Imam Besar yang sanggup menentukan mati hidup kita.
    Apapun yang kita hadapi, biarlah kita serahkan pada Tuhan dan Tuhan akan selesaikan semuanya. Sebab kita hanya ditimang oleh Tuhan.
    Kita juga digerakan oleh Tuhan (dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir sampai kita sempurna dan layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali).
    Sekarang, masih asap berbau harum, tetapi saat Tuhan datang, kehidupan kitalah yang berbau harum dihadapan Tuhan. Kita bersama Tuhan utnuk selama-lamanya.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top