English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 20 Oktober 2009 (Selasa Sore)
bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang...

Ibadah Doa Surabaya, 22 April 2015 (Rabu Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Mula pertama saya menyampaikan selamat malam dan salam sejahtera bagi kita sekalian. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 13 Januari 2019 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:8-9
8:8 Lalu malaikat yang kedua...

Ibadah Raya Surabaya, 17 Maret 2019 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 21 Januari 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11 adalah tentang "Hal berdoa"....

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 27 Mei 2017 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:29-32, Tuhan memberikan dua tanda utama:
Tanda...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 10 Januari 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 secara keseluruhan menunjuk pada shekinah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 21 Februari 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 29 Januari 2013 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 10:38
10:38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak...

Ibadah Kaum Muda Malang, 25 Juli 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:14-16 adalah NUBUAT TENTANG ANTIKRIS

Ibadah Raya Surabaya, 25 Juni 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Siang Surabaya, 25 Juni 2017 (Minggu Siang)
Keluaran 36: 1-7
36:1. Demikianlah harus bekerja Bezaleel dan Aholiab, dan setiap orang yang ahli, yang telah dikaruniai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 26 Juli 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

Lukas 7:11-17
7:11 Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 22 Agustus 2017 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:5-6
6:5 Dan ketika...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 09 November 2016 (Rabu Malam)
Dalam susunan tabernakel, doa penyembahan terkena pada mezbah dupa emas.
Pada mezbah dupa emas terdapat empat tanduk di bagian...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 28 Juli 2019 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 9: 20-21
9:20. Tetapi manusia lain, yang tidak mati oleh malapetaka itu, tidak juga bertobat dari perbuatan tangan mereka: mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala dari emas dan perak, dari tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar atau berjalan,
9:21. dan mereka tidak bertobat dari pada pembunuhan, sihir, percabulan dan pencurian.

Manusia lain, yang tidak terbunuh oleh peperangan besar adalah orang-orang yang tidak mau bertobat sampai tidak bisa bertobat seperti Setan.
Artinya: hidup dalam dosa dan puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan, termasuk menyembah berhala-berhala, sampai binasa selamanya.
Seharusnya takut ketika melihat sepertiga dari umat manusia mati, tetapi ia tetap berbuat dosa dan puncaknya dosa.

Sementara itu, hamba/pelayan Tuhan yang bertobat akan hidup benar, suci, dan menyembah Tuhan--batu, kayu, emas, perak, tembaga bukan disembah tetapi dipersembahkan untuk membangun rumah Tuhan: mulai dari pembangunan Tabernakel, Bait Allah Salomo, dan Bait Allah di Yerusalem; sekarang pembangunan tubuh Kristus yang sempurna sampai tidak bercacat cela (tidak bisa berbuat dosa lagi).

Jadi, ada dua arus di akhir zaman: manusia lain, yang tidak terbunuh oleh peperangan ada yang tidak mau berobat sampai tidak bisa bertobat seperti Setan, sehingga ia akan dibinasakan, tetapi ada yang mau bertobat, hidup benar dan suci, sehingga mempersembahkan emas dan perak dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--beribadah melayani dan menyembah Tuhan--; tidak bisa berbuat dosa lagi selamanya.

Keluaran 25: 2-8
25:2. "Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka memungut bagi-Ku persembahan khusus; dari setiap orang yang terdorong hatinya, haruslah kamu pungut persembahan khusus kepada-Ku itu.
25:3. Inilah persembahan khusus yang harus kamu pungut dari mereka:
emas, perak, tembaga;
25:4. kain ungu tua, kain ungu muda, kain kirmizi, lenan halus, bulu kambing;
25:5. kulit domba jantan yang diwarnai merah, kulit lumba-lumba dan
kayu penaga;
25:6. minyak untuk lampu, rempah-rempah untuk minyak urapan dan untuk ukupan dari wangi-wangian,
25:7.
permata krisopras dan permata tatahan untuk baju efod dan untuk tutup dada.
25:8. Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka.

'permata krisopras dan permata tatahan'= batu permata--batu, kayu, emas, perak, tembaga bukan disembah tetapi dipersembahkan untuk membangun rumah Tuhan.

Pembangunan rumah Tuhan mulai dari Tabernakel Musa, Bait Allah Salomo, dan Bait Allah di Yerusalem--sekarang pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--terjadi supaya Tuhan ada di tengah-tengah kita.

Mari, hari-hari ini hanya ada dua arus:

  • Kehidupan yang tidak mau bertobat sampai tidak bisa bertobat--keras hati--, menyembah berhala, dan akibatnya binasa selamanya.
  • Kehidupan yang mau bertobat, sehingga bisa hidup benar dan suci; beribadah melayani dan menyembah Tuhan sampai sempurna seperti Dia.

Kalau tidak membangun Bait Allah/tubuh Kristus pasti menyembah berhala--membangun berhala.

Sekarang kita belajar sejarah pembangunan Bait Allah:

  1. Tabernakel (Keluaran 24-40).
    Syarat pembangunan Tabernakel:


    • Keluaran 35: 4-5
      35:4. Berkatalah Musa kepada segenap jemaah Israel: "Inilah firman yang diperintahkan TUHAN, bunyinya:
      35:5. Ambillah bagi TUHAN persembahan khusus dari barang kepunyaanmu; setiap orang yang terdorong hatinya harus membawanya sebagai persembahan khusus kepada TUHAN: emas, perak, tembaga,

      'persembahan khusus'= persembahan khusus ini bersamaan dengan persepuluhan.

      Syarat pertama: kita harus mengembalikan persepuluhan dan mempersembahkan persembahan khusus.
      Maleakhi 3: 8
      3:8. Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!

      Persepuluhan adalah pengakuan bahwa kita sudah diberkati Tuhan; hidup dari Tuhan--kita menjadi milik Tuhan yang tidak bisa diganggu gugat oleh apapun, bahkan dunia dan setan tidak bisa menjamah kita. Kalau mengaku hidup dari gaji/perusahaan, kita akan diganggu oleh setan.
      Yang penting adalah pengakuannya, bukan jumlah uangnya.
      Dasarnya: kebenaran/kejujuran, bukan banyak sedikit jumlahnya.

      Persembahan khusus adalah ucapan syukur kepada Tuhan bahwa kita sudah diberkati oleh Tuhan.
      Dasarnya: kerelaan hati, bukan terpaksa.

      Inilah dasar pembangunan Tabernakel, sekarang tubuh Kristus yaitu persepuluhan dan persembahan khusus. Kalau mencuri/menipu, tidak akan bisa.


    • Keluaran 40: 33-35, 38
      40:33. Didirikannyalah tiang-tiang pelataran sekeliling Kemah Suci dan mezbah itu, dan digantungkannyalah tirai pintu gerbang pelataran itu. Demikianlah diselesaikan Musa pekerjaan itu.
      40:34. Lalu awan itu menutupi Kemah Pertemuan, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci,
      40:35. sehingga Musa tidak dapat memasuki Kemah Pertemuan, sebab awan itu hinggap di atas kemah itu, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci.
      40:38. Sebab awan TUHAN itu ada di atas Kemah Suci pada siang hari, dan pada malam hari ada api di dalamnya, di depan mata seluruh umat Israel pada setiap tempat mereka berkemah.

      Kalau dasarnya benar, pembangunan akan selesai, lalu ada awan kemuliaan Tuhan. Tidak rugi! Kalau dasarnya tidak benar, pembangunan tidak akan selesai. Dasarnya harus benar!

      Tadi, dasarnya kejujuran dan kerelaan.
      Sekarang syarat kedua kita ambil dari penyelesaian Tabernakel. Di halaman Tabernakel ada empat tiang pintu gerbang, yang menunjuk pada empat Injil, artinya iman kepada Yesus lewat mendengar Injil.
      Jadi penyelesaian Tabernakel adalah mendirikan tiang-tiang pelataran, dan digantungkannyalah tirai pintu gerbang pelataran itu--tiang pelataran Tabernakel menunjuk pada tiang iman.

      "Hati-hati, dari kalangan kita sudah ada yang bilang: lima Injil. Ini sudah melawan Tabernakel! Penyimpangan itu semakin hari akan semakin jauh. Harus kita doakan."

      Syarat kedua: kita harus menjadi tiang iman.
      Artinya: percaya dan mempercayakan diri hanya kepada Tuhan.
      Mengapa mengembalikan persepuluhan? Karena kita percaya kita hidup dari Tuhan. Kalau tidak percaya, tidak akan bisa mengembalikan persepuluhan.


    Kalau digabung, kita harus menjadi kehidupan yang JUJUR DAN PERCAYA., sehingga kita bisa menampung awan kemuliaan Tuhan, yaitu tiang awan dan tiang api:


    • Tiang awan= untuk menghadapi panas terik matahari di padang gurun dunia--pencobaan--, supaya kita tidak kecewa putus asa, menyangkal, dan meninggalkan Tuhan, tetapi tetap percaya kepada Tuhan sampai Dia menyelesaikan semuanya.


    • Tiang api=


      1. Untuk menghadapi malam hari yang sangat dingin di padang gurun.
        Banyak terjadi dingin rohani. Petrus dingin rohaninya, lalu ia ikut berdiang di api dunia, akibatnya: ia menyangkal Tuhan.
        Banyak yang dingin rohani di gereja Tuhan sehingga banyak terpengaruh oleh api dunia yaitu api hawa nafsu daging, api dosa, dan pergaulan tidak baik, sehingga meninggalkan pelayanan, berbuat dosa dan menyangkal Tuhan.

        Kita butuh api Roh Kudus untuk menghangatkan kita sehingga kita tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.


      2. Untuk menembusi kegelapan malam, supaya:


        1. Kita tidak tersandung dan terjatuh dalam dosa-dosa, tetapi tetap hidup benar dan suci.
          Banyak sandungan dalam pelayanan: sombong atau tidak mau melayani lagi, tetapi kalau ada terang kita tidak akan tersandung.


        2. Kita tidak tersesat. Hati-hati, banyak tawaran untuk ambil jalan yang enak bagi daging, sehingga tersesat, tidak pernah mencapai kerajaan sorga tetapi binasa di pasang gurun.
          Kalau ikut jalannya Tuhan--jalan salib--, susah.
          Jalan Tuhan adalah jalan salib, susah bagi daging, tetapi kita tidak tersesat, sehingga arah kita tetap ke Yerusalem baru.


    Di padang gurun, saat panas batu-batu memuai, saat dingin, menyusut. Terus terjadi demikian sehingga batu menjadi pasir--terjadi kehancuran.

    Jadi, tiang awan dan tiang api menolong kita dari kehancuran-kehancuran, terutama kehancuran nikah dan buah nikah. Banyak kaum muda hilang hari-hari ini.
    Korban perang dunia I dan II bisa dihitung, tetapi korban nikah yang hancur tidak bisa dihitung; dari istana presiden sampai kolong jembatan bahkan di dalam gereja terjadi kehancuran nikah dan buah nikah.
    Ini yang harus ditahan dengan tiang awan dan tiang api.

    Kalau ada tiang awan dan tiang api kita akan mengarah kepada sesuatu yang lebih baik dan indah, bukan kehancuran dunia, sampai pada kesempurnaan.

    Jangan menyembah berhala! Jangan tidak bertobat, tetapi apa yang ada di dalam dunia ini sampai seluru hidup kita serahkan kepada Tuhan untuk pembangunan Bait Allah rohani--tubuh Kristus--, dimulai dengan mengembalikan persepuluhan dan persembahan khusus--kejujuran.
    Kemudian, harus ada tiang iman--percaya dan mempercayakan diri kepada Tuhan.

    Jadi, syarat pembangunan Tabernakel adalah jujur dan percaya.

    Hasilnya: awan kemuliaan menahan kita dari kehancuran dunia. Hidup kita bertambah baik dan indah, sampai mengarah pada kesempurnaan.


  2. Bait Allah Salomo.
    1 Raja-raja 6: 7
    6:7. Pada waktu rumah itu didirikan, dipakailah batu-batu yang telah disiapkan di penggalian, sehingga tidak kedengaran palu atau kapak atau sesuatu perkakas besipun selama pembangunan rumah itu.

    'tidak kedengaran palu atau kapak atau sesuatu perkakas besipun selama pembangunan rumah itu'= DAMAI DAN SUCI. Inilah dasar pembangunan Bait Allah Salomo; ini yang harus kita pertahankan.
    Tadi, dasarnya adalah jujur dan percaya--tiang Tabernakel.

    Ibrani 12: 14
    12:14. Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.

    Kalau hidup damai dan suci, maka kita hanya melihat Tuhan, tidak melihat yang lain, tidak terganggu oleh dunia.
    Bukan berarti tidak ada angin dan gelombang. Tetap ada angin dan gelombang selama kita hidup di lautan dunia, tetapi kalau hati suci dan damai, kita akan tetap tenang, tidak terganggu oleh keadaan dunia.

    Di mana kita bisa mendapatkan kesucian dan kedamaian di padang pasir dunia? Di dalam kandang penggembalaan--'tempat penggalian' menunjuk pada kandang penggembalaan.

    Kita sudah selamat--halaman Tabernakel--tetapi belum sempurna--ruangan maha suci--, karena itu kita dipersiapkan di dalam ruangan suci, itulah kandang penggembalaan; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.
    Kisah rasul 2: 41-42
    2:41. Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
    2:42. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

    Ayat 41= masuk halaman Tabernakel--selamat.
    Ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--dulu zaman hujan awal tiga macam ketekunan--:


    • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya termasuk ibadah persekutuan; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
      Dalam ibadah persekutuan, urapan dan karunia Roh Kudus lebih lagi dicurahkan.


    • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.


    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


    Di dalam kandang penggembalaan kita mengalami dua hal:


    • Tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal sehingga setan tritunggal tidak bisa menjamah kita.
      Buktinya: kita mengalami ketenangan/damai sejahtera karena kita hanya melihat Tuhan; menyerah sepenuh kepada Dia.

      Kalau kita melihat dunia, kita tidak akan tenang. Tetapi dalam kandang penggembalaan kita tidak bisa melihat apa-apa--dulu ruangan suci dibuat dari papan-papan, tidak bisa melihat ke luar. Sinarnya hanya dari pelita emas--Roh Kudus yang menyinari.


    • Kita mengalami penyucian tubuh, jiwa, dan roh oleh Allah Tritunggal sampai sempurna seperti Dia:


      1. Penyucian oleh Allah Roh Kudus.
        Roma 15: 16

        15:16. yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.

        'bangsa-bangsa bukan Yahudi'= bangsa kafir yang hanya seperti anjing dan babi.
        Anjing= perkataannya bau.
        Babi= perbuatannya bau--perbuatan dosa sampai puncaknya dosa.
        Harus disucikan oleh Roh Kudus, sampai dibakar sehingga bau busuk menjadi bau harum di hadapan Tuhan.

        Tanpa Roh Kudus, tidak akan ada bau harum.


      2. Penyucian oleh Anak Allah lewat firman pengajaran dan perjamuan suci.
        Tadi, batu-batu yang keras harus dipukul dengan palu, tidak bisa dengan roti--firman yang enak bagi daging.
        Sekalipun firmannya sudah keras, kalau masih keras hati, ia akan lari, tetapi kalau bertahan, satu waktu akan mengalami penyucian.

        Yeremia 23: 29
        23:29. Bukankah firman-Ku seperti api, demikianlah firman TUHAN dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu?

        Batu menunjuk pada bangsa kafir yang keras hati, yang tidak mau bertobat--Tuhan berkata: 'Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!'.
        Harus dipukul dengan palu--firman pengajaran yang benar--sampai hancur hati, artinya mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.

        Jadi setiap ibadah bukan tertawa tetapi hancur hati, mengaku kesalahan kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.
        Kalau ibadah hanya tertawa-tawa kita seperti dipukul roti dan dosanya tetap ada.


      3. Penyucian oleh Allah Bapa sampai kita sempurna.
        1 Tesalonika 5: 23
        5:23. Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.


    Jadi, di dalam kandang penggembalaan ada kesucian dan kedamaian. Tidak ada di tempat lain!

    Kalau sudah damai dan suci--ada landasan yang kuat--, kita tinggal menerima
    nama, hati, dan mata Tuhan
    .
    1 Raja-raja 9: 1-3
    9:1. Ketika Salomo selesai mendirikan rumah TUHAN dan istana raja dan membuat segala yang diinginkannya,
    9:2. maka TUHAN menampakkan diri kepada Salomo untuk kedua kalinya seperti Ia sudah menampakkan diri kepadanya di Gibeon.
    9:3. Firman TUHAN kepadanya: "Telah Kudengar doa dan permohonanmu yang kausampaikan ke hadapan-Ku; Aku telah menguduskan rumah yang kaudirikan ini untuk membuat
    nama-Ku tinggal di situ sampai selama-lamanya, maka mata-Ku dan hati-Ku akan ada di situ sepanjang masa.

    Kita menampung pribadi Tuhan dalam wujud:


    • Mata-Nya= perhatian, perlindungan, dan pemeliharaan Tuhan secara ajaib.
      Kalau sudah damai dan suci--mata kita melihat Tuhan--, mata Tuhan juga melihat kita.


    • Hati-Nya= kita merasakan kasih Tuhan sehingga bisa mengasihi Dia lebih dari semua, dan mengasihi sesama seperti diri sendiri bahkan mengasihi orang yang memusuhi kita.
      Kalau ada kasih, akan terjadi kesatuan dalam nikah dan penggembalaan.

      Tadi, kalau jujur dan percaya, kita akan mengalami awan kemuliaan Tuhan yang melindungi kita dari kehancuran. Semua menjadi lebih baik sampai sempurna seperti Dia.

      Sekarang, kita menampung mata, hati, dan nama Tuhan.


    • Nama-Nya= nama yang berkuasa untuk mengalahkan setan tritunggal.
      Filipi 2: 8-10
      2:8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
      2:9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
      2:10. supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit(setan) dan yang ada di atas bumi(nabi palsu) dan yang ada di bawah bumi(antikris),

      Setan tritunggal adalah sumber masalah, kalau dikalahkan berarti semua masalah selesai, air mata dihapus.

      Ada nama Yesus juga menunjuk pada kepemilikan--nama Mempelai Pria diberikan pada mempelai wanita--, artinya kita menjadi milik Tuhan yang tidak bisa diganggu gugat.


  3. Bait Allah di Yerusalem.
    Yohanes 2: 19-21
    2:19. Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."
    2:20. Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?"
    2:21. Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.

    Tadi Tabernakel Musa menampung awan kemuliaan Tuhan, Bait Allah Salomo menampung kemuliaan pribadi Tuhan, tetapi Bait Allah di Yerusalem tidak bisa menampung awan kemuliaan dan pribadi Tuhan--yang ditampung hanya uang dan lain-lain, sampai merpati dijual; sama dengan menampung roh jual beli, itulah rohnya antikris; hanya mencari keuntungan jasmani sampai mengorbankan yang rohani.

    Sekarang banyak gereja Tuhan dijadikan profesi untuk mencari keuntungan--jadi tempat kerja. Semua dinilai dengan uang--tahbisan jadi profesi.

    "Sejak tahun 1980 Pdt In Juwono berkata: 'Saya bisa bayar petugas keamanan, tukang pel untuk rumah Tuhan, tetapi saya tidak mau, karena ini merupakan tahbisan bukan profesi.'"

    Terlebih lagi gereja Tuhan dijadikan pasar, artinya: murahan--ke pasar pasti mencari yang murah--; siapa saja boleh melayani, yang penting dapat uang. Sebenarnya bangsa kafir bisa melayani Tuhan hanya karena kemurahan Tuhan, tetapi sekarang dibuat jadi murahan.

    Karena itu Tuhan beralih dari Bait Allah jasmani ke Bait Allah rohani/pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--'yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri'.

    Mari, biarlah kita jujur dan percaya--mengulurkan tangan kepada Tuhan--, maka Dia akan mengulurkan tangan lewat awan kemuliaan.
    Kemudian, suci dan damai, jangan bertengkar atau iri dan sebagainya, tetapi kita semua digembalakan. Kita hanya melihat Tuhan--mengulurkan tangan kepada Dia--, dan Dia mengulurkan tangan untuk memberikan mata, nama, dan hati-Nya.

    Yang terakhir, dari Bait Allah jasmani ke Bait Allah rohani harus terjadi perombakan/pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus--''Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali''.

    Apa yang dirombak? '46 tahun'--menunjuk pada kebanggaan. Dulu, mereka membangun Bait Allah selama 46 tahun bukan karena kurang dana, tetapi memang luar biasa. Sisa temboknya saja luar biasa. Karena itu mereka bangga sekali.

    Ini yang harus dirombak. Tidak boleh ada kebanggaan; jangan membanggakan sesuatu di dunia lebih dari Tuhan, tetapi tetap mengutamakan Dia lebih dari semua.

    Contoh: Lot. Saat keluar dari Sodom dan Gomora, Lot pasti lari bersama isterinya. Tetapi saat isteri Lot menjadi tiang garam, Lot tidak menoleh ke belakang untuk mencari isterinya. Seharusnya Lot otomatis menoleh untuk melihat isterinya yang tiba-tiba berhenti. Lot hebat, ia tetap melakukan perintah Tuhan--ia mengasihi Tuhan lebih dari semua. Ini yang dicari Tuhan.

    "Satu waktu saat masih SMA saya jalan di trotoar sambil menggoda-goda. Tidak boleh ditiru ya. Saya rangkulan dengan teman lelaki lalu mata melihat ke sana ke mari, tiba-tiba saya masuk ke dalam got. Teman saya langsung heboh untuk mencari saya. Itu sudah otomatis. Saya sudah hilang di bawah, lubang gotnya agak dalam untung airnya tidak dalam. Karena itu mata jangan melihat ke sana ke mari. Ini baru teman biasa, apalagi isterinya."

    Rombak kebanggaan menjadi RENDAH HATI DAN TAAT DENGAR-DENGARAN sampai daging tidak bersuara!
    Ini adalah mujizat rohani yang terbesar.

    Kita hanya mengulurkan tangan kepada Tuhan, maka Dia akan mengulurkan tangan untuk mengadakan mujizat jasmani.
    Contoh: saat menghadapi laut Kolsom, Tuhan perintahkan Musa untuk mengulurkan tangan.

    "Musa sudah panik, tetapi Tuhan hanya suruh ulurkan tangan. Kok enak. Saya pernah menghadapi jemaat yang pegawainya mati kena setrum listrik. Dia sudah takut kalau urusan dengan polisi. Saya jawab: 'Doa!' Dia marah: 'Kok enak, sudah mati, disuruh doa.' Tetapi untung dia berdoa. Sebentar lagi: 'Om, dia bangkit.'"

    Mujizat jasmani bisa terjadi dalam hidup kita: yang mustahil jadi tidak mustahil
    Tunggu waktu Tuhan!
    Yang penting: jujur dan percaya soal persepuluhan dan persembahan khusus.

    "Mulai dari saya dulu. Kalau saya tidak ada dasar persepuluhan ini, habislah saya. Dulu saya ditawari gereja besar dengan sistem gaji. Saya tidak mau. Dulu saya bekerja dan dapat gaji, sekarang mau digaji lagi. Tidak! Biar tinggal goyang-goyang kaki, saya tidak mau.
    Kemudian menghadapi hamba-hamba Tuhan juga pernah. Di GPT kami persepuluhan ke kas pusat, lalu hamba-hamba Tuhan yang mendengar firman dari sini mau memberikan persepuluhan kepada saya. Ada 70-100 hamba Tuhan. Saya bisa goyang-goyang kaki, tetapi saya tidak mau. Saya jawab: 'Jangan! Saya malah hancur. Kembalikan ke kas pusat!' Jangan salah soal persepuluhan. Dua kali saya diuji, semoga tetap kuat.
    "

    Kalau jujur dan percaya, kita akan mengalami awan kemuliaan, tidak hancur.
    Kemudian suci dan damai--mulai dalam rumah tangga jangan bertengkar apalagi jika kita dalam kesulitan--, ulurkan tangan kepada Tuhan, maka kita akan menampung mata, hati, dan nama-Nya.

    Terakhir, rombak kebanggaan menjadi taat den rendah hati. Tuhan akan mengulurkan tangan kepada kita, sehingga mujizat jasmani terjadi: yang mustahil menjadi tidak mustahil; yang hancur menjadi baik; yang busuk menjadi harum.
    Sampai kalau Yesus datang kembali kita sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya di awan-awan yang permai, kita masuk Yerusalem baru, di mana ada Bait Allah yang kekal.

Jangan menyembah berhala, tetapi persembahkan apa yang kita miliki sampai hidup kita untuk membangun Tabernakel.
Jujur dan percaya, suci dan damai, rendah hati dan taat. Sudah cukup. Kita mengulurkan tangan kepada Tuhan, dan Dia akan mengulurkan tangan kepada kita semua.

Apapun keadaan kita, ada awan kemuliaan Tuhan, pribadi Tuhan, dan tangan Tuhan yang diulurkan di tengah-tengah kita--zaman Musa, Salomo, dan perjanjian baru sudah terjadi, sekarang zaman akhir akan terjadi lagi.

Jangan iri kalau yang lain ditolong Tuhan! Kita juga pasti ditolong. Sabar menunggu waktu-Nya lewat jujur dan percaya--hati-hati soal keuangan--, suci dan damai, kemudian rendah hati dan taat. Jangan mengandalkan sesuatu di dunia, tetapi hanya Tuhan.

Jangan mengeluh pada siapapun tetapi hanya kepada Tuhan. Apa yang menjadi kendala, apa yang buruk, apa yang hancur? Semua akan menjadi baik, Tuhan tolong. Tidak ada yang mustahil bagi Dia; hidup kita ada di dalam tangan-Nya. Biar semua tidak menolong, hanya Dia harapan kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:25 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 26-28 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi & Jakarta)

  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top