English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 17 Oktober 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 31-46
= tentang penghakiman terakhir.
Malam ini kita membaca ayat 31, 34a
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan...

Ibadah Raya Surabaya, 21 Februari 2010 (Minggu Sore)
Matius 24: 51b
= berjaga-jaga dikaitkan dengan kemunafikan.

Matius 6:

= 3 macam ibadah:
memberi...

Ibadah Raya Surabaya, 10 Mei 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 31
= terdengar tiupan sangkakala yang dasyat bunyinya untuk menampilkan gereja Tuhan dalam kemuliaan...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 07 November 2013 (Kamis Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Yehezkiel 39:29
39:29 Aku tidak lagi menyembunyikan wajah-Ku...

Ibadah Raya Malang, 01 Desember 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:1-3 adalah judul/ kata pengantar.
...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 02 April 2011 (Sabtu Sore)
ad. 7. Sengsara salib mengenai pemakaman-Nya/penguburan-Nya.
Markus 15:42-45
20:42 Sementara itu hari mulai malam, dan...

Ibadah Raya Malang, 24 Juni 2012 (Minggu Pagi)
Matius 27 secara keseluruhan menunjuk pada 7 percikan darah di atas Tabut Perjanjian.
Sekarang artinya adalah...

Ibadah Persekutuan Kartika Graha Malang V, 21 Agustus 2014 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 30 Juni 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28:20b
28:20...

Ibadah Raya Surabaya, 30 September 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 16 Oktober 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:6-7
4:6 Dan di hadapan takhta...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 18 Maret 2010 (Kamis Sore)
Matius 25 ini dalam Tabernakel terkena pada tongkat Harun yang bertunas, berbunga, dan...

Ibadah Raya Surabaya, 11 Januari 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 29= keadaan pada waktu kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, yaitu terjadi kegoncangan...

Ibadah Raya Surabaya, 23 Desember 2018 (Minggu Sore)
Penyerahan Anak

Keluaran 15: 26
15:26. firman-Nya: "Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 26 Juni 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:13-15
7:13 Dan seorang dari antara...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 28 Oktober 2018 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Dalam kitab Wahyu 8: 1-5 ada dua keadaan yang kontras:

  1. Ayat 1-4= ketenangan setengah jam lamanya di sorga; perhentian yang semakin meningkat sampai ketenangan setengah jam lamanya di sorga, bahkan sampai hidup kekal. (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 16 September 2018 sampai Ibadah Doa Surabaya, 12 Oktober 2018).


  2. Ayat 5= kegoncangan yang semakin meningkat sampai kehancuran dan kebinasaan selamanya di neraka (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 Oktober 2018).

AD. 2: KEGONCANGAN

Wahyu 8: 5

8:5. Lalu malaikat itu mengambil pedupaan itu, mengisinya dengan api dari mezbah, dan melemparkannya ke bumi. Maka
meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi.

'meledaklah bunyi guruh, disertai halilintar dan gempa bumi'= kegoncangan.
Pada akhir zaman kita menghadapi suasana kegoncangan di bidang jasmani--ekonomi, kesehatan dan lain-lain, dan rohani--dosa-dosa sampai puncaknya dosa, ajaran palsu, ibadah pelayanan palsu--, termasuk kegoncangan dalam nikah--kawin campur, kawin cerai, kawin mengawinkan, anak-anak jatuh dalam dosa. Ini yang membuat anak Tuhan menjadi ketakutan, stres, dan mengarah pada kehancuran dan kebinasaan selamanya.
Ketakutan/stres adalah pembunuh utama secara jasmani dan rohani--kalau takut, akan kering rohani.

Bagaimana cara menghadapi kegoncangan-kegoncangan ini? Kita bukan mengurus kegoncangannya--semua harus terjadi--, tetapi kita harus hidup dalam ketenangan. Ini yang kita urus. Biar dunia goncang, yang penting kita hidup dalam ketenangan/damai sejahtera--seperti waktu Yesus menghadapi badai di tengah lautan, Ia berkata: Diam, tenang!
Seringkali kita salah, yaitu kita mengurus kegoncangannya, sampai kita tambah goncang.

Ada tiga langkah untuk bisa hidup dalam ketenangan/damai sejahtera:

  1. Roma 12: 18
    12:18. Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!

    Langkah pertama untuk mengalami ketenangan: kita harus berdamai dengan semua orang lewat dorongan pedang firman, yaitu saling mengaku dan mengampuni, artinya:


    • Kalau pedang firman menunjukkan kesalahan kita, kita bisa sadar, menyesal, dan mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Kalau ada dosa, hidup kita tidak akan bisa tenang. Sekalipun ekonomi tenang, kalau ada dosa, tidak akan bisa tenang, apalagi kalau ekonomi goncang, ditambah dengan dosa, akan tambah goncang.


    • Oleh dorongan pedang firman kita sadar kalau kita banyak kekurangan dan kelemahan sehingga mendorong kita untuk mengampuni dosa orang lain dan melupakannya; kalau kita tidak mengampuni kesalahan orang lain, kita juga tidak diampuni oleh Tuhan.


    Saat itu darah Yesus membasuh dosa-dosa kita, dan terdengar suara dari kayu salib: Sudah selesai.
    Yohanes 19: 28-30
    19:28. Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia--supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci--:"Aku haus!"
    19:29. Di situ ada suatu bekas penuh anggur asam. Maka mereka mencucukkan bunga karang, yang telah dicelupkan dalam anggur asam, pada sebatang hisop lalu mengunjukkannya ke mulut Yesus.
    19:30. Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.

    'anggur asam'= di ayat lain: anggur asam bercampur empedu--pahit getir.
    'Sudah selesai'= darah Yesus sudah membasuh dosa kita--menyelesaikan dosa-dosa kita--, dan sekaligus meminum segala ketakutan/kegelisahan/stres/pahit getir akibat dosa, sehingga kita tidak lagi merasakan ketakutan/stres/letih lesu dan beban berat tetapi kita mengalami damai sejahtera, dan hidup dalam kebenaran--'di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera'.

    Kalau itu bergantung pada diri kita, mari berdamai, sekalipun dia sudah berbuat yang merugikan kita. Selesaikan saja! Tidak usah diingat lagi. Kalau diingat, rugi dua kali: dia sudah berbuat sesuatu yang tidak baik kepada kita, kita sudah rugi, lalu kita tidak mengampuni dia/berdamai, rugi dua kali. Tetapi kalau kita mau berdamai, darah Yesus akan membasuh semua letih lesu dan beban berat termasuk ketakutan, stres, dan pahit/getir, sehingga kita bisa hidup dalam kebenaran; hidup dalam ketenangan.
    Sekalipun semua goncang kalau kita benar, kita akan tenang. Dan inilah yang membawa kita masuk dalam penggembalaan.
    Amsal 12: 26
    12:26. Orang benar mendapati tempat penggembalaannya, tetapi jalan orang fasik menyesatkan mereka sendiri.

    Kalau kita sudah hidup dalam kebenaran, maka kita bisa tergembala dengan benar dan baik.
    Syarat tergembala dengan benar dan baik:


    • Kita harus selalu berada di dalam kandang penggembalaan; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok: ibadah raya, ibadah pendalaman alkitab, dan ibadah doa.
      Di dalam kandang penggembalaan tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal sehingga tidak bisa dijamah oleh setan tritunggal.


    • Kita harus selalu makan firman penggembalaan, artinya mendengar dan taat dengar-dengaran pada suara gembala/firman penggembalaan.
      Firman penggembalaan adalah makanan yang benar/firman pengajaran yang benar, yang Tuhan percayakan kepada seorang gembala untuk disampaikan kepada sidang jemaat dengan setia, berkesinambungan, teratur, dan diulang-ulang untuk menjadi makanan bagi sidang jemaat, sehingga kita ada kekuatan--tetap mengikut dan melayani Yesus sampai Dia datang; tidak rebah di tengah jalan.

      Firman Tuhan yang disampaikan dengan berurutan adalah firman yang paling murni, tidak bisa dibelok-belokan Kalau tidak berurutan, saat tidak ada uang, lalu menyampaikan firman tentang persepuluhan dan sebagainya.

      Kalau tidak makan tetapi dipaksa kerja, akan rebah dan pingsan.


    Kita selalu berada di kandang dan menikmati firman penggembalaan, bagaikan dibaringkan di atas rumput.
    Mazmur 23: 1-2
    23:1. Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
    23:2. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;

    'Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau'= benar-benar mantap dalam penggembalaan--duduk; tidak bisa jatuh--, bahkan sampai berbaring, artinya menikmati penggembalaan.
    Mulai dari gembala. Kalau gembala sendiri tidak menikmati penggembalaan, bagaimana jemaat mau menikmati penggembalaan? Gembala dulu yang mantap dan berbaring, melayani dengan nikmat, nanti jemaat juga akan menikmati penggembalaan.

    Kalau sudah mantap dalam penggembalaan dan menikmati penggembalaan, maka posisi kita sama seperti ANAK AYAM DI BAWAH KEPAK SAYAP INDUKNYA.
    Matius 23: 37
    23:37. "Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau.

    Sekalipun ada jagung, anak ayam tidak bisa makan, apalagi tidak ada jagung--bukan bergantung ada jagung atau tidak, tetapi ada induk atau tidak. Kalau ada induk, dia yang berusaha dan anaknya akan diberi makan.

    Kalau sudah mantap dam penggembalaan dan menikmati penggembalaan, hasilnya:


    • Ketenangan/damai sejahtera sekalipun banyak musuh; ketenangan di tengah goncangan dunia.
      Padang rumput dijaga binatang buas; kalau padang rumput kering, tidak ada binatang buas. Tetapi kalau padang rumput hijau, rusa akan datang, singa datang dan sebagainya.

      Singa sudah siap, tetapi kita tenang saja berbaring karena ada sayap induk ayam, itulah Tuhan Gembala Agung. Ini yang menaungi kita.

      Berdamai, karena dosa yang membuat tidak tenang. Sudah benar dan baik, setelah itu kita mantap dalam penggembalaan dan menikmati penggembalaan. Kita benar-benar tenang di tengah kegoncangan dunia sekalipun.


    • 'takkan kekurangan aku'= kenyang--pemeliharaan secara berlimpah dari Tuhan.
      Anak ayam tidak berdaya apa-apa--semakin antikris berkuasa, kita akan semakin sulit.
      Kalau hanya bergantung pada ijazah, perusahaan, penghasilan, kita akan semakin menghadapi kesulitan, karena antikris semakin berkuasa.

      Karena itu kita tidak bisa bergantung pada kekuatan dunia, tetapi tetap bergantung pada dua sayap induk ayam--dua tangan Tuhan yang memeluk kita.

      Bukti kita bergantung pada sayap induk ayam adalah tergembala--berdamai, hidup benar, dan tergembala; kita memperhatikan kandang penggembalaan dan suara gembala. Ini yang membawa kita berada di bawah kepak sayap induknya. Kita punya perusahaan, gaji, tetapi semua dari Tuhan, bukan dari dunia. Kalau dari dunia, semua akan semakin sulit.

      Tuhan Gembala yang baik bertanggung jawab untuk memelihara kehidupan kita yang kecil tak berdaya di tengah kesulitan dunia secara ajaib, sampai zaman antikris berkuasa di bumi, bahkan sampai hidup kekal selamanya.

      Di dalam penggembalaan ada pemeliharaan Tuhan.
      Jaminannya adalah Gembala yang baik rela mati; menyerahkan nyawa-Nya supaya kita hidup tenang dan terpelihara--berkelimpahan--, sampai hidup kekal. Jangan ragu-ragu!


    Ada goncangan apapun, selesaikan dosa; berdamai--dosa inilah yang membuat goncang--, kemudian mantap dalam penggembalaan dan menikmatinya. Sayap induk ayam--menunjuk pada Tuhan Gembala Agung--yang akan menghidupi kita.


  2. Hagai 2: 1-10
    2:1. pada hari yang kedua puluh empat dalam bulan yang keenam. Pada tahun yang kedua zaman raja Darius,
    2:2. dalam bulan yang ketujuh, pada tanggal dua puluh satu bulan itu, datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai, bunyinya:
    2:3. "Katakanlah kepada Zerubabel bin Sealtiel,
    bupati Yehuda, dan kepada Yosua bin Yozadak, imam besar, dan kepada selebihnya dari bangsa itu, demikian:
    2:4. Masih adakah di antara kamu yang telah melihat Rumah ini dalam kemegahannya semula? Dan bagaimanakah kamu lihat keadaannya sekarang? Bukankah keadaannya di matamu seperti tidak ada artinya?

    2:5. Tetapi sekarang, kuatkanlah hatimu, hai Zerubabel, demikianlah firman TUHAN; kuatkanlah hatimu, hai Yosua bin Yozadak, imam besar; kuatkanlah hatimu, hai segala rakyat negeri, demikianlah firman TUHAN; bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN semesta alam,
    2:6. sesuai dengan janji yang telah Kuikat dengan kamu pada waktu kamu keluar dari Mesir. Dan Roh-Ku tetap tinggal di tengah-tengahmu. Janganlah takut!
    2:7. Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat;
    2:8. Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam.
    2:9. Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam.
    2:10. Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman TUHAN semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera, demikianlah firman TUHAN semesta alam."

    'bupati Yehuda, dan Yosua bin Yozadak, imam besar'= raja dan imam.
    Di sini ada kegoncangan, apa yang dilakukan? Membangun Bait Allah jasmani. Jadi kalau kita menghadapi goncangan, jangan berkata: Tidak ibadah, om, masih goncang. Salah! Justru saat menghadapi kegoncangan, kita masuk dalam pembangunan Bait Allah rohani. Biar Tuhan yang mengurus semuanya.

    Langkah kedua untuk mengalami ketenangan: kita harus aktif dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--Rumah Allah rohani.

    Siapa yang bisa membangun tubuh Kristus? Imam dan raja.
    Jadi kita harus menjadi imam dan raja yang dipakai oleh Tuhan dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, mulai dari dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.
    Justru di tengah goncangan tunjukkan kalau kita sungguh-sungguh melayani, jangan hanya waktu diberkati!

    Jangan pasif dalam pembangunan tubuh Kristus! Daud jalan-jalan di sotoh, sementara yang lain berperang, dan akhirnya ia jatuh dengan Batsyeba. Bahaya! Bukan hanya goncang, tetapi juga jatuh.
    Sebaliknya, mungkin kita menghadapi kegoncangan, tetapi kalau kita aktif dalam pembangunan tubuh Kristus, Dia akan memberikan damai sejahtera kepada kita--'dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera'.

    Syarat seorang imam adalah kesucian.
    Bagaimana kita bisa suci?
    Keluaran 29: 1-2, 7
    29:1. "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku: Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua ekor domba jantan yang tidak bercela,
    29:2.
    roti yang tidak beragi dan roti bundar yang tidak beragi, yang diolah dengan minyak, dan roti tipis yang tidak beragi, yang diolesi dengan minyak; dari tepung gandum yang terbaik haruslah kaubuat semuanya itu.
    29:7. Sesudah itu kauambillah
    minyak urapan dan kautuang ke atas kepalanya, dan kauurapilah dia.


    • Penebusan.
      Dulu membawa lembu jantan, domba jantan untuk menyucikan. Sekarang sudah digenapi oleh kurban Kristus.
      Kita manusia berdosa bisa jadi imam lewat ditebus oleh darah Yesus.


    • Roti yang tidak beragi= firman pengajaran yang menyucikan.
    • Ayat 7= dulu imam, raja, dan nabi diurapi dengan minyak urapan yang terbuat dari minyak zaitun ditambah rempah-rempah, tetapi sejak Yesus mati di kayu salib, bangkit, dan naik ke sorga, tidak perlu lagi minyak tetapi langsung dari sorga--Yesus adalah Pembaptis Roh Kudus. Hamba Tuhan hanya membantu, tetapi yang membaptis Yesus sendiri.

      Kalau kita sudah ditebus dan disucikan oleh firman, kita akan mengalami urapan Roh Kudus, sehingga kita selalu hidup dalam kesucian, dan dipercaya jabatan pelayanan.


    Apa yang harus disucikan?
    2 Timotius 2: 20-26

    2:20. Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia.
    2:21. Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.
    2:22. Sebab itu
    jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.
    2:23. Hindarilah soal-soal yang dicari-cari, yang bodoh dan tidak layak. Engkau tahu bahwa soal-soal itu menimbulkan
    pertengkaran,
    2:24. sedangkan seorang
    hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar
    2:25. dan dengan
    lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran,


    • Nafsu orang muda= dosa kenajisan yaitu dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan.

      "Di Lempin-El 'Kristus Ajaib' selama pendidikan tidak boleh pacaran--pacaran juga termasuk nafsu orang muda--, supaya fokus untuk dididik jadi hamba Tuhan."


    • Dosa kejahatan=


      1. Pertengkaran baik lewat kata-kata maupun lainnya.
        Seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar; seorang yang suka bertengkar tidak boleh menjadi imam-imam, karena membuat kerusuhan.

        Seorang gembala harus ramah, lemah lembut, dan sabar, supaya cakap mengajar; menyediakan firman Allah yang bisa dinikmati oleh sidang jemaat; jemaat bisa makan, tidak bingung. Ini pelajaran bagi seorang gembala. Sabar di sini adalah sabar menderita.

        "Guru saya berkata: Kalau mau menolong harus siap digantung, seperti Yesus digantung di kayu salib untuk menolong. Harus sabar! Tujuannya baik, tetapi sudah digosipkan macam-macam--digantung--, tetap harus sabar."

        Penggembalaan bukan soal gembalanya baik pada kita. Kalau seperti itu, belum tentu tergembala. Yudas sangat kenal dengan Yesus bahkan dipercaya sebagai bendahara, ternyata ia tidak tergembala.

        Tergembala artinya kita bisa makan. Setiap gembala menyampaikan firman kita bisa mengerti. Mungkin baru mengerti sedikit, pelan-pelan, karena itu firman diulang-ulang. Seperti dulu kita sekolah kalau gurunya tidak mau mengulang-ulang, muridnya akan bingung.

        Kalau belum mengerti firman, tetap dengar, jangan malah berhenti, tetapi tekuni saja, lama-lama kita lebih bisa mengerti. Doakan kami gembala!
        Kita pelayan Tuhan juga harus ramah, lemah lembut, dan sabar.


      2. Dosanya Yudas yaitu kikir dan serakah.


    Kita disucikan dari roh najis dan roh jahat sehingga imam-imam tampil seperti perak dan emas.
    Kalau asal melayani, saat api menyambar--kegoncangan datang--, ia akan terbakar, tetapi emas dan perak justru semakin murni.

    2 Timotius 2: 20
    2:20. Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia.

    Amsal 10: 20
    10:20. Lidah orang benar seperti perak pilihan, tetapi pikiran orang fasik sedikit nilainya.

    Perak artinya jujur:


    • Ya katakan: ya, tidak katakan: tidak, benar katakan: benar, tidak benar katakan: tidak benar, apapun resikonya, terutama jujur soal pengajaran yang benar. kalau benar, kita dukung dan praktikkan, kalau tidak benar, kita menyingkir, jangan musuhi atau bertengkar.

      kalau sudah jujur soal Tuhan/pengajaran yang benar, bisa diharapkan jujur dalam segala hal.


    • Mengaku apa adanya; tidak ada yang disembunyikan.


    Emas= tabiat ilahi yaitu taat dan setia sampai daging tidak bersuara lagi--seperti Yesus taat dan setia sampai mati di kayu salib.

    Jadi emas dan perak adalah hamba/pelayan Tuhan yang suci, setia, taat, dan jujur.
    Ini yang akan dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir, bukan pandai/bodoh, kaya/miskin.

    "Seorang hamba Tuhan senior bersaksi di saat dia mau meninggal dunia: Firman yang saya sampaikan pada setiap fellowship bahwa tiang penopang dari gereja Tuhan bukan orang kaya tetapi orang suci. Hamba Tuhan ini benar-benar mengakui: Ini yang benar. kesucian tidak pernah habis. Biarlah kita berusaha untuk jadi perak dan emas."

    Kalau tidak suci, kita hanya jadi rumput yang pasti terbakar pada zaman antikris; tidak tahan uji. Ini yang benar-benar harus kita sadari.
    Nanti akan ada api ujian dari Tuhan, tetapi emas dan perak akan bertambah murni, sedangkan rumput terbakar habis.

    Untuk menghadapi api ujian--api ujian dan nyala api siksaan--, kita harus menjadi imam yang suci, setia, taat, dan jujur--semakin goncang kita semakin murni.
    Mazmur 68: 14
    68:14. Maukah kamu berbaring di antara kandang-kandang? Sayap-sayap merpati bersalut dengan perak, bulu kepaknya dengan emas berkilau-kilauan.

    Kalau sudah menjadi perak dan emas--suci, setia, taat, dan jujur; tahan uji--, kita akan memiliki SAYAP MERPATI. Tadi, kalau mantap dalam penggembalaan kita akan memiliki sayap induk ayam yang menolong kita untuk menghadapi musuh-musuh.

    Mazmur 55: 7-9
    55:7. Pikirku: "Sekiranya aku diberi sayap seperti merpati, aku akan terbang dan mencari tempat yang tenang,
    55:8. bahkan aku akan lari jauh-jauh dan bermalam di padang gurun. Sela
    55:9. Aku akan segera mencari tempat perlindungan terhadap angin ribut dan badai."

    Untuk apa sayap merpati? Melintasi badai lautan dunia sehingga:


    • Kita merasa teduh; tenang dan damai sejahtera. Semua mengeluh tetapi kita enak dan ringan. Ini tidak bisa diterangkan dengan kata-kata, tetapi semoga menjadi pengalaman kita.


    • Semua masalah yang mustahil selesai. Dengan diam dan tenang--kesucian--, semua masalah akan selesai.
    • Kita menjadi milik Tuhan selamanya.
      Hagai 2: 9
      2:9. Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam.


    Hadapi kegoncangan darat, laut, dan udara dengan ketenangan! Kita tidak bisa melawan kegoncangan, karena itu kita hidup dalam ketenangan. Kalau sudah tenang, biar Tuhan yang berperang ganti kita.

    Jaga ketenangan! Bagaimana caranya? Hari-hari ini berdamai, jangan bermusuhan atau menambah dosa tetapi selesaikan dosa, sampai Yesus berseru: Sudah selesai. Dosa kita selesai, rasa takut, stres, pahit getir, dan letih lesu--anggur asam--sudah diminum oleh Yesus. Kita akan mengalami damai sejahtera dan bahagia, kita digembalakan dan ada sayap induk ayam. Kita mengalami pemeliharaan Tuhan yang ajaib.

    Kemudian, saat menghadapi kegoncangan jangan berhenti beribadah melayani, tetapi justru masuk, yang belum jadi imam mari menjadi imam dan raja yang suci, setia, taat, dan jujur--perak dan emas--sehingga kita memiliki sayap merpati untuk melintasi badai lautan dunia.


  3. Lukas 21: 25-28
    21:25. "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
    21:26. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.
    21:27. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
    21:28. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat."

    'Orang akan mati ketakutan'= stres adalah pembunuh utama manusia secara jasmani dan rohani.

    "Saya bertemu di satu tempat dengan orang pandai, sudah kerja, perusahaannya sudah lumayan, tetapi kena batu ginjal. Tidak tahu bagaimana ceritanya, sudah parah baru dia menghadap. Dia sampai sakit semua dan berhenti bekerja. Itulah stres; secara jiwa dia terbunuh, tidak bisa lagi mau beribadah, dan secara jasmani dia juga terancam.
    Saya bersaksi kepada dia: 'Pak, saya beberapa tahun ini dokter sudah mengatakan saya ini penuh batu: batu ginjal, batu empedu, semua ada batunya. Saya tenang, pak. Tidak usah takut! Terakhir diperiksa, sudah hilang semua.' Tenang saja, tidak usah dipikir! Bukan maksudnya diremehkan juga. Tetap jaga makan, selanjutnya serahkan pada Tuhan.
    Saya pengalaman saat isteri saya masih mengandung, saya berkata: 'Mati aku malam ini.' Saya baca alkitab tentang raja Hizkia minta Tuhan perpanjang umur saya. Tetapi saya tidak tenang. Jam dua pagi, saya telepon mertua saya, beliau angkat, saya berkata: 'Pa, sudah mati saya, kena jantung.': 'Tenang!' Itu jawaban pertama. Saya diajak doa, sudah tenang, besok diperiksa, ternyata infeksi tenggorokan. Bayangkan! Kalau ingat itu, saya berkata: 'Saya tidak layak jadi hamba Tuhan, kasihan jemaat.' Setelah kejadian itu jemaat ada apa-apa, saya katakan: Tenang saja. Ada virus? Tenang saja. Memang mau diapakan juga? Kita tidak mungkin memasukkan virus sendiri, tetapi kalau ada virus, hadapi dengan tenang. Jaga makan, dan serahkan pada Tuhan. Dia sanggup menolong kita. Biarpun orang berkata: Mati dia, biar saja. Kalau mati, juga dari Tuhan, jangan dari orang. Tetapi kalau Tuhan kehendak kita panjang umur, terserah, serahkan semua kepada Tuhan.
    "

    Langkah ketiga untuk mengalami ketenangan: 'bangkit dan angkat mukamu'= jangan putus asa, tetapi memandang wajah Yesus; menyembah Dia.

    Kekurangan gereja Tuhan adalah tidak mau menyembah.
    Wahyu 12: 17
    12:17. Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah(meja roti sajian) dan memiliki kesaksian Yesus(pelita emas).

    Sudah memiliki meja roti sajian dan pelita emas tetapi tidak ada mezbah dupa emas. Ini yang jadi sasaran dari antikris.
    Kita kurang menyembah Tuhan sehingga seringkali kita menghadapi kegoncangan. Kalau tidak memandang Yesus, pasti memandang gelombang dan lainnya, sehingga kita goncang.

    Kalau memandang Yesus kita akan tenang. Mari banyak menyembah!
    Yohanes 4: 23-24
    4:23. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
    4:24. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

    Penyembahan yang benar didorong oleh kebenaran--firman yang menyucikan--dan roh--urapan Roh Kudus.
    Yohanes 17: 17
    17:17. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

    Kebenaran adalah sesuatu yang menyucikan; kebenaran adalah firman Tuhan.
    Kalau digabung, kebenaran adalah firman yang menyucikan--pedang firman yang diulang-ulang, yang mengarahkan kita pada penyembahan.

    Firman pengajaran dan urapan Roh Kudus akan menjadi DUA SAYAP DARI BURUNG NASAR YANG BESAR.

    Semakin kesucian bertambah, penyembahan akan bertambah, dan dua sayap akan bertambah besar.

    Proses dua sayap burung nasar menjadi besar:


    • Kesucian bertambah, doa penyembahan meningkat, sayap akan meningkat. Karena itu ada doa puasa dan doa semalam suntuk.
    • Ulangan 32: 11-15
      32:11. Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya,
      32:12. demikianlah TUHAN sendiri menuntun dia, dan tidak ada allah asing menyertai dia.
      32:13. Dibuat-Nya dia berkendaraan mengatasi bukit-bukit di bumi, dan memakan hasil dari ladang; dibuat-Nya dia mengisap madu dari bukit batu, dan minyak dari gunung batu yang keras,
      32:14. dadih dari lembu sapi dan susu kambing domba, dengan lemak anak-anak domba; dan domba-domba jantan dari Basan dan kambing-kambing jantan, dengan gandum yang terbaik; juga darah buah anggur yang berbuih engkau minum.
      32:15. Lalu menjadi gemuklah Yesyurun, dan menendang ke belakang, --bertambah gemuk engkau, gendut dan tambun--dan ia meninggalkan Allah yang telah menjadikan dia, ia memandang rendah gunung batu keselamatannya.

      Yang kedua: lewat ujian/goncangan.

      Rajawali bersarang di tempat tinggi--gunung batu. Induknya bertelur, dan setelah menetas induknya memberi makan. Sesudah anaknya agak besar, induknya akan menggoyangbangkitkan isi sarangnya, sehingga anaknya jatuh. Kalau belum bisa terbang, induknya akan mengembangkan sayapnya untuk menampung anaknya. Diberi makan lagi, dan satu waktu kembali ia menggoyangbangkitkan isi sarangnya. Begitu seterusnya sampai anaknya bisa terbang--sudah besar.

      Kalau tidak ada ujian, sayap tidak akan bisa besar. Jangan marah saat menghadapi ujian!

      Bagaimana sayap bisa semakin besar?


      1. Kalau tidak ada ilah lain saat menghadapi ujian, artinya kita tidak berharap pada yang lain tetapi hanya kepada Tuhan. Ini berarti sayap kita sudah besar.


      2. Kita sudah berbahagia saat menghadapi ujian; tidak mengeluh tetapi bisa menikmati.
        Ini tidak bisa diterangkan.

        "Dulu kalau saya mendapatkan satu fitnahan, saya marah dan saya hadapi, makanya sayapnya kecil terus. Tidak bisa terbang tinggi. Ketika sudah bahagia, sudah bisa melambung tinggi. Pokoknya saya koreksi diri. Dia bicara apa, kalau tidak benar, terserah. Itu sayap sudah besar, tidak terpengaruh lagi."

        Tuhan berkata: Berbahagialah orang lapar. Kalau sudah bahagia saat lapar, kita akan dikenyangkan oleh Tuhan; sudah selesai, dan sayapnya sudah besar.
        Kalau sedih saat lapar, tidak akan dikenyangkan oleh Tuhan.


      Harus ada ujian! Jangan salah paham!


    Kegunaan dua sayap burung nasar:


    • Wahyu 12: 14
      12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

      Kegunaan pertama: menyingkirkan kita ke padang gurun, jauh dari mata antikris yang berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.

      Perusahaan, gaji tidak bisa menolong kita. Yang bisa menolong hanya dua sayap dari burung nasar. Kita dipelihara secara langsung oleh Tuhan lewat firman pengajaran dan perjamuan suci. Dulu bangsa Israel dipelihara dengan manna.

      Karena itu ibadah pendalaman alkitab, penting, sebagai latihan untuk menyingkir ke padang gurun.
      Kita tetap kerja dan kuliah, tetapi utamakan Tuhan/ibadah pelayanan dan penyembahan--puncak ibadah pelayanan. Itu tanda kita bukan hidup dari gaji, tetapi dua sayap dari burung nasar yang besar.


    • Yesaya 40: 29-31
      40:29. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
      40:30. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
      40:31. tetapi
      orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

      Kegunaan kedua: memberikan kekuatan ekstra--kuat teguh hati--untuk mampu menantikan kedatangan Tuhan yang kedua kali.

      Kuat teguh hati artinya:


      1. Kita tidak letih lesu dan berbeban berat tetapi tetap mengalami damai sejahtera; semua enak dan ringan. Jaga damai!
      2. Tidak kecewa, tersandung, dan terjatuh, tetapi tetap hidup benar dan suci.
      3. Tidak kecewa dan putus asa, tetapi tetap menyembah Tuhan.
        Contoh:


        1. Sadrakh, Mesakh, dan Abednego berkata: Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."
          Hasilnya: Tuhan beserta mereka, dan Dia berikan semuanya.


        2. Wanita yang sakit pendarahan berkata: Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.
          Hasilnya: Tuhan memberikan kesembuhan.


      Kesempatan ini biarlah ada dua sayap dari burung nasar yang besar, yang melingkupi kita sampai kita damai. Mari menyembah Dia!
      Apa yang kita hadapi hari-hari ini, Tuhan sanggup menyelesaikannya. Tuhan jadikan semua berhasil dan indah pada waktunya, sampai kalau Dia datang kembali kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia; dua sayap dari burung nasar yang besar mengangkat kita ke awan-awan yang permai. Kita bertemu Dia selama-lamanya

Hari-hari ini sungguh-sungguh kita dalam ketenangan.
Dilingkupi Tuhan sama dengan dipeluk tangan Tuhan. Sayap induk ayam, sayap merpati, dan sayap burung nasar--sayap dari Allah Tritunggal--menaungi kita semua.

Jujur di hadapan Tuhan apa keadaan kita hari-hari ini. Tidak tenang, ada kekuatiran, ketakutan, kepahitan, letih lesu, beban berat, kekecewaan, keputusasaan? Dia tidak membiarkan kita. Ada kejatuhan-kejatuhan? Tuhan akan mengangkat. Ada kemustahilan? Dia mampu. Ada masa depan yang suram dan gagal? Dia mampu. Ada sayap yang terkulai, susah, hampir putus asa? Berseru kepada Tuhan. Yang sudah berhasil jangan sombong, badai datang sekonyong-konyong. Tetap dalam tangan Tuhan!

Tangan orang tua, suami, isteri, anak-anak, gembala, domba, terbatas. Hanya tangan Tuhan yang tidak terbatas. Jangan kecewa kalau suami, isteri, anak, orang tua tidak bisa menolong! Justru hanya Tuhan yang menolong kita.

Kaum muda, berseru pada Tuhan! Bapak-bapak, ibu-ibu, jangan ada ilah lain; jangan ada yang diharapkan, jangan berputus asa. Serahkan semua kepada Tuhan sampai kita terangkat di awan-awan!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18-20 Juni 2019
    (Ibadah Kunjungan di Bagan Batu)

  • 02-03 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top