English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Doa Malang, 20 November 2012 (Selasa Sore)
Pembicara: Pdm. Dadang Hadi Santoso

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Mazmur 62:2-3
62:2 Hanya...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 06 Maret 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:10-11
Dari perikop ini, kita bisa mempelajari...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Februari 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 29-31
= keadaan pada waktu kedatangan Tuhan yang kedua kali. Kita masih membaca keadaan pertama...

Ibadah Raya Malang, 06 Mei 2018 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 7:4-8
7:4 Dan aku...

Ibadah Raya Malang, 28 Februari 2016 (Minggu Pagi)
Bersamaan Penataran IV Imam dan Calon Imam

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus....

Ibadah Paskah Surabaya, 01 April 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat paskah, selamat mendengarkan firman TUHAN....

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 13 Februari 2016 (Sabtu Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Baptisan Air.

Salam sejahtera dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:28-36 tentang Yesus...

Ibadah Doa Malang, 16 Oktober 2018 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 3:1
3:1 Adapun Musa, ia biasa...

Ibadah Kaum Muda Malang, 20 Juni 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:14-16 adalah NUBUAT TENTANG ANTIKRIS.

Sikap untuk...

Ibadah Raya Surabaya, 25 September 2016 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah bahagia...

Ibadah Doa Surabaya, 08 Juli 2009 (Rabu Sore)
Matius 24: 32-35 = NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL.
Pohon ara ini ditampilkan dari jaman ke jaman: jaman...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 17 September 2011 (Sabtu Sore)
Markus 16 menunjuk tentang kebangkitan Tuhan atau sinar kemuliaan Tuhan. Tuhan bangkit dalam tubuh kemuliaan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 2 Februari 2012 (Kamis Sore)
PENATARAN IMAM DAN CALON IMAM III

Matius 26:57-68 adalah tentang "SAKSI dan...

Ibadah Doa Malang, 08 Mei 2012 (Selasa Sore)
Matius 26:69-75 berjudul Petrus menyangkal Yesus.

Tiga kali Petrus menyangkal Yesus:

Ibadah Raya Surabaya, 10 Juni 2018 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya,14 Januari 2018 (Minggu Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Wahyu 7: 1
7:1. Kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon.

Satu waktu angin tidak bertiup lagi (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 10 Desember 2017).

Siapakah angin ini--pengertian tentang angin--?
Yohanes 3: 5-8
3:5. Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.
3:6. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
3:7. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
3:8.
Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."

Angin adalah kehidupan yang lahir baru dari air dan Roh--mengalami baptisan air dan Roh Kudus--sehingga ia memiliki kehidupan baru/hidup sorga yaitu hidup dalam kebenaran; bisa menghampakan diri--ada tetapi merasa tidak ada--dan taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara (melakukan kehendak Tuhan, itulah pelayan Tuhan)--ditiup ke mana ke sanalah angin pergi.
Di Getsemani Yesus berkata: Jika boleh lalukan cawan ini dari pada-Ku, tetapi bukan kehendak-Ku yang jadi melainkan kehendak-Mu.

Angin bertiup adalah hamba/pelayan Tuhan yang diutus oleh Tuhan untuk membawa keharuman Kristus, disertai kesegaran dan kehidupan kekal lewat:

  • Kabar baik/firman penginjilan, untuk membawa orang-orang berdosa supaya percaya Yesus dan diselamatkan.
    Manusia berdosa itu busuk, apalagi bangsa kafir yang seperti anjing--mulutnya bau--dan babi--perbuatannya bau. Tetapi kalau ditiup oleh keharuman Kristus lewat Injil keselamatan, ia bisa berbau harum; percaya Yesus, diselamatkan dan hidup benar.

    Tetapi belum cukup. Ada susu untuk bayi-bayi--percaya Yesus--, tetapi untuk kedewasaan harus ada makanan keras/firman pengajaran.


  • Kabar mempelai/firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua, untuk membawa orang-orang yang sudah selamat supaya disucikan dan diubahkan sampai sempurna seperti Yesus.

Inilah hamba/pelayan Tuhan yang dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna; mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.
Kita harus bertiup! Kalau tidak, percuma, akan panas, bau--berbuat dosa lagi--, dan kalau dibiarkan akan mati binasa.

Kita adalah angin, karena itu kita harus bertiup--harus dipakai Tuhan dalam pembangunan tubuh Kristus--, mulai dari dalam nikah; memberi kesegaran dalam nikah. Kemudian dalam penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna. Jangan lengah! Seperti Daud, yang lain berperang, dia jalan-jalan dan akhirnya jatuh. Karena itu dalam ibadah kunjungan, kita tetap satu tubuh; ada yang berangkat, ada yang tinggal. Yang tinggal berdoa untuk yang berangkat supaya mendapatkan kekuatan dari Tuhan.

Tetapi sayang, ada angin yang tidak bertiup, itulah hamba/pelayan Tuhan yang tidak setia bahkan meninggalkan ibadah pelayanan kepada Tuhan; tidak mau sampai tidak bisa beribadah melayani Tuhan; ibadah pelayanannya ditolak oleh Tuhan. Tidak ada ketenangan/kedamaian dalam hidupnya oleh karena panasnya hawa nafsu daging, panasnya dunia, sebentar lagi berbuat dosa, sampai binasa selamanya.

Kita mempelajari contohnya, yaitu si sulung dan si bungsu.
SI SULUNG
Lukas 15: 25-32
15:25. Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.
15:26. Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.
15:27. Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.
15:28.
Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.
15:29. Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
15:30. Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.
15:31. Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.
15:32. Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali."

'berada di ladang'= bertiup/melayani.
'dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian'= ada pesta di rumah bapa; menunjuk pada pesta nikah Anak Domba dan Yerusalem baru.
Sudah bertiup/melayani, sekarang mau pulang lewat perjamuan kawin Anak Domba di awan-awan yang permai sampai masuk Yerusalem baru--suasana pesta sorga.

'Maka marahlah anak sulung itu'= ini salahnya, yaitu ada pesta tetapi marah, seharusnya senang.

Si sulung bekerja di ladang bapa tetapi tidak bisa masuk pesta. Ini yang bahaya.
Ini menunjuk pada hamba/pelayan Tuhan yang bekerja di ladang Tuhan--beribadah melayani Tuhan--tetapi tidak sampai masuk pesta nikah Anak Domba dan Yerusalem baru; binasa selamanya.
Mengapa demikian? Karena tidak punya pakaian pesta--dalam injil Matius 22, ada orang tidak punya pakaian pesta sehingga tidak boleh masuk pesta.

Tidak punya pakaian pesta= hanya pakaian biasa= melayani dengan kebiasaan, tidak ada gunanya.

Kita sudah melayani, bagus, tetapi dengan pakaian apa? Pakaian pesta atau hanya kebiasaan?
Tanda melayani dengan kebiasaan:

  1. Lukas 15: 28
    15:28. Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.

    Tanda pertama melayani dengan kebiasaan: marah, iri hati karena orang lain diberkati Tuhan secara jasmani dan rohani.

    Kalau pakaian pesta, tidak akan terpengaruh oleh apapun yang jasmani.
    Ini aneh, biasanya yang kecil iri pada yang besar, tetapi di sini yang sulung iri pada yang bungsu. Hati-hati!
    Ini yang bahaya, yaitu yang terdahulu mau menjadi terkemudian terus karena iri dan marah. Kita harus hati-hati! Yang sudah lebih dulu di kabar mempelai harus hati-hati karena justru yang baru dalam kabar mempelai bisa mendahului karena kita seringkali iri hati dan marah kalau orang lain diberkati secara jasmani dan rohani.

    Iri hati sama dengan menghina berkat, pemakaian dan kemurahan Tuhan atas hidupnya, karena sebenarnya ia juga dipakai secara rohani. Kalau seperti ini, ngeri, karena tidak ada pemberian yang lebih besar dari anugerah Tuhan--apalagi bagi kita bangsa kafir. Kalau dihina, benar-benar kebinasaan.

    Jangan sampai marah dan iri hati karena berkat jasmani dan rohani! Semua dipakai dan diberkati Tuhan! Kalau kita benar-benar berpakaian pesta dalam pelayanan, sungguh-sungguh melayani dalam suasana sorga, baru menghirup napas saja kita sudah bersyukur pada Tuhan; yang duniawi hanya seperti mainan, ada silakan, tidak ada silakan; tidak bangga, tidak kecewa juga. Tidak ada marah atau iri hati tetapi selalu mengucap syukur pada Tuhan.


  2. Lukas 15: 29-30
    15:29. Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
    15:30. Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.

    Tanda kedua melayani dengan kebiasaan: selalu memakai kebenaran sendiri sehingga menghakimi/menyalahkan orang lain.
    Ini adalah pakaian daun ara--seperti Adam dan Hawa menutupi ketelanjangannya.
    Kebenaran sendiri= menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain dan Tuhan/pengajaran yang benar.


  3. Lukas 15: 29, 28
    15:29. Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
    15:28. Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.

    Ayat 29: 'belum pernah aku melanggar perintah bapa', tetapi di ayat 28: 'ia tidak mau masuk', berarti sekarang ia melanggar perintah bapa.

    Tanda ketiga melayani dengan kebiasaan: melanggar perintah Tuhan (tidak taat dengar-dengaran), yaitu tidak mau masuk rumah pesta.
    Artinya: beribadah melayani Tuhan dengan ketidaktaatan; tidak melakukan kehendak Bapa/firman pengajaran yang benar. Ini sama dengan beribadah melayani menurut kehendak dagingnya sendiri, perasaannya sendiri. Berat sekali, bertentangan dengan firman.

    Hati-hati dengan penyakit merasa! Merasa diberkati seperti jemaat Laodikia, padahal miskin, melarat.
    Merasa dipakai bernubuat, mengusir setan, padahal dienyahkan oleh Tuhan.

    Mengapa tidak taat? Dari ladang masuk rumah pesta sebenarnya enak, kecuali kalau dibalik. Tetapi ia tidak mau karena ia akui bahwa ia belum pernah ada korban kambing/domba (ayat 29: 'belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing').

    Korban tahbisan ada tiga:


    1. Dimulai dari korban lembu, yaitu korban pendamaian. Orang berdosa harus dipendamaikan dulu, dibenarkan dulu, baru boleh melayani Tuhan.


    2. Korban domba jantan I, yaitu korban penyerahan diri. Setelah dosa-dosa dipendamaikan, baru bisa menyerahkan diri. Kalau dosa belum diserahkan, tidak akan bisa menyerahkan diri.


    3. Korban domba jantan II, yaitu korban tahbisan.


    Jadi si sulung ini tidak memiliki korban penyerahan diri sehingga tidak mau disuruh masuk rumah pesta; ia tetap mempertahankan kehendak, pikiran, kemampuan, dan pengalamannya sendiri. Ini yang membuat si sulung tidak taat.

    Begitu juga dengan kita. Kalau kita tidak menyerahkan semua kepada Tuhan--tidak ada penyerahan diri--, kita tidak akan bisa taat sampai kapanpun. Harus ada korban penyerahan diri!

    Si sulung sudah ada korban pendamaian--korban lembu--, sudah ditebus, bagus, tetapi tidak ada penyerahan diri pada Tuhan--korban domba--sehingga tidak bisa taat.

    Matius 7: 21-23
    7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
    7:22. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
    7:23. Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

    Melayani tanpa ketaatan akan ditolak oleh Tuhan. Ini sama dengan angin yang tidak bertiup.
    'banyak orang akan berseru kepada-Ku'= banyak yang merasa dipakai. Ini yang ngeri, berarti sedikit yang benar-benar dipakai.

    Ibadah pelayanan tanpa ketaatan pada firman pengajaran yang benar sama dengan pembuat kejahatan, bukan melayani Tuhan. Hati-hati! Ini angin yang tidak bertiup, dan akan masuk dalam kebinasaan kekal; tidak masuk perjamuan kawin Anak Domba dan Yerusalem baru.

    Hati-hati di saat kita melayani justru tidak bertiup karena ada tanda-tanda melayani dengan kebiasaan: marah, iri, bersungut. Selesaikan! Kemudian, ada kebenaran sendiri dan tidak taat dengar-dengaran.

    'Aku tidak pernah mengenal kamu'= sekalipun dikenal di mana-mana, kalau tidak sesuai dengan firman, tidak akan dikenal oleh Tuhan. ini koreksi bagi saya. Lebih baik tidak dikenal di mana-mana, tetapi dikenal oleh Tuhan karena sesuai dengan firman pengajaran yang benar.

SI BUNGSU
Lukas 15: 16-24
15:16. Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.
15:17. Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
15:18. Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
15:19. aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
15:20. Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
15:21. Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
15:22. Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
15:23. Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
15:24. Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.

Hati-hati! Si sulung dalam keadaan baik, ada di ladang--angin bertiup--, tetapi kalau tidak sesuai dengan ketentuan Tuhan--pelayanannya hanya kebiasaan--, benar-benar ia sedang diusir oleh Tuhan, bukan ditiup oleh Tuhan. Peristiwa taman Eden terjadi lagi. Dulu manusia diusir dari taman Eden ke dalam dunia, kalau di dunia diusir lagi berarti menuju neraka. Tidak ada lagi.

Si bungsu meninggalkan ladang bapa dan akhirnya sampai di ladang babi, melarat, mau makanpun tidak bisa.
Si bungsu dalam keadaan tidak baik. Si bungsu ini jahat dan najis secara rohani, sampai di ladang babi--dosa makan minum dan kawin mengawinkan--, secara jasmani melarat, miskin dan menderita.

Mengapa berada di ladang babi? Karena meninggalkan ladang bapa/ruman bapa!
Ingat baik-baik! Meninggalkan ladang (pelayanan) sama dengan meninggalkan rumah; meninggalkan ladang Tuhan sama dengan meninggalkan rumah Tuhan (sorga). Jangan main-main!

"Lempin-El "Kristus Ajaib", perhatikan, kami menjadi hamba Tuhan sepenuh adalah pekerjaan terakhir. Jangan tinggalkan ladang!"

Meninggalkan ladang Tuhan= meninggalkan pekerjaan Tuhan= mulai dari tidak setia sampai meninggalkan jabatan pelayanan, dan cepat atau lambat pasti akan sampai ke ladang babi. Tidak mungkin ke mana-mana. Mau ditutupi bagaimanapun, pasti ada ladang babi. Kita berdoa untuk diri sendiri dan keluarga kita, jangan sampai terlepas dari ladang Tuhan.

Tetapi syukur pada Tuhan. Ini gunanya firman penggembalaan.
Si bungsu saat dalam keadaan menderita lahir dan batin, ia ingat pada makanan di rumah bapa--menunjuk pada kandang penggembalaan, bukan di kandang babi.

Lukas 15: 17
15:17. Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.

Makanan di kandang penggembalaan= firman penggembalaan yang disampaikan dengan setia, teratur, berurutan, dan berulang-ulang, dan dalam kelimpahan= firman pengajaran yang benar.
Kalau kita sudah jauh dari Tuhan, satu waktu akan ingat pada makanan di rumah bapa. Itulah gunanya penggembalaan. Menghadapi satu masalah atau akan berbuat dosa, kita ingat firman. Itu gunanya firman penggembalaan yang disampaikan oleh seorang gembala dengan setia, teratur, berurutan, dan diulang-ulang secara berlimpah-limpah untuk menjadi makanan bagi sidang jemaat. Apapun yang terjadi kita akan selalu ingat pada firman.

Tanda kalau sudah ingat pada firman pengajaran yang pernah diterima:

  1. Bertobat. Sudah jauh dari Tuhan, sudah di ladang babi, ingatlah firman, apalagi kalau sudah bisa mendengar firman.
    Bertobat= menyadari dosa-dosa sampai yang tersembunyi, menyesalinya, dan mengakuinya pada Tuhan dan sesama. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi--korban lembu/korban pendamaian--; hidup dalam kebenaran dan kembali menjadi senjata kebenaran (beribadah melayani Tuhan dengan setia dan benar--angin yang bertiup--).

    Itulah kekuatan firman penggembalaan. Setiap kita datang ibadah, perhatikan pemberitaan firman sampai firman mendarah daging dalam hidup kita, dan satu waktu, sampaipun sudah di ladang babi kita masih ingat firman, dan kita bisa kembali pada Tuhan.

    Si bungsu sudah menjadi angin yang tidak bertiup--tidak baik secara jasmani dan rohani--, tetapi oleh kekuatan firman penggembalaan, ia bisa bertiup kembali, kembali beribadah melayani Tuhan dengan setia dan benar.

    Kalau orang sudah jauh dari Tuhan, ajak untuk mendengar firman. Masih ada kesempatan untuk bertobat dan bertiup kembali! Tetapi kalau tidak mendengar firman lagi, susah.


  2. Penyucian dan pembaharuan sehingga menerima tiga hal:


    1. Sepatu/kasut= bicara soal penebusan.
      Lukas 15: 22
      15:22. Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.

      Kita ingat cerita Rut dengan Boas, seharusnya ada sanak keluarga Boas yang lebih berhak menebus Rut, tetapi ia tidak mau. Kalau tidak bisa, harus melepas kasutnya.
      Di sini, tadinya si bungsu sudah kehilangan penebusan--tidak memakai sepatu--, dan sekarang diberi kasut kembali. Ini sama dengan BERDIRI DI ATAS KURBAN KRISTUS--bulan berwarna merah.

      Ditebus dari apa?
      1 Korintus 5: 7-8, 11
      5:7. Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.
      5:8. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.
      5:11. Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul(1), kikir(2), penyembah berhala(3), pemfitnah(4), pemabuk(5) atau penipu(6); dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

      'pemabuk'= dosa makan minum.
      Kita ditebus dari enam dosa yang mendarah daging--mengikat tubuh, jiwa dan roh. Inilah kekuatan darah Yesus yang melepaskan kita dari enam dosa yang mendarah daging sehingga kita bisa hidup dalam kebenaran dan kemurnian; mempunyai kualitas KEBENARAN DAN KEMURNIAN.


    2. Lukas 15: 22
      15:22. Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.

      Yang kedua: cincin meterai= urapan dan karunia Roh Kudus sehingga:


      1. Kita bisa melayani dengan setia berkobar-kobar; menyulungkan/mengutamakan ibadah pelayanan lebih dari semua.
      2. Kita melayani dengan karunia Roh Kudus; kemampuan ajaib dari Roh Kudus sehingga kita bisa melakukan jabatan pelayanan. Kalau ada karunia, tidak sulit. Gembala harus memberi makan, kalau tidak ada karunia, sulit.


      3. Kita bisa melayani dalam penundukan--taat dengar-dengaran.


      Ini yang nanti akan menjadi MAHKOTA DUA BELAS BINTANG--kualitas SULUNG--Roh Kudus adalah roh sulung sehingga kita bisa menyulungkan/mengutamakan ibadah.


    3. Jubah= SELUBUNG MATAHARI/kasih Allah.
      Lukas 15: 22
      15:22. Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.

      Manusia berdosa, telanjang, di atas kayu salib Yesus rela ditelanjangi untuk menutupi ketelanjangan kita. Itulah kasih Allah.
      Satu waktu kasih Allah akan menjadi selubung matahari--kualitas SEMPURNA, TIDAK BERCACAT CELA.


    Wahyu 14: 1, 4-5
    14:1. Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.
    14:4. Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan perempuan-perempuan, karena mereka
    murni sama seperti perawan. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.
    14:5. Dan di dalam mulut mereka
    tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela.

    'murni'= kualitas kebenaran dan kemurnian--berdiri di atas bulan.
    'korban sulung'= kualitas sulung--mahkota dua belas bintang.
    'tidak bercela'= kualitas sempurna--selubung matahari.
    Inilah KUALITAS MEMPELAI.

    Kesempurnaan dimulai dari tidak berdusta.

    Ada matahari, bulan dan bintang, itulah pakaian pesta; pakaian putih berkilau-kilauan.
    Jangan melayani seperti si sulung, yang melayani tetapi dengan kebiasaan, tidak memakai pakaian pesta sehingga ia diusir, tidak bertiup lagi!
    Sebaliknya si bungsu, ia sudah tidak bertiup, ada di ladang babi, tetapi ada firman penggembalaan yang mengingatkan dia, sehingga dapat kesempatan untuk berkualitas benar-murni, sulung, dan sempurna--menjadi mempelai wanita sorga.

    Wahyu 12: 1
    12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

    Menjadi mempelai wanita sorga berarti dimeteraikan oleh Tuhan, bukan diusir.

Mari menjadi angin yang bertiup hari-hari ini. Masih ada kesempatan. Yang sudah bertiup, jangan menjadi seperti si sulung! Jangan hanya kebiasaan karena satu waktu tidak bertiup, sehingga diusir oleh Tuhan. Baik yang bertiup atau sudah tidak bertiup, setelah mendengar firman ini, kita sungguh-sungguh melayani dengan pakaian pesta (pakaian putih berkilau-kilauan) sehingga kita bisa menjadi mempelai wanita Tuhan, milik Tuhan selamanya.

Praktik/bukti beribadah melayani dengan pakaian pesta: jujur/terang-terangan dan tegas, terutama soal pengajaran yang benar dan mengaku dosa.

Hasilnya:

  1. Bersuasana pesta. Kalau suami/isteri jujur soal pengajaran dan mengaku dosa, pasti bersuasana pesta, bukan bau busuk sekalipun kita sederhana.


  2. Lukas 15: 24
    15:24. Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.

    Hasil kedua: 'yang hilang didapat kembali', artinya:


    1. Semua diselamatkan, tidak ada yang hilang; semoga sekeluarga diselamatkan.

    2. Apa yang dikorbankan untuk Tuhan akan dikembalikan oleh Dia tepat pada waktunya. Tidak usah takut! Bahkan Tuhan menyediakan dari yang tidak ada menjadi ada. Jangan takut, tetapi jangan emosi juga. Angin bertiup sesuai dengan gerakan Tuhan.

    3. Sehelai rambutpun tidak akan hilang= dipelihara dan dilindungi Tuhan sampai sempurna.


  3. 'yang mati hidup kembali'= tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Semua masalah yang mustahil selesai; yang hancur jadi baik; ada masa depan yang berhasil dan indah.
    Kaum muda, perhatian orang tua sangat kecil--seperti Musa dipertahankan tiga bulan tidak bisa lagi--, tetapi perhatian Tuhan luar biasa.

    Kalau banyak menerima perhatian orang tua, hati-hati, jangan sampai luput dari perhatian Tuhan. Kalau tidak ada yang memperhatikan, sudah bagus, Tuhan yang memperhatikan seratus persen. Itu saja.

    Sampai kalau Tuhan datang kembali, secara rohani: yang mati dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan, yang hidup diubahkan dalam tubuh kemuliaan. Semuanya menjadi satu tubuh yang sempurna, mempelai wanita sorga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Apa keadaan kita? Mungkin sudah hancur secara jasmani dan rohani seperti si bungsu, masih ada tangan anugerah yang besar, ada kuasa yang mampu menolong kita.
Sebaliknya, kalau seperti si sulung, hati-hati, jangan melayani dengan kebiasaan!

Minta kemurahan Tuhan kepada kita semua! Tuhan menolong kita.
Perhatian Tuhan besar kepada kita saat ini.
Jangan putus asa, kecewa atau bangga dengan keadaan kita! Masukkan dalam perhatian Tuhan! Kita harus berada dalam tangan Tuhan.

Kaum muda, mari cari perhatian Tuhan, sudah cukup semuanya, apapun keadaanmu saat ini. Begitu juga dengan orang tua, apapun kesulitan yang dihadapi saat ini. Kalau tidak kuat, sebut: Yesus!
Tunjukkan segala keadaan dan kebusukan kita kepada Tuhan, biar kita kembali menjadi angin yang bertiup.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Batam)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top