English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 22 Januari 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu pasal 2-3 menunjuk 7 kali...

Ibadah Doa Surabaya, 21 Desember 2016 (Rabu Sore)
Bersamaan dengan penataran iman dan calon imam

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 September 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 4:5
4:5 Dan dari takhta itu...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 03 Juli 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:43-46
14:43. Waktu Yesus masih berbicara, muncullah Yudas, salah seorang dari kedua belas...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 04 April 2020 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 15: 1-7=> perumpamaan tentang domba yang hilang
15:1. Para pemungut cukai dan...

Ibadah Doa Ucapan Syukur Surabaya, 28 Desember 2009 (Senin Sore)
1 Tesalonika 5: 18
Kita harus mengucap syukur dalam segala hal.

3 hal...

Ibadah Raya Surabaya, 11 September 2016 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 24 Oktober 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Garis besar pembagian kitab Wahyu.
Kitab...

Ibadah Raya Surabaya, 16 Desember 2018 (Minggu Siang)
Dari firman Tuhan ibadah di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 31 Januari 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 8 menunjuk pada Pelita Emas. Dalam...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 03 September 2011 (Sabtu Sore)
Pembicara: Bpk. Antanusa

Markus 16:19-20
16:19 Sesudah Tuhan Yesus...

Ibadah Raya Surabaya, 24 September 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 03 Januari 2019 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:8-9
8:8 Lalu malaikat yang kedua...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 November 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 03 September 2013 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Tutup Buka Tahun Malang, 31 Desember 2020 (Kamis Malam)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 12:3-18 adalah penampilan setan secara jelas dan lengkap dengan enam kegiatan/ ulahnya:
  1. [Wahyu 12:4a] Ekor naga menyeret.
  2. [Wahyu 12:4b] Mulut naga menelan.
  3. [Wahyu 12:7] Berperang.
  4. [Wahyu 12:13] Memburu.
  5. [Wahyu 12:15] Menghanyutkan perempuan/ gereja Tuhan.
  6. [Wahyu 12:17] Memerangi/ menganiaya.

ad. 2. Mulut naga menelan Anak laki-laki yang dilahirkan oleh perempuan/ gereja Tuhan.
Mulut naga hendak menelan Anak laki-laki yang dilahirkan oleh perempuan.
Anak laki-laki adalah pelepas dan juga seorang gembala.
Jadi, naga/ setan hendak menelan Anak laki-laki, artinya setan mau menghalangi kelepasan gereja Tuhan dari dosa-dosa, dan mau mengacaukan bahkan menghancurkan sistim penggembalaan yang benar, supaya gereja Tuhan tidak tergembala/ beredar-edar dan terikat pada dosa-dosa sampai puncaknya dosa, sehingga ditelan oleh naga dan binasa selama-lamanya.

Oleh sebab itu, gereja Tuhan harus tergembala dengan benar dan baik supaya mengalami kelepasan demi kelepasan dari dosa-dosa sampai puncak dosa. Sehingga suatu waktu bisa lari/ menyingkir dari setan tritunggal sampai nanti menyingkir ke padang gurun tiga setengah tahun waktu antikris berkuasa di bumi, sampai terangkat ke awan-awan permai, masuk takhta Sorga selama-lamanya, seperti Anak laki-laki dilarikan ke takhta Sorga.

Pada perayaan Natal 25 Desember, kita mendengar pada waktu masih bayi, Yesus menyingkir dari Kanaan ke Mesir untuk menyingkir dari setan dalam wujud Herodes yang hendak membunuh bayi Yesus. Sampai Herodes mati dan Yesus kembali dari Mesir ke Nazaret dan Yesus bisa bertumbuh sampai dewasa di Nazaret.

Matius 14:13-14
14:13 Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka.
14:14 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.

Setelah dewasa, Yesus juga menyingkir dari Herodes yang memenjarakan dan membunuh Yohanes Pembaptis, dan tentunya juga mau membunuh Yesus.

Jadi, menyingkir/ mengasingkan diri adalah tindakan untuk menjauhkan diri dari setan tritunggal dan mendekatkan diri kepada Allah Tritunggal (Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus). Ini sama dengan tindakan untuk meninggalkan suasana kutukan, suasana penderitaan, kebinasaan/ maut, neraka dan beralih kepada suasana kemuliaan takhta Sorga. Dan juga tindakan untuk menarik kasih dan belas kasihan Tuhan kepada kita, kita terlepas dari tangan setan dan berada di dalam tangan kasih dan belas kasih Tuhan.

Kita berdoa semoga tahun 2021 menjadi tahun penyingkiran, sama dengan tahun suasana kemuliaan takhta Sorga (belas kasih Tuhan).

Di dalam Matius 14 ada tiga tindakan menyingkir:
  1. Duduk di rumput, tidak bisa jatuh, artinya mantap dalam penggembalaan.
    Matius 14:19-21
    14:19 Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak.
    14:20 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh.
    14:21 Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.

    Matius 14:15
    14:15 Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa."

    Jadi, pada malam hari/ akhir zaman setan berulah untuk menimbulkan krisis kelaparan yang dobel, baik jasmani maupun rohani.
    Perintah Tuhan yaitu supaya gereja Tuhan duduk di rumput/ mantap dalam penggembalaan untuk menghadapai kelaparan dobel yang akan datang.
    Lima ribu laki-laki duduk berkelompok [Markus 6]. Ada kelompok 100 dan ada kelompok 50, itu menunjuk Tabernakel (panjang 100, lebar 50). Tabernakel adalah miniatur Kerajaan Sorga.
    Jadi, kita harus duduk di rumput adalah kita harus mantap dalam penggembalaan yang benar dan baik, sistim Kerajaan Sorga (sistim Tabernakel), yaitu seperti ranting melekat pada pokok anggur yang benar. Kita tergembala pada firman pengajaran yang benar, yang merupakan perkataan Yesus sendiri, yaitu tertulis dalam Alkitab, ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab.

    Dalam Tabernakel, penggembalaan menunjuk pada Ruangan Suci.
    Ruangan suci terdiri dari tiga macam alat, yaitu ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:
    • Pelita Emas, ketekunan dalam Ibadah Raya, persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia Roh Kudus.
    • Meja Roti Sajian, ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci, persekutuan dengan Anak Allah dalam firman pengajaran yang benar dan korban Kristus.
    • Mezbah dupa Emas, ketekunan dalam Ibadah Doa, persekutuan dengan Allah Bapa dalam kasihNya.

    Mengapa begitu? Karena manusia terdiri dari tubuh, jiwa, roh. Tuhan itu Tritunggal, setan juga tritunggal.
    Jadi, dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, roh kita melekat pada Allah Tritunggal, menyingkir dari setan tritunggal, tidak bisa dijamah bahkan tidak bisa dilihat oleh setan tritunggal.

    Mengapa Tuhan memerintahkan supaya gereja Tuhan duduk di rumput/ mantap dalam penggembalaan yang benar dan baik?

    Matius 9:36
    9:36 Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.

    Sebab Tuhan berbelas kasih kepada domba yang tidak tergembala, yang pasti dalam keadaan lelah, letih lesu, beban berat, penderitaan, kutukan, air mata. Juga terlantar, tidak ada yang bertanggung jawab atas keselamatan jiwanya, tidak ada yang memelihara, terutama memberi makan, sehingga pasti mengalami kelaparan jasmani dan rohani dan pasti ditelan oleh setan, binasa selama-lamanya.

    Tetapi jika gereja Tuhan mau duduk di rumput, mau tergembala dengan benar dan baik, maka ada kaitan dengan Yesus yang duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa.
    Jadi, kalau kita diperintahkan Tuhan/ dipaksa Tuhan supaya tergembala dengan benar dan baik, kita bukan disiksa, tetapi justru kita mendapat belas kasih Tuhan supaya lepas dari naga merah. Supaya kita bersuasana takhta Sorga.

    Wahyu 4:2
    4:2 Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang.

    Kalau kita sudah mantap duduk dalam penggembalaan, maka Yesus Gembala Agung akan berdiri di takhta-Nya untuk bertindak mengulurkan tangan belas kasih-Nya kepada kita.

    Hasilnya:
    • Tangan belas kasih Tuhan sanggup menyucikan hati dan pikiran dari keinginan jahat/ keinginan akan uang (kikir dan serakah), kenajisan, kepahitan.
      • Lebih bahagia memberi daripada menerima.
        Kisah Rasul 20:33-35
        20:33 Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga.
        20:34 Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku.
        20:35 Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

        Perkataan suci, perkataan Yesus adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima. Perbuatannya mengembalikan milik Tuhan (perpuluhan dan persembahan khusus) dan bisa memberi untuk sesama yang membutuhkan.

      • Berdamai, saling mengaku dan saling mengampuni. Maka darah Yesus membasuh dosa-dosa kita sehingga dosa tidak berkuasa lagi, hati menjadi damai sejahtera, semua enak dan ringan.
        Kisah Rasul 7:55,60
        7:55 Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.
        7:60 Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.

      • Menyerah sepenuh kepada Tuhan, mengasihi Tuhan lebih dari semua, mengulurkan tangan kepada Tuhan.
        Kisah Rasul 7:59
        7:59 Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku."
      • Tangan belas kasih Tuhan sanggup memelihara kita secara jasmani di tengah kesulitan dunia, di tengah kemustahilan. Sampai takkan kekurangan/ berlimpah-limpah, sampai mengucap syukur kepada Tuhan. Secara rohani, Tuhan menyucikan kita sampai kedewasaan rohani yang penuh, sampai kesempurnaan.

    • Menjadi imam-imam dan raja-raja.
      Matius 14:15-18
      14:15 Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa."
      14:16 Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan."
      14:17 Jawab mereka: "Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan."
      14:18 Yesus berkata: "Bawalah ke mari kepada-Ku."

      Matius 25:40
      25:40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

      Pada malam hari/ akhir zaman, maka setan lewat nabi palsu sedang menggalakkan tahbisan yang palsu, nikah yang palsu, yang tidak sesuai firman pengajaran benar/ tidak sesuai Alkitab. Ini sama dengan menggalakkan kepalsuan, kepura-puraan, ketidakpuasan, tidak bahagia, kutukan. Akhirnya mencari kepuasan di dunia sampai jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa (dosa makan-minum, kawin-mengawinkan), ditelan oleh naga, binasa selama-lamanya.

      Tindakan menyingkir kita harus menjadi imam-imam dan raja-raja yang dipakai Tuhan dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, untuk menempatkan Yesus sebagai Kepala.

      Wahyu 22:3
      22:3 Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,

      Sebab jika tidak dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus, maka pasti akan dipakai dalam pembangunan tubuh Babel/ mempelai wanita setan yang sempurna dalam kejahatan dan kenajisan, yang akan dibinasakan. Seperti keledai ditunggangi Bileam, akan bersuasana kutukan/ penderitaan, sampai binasa di neraka selamanya.

      Yehezkiel 1:13-14
      1:13 Di tengah makhluk-makhluk hidup itu kelihatan seperti bara api yang menyala, seperti suluh, yang bergerak kian ke mari di antara makhluk-makhluk hidup itu, dan api itu bersinar sedang dari api itu kilat sabung-menyabung.
      1:14 Makhluk-makhluk hidup itu terbang ke sana ke mari seperti kilat.

      Suasana tahbisan/ ibadah pelayanan di takhta Sorga diwakili empat makhluk yang terbang seperti kilat.
      Seperti kilat artinya sesuai dengan cahaya Injil Kemuliaan Kristus, firman pengajaran yang benar yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Kilat itu cepat, tidak boleh berlambat-lambat. Kilat itu tidak bisa dihalangi oleh apa pun juga.

      Oleh sebab itu, kita harus dalam tahbisan benar, nikah benar, berdasarkan firman pengajaran yang benar. Sehingga kita bisa dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, bisa melayani mulai dari dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir manjadi satu tubuh Kristus sempurna, mempelai wanita Sorga.

      Ada tiga halangan yang dihadapi:
      • [Matius 14:15] Pengaruh dunia dengan segala kesulitan, kesedihan, kesusahan, air mata, kesibukan di dunia. Tetapi juga hati-hati kesukaan dunia, pergaulan dunia yang tidak baik, yang membuat kita tidak setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, jauh dari Tuhan.

        Yakobus 4:4
        4:4 Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

      • Dosa-dosa sampai puncaknya dosa (dosa makan-minum, kawin-mengawinkan, dosa percabulan lewat perkataan, pandangan, pikiran, perbuatan antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami istri yang sah, laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan, dengan binatang), yang membuat tersandung dalam ibadah pelayanan, berhenti melayani, tersandung dalam nikah.

      • [Matius 14:15-17] Daging dengan segala tabiatnya yaitu egois/ mementingkan diri sendiri, maka pasti ada kebenaran diri sendiri, sehingga tidak taat tidak dengar-dengaran.
        Waspada! Sekalipun kelihatan hebat melayani Tuhan, menikah, tetapi jika tidak setia, tidak benar, tidak taat, maka itu adalah tahbisan palsu, nikah palsu. Sehingga tidak mengalami kepuasan Sorga, tidak diakui Tuhan, berbuat jahat, ditelan oleh naga, dan binasa selamanya.

      Matius 7:22-23
      7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
      7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

      Tahbisan benar dan nikah benar ditandai setia, benar, dan taat dengar-dengaran. Ini sama dengan mengulurkan tangan kepada Tuhan, mengasihi Tuhan lebih dari semua, sampai berseru "Ya Abba, ya Bapa".
      Tuhan mengulurkan tangan belas kasih kepada kita untuk membuka pintu bagi kita.

      Matius 7:21
      7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

      Pintu-pintu di dunia, pintu jalan keluar dari segala masalah yang mustahil, pintu rahim/ kandungan, pintu kesembuhan dari penyakit, sampai pintu Sorga terbuka. Ada kepuasan Sorga, kebahagiaan Sorga, sehingga kita bisa berkata lebih baik satu hari di pelataranMu dari pada seribu hari di tempat lain, selalu mengutamakan rumah Tuhan, sampai masuk perjamuan kawin Anak domba di awan-awan yang permai.

    • Berdoa menyembah Tuhan, baik secara pribadi, baik doa penyembahan biasa tanpa puasa, dengan berpuasa, semalam suntuk, doa pagi.
      Matius 14:23
      14:23 Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.

      Menjelang kedatangan Yesus kedua kali, setan meniupkan angin-angin pencobaan, ancaman-ancaman, aniaya-aniaya.
      Jadi kalau Tuhan ijinkan kita menghadapai angin gelombang yang dahsyat, bukan untuk menyiksa, tetapi adalah belas kasih Tuhan supaya kita menyingkir, supaya kita bisa merasakan suasana takhta Sorga, bisa menyembah Tuhan.

      Wahyu 4:10
      4:10 maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata:

      Mengapa antikris meniupkan angin gelombang?

      Matius 14:28,31
      14:28 Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."
      14:31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"

      Supaya gereja Tuhan/ hamba Tuhan bimbang dan ragu terhadap pribadi Yesus, terhadap kuasa Tuhan. Sehingga beralih kepada yang lain dan takut pada sesuatu di dunia sampai melawan Tuhan.
      Akibatnya adalah tidak damai, letih lesu, beban berat, tidak mendapat apa-apa, gagal total, merosot, mulai tenggelam, jatuh dalam dosa-dosa sampai dosa pengkhianatan.

      Bagaimana cara Tuhan menolong?

      Yohanes 18:5
      18:5 Jawab mereka: "Yesus dari Nazaret." Kata-Nya kepada mereka: "Akulah Dia." Yudas yang mengkhianati Dia berdiri juga di situ bersama-sama mereka.

      Dari pihak Yesus ada nama Yesus ada uluran tangan Tuhan.
      Dari pihak kita, kita menyeru nama Yesus, kita mengulurkan tangan kepada Tuhan, percaya sepenuh kepada Tuhan sehingga kita bisa mengasihi Tuhan lebih dari semua. Jika tidak ditolong, kita tetap menyembah Tuhan. Tapi buktinya Sadrakh, Mesakh Abednego ditolong. Ester berkata "kalau aku harus mati, biarlah aku mati". Ini suatu kepercayaan dan takut akan Tuhan, mengasihi Tuhan lebih dari semua. Tetapi Ester tidak mati malah jadi ratu.

      Hasilnya adalah kuasa pengangkatan. Yang merosot dipulihkan kembali, yang gagal jadi berhasil dan indah pada waktunya, yang jatuh dalam dosa bisa diangkat lagi hidup benar, suci sampai sempurna. Kita disingkirkan ke padang gurun tiga setengah tahun lamanya, jauh dari mata antikris. Waktu Yesus datang, kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia, untuk diangkat ke takhta Sorga duduk bersanding dengan Dia selama-lamanya.


    Tuhan memberkati.

    kembali ke halaman sebelumnya
    IBADAH RUTIN DI MALANG

    Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
    Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
    Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
    Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
    Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
    Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

    IBADAH RUTIN DI MEDAN
    Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
    Jl. Imam Bonjol Medan

    Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
    Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
    Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

    IBADAH RUTIN DI SURABAYA

    Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
    Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
    Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
    Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


    IBADAH RUTIN DI JAKARTA
    Jl. Patra Kuningan XIV no.4
    Jakarta Selatan
    Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

    IBADAH KUNJUNGAN
    All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
    Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
    Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
    hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top