English Language | Form Penggembalaan
kebaktian bible study surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Bible Study Surabaya (Senin, 24 Maret 2014)
Tayang: 17 Mei 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 09 Desember 2013)
Tayang: 30 Juni 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 14 Mei 2007)
Tayang: 11 Februari 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 12 Maret 2007)
Tayang: 24 Agustus 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 28 Juli 2014)
Tayang: 27 Agustus 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 November 2013)
Tayang: 11 Mei 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 08 Oktober 2007)
Tayang: 03 Mei 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 Maret 2008)
Tayang: 17 Agustus 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 14 Januari 2008)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 September 2007)
Tayang: 21 Desember 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 05 Februari 2007)
Tayang: 21 Mei 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Juni 2007)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 18 November 2013)
Tayang: 20 April 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Bible Study Surabaya
Tanggal: Senin, 16 Juli 2007
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 29 Juni 2008

Kita masih akan membahas srt Yudas dan kita diingatkan kembali, bahwa srt Yudas ini di dalam tabernakel terkena pada tudung kulit lumba-lumba. Tudung ini berarti suatu perlindungan dan pemeliharaan TUHAN kepada gereja yang benar/gandum dan sekaligus pemisahan dengan gereja yang palsu/ilalang. Seperti ilalang dengan gandum yang akan dipisahkan. Sekarang ilalang dan gandum ini tumbuh bersama-sama dan kelihatan bahwa ilalang itu bertumbuh lebih cepat, lebih maju dllnya tetapi satu waktu akan dipisahkan >>> ilalang akan dibakar sedangkan gandum akan dimasukkan ke dalam lumbung/masuk dalam kerajaan kekal bersama dengan TUHAN.

Salah satu bentuk dari gereja palsu adalah gereja daging yang dimulai ay 8 dan kita sudah mempelajari tanda-tandanya. Sekarang kita akan membaca Yudas 1 : 13b, >>> gereja daging.
mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya.
Sebenarnya gereja daging ini adalah bintang tetapi sudah gugur. Jadi tanda dari gereja daging adalah bintang-bintang yang sudah gugur/sudah jatuh. Waktu yang lalu kita sudah mendengar, bahwa salah satu arti dari bintang secara khusus adalah gembala/malaikat sidang jemaat. Tetapi pengertian bintang secara umum adalah kehidupan yang dipakai oleh TUHAN/imam-imam dan raja-raja.

1 Petrus 2 : 9, 10,
9. Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
10. kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

Waktu yang lalu kita sudah mendengar proses menjadi bintang, sekarang ini kita melihat bintang/imamat yang rajani yaitu kehidupan yang dipakai oleh TUHAN/kehidupan yang melayani TUHAN.
Siapa sebenarnya bintang itu? Di dalam Keluaran 19, diterangkan siapa sebenarnya bintang itu/imam-imam dan raja-raja?
Keluaran 19 : 6, Kamu akan menjadi bagi-Ku kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel."
Jadi sebenarnya yang menjadi bintang/imam-imam dan raja-raja hanyalah umat pilihan TUHAN yaitu bangsa Israel asli dan keturunannya terutama dari suku Lewi >>> Inilah semuanya firman yang harus kaukatakan kepada orang Israel.

Tetapi, puji syukur kepada TUHAN, di dalam 1 Petrus 2 >>> ini untuk bangsa kafir yang sebenarnya bangsa kafir ini tidak dapat menjadi bintang/imam-imam dan raja-raja secara jalur keturunan. Di dalam srt 1 Petrus 2 : 10, kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.
Bukan umat ALLAH = bangsa kafir. TUHAN memberi/membuka kesempatan bagi bangsa kafir untuk menjadi imam-imam dan raja-raja lewat jalur belas kasihan/jalur kemurahan/jalur anugerah TUHAN.

Seharga berapa jalur kemurahan TUHAN itu? Wahyu 1 : 5, 6,
5. dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya--
6. dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, --bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.

Inilah kebesaran anugerah/kemurahan TUHAN untuk mengangkat bangsa kafir untuk dapat menjadi imam-imam dan raja-raja/menjadi bintang-bintang. Inilah saudaraku, harga dari kemurahan TUHAN adalah seharga Darah YESUS/Korban Kristus >>> ini adalah jalur kemurahan/jalur belas kasihan TUHAN. Apapun jabatan pelayanan kita harus kita hargai sebab bagi bangsa kafir, itu adalah seharga Darah YESUS. Kalau kita tidak sungguh-sungguh bahkan meninggalkan jabatan pelayanan, maka itu berarti kita bagaikan menginjak-injak Darah YESUS/menghina Darah YESUS dan itu berarti tidak ada lagi pengampunan = binasa untuk selama-lamanya.

Mari saudaraku! kita sudah diangkat oleh Darah YESUS/oleh kemurahan dan anugerah TUHAN sehingga kita menjadi imam-imam dan raja-raja dan juga menjadi bintang-bintang, maka kita harus mempertahankannya. Sebab di dalam srt Yudas, ada bintang yang gugur yang tempatnya di sediakan di dunia kekelaman/di alam maut. Dan ini yang harus kita jaga supaya kita jangan menjadi bintang yang gugur.

Ada tiga hal yang menyebabkan bintang itu gugur yaitu:

  1. Wahyu 6 : 13, Dan bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang.
    Pohon ara ini sudah berbuah, jadi tidak hanya berdaun, tetapi buahnya itu mentah dan tidak tahan angin. Mengapa bintang itu gugur? di ayat ini di samakan dengan buah ara yang diterbangkan oleh angin. Jadi penyebab bintang itu gugur karena tidak tahan menghadapi angin yang kencang/angin pencobaan/angin godaan. Sudah berbuah = kehidupan yang sudah dipakai oleh TUHAN dan ini berarti tidak dikutuk oleh TUHAN. Contohnya adalah Yudas, ia sudah dipakai oleh TUHAN dengan mendapatkan jabatan yang dipercaya oleh TUHAN, ia menjadi bendahara. Tidak semua orang dipercayakan untuk menjadi seorang bendahara, Yudas memiliki buah-buah karena ia dipakai, tetapi sayang, Yudas tidak tahan tentang godaan tentang uang sehingga ia terikat akan uang dan menjadi pencuri, mencuri milik TUHAN dan mencuri persembahan khusus dan ini berarti Yudas gugur karena diterbangkan oleh angin.
    Untuk ini kita harus waspada yang dimulai dari saya yang sudah dipakai untuk berkhotbah, terlebih bagi orang yang sudah hebat dalam berkhotbah tetapi kalau mencuri milik TUHAN yaitu persepuluhan, maka ia sudah gugur/bintang yang gugur/buah ara tetapi masih mentah yang terkena angin dan gugur seperti Yudas. Bagi rekan-rekan hamba TUHAN, saudara sebagai gembala, mari! jujur dengan sungguh-sungguh tentang persepuluhan dan persembahan khusus, sebab kalau tidak jujur, sekalipun hebat dan sudah berbuah tetapi diterbangkan oleh angin dan gugur. Juga bagi pelayan-pelayan TUHAN, harus sungguh-sungguh dalam persepuluhan dan persembahan khusus; bukan uangnya tetapi supaya kita tidak terikat dan juga tidak diterjang oleh angin. Itu sebabnya kita harus sudah mantap dalam hal persepuluhan dan persembahan khusus ini. Jadi penyebab bintang gugur yang pertama adalah karena tidak tahan angin godaan-godaan/angin yang kencang.
  2. Wahyu 8 : 10, 11,
    10. Lalu malaikat yang ketiga meniup sangkakalanya dan jatuhlah dari langit sebuah bintang besar, menyala-nyala seperti obor, dan ia menimpa sepertiga dari sungai-sungai dan mata-mata air.
    11. Nama bintang itu ialah Apsintus. Dan sepertiga dari semua air menjadi apsintus, dan banyak orang mati karena air itu, sebab sudah menjadi pahit.

    Tadi di bagian atas diterangkan, bintang itu sudah berbuah sekalipun masih mentah, tetapi ini, bintang itu sudah menjadi besar, sudah disebut sebagai seorang hamba TUHAN yang besar atau sebagai seorang pelayan TUHAN yang besar sebab kalau menyanyi luar biasa tetapi masih bisa jatuh karena kepahitan hati. Bintang besar menjadi gugur karena ia bekerja dengan kepahitan hati dan ini termasuk iri hati, benci dendam dlsbnya dan ini namanya apsintus. Bintang besar dapat jatuh kalau ada apsintus/kepahitan hati.
    Di awal dari alkitab yaitu di ktb Kejadian, *jaman dari ALLAH Bapa, sudah ada apsintus yaitu Kain yang membunuh Habel.
    Membunuh = membenci (1 Yoh 3). Kain melihat adiknya berhasil, mulailah ia memiliki perasaan tidak suka/hati panas. Mulai dengan berbicara hal yang negatif, sampai pada akhirnya ia membenci sehingga Kain jatuh sekalipun ia adalah bintang yang besar/sulung. Itu sebabnya jika sudah mulai ada rasa tidak suka satu dengan yang lain, jangan ditunggu sampai perasaan itu berubah menjadi kebencian tetapi harus segera dicabut dengan mendatangi orang itu dan mohon untuk dimaafkan. Misalnya antara suami dan isteri dan juga sesama pelayan TUHAN, harus dicabut, kalau tidak, akan menjadi apsintus dan akan gugur.
    Di *jaman Anak ALLAH, yaitu jaman perjanjian baru, di kebun anggur tentang upah. Yang terdahulu yaitu yang masuk pada pagi hari mendapat upah satu dinar sedangkan yang masuk terakhir yaitu jam lima sore, juga mendapatkan upah satu dinar sehingga timbullah rasa iri hati. Tuannya berkata >>> apakah engkau iri hati karena Aku berkemurahan kepada orang yang masuk jam lima itu? Kebun anggur adalah kebun Mempelai/Firman pengajaran Mempelai/kabar Mempelai ini harus berhati-hati sebab ada banyak iri hati, karena apa? Karena upah satu dinar. Sebenarnya upah kita itu sama yaitu satu dinar tetapi karena dijadikan uang dolar maka timbul iri hati. Upah satu dinar ini yang dapat menembusi Wahyu 6 yaitu waktu kuda hitam datang >>> secupak gandum sedinar. Bukan seribu dolar ataupun sejuta dolar yang dapat menembusi. Tetapi sayang sekali, justru di dalam kebun anggur/di dalam kabar Mempelai yang suka merubah dinar menjadi dolar sehingga timbul iri hati. Kalau iri hati soal upah, soal berkat-berkat maka yang terdahulu menjadi terkemudian dan akan gugur. Matius 20 : 15, 16,
    15. Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau, karena aku murah hati?
    16. Demikianlah orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu akan menjadi yang terakhir."

    Orang yang iri hati itu karena ia tidak menghargai kemurahan hati TUHAN/tidak menghargai berkat TUHAN/tidak menghargai pemakaian TUHAN. Yang terdahulu menjadi yang terakhir = jatuh/gugur. Pahit = kering. Masih bisa berkhotbah, masih bisa melayani dan menyanyi tetapi sudah kering, kalau apsintus/kepahitan ini diteruskan >>> Kain terhadap Habel, kemudian iri hati yang terjadi di dalam kebun anggur, nanti apsintus/kepahitan/kemarahan ini akan menjadi seperti kemarahan dari naga/kemarahan dari antikrist sehingga akan menjadi pasukan dari antikrist. Iri, benci, dendam, marah tanpa sebab akan memuncak menjadi seperti kemarahan dari naga/antikrist.
    Wahyu 12 : 17, Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.
    Memerangi keturunannya yang lain = anak-anak TUHAN yang ketinggalan menjadi sasaran. Mari! cabut apsintus itu, kalau tidak, akan mengarah kepada amarah dari antikrist dan menjadi pasukan dari antikrist yang akan menghantam dan membunuh anak-anak TUHAN yang ketinggalan.
    Mulai di dalam rumah tangga jangan ada apsintus sebab rumah tangga akan menjadi kering, juga di dalam penggembalaan juga jangan ada apsintus, juga di dalam antar penggembalaan/sesama hamba TUHAN tidak boleh ada apsintus sebab akan rugi dan sidang jemaat yang akan menderita. Ini juga merupakan teguran/koreksi bagi saya, sebab kalau hati apsintus maka khotbahnya pun apsintus sehingga akan banyak orang yang mati (Wahyu 8 : 11) >>> begitu bintang jatuh ke dalam air, maka banyak yang mati. Kalau hamba TUHAN yang hatinya apsintus itu berkhotbah, maka yang datang akan menjadi kering, semakin datang semakin menjadi kering sehingga lama kelamaan akan mati rohaninya. Saya nomor satu dikoreksi oleh TUHAN supaya jangan sampai ada apsintus, mulai dari rasa tidak suka, kemudian iri, marah tanpa sebab, semuanya harus dibuang. Mari saudaraku, kita sebagai bangsa kafir sebenarnya bukanlah bintang dan juga bukan sebagai imam-imam dan raja-raja tetapi sebagai orang yang ditentukan binasa tetapi oleh jalur kemurahan/anugerah/belaskasihan TUHAN/Darah YESUS, kita diangkat menjadi bintang. Tetapi sesudah menjadi bintang kita harus berhati-hati supaya kita jangan gugur sebab ada tiga penyebab gugurnya bintang itu yaitu nomor satu tidak tahan akan angin/godaan uang dan pencobaan kemudian yang kedua ialah apsintus. Semoga kita dapat mengerti.
  3. Wahyu 12 : 3, 4a,
    3. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
    4. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi.

    Ekor naga menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi/ke bumi yang paling bawah/alam maut/bumi yang penuh dengan kekelaman/kebinasaan.
    Apa yang dimaksud dengan ekor naga? Waktu yang lalu kita sudah mengetahui bahwa ekor naga adalah pengajaran-pengajaran palsu.
    Yesaya 9 : 14, Tua-tua dan orang yang terpandang, itulah kepala, dan nabi yang mengajarkan dusta, itulah ekor.
    Jadi ekor naga adalah nabi yang mengajarkan dusta/pengajaran-pengajaran sesat/pengajaran-pengajaran palsu. Dan ini benar-benar memakan korban yang banyak yaitu sepertiga bintang-bintang di langit diseret dan dicampakkan ke dalam kebinasaan.

Sekarang kita akan mempelajari bagaimana bentuk dari ekor/bentuk dari pengajaran-pengajaran palsu itu? Bentuk dari pengajaran palsu yang kita temukan di dalam kehidupan sehari-hari dan ini sudah di Firmankan oleh TUHAN kepada bangsa Israel waktu bangsa Israel keluar dari Mesir dan akan masuk ke tanah Kanaan, mereka sudah diperingatkan oleh TUHAN tentang nabi-nabi palsu dengan ajaran-ajaran palsu/ajaran-ajaran lain.

  1. Ulangan 12 : 29, 30 >>> ibadah kafir/ibadah sesat.
    29. "Apabila TUHAN, Allahmu, telah melenyapkan dari hadapanmu bangsa-bangsa yang daerahnya kaumasuki untuk mendudukinya, dan apabila engkau sudah menduduki daerahnya dan diam di negerinya,
    30. maka hati-hatilah, supaya jangan engkau kena jerat dan mengikuti mereka, setelah mereka dipunahkan dari hadapanmu, dan supaya jangan engkau menanya nanya tentang allah mereka dengan berkata: Bagaimana bangsa-bangsa ini beribadah kepada allah mereka? Akupun mau berlaku begitu.

    TUHAN dengan jelas sudah mengatakan untuk jangan bertanya-tanya/membanding-bandingkan dan mempelajari tentang ibadah lain/ibadah kafir dan juga jangan ingin mengetahui tentang allah mereka. Untuk sekarang ini termasuk agama lain, kita jangan ingin tahu apalagi mau melakukan ibadah kafir sebab itu merupakan suatu kekejian bagi TUHAN yang akan dihukum/dibinasakan oleh TUHAN.
    Ibadah kafir ini masih sering dipegang/dilakukan oleh orang Kristen bahkan oleh hamba-hamba TUHAN, misalnya saat-saat kelahiran dari seorang anak supaya anak itu akan selamat, saat-saat pernikahan supaya nikah itu akan berbahagia; sampai pada saat kematian. Atau jika ingin membangun rumah harus memakai ini dan itu. Itu sebabnya yang paling bagus adalah tidak perlu bertanya, ingin tahu dan membanding-bandingkan dengan agama lain tetapi kita kembali ke alkitab sebab ekor naga ini akan menyeret sepertiga bintang sehingga sangat berbahaya. Semoga kita dapat mengerti.
  2. Ulangan 13 : 1 – 5,
    1. Apabila di tengah-tengahmu muncul seorang nabi atau seorang pemimpi, dan ia memberitahukan kepadamu suatu tanda atau mujizat,
    2. dan apabila tanda atau mujizat yang dikatakannya kepadamu itu terjadi, dan ia membujuk: Mari kita mengikuti allah lain, yang tidak kaukenal, dan mari kita berbakti kepadanya,
    3. maka janganlah engkau mendengarkan perkataan nabi atau pemimpi itu; sebab TUHAN, Allahmu, mencoba kamu untuk mengetahui, apakah kamu sungguh-sungguh mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu.
    4. TUHAN, Allahmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintah-Nya, suara-Nya harus kamu dengarkan, kepada-Nya harus kamu berbakti dan berpaut.
    5. Nabi atau pemimpi itu haruslah dihukum mati, karena ia telah mengajak murtad terhadap TUHAN, Allahmu, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir dan yang menebus engkau dari rumah perbudakan--dengan maksud untuk menyesatkan engkau dari jalan yang diperintahkan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk dijalani. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari tengah-tengahmu.

    Kita harus berhati-hati, sebab nabi palsu itu ada banyak macamnya dan juga banyak pemimpi-pemimpi, kalau bermimpi seperti Yusuf itu boleh, sebab ia bermimpi tentang pembukaan Firman. Jadi bentuk dari ekor naga yang lain adalah nabi palsu. Nabi palsu ini selain mengadakan mujizat secara jasmani, mereka juga membujuk anak-anak TUHAN untuk mengikuti ilah-ilah lain dan juga ajaran-ajaran lain. Jika kita menganggap bahwa mengikuti ibadah kesembuhan karena hanya disuruh untuk minum segelas air adalah hal yang biasa, maka itu akan berbahaya sebab dapat terbujuk untuk mengikuti ajaran-ajaran dan ilah-ilah lain.
  3. Ulangan 13 : 6 – 11,
    6. Apabila saudaramu laki-laki, anak ibumu, atau anakmu laki-laki atau anakmu perempuan atau isterimu sendiri atau sahabat karibmu membujuk engkau diam-diam, katanya: Mari kita berbakti kepada allah lain yang tidak dikenal olehmu ataupun oleh nenek moyangmu,
    7. salah satu allah bangsa-bangsa sekelilingmu, baik yang dekat kepadamu maupun yang jauh dari padamu, dari ujung bumi ke ujung bumi,
    8. maka janganlah engkau mengalah kepadanya dan janganlah mendengarkan dia. Janganlah engkau merasa sayang kepadanya, janganlah mengasihani dia dan janganlah menutupi salahnya,
    9. tetapi bunuhlah dia! Pertama-tama tanganmu sendirilah yang bergerak untuk membunuh dia, kemudian seluruh rakyat.
    10. Engkau harus melempari dia dengan batu, sehingga mati, karena ia telah berikhtiar menyesatkan engkau dari pada TUHAN, Allahmu, yang telah membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan.
    11. Maka seluruh orang Israel akan mendengar dan menjadi takut, sehingga mereka tidak akan melakukan lagi perbuatan jahat seperti itu di tengah-tengahmu.

    Inilah bujukan dari keluarga atau sahabat karib yang dapat menjadi ekor naga sehingga menyeret kita. Setan menggunakan keluarga daging sebagai ujung tombaknya untuk membelokkan iman kita kepada ilah lain/ajaran-ajaran lain. Itu sebabnya pandangan kita janganlah pandangan daging sebab apa yang daging itu merupakan ujung tombak dari setan/ujung tombak ekor naga untuk membelokkan iman kita kepada ilah lain/ajaran-ajaran lain.
    Ini yang banyak terjadi, contohnya: mau berpacaran kemudian bertunangan dan menikah, banyak yang meninggalkan iman/meninggalkan TUHAN dan menikah dengan cara yang lain, dengan ajaran yang lain dan juga di hadapan ilah lain. itu sebabnya kita harus berhati-hati dengan keluarga daging/pandangan daging. Semoga kita dapat mengerti.
  4. Ulangan 13 : 12 – 15 >>> orang dursila
    12. Apabila di salah satu kota yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk diam di sana, kaudengar orang berkata:
    13. Ada orang-orang dursila tampil dari tengah-tengahmu, yang telah menyesatkan penduduk kota mereka dengan berkata: Mari kita berbakti kepada allah lain yang tidak kamu kenal,
    14. maka haruslah engkau memeriksa, menyelidiki dan menanyakan baik-baik. Jikalau ternyata benar dan sudah pasti, bahwa kekejian itu dilakukan di tengah-tengahmu,
    15. maka bunuhlah dengan mata pedang penduduk kota itu, dan tumpaslah dengan mata pedang kota itu serta segala isinya dan hewannya.

    Tampil dari tengah-tengahmu = dari tengah-tengah sidang jemaat. Hati-hati dengan orang dursila sebab mereka keluar dari tengah-tengah sidang jemaat. Kita dapat membaca tentang orang dursila ini di dalam Yohanes 6 : 60, 66, yaitu mereka adalah orang yang keluar atau menolak Firman pengajaran yang benar/Firman pengajaran yang keras dan yang menyucikan.
    Yohanes 6 : 60, 61, 66,
    60. Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"
    61. Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?
    66. Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.

    Kegoncangan itu bukan hanya masalah uang atau masalah pencobaan sehari-hari di dunia ini tetapi nanti yang paling menggoncangkan dan akan banyak orang yang goncang adalah kalau terjadi kegerakkan dari Firman pengajaran yang benar/perkataan YESUS tetapi juga Firman pengajaran yang keras/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Jika sekarang kita tidak mau mendengarkan, maka akan banyak orang yang keluar dan menjadi orang dursila.

Pada awalnya mereka itu berada di antara kita, tetapi dengan Firman pengajaran yang benar dan juga dengan Firman yang keras yang lebih tajam dari pedang bermata dua, Firman penyucian ini semakin keras, maka ia akan menolak dan keluar. Inilah orang dursila yaitu orang yang keras hati.

Di dalam injil Matius 24, tanda dari kedatangan YESUS Yang kedua adalah ‘banyak’ penyesatan dan ‘banyak’ orang yang disesatkan. Banyak, banyak, banyak >>> jadi yang benar, tinggal sedikit dan mungkin akan digolongkan sebagai orang eksklusif atau apapun istilahnya. Saya sangat ngeri mendengar istilah ‘banyak’ ini, sebab berkata tentang ajaran yang sesat >>> ‘banyak’ dan ini dapat dibaca mulai ktb Kejadian sampai ktb Wahyu. Itu sebabnya kita harus berhati-hati sebab banyak yang dipanggil, sedikit yang dipilih. Semoga kita dapat mengerti.

Setelah meninggalkan Firman pengajaran yang benar/Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua, yang pada awalnya diterima dan diakui sebagai hal yang luar biasa kemudian sekarang mundur >>> kemana? tidak mengikut YESUS lagi tetapi mengikut ilah-ilah lain/ajaran-ajaran lain. Mereka tetap dan seperti orang yang beribadah, bahkan jumlah mereka banyak tetapi sudah tidak mengikut YESUS lagi. Seperti orang dursila yang keluar dari sidang jemaat yang benar/gereja yang benar, dari Firman pengajaran yang benar.

Kita harus berhati-hati, sebab orang dursila ini tidak mau sendiri tetapi mereka mengajak orang lain kepada ajaran-ajaran yang lain/meninggalkan Firman pengajaran yang benar. Orang dursila tidak tahan terhadap Firman pengajaran yang benar/Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua sebab mereka itu keras hati dan tidak mau disucikan.

Saya pernah mengajarkan Firman TUHAN di dalam srt 2 Timotius 4, Firman pengajaran ini menyatakan kesalahan, menegur. Kalau kita tetap mempertahankan dosa, maka Firman itu selalu datang sebagai teguran, keras terus, terus menusuk sehingga lama kelamaan kita tidak akan kuat. Tetapi kalau kita ditusuk, dan kita berani mengaku bahwa itu adalah dosa saya, sebab TUHAN itu menusuk selalu tepat sasaran. Seperti pada waktu YESUS menyembuhkan orang yang buta, IA meludah ke tanah dan mengoleskan ke mata orang buta itu. Firman yang seperti pedang itu menusuk, misalnya: hatinya yang kotor, maka hatinya yang ditusuk, tangannya yang kotor, maka tangan itu dipenggal, tetapi kalau kita terus melawan, maka kita akan terus ditusuk, terus ditegur dan lama kelamaan kita tidak akan dapat tahan dan keluar sehingga kita menjadi orang dursila. Dan orang semacam ini akan berusaha dengan segala cara mengajak sebanyak mungkin orang, untuk juga meninggalkan Firman pengajaran yang benar dan mengikuti ilah-ilah lain,

Inilah ekor naga dalam arti sehari-harinya dan kita harus berhati-hati yaitu:

  • sejak seorang anak mulai lahir sudah dimasukkan ilah lain dengan diberi telur supaya menjadi pandai, selamat dan memiliki masa depan yang bagus sehingga tidak bergantung kepada TUHAN lagi tetapi pada ilah yang lain. Inilah ibadah kafir.
  • nabi palsu dengan mujizat-mujizat.
  • keluarga daging/keuntungan daging.
  • orang dursila yang secara terang-terangan menolak Firman pengajaran yang benar. Mereka akan berusaha dengan segala macam cara/menghalalkan segala macam cara untuk menarik orang-orang lain keluar dari Firman pengajaran yang benar untuk mengikuti ilah-ilah lain/ajaran-ajaran lain. Semoga kita dapat mengerti.
    Inilah tiga hal yang menggugurkan bintang yaitu angin pencobaan, apsintus/kepahitan dan ekor naga. Kita harus berhati-hati, sebab di dalam keseharian di manapun kita berada, ekor naga itu sudah siap. Di kantor kita harus tegas menghadapi ekor naga, jangan karena toleransi, kita mengikuti cara-cara yang tidak sesuai Firman.

1 Timotius 4 : 1, 2,
1. Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan
2. oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.

Murtad = gugur dari iman yang benar/gugur dari pengajaran yang benar/dari ibadah yang benar.

Mari! dihari-hari ini kalau kita berada di dalam urapan Roh Kudus, maka kita harus tegas untuk menolak ajaran-ajaran yang lain/menolak ilah-ilah yang lain dan tegas ini bukannya kita bersikap kurang ajar dan ngawur.

Mengapa kita harus tegas? Sebab ada bahayanya karena setiap ajaran-ajaran asing memiliki meterai/cap (ay 2). Sehingga di saat kita mendengar, maka saat itu juga hati nurani kita dicap (istilah dari rsl Paulus adalah diselar dengan besi panas). Dan celakanya kalau kita sudah diberi cap/diselar dengan besi panas, akan sulit bahkan tidak dapat kembali kepada ajaran yang benar. Itu sebabnya di ayat 1 mengatakan harus ‘tegas’ >>> jangan coba-coba dan jangan bertanya-tanya. Semoga kita dapat mengerti.

Saya memiliki kesaksian, dulu di dalam pergaulan, saya masih tidak tegas sebab masih dengan sembunyi-sembunyi tetapi TUHAN masih menolong. Saya belum menjadi seorang hamba TUHAN, saya masih menjadi pemain sepak bola. Satu waktu klub kami akan melakukan pertandingan, saya melihat sepertinya ada yang membakar sate tetapi ternyata kemenyan yang dibakar. Jadi semua sepatu dari para pemain harus diletakkan semuanya di sana, saya berpikir ini gawat. Memang pada waktu itu saya kurang rajin datang ke gereja, tetapi beruntung hati nurani saya masih menolong dengan berkata bahwa hal itu berbahaya. Jadi saya hanya berpura-pura maju dengan menyembunyikan sepatu saya dibelakang dan beruntung semua pemain maju dan berebutan untuk memberikan sepatu mereka. Jadi saya pura-pura maju kemudian segera pergi, dan pelatih melihat bahwa saya sudah datang.Tetapi saat ini saya diingatkan oleh TUHAN, bahwa saya tidak tegas. Saya masih takut tetapi TUHAN masih menolong, seandainya saya meletakkan sepatu itu di sana, entah masih hidup atau tidak saya ini, sebab bisa saja, saat pertandingan saya mengalami kecelakaan dan saya mati karena saya sudah menyembah ilah lain. Semoga kita dapat mengerti.

Supaya tidak terseret oleh ekor naga, maka secara umum kita harus memperhatikan TUHAN/perhatian kita sepenuh harus tertuju kepada TUHAN >>> 1 Korintus 7 : 29 -32,
29. Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri;
30. dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli;
31. pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.
32. Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya.

  • Tidak beristeri itu maksudnya bukan isteri itu dicerai oleh suaminya, tetapi pusat perhatian suami di jaman yang sudah sulit ini, jangan menomor satukan isterinya tetapi harus lebih memperhatikan TUHAN kalau tidak ingin gugur. Kita harus berhati-hati sebab bintang yang besar dapat gugur.
  • dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis = jangan menfokuskan diri pada penderitaan. Banyak kali kita salah >>> kalau ditanya mengapa tidak ke gereja? Karena isteri/suami saya begini dan begitu >>> suami/isteri selalu menjadi penghalang >>> jangan sampai terjadi hal demikian ini. Atau karena pencobaan terlalu berat sehingga perhatian kita sudah tidak kepada TUHAN.
  • dan orang-orang yang bergembira, = dalam keadaan diberkati, malahan melupakan TUHAN.
  • orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya = tidak tergantung pada dunia.

Supaya bintang tidak gugur/tidak terseret, maka kita harus memusatkan perhatian kepada Pribadi TUHAN/kepada perkara-perkara TUHAN. Bagi yang bekerja >>> silahkan bekerja, tetapi pusat perhatian harus kepada TUHAN. Bagi yang bersekolah >>> silahkan! Tetapi pusat perhatian hanya kepada TUHAN. Semuanya harus kepada TUHAN.

Ada tiga macam pusat perhatian kepada TUHAN yaitu:

  1. memperhatikan Firman nubuat, >>> 2 Petrus 1 : 19, Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu. >>> ini memusatkan perhatian kepada TUHAN. Firman nubuat ini adalah Firman yang dibukakan rahasianya untuk menyatakan apa yang akan terjadi di dunia ini sampai kedatangan YESUS Yang kedua kalinya di dalam kemuliaan.
    Firman nubuat = 2 Korintus 4 >>> cahaya injil tentang kemuliaan Kristus = pengajaran Mempelai >>> 2 Korintus 4 : 3, 4,
    3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
    4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

    Cahaya injil tentang kemuliaan Kristus sebagai Raja dan sebagai Mempelai Pria Surga yang sekarang kita kenal dengan nama Firman pengajaran Mempelai/Kabar Mempelai/pengajaran Mempelai dalam terang tabernakel. Istilah bagi saya tidaklah penting, yang penting isinya. Ini yang harus menjadi fokus kita. Fokus kita bukan kepada manusia atau kepada dunia atau kepada penderitaan atau kepada berkat saja tetapi harus kepada TUHAN = memperhatikan Firman nubuatan = pembukaan Firman
    Jika saudara datang beribadah, apa yang ingin saudara lihat? Mau melihat gedungnya? Mau melihat pendetanya? Jangan melihat hal-hal seperti itu, di mana saja kita beribadah kita harus melihat kepada Firman nubuat/pembukaan Firman. Kalau kita melihat hal yang lain, maka kita akan terkecoh dan akan terseret.
    Di dalam srt 2 Petrus dikatakan >>>Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.
    Seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap. Memperhatikan Firman nubuat >>> di dalam srt 2 Petrus ini diistilahkan seperti memperhatikan pelita di tempat yang gelap = memperhatikan dengan suatu kebutuhan. Jika kita berada di tempat yang gelap, maka yang dibutuhkan bukanlah uang, tetapi pelita.
    Mari! kita mendengarkan Firman di gereja apakah dengan suatu kebiasaan >>> yang penting datang ke gereja. Kita jangan berbuat seperti itu, sebab kita akan rugi. Karena kita dapat terseret kalau perhatian kita bukan kepada TUHAN sebab bintang yang besar saja dapat terseret. Disaat-saat ada pengajaran Firman/Firman Mempelai di dalam terang tabernakel >>> mari kita memperhatikan dengan suatu kebutuhan sehingga:
    • kita dapat mendengar dengan baik.
    • dapat mengerti Firman TUHAN yang diberitakan sehingga kita dapat
    • percaya serta yakin pada Firman, sampai kita dapat
    • mempraktekan Firman.
      Inilah arti dari kita memperhatikan Firman >>> kita bukan hanya mencatat tetapi sampai kita mempraktekan Firman TUHAN itu.
    Kalau Firman nubuat/cahaya injil ini kita perhatikan, maka hasilnya cahaya kemuliaan akan masuk ke dalam hati kita/akan menerangi hati yang gelap/menyucikan hati yang gelap. Semakin kita memperhatikan, semakin terang cahaya di dalam hati kita sampai Bintang Timur bersinar di dalam hati. Bintang Timur seperti di dalam ktb Wahyu 22 Yang gilang gemilang, tidak akan jatuh.
    Perbedaan dari YESUS dengan Lucifer yang adalah bintang timur/putera fajar, tetapi kalau saudara membaca di dalam ktb Wahyu 22, Tunas Daud adalah Bintang Timur Yang gilang gemilang/YESUS sebagai Mempelai Pria Surga ada di dalam hati kita, kita tidak akan pernah gugur sehingga kita sebagai bintang dapat menyinarkan cahaya kesucian/cahaya kemuliaan/cahaya bintang timur. Selama bintang itu bersinar, ia tidak akan pernah gugur sebab tidak dapat diseret oleh ekor naga. Inilah memberi perhatian yang pertama yaitu kepada Firman nubuat sampai kita merasa nikmat dalam mendengarkan Firman karena kita membutuhkan. Kalau kita butuh makanan karena lapar, maka apapun yang ada entah hanya makan nasi dengan krupuk dan kecap akan terasa nikmat. Sampai satu waktu yaitu waktu fajar menyingsing yaitu saat kedatangan YESUS Yang kedua kalinya, maka kita akan diubahkan menjadi sama mulia dengan TUHAN YESUS. Kita menjadi Mempelai Wanita, bukan saja tidak gugur tetapi bintang itu akan terangkat bersama dengan TUHAN selama-lamanya.
    Sekarang kita belum terangkat, tetapi dengan adanya cahaya penyucian di dalam hati kita/ada cahaya kemuliaan YESUS, kita dapat bertahan terhadap ekor naga. Mari saudaraku! kita harus bersungguh-sungguh, terlebih saya yang nomor satu berdoa kepada TUHAN agar jangan sampai terseret oleh ekor naga dihari-hari ini.
  2. memperhatikan pelayanan, >>> Kolose 4 : 17, Dan sampaikanlah kepada Arkhipus: Perhatikanlah, supaya pelayanan yang kauterima dalam Tuhan kaujalankan sepenuhnya.
    Pelayanan yang kita terima dari TUHAN, harus kita jalankan sepenuhnya. Istilah pelayanan sepenuhnya di dalam injil Lukas 12, adalah setia dan bijaksana.
    Mari! sementara ekor naga siap menyeret sepertiga bintang di langit:
    • kita memandang/memberi perhatian sepenuhnya kepada YESUS dengan memandang Firman, agar kita disucikan dan menjadi bintang mengeluarkan cahaya sehingga kita tidak dapat diseret.
    • kita memperhatikan pelayanan >>> menjalankan pelayanan dengan sepenuhnya = setia dan bijaksana.
    Menjelang kedatangan TUHAN, manusia/daging ini sering lengah sehingga diperlukan kewaspadaan >>> Lukas 12 : 35 – 37, 41, 42,
    35. "Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.
    36. Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya.
    37. Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.
    41. Kata Petrus: "Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau juga semua orang?"
    42. Jawab Tuhan: "Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?

    Pengurus rumah = oikonomos >>> gembala, penginjil, pelayan.
    Kesimpulan dari berikat pinggang, pelita tetap menyala, menanti tuan dari pesta perkawinan adalah setia dan bijaksana = kau jalankan sepenuhnya (Kolose 4 : 17).
    Bijaksana :
    • sebagai seorang hamba TUHAN, mengetahui batas-batasnya dalam berkata-kata.
    • taat dengar-dengaran >>> ‘siapa yang mendengarkan Firman dan melakukannya, ia seperti orang yang bijaksana yang mendirikan rumah di atas batu’.
    Hasilnya:
    Lukas 12 : 37, Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.
    Kalau kita setia dan bijaksana, maka hasil pertama >>> urusan makan minum dan kebahagiaan menjadi urusan dari TUHAN. Bagi rekan-rekan hamba TUHAN, urusan makan dan minum kita bukan dari sidang jemaat; demikian juga bagi pelayan-pelayan TUHAN, sekalipun saudara memiliki gaji, punya perusahaan/toko >>> silahkan! Tetapi mari! lewat ayat ini, kalau kita sudah melayani dengan setia dan bijaksana, maka TUHAN sudah melayani kita.
    Tetapi lebih dari itu, kita berbicara tentang bintang, kalau kita setia dan bijaksana, maka kita bagaikan bintang yang bercahaya tidak akan gugur.
    Daniel 12 : 3, Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.
    Bagi siswa/i lulusan Lempin-El, jika saudara nanti akan diterjunkan di mana saja, pegang ini:
    • memperhatikan Firman >>> jangan memperhatikan yang lain, sampai dapat mempraktekan Firman dan kalau itu bercahaya, maka saudara sebagai bintang akan bertahan.
    • setia dan bijaksana di dalam pelayanan. Kalau saudara masih merintis, ini saja yang menjadi rumusnya. Sebab urusan makan, minum, memiliki isteri dan anak menjadi urusan dari TUHAN, kalau ada kesetiaan dan kesucian serta kesetiaan dan bijaksana.
    • kita menjadi bintang yang bercahaya, yang menuntun banyak orang. Itu sebabnya tidak perlu mencari jemaat sampai bertengkar, sebab kalau kita sudah menjadi bintang yang bercahaya, maka akan banyak orang yang mau dituntun. Sidang jemaat, tidak perlu dicari atau dirampok. Kalau saudara gelap, maka usaha apa saja yang saudara lakukan, pasti jemaat akan terkeluar. Dunia ini berada di dalam kegelapan, di mana ada cahaya, maka orang akan datang ke sana. Rumus dari kerajaan surga adalah dari tidak ada menjadi ada, dari kecil, menjadi besar. Kalau rumus dari dunia adalah ingin langsung menjadi besar >>> jangan menginginkan hal seperti ini.
  3. Kita sebagai bangsa kafir lewat jalur keturunan tidak dapat menjadi bintang, hanya lewat jalur kemurahan, bangsa kafir dapat menjadi bintang tetapi hal ini sering dilupakan. Jadi yang harus diperhatikan adalah harus memperhatikan kemurahan TUHAN. Banyak yang sudah melupakan kemurahan TUHAN sehingga menjadi sombong karena berpegang pada pengajaran Mempelai sehingga banyak orang yang datang dan merasa diri hebat dan sudah berhikmat >>> bukan ini, tetapi semuanya kembali kepada kemurahan TUHAN >>> saya sebagai bangsa kafir tidak dapat berbuat apa-apa tanpa kemurahan TUHAN.
    Mazmur 107 : 43, Siapa yang mempunyai hikmat? Biarlah ia berpegang pada semuanya ini, dan memperhatikan segala kemurahan TUHAN.
    Kembali kepada dasarnya, jika bukan karena kemurahan TUHAN, bangsa kafir tidak dapat menjadi bintang. Jangankan bercahaya, banyak orang yang datang, menjadi bintang saja tidak bisa jika tanpa Darah YESUS/tanpa kemurahan TUHAN/anugerah TUHAN.

Bagi lulusan Lempin-El, saudara jangan lupa bahwa saudara masuk sekolah Lempin-El ini karena kemurahan TUHAN; kemudian selama di sekolah Lempin-El, saudara hidup dari kemurahan TUHAN. Saya katakan dan ini bukanlah suatu kesombongan >>> sekalipun saudara ingin membayar saya satu juta rupiah akan saya tolak, sebab lebih baik saya tidur karena banyak tugas dan capek. Tetapi kalau saya mau mengajar, itu karena saya sudah dibayar lunas oleh Darah kemurahan TUHAN.

Mari! siapa yang membutuhkan Air Kehidupan, ambillah dengan cuma-cuma. Tetapi jika yang cuma-cuma karena sudah dibayar oleh TUHAN, kita abaikan, maka kita akan berhadapan dengan TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Untuk apa kemurahan TUHAN ini?

  • untuk menghadapi percikkan darah/ujian/sengsara tanpa dosa seperti Yusuf yang menjadi bintang yang tidak gugur. Ia harus menghadapi sengsara dengan:
    • dimasukkan ke dalam sumur yang kering dan ini adalah gambaran dari dunia/mengenai perkara dari dunia >>> Yusuf diuji tentang perkara-perkara dunia.
    • di rumah Potifar >>> ia diuji tentang kesucian. Menghadapi isteri Potifar, Yusuf sangat sengsara karena ia selalu dirayu.
    • di masukkan ke dalam penjara karena ia difitnah. Banyak orang yang menjadi bintang tetapi difitnah >>> tidak bersalah, disalahkan, dicaci maki.
    Kalau melawan >>> belum lulus. Tetapi kalau kita diam, maka itu berarti.
    kita menang dan kemurahan TUHAN/kasih karunia TUHAN mengangkat kita dalam kemuliaan. Seperti Yusuf yang diangkat dalam kemuliaan. Yusuf adalah gambaran dari gereja Mempelai. Di dunia, ia diangkat dalam kemuliaan sampai diangkat menjadi Mempelai Wanita TUHAN. Untuk dapat dipermuliakan, harus melalui percikan darah, itu sebabnya kita harus memperhatikan kemurahan TUHAN. Saat percikan darah kita harus ingat >>> Darah bertemu dengan darah >>> saya sudah ditebus dengan Darah, saya sudah dibeli dengan kemurahan TUHAN dan diangkat menjadi bintang, sekarang bertemu dengan Darah >>> sudah cocok. Pegang kemurahan TUHAN/anugerah TUHAN. Saya dicaci maki >>> ini adalah kasih karunia/ini adalah anugerah TUHAN dan di saat itu kita dipermuliakan baik di dunia sampai pada kemuliaan Mempelai.
  • saat kita menghadapi kegagalan >>> saat kita jatuh masih diberi kesempatan. Contohnya: Raja Daud juga bintang yang luar biasa tetapi ia jatuh dengan Batsyeba. Mari sekarang ini, saya dan saudara datang beribadah dalam keadaan apa?
    • Apakah dalam keadaan diuji seperti Yusuf >>> sekalipun tidak kuat, tetapi kita harus kembali kepada kemurahan TUHAN. YESUS Yang tidak bersalah harus mati, siapa saya? memang harus mengalami hal ini.
    • Atau mungkin sudah jatuh? Bintang yang sudah jatuh? Jatuh di dalam dosa, gagal dalam pelayanan, gagal dalam ekonomi dlsbnya. Kembali kepada kemurahan TUHAN
    Mazmur 51 : 1, 2, 3, 19, 20,
    1. Untuk pemimpin biduan. Mazmur dari Daud,
    2. ketika nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba.
    3. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!
    19. Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.
    20. Lakukanlah kebaikan kepada Sion menurut kerelaan hati-Mu bangunkanlah tembok-tembok Yerusalem!

Kalau kita datang dengan hancur hati, ingat! Saya dulu diangkat oleh kemurahan/belas kasihan/tetesan Darah TUHAN, sekarang saya jatuh TUHAN, dalam pelayanan saya gagal, dalam kerohanian saya jatuh dalam dosa, dalam jasmani saya juga jatuh bangun, masa depan juga habis >>> kembali kepada TUHAN dengan hancur hati dan mengaku semuanya dengan jujur, maka kemurahan TUHAN akan melakukan kebaikan >>> bangunkanlah tembok-tembok Yerusalem! Kita akan dibangunkan kembali, dikuatkan kembali sehingga kita dapat merasakan kembali kebaikan TUHAN seperti Daud sampai seumur hidupnya merasakan kebaikan TUHAN. Perjamuan suci adalah sumber dari kemurahan TUHAN; apa saja keadaan kita >>> kita dulu adalah bangsa kafir tetapi kita kembali kepada kemurahan TUHAN. TUHAN memberkati.



kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 31 Juli 2018 - 02 Agustus 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • Agustus 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 15-16 Agustus 2018
    (Ibadah Kunjungan di Palangkaraya)

  • September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top