English Language | Form Penggembalaan
kebaktian bible study surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Bible Study Surabaya (Senin, 02 April 2007)
Tayang: 22 Oktober 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 Maret 2008)
Tayang: 17 Agustus 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 22 Oktober 2007)
Tayang: 08 Juni 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 09 Juli 2007)
Tayang: 15 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Januari 2014)
Tayang: 31 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 Maret 2014)
Tayang: 03 April 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 16 Juni 2014)
Tayang: 01 Mei 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 19 Agustus 2013)
Tayang: 27 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 14 Juli 2014)
Tayang: 12 Juni 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 Maret 2014)
Tayang: 19 April 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 10 September 2007)
Tayang: 04 Januari 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 05 Maret 2007)
Tayang: 01 Agustus 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 12 November 2007)
Tayang: 09 Agustus 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 04 November 2013)
Tayang: 06 Arpil 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Bible Study Surabaya
Tanggal: Senin, 08 Oktober 2007
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 03 Mei 2009

Kita tetap akan membahas srt Yudas yang di dalam susunan tabernakel srt Yudas ini berbicara tentang tudung kulit lumba-lumba dan ini berbicara tentang naungan kasih TUHAN kepada gereja TUHAN supaya tidak tersandung dan membawa kita sampai kita tidak bernoda dan bercela.

Yudas 1 : 24, 25
24. Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya,
25. Allah yang esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.

Mudah tersandung dan menjadi sandungan adalah dosa sandungan yang menjatuhkan, menenggelamkan bahkan membinasakan kehidupan kita. Itu sebabnya naungan kasih TUHAN menjaga kita agar kita jangan tersandung.

Di dalam injil Matius 18 : 6, "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.
Menyesatkan di dalam bahasa aslinya adalah menyandung/skandalon. Dosa sandungan ini bagaikan leher diikat dengan batu kilangan kemudian ditenggelamkan ke dalam laut.

Kita akan membandingkan Matius 18 ini dengan Wahyu 18, baru kemudian kita mengambil kesimpulannya -> Wahyu 18 : 21, Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: "Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi.
Jadi jelas, dosa sandungan = dosa Babel yang akan membawa kita jatuh dan tenggelam dalam dosa Babel sampai kita binasa selama-lamanya/tidak ditemukan lagi. Dosa Babel ini merupakan dosa akhir jaman yaitu makan minum (merokok, narkoba, mabuk) sampai dengan dosa kawin mengawinkan/dosa sex. Itu sebabnya TUHAN mau menaungi kehidupan kita.

Di dalam alkitab, kita belajar bahwa dosa sandungan ini justru mengancam kehidupan yang dipakai oleh TUHAN dan salah satu contohnya di dalam injil Matius 16 adalah Petrus.

Matius 16 : 18, 21 – 23,
18. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
21. Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua,
imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.

22. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."
23. Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."
Ay 18 -> merupakan pujian TUHAN kepada Petrus sebab Petrus adalah batu karang yang dipakai di dalam pembangunan Tubuh Kristus.
Ay 23 -> dari batu karang, secepatnya Petrus menjadi batu sandungan. Inilah contoh, bahwa dosa sandungan ini mengancam kehidupan yang dipakai oleh TUHAN.

Ay 18, Petrus adalah batu karang = kehidupan yang dipakai di dalam pembangunan Tubuh Kristus dan ini adalah gambaran dari orang yang teguh imannya. Tetapi secepatnya di ay 23, Petrus menjadi batu sandungan = dosa Babel.

Mengapa bisa terjadi dari batu karang menjadi batu sandungan? Waktu yang lalu kita sudah mempelajari penyebab menjadi batu sandungan adalah hati yang keras seperti hati Firaun/hati setan. Demikian juga dengan Petrus, YESUS katakan di ay 23 bagian akhir -> “sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia” . jadi Petrus menggunakan pikiran manusiawi/pikiran daging. Kita harus berhati-hati, sebab banyak kali gereja TUHAN jatuh karena memakai pikiran manusiawi/pikiran daging yang terlihat logis, sebab YESUS hendak disalib, tentunya harus dihalangi -> terlihat logis tetapi sudah kehilangan nilai rohani/nilai keselamatan.

Apa yang menjadi praktek dari menggunakan pikiran manusiawi/pikiran daging?

  1. Matius 16 : 21, 22,
    21. Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.
    22. Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."

    Petrus menarik YESUS ke samping dan berkata “Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu” jadi praktek pertama dari menggunakan pikiran manusiawi/pikiran daging ang merongrong gereja TUHAN adalah menolak salib. Gereja TUHAN/hamba TUHAN seperti Petrus yang merupakan murid tertua dari antara murid-murid yang lain tetapi ia dapat menolak salib, apalagi kita yang masih muda, kita harus sungguh-sungguh waspada. Seperti yang seringkali saya katakan, ada yang berkata -> di dunia, kami sudah kesulitan mencari nafkah, sulit belajar, kemudian kami datang ke gereja dan diajarkan tentang salib dan ini berarti kami harus mengalami kesulitan lagi, kapan kami merasakan senangnya? Inilah pikiran daging yang terlihat logis tetapi kehilangan nilai keselamatan. Itu sebabnya gereja-gereja sekarang, membuat hal-hal yang mengenakkan daging/membuat yang mudah bagi daging sehingga banyak orang menjadi senang tetapi sesungguhnya mereka sudah kehilangan nilai rohani/nilai keselamatan.

    Menolak salib = menolak pengalaman kematian dan kebangkitan bersama YESUS. TUHAN YESUS mengatakan bahwa IA akan dibunuh tetapi dalam tiga hari akan dibangkitkan.

    Akibat dari menolak salib -> tidak mati dan tidak bangkit, maka gereja TUHAN tidak akan pernah mengalami pembaharuan/keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani. Itu sebabnya salib itu amat penting sebab seperti TUHAN YESUS dari Manusia Daging, Dia disalibkan, mati, bangkit sebagai Manusia Rohani dengan Tubuh kemuliaan. Inilah Petrus yang tetap mempertahankan manusia daging.
    Tanda dari pembaharuan:
    Efesus 4 : 21 – 26,
    21. Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,
    22. yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,
    23. supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
    24. dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
    25. Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.
    26. Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu

    1. tidak ada dusta.
    2. ay 26 -> matahari terbenam = tidak ada kasih. Tetapi manusia baru, jika marah dengan kasih/tidak ada emosi/tidak ada kebencian.

    Kita membandingkan dengan Petrus yang menolak salib sehingga ia tidak mengalami pembaharuan sehingga pada akhirnya ia menyangkal YESUS sebanyak tiga kali dan ia juga berdusta sebab ia mengatakan bahwa ia tidak mengenal YESUS. Petrus juga memiliki kebencian karena emosi. Pada waktu di taman Getsemani, YESUS mau ditangkap, Petrus mengambil pedang, kemudian ia memotong telinga Malkus. Inilah Petrus yang menjadi batu sandungan sebab ia memakai pikiran daging. Sekali lagi saya katakan, kalau saudara beribadah kemudian daging ini terasa sakit, maka itu sudah benar; kita jangan mau kalau beribadah hanya untuk mengenakan daging, sebab itu berarti kita menolak salib. Atau Firman TUHAN begitu tajam menghantam daging, ini juga sudah benar sebab kita akan mengalami pembaharuan.

    Petrus tidak mengalami pembaharuan sebab ia:
    • tetap berdusta
    • tetap emosi sampai pada kebencian sehingga YESUS mengatakan bukan enyahlah Petrus tetapi ‘enyahlah iblis’ sebab iblis adalah bapak pendusta dan bapak pembunuh. Sebab benci = pembunuh. Semoga kita dapat mengerti.

    Sudah sekian lama Petrus melayani TUHAN dan ia dipakai oleh TUHAN tetapi sesungguhnya ia hanya seperti iblis/setan. Kita dapat membayangkan, sebagai seorang hamba TUHAN, tetapi ia hanya seperti setan dan untuk hal ini saya tidak dapat berpikir bagaimana dahsyatnya dosa sandungan ini.

    Mari! sekarang ini supaya kita tidak masuk dalam dosa sandungan, maka:
    • jangan ada dusta
    • harus mengalami pembaharuan hidup yaitu tidak ada emosi dan kebencian. Kalau tidak, maka itu berarti kita belum mengalami keubahan dan menjadi seperti Petrus -> ‘enyahlah iblis’.

    Itu sebabnya kita harus berhati-hati, dan biarlah kita berubah dengan menerima salib dan tandanya adalah:
    • mau mati dan bangkit bersama TUHAN dan juga
    • mau berubah yang dimulai dari tidak ada dusta dan juga tidak ada emosi/kebencian = bebas dari sandungan. Semoga kita dapat mengerti.
  2. Filipi 3 : 18, 19,
    18. Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.
    19. Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.

    Praktek kedua dari memakai pikiran manusiawi/pikiran daging adalah menjadi seteru salib. Sekalipun di dalam gereja ada gambar/tanda salib tetapi pada kenyataannya sudah menjadi seteru salib/menolak salib. Jadi praktek kedua pikiran semata-mata hanya tertuju kepada perkara-perkara duniawi/daging dan ini yang sekarang digembar-gemborkan di dalam gereja TUHAN. Pada waktu TUHAN YESUS masih berada di dunia ini, TUHAN YESUS berkata kepada Petrus ‘mulai sekarang engkau menjadi penjala manusia’. Awalnya Petrus adalah seorang penjala ikan, tetapi kemudian YESUS menjadikannya sebagai seorang hamba TUHAN/penjala manusia. Untuk ini Petrus masih mau sebab bersama YESUS -> lima roti, dua ekor ikan dapat memberi makan limaribu orang dan ini merupakan hal yang luar biasa sebab itu berarti tidak kekurangan.

    Tetapi begitu YESUS mati, mungkin Petrus lupa kalau YESUS akan bangkit sehingga ia mulai berpikir dan ini logis -> ‘kalau saya menangkap manusia, tentu saja manusia ini tidak dapat dimakan tetapi kalau saya kembali menangkap ikan, ikan yang ditangkap dapat dijual untuk membeli beras sehingga semuanya menjadi beres. Ini logis tetapi kehilangan nilai rohani/nilai keselamatan.

    Kita harus berhat-hati sebab sekarang ini Firman TUHAN dibuat logis tetapi hilang nilai kerohanian dan juga hilang keselamatan. Yohanes 21 : 3, Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.
    Inilah saudaraku, Petrus memiliki pikiran daging yaitu kembali untuk menangkap ikan -> dari menangkap manusia, ia kembali menangkap ikan.

    Sekarang apa arti dari kembali menangkap ikan? Saya sebagai seorang hamba TUHAN dan juga bagi kita sebagai pelayan TUHAN, apa artinya kembali menangkap ikan?
    Ada dua pengertian yaitu:
    1. beribadah dan melayani TUHAN hanya untuk mencari perkara-perkara dunia, mungkin keuangan, kedudukan, jodoh, mencari pekerjaan sehingga tidak lagi mencari perkara-perkara surgawi yaitu mencari Firman TUHAN. Sudah tidak memperdulikan Firman TUHAN apa yang disampaikan, yang penting mendapatkan pekerjaan, mendapat jodoh, mendapat uang sehingga hal yang rohani sudah tidak diperdulikan lagi. Atau sebaliknya seperti Petrus yang sudah menjadi penjala manusia, ia kembali lagi menjadi penjala ikan
    2. meninggalkan ibadah pelayanan/tidak setia untuk mencari perkara-perkara dunia. Ini dianggap logis karena harus bekerja -> kalau tidak bekerja, siapa yang memberi aku makan? Logis, tetapi sudah kehilangan nilai rohani/nilai keselamatan.
    Itu sebabnya kita harus sungguh-sungguh serius agar kita tidak tertawan oleh pikiran-pikiran daging, sebab ini dapat menjadi batu sandungan. Semoga kita dapat mengerti.

    Akibatnya:
    • Yohanes 21 : 3, Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.
      Tidak menangkap/tidak mendapatkan apa-apa/tidak dapat berbuat apa-apa = gagal total. Kalau kita membandingkan dengan injil Yohanes 15 = seperti carang yang tidak mau melekat pada Pokok/tidak setia = berada di luar Aku, kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Silahkan saudara mau bekerja, mau membuka usaha baru, tetapi kalau semuanya itu menjadikan saudara tidak setia/meninggalkan ibadah pelayanan = gagal total = tidak dapat berbuat apa-apa = tidak menangkap apa-apa. Semoga kita dapat mengerti.
    • Yohanes 21 : 7, Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.
      Tidak berpakaian = telanjang = dipermalukan = hidup di dalam dosa = hilang keselamatan.
      Dulu, di taman Eden, manusia memakai pakaian kemuliaan, tetapi begitu mereka berbuat dosa, mereka menjadi telanjang dan diusir keluar dari taman Eden. Begitu juga dengan pelayan-pelayan TUHAN, kalau meninggalkan ibadah pelayanan/tidak setia karena mencari perkara-perkara jasmani atau sebaliknya, mungkin aktif di dalam pelayanan tetapi hanya untuk perkara-perkara jasmani = telanjang = dipermalukan karena hidup di dalam dosa = hilang keselamatan. Ini merupakan hal yang sungguh-sungguh serius dan dimulai dari saya sebagai seorang hamba TUHAN, diperiksa oleh TUHAN.
    • 1 Korintus 15 : 19, Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.
      Menjadi orang yang paling malang di dunia sebab hanya berpikiran daging/yang logis saja tetapi tidak memiliki nilai kerohanian. Hanya agar dapat hidup saja/hanya untuk perkara dunia ini saja, kita menaruh pengharapan kepada YESUS/ikut dan melayani YESUS hanya untuk mencari perkara-perkara dunia, maka ia menjadi orang yang paling malang di dunia sebab ia akan binasa untuk selama-lamanya.

      Sebab apa ia menjadi orang yang paling malang? Sebab tidak mengalami kuasa kebangkitan dan ini berarti ia dikuasai oleh maut = binasa untuk selama-lamanya. Pasal limabelas ini adalah pasal kebangkitan Kristus, jadi kalau kita sungguh-sungguh mengikuti dan melayani YESUS, maka akan ada kuasa kebangkitan.

    Seandainya orang itu mati dan dikuburkanpun, ia akan dibangkitkan untuk mendapatkan tubuh kemuliaan. Tetapi kalau hanya untuk mencari perkara dunia, maka ia tidak akan mengalami kuasa kebangkitan tetapi dikuasai oleh maut, untuk binasa selama-lamanya/orang yang paling malang di dunia. Inilah dosa sandungan yang kecil tetapi akibatnya fatal. Semoga kita dapat mengerti.
  3. Matius 16 : 22, Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."
    Jadi, YESUS ditarik oleh Petrus kesamping = sejajar dengan Petrus dan ini merupakan kesombongan/tinggi hati. Seharusnya YESUS Yang menuntun Petrus -> YESUS sebagai Gembala berada di depan dan Petrus mengikut dari belakang dan sekarang mau disejajarkan bahkan mau ditarik kebelakang.

    Apa yang menjadi wujud dari orang yang tinggi hati itu?
    • Tidak mau tergembala/tidak mau dituntun oleh Gembala/tidak mau tergembala dihari-hari ini. Inilah saudaraku, dosa sandungan/pikiran daging sehingga tidak mau tergembala. Syarat tergembala yaitu masuk dalam kandang penggembalaan.
      Kandang penggembalaan ialah:
      Secara jasmani -> inilah gereja dengan organisasi masing-masing yang disahkan oleh pemerintah.
      Secara rohani -> ruangan suci. TUHAN pernah memperlihatkan kerajaan surga yang memiliki tiga ruangan kepada Musa dan Musa diperintahkan oleh TUHAN untuk membuat miniatur kerajaan surga di bumi yang disebut dengan tabernakel.

      Ketiga ruangan dari kerajaan surga/tabernakel ialah:
      • halaman = keselamatan -> percaya kepada YESUS kemudian masuk dalam baptisan air kemudian baptisan Roh Kudus -> ini sudah kita alami/jalani.
      • ruangan maha suci = kesempurnaan -> kita belum mencapainya dan ini berarti posisi kita ditengah-tengah yaitu kita berada di dalam
      • ruangan suci.

      Inilah saudaraku!sombong karena tidak mau masuk dalam ruangan suci/tidak mau masuk dalam kandang penggembalaan, baik secara jasmani maupun secara rohani. Secara rohani ruangan suci ini memiliki tiga macam alat yang untuk sekarang menunjuk pada tiga macam ibadah pokok yaitu:
      • Pelita emas/Roh Kudus (gbr: http://www.gptkk.org/pelita.php) = ada minuman = bertekun di dalam ibadah raya, biasanya pada hari Minggu
      • Meja roti sajian (gbr: http://www.gptkk.org/mrs.php) = ada makanan/roti = bertekun di dalam ibadah pendalaman alkitab yang di sertai dengan perjamuan suci
      • Mezbah dupa emas (gbr: http://www.gptkk.org/dupa.php) = ketekunan di dalam ibadah doa penyembahan
        Inilah kandang penggembalaan. Jangan seperti Petrus yang memiliki pikiran daging sehingga ia menolak untuk dituntun oleh YESUS sebab ia berpikir ia dapat melakukan sendiri.
    • Tidak mau mendengar dan dengar-dengaran kepada Firman penggembalaan/kepada Suara Gembala.
      Kita tergembala = selain masuk dalam kandang penggembalaan, kita juga harus dapat makan Firman/mengerti Firman. Jadi tidak tergembala = tidak dapat/tidak mau makan/mengerti Firman penggembalaan = tidak dapat/mau mendengar dan dengar-dengaran pada Firman penggembalaan. Di dalam alkitab, Firman penggembalaan ini juga diistilahkan dengan tongkat gembala.

    Apa yang menjadi kegunaan dari tongkat Gembala ini?
    1. Yehezkiel 20 : 37, Aku akan membiarkan kamu lewat dari bawah tongkat gembala-Ku dan memasukkan kamu ke kandang dengan menghitung kamu.
      Jadi tongkat Gembala bagaikan Tangan Gembala Agung/TUHAN YESUS Yang menuntun kita masuk ke dalam kandang. Inilah Firman penggembalaan.

      Saya selalu berdoa dan juga saudara menolong dalam doa, agar pemberitaan Firman semakin menggairahkan kita semua untuk masuk ke dalam kandang/bertekun di dalam tiga macam ibadah pokok, jika demikian, maka ini adalah benar-benar Firman penggembalaan dari TUHAN bagaikan Tangan dari TUHAN YESUS Yang menuntun kita masuk ke dalam kandang.
      Kita jangan menjadi seperti:
      • pohon ara yang ditanam di tepi jalan/berkeliaran kemana-mana sebab nanti kerohanian kita menjadi kering dan kita tidak dapat berbuah
      • Petrus yang tidak mau dituntun bahkan mau menuntun YESUS.

      Seringkali, Firman TUHAN ini dicocokkan dengan keinginan daging, tetapi yang sebenarnya, daging inilah yang harus dicocokkan dengan Firman. Jangan dibalik! Sebab kalau Firman harus cocok dengan daging = kita yang menuntun YESUS = salah!
    2. Yohanes 10 : 3, 4,
      3. Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.
      4. Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.

      Firman penggembalaan ini, selain menuntun kita masuk ke dalam kandang, Firman ini juga menuntun kita keluar kandang.
      Dituntun keluar, kemana? Dituntun keluar untuk bertemu dengan domba dari kandang yang lain dan masuk kedalam kegerakkan pembangunan Tubuh Kristus.
      Mari! kita dituntun ke dalam kandang sehingga semua berada di dalam kandang dengan baik yaitu bertekun di dalam tiga macam ibadah. Sesudah itu kita akan bergairah untuk keluar bertemu dengan domba dari kandang yang lain sehingga menjadi satu kesatuan dan ini yang disebut dengan kegerakkan pembangunan Tubuh Kristus/ibadah persekutuan.

      Ibadah persekutuan ini :
      • harus ada Gembala Yang berjalan di depan. Kita jangan seenaknya dengan mau kesana dan kemari, sebab ayat di atas ini sudah sangat jelas mengatakan bahwa Gembala di depan dan domba-domba berjalan di belakang. Jika kegerakkan kita ini dipimpin oleh Firman pengajaran, maka semuanya akan menjadi rapi. Semoga kita dapat mengerti.
      • merupakan kelimpahan dari dalam kandang penggembalaan -> ini merupakan ucapan dari alm.bpk.pdt In Juwono dan juga perkataan dari alm.bpk.pdt Pong. Tetapi yang paling saya takuti adalah jika kita melayani keluar tetapi di dalam kandang, kita keropos/habis, kalau terjadi semacam ini, maka ini bukanlah kegerakkan Tubuh Kristus. Jika saudara aktif di dalam ibadah persekutuan di luar kandang, semisal dalam berdoa, ikut serta dalam kunjungan dan juga dalam dana, maka saudara juga ikut merasakan kelimpahan itu. Seperti raja Daud yang pergi berperang dan menang, tetapi ada yang tinggal untuk berjaga-jaga tetapi mereka juga ikut merasakan kemenangan itu. Kegerakkan semacam ini adalah kegerakkan yang tertata rapi. Semoga kita dapat mengerti.
    3. Wahyu 7 : 17, Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."
      Kita dituntun sampai masuk kota Yerusalem Baru. Firman penggembalaan menuntun kita ke masa depan yang indah dan juga tidak akan kering sebab ada mata air kehidupan sampai masuk ke Yerusalem Baru yaitu tempat penggembalaan yang terakhir. Inilah yang harus menjadi kegerakkan kita.

Saya juga tidak mau begitu saja untuk mau keluar kandang, sebab kalau itu menurut kemauan saya, maka keadaan di dalam akan keropos dan hancur. Di dalam kandang tidak ada ibadah, tetapi di luar kandang hanya untuk bersenang-senang. Ini namanya bukan kelimpahan tetapi hanya mau jalan-jalan. Maafkan! Tetapi ini melupakan doa saya. Inilah garis kehidupan dari orang-orang yang tergembala. Tidaklah sulit, sekalipun kita hidup di dunia, asalkan kita mau tergembala. Semoga kita dapat mengerti.

Tetapi sekarang ini, sayang sekali, sebab banyak gereja TUHAN yang berpikiran seperti Petrus yaitu:

  • tidak mau dituntun bahkan mau menuntun TUHAN = pikiran daging, artinya Firman dicocokkan dengan keinginan daging -> di dalam gereja, jangan berbicara tentang orang yang memiliki dua isteri sebab nanti sidang jemaat dapat menjadi emosi. Atau jangan berbicara soal uang, sebab nanti sidang jemaat tidak ada yang mau mendanai gereja ini. Dan juga jika memberitakan Firman, jangan terlalu panjang sebab kemampuan dari manusia secara kejiwaan terbatas. Sesungguhnya daging ini yang harus sesuai dengan keinginan Firman dan ini harus melalui proses dipotong/disucikan oleh ketajaman Firman, tetapi sekarang banyak gereja TUHAN yang tidak mau
    menerima proses semacam ini. Seperti Petrus yang mau berada di depan, bukan YESUS/Firman sehingga tidak akan sampai pada tujuan bahkan menjadi setan/sampai di neraka kalau Firman dicocokkan dengan keinginan daging.
  • gembala manusia juga mau diatur -> penggembalaan mau diatur secara jasmani/menejemen seperti tahbisan dijadikan sistim menejemen/diatur oleh manusia dan inilah merupakan batu sandungan yang terbesar.

Kita tidak membicarakan dosa zinah, sebab kalau dosa zinah, banyak dibicarakan, tetapi sekarang ini yang banyak adalah:

  • Firman mau dicocokkan dengan daging.
  • penggembalaan mau diatur secara duniawi, bukan lagi secara tahbisan tetapi secara menejemen.
    inilah sandungan yang terberat sebab tidak mencapai tujuan akhir yaitu Yerusalem Baru. kita harus waspada sebab ini merupakan hal yang sungguh-sungguh serius. Semoga kita dapat mengerti.

Inilah kesombongan dari Petrus, tetapi untunglah lewat percakapan dengan TUHAN YESUS pada waktu YESUS sudah bangkit, YESUS bertemu dengan Petrus dan bertanya kepadanya sebanyak tiga kali -> Simon anak Yohanes, adakah engkau mengasihi Aku lebih dari semua? mungkin lebih dari perahunya?

Gembalakan domba-dombaKU -> YESUS menuntun Petrus masuk dalam sistim penggembalaan. di tengah kegagalan pada waktu ia menangkap ikan, YESUS datang sebagai Gembala Agung kepada Petrus dan Petrus dituntun kembali dalam sistim penggembalaan -> Yohanes 21 : 15 – 17,
15. Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
16. Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
17. Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.

Lebih dari semua? mungkin lebih dari jala ikannya? Mungkin jawabannya ‘ya TUHAN’, tetapi bagaimana prakteknya? Gembalakan = tergembala.
Jala = pekerjaan, suami/isteri/anak. Seringkali karena anak/pekerjaan, kita tidak dapat tergembala dan ini berarti kita lebih mengasihi pekerjaan/anak lebih daripada mengasihi TUHAN. Bukannya kita tidak boleh bekerja, tidak boleh mengasihi suami/isteri/anak -> tidak! Bahkan harus. Tetapi lebih dari semua ini, kita harus lebih mengasihi TUHAN. Jangan seperti Petrus -> ay 17, Pterus sedih karena ia tidak mengasihi TUHAN.

Petrus menarik YESUS, bukan karena ia mengasihi YESUS, tetapi ia lebih mengasihi dirinya sendiri sehingga ia menjadi batu sandungan. Ia tahu, kalau ia mengikuti YESUS ke Yerusalem untuk disalibkan, maka jangan-jangan ia juga ikut disalib. Tiga kali YESUS bertanya kepada Petrus dan tiga kali ini menunjuk pada tiga macam ibadah dan disinilah kita harus tergembala sehingga kita dapat mengalami kasih ALLAH/sehingga kita dapat mengasihi TUHAN lebih dari segala sesuatu dan mengasihi sesama seperti diri sendiri -> inilah sistim penggembalaan dan tidak dapat menjadi batui sandungan sekecil apapun. Semoga kita dapat mengerti.

Dari pengalaman ini, maka Petrus menulis srt 1 Petrus 5 yang merupakan pasal penggembalaan sebab ia sudah tergembala sehingga ia tidak menuntun YESUS lagi, tetapi ia sudah mau dituntun oleh YESUS, ia mengalami pengalaman salib/ia disalibkan dengan kepala berada di bawah karena ia sudah mengasihi TUHAN lebih dari segala sesuatu. 1 Petrus 5 : 5, 6,
5. Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
6. Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

Jadi kehidupan yang tergembala = berada di bawah Tangan TUHAN Ynag Kuat = dibawah tongkat Gembala. Petrus menuliskan pengalamannya -> ia masuk dalam sistim penggembalaan -> ‘rendahkanlah dirimu’.

Bagi kaum muda perhatikan! Sebab banyak kaum m uda yang tidak mau tergembala sebab masih mau ini dan itu = sombong. Orang muda ini adalah gambaran dari orang-orang yang memang masih muda usia, tetapi mereka juga merupakan gambaran dari orang tua yang merasa masih kuat sehingga mereka tidak mau tergembala. Tetapi mari sekarang ini, nasihat dari TUHAN lewat pengalaman Petrus untuk merendahkan diri dibawah Tangan TUHAN Yang kuat.

Hasil jika kita tergembala sehingga kita tidak tersandung yaitu:

Yehezkiel 20 : 37, 38,
37. Aku akan membiarkan kamu lewat dari bawah tongkat gembala-Ku dan memasukkan kamu ke kandang dengan menghitung kamu.
38. Aku akan memisahkan dari tengah-tengahmu orang-orang yang memberontak
dan mendurhaka terhadap Aku; Aku akan membawa mereka keluar dari negeri, tempat mereka tinggal sebagai orang asing, tetapi di tanah Israel mereka tidak akan masuk. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.

Ay 38 -> ‘Aku akan memisahkan = ada tudung’. Inilah saudaraku! Kehidupan yang tergembala, maka posisinya berada di bawah Tangan Gembala AGUNG Yang Kuat/di bawah tongkat Gembala, maka hasilnya kita mengalami tudung dari TUHAN/naungan dari TUHAN yaitu:

  • kita dipisahkan dari gereja-gereja palsu, kita tidak akan terpengaruh oleh penyesat-penyesat yang akan menyesatkan.
  • kita dihitung oleh Gembala Agung.

Arti dari kita dihitung adalah:

  • Matius 10 : 30, Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya. Kita dihitung bagaikan rambut di kepala yang dihitung oleh TUHAN. Kita akan membandingkan ini dengan membaca di dalam Kisah rasul 27 tentang kapal yang ditumpangi oleh rasul Paulus dan yang dihempaskan oleh gelombang dan badai -> Kisah rasul 27 : 34, Karena itu aku menasihati kamu, supaya kamu makan dahulu. Hal itu perlu untuk keselamatanmu. Tidak seorangpun di antara kamu akan kehilangan sehelaipun dari rambut kepalanya."
    Ditengah-tengah gelombang yang dahsyat, tetapi kalau kita tergembala, maka kita tetap dihitung oleh TUHAN.

    Bagi kaum muda, saudara jangan takut, sebab selama saudara berada di dalam penggembalaan, maka saudara dihitung/dipimpin oleh TUHAN. Artinya, sekalipun saudara hanya seperti sehelai rambut yang tidak berguna/tidak berdaya, tetapi kalau saudara tergembala, maka TUHAN sanggup memelihara kita ditengah lautan dunia yang sudah bergelombang, bukan lautan yang tenang.

    Petrus seorang nelayan yang hebat, tetapi dilautan yang tenang, ia tidak dapat menangkap ikan/ia tidak mendapatkan apa-apa. Itu sebabnya kita harus tergembala, sekalipun kita tidaklah hebat sebab hanya seperti sehelai rambut dan kita berada di tengah lautan yang bergelombang, TUHAN mampu memelihara kita. Bagi kaum muda harus sungguh-sungguh tergembala, sebab di luar TUHAN/di luar Tangan Gembala Agung, saudara tidak dapat berbuat apa-apa. Kita harus kembali ke dalam sistim penggembalaan sehingga kita dapat makan/mengerti Firman penggembalaan sebab selain sulit, kita juga menghadapi maut. Semoga kita dapat mengerti.
  • Ayub 31 : 4, Bukankah Allah yang mengamat-amati jalanku dan menghitung segala langkahku?
    Menghitung setiap langkahku = perhatian TUHAN.
    Sehelai rambut, TUHAN memperhatikan dan TUHAN juga memelihara ditengah lautan yang bergelombang/keadaan yang tidak menentu.

    Setiap langkah dihitung oleh TUHAN; satu langkah, menurut ilmu kedokteran = satu denyut jantung dan mengapa harus diamati oleh TUHAN/perlu dihitung oleh TUHAN? Sebab jarak dengan maut itu hanya satu langkah -> maut juga mengamati/memperhatikan dan hendak mencaplok kita.
    Mengapa kita perlu digembalakan/tergembala? Sebab Gembala Agung memperhatikan dan menghitung setiap langkah/setiap denyut jantung. Pengakuan dari raja Daud, yang merupakan seorang raja yang hebat, apa artinya kita ini? Kita jangan sekedar masuk keluar gereja tetapi kita harus dapat makan Firman penggembalaan sehingga kita sungguh-sungguh menerima tuntunan TUHAN.

    1 Samuel 20 : 3, Tetapi Daud menjawab, katanya: "Ayahmu tahu benar, bahwa engkau suka kepadaku. Sebab itu pikirnya: Tidak boleh Yonatan mengetahui hal ini, nanti ia bersusah hati. Namun, demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu, hanya satu langkah jaraknya antara aku dan maut."
    Maut ini ada dua yaitu:
    • secara jasmani -> tubuh ini dapat mengalami kecelakaan, bencana alam dllnya yang sedang mengintai kita dihari-hari ini dan kita tidak mengetahui kapan datangnya. Tetapi yang mengetahui dengan pasti adalah di dalam sistim penggembalaan sebab kita dihitung oleh TUHAN.
    • secara rohani -> dosa, setiap denyut jantung itu, dosa apa saja, mau masuk, sampai maut/kematian kedua/neraka yang tidak pernah puas untuk memasukkan manusia ke dalam neraka. Itu sebabnya setiap langkah kita memerlukan perhatian TUHAN supaya kita bebas dari maut dan setiap langkah hidup kita itu dituntun kepada masa depan yang indah.
  • Mazmur 144 : 3, 4,
    3. Ya TUHAN, apakah manusia itu, sehingga Engkau memperhatikannya, dan anak manusia, sehingga Engkau memperhitungkannya?
    4. Manusia sama seperti angin, hari-harinya seperti bayang-bayang yang lewat.

    Manusia seperti angin, tetapi sampai di mana perhatian TUHAN/hitungan TUHAN kepada manusia yang hina ini yaitu seperti angin dan bayang-bayang yang lewat?
    Mazmur 8 : 5, 6,
    5. apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?
    6. Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.

    Inilah perhatian TUHAN Yang bukan hanya dipelihara di tengah gelombang, dibebaskan dari maut dan dibawa ke masa depan yang indah sebab ini tidaklah cukup tetapi perhatian TUHAN ini sampai menjadikan kita/manusia yang hina menjdi sama mulia dengan Dia lewat penyucian dan keubahan hidup dalam Firman penggembalaan/lewat Firman penggembalaan yang terus menerus sedikit demi sedikit sampai kita menjadi sama mulia dengan Dia waktu YESUS/Gembala Agung/Raja diatas segala raja datang kembali kedua kalinya dan kita mendapatkan mahkota kemuliaaan.

1 Petrus 5 : 4, Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.
Mahkota yang tidak layu = masuk pesta nikah Anak Domba. Saya membaca ayat ini, saya memuji TUHAN sebab apa lagi yang kita ini terlebih kami sebagai seorang hamba TUHAN sepenuh/full-timer yang sudah tidak dapat bekerja di dunia ini. Apalagi yang dapat kita kerjakan selain hanya menyerah ke dalam Tangan Gembala Agung. Sekalipun kita ini hanyalah sehelai rambut tetapi kita dihitung oleh TUHAN sampai kita menjadi sama dengan TUHAN dan mendapatkan mahkota kemuliaan.

Mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu dimulai dari sekarang yaitu kita:

  • jangan layu
  • jangan loyo
  • jangan bosan dan suam-suam di dalam ibadah pelayanan

Sebab jika tidak seperti itu, maka itu berarti kita sudah memiliki mahkota dan kalau kita sudah layu. Loyo dan bosan dan suam-suam = gundul/tidak ada mahkota dan ini sangat berbahaya.

Mari kita mohon kepada TUHAN, untuk menghitung kita sebab TUHAN itu tidak begitu saja menghitung kita sebab manusia ini terlalu hina bahkan Petrus itu seperti setan, tetapi TUHAN masih mau menghitung manusia. Untuk menghitung manusia, maka YESUS harus dikeluarkan dari hitungan/IA tidak diperhitungkan asal manusia ini bertobat.

Di dalam Yesaya 52, ini adalah harga/perhatian dan hitungan TUHAN kepada kita dan penghitungan TUHAN ini sangatlah dahsyat. Haleluyah.

Yesaya 52 : 13, 14,
13. Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan.
14. Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia--begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi--

Di atas kayu salib, YESUS begitu buruk sebab sudah tidak seperti manusia lagi bahkan (maaf) sudah seperti anjing dan babi yang merupakan kelakuan dari manusia dan juga seperti setan yang sudah dialami oleh Petrus dan juga YESUS berada di luar hitungan.

Yesaya 53 : 1, 3,
1. Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?
3. Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.

Jangankan kerajaan surga, manusia melihat pada saat YESUS di atas kayu salib, maka YESUS tidak masuk dalam hitungan, tetapi YESUS rela untuk tidak masuk dalam hitungan supaya manusia yang sudah seperti anjing dan babi dan juga sudah seperti setan/Petrus, dihitung kembali oleh TUHAN.

Mari! Kita jangan berputus asa, asal kita jangan mempertahankan dosa tetapi kita menyelesaikan dosa itu maka kita akan kembali masuk di dalam hitungan TUHAN. Sekalipun kita seperti sehelai rambut dan juga setiap langkah kita, kita dihitung oleh TUHAN sampai kita menjadi sama dengan TUHAN. TUHAN memberkati kita sekalian.



kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:45 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 28-29 Juni 2018
    (Ibadah Kunjungan dI Semarang)

  • 17-19 Juli 2018
    (Ibadah Kunjungan dI Tentena, Poso)

  • September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top