Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dilimpahkan Tuhan di tengah-tengah kita.

Wahyu 19: 11-16 adalah kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Imam Besar yang Setia dan Benar, yang menunggang kuda putih untuk memimpin kegerakan Roh Kudus hujan akhir; pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

Wahyu 19: 11-16= keadaan Yesus yang datang dalam kemuliaan sebagai Imam Besar:

  1. Mata-Nya bagaikan nyala api. Ini menunjuk pada perhatian dan penyucian (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 04 Juni 2023sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 Juni 2023).

  2. Memiliki banyak mahkota= mengalami banyak kemenangan sampai kemenangan terakhir kita duduk bersanding dengan Yesus di takhta sorga (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 11 Juni 2023sampai Ibadah Doa Surabaya, 14 Juni 2023).

  3. 'pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorangpun, kecuali Ia sendiri' (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 15 Juni 2023).

  4. Memakai jubah yang dicelup dalam darah (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 18 Juni 2023sampai Ibadah Raya Surabaya, 25 Juni 2023). Ini adalah penyucian sampai kita dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.

  5. Wahyu 19: 15
    19:15.Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajamyang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa.

    Yang kelima: 'Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam'= firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua; kabar mempelai (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 02 Juli 2023sampai Ibadah Doa Surabaya, 12 Juli 2023).

  6. 'Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi' (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 13 Juli 2023).

AD. 6
Sebenarnya Tuhan menggembalakan kita dengan tongkat gembala--firman penggembalaan yang disampaikan terus menerus dan berulang-ulang untuk membimbing hidup kita sampai kita berkata: Takkan kekurangan aku; sampai pada kesempurnaan.
Tetapi kalau ditolak, Tuhan masih menggunakan gada gembala. Gada ini sebenarnya untuk mengusir binatang-bintang buas yang mengganggu dalam penggembalaan.

Gada gembala menunjuk pada hajaran Tuhan.
Kalau masih menolak gada juga--tidak mau bertobat dan hidup suci--, terpaksa Tuhan akan memakai gada besi, itulah penghukuman Tuhan sampai hidup kita hancur dan binasa selamanya.

Siang ini kita maju satu langkah: 'Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah'.
Di dalam penggembalaan Tuhan menggunakan gada besi, selain itu juga menggunakan anggur kegeraman murka-Nya.
Yesus sebagai Imam Besar memeras anggur dalam kilangan anggur yaitu kegeraman murka Allah.

Dalam penggembalaan yang benar, kita seperti ranting yang melekat pada pokok anggur yang benar.
Yohanes 15: 1-4
15:1."Akulah pokok anggur yang benardan Bapa-Kulah pengusahanya.
15:2.Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
15:3.Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
15:4.Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

'firman yang telah Kukatakan kepadamu' = firman yang dikatakan Yesus sama dengan firman yang dibukakan rahasianya, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab; sama dengan firman pengajaran yang benar.

Yesus adalah pokok anggur yang benar, dan kita adalah ranting-rantingnya.
Jika ranting melekat pada pokok anggur yang benar, ranting akan mengalami penyucian, sehingga pasti berbuah manis. Sesudah berbuah anggur yang manis, akan diperas untuk menjadi air anggur yang manis untuk dibawa dalam pesta nikah--kebiasaan bangsa Israel kalau menikah harus ada air anggur yang manis.

Artinya: jika gereja Tuhan tergembala pada firman pengajaran yang benar, kita pasti akan disucikan sehingga menghasilkan buah anggur yang manis. Selanjutnya juga akan diperas menjadi air anggur yang manis.
Diperas= rela sengsara daging bersama Yesus; rela memikul salib, sehingga menghasilkan air anggur yang manis, itulah hidup dalam urapan Roh Kudus--hidup benar, suci, dan berkenan pada Tuhan--untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba di awan-awan yang permai.
Mulai sekarang nikah bahagia sampai nanti masuk nikah sempurna di perjamuan kawin Anak Domba, kemudian masuk kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang) dan Yerusalem baru selamanya.

Kalau mau disucikan oleh pedang firman, pasti mau memikul salib--rela sengsara daging; tidak salah disalahkan.
Pedang dan salib tidak bisa dipisahkan.

Sebaliknya, jika gereja Tuhan tidak mau tergembala dengan benar dan baik, pasti akan menjadi perusak penggembalaan--musuh-musuh dalam penggembalaan--; sama dengan hidup dalam anggur hawa nafsu daging, yaitu hanya berbuat dosa dan puncaknya dosa, sampai nanti mengalami anggur kegeraman murka Allahsampai binasa selamanya (Wahyu 19:15).

Efesus 5: 18
5:18.Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,

Hidup dalam anggur hawa nafsu akan sama seperti orang mabuk, artinya tidak bisa dipimpin oleh kepala--Yesus Imam Besar, Gembala Agung--, bahkan tidak tahu malu.
Kalau sudah hidup dalam hawa nafsu, pasti akan memalukan sekalipun ia seorang hamba Tuhan.
Biarlah kita hidup dalam anggur yang manis yaitu urapan Roh Kudus.

Contoh perusak penggembalaan/musuh dalam penggembalaan:

  1. Singa mudadalam kebun anggur.
    Kebun anggur artinya penggembalaan yang dibina oleh pengajaran yang benar (kabar mempelai)--dipersiapkan untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba.
    Raja Ahab mau menukar kebun anggur Nabot menjadi kebun sayur, tetapi Nabot tetap mempertahankan sampai mati--dilempari batu sampai mati.
    Kita juga harus bertahan semua.

    Doakan kami sebagai gembala supaya tetap menjadikan penggembalaan menjadi kebun anggur--bukan kebun sayur yang hanya untuk dimakan dan dijual.

  2. Rubah-rubah kecil.
    Kidung Agung 2: 15

    2:15.Tangkaplah bagi kami rubah-rubahitu, rubah-rubah yang kecil, yang merusak kebun-kebun anggur, kebun-kebun anggur kami yang sedang berbunga!

    Kalau sedang berbunga dirusak, tidak akan berbuah anggur yang manis, tetapi berbuah hawa nafsu daging.

    Rubah-rubah kecil ada juga yang menyebutnya serigala kecil.
    Apa yang kecil dalam hidup kita? Lidah yang kecil. Itulah musuh dalam penggembalaan.
    Seringkali lidah ini bersungut-sungut.

    Matius 20: 11
    20:11.Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungutkepada tuan itu,

    Pekerja ini lupa dengan janjinya. Sudah sepakat dengan upah satu dinar, tetapi akhirnya bersungut-sungut saat menerima satu dinar.

    Rubah kecil dalam kebun anggur= perkataan yang selalu bersungut-sungut dalam penggembalaan yang benar dan baik.

    Ini terjadi juga pada zaman Israel saat menuju ke tanah Kanaan--bangsa Israel hancur-hancuran karena bersungut-sungut.
    1 Korintus 10: 5-11
    10:5.Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun.
    10:6.Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat,
    10:7.dan supaya jangan kita menjadi penyembah-penyembah berhala, sama seperti beberapa orang dari mereka, seperti ada tertulis: "Maka duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria."
    10:8.Janganlah kita melakukan percabulan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga pada satu hari telah tewas dua puluh tiga ribu orang.
    10:9.Dan janganlah kita mencobai Tuhan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular.
    10:10.Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut.
    10:11.Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contohdan dituliskan untuk menjadi peringatanbagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.

    Ayat 5: 'Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka'= banyak yang tidak berkenan pada Allah--hanya sedikit yang berkenan. Hal kerajaan sorga atau hal rohani banyak yang tidak berkenan. Jangan terkecoh dengan yang dahsyat, luar biasa dan sebagainya. Sudah tergembala atau tidak? Jangan-jangan sudah menjadi musuh dalam penggembalaan

    Ayat 7 = menyembah lembu emas.

    Ayat 8: 'Janganlah kita melakukan percabulan' =percabulan yaitu laki-laki dengan perempuan yang bukan suami istri sah (masih pacaran, bertunangan, dengan suami atau isteri orang lain atau perselingkuhan), termasuk nikah yang salah: kawin campur, kawin cerai, dan kawin mengawinkan, bahkan hubungan sejenis (laki laki dengan laki laki, perempuan dengan perempuan).

    Kawin campur sekarang sudah diberkati. Tidak satu iman, tidak satu baptisan sudah diberkati. Kawin cerai juga sudah diberkati. Hanya tinggal satu ini, kalau kawin mengawinkan (seks bebas) sudah diakui, Tuhan akan datang kembali.

    "Saya nasihatkan kalau ada yang punya anak muda. Kalau anak laki-laki akrab dengan temannya laki-laki, hati-hati! Demikian juga kalau anak perempuan akrab dengan temannya perempuan, hati-hati!
    Hati-hati juga bagi yang sudah menikah; tiba-tiba suaminya chatting mesra dengan laki-laki lain. Ini mengerikan! Akhir zaman ini akan kembali pada zaman yang lalu.
    "

    Ayat 9 = menolak manna--firman penggembalaan.
    Ayat 10 = lidah kecil yang suka bersungut-sungut.

    Ayat 11 = dulu dalam perjanjian lama, Israel tewas di padang gurun karena bersungut-sungut, sehingga tidak bisa masuk Kanaan.
    Sekarang di akhir zaman, gereja Tuhan yang banyak bersungut-sungut tidak akan bisa masuk dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, sehingga tidak bisa masuk Yerusalem baru.

    Inilah rubah kecil.
    Bersungut sama dengan percabulan dan mencobai Tuhan yang akan menghadapi anggur kegeraman murka Allah--tidak masuk Yerusalem baru--, dan binasa selamanya.

    Praktiklidah kecil yang bersungut-sungut:

    1. Yohanes 6: 59-61, 66
      6:59.Semuanya ini dikatakan Yesus di Kapernaum ketika Ia mengajardi rumah ibadat.
      6:60.Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: "Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?"
      6:61.Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sunguttentang hal itu, berkata kepada mereka: "Adakah perkataan itu menggoncangkanimanmu?
      6:66.Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.

      Ayat 59 = dua macam pemberitaan firman:

      • Penginjilan supaya kita selamat dan diberkati Tuhan. Setelah itu mau ke mana? Masih perlu yang kedua.
        Seperti bangsa Israel keluar dari Mesir, mau ke mana? Harus ke Kanaan.

      • Pengajaran--makanan keras.

      Penginjilan dilanjutkan kepada pengajaran--susu dilanjutkan pada makanan keras.
      Kalau makan susu terus, akan abnormal.

      Ayat 61: 'Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu?' = di akhir zaman, kegoncangan juga terjadi karena firman pengajaran yang keras dan tajam, yang menunjukkan dosa-dosa. Ini sama seperti memilih antara mempertahankan dosa atau mengikuti Firman, tetapi banyak yang mengikuti dosa dan akhirnya melepaskan pedang seperti Salomo.

      Ayat 66 = banyak yang merasa beribadah melayani padahal sudah tidak lagi mengikuti Yesus, tetapi mengikuti keinginan sendiri.

      Praktik pertama: bersungut-sungut terhadap firman pengajaran yang benarsampai akhirnya menolak firman pengajaran yang benar.

      Tadi dalam Yohanes 6: 59, Yesus mengajar di Bait Allah, artinya dalam setiap ibadah pelayanan kita harus ditampilkan firman penginjilan bagi jiwa-jiwa baru--buktinya ada baptisan air--, dan firman pengajaran untuk mendewasakan kerohanian kita; menyucikan kita sampai sempurna seperti Yesus untuk layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. Kita tidak binasa di pasang gurun, tetapi didewasakan sampai dewasa penuh.

      Hanya gembala yang bisa memberikan makan secara dobel--firman penginjilan dan pengajaran.

      Mengapabanyak yang bersungut dan menolak firman pengajaran yang benar?

      • Mempertahankan dosa-dosadan puncaknya dosa= keras hati.
        Akhirnya ia akan mengumpulkan nabi-nabi palsu.

        Yesaya 30: 9-10
        30:9.Sebab mereka itu suatu bangsa pemberontak, anak-anak yang suka bohong anak-anak yang enggan mendengar akan pengajaran TUHAN;
        30:10.yang mengatakan kepada para tukang tilik: "Jangan menilik," dan kepada para pelihat: "Janganlah lihat bagi kami hal-hal yang benar, tetapi katakanlah kepada kami hal-hal yang manis, lihatlah bagi kami hal-hal yang semu,

        'tukang tilik'= gembala.
        'pelihat'= nabi.
        'hal-hal yang semu' = yang palsu.

        Nabi palsu= hamba Tuhan palsu yang hanya menyampaikan hal-hal yang manis--luar biasa, dahsyat, diberkati--; memuji-muji tetapi tidak menyinggung dosa-dosa. Pemberitaan firman hanya berupa dongeng dan sebagainya.

      • 'memberi kita makan daging'= hanya memburu perkara daging/perkara jasmani.
        Bilangan 11: 4-6
        11:4.Orang-orang bajinganyang ada di antara mereka kemasukan nafsu rakus; dan orang Israelpun menangislah pula serta berkata: "Siapakah yang akan memberi kita makan daging?
        11:5.Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih.
        11:6.Tetapi sekarang kita kurus kering, tidak ada sesuatu apapun, kecuali manna ini saja yang kita lihat."

        'Orang-orang bajingan' = bangsakacauan (dalam terjemahan lama).
        'Siapakah yang akan memberi kita makan daging?' = yang dikejar perkara daging terus.

        Kalau memburu perkara daging, ia pasti akan muak dengan manna--firman pengajaran yang diulang-ulang.
        Ini yang disebut dengan bangsa bajingan atau kacauan.
        Artinya: memburu perkara daging sampai membuang firman. Hidupnya tidak pernah damai, tetapi letih lesu, beban berat, dan susah payah. Benar-benar kacau.
        Ia juga merusak/memecah belah kesatuan tubuh Kristus yang sempurna. Dan ia akan dirusak Tuhan.

        Bilangan 11: 33-35
        11:33.Selagi daging itu ada di mulutmereka, sebelum dikunyah, maka bangkitlah murka TUHANterhadap bangsa itu dan TUHAN memukul bangsa itudengan suatu tulah yang sangat besar.
        11:34.Sebab itu dinamailah tempat itu Kibrot-Taawa, karena di sanalah dikuburkan orang-orang yang bernafsu rakus.
        11:35.Dari Kibrot-Taawa berangkatlah bangsa itu ke Hazerot dan mereka tinggal di situ.

        Mengejar perkara daging sampai meninggalkan firman pengajaran yang benar, memang dapat, tetapi tidak bisa dinikmati.

        Akibatnya: terjadi Kibrot-Taawa. Artinya: tidak bisa menikmati semua, malah masuk dalam kuburan hawa nafsu daging; binasa selamanya di neraka.

        Yang belum baptisan air, tinggal pilih: kuburan Kibrot-Taawa atau kuburan baptisan air yang benar.
        Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi yaitu hidup dalam kebenaran--hidup dalam urapan Roh Kudus.

        Hidup dalam kebenaran sama dengan minum air anggur yang manis.
        Tetapi kalau mengikuti hawa nafsu daging, benar-benar terjadi anggur kegeraman murka Allah.

        Lewat baptisan air kita akan mulai mengalami kebahagiaan. Kita lepas dari hawa nafsu daging dan hidup dalam kesucian. Anggur Roh Kudus ada di dalam kita.

      Inilah bersungut terhadap firman pengajaran yang benar, sampai menolak. Ini karena mempertahankan dosa sampai puncaknya dosa (keras hati). Ia akan pergi kepada guru palsu. Lalu, karena berburu daging; mencari perkara daging sampai mengorbankan pengajaran yang benar. Akhirnya masuk Kibrot-Taawa; kuburan hawa nafsu daging. Lebih baik sekarang masuk dalam baptisan air.

    2. Kisah Rasul 6: 1
      6:1.Pada masa itu, ketika jumlah murid makin bertambah, timbullah sungut-sungutdi antara orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang-orang Ibrani, karena pembagian kepada janda-janda mereka diabaikandalam pelayanan sehari-hari.

      Praktik kedua: bersungut-sungut dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.

      Mengapaterjadi persungutan? Karena menuntut untuk dilayani.
      Nikah menjadi kacau karena saling menuntut.

      "Saya pernah berkata kepada seorang ibu: Tunduk. Tetapi dia jawab: Tidak bisa, dia dulu yang mengasihi saya, baru saya tunduk. Sampai kiamat tidak akan bisa selesai. Ini karena menuntut untuk dilayani dulu. Jadi, harus melayani dulu."

      Dalam penggembalaan dan persekutuan juga ingin dilayani.

      "Ada satu pendeta senior bersaksi: Aku pendeta senior, tidak dianggap, tidak dikasih tempat. Satu kali dengar firman, dia bersaksi: Saya minta ampun, karena saya datang ke sini minta dilayani. Saya tidur di mana saja, terserah panitia."

      Tuhan yang punya sorga mau melayani. Sedangkan kita merasa hebat sedikit ingin minta dilayani.
      Markus 10: 45
      10:45.Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayanidan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

      Yesus datang untuk melayani, bukan untuk dilayani, bahkan Ia berkorban nyawa.
      Ini bukti pelayanan yang benar, yaitu ada tanda pengorbanan. Jangan korbankan Tuhan dan orang lain!

      Kalau berani masuk nikah harus siap untuk melayani sekalipun sampai berkorban nyawa.
      "Saya bilang kepada calon suami-istri: 'Yesus taat sampai mati, demikian juga istri tunduk sampai mati, suami mengasihi istri sampai korban nyawa'
      Ini yang dibutuhkan supaya kita tidak bersungut.
      "

      Kalau menuntut, akan bersungut--tidak puas.
      Kalau melayani sampai berkorban nyawa, kita akan mengalami kepuasan.

      Siapa yang bersungut?Orang Yahudi tetapi berbahasa Yunani= orang Israel tetapi berbahasa kafir. Artinya: belum mengalami kelahiran baru dari air dan roh. Inilah hamba Tuhan tetapi bahasanya kacau: mengutuk, berdusta.

      Yohanes 3: 6-7
      3:6.Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
      3:7.Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.

      Tanpa kelahiran baru, perkataannya akan jadi perkataan daging yang kering. Tanpa Roh Kudus, hanya akan bergosip, berdusta, memfitnah, bersungut-sungut dan sebagainya.

      Contoh: Korah.
      Bilangan 16; 8-11, 13
      16:8.Lalu berkatalah Musa kepada Korah: "Cobalah dengar, hai orang-orang Lewi!
      16:9.Belum cukupkah bagimu, bahwa kamu dipisahkan oleh Allah Israel dari umat Israel dan diperbolehkan mendekat kepada-Nya, supaya kamu melakukan pekerjaan pada Kemah Suci TUHAN dan bertugas bagi umat itu untuk melayani mereka,
      16:10.dan bahwa engkau diperbolehkan mendekat bersama-sama dengan semua saudaramu bani Lewi? Dan sekarang mau pula kamu menuntut pangkat imam lagi?
      16:11.Sebab itu, engkau ini dengan segenap kumpulanmu, kamu bersepakat melawan TUHAN. Karena siapakah Harun, sehingga kamu bersungut-sungut kepadanya?"
      16:13.Belum cukupkah, bahwa engkau memimpin kami keluar dari suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunyauntuk membiarkan kami mati di padang gurun, sehingga masih juga engkau menjadikan dirimu tuan atas kami?

      Korah adalah suku Lewi--orang hebat--, tetapi berdusta.
      'keluar dari suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya'= yang berlimpah susu dan madu adalah Kanaan, tetapi Korah mengatakan Mesir yang berlimpah susu dan madu= dusta.

      Ini mengerikan dan terjadi di akhir zaman. Imam-imam jangan berdusta. Jaga lidah!

      Korah bersungut-sungut menuntut perkara daging sampai memutarbalikkan/menghujat firman Allah--berdusta--, dan akhirnya bumi membuka mulutnya menelan dia.
      Artinya: kerohanian dan jasmani merosot sampai binasa selamanya.

      Jaga lidah! Jangan seperti Korah! Begitu mulut kita menghujat atau mengata-ngatai firman dan hamba Tuhan yang benar, semua akan mulai merosot sampai binasa selamanya.
      Kalau ada orang demikian jangan ikut-ikut.

      Yohanes 3: 6-8
      3:6.Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.
      3:7.Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali.
      3:8.Anginbertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."

      Yang benar adalah kita harus lahir baru dari air dan Roh, sehingga hidup dalam urapan Roh Kudus. Kita menjadi sama seperti angin.

      Angin itu ada tetapi merasa tidak ada, artinya merendahkan diri.
      Kalau sudah merendahkan diri, kita akan bisa taat sampai daging tidak bersuara. Yesus merendahkan diri dan taat sampai mati di kayu salib.
      Kalau kita sombong akan direndahkan.

      Kalau rendah hati dan taat, kita akan hidup suci dan saling mengasihi.
      1 Petrus 1: 22
      1:22.Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatankepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraanyang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

      Kita hanya berbuat baik kepada sesama, sampai membalas kejahatan dengan kebaikan--tidak pernah berbuat jahat.
      Jangan merugikan orang lain dalam hal apapun, apalagi sesama imam.

      Mazmur 104: 4
      104:4. yang membuat angin sebagai suruhan-suruhan-Mu, dan apiyang menyala sebagai pelayan-pelayan-Mu,

      Kalau sudah lahir baru oleh air dan Roh--diurapi Roh Kudus--, kita akan menjadi sama seperti angin dan juga seperti api.
      Artinya: setiaberkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.

      Hamba Tuhan yang suci, setia berkobar-kobar bagaikan nyala api. Mata Tuhan bagaikan nyala api.
      Jadi hamba Tuhan yang suci dan setia berkobar-kobarsama dengan menjadi biji mata Tuhan sendiri.
      Kita selalu dipelihara dan dilindungi Tuhan sampai sebutir pasirpun tidak bisa mengganggu kita. Ini yang penting.

      Jangan bersungut dalam pelayanan tetapi berusaha menjadi pelayan Tuhan yang suci dan setia berkobar.

      Daniel 7: 9
      7:9.Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala apidengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar;

      Takhta Tuhan juga bagaikan nyala api.
      Jadi, pelayan Tuhan yang suci dan setia berkobar sama dengan takhta Tuhan di bumi.
      Setiap kita melayani, kita menampilkan takhta Tuhan, dan di sana ada sumber segalanya. Kuasa Tuhan yang tak terbatas bekerja di sana.

      Jika Yesus datang kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai. Kita duduk bersanding dengan Dia di takhta sorga selamanya.

      Jangan bersungut dalam ibadah pelayanan dan pemberitaan firman!

    3. Matius 20: 12
      20:12. katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.

      Praktik ketiga: bersungut-sungut dalam pencobaan.

      Bilangan 13: 27-38
      13:27.Mereka menceritakan kepadanya: "Kami sudah masuk ke negeri, ke mana kausuruh kami, dan memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, dan inilah hasilnya.
      13:28.Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana.

      Bilangan 14 1-2
      14:1.Lalu segenap umat itu mengeluarkan suara nyaring dan bangsa itu menangis pada malam itu.
      14:2.
      Bersungut-sungutlahsemua orang Israel kepada Musa dan Harun; dan segenap umat itu berkata kepada mereka: "Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini!

      Seringkali kita bersungut-sungut dalam pencobaan sampai ingin mati. Jangan! Ada maksud Tuhan. Nikmati hidup itu apapun pencobaan yang kita hadapi.

      Mengapabersungut? Karena membesarkan pencobaan lebih daripada janji Tuhan.
      Bilangan 14: 29
      14:29.Di padang gurun ini bangkai-bangkaimuakan berhantaran, yakni semua orang di antara kamu yang dicatat, semua tanpa terkecuali yang berumur dua puluh tahun ke atas, karena kamu telah bersungut-sungut kepada-Ku.

      'bangkai-bangkaimu'= kalau bersungut-sungut, dari bintang--imam-imam--akan jadi binatang--bangkai. Hati-hati! Yang terdahulu jadi terkemudian, yang terkemudian jadi terdahulu.
      Banyak orang yang hidup seperti bintang bisa jadi binatang--merosot. Yang sudah hidup sebagai bintang bisa jadi binatang hanya karena lidah kecil. Ngeri!

      Yesaya 66: 24
      66:24.Mereka akan keluar dan akan memandangi bangkai orang-orang yang telah memberontak kepada-Ku. Di situ ulat-ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam, maka semuanya akan menjadi kengerian bagi segala yang hidup.

      Manusia yang disebut bangkai sama dengan orang yang memberontak kepada Tuhan, dan harus binasa selamanya di neraka--masuk dalam anggur kegeraman murka Allah.

      Jalan keluarnya: Yesus harus jadi bangkai di kayu salib, supaya kita jangan jadi bangkai.
      Matius 24: 27-28
      24:27.Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.
      24:28.Di mana ada bangkai, di situ burung nazar berkerumun."

      Kita juga makan bangkai, yaitu perjamuan suci, supaya kita kuat dan teguh hatidalam menantikan kedatangan Tuhan kedua kali.

      Yesaya 40: 30-31
      40:30.Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
      40:31.tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

      Kuat teguh hati artinya:

      • Tidak berletih lesu, berbeban berat, susah payah, tetapi damai sejahtera. Semua enak dan ringan.
      • Tidak kecewa, putus asa, dan tinggalkan Tuhan apapun yang terjadi.
      • Tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.
      • Tetap percaya berharap Tuhan,
      • Tetap menyembah Tuhan.

      Apapun yang kita alami tidak ada apa-apanya dibanding dengan kurban Kristus. Kita akan kuat teguh hati apapun yang kita hadapi.
      Kita hargai kurban Kristus.

      Hasilnya:

      • Yosua 1: 6
        1:6.Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeriyang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka.

        Hasil pertama: kita dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir--kuda putih--mulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.
        Perbaiki nikah dan layani nikah dengan sungguh-sungguh-- sebagai suami, isteri.
        Yang sudah berhenti melayani, mari melayani lagi. Yang berbuat dosa, buang dosanya dan layani lagi. Jangan buang pelayanannya.

        Jangan dipakai Babel dalam kenajisan dan kejahatan--dosa makan minum dan kawin mengawinkan--!

      • 1 Tawarikh 19: 13
        19:13.Kuatkanlah hatimudan marilah kita menguatkan hati untuk bangsa kita dan untuk kota-kota Allah kita. TUHAN kiranya melakukan yang baik di mata-Nya."

        Israel menang dalam peperangan.

        Hasil kedua: Tuhan memberikan kemenangandalam segala masalah kita, dan Dia menjadikan semua baik di mata-Nya. Yang hancur jadi baik; gagal jadi berhasil dan indah pada waktunya. Yakin! Jangan putus asa dan kecewa.

        Yang penting jaga hati damai dan tetap kuat teguh hati. Mari semuanya berjuang dalam masalah yang mustahil, Tuhan berperang gantikan kita.

      • 1 Tesalonika 3: 13
        3:13.Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacatdan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya.

        Kita kuat teguh hati bukan saja di dunia, tetapi sampai kedatangan Tuhan.

        Hasil ketiga: kita diubahkan dan nikah juga diubahkan jadi sempurna.
        Jangan berputus asa! Kalau diberikan panjang umur ada maksud Tuhan.

        Jika Yesus datang kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia; menjadi mempelai wanita untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai. Kita bersorak sorai: Haleluya. Kita masuk kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang) dan Yerusalem baru selamanya.

Kuat teguh hati sama dengan dikuasai Roh Kudus, sehingga kita minum air anggur yang manis di perjamuan kawin Anak Domba sampai air anggur yang kekal di Yerusalem baru.
Jangan pernah putus asa dan kecewa!

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 September 2014 (Senin Sore)
    ... mau digunakan untuk yang baik tidak apa-apa. Tetapi kalau sudah kecanduan ini tidak baik. Saya pernah membaca sekilas ternyata ada yang sampai kecanduan dan bahkan sampai diterapi. Kecanduan karena apa Karena hal-hal yang negatif. Ajubatnya penderitaan. Baik dirinya sendiri menderita dan orang disekitarnya termasuk orang tua dan saudara-saudaranya juga dalam ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 Juni 2012 (Senin Sore)
    ... menolak salib sedangkan penjahat malah mau menerima salib. Matius - . Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga. . Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring Eli Eli lama sabakhtani Artinya Allah-Ku Allah-Ku mengapa Engkau meninggalkan Aku WAKTU PENYALIBAN. Markus . Hari jam sembilan ketika ...
  • Ibadah Doa Malam Surabaya, 19 Februari 2014 (Rabu Malam)
    ... dengan penyerahan sepenuh kepada Tuhan terserah Engkau Tuhan . Prakteknya Mazmur Awasilah mulutku ya TUHAN berjagalah pada pintu bibirku Praktek pertama mengalami penyucian dan pembaharuan mulut lidah. Petrus Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 09 September 2018 (Minggu Siang)
    ... menyebut-nyebut kecurangan. Yang kedua pengampunan dosa merupakan kebutuhan utama kita karena Dosa merupakan pemisah antara kita sesama. Suami isteri bisa terpisah anak orang tua terpisah kalau ada dosa. Ini yang membuat kita tidak bahagia saling terasing. Dosa merupakan pemisah antara kita dengan Tuhan sehingga Ia tidak bisa mendengar doa kita tangan-Nya ...
  • Ibadah Doa Malang, 20 Desember 2018 (Kamis Sore)
    ... Para imam tidak lagi bertanya Di manakah TUHAN Orang-orang yang melaksanakan hukum tidak mengenal Aku lagi dan para gembala mendurhaka terhadap Aku. Para nabi bernubuat demi Baal mereka mengikuti apa yang tidak berguna. Ada dua macam kedurhakaan dalam penggembalaan Kedurhakaan seorang gembala. Zakharia - Beginilah firman TUHAN Allahku kepadaku Gembalakanlah domba-domba ...
  • Ibadah Raya Malang, 05 Agustus 2018 (Minggu Pagi)
    ... antara orang mati oleh kemuliaan Bapa demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Syarat masuk baptisan air yang benar yaitu percaya Yesus dan bertobat. Pelaksaan baptisan air yang benar adalah orang yang sudah mati terhadap dosa harus dikuburkan dalam air bersama Yesus untuk kemudian bangkit bersama Yesus dari ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 Juni 2015 (Senin Sore)
    ... busuk yaitu perbuatan daging atau dosa. Kalau garam sudah tawar--tidak asin lagi-- maka ikan akan busuk. Jika ikan diberi garam yang asin akan tahan lama. Galatia - Perbuatan daging telah nyata yaitu percabulan kecemaran hawa nafsu penyembahan berhala sihir perseteruan perselisihan iri hati amarah kepentingan diri sendiri percideraan roh pemecah ...
  • Ibadah Raya Malang, 15 November 2009 (Minggu Pagi)
    ... di awan-awan saat kedatangan Yesus kedua kali. nbsp Matius berjaga-jaga dikaitkan dengan ladang Tuhan artinya Kita harus berada di ladang Tuhan kita harus beribadah melayani Tuhan. Akan ada pemisahan antara tahbisan yang benar dengan tahbisan yang tidak benar. Tahbisan pelayanan yang benar akan terangkat yang tidak benar akan tertinggal untuk ...
  • Ibadah Raya Malang, 11 Desember 2011 (Minggu Pagi)
    ... lenan halus namun tidak berkilau kelihatan baik dan berhasil di luar namun di dalamnya busuk karena dosa dan puncak dosa. Akibatnya Babel akan dibinasakan dimusnahkan dalam waktu satu jam saja. Jadi kita berjaga dan berdoa satu jam supaya tidak terseret dosa Babel dan jangan binasa bersama Babel yang akan dimusnahkan ...
  • Ibadah Pentakosta Malang, 09 Juni 2019 (Minggu Pagi)
    ... menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka dan berkata kepada mereka Hai orang-orang Galilea mengapakah kamu berdiri melihat ke langit Yesus ini yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu akan datang kembali dengan cara yang ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.