English Language | Form Penggembalaan
kebaktian doa surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Doa Surabaya (Rabu, 14 Mei 2014)
Tayang: 29 November 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 19 Juni 2013)
Tayang: 18 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 09 April 2014)
Tayang: 25 Agustus 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 02 Apirl 2014)
Tayang: 19 Juli 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (RAbu, 26 Februari 2014)
Tayang: 15 Maret 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 21 Mei 2014)
Tayang: 06 Desember 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 27 November 2013)
Tayang: 11 Mei 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Januari 2014)
Tayang: 31 Agustus 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 27 Juni 2007)
Tayang: 24 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 05 Februari 2014)
Tayang: 28 Desember 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 16 Juli 2014)
Tayang: 23 Juni 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu Sore, 21 Agustus 2013)
Tayang: 04 September 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 18 Juni 2014)
Tayang: 10 April 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Doa Surabaya
Tanggal: Rabu, 18 Juli 2007
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 06 Mei 2010

Kita masih akan mempelajari injil Matius 24 yang secara keseluruhan berbicara tentang penghukuman TUHAN atas dunia ini dan yang terjadi pada saat kedatangan YESUS Yang kedua kalinya dan lazim disebut dengan kiamat. Dunia beserta isinya akan hancur oleh api penghukuman dari TUHAN. Itu sebabnya kita mempelajari Matius 24 ini, supaya kita tidak masuk dalam kiamat/penghukuman dari TUHAN.

Matius 24 : 1, 2 --> berbicara tentang pandangan tentang ibadah yang tua/yang jasmani.
1. Sesudah itu Yesus keluar dari Bait Allah, lalu pergi. Maka datanglah murid-murid-Nya dan menunjuk kepada bangunan-bangunan Bait Allah.
2. Ia berkata kepada mereka: "Kamu melihat semuanya itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak satu batu pun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan."

Jadi, ibadah dari orang Israel hanya memegahkan/membanggakan bait ALLAH yang jasmani/perkara-perkara yang bersifat jasmani dan ibadah pelayanan semacam ini akan menuju kepada kehancuran bersama dengan dunia. Dan ibadah yang bersifat jasmani ini akan mengakibatkan/menghasilkan cacat rohani.

Salah satu tanda dari cacat rohani adalah selalu memandang ke bawah = bungkuk rohani. Dan kalau cacat rohani = tidak dapat menjadi sempurna = tidak dapat menjadi Mempelai Wanita TUHAN = hancur bersama dunia. Dan jika YESUS datang kembali Yang kedua kalinya dan kehidupan dari orang Kristen tetap cacat/tidak sempurna sehingga tidak dapat menjadi Mempelai Wanita TUHAN, maka kehidupan itu akan hancur bersama dengan dunia = masuk dalam kiamat.

Apa yang menjadi pegertian dari bungkuk rohani? Amsal 12 : 25, Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang, tetapi perkataan yang baik menggembirakan dia. Jadi kekuatiran/selalu merasa kuatir yang mengakibatkan bungkuk rohani.

Di dalam injil Matius 6 : 31, 34,
31. Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
34. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Ada tiga macam kekuatiran yaitu:
  • ay 31 --> kekuatiran akan hidup sehari-hari. Banyak orang Kristen merasa kuatir, bahkan karena kuatirnya, mereka meninggalkan ibadah pelayanan untuk mencari makan minum, atau beribadah hanya untuk mencari makan dan minum.
  • ay 34 --> kuatir akan masa depan.
  • Lukas 21 : 25, 26,
    25. "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut.
    26. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang.

    Kuatir dan takut akan guncangan-guncangan yang terjadi di bumi. Guncangan yang terjadi di segala bidang, baik itu di darat, di laut dan di udara. Semoga kita dapat mengerti.
Kekuatiran ini mengakibatkan kematian rohani yaitu tidak memiliki iman sehingga membawa kita kepada kematian yang kedua yaitu kebinasaan. Ini yang harus kita waspadai dengan sungguh-sungguh. Bagi kaum muda, karena merasa kuatir akan masa depan, maka apapun akan saudara lakukan sekalipun untuk urusan jodoh yang tidak seiman.

Mengapa manusia dapat merasa kuatir/takut? Jawabannya terdapat di dalam
1 Samuel 20 : 3, Tetapi Daud menjawab, katanya: "Ayahmu tahu benar, bahwa engkau suka kepadaku. Sebab itu pikirnya: Tidak boleh Yonatan mengetahui hal ini, nanti ia bersusah hati. Namun, demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu, hanya satu langkah jaraknya antara aku dan maut."

Sebab manusia diancam oleh maut/ditakut-takuti oleh maut --> satu langkah jaraknya dengan maut.
Satu langkah ini identik dengan satu denyut jantung. Jadi, maut itu begitu dekat untuk membayang-bayangi/menakut-nakuti/mengancam manusia siapapun manusia itu sekalipun ia seorang yang kaya, pandai, tua maupun muda.

Saya mau katakan, celakanya/ironisnya, kekuatiran ini juga melanda pelayan-pelayan TUHAN/hamba-hamba TUHAN/gereja TUHAN --> Lukas 10 : 40, 41,
40. sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
41. Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,

Marta = wanita yang merupakan gambaran dari gereja TUHAN/pelayan-pelayan TUHAN/hamba-hamba TUHAN yang sibuk melayani tetapi merasa kuatir. Jadi, di sini jelas! kita harus waspada dan dimulai dari saya, sebab kekuatiran dan ketakutan ini justru melanda gereja TUHAN/hamba-hamba TUHAN. Dan ini berarti hidup di dalam suasana kutukan = bagaikan hidup ditengah-tengah duri.

Waktu TUHAN mengutuk manusia, TUHAN berfirman --> ‘engkau akan bersusah payah, tetapi hanya semak duri yang hanya dituai’. Melayani TUHAN, tetapi ditengah semak duri sampai nanti akan bercacat cela. Tadi di bagian atas bungkuk = cacat cela = tidak sempurna = binasa untuk selama-lamanya sebab
tidak dapat menjadi Mempelai Wanita TUHAN sehingga masuk dalam kiamat bersama dunia. Untuk ini, saya juga dikoreksi dengan sungguh-sungguh, sebab kekuatiran dan ketakutan justru melanda gereja TUHAN/pelayan-pelayan TUHAN/hamba-hamba TUHAN.

Tetapi TUHAN tidak rela ini kalau maut membayangi gereja TUHAN, itu sebabnya YESUS harus berkorban dengan mati di atas kayu salib untuk mengalahkan maut/membebaskan kita dari maut. Ibrani 2 : 14, 15,
14. Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;
15. dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.

YESUS lahir menjadi Manusia Darah Daging dan IA rela mati untuk mengalahkan iblis yang berkuasa atas maut. Inilah jalan keluar dari TUHAN sebab gereja TUHAN/pelayan-pelayan TUHAN/hamba-hamba TUHAN diancam oleh kekuatiran dan juga oleh maut. Jadi, YESUS rela mati untuk mengalahkan maut/memusnahkan iblis yang berkuasa atas maut dan membebaskan manusia dari ketakutan atas maut.

Di dunia ini tidak ada kekuatan yang dapat mengalahkan maut/membebaskan manusia dari maut, misalnya dengan kekayaan, kepandaian atau dengan apa saja. Satu-satunya hanya YESUS Yang rela menjadi Manusia Darah Daging dan rela mati di atas kayu salib untuk mengalahkan maut/mengalahkan iblis yang berkuasa atas maut dan membebaskan manusia dari perhambaan maut/ketakutan atas maut dan juga atas kekuatiran.

Tetapi bukan ini saja, sebab di dalam 1 Korintus 15, dikatakan, YESUS juga menyediakan tempat yang aman bagi manusia yang tidak dapat dijangkau oleh maut. 1 Korintus 15 : 25, Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya.
Di bawah Kaki YESUS, maut dikalahkan, berarti di bawah Kaki YESUS adalah tempat yang paling aman karena tidak dapat dijangkau oleh maut.

Ini merupakan hal yang luar biasa sebab:
  • YESUS rela lahir untuk menjadi Manusia Darah Daging
  • YESUS rela mati di kayu salib untuk mengalahkan iblis yang berkuasa atas maut dan
  • Membebaskan manusia dari perhambaan maut/dari kekuatiran dan ketakutan atas maut
  • Sekaligus menyediakan tempat yang aman bagi kita yaitu di bawah Kaki-NYA = tempat yang tidak dapat dijamah oleh musuh-musuh termasuk oleh maut. Puji TUHAN.
Itu sebabnya biarlah dihari-hari ini kita banyak berada di bawah Kaki YESUS,
sebab ini merupakan tempat yang paling aman sebab bebas dari kekuatiran dan juga bebas dari ketakutan/maut.

Banyak orang yang berkata, mari kita berada di bawah Kaki YESUS, tetapi apa yang menjadi praktek dari berada di bawah Kaki YESUS ini? kita pelajari berada di bawah Kaki YESUS ini dari Maria. Kalau kita membaca di dalam injil manapun, maka Maria merupakan spesialisasi berada di bawah Kaki TUHAN. Memang ada banyak kesibukkan kita di dunia ini, seperti bekerja, kuliah dlsbnya --> silahkan! Sekeras apapun silahkan! Tetapi jangan lupa untuk ebih banyak berada di bawah Kaki TUHAN sebab ini merupakan tempat yang paling aman sebab maut-pun tidak dapat menjamah.

Praktek berada di bawah Kaki YESUS, yang akan kita pelajari dari Maria:
1) Lukas 10 : 39, 42,
39. Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
42. tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."
Maria memilih bagian yang terbaik --> tidak ada yang lebih baik. Kuliah, bekerja, semuanya baik, tetapi yang terbaik adalah duduk di bawah Kaki YESUS. Bagi para orang tua, saudara mendorong anak-anak saudara untuk kuliah dan bekerja dengan sungguh-sungguh --> ini baik! Tetapi yang terbaik adalah untuk mendorong anak-anak saudara untuk duduk di bawah Kaki YESUS. Semoga kita dapat mengerti.
Jadi praktek yang pertama duduk di bawah Kaki TUHAN adalah mendengarkan dan dengar-dengaran pada perkataan YESUS = Firman yang merupakan perkataan YESUS.

Yohanes 15 : 3, Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
Apa yang dimaksud dengan Firman Yang merupakan perkataan YESUS? Firman yang dibukakan rahasianya yaitu ayat menerangkan ayat. Mungkin saudara merasa heran, sebab dari awal terus menerus kita membaca ayat-ayat dari dalam alkitab --> inilah Firman yang dbukakan rahasianya yaitu ayat menerangkan ayat. Jika Firman diterangkan dengan lelucon, dengan ilustrasi, dengan ilmu pengetahuan, maka ini bukanlah perkataan YESUS sebab perkataan YESUS adalah ayat menerangkan ayat = Firman pengajaran yang benar yang dapat menyucikan --> kamu memang sudah bersih’ = duduk di bawah Kaki YESUS = mendengarkan dan dengar-dengaran pada Firman pengajaran yang benar. Semoga kita dapat mengerti.

Orang Kristen sekarang ini suka mendengarkan Firman yang lucu-lucu, itu sebabnya kita harus berhati-hati, sebab duduk menonton acara di televisi, dapat membuat kita juga tertawa terpingkal-pingkal.

Maria terus mendengarkan = mendengar dan dengar-dengaran = sifat dari domba yang tergembala --> Yohanes 10 : 27, Domba-domba-Ku mendengarkan
suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
SuaraKU = perkataan YESUS. Jadi mendengarkan perkataan YESUS = domba yang tergembala.

Di bagian atas, Maria duduk di bawah Kaki YESUS berarti:
  • mendengar dan dengar-dengaran pada Firman pengajaran yang benar = pada perkataan YESUS.
  • Kemudian mendengar dan dengar-dengaran adalah domba yang tergembala. Kalau keduanya ini digabung berarti tergembala pada Firman pengajaran yang benar, seperti carang yang melekat pada Satu Pokok.
Inilah arti dari duduk di bawah Kaki YESUS.

Hasilnya: Yohanes 10 : 28, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

Posisi di bawah Kaki YESUS = berada di dalam Tangan TUHAN. Jika kita menjadi orang yang mendengar dan dengar-dengaran dan juga tergembala di dalam Firman pengajaran yang benar = kita berada di dalam Tangan Sang Gembala = ada jaminan kepastian = tidak ada kekuatiran = pasti --> ‘mereka pasti’ bukan tanda tanya --> ya atau tidak = kuatir. Ada jaminan kepastian untuk hidup sehari-hari dan juga jaminan masa depan yang terbaik/Maria memilih yang terbaik = jaminan kepastian untuk hidup kekal. Semoga kita dapat mengerti.

Mari saudaraku! Kalau kita bimbang dan bingung terhadap Firman, mana mungkin kita dapat memiliki kepastian? Itu sebabnya dihari-hari ini kita harus sungguh-sungguh dapat mendengar Firman pengajaran yang benar = tergembala pada Firman pengajaran yang benar. Kita boleh memiliki ijazah, toko dan juga gaji, tetapi kita tidak tergantung pada itu, sebab satu waktu, semuanya ini tidak dapat lagi diandalkan. Itu sebabnya kita harus hidup di dalam Tangan Gembala Agung = tergembala di dalam satu Firman pengajaran yang benar.

Terutama kami para gembala dan rekan-rekan hamba TUHAN, tidak boleh bingung, sebab kalau gembala bingung, bagaimana dengan sidang jemaat? Semuanya menjadi bungkuk karena bingung. Semoga kita dapat mengerti.

Kita harus terlebih dahulu tergembala. Jadi kalau kita masuk gereja, kita jangan melihat gedung gerejanya, sebab kalau kita seperti ini, maka itu sama dengan orang Israel dan akan hancur waktu YESUS datang kembali.

YESUS belum datang kembali, tetapi:
  • Bait ALLAH yang dibangun oleh Salomo sudah hancur dan juga
  • Bait ALLAH yang dibangun oleh Herodes Agung selama empat puluh enam tahun juga sudah hancur. Itu sebabnya kita jangan melihat dan bertahan pada yang jasmani.
Kalau kita mau tergembala --> kita harus melihat pada Firman pengajaran yang
benar.
Mau ber-felloship/ibadah persekutuan --> juga harus melihat pada Firman pengajaran yang benar.
Jadi! Semuanya harus diukur dari Firman pengajaran yang benar, sebab ini berarti kita duduk di bawah Kaki YESUS.

2) Yohanes 12 : 3, 7,
3. Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.
7. Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku.

Meminyaki Kaki YESUS = duduk di dekat Kaki YESUS. Inilah Maria yang spesialis berada di Kaki YESUS dan bebas dari maut. Jadi, praktek kedua dari duduk di bawah Kaki YESUS adalah melayani penguburan = melayani pembangunan Tubuh Kristus yang terakhir = mencapai kesempurnaan = Tubuh Kristus yang sempurna. Kalau Tubuh YESUS sudah dikubur, maka itu berarti sudah terakhir di bumi/dikaitkan dengan penguburan. Pelayanan Tubuh Kristus yang terakhir, sesudah itu tidak dapat dilayani lagi.

Mari! sudah tergembala di dalam Firman pengajaran --> sudah baik! Tetapi jangan hanya makan saja, sebab kalau hanya makan dan tidak bergerak, dapat menjadi gemuk seperti imam Eli, ia berbadan gemuk, dan ketika ia jatuh kemudian lehernya menjadi patah = egois. Sebaliknya, jangan coba-coba melayani kalau tidak makan --> banyak orang yang melayani, tetapi mereka tidak suka makan = seperti Marta yang kuatir, susah sehingga pada akhirnya akan binasa.

Jadi yang paling baik adalah:
  • Terlebih dahulu harus tergembala pada Firman pengajaran yang benar. Dan kalau sudah mantap karena selalu makan makanan yang enak
  • Kemudian aktif = masuk dalam pelayanan pembangunan Tubuh Kristus yang terakhir/kegerakkan Roh.Kudus hujan akhir = penyempurnaan Tubuh Kristus/Mempelai Wanita Tuhan = pelayanan di dalam urapan Roh.Kudus/ada minyak urapan yang semerbak harumnya.
Apa yang menjadi syarat dari pelayanan di dalam urapan Roh.Kudus?
Yohanes 12 : 5, "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"

Di dalam injil yang lain dikatakan bahwa minyak narwastu ini mahal harganya dan ini menunjuk pada Darah YESUS Yang mahal harganya. Jadi syarat untuk kita melayani pembangunan Tubuh Kristus/pelayanan di dalam urapan Roh.Kudus adalah:
  • Penebusan oleh Darah YESUS Yang mahal.
    1 Petrus 1 ; 18, 19,
    18. Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,
    19. melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

    Penebusan oleh Darah YESUS = kelepasan dari dosa-dosa.
    Manusia berdosa adalah manusia yang hina di hadapan TUHAN; bukan manusia yang pandai, yang kaya yang berharga di hadapan TUHAN, tetapi manusia yang mengalami penebusan/kelepasan dari dosa yang boleh melayani Tubuh Kristus. Sekalipun manusia itu pandai dan kaya, tetapi kalau ia tetap mempertahankan dosa, maka ia adalah manusia yang murahan/hina.

    Inilah pelayanan di dalam urapan Roh.Kudus yaitu
    :
    • Lepas dari dosa dan
    • Ada minyak urapan/penebusan.

  • Imamat 21 : 12, Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

    Tidak boleh keluar dai tempat kudus/ruangan suci.
    Di dalam tabernakel/ruangan suci ada tiga macam alat yaitu:
    Pelita emas (gbr: http://www.gptkk.org/tabernakel_pelita+emas.html) untuk sekarang adalah ibadah raya/hari Minggu.
    Meja roti sajian (gbr: http://www.gptkk.org/tabernakel_meja+roti+sajian.html) untuk sekarang adalah ibadah pendalaman alkitab disertai dengan perjamuan suci.
    Mezbah dupa emas (http://www.gptkk.org/tabernakel_mezbah+dupa+emas.html) untuk sekarang adalah ibadah doa/doa penyembahan.

    Ini berarti tidak boleh keluar dari tiga macam ibadah pokok = tergembala = hidup di dalam kandang penggembalaan = berada di dalam ruangan suci supaya minyak urapan tetap ada di kepala. Kalau kita keluar dari ruangan suci, maka minyak urapan akan hilang.


  • rela berkorban/rela memberi. Di dalam pelayanan pembentukkan Tubuh Kristus harus rela berkorban.
    Sebagai contoh: kalau jari tangan diberi cincin emas, maka jari itu akan menjadi indah. Tetapi kalau kaki merasa gatal, maka jari yang indah itu mau menggaruknya dan ini berarti korban perasaan. Jadi syarat dari pelayanan Tubuh Kristus adalah rela berkorban seperti YESUS Yang dulu rela berkorban Nyawa. Kita harus berkorban waktu, tenaga, pikiran, perasaan, uang sampai berkorban nyawa kalau TUHAN ijinkan.
Rasul-rasul banyak yang mati syahid/berkorban nyawa. Hanya satu yang tidak boleh dikorbankan yaitu Firman pengajaran yang benar. Pelayanan Tubuh Kristus itu tidak boleh meminta-minta, tetapi berkorban. Semoga kita dapat mengerti.

Di dalam injil Matius 26, disebutkan pelayanan dari Maria yaitu duduk di
bawah Kaki YESUS ini tidaklah sia-sia.
Pelayanan pembangunan Tubuh Kristus sampai terakhir/sampai tubuh menjadi sempurna yaitu kita:
  • Harus mengalami penebusan
  • Harus berada di dalam kandang penggembalaan/jangan beredar-edar
  • Harus berkorban
Hasilnya luar biasa:
Matius 26 : 13, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia."

Nama Maria ditulis di dalam segala injil, di mana injil diberitakan. Apa yang dilakukan oleh Maria yaitu mengurapi YESUS = pelayanan Tubuh yang selalu ditulis/diingat. Nama Maria ditulis di dalam injil = nama Maria ditulis di dalam kitab kehidupan.

Filipi 4 : 3
, Bahkan, kuminta kepadamu juga, Sunsugos, temanku yang setia: tolonglah mereka. Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil, bersama-sama dengan Klemens dan kawan-kawanku sekerja yang lain, yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan.

Inilah pelayanan sampai nama dicantum/ditulis di dalam kitab kehidupan = memperoleh hidup yang kekal sebab maut tidak berkuasa.

Di bagian atas dikatakan tentang duduk di bawah Kaki YESUS, artinya:
  • Tergembala di dalam Firman pengajaran yang benar = dengar-dengaran pada Firman pengajaran yang benar = kita berada di dalam Tangan TUHAN sehingga maut tidak dapat merebut.
  • Melayani pembangunan Tubuh Kristus/pelayanan dalam minyak urapan dengan syarat:
    • penebusan
    • berada dalam kandang penggembalaan
    • berkorban sampai nama ditulis di dalam kitab kehidupan sehingga maut tidak dapat menjamah. Semoga kita dapat mengerti.
3) Yohanes 11 : 31, 32,
31. Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ.
32. Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."

Pasti = ada jaminan kepastian.
Maria tersungkur di bawah Kaki YESUS = menyembah YESUS. Inilah yang harus kita perbuat dihari-hari ini.YESUS rela mati mengalahkan maut untuk membebaskan kita dari maut dan memberikan tempat yang aman/damai di bawah KakiNYA. Kita harus menggunakan tempat yang aman itu seperti Maria.

Apa arti dari berada di bawah Kaki YESUS? artinya:
  • tergembala di dalam Firman pengajaran yang benar = dengar-dengaran
  • melayani pembangunan Tubuh Kristus
  • menyembah TUHAN = tersungkur di bawah Kaki YESUS dan hanya memandang YESUS saja.
Maria berada di dalam penderitaan dan untuk orang dunia, ketika mereka melihat Maria bangkit dan pergi keluar, mereka mengira bahwa Maria akan pergi ke kuburan untuk meratap.
Arti dari meratap:
  • menyalahkan orang lain
  • menyalahkan orang yang sudah meninggal
  • sampai menyalahkan TUHAN
Ini adalah rumus dari dunia yaitu di dalam penderitaan, mereka meratap.

Tetapi rumus di dalam TUHAN/di bawah Kaki TUHAN --> di dalam penderitaan, justru tersungkur di bawah Kaki TUHAN/menyembah TUHAN = hanya memandang TUHAN.
Tersungkur = berada di bawah/di tanah.

Dulu ada seorang raja yang bernama Yosafat yang akan diserang oleh tentara dari bangsa Moab dan Amon yang dahsyat. Tentara dari raja Yosafat merasa takut sebab mereka kalah kuat dan kalah hebat.

Apa yang dilakukan oleh raja Yosafat? 2 Tawarikh 20 : 12, 21,
12. Ya Allah kami, tidakkah Engkau akan menghukum mereka? Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu."
21. Setelah ia berunding dengan rakyat, ia mengangkat orang-orang yang akan menyanyi nyanyian untuk TUHAN dan memuji TUHAN dalam pakaian kudus yang semarak pada waktu mereka keluar di muka orang-orang bersenjata, sambil berkata: "Nyanyikanlah nyanyian syukur bagi TUHAN, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!"

Yang dilakukan oleh raja Yosafat sama dengan yang dilakukan oleh Maria yaitu tersungkur di bawah Kaki TUHAN.

Jadi saya simpulkan, tersungkur di bawah Kaki TUHAN/memandang TUHAN = berada di tanah, artinya mangaku bahwa:
  • saya hanyalah tanah liat yang tidak memiliki kekuatan apa-apa/tidak berdaya
  • kami tidak tahu apa yang harus kami perbuat/tidak tahu jalan keluarnya
  • hanya berharap pada kasih setia TUHAN/kemurahan Hati TUHAN.
Hasilnya: 2 Tawarikh 20 : 24, Ketika orang Yehuda tiba di tempat peninjauan dipadang gurun, mereka menengok ke tempat laskar itu. Tampaklah semua telah menjadi bangkai berhantaran di tanah, tidak ada yang terluput.

Tentara yang kuat itu menjadi bangkai. Hasil yang luar biasa kalau kita tersungkur di bawah Kaki TUHAN. Tentara/persoalan yang besar hanya seperti bangkai yang tidak berarti apa-apa.
Mari! apapun persoalan yang kita hadapi/apa yang dikatakan oleh dunia bahwa penderitaan itu sangat dahsyat, tetapi kalau kita mau tersungkur/menyembah TUHAN, maka semuanya itu menjadi bangkai = semua masalah diselesaikan oleh TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Bagi orang dunia, tentara yang besar dan hebat = pencobaan yang berat, tetapi bagi TUHAN semuanya itu hanya seperti bangkai. Sebaliknya, apa yang bagi kita adalah bangkai dan untuk oerang dunia menganggap bahwa orang Kristen hanyalah bangkai seperti Lazarus. Tetapi karena Maria tersungkur di bawah Kaki TUHAN, maka bangkai dapat dibangkitkan oleh TUHAN.

Mari saudaraku! Mungkin sekarang ini kita merasa sudah seperti bangkai yaitu:
  • tidak berarti apa-apa
  • tidak dapat melakukan apa-apa lagi
Tetapi kalau tersungkur di bawah Kaki TUHAN maka kasih setia TUHAN menjadikan masalah yang besar hanya menjadi bangkai.

Secara jasmani: ekonomi, masa depan, penyakit yang sudah parah karena sudah seperti bangkai akan dipulihkan oleh TUHAN.

Secara rohani: mungkin kesucian menurun/sudah berbau busuk dan najis sebab sudah menjadi bangkai, tetapi kalau kita mau mengaku bahwa saya tidak berdaya menghadapi dosa ini, sehingga tidak tahu jalan keluarnya. Itu sebabnya saya mohon kasih setiaMU TUHAN. Kasih TUHAN menjadikan kita dipulihkan dan diubahkan sampai satu waktu, kita menjadi sama mulia dengan TUHAN YESUS/menjadi Mempelai Wanita TUHAN yang tidak akan hancur bersama dunia, tetapi kita dipermuliakan bersama dengan Dia. Semoga kita dapat mengerti.

Saya juga merasa, bahwa saya juga hanyalah bangkai yang tidak dapat berbuat apa-apa jika tanpa kasih setia TUHAN.
Itu sebabnya kita sekalian memohon kasih setia TUHAN dengan:
  • duduk di bawah Kaki TUHAN
  • tergembala di dalam Firman pengajaran yang benar
  • melayani pembangunan Tubuh Kristus sampai
  • kita dapat menyembah TUHAN.
TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 17-18 Januari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • 31 Januari 2018 - 01 Februari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Manado)

  • 13-15 Februari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top