English Language | Form Penggembalaan
kebaktian bible study surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 18 November 2013)
Tayang: 20 April 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Juni 2007)
Tayang: 24 Mei 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 02 September 2013)
Tayang: 06 Oktober 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 30 Juni 2014)
Tayang: 01 Mei 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 02 Juni 2014)
Tayang: 14 Februari 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 12 Maret 2007)
Tayang: 24 Agustus 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 30 September 2013)
Tayang: 17 Desember 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 19 Maret 2007)
Tayang: 28 Agustus 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 26 November 2007)
Tayang: 06 September 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 Maret 2014)
Tayang: 03 April 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 09 April 2007)
Tayang: 11 November 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 07 April 2014)
Tayang: 25 Agustus 2015
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 09 September 2013)
Tayang: 22 Oktober 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Bible Study Surabaya
Tanggal: Senin Sore, 14 Oktober 2013
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 02 Februari 2014

Kita masih berada di dalam kitab Wahyu 1: 1-3 yang merupakan judul/prakata/kata pengantar dari kitab Wahyu.

Wahyu 1: 3, Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.

Berbahagialah --> jadi inti dari kitab Wahyu adalah kebahagiaan.

Di dalam kitab Wahyu ada tujuh macam kebahagiaan yaitu:

  1. Wahyu 1: 3 = berbahagia yang membaca, mendengar dan yang menuruti kata-kata nubuat.
  2. Wahyu 14: 13 = berbahagia yang mati dalam YESUS.
  3. Wahyu 16: 15 = berbahagia mereka yang berjaga-jaga dan memperhatikan pakaian-nya.
  4. Wahyu 19: 9 = berbahagia mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.
  5. Wahyu 20: 6 = berbahagia mereka yang mendapat bagian dalam kebangkitan yang pertama.
  6. Wahyu 22: 7 = berbahagia mereka yang menuruti kata-kata nubuat.
  7. Wahyu 22: 14 = berbahagia mereka yang membasuh jubahnya

Angka tujuh = angka sempurna. Jadi, tujuh kebahagiaan merupakan kebahagiaan yang sempurna/kebahagiaan kekal = kebahagiaan surga. Ini yang diberikan oleh kitab Wahyu.

Pintu gerbangnya/permulaan untuk mencapai tujuh kebahagiaan/kebahagiaan yang sempurna/kebahagiaan kekal/kebahagiaan surga adalah berbahagia mereka yang membaca, mendengar dan menuruti kata-kata nubuat/Firman nubuat/Firman pengajaran yang benar = Firman ALLAH.

Jadi, di gereja kalau orang:

  • malas membaca Firman,
  • menyanyi bersemangat, tetapi mendengarkan Firman malas dan mengantuk, maka kehidupan itu tidak akan pernah mencapai kebahagiaan surga. Yang di dapat hanyalah kebahagiaan dunia sebab kalau menyanyi hanya emosi dan ketika mendengarkan Firman, sudah loyo.

Sekarang kita akan mempelajari secara singkat membaca, mendengar dan menuruti Firman.

MEMBACA --> Yesaya 29: 9-12,
9. Tercengang-cenganglah, penuh keheranan, biarlah matamu tertutup, buta semata-mata! Jadilah mabuk, tetapi bukan karena anggur, jadilah pusing, tetapi bukan karena arak!
10. Sebab TUHAN telah membuat kamu tidur nyenyak; matamu-yakni para nabi-telah dipejamkan- Nya dan muka-mu yaitu para pelihat-telah ditudungi-Nya.
11. Maka bagimu penglihatan dari semuanya itu seperti isi sebuah kitab yang termeterai, apabila itu diberikan kepada orang yang tahu membaca dengan mengatakan: “Baiklah baca ini, “ maka ia akan menjawab: “Aku tidak dapat, sebab kitab itu termeterai”.
12. dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan: “Baiklah baca ini,” maka ia akan menjawab: “Aku tidak dapat membaca.”

Ay 11, jadi belum tentu orang yang pandai, dapat membaca Firman; ia tahu membaca Firman yang mungkin dalam berbagai macam bahasa sebab pandai, tetapi kalau kitab itu termeterai, maka kehidupan itu tidak dapat membaca.

Jadi, ada dua hal yang akan dihadapi ketika membaca Firman ALLAH/Firman nubuat yaitu:

  1. kitab itu tidak dapat dibaca, sebab termeterai.
    Jadi, kitab yang termeterai:


    • diberikan kepada orang yang sebenarnya tahu/dapat membaca, dapat melihat dan mengerti, tetapi kenyataannya, kehidupan itu membaca, tetapi tidak dapat melihat/tidak nampak = seperti orang buta.


    • mendengar tetapi tidak mengerti karena kitab termeterai.


    Mengapa sampai dapat terjadi seperti itu? Karena:


    • 2 Korintus 3: 14-16,
      14. Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya.
      15. Bahkan sampai pada hari ini, setiap kali mereka membaca kitab Musa, ada selubung yang menutupi hati mereka.
      16. Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya.

      Jadi, di dalam kitab Wahyu 5, hanya Anak Domba/YESUS/Korban Kristus Yang dapat membuka meterai dan kitab = menyingkapkan rahasia Firman. Kemudian disambung dengan


    • 2 Korintus 4: 3, 4,
      3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka yang akan binasa,
      4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus yang adalah gambaran Allah.

      Ay 4, Firman nubuat tidak dapat dilihat yang adalah Gambaran ALLAH/Wujud ALLAH, mengapa demikian? Karena:


      1. pikirannya tumpul,
      2. hatinya keras,


      sehingga tidak menghargai Korban Kristus/salib Anak Domba ALLAH Yang tersembelih dan Yang sudah membuka meterai dari kitab itu = dapat menyingkapkan rahasia Firman.


    Arti dari tidak menghargai Korban Kristus adalah:


    • tetap menyimpan dosa,
    • tetap berbuat dosa sampai pada puncaknya dosa itulah dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan.


    Banyak kali kita salah dalam menghargai Korban Kristus, bahwa menghargai Korban Kristus di saat perjamuan suci, kita hancur hati --> ini baik! Tetapi bukan hanya sampai di situ, menghargai Korban Kristus itu jangan berbuat dosa lagi, sebab kalau kita masih tetap menyimpan dosa dan tetap berbuat dosa, maka itu berarti kita tidak menghargai Korban Kristus = kitab tetap termeterai, sekali-pun kita dapat membaca, kita tetap tidak akan dapat mengerti.

    Itu sebabnya kita harus waspada mengenai membaca ini dan kewaspadaan yang pertama adalah


    • kita jangan membaca Firman ALLAH dengan kekerasan hati, pasti tidak akan mengerti dan tidak akan nampak dan berarti tidak berbahagia bahkan binasa selama-lamanya. Inilah kewaspadaan yang pertama yang berasal dari diri kita yang seringkali membaca Firman dengan kekerasan hati dan juga tidak menghargai Korban Kristus sehingga tidak dapat mengerti dan juga tidak akan merasa bahagia bahkan mengomel.

      Bagaimana supaya kita tidak menjadi keras hati? Kita harus membaca Firman ALLAH dengan menghargai/meninggikan Korban Kristus; sebab hanya Korban Kristus yang dapat menghancurkan kekerasan hati. Pada jaman Musa, ada lembu emas/kekerasan hati dan hanya dapat dihancurkan dengan dua loh batu. Dua loh batu yang dipecahkan = YESUS Yang dikorbankan sehingga lembu emas/kekerasan hati hancur dan kita dapat membaca dan mengerti Firman ALLAH, sehingga kita menjadi berbahagia sampai mencapai kebahagiaan yang kekal/tujuh kebahagiaan. Semoga kita dapat mengerti.


    • waspada terhadap ajaran palsu yang meniadakan Korban Kristus/salib Kristus. Ini yang harus hati-hati, sebab Korban/salib Kristus tidak diberitakan di dalam sidang jemaat, sebab banyak pendeta yang merasa takut sehingga banyak dari mereka memakai logika --> sekarang ini banyak jemaat yang susah dan menderita, masakan di gereja diberitakan tentang salib/ sengsara lagi, nanti, jemaat tidak mau ke gereja lagi. Inilah ajaran palsu. Korban/salib Kristus tidak diberitakan di dalam sidang jemaat, sehingga Firman ALLAH tetap termeterai/tetap tertutup; kalau tidak ada salib, maka tidak akan ada pembukaan Firman.


    Nanti kita akan mempelajari di dalam Wahyu 5, kalau kitab tetap termeterai, maka rsl Yohanes menangis dengan sangat --> tidak ada kebahagiaan tetapi yang ada hanyalah penderitaan. Itu sebabnya sekarang ini, di gereja, salib ditiadakan.
    Salah satu contoh --> berpuasa diringankan dengan diijinkan untuk minum air putih sebab air putih tidak mengandung kalori. Seandainya seorang hamba TUHAN tidak mau berpuasa, bagaiman ada pembukaan Firman? Tidak mungkin ada pembukaan Firman.


  2. Yesaya 29: 12, dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan: “Baiklah baca ini,” maka ia akan menjawab: “Aku tidak dapat membaca.”

    Aku tidak dapat membaca” = orang yang tidak mau membaca/tidak mau menerima. Jadi, karena kekerasan hati/pintu hati tertutup, sehingga tidak mau membaca Firman ALLAH/Firman nubuat/Firman pengajaran yang benar/cahaya injil kemuliaan Kristus. Inilah istilah tidak dapat membaca sebab tidak mau.

Inilah dua kemungkinan yaitu:

  • dapat membaca/mau membaca, tetapi kitab termeterai karena kekerasan hati = menyimpan dosa dan juga karena menolak salib Kristus sehingga kitab itu tidak dapat terbuka.


  • tidak mau membaca dan ini juga karena kekerasan hati; tidak mau membaca sampai tidak mengerti dan juga tidak mau menerima sehingga kehidupan itu tidak akan berbahagia dan akan binasa untuk selama-lamanya.

Waktunya singkat --> Wahyu 1: 3, Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.

Waktunya sudah dekat, artinya saat ini masih ada kesempatan sedikit untuk membaca Firman ALLAH/Firman nubuat, tinggal tergantung pada kehidupan kita masing-masing --> kita mau atau tidak mau. Ini saja!! TUHAN memberi kesempatan sedikit lagi kepada kita untuk membaca Firman nubuat/Firman pengajaran yang benar, tergantung pada kita masing-masing --> kita mau atau tidak mau. Kalau kita mau, maka kita akan berbahagia sampai pada kebahagiaan kekal dan jika tidak mau, maka tidak akan berbahagia, menderita sampai binasa untuk selama-lamanya. Inilah tentang membaca Firman nubuat yang merupakan pintu gerbang untuk masuk ke dalam tujuh kebahagiaan/masuk kebahagiaan sempurna. Semoga kita dapat mengerti.

MENDENGAR FIRMAN NUBUAT/FIRMAN ALLAH --> Markus 7: 24-30,
24. Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya
tidak dapat dirahasiakan.
25. Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya.
26. Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya.
27. Lalu Yesus berkata kepada-nya: ”Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.”
28. Tetapi perempuan itu menjawab: “Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak”.
29. Maka kata Yesus kepada perempuan itu: “Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang, sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.
30. Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

Ay 27 , anak-anak/domba-domba = bangsa Israel umat pilihan TUHAN; anjing = bangsa kafir kita semua.

Jadi, YESUS menghendaki supaya kedatangan-Nya tidak diketahui, tetapi tidak dapat di rahasiakan. Kita bersyukur, sebab di mana ada pembukaan rahasia Firman, maka di situ hadirat TUHAN begitu jelas di tengah-tengah kita. Ini yang harus kita doakan, sebab kita datang ke gereja dan jika tidak ada pembukaan Firman, apa yang dapat kita perbuat? Begitu juga dengan kami hamba-hamba TUHAN yang datang untuk bersekutu, tetapi jika tidak ada pembukaan Firman dan hanya untuk berkumpul-kumpul, untuk apa? Sebab tidak ada hadirat TUHAN di situ. Kalau tidak ada pembukaan Firman, maka tidak ada hadirat TUHAN sekali-pun kita berseru-seru, hadirat TUHAN tidak ada. Tetapi kalau di mana ada pembukaan rahasia Firman ALLAH, maka di situ betul-betul hadirat TUHAN tidak dapat dirahasiakan dan hadirat TUHAN sangat jelas dan nyata kita rasakan untuk menjamah setiap kehidupan kita. Semoga kita dapat mengerti.

Tentang mendengar Firman ALLAH ini, bukanlah seperti kita mendengarkan orang berpidato atau berkampanye atau kadang-kadang melawak atau kadang-kadang mendongeng atau memakai ilustrasi-ilustrasi yang tidak dapat di pertanggung jawabkan kebenaran-nya. Ini tidak akan ada gunanya, itu sebabnya kita jangan salah mendengar. Bukan juga seperti mendengarkan lawakan --> mendengar lawakan itu di televisi, bukan di gereja sebab ini merupakan kesalahan yang besar. Tetapi mendengarkan Firman nubuat, seperti orang yang lapar di saat makan roti = mendengar dengan suatu kebutuhan. Saudara datang ke gereja, jangan di tipu sebab saudara hanya di suruh untuk mendengarkan lawakan, mendengarkan dongeng, mendengarkan orang berpidato yang berapi-api, tetapi tidak ada pembukaan Firman = belum mendengarkan Firman, tetapi harus seperti orang yang lapar di saat makan roti = mendengar dengan suatu kebutuhan. Semoga kita dapat mengerti.

Di sini, contohnya ada seorang perempuan Kanani/bangsa kafir yang datang kepada YESUS untuk memohon kesembuhan bagi anak-nya. Sekarang ini kita/bangsa kafir datang ke rumah TUHAN ini, apa yang menjadi kebutuhan kita?

Jadi, seorang perempuan Kanani datang kepada YESUS untuk kesembuhan bagi anaknya dan ini juga dapat dikatakan sebagai pemulihan dari nikah dan buah nikah yang seringkali dialami oleh bangsa kafir yang hancur kehidupan nikah dan buah nikahnya. Kami para hamba-hamba TUHAN harus banyak berdoa bagi anak-anak, saya juga paling takut menghadapi anak-anak kita, sebab anak-anak dari para hamba-hamba TUHAN ini yang betul-betul diincar oleh setan. Juga bagi kami semuanya, kita harus banyak berdoa bagi nikah dan buah nikah kita.

Wanita Kanani/bangsa kafir ini tidak langsung ditolong, tetapi diuji terlebih dahulu bagaimana sikap kesungguhannya dalam mendengarkan Firman nubuat/Firman ALLAH. Inilah ujiannya kita datang ke gereja, bagaimana sikap kita di saat mendengarkan Firman.

Kita berdoa supaya di gereja kita ini dan juga yang ada di Malang, tidak ada tempat spesial/ruangan tersendiri yang dibuat bagi anak-anak kecil --> silahkan dibawa ke gereja, tetapi harus didoakan supaya anak-anak itu menjadi tertib. Jangan sampai anak-anak itu mengganggu kita di saat kita mendengarkan Firman sebab itu merupakan kesalahan yang besar. Mari, ditertibkan dan didoakan supaya kita dapat mendengarkan Firman demi mereka juga --> demi nikah dan buah nikah kita. Seperti perempuan Kanani ini yang memiliki masalah dengan anaknya yang sedang sakit sebab dirasuk setan dan tidak diketahui di mana suaminya itu berada.

Inilah yang dilihat oleh TUHAN saat-saat kita mendengarkan Firman ALLAH/Firman nubuat yaitu:

  • sikap kita,
  • kesungguhan kita.

Demikian juga dengan kami para hamba-hamba TUHAN sebab sidang jemaat merupakan anak-anak rohani kita yang banyak menghadapi masalah, gembala juga diuji kalau mau anak-anaknya tertolong seperti perempuan Kanani/bangsa kafir.
Perempuan Kanani/bangsa kafir ini berjuang untuk mendapatkan remah-remah roti sekali-pun menghadapi tantangan-tantangan. Inilah sikap mendengarkan Firman = sikap untuk menerima remah-remah roti.

Tantangan-tantangan yang harus dihadapi adalah:

  1. kelemahan dari dirinya sendiri. Ini yang sering kita hadapi yaitu kelemahan dari diri sendiri seperti mengantuk, bosan dllnya. Inilah bangsa kafir yang sulit untuk menjilat roti; anjing itu kesukaannya adalah menjilat muntah sehingga sulit untuk menjilat roti. Anjing lebih suka menjilat muntah. Di dalam alkitab ditulis, anjing muntah untuk kemudian dijilat kembali.

    Mari, sekarang ini, apa yang menjadi kelemahan kita? Kalau masih suka mengantuk --> mari berjuang untuk mengatasi kelemahan dari diri sendiri. Saya menyampaikan Firman juga memerlukan perjuangan yang tadi malam dimulai dari jam satu malam sehingga tubuh ini merasa terganggu dan sampai jam tiga sore mau berangkat ke Surabaya, masih merasa terganggu, tetapi saya tetap berjuang dan mohon pertolongan dari TUHAN dan sekarang saya sudah dapat menyampaikan Firman. Perjuangan itu dilihat dan akan ditolong oleh TUHAN. Kelemahan diri sendiri ini hanya saudara dan saya yang mengetahuinya di saat mendengarkan Firman.


  2. halangan dari murid-murid.
    Juga halangan dari orang lain seperti:


    • kita harus berhati-hati dengan orang yang duduk di sebelah kita yang seringkali mengganggu kita di saat kita mendengarkan Firman seperti memperlihatkan surat/foto dllnya.


    • bergosip tentang orang sehingga ada orang yang tidak mau datang lagi sekali-pun kehidupan itu senang mendengarkan Firman.


  3. berjuang untuk menghadapi YESUS Yang menyamakan perempuan itu dengan anjing/bangsa kafir yang najis dan jahat dan tidak layak untuk mendapatkan roti dari YESUS. Kita dapat membayangkan, YESUS mengatakan kepada perempuan itu bahwa ‘tidak patut roti untuk anak-anak diberikan kepada anjing’.

Inilah halangan-halangan seperti:

  • menghadapi kelemahan dari diri sendiri,
  • menghadapi orang lain dan juga
  • halangan dari YESUS.

Dan sudah jelas, bangsa kafir itu tidak boleh mendapatkan roti yang diperuntukkan bagi anak-anak --> roti itu bukan untuk anjing tetapi untuk anak-anak/untuk umat Israel/domba-domba dari TUHAN. Mungkin kita tersinggung oleh Firman karena menghantam diri kita yang disebut sebagai anjing babi, bangsa kafir sehingga tidak mau lagi mendengarkan Firman karena tersandung oleh kerasnya Firman TUHAN --> marah karena kerasnya Firman TUHAN --> sebagai manusia, saya sudah datang dari jauh dan membayar ongkos, tetapi sampai di gereja hanya terdengar anjing dan babi.

Inilah halangan-halangan. Mari, berjuang sebab ada banyak halangan yang dimulai dari diri sendiri/apa yang menjadi kelemahan kita, dari orang lain/sesama jemaat/murid-murid dan juga dari YESUS/pembukaan Firman.

Seringkali pembukaan Firman ini:

  • merendahkan kita,
  • sangat menghina kita,
  • menunjuk dosa-dosa kita sehingga kita menjadi marah kemudian mengkritik Firman dllnya.

Semua tantangan/halangan-halangan bahkan yang tidak mungkin dan juga yang mustahil merupakan ujian kesungguhan dalam mendengarkan Firman nubuat/Firman ALLAH, dan akhirnya imannya dinyatakan lulus oleh TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Jadi perjuangan perempuan ini tidaklah sia-sia untuk dapat mendengarkan Firman/untuk menjilat remah-remah roti sekalipun ada banyak rintangan/halangan, tetapi akhirnya imannya dinyatakan lulus oleh TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Di bagian atas dikatakan membaca Firman:

  • jangan dengan keras hati, tetapi harus dengan kelembutan hati.
  • menghargai Korban Kristus, sehingga kita dapat mengerti Firman

Kemudian dalam mendengarkan Firman (bukan mendengarkan lawak, pidato/kampanye) tetapi sungguh-sungguh serius, kita ini seperti orang yang lapar dan sedang makan roti. Ini mendengar Firman --> seperti orang lapar yang dapat makan roti, apalagi roti itu hanya berupa remah-remah. Semoga kita dapat mengerti.

Kesungguhan kita dalam mendengarkan Firman nubuat/Firman ALLAH adalah jika pada saat kita mendengarkan Firman, Firman menunjuk keadaan kita yang sesungguhnya seperti dosa-dosa kenajisan, kegagalan-kegagalan nikah kita dan buah nikah kita dllnya. Kemudian sampai kita direndahkan oleh Firman seperti anjing yang najis dan jahat, tetapi kita memiliki sikap seperti perempuan Kanani ini yaitu berkata benar TUHAN. Inilah kesungguhan kita dalam mendengarkan Firman = sungguh-sungguh mendengar Firman/sungguh-sungguh makan Firman.

Kita membenarkan Firman, bukan mengelak Firman seperti Yudas --> ketika YESUS berkata, ‘siapa yang mencelupkan roti bersama Aku, dialah yang akan menyerahkan Aku’. Tetapi Yudas mengelak dengan berkata ‘bukan aku’.

Yudas:

  • mengelak,
  • menuduh murid-murid yang lain --> sebab Yudas berkata ‘bukan aku’ berarti sebelas murid yang lain yang akan menyerahkan YESUS.

Tetapi perempuan Kanani ini berkata --> ‘benar TUHAN’ =

  • membenarkan Firman ALLAH, sekali-pun ia sudah dikatakan anjing/ia direndahkan tetapi ia membenarkan Firman/benar TUHAN,
  • membenarkan Firman ALLAH sebab yakin, jika TUHAN merendahkan kita, maka TUHAN sanggup mengangkat kita dan perempuan Kanani/anjing diangkat menjadi domba-Nya TUHAN. Kita sebagai bangsa kafir hanyalah anjing --> bagaimana dapat diangkat menjadi domba? Dari mendengarkan Firman dengan sungguh-sungguh/menjilat remah-remah roti; jangan menjilat muntah. Makan remah-remah itu akan terus merasa lapar = terus merasa kurang dan disitulah letak kebahagiaan.


  • doa didengar oleh TUHAN = anaknya disembuhkan. Jika kita masih anjing, maka doa kita tidak dijawab oleh TUHAN, tetapi kalau domba yang berseru kepada TUHAN, maka doa kita akan dijawab oleh TUHAN. Anaknya disembuhkan oleh TUHAN sehingga ia dapat tidur dengan nyenyak = ada damai sejahtera di dalam nikah rumah tangga.

Inilah, orang yang berbahagia yang membaca, mendengar dan menuruti kata-kata nubuat. Ada tujuh kebahagiaan di dalam kitab Wahyu sampai pada kebahagiaan sempurna/kekal selama-lamanya.

Jika di dunia ini kita merasa menderita --> mari diubah!! bagaimana sikap kita terhadap Firman --> mungkin di saat menyanyi kita merasa senang --> ini boleh saja, tetapi sesudah itu kita akan merasa sedih dan menderita lagi. Semoga kita dapat mengerti.

MENURUTI FIRMAN --> Wahyu 1: 3, Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.

Membaca, mendengar dan menuruti Firman nubuat = pintu gerbang untuk menuju pada tujuh macam kebahagiaan/kebahagiaan yang kekal/kebahagiaan sempurna/kebahagiaan surga bersama dengan TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Jika kita hanya membaca dan mendengar Firman, tetapi kita tidak menuruti Firman = penipu (dlm srt Yakobus) --> Yakobus 1: 22, Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.

Menipu diri sendiri ini paling kejam; banyak orang mengatakan bahwa menipu TUHAN itu kejam dan juga menipu orang lain itu jahat --> ya, betul. Tetapi menipu diri sendiri paling jahat. Bagaimana orang dapat menipu diri sendiri?

Wahyu 1: 3, Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.

Kita bandingkan dengan Wahyu 22: 7, "Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!"

Tidak ada lagi membaca dan mendengar (Wahyu 1: 3), tetapi langsung menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini (Wahyu 22: 7).

Jadi, waktunya sudah dekat untuk kita mendapatkan kesempatan membaca dan mendengarkan Firman sebab satu waktu tidak ada kesempatan lagi untuk membaca dan mendengarkan Firman. Itu sebabnya kita jangan berkata --> lama sekali berada di gereja, sebab itu = sombong.

Waktunya sudah dekat untuk kita sekarang ini mendapatkan kesempatan sedikit untuk membaca, mendengarkan Firman, tetapi satu waktu tidak ada lagi kesempatan untuk membaca dan mendengarkan Firman tetapi kita sudah harus menuruti/mempraktekkan Firman, artinya Firman ALLAH sudah mendarah daging di dalam kehidupan kita/menjadi tabiat kita yaitu taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi. Kalau YESUS taat sampai mati di kayu salib dan kita taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.

Daging ini yang seringkali membuat kita tidak taat. Abraham! sembelih Ishak --> kalau daging, tentu akan menolak sebab Ishak itu adalah anak-ku, sehingga Abraham dapat menjadi tidak taat.

Salah satu kesaksian dari alm.bpk pdt van Gessel yang dulu di tahan oleh Jepang di penjara di Ngawi dan tidak diijinkan membawa alkitab; tetapi beliau dapat mengajar injil Matius tanpa alkitab. Ini bukan berarti ayat-ayat itu dihafal, tetapi Firman itu sudah mendarah daging. Satu waktu kita juga akan menjadi seperti itu sebab sudah tidak ada waktu lagi untuk membaca dan mendengarkan Firman.

Sering saya mengatakan, bahwa taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara = mengulurkan tangan kepada TUHAN = terserah Engkau TUHAN dan TUHAN juga akan mengulurkan Tangan kepada kita = kita hidup di dalam Tangan TUHAN Yang Kuat. Inilah menuruti Firman. Betapa bahagianya kalau kita membaca, mendengar dan menuruti Firman = hidup dalam Tangan TUHAN; itu sebabnya kita jangan ragu tetapi harus betul-betul yakin bahwa kita akan berbahagia.

Hasilnya:

  1. Ulangan 7: 7, 8,
    7. Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa manapun juga, maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu--bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa? --
    8. tetapi karena TUHAN mengasihi kamu dan memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu, maka TUHAN telah membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan, dari tangan Firaun, raja Mesir.

    Ay 7, kita hidup dalam Tangan Kasih TUHAN/Tangan TUHAN Yang Kuat Yang berlubang paku.
    Kita hidup di dalam Tangan TUHAN --> TUHAN itu Penebus/menebus engkau dari rumah perbudakan. Tangan kasih Sang Penebus sanggup untuk melepaskan kita dari Mesir/dari dosa-dosa sampai pada puncaknya dosa sehingga kita dapat hidup benar dan suci.

    Kita merasa tidak dapat terlepas dari dosa makan minum, mabuk, narkoba --> kita bisa terlepas dan tidak memerlukan rehabilitasi kalau kita membaca, mendengar dan menuruti Firman.
    Kemudian dosa kawin mengawinkan = dosa sex dengan berbagai ragamnya dan juga dengan penyimpangan-penyimpangan sex seperti homosex, lesbian dapat kita lepaskan karena kuasa Firman nubuat mampu melepaskan kita, asal kita dapat membaca, mendengar dan menuruti Firman = terlepas dari perbudakan Mesir.
    Mesir ini juga berarti penderitaan-penderitaan dan kutukan. Dunia ini penuh dengan kutukan, tetapi kita terlepas dari kutukan dan penderitaan sehingga kita menjadi berbahagia.

    Jadi, lepas dari Mesir=


    • kita hidup benar dan suci,
    • kita terlepas dari penderitaan-penderitaan dan juga dari kutukan sehingga kita dapat hidup berbahagia di dalam Tangan TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.


    Dulu, di Mesir, bangsa Israel dicambuk dan diperbudak sehingga ada banyak air mata, tetapi begitu mereka terlepas, maka mereka merasa berbahagia/kebahagiaan surga.


  2. Yesaya 49: 14-16,
    14. Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."
    15. Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.
    16. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.

    Sekarang ini memang sudah bergeser, ibu kandung sudah ada yang membuang dan mencekik bayinya. Sebenarnya kasih dari seorang ibu merupakan gambaran yang lemah dari kasih TUHAN. Kasih dari seorang ibu dapat bergeser tetapi kasih TUHAN tinggal tetap = kekal.

    Jadi, TUHAN tampil sebagai seorang ibu = Gembala. Gembala itu seperti seorang ibu dan juga sebagai seorang bapak (srt Tesalonika). Kalau menegur dengan keras = bapak dan kalau ia memelihara kita = ibu.

    Jadi yang kedua ini Tangan kasih Sang Ibu/Gembala Agung sanggup untuk melindungi dan memelihara bayi/domba-domba sembelihan. Kita ini hanya seperti bayi atau seperti domba-domba sembelihan. Di dalam srt Roma, kita seperti domba sembelihan yang semuanya diikat sehingga tidak dapat berbuat apa-apa. Bayi yang berada di dalam padang gurun dunia ini --> apa yang dapat ia lakukan? Seperti yang sering saya katakan --> bayi jika diletakkan di dalam kamar yang terdapat banyak susu kaleng, bayi itu tidak dapat hidup, apalagi di padang gurun? Mana bisa?

    Demikian juga dengan domba sembelihan yang sebentar lagi akan disembelih sehingga tidak dapat berbuat apa-apa. Tetapi jika hidup di dalam Tangan Sang Gembala Agung/Gembala Yang Baik/Tangan kasih Sang Ibu, sanggup melindungi dan memelihara bayi atau domba-domba sembelihan di tengah dunia yang sudah sulit/di tengah padang gurun yang sulit. Misalnya domba sekali-pun tangan dan kakinya bebas, tetapi jika berada di padang gurun, akan susah untuk hidup. Apalagi kalau ke empat kaki dari domba itu sudah diikat sebab akan disembelih --> bagaimana domba itu dapat hidup? Tetapi kalau berada di dalam Tangan Gembala Agung, kita tidak hidup dari padang gurun, tetapi kita hidup dari TUHAN.

    Bagi rekan-rekan gembala, kita tidak hidup dari domba-domba/tidak hidup dari sidang jemaat tetapi kita hidup dari TUHAN; demikian juga dengan sidang jemaat, saudara yang memiliki toko, gaji hanya merupakan sarana saja sebab saudara tidak hidup dari toko/gaji tetapi saudara hidup dari Tangan kasih Sang Ibu/Gembala Agung Yang sanggup melindungi dan memelihara bayi/domba-domba di tengah dunia yang sulit dan gersang bahkan sampai pada jaman antikrist yang nanti akan berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.

    Dunia ini menjadi semakin gersang sebab makin di kuasai oleh antikrist. Saya sudah pernah mengatakan --> seandainya antikrist berkuasa sebanyak dua puluh persen, kita masih memiliki delapan puluh persen, antikrist berkuasa sebanyak empat puluh persen, kita tinggal enam puluh persen, antikrist berkuasa enam puluh persen, kita tinggal empat puluh persen, antikrist berkuasa delapan puluh persen, kita tinggal dua puluh persen. Anak-anak TUHAN di dunia semakin ditekan, ingin berdagang, semakin ditekan dan kalau antikrist berkuasa seratus persen, kita tinggal nol dan di saat itu Tangan kasih TUHAN Yang adalah Tangan Kasih Sang Gembala Agung = dua sayap burung nazar menyingkirkan kita ke padang gurun selama tiga setengah tahun, jauh dari mata antikrist dan kita dipelihara secara langsung oleh TUHAN lewat Firman pengajaran dan perjamuan suci.

    Mari, di hari-hari ini kita hidup di dalam Tangan TUHAN untuk menghadapi keadaan dunia seperti di Mesir. Firaun dan Mesir --> dosa-dosa mengejar kita, mari! Kita berada di dalam Tangan Penebus Yang melepaskan kita dari:


    • dosa sampai pada puncaknya dosa sehingga kita dapat hidup benar dan suci,
    • kutukan-kutukan, penderitaan dan air mata/duri-duri di dunia sehingga kita menjadi berbahagia di dalam Tangan TUHAN.


    Tangan Sang Gembala Agung/Tangan kasih Sang Ibu sanggup melindungi dan memelihara kita di tengah dunia yang sulit sampai pada jaman antikrist yang akan berkuasa selama tiga setengah tahun di bumi. Melindungi kita/bayi-bayi/domba sembelihan yang menghadapi kegersangan dunia sehingga menjadi sulit sampai antikrist berkuasa di bumi, kita tetap dipelihara dan dilindungi. Dan di saat itu Dua Tangan Gembala bagaikan dua sayap burung nazar yang akan menyingkirkan kita ke padang belantara dan kita dipelihara lewat Firman pengajaran dan perjamuan suci. Kita semua menjadi full-timer, tidak ada lagi yang bekerja sebab semuanya hanya beribadah kepada TUHAN dan TUHAN Yang memelihara.

    Sekali lagi, ibadah pendalaman alkitab merupakan latihan untuk menyingkir ke padang belantara selama tiga setengah tahun ( Wahyu 12: 14). Itu sebabnya ibadah pendalaman alkitab itu agak lama, tetapi nanti selama tiga setengah tahun setiap hari ada Firman dan perjamuan suci. Kalau sekarang hanya dua setengah/tiga jam kita sudah tidak tahan, maka selama tiga setengah tahun tidak akan tahan dan lebih baik mengikuti antikrist saja.

    Tangan sang ibu menggendong bayi/Tangan Sang Gembala memikul domba-domba. Kalau digendong, misalnya berat dari bayi itu 3/4/5kg, semuanya ditanggung oleh TUHAN/semua beban ditanggung oleh TUHAN sehingga kita menjadi enak dan ringan. Tangan kasih Sang Gembala Agung sanggup menggendong kita/menanggung semua letih lesu, beban berat kita sehingga kita menjadi enak dan ringan di tengah padang gurun dunia yang tandus.
    Mari, kita taat dengar-dengaran --> membaca Firman, mendengar Firman dan mengikuti Firman = kita berada di dalam Tangan TUHAN sehingga semuanya menjadi enak dan ringan. Orang lain susah tetapi kita enak dan ringan sebab digendong/ditanggung semua letih lesu dan beban berat oleh TUHAN.

    Inilah saudaraku, kunci/pintu gerbang/awal untuk mencapai kebahagiaan kekal yaitu membaca, mendengar dan menuruti Firman --> ini yang menjadi tekanan. Kita boleh menyanyi sebab saya juga senang menyanyi di gereja, tetapi setelah menyanyi kemudian ketika mendengarkan Firman kita mengantuk dan merasa bosan, keadaan seperti ini lebih berbahagia orang yang berada di taman Bungkul. Keadaan kita berbeda dengan orang-orang itu, sebab kita menyanyi memuji TUHAN dan mengarahkan kita untuk mendengarkan dan membaca Firman sehingga nyanyian itu berasal dari TUHAN dan kita mengalami kebahagiaan surga = kita hidup di dalam Tangan TUHAN.


  3. Mazmur 118: 15, 16,
    15. Suara sorak-sorai dan kemenangan di kemah orang-orang benar: "Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan,
    16. tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!"

    Istilah meninggikan = Dia akan datang kembali untuk mengangkat kita.


    • Tangan Kasih Sang Raja/Sang Mempelai Pria Surga memberi kemenangan, artinya menyelesaikan segala masalah bahkan yang mustahil-pun dapat diselesaikan. Jika kita hidup di dalam Tangan TUHAN, maka semuanya akan lengkap/semuanya ada. Inilah mujizat secara jasmani yang terjadi.

      Jadi kalau kita membaca, mendengar dan menuruti Firman, maka semua kebutuhan kita sudah lengkap sebab berada di dalam Tangan TUHAN. Itu sebabnya jangan diselewengkan sebab pemberitaan Firman yang seharusnya menjadi yang utama dijadikan yang tidak utama di dalam gereja sekarang ini.


    • Tangan Kasih Sang Raja mengangkat kita, artinya:


      1. mengangkat kita dari kegagalan-kegagalan/keterpurukan/kesulitan-kesulitan untuk mencapai masa depan yang berhasil dan indah pada waktunya. Baik kami sebagai hamba TUHAN dalam pelayanan tidak mampu untuk mendatangkan orang-orang datang ke gereja, lewat Tangan TUHAN Yang akan menolong sehingga semuanya dapat berhasil dan indah pada waktunya.


      2. mengubahkan --> semakin diangkat, semakin diubahkan. Tangan kasih Sang Raja/Sang Mempelai Pria Surga sanggup untuk mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti YESUS dan ini merupakan mujizat terbesar. Di bagian atas terjadi mujizat secara jasmani yaitu yang mustahil seperti sakit dapat menjadi sembuh, tetapi mujizat yang terbesar adalah kehidupan manusia darah daging diubahkan menjadi manusia rohani seperti YESUS. Istilah diangkat, kita ingat tenggelam seperti Petrus yang tenggelam; sebenarnya Petrus sudah bisa berjalan, sebab ia berkata ‘TUHAN, itu Engkau, ijinkan aku datang’. Petrus bisa berjalan di air yang bergelombang, tetapi begitu angin datang, ia menjadi bimbang dan takut sehingga ia tenggelam. Jadi, jika laut yang membuat Petrus bimbang, maka ia akan langsung tenggelam, tetapi tidak!! Petrus dapat berjalan. Jadi, yang membuat tenggelam itu bukanlah masalahnya, tetapi hati yang bimbang. Itu sebabnya, mari, diubahkan dan belajar dari Petrus. Hati jangan bimbang tetapi percaya/mengasihi TUHAN dan mempercayakan diri kepada TUHAN. Seringkali kita bimbang kepada kuasa TUHAN --> apakah TUHAN dapat menolong menyelesaikan masalah saya? Ini berarti sudah tenggelam dan juga bimbang terhadap pengajaran --> yang mana, apakah ini, ini. Harus satu, sebab alkitab itu hanya satu = pengajaran yang benar itu hanya satu. Jika berbeda dari alkitab, tidak bisa. Jangankan kita terangkat ke surga, di dunia ini saja tidak akan terangkat dan pasti akan tenggelam/terus menerus merosot.

Saya sangat berbahagia mendapatkan teladan dari gembala saya yaitu alm.bpk.pdt In.Juwono dan yang terakhir alm.bpk.pdt Pong Dongalemba dan yang saya lihat hanya satu yaitu yaitu kembali ke alkitab. Dan sampai akhir hayatnya, mereka terangkat, tidak pernah merosot. Usia semakin tua, pelayanannya semakin terangkat. Itu sebabnya harus berpegang pada satu, jangan bimbang sebab kalau bimbang, akan merosot.

Mari, sekarang ini hanya satu, yaitu percaya dan mempercayakan diri kepada TUHAN/kepada pengajaran --> pasti kita akan diangkat sampai di saat YESUS datang kedua kali, kita akan diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia dan kita diangkat di awan-awan --> ‘berbahagialah yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba’ --> kebahagiaan yang keempat (Wahyu 19: 9) = bertemu dengan YESUS di awan-awan sampai masuk Yerusalem Baru selama-lamanya.

Sekarang ini, mari! Kebahagiaan di dunia, keberhasilan di dunia --> semuanya dan pintu gerbangnya hanya satu yaitu membaca, mendengar dan menuruti Firman = taat dengar-dengaran = kita mengulurkan tangan kepada TUHAN --> terserah Engkau TUHAN dan TUHAN juga mengulurkan Tangan Kasih-Nya dan kita berada di dalam gendongan Tangan TUHAN/kita hidup di dalam Tangan Kasih TUHAN:

  • Ia sebagai Penebus Yang melepaskan kita dari dosa-dosa sampai pada puncak dosa, sehingga kita dapat hidup benar --> apa yang tidak benar, kita buang dan kita disucikan dan juga kutukan air mata disingkirkan sehingga kita menjadi berbahagia.


  • Tangan Sang Gembala memeluk kita dan memelihara kita ditengah kesulitan dan kemustahilan, kita dipelihara sehingga hidup kita menjadi enak dan ringan sebab kita digendong = semuanya ditanggung oleh TUHAN dan.


  • Tangan Sang Raja, menang sehingga semua masalah menjadi selesai.
  • Kita diangkat --> kita berhasil dan indah pada waktunya, kemudian
  • Kita diubahkan --> semakin kita diangkat, semakin kita diubahkan. Mari, kita percaya, jangan bimbang sampai jika YESUS datang, kita akan diangkat diawan-awan bersama dengan Dia selama-lamanya.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:45 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 28-29 Juni 2018
    (Ibadah Kunjungan dI Semarang)

  • 17-19 Juli 2018
    (Ibadah Kunjungan dI Tentena, Poso)

  • September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top