English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 03 Oktober 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 28 April 2014 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt Mikha Sandatoding

Selamat sore dan salam damai sejahtera dari Tuhan kita Yesus Kristus. Biarlah damai sejahtera bahagia...

Ibadah Raya Malang, 23 Januari 2011 (Minggu Pagi)
Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat...

Ibadah Kunjungan Mangkutana V, 27 Juni 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 4:19b
4:19 ... kamu akan...

Ibadah Retreat Family III Malang, 05 Maret 2011 (Sabtu Pagi)
Yesaya 6:1
6:1. Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 06 Mei 2010 (Kamis Sore)
Pembicara: Pdp. Yakub

Keluaran 2:6

Ibadah Doa Surabaya, 16 Januari 2013 (Rabu Sore)
disertai dengan puasa

Matius 28 dalam susunan tabernakel ini menunjuk kepada SHEKINAH GLORY/SINAR KEMULIAAN.

Dibalik kematian Yesus atau dibalik salib, ada kebangkitan dan kemuliaan...

Ibadah Raya Surabaya, 12 September 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 16-30= sikap terhadap talenta/jabatan dan karunia Roh Kudus.
Kalau kita yang berdosa bisa melayani Tuhan, itu adalah...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 27 Januari 2016 (Rabu Malam)
Puji TUHAN, selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih setia TUHAN, dan bahagia dilimpahkan...

Ibadah Doa Surabaya, 14 Januari 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 12 Mei 2009 (Selasa Sore)
Digabung dengan Ibadah Doa Puasa Session III.

Keluaran 19 dalam susunan Tabernakel...

Ibadah Doa Malang, 30 November 2017 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:12-13
6:12 Maka aku melihat, ketika...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 03 September 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 10:3
10:3 Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti...

Ibadah Doa Surabaya, 26 April 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 April 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 April 2015 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Tema Ibadah Persekutuan di Jayapura: Wahyu 22: 20
22:20. Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!

Temanya adalah 'Ya, Aku datang segera!'= kesiapan dari Tuhan Yesus untuk segera datang kembali kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga/kepala di awan-awan yang permai.

'Amin, datanglah, Tuhan Yesus!'= kesiapan dari gereja TUHAN yang sempurna/mempelai wanita Sorga/tubuh untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali sebagai Mempelai Pria Sorga di awan-awan yang permai, sehingga terjadi pertemuan/hubungan antara Yesus sebagai kepala dengan gereja TUHAN yang sempurna sebagai tubuh di awan-awan yang permai.
Sesudah itu, masuk perjamuan kawin Anak Domba Allah (Wahyu 19: 9) dan masuk Firdaus yang akan datang/kerajaan 1000 Tahun Damai (Wahyu 20) sampai masuk kerajaan Sorga/Yerusalem baru yang kekal selama-lamanya.

Hubungan antara Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga dengan sidang jemaat yang sempurna sebagai mempelai wanita sorga ditunjukkan dengan alat tabut perjanjian.
Tabut perjanjian terdiri dari 2 bagian:

  1. tutup pendamaian; terbuat dari emas murni (tidak ada kayunya).
    'emas murni'= zat ilahi.

    Tutup pendamaian terdiri dari:


    • kerub I: Allah Bapa= TUHAN.
    • tutup dengan tujuh kali percikan darah: Anak Allah= Yesus.
    • kerub II: Allah Roh Kudus= Kristus.


    Jadi, tutup pendamaian menunjuk pada Allah Tritunggal dalam pribadi Tuhan Yesus Kristus dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Sorga dan Raja segala raja.


  2. Petinya; terbuat dari kayu penaga yang disalut dengan emas murni luar dan dalam sampai tidak kelihatan lagi kayunya.
    Kayu merupakan gambaran gereja TUHAN, kita semua sebagai manusia darah daging yang berdosa, rapuh, hancur dan binasa. Tetapi disalut dengan emas murni sampai tidak terlihat lagi kayunya--artinya, gereja TUHAN yang sempurna/mempelai wanita Sorga yang sempurna.

Kita pelajari PETINYA (mempelai wanita yang siap bertemu dengan Mempelai Pria di awan-awan permai).
Keluaran 25: 10
25:10. "Haruslah mereka membuat tabut dari kayu penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya.

Ukuran tabut adalah:

  1. panjang: 2,5 hasta,
  2. lebar: 1,5 hasta,
  3. tinggi: 1,5 hasta.

Tidak boleh kurang atau lebih sedikitpun, sebab ini ukuran dari TUHAN. Artinya, kalau mau menjadi mempelai wanita TUHAN/kehidupan yang sempurna, jangan ditambahi atau dikurangi (harus sama persis).

Kemarin, kita sudah mempelajari jalan untuk menjadi mempelai wanita yaitu (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 12 April 2015):

  1. jalan kematian bersama Yesus (ukuran 5/2),
  2. jalan kebangkitan bersama Yesus (ukuran lebar 3/2),
  3. jalan kemuliaan bersama Yesus (ukuran tinggi 3/2).

Malam ini, kita belajar DASAR untuk menjadi mempelai wanita Sorga.
Dari ukuran tabut--panjang, lebar dan tinggi--, maka didapatkan luas alas. Peti ini berongga dan atasnya ditutup dengan tutup pendamaian.
Luas alas/luas dasar adalah panjang x lebar= 2,5 x 1,5=
5 x 3 = 5 x 3
2 2 4

Inilah dasar menjadi mempelai wanita.

Angka 5 menunjuk pada 5 luka Yesus di kayu salib (kurban Kristus).
Angka 3 menunjuk pada kemuliaan (Allah Tritunggal di dalam pribadi Yesus dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Sorga).
Angka 4 menunjuk pada 4 injil (Matius, Markus, Lukas, Yohanes).

Jadi, angka 4 menanggung angka 5 dan 3. inilah dasar untuk menjadi mempelai wanita.

ANGKA 4 MENANGGUNG ANGKA 5
Artinya: injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus pertama kali ke dunia untuk mati di kayu salib dengan 5 luka utama dan menyelamatkan manusia berdosa.
Ini yang disebut dengan injil keselamatan= firman penginjilan= kabar baik (Amsal 25: 25).

Efesus 1: 13
1:13. Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

Hanya Yesus satu-satunya Juruselamat manusia berdosa, sebab Ia satu-satunya manusia yang tidak berdosa.
Injil keselamatan menimbulkan kegerakan Roh Kudus hujan awal, yaitu kegerakan untuk memanggil orang-orang berdosa, supaya percaya Yesus dan diselamatkan. Injil keselamatan bagaikan susu. Kalau sudah makan, maka bisa bergerak.

Bukti sudah selamat:

  • percaya pada Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat,
  • bertobat (berhenti berbuat dosa dan kembali kepada TUHAN),
  • baptisan air dan Roh Kudus (lahir baru dari air dan Roh), sehingga menghasilkan hidup baru/hidup surgawi, yaitu hidup dalam kebenaran. Ini sama dengan selamat. Benar= selamat; tidak benar= tidak selamat.

Jadi, dasar untuk menjadi gereja yang sempurna adalah kita harus menerima injil keselamatan; harus masuk kegerakan hujan awal.
Kegerakan Roh Kudus hujan awal menambah jumlah anggota tubuh Kristus. Dari loteng Yerusalem 120 orang, lalu menjadi 3000 orang, 5000 orang, sampai sekarang sudah menjadi milyaran orang.
Kalau tidak benar, tidak akan bisa menjadi mempelai dan menyambut kedatangan Yesus kedua kali. TUHAN tolong kita semua.

ANGKA 4 MENANGGUNG ANGKA 3
Artinya: injil yang memberitakan kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga untuk menyucikan orang-orang yang sudah selamat sampai sempurna seperti Dia--menjadi mempelai wanita Sorga yang siap menyambut kedatangan-Nya kedua kali.

2 Korintus 4: 3-4
4:3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
4:4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat
cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

Injil ini disebut juga dengan cahaya injil tentang kemuliaan Kristus= firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua= kabar mempelai yang menyucikan dan mempersiapkan kita sampai menjadi mempelai wanita sorga.

Cahaya injil tentang kemuliaan Kristus menimbulkan kegerakan Roh Kudus hujan akhir, yaitu kegerakan dalam firman pengajaran untuk memilih orang-orang yang sudah selamat, supaya disucikan sampai sempurna seperti Yesus dan menjadi mempelai wanita Sorga.

Jadi, kegerakan hujan akhir menghasilkan kualitas dari anggota tubuh Kristus sampai sempurna.

Contohnya adalah seperti lima jari. Jumlah penting (harus lima, kalau cuma empat tidak sempurna), tetapi kualitas juga penting (biarpun sudah lima, kalau jarinya ada yang cacat, berarti tidak sempurna). Firman penginjilan penting untuk menambah jumlah, tetapi kualitas juga harus sempurna lewat firman pengajaran.

Jadi, dasar untuk menjadi mempelai wanita adalah kita harus menerima cahaya injil tentang kemuliaan Kristus dan masuk dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.

Hati-hati! Banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih. Banyak yang gugur di tengah jalan, sehingga tidak mencapai kesempurnaan.

Kegerakan Roh Kudus hujan awal dan hujan akhir digambarkan sebagai 2 kali pemecahan roti:

  1. Matius 14: 13-21
    14:13. Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka.
    14:14. Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.
    14:15. Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa."
    14:16. Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan."
    14:17. Jawab mereka: "Yang ada pada kami di sini hanya
    lima roti dan dua ikan."
    14:18. Yesus berkata: "Bawalah ke mari kepada-Ku."
    14:19. Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak.
    14:20. Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh.
    14:21. Yang ikut makan kira-kira
    lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.

    Pemecahan roti yang pertama: 5 roti dan 2 ikan untuk memberi makan 5000 orang laki-laki.

    Pengertian 5 roti:


    • Angka 5= 5 luka Yesus (Yesus mati dengan 5 luka utama di kayu salib).
    • Roti= Firman.


    Jadi, 5 roti sama dengan injil keselamatan--firman yang memberitakan tentang kedatangan Yesus pertama kali untuk mati di kayu salib; menimbulkan kegerakan Roh Kudus hujan awal untuk memanggil orang berdosa supaya diselamatkan oleh Yesus.


  2. Matius 15: 32-39
    15:32. Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata: "Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan."
    15:33. Kata murid-murid-Nya kepada-Nya: "Bagaimana di tempat sunyi ini kita mendapat roti untuk mengenyangkan orang banyak yang begitu besar jumlahnya?"
    15:34. Kata Yesus kepada mereka: "Berapa roti ada padamu?" "
    Tujuh," jawab mereka, "dan ada lagi beberapa ikan kecil."
    15:35. Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu duduk di tanah.
    15:36. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti dan ikan-ikan itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya memberikannya pula kepada orang banyak.
    15:37. Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, tujuh bakul penuh.
    15:38. Yang ikut makan ialah
    empat ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.
    15:39. Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu pulang. Ia naik perahu dan bertolak ke daerah Magadan.

    Pemecahan roti yang kedua:7 roti untuk memberi makan 4000 orang laki-laki.

    Pengertian 7 roti:


    • Angka 7 menunjuk pada kesempurnaan.
    • Roti= firman.


    Jadi, 7 roti adalah firman yang memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga untuk menyucikan orang-orang yang sudah selamat sampai sempurna seperti Dia= kabar mempelai; menimbulkan kegerakan Roh Kudus hujan akhir untuk memilih orang-orang yang sudah selamat menjadi sempurna seperti Yesus.

    Banyak yang dipanggil, sedikit yang dipilih.
    Tadi, 5 roti untuk 5000 orang, tetapi sekarang 7 roti untuk 4000 orang. Rotinya semakin banyak, tetapi orangnya semakin sedikit (pembukaan firman semakin dilimpahkan, tetapi yang makan semakin sedikit). Ini yang berbahaya!
    Banyak yang menolak firman pengajaran yang benar/kabar mempelai, sehingga tidak bisa sempurna seperti Yesus, tidak bisa menyambut kedatangan Yesus dan gugur di tengah jalan; binasa untuk selama-lamanya.

    Ini yang harus kita waspadai. Banyak yang menerima firman penginjilan (percaya Yesus, diselamatkan, diberkati TUHAN), tetapi banyak yang menolak firman pengajaran.

Jadi, untuk menjadi mempelai dasarnya/alasnya ada dua: angka 4 menanggung angka 5 (injil keselamatan yang mengasilkan kegerakan Roh Kudus hujan awal= pemecahan roti pertama) dan angka 4 menanggung angka 3 (kabar mempelai yang menghasilkan kegerakan Roh Kudus hujan akhir= pemecahan roti kedua).

Tetapi hati-hati, banyak yang dipanggil, sedikit yang dipilih. Banyak yang tidak mau masuk dalam 7 roti (banyak yang menolak kabar mempelai), sehingga terjadi kemerosotan rohani, tidak bisa sempurna, ketinggalan saat Yesus datang dan binasa.

Di antara pemecahan roti pertama dalam Matius 14 (kegerakan Roh Kudus hujan awal) dan pemcahan roti kedua dalam Matius 15 (kegerakan Roh Kudus hujan akhir), terselip 3 cerita yang menunjuk pada 3 macam kemerosotan rohani. Ini yang bahaya, saat sudah selamat dan menuju kesempurnaan, justru banyak yang merosot rohaninya.

3 cerita yang menunjuk pada 3 macam kemerosotan rohani adalah

  1. Cerita pertama dalam Matius 15: 1-20 ('perintah Allah dan adat istiadat orang Yahudi').
    Kemerosotan rohani yang pertama: kemerosotan atau kerusakan rohani pada orang Yahudi/bangsa Israel.

    Matius 15: 18-20
    15:18. Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.
    15:19. Karena dari hati timbul segala
    pikiran jahat(1), pembunuhan(2), perzinahan(3), percabulan(4), pencurian(5), sumpah palsu(6) dan hujat(7).
    15:20. Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang."

    Kemerosotan rohani bangsa Israel dalam bentuk kerusakan HATI.
    Hati bangsa Israel (umat pilihan TUHAN) adalah hati yang rusak/hati yang keras, yaitu berisi 7 keinginan jahat dan najis:


    • pikiran jahat; prasangka buruk (menghakimi orang), termasuk juga pikiran najis,
    • pembunuhan= benci, dendam, iri hati, kebencian tanpa alasan seperti kakak Yusuf terhadap Yusuf,
    • perzinahan; kalau jatuh dalam dosa zinah,
    • percabulan= sudah hidup dalam dosa zinah (sudah berulang-ulang),
    • pencurian,
    • sumpah palsu= dusta,
    • hujat= menyalahkan yang benar. Di dalam kitab Wahyu 13, mulut antikris menghujat kemah Allah di sorga= menyalahkan pengajaran yang benar (menyalahkan TUHAN); menyalakan orang-orang benar/suci.


    Jika hati diisi 7 keinginan jahat dan najis--bagaikan serigala dan burung--, akibatnya:


    • kosong dari 7 roti; menolak firman pengajaran yang benar, sehingga kering rohaninya, tidak pernah puas. Hati ini mau diisi apa saja sampai diisi dosa, tidak akan pernah puas. Supaya puas, maka hati harus diisi dengan roti (firman pengajaran yang benar).

      Salah satu deteksi yang sangat jelas kalau kering rohani adalah selalu bersungut-sungut (mengomel).


    • Matius 15: 3, 7-9
      15:3. Tetapi jawab Yesus kepada mereka: "Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu?
      15:7.
      Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu:
      15:8. Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
      15:9.
      Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia."

      Ayat 3 = mempertahankan adat istiadat nenek moyang, sampai melawan firman.

      'Percuma mereka beribadah kepada-Ku' = ibadahnya menjadi sia-sia.

      Akibat yang kedua: ibadah pelayanannya tidak berkenan kepada TUHAN (ditolak oleh TUHAN), sebab ibadah pelayanannya berpegang pada adat istiadat nenek moyang/peraturan manusia yang tidak sesuai dengan firman Allah.

      Tidak semua adat istiadat salah. Jika tidak mau adat istiadat, kita menjadi manusia yang tidak tahu adat. Tetapi biasa saja. Contoh adat yang baik adalah berjabat tangan dan sebagainya. Yang tidak boleh adalah adat istiadat yang bertentangan dengan firman. Misalnya ada adat yang menyangkut tentang keselamatan; kalau anaknya mau berjalan, harus injak telur, supaya selamat. Ini sudah menyalahi firman. Ibadah semacam ini akan sia-sia; bukan menjalankan perintah TUHAN.
      Keselamatan hanya ada di dalam pribadi Yesus, bukan pada sebutir telur.

      Kalau kita mau diisi dengan 7 roti (Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua), maka hati menjadi peka, tidak perlu tanya orang lain dan kita tahu kalau itu melawan firman. Kalau tidak ada 7 roti, gawat, hanya ada adat istiadat yang bertentangan dengan firman.


    Praktik kalau sudah kosong dari firman dan ibadahnya tidak berkenan pada TUHAN adalah menjadi orang munafik (ayat 7: 'Hai orang-orang munafik!'), sama dengan pura-pura berbuat baik untuk menutupi dosa-dosa.
    Contoh: Yudas Iskariot. Hatinya diisi uang, bukan roti dan ibadahnya tidak berkenan pada TUHAN. Yudas banyak bergaul dengan ahli taurat yang berpegang pada adat istiadat sampai dia terpengaruh. Akibatnya, Yudas munafik, pura-pura berbuat baik untuk menutupi dosa.

    Yohanes 12: 5-6
    12:5. "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?"
    12:6. Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena
    ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

    300 dinar= upah satu tahun. Upah bekerja 1 hari= 1 dinar. Jadi upah bekerja selama satu tahun dipersembahkan kepada TUHAN. Ini nilai yang besar.

    Ada orang yang memecahkan botol minyak narwastu--harganya mahal--untuk meminyaki Yesus--mengingat hari penguburan Yesus--, tetapi Yudas berkata "Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?" = pura-pura berbuat baik (pura-pura ingat orang miskin), padahal untuk menutupi dosa-dosa ('ia adalah seorang pencuri'). Inilah kemunafikan!

    Yudas Iskariot mencuri milik TUHAN, sekarang adalah mencuri perpuluhan dan persembahan khusus, sehingga tidak bisa melekat kepada TUHAN, tetapi melekat pada antikris (mamon atau uang), untuk menjadi sama dengan antikris dan dibinasakan.
    Antikris= anti Kristus; Yudas menjual dan mengkhianati Yesus, sehingga Yudas benar-benar binasa; mati rohani sampai binasa untuk selama-lamanya.

    "Makanya saya sering mengatakan. Menjadi hamba TUHAN sepenuh (Lempin-El 'Kristus Ajaib'), jangan pernah berkata, 'berapa uang?' Kalau 'berapa uang?', tidak akan pernah cukup. Demikian juga sidang jemaat, sekalipun ada gaji, toko, jangan penah berkata 'berapa uang?' Tetapi kalau 'berapa roti ada padamu?', bukan hanya cukup, pasti berkelimpahan sampai mengucap syukur.
    Saya dilatih mulai dari pengerja. Setiap melayani, tidak pernah diberi uang, supaya pikirannya jangan uang terus, tetapi 'berapa roti?' Sampai hari ini tidak kekurangan. Maaf kalau dianggap sombong, tetapi sejak saya tinggalkan pekerjaan menjadi siswa Lempin-El, pengerja, bahkan sampai hari ini, saya tidak pernah minta, hutang dan mencuri. Semua sudah cukup, bahkan berkelimpahan. Yudas salah, ia berkata 'berapa uang?' Yudas mencuri terus, ini berarti tidak pernah cukup, sampai binasa; perut hatinya benar-benar pecah.
    "

    Kita sungguh-sungguh malam ini.

    Jalan keluarnya: harus diisi 7 roti, yaitu firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua yang sanggup menyucikan hati dan pikiran kita dari 7 keinginan jahat dan najis.

    Hasilnya:


    • Tanpa roti (firman), maka ibadah tidak berkenan kepada TUHAN. Kalau sekarang ada roti, maka ibadahnya berkenan kepada TUHAN (dibela oleh TUHAN).

      Lukas 10: 39, 42
      10:39. Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki TUHAN dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
      10:42. tetapi hanya satu saja yang perlu:
      Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

      'mendengarkan perkataan-Nya'= perkataan Yesus adalah firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
      Dalam Kitab Wahyu 1: 'dari mulut Yesus keluar sebilah pedang tajam'; perkataan Yesus bagaikan sebilah pedang tajam.

      'Maria ini duduk dekat kaki TUHAN dan terus mendengarkan perkataan-Nya' = Maria mau diisi dengan 7 roti (mau diisi firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua).

      Hasil pertama: ibadah pelayanan Maria yang dimulai dengan menerima 7 roti menghasilkan:


      1. pelayanan yang terbaik dan berkenan di hadapan TUHAN. Kalau ibadah pelayanan sudah terbaik, maka semua akan dijadikan baik pada waktunya oleh TUHAN.
        Semua dimulai dari ibadah pelayanan.

        Kalau ibadah pelayanan tidak baik (ditolak, tidak berkenan), maka apa yang baik justru menjadi tidak baik bahkan hancur.


      2. 'yang tidak akan diambil dari padanya'= ibadah pelayanan menjadi kekal= kita mengalami hidup kekal bersama TUHAN.

        "Dalam ibadah kaum muda, Yesus memanggil 12 murid. Angka 12 juga menunjuk 12 roti. Kita harus makan dulu (diisi roti), baru bisa diutus.
        Banyak yang tidak makan (tidak mau diisi roti), lalu melayani, akhirnya pingsan, bahkan mati. Itulah kesalahan kita!
        "

        Jadi, yang benar adalah seperti Maria, duduk terlebih dulu (makan roti dan disucikan), baru melayani.


    • Dari dalam hati dan pikiran, keluar ke mulut. Inilah penyucian hati dan pikiran, sampai di mulut.

      Matius 5: 27-28, 37
      5:27. Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.
      5:28. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya,
      sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.
      5:37.
      Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

      Ayat 27-28= salah satu penyucian hati adalah penyucian dari zinah.
      Ayat 37 = hati disucikan terus, sampai yang terakhir mulut disucikan.

      Hasil kedua: hati dan pikiran disucikan sampai meluap ke mulut, yaitu mulut disucikan sampai kita menjadi sempurna, ya katakan: ya, tidak katakan: tidak; tidak salah dalam perkataan (Yakobus 3: 2). Kita hanya berseru 'Haleluya' untuk menyambut kedatangan TUHAN.


  2. Cerita kedua dalam Matius 15: 21-28 ('perempuan Kanaan yang percaya')
    Kemerosotan rohani yang kedua: kerusakan pada bangsa kafir.

    Matius 15: 26
    15:26. Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."

    'bagi anak-anak' = domba-domba= umat pilihan TUHAN = bangsa Israel. Padahal TUHAN bilang 'roti ini untuk anak-anak', tetapi ditolak dan hatinya diisi 7 keinginan jahat dan najis (rusak hatinya). Inilah kemrosotan yang pertama; menimpa bangsa Israel.

    Kemerosotan rohani bangsa kafir adalah kemerosotan/kerusakan TABIAT, yaitu seperti anjing dan babi.

    Anjing= kembali menjilat muntahnya.
    Babi= dimandikan dan kembali ke kubangan.
    Inilah tabiat dari bangsa kafir.
    Artinya: selalu berkubang dalam dosa-dosa sampai puncaknya dosa, tidak pernah bertobat, tidak mau bertobat sampai tidak bisa bertobat; seperti anjing dan babi, bahkan seperti setan.
    Dalam cerita ini, anaknya dirasuk setan; menjadi sama dengan setan.

    "Pertama saya diutus ke Malang, saya menghadapi ini. Saya kaget karena belum pernah menghadapi ini. Anak perempuan umur 17 tahun, saya ajak berdoa, matanya putih, tetapi suaranya seperti nenek. Ini sudah seperti setan. Terakhir lidahnya seperti ular. Saya suruh sebut 'Yesus', dia bisa, tetapi begitu sebut "Haleluya', dia tidak bisa, seperti ular lidahnya. Ini yang terakhir sampai 2 jam. Saya ingat mau melayani ulang tahun ke 17 sudah sampai selesai pestanya, karena di tengah jalan dicegat untuk dimintai tolong. Saya terus berjuang. Tangannya bergerak terus, badannya meliuk-liuk, matanya, terakhir lidahnya. Setelah dia bisa bilang 'Haleluya', selesai dan langsung lemas, minta ke kamar mandi."

    Praktiknya:


    • anjing: perkataan yang sia-sia, yaitu dusta, gosip yang tidak benar, fitnah (yang benar jadi salah dan sebaliknya), menjelek-jelekkan orang dan sebagainya,


    • babi: perbuatan dosa sampai puncaknya dosa yang terus diulang-ulang. Puncaknya dosa:


      1. dosa makan minum; merokok, mabuk, narkoba,
      2. dosa kawin mengawinkan; dosa seks dengan berbagai ragamnya, penyimpangan seks (homoseks, lesbian, seks pada diri sendiri), nikah yang salah (kawin campur, kawin cerai, kawin mengawinkan). Ini yang terus diulang-ulang.


    Hati-hati dengan perkataan dan perbuatan kita, sebab ada akibatnya.
    Matius 15: 21-22
    15:21. Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon.
    15:22. Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya TUHAN, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan
    sangat menderita."

    'sangat menderita' = dalam Markus 7 disebutkan sampai tidak bisa tidur. Begitu sembuh, langsung bisa tidur.

    Akibat kerusakan tabiat:


    • nikah dan buah nikah juga rusak. Tadi, kalau baik, maka semuanya menjadi baik. Kita bertanggung jawab pada generasi selanjutnya (anak cucu kita).

      Kalau perkataan kita rusak, maka akan berpengaruh pada nikah dan buah nikah. Kalau seperti Maria yang duduk (diisi roti), maka semuanuya baik sampai kekal. Yang sudah terlanjur rusak, harus dihentikan dan minta ampun kepada TUHAN.


    • sangat menderita, banyak air mata, tidak ada ketenangan, gelisah dan stress.
    • Jika dibiarkan, sampai kebinasaan untuk selama-lamanya.


    Matius 15: 26-28
    15:26. Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
    15:27. Kata perempuan itu: "Benar TUHAN, namun
    anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."
    15:28. Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan
    seketika itu juga anaknya sembuh.

    Jalan keluarnya: anjing harus menjilat remah-remah roti, bukan menjilat muntah terus. Perkataan sia-sia harus dihentikan, sebab inilah yang menimbulkan kerusakan. Kalau mulut kita rusak, maka pelayanan kita juga akan rusak (kering). Hati-hati!

    "Lempin-El diajar tidak punya handphone. Karena saya punya pengalaman. Saya baru punya handphone, saya sudah bingung mau dibuat apa. Apalagi ada pulsa murah. Supaya tidak rugi, saya telpon hamba-hamba TUHAN untuk ngobrol, akhirnya ngomong ke mana-mana dan kering (merosot pelayanan). Tetapi sekarang, saya gunakan hanya untuk telpon jemaat saja. Dulu tujuannya baik, tapi lama-lama dia bicara yang begini begitu dan akhirnya saya kering. Untung TUHAN tolong saya. Makanya Lempin-El saya ajar untuk tidak pakai handphone karena hanya merusak pelayanan, nikah dan buah nikah. Nanti ekonomi juga rusak dan semua rusak (jasmani rohani rusak sampai binasa)."

    Mari menjilat remah-remah roti. Remah-remah roti=


    • pembukaan rahasia firman, firman yang diwahyukan/diilhamkan, yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam Alkitab, bukan ayat diterangkan lawakan, pengetahuan, atau ilustrasi yang sembarangan (yang tidak sesuai dengan firman).

      Kalau diterangkan dengan ilustrasi yang sembarangan, mungkin masuk akal, kita bisa mengerti, tetapi tidak menjadi iman, tidak menjadi praktik. Kalau ayat diterangkan dengan ayat, itu menjadi iman dan menyucikan.
      Jangan ditipu! Yesus juga menggunakan perumpamaan, tetapi perumpamaan Yesus masuk semua di dalam Tabernakel ('hal kerajaan sorga seumpama...'). Kerajaan Sorga itulah Tabernakel.
      Kalau karangan manusia, hanya logika manusia saja, mungkin kita senang, tetapi tidak menyelamatkan.


    • perjamuan suci; tubuh dan darah Yesus. Bangsa kafir harus tekun dalam Ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci supaya terjadi penyucian dan pengangkatan dari tabiat anjing dan babi menjadi domba-domba TUHAN.

      Kalau dalam rumah ibadah tidak ada ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci, sehebat apapun hamba TUHAN itu, tetap anjing dan babi.


    Kalau sudah menjadi domba-dombanya TUHAN, tugas gembala adalah memasukan domba ke kandang. Kalau tidak di kandang (berkeliaran), domba akan diterkam serigala.
    Kita bersyukur, karena dari anjing babi diangkat menjadi domba-domba. Doakan supaya domba-domba bisa masuk kandang.

    Yehezkiel 20: 37
    20:37. Aku akan membiarkan kamu lewat dari bawah tongkat gembala-Ku dan memasukkan kamu ke kandang dengan menghitung kamu.

    Tugas gembala adalah membawa tongkat gembala untuk menuntun domba-domba, supaya bisa masuk dalam kandang penggembalaan.
    Tongkat gembala adalah suara gembala= firman penggembalaan = firman pengajaran yang benar, yang dipercayakan TUHAN kepada seorang gembala.

    Kandang penggembalaan= ruangan suci. Didalam ruangan suci terdapat 3 alat = ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok:


    • pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya (kebaktian umum). Ini persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam karunia-Nya,
    • meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci. Ini persekutuan dengan Anak Allah dalam firman pengajaran dan kurban Kristus,
    • mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa penyembahan. Ini persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


    Kalau masuk kandang, maka kita akan dihitung oleh TUHAN.
    Hanya domba di dalam kandang yang dihitung.
    Kita terdiri dari tubuh, jiwa, roh. Allah merupakan Allah Tritunggal.
    Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa dan roh kita melekat erat pada Allah Tritunggal, sehingga kita dihitung oleh TUHAN.

    Kalau melekat pada uang seperti Yudas, tidak akan dihitung. Kalau tubuh, jiwa, roh melekat pada Allah Tritunggal, maka tidak ada tempat yang lowong dan kita tidak terpisahkan lagi.
    Dihitung oleh TUHAN, artinya:


    • kita diperhatikan oleh TUHAN (Matius 10: 30, 'sehelai rambut dari kepalamu dihitung oleh Bapa di sorga'). Sekalipun kita tidak berdaya apa-apa, tidak berharga, tidak bisa apa-apa seperti sehelai rambut, tetapi selalu diperhatikan oleh TUHAN.


    • TUHAN memelihara kita:


      1. secara jasmani: kita dipelihara sampai berkelimpahan (sampai mengucap syukur dan tidak mengomel),
      2. secara rohani: kita mengalami ketenangan, damai sejahtera, semua enak dan ringan. Jika di dalam kandang, sekalipun ada hujan, angin, kita tetap tenang dan binatang buas tidak bisa masuk.


    • TUHAN melindungi kita, sehingga kita bisa tenang/tenteram, ada damai sejahtera.
    • TUHAN menolong kita apapun yang kita hadapi.
    • Sampai kita dimiliki oleh TUHAN.


  3. Cerita ketiga dalam Matius 14: 22-32 ('Yesus berjalan di atas air').
    Kemerosotan rohani yang ketiga: kerusakan gereja TUHAN (bangsa kafir dan Israel), diwakili oleh Petrus.

    Matius 14: 29-32
    14:29. Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
    14:30. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "TUHAN, tolonglah aku!"
    14:31. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "
    Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
    14:32. Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.

    Kerusakan pada gereja TUHAN adalah kerusakan pada IMAN, yaitu bimbang karena menghadapi angin gelombang di lautan dunia:


    • angin pencobaan yang membuat kita bimbang pada kuasa TUHAN, sampai ke dukun atau minta nasihat pada orang di luar TUHAN.

      "Ada orang yang terganggu nikahnya dan minta nasihat pada orang di luar TUHAN. Dia disuruh bunuh istrinya dan orangnya mau tanggung anak-anaknya. Untung dia datang pada saya dan tidak jadi membunuh."


    • angin pengajaran palsu yang membuat kita bimbang pada pengajaran benar (bimbang terhadap pribadi TUHAN).
      Dulu mengagungkan firman pengajaran, tetapi sekarang dianggap sama saja. Ini mulai bimbang!
      Bukan pengajaran yang salah. Pengajaran jangan di kambing hitamkan, tetapi orangnya atau pendetanya yang salah karena tidak pernah praktik.

      Dulu hanya ikut-ikut manusia dalam pengajaran, setelah ada angin gelombang, dia bingung, karena orangnya sudah tidak ada lagi. Hanya ikut orangnya, bukan ikut pengajarannya.


    Hati-hati! Tanda kedatangan Yesus kedua kali (Matius 24) adalah banyak orang mengajarkan ajaran sesat dan banyak orang disesatkan (sampai 4 kali disebutkan oleh TUHAN); sampai yang terakhir, orang pilihan TUHAN juga disesatkan. Orang pilihan adalah orang yang sudah berada di dalam pengajaran benar (kabar mempelai).
    4 kali= 4 penjuru bumi; di manapun kita berada, kita akan menghadapi pencobaan dan ajaran palsu.

    Yakobus 1: 6-8
    1:6. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.
    1:7. Orang yang demikian
    janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari TUHAN.
    1:8. Sebab orang yang mendua hati
    tidak akan tenang dalam hidupnya

    Akibat bimbang (seperti Petrus):


    • tidak tenang hidupnya; seperti ikan di tengah lautan yang terus kena gelombang, tidak tenang sampai digoreng. Kalau digembalakan, kita bisa tenang.
      Kalau ikan dipukat dua kali, baru jadi milik TUHAN.


    • tidak menerima sesuatu dari TUHAN= hidupnya kosong, tidak ada kepuasan,
    • tenggelam seperti Petrus; dalam kegagalan dan kemerosotan secara jasmani dan rohani. Kalau diteruskan, tidak akan bisa menyambut kedatangan TUHAN kedua kali, tenggelam di lautan api dan belerang, binasa selamanya.

      Kalau tenggelam, tidak akan bisa menyambut kedatangan Yesus yang kedua kali, sebab kedatangan TUHAN di awan-awan (di atas). Orang bimbang itu sedang tenggelam. Contoh: soal pengajaran dianggap sama. 'Ini benar, tetapi ...', 'ini tidak benar, namun ...'


    Saat kita bimbang, kita sedang turun dan semua akan ikut turun (merosot). Bukan berarti kita yang paling benar, tetapi peganglah yang benar, apapun resikonya (dikucilkan dan sebagainya). Yang penting, TUHAN bersama kita, kita tidak akan pernah tenggelam, justru akan terangkat.

    Matius 14: 30-31
    14:30. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "TUHAN, tolonglah aku!"
    14:31. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"


    Saat mulai tenggelam, Petrus mengulurkan tangan dan berseru "TUHAN, tolonglah aku!" (tidak lagi memanggil/mengingat nama teman-temannya, tetapi hanya TUHAN saja).
    Kalau orang mau tenggelam, tangannya otomatis akan terulur ke atas.
    Jalan keluarnya: mengulurkan tangan pada TUHAN.

    2 kali Petrus mengulurkan tangan:


    • waktu hampir tenggelam (Matius 14: 30-31). Petrus menyeru nama TUHAN (menyembah TUHAN) karena kebutuhan (dalam keadaan terjepit). Kalau sudah enak semua, lupa menyeru nama TUHAN.

      Karena itu, kalau TUHAN ijinkan kita merosot (tenggelam), bukan untuk menghancurkan kita, tetapi supaya kita mengulurkan tangan, berseru hanya kepada TUHAN dan bukan kepada yang lainnya. Kita hanya percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada TUHAN.

      Tidak apa-apa kalau kita masih seperti ini, karena TUHAN juga tetap mengulurkan tangan belas kasih-Nya dan mengangkat Petrus; TUHAN menyelesaikan semua masalah, membuat semua teduh, semua jadi enak dan ringan.

      Mungkin malam ini kita merosot dalam apapun, berarti kita kurang berseru pada TUHAN (kurang mengulurkan tangan kepada TUHAN), kita masih mau pegang manusia. Sekarang, kalau sudah terjepit, mungkin air sudah ada di mulut, kita serukan nama TUHAN ('Yesus tolong') dan TUHAN pasti menolong kita.

      Tetapi kita harus meningkat dalam mengulurkan tangan kepada TUHAN, jangan karena terjepit saja.


    • Petrus mengulurkan tangan kepada TUHAN sebagai tanda ia mengasihi TUHAN (menempatkan Yesus sebagai kepala/Mempelai Pria Sorga). Ia butuh Yesus di segala waktu (saat sakit, sehat, tenggelam, tidak tenggelam tetap butuh Yesus).

      Kalau mengulurkan tangan kepada TUHAN karena terjepit , berarti hanya mengenal Yesus sebagai penolong, tabib dan sebagainya.
      Yohanes 21: 18-19
      21:18. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
      21:19. Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

      Di mana posisi kita malam ini? Mungkin masih terjepit (dalam keadaan tenggelam), tidak apa-apa. Tetapi kalau sudah ditolong, biarlah kita tetap mengulurkan tangan pada TUHAN.

      Di sini Petrus mengulurkan tangan bukan karena kebutuhan untuk ditolong oleh TUHAN, tetapi kebutuhan akan pribadi Tuhan Yesus sebagai kepala atas hidupnya. Artinya: Petrus mengasihi TUHAN lebih dari segala sesuatu, Petrus taat dengar-dengaran sampai daging tak bersuara dan Petrus rela mengorbankan apa saja sampai nyawanya untuk TUHAN. Dan TUHAN mengulurkan tangan-Nya, sehingga Petrus berada di bawah tangan TUHAN yang kuat.

      1 Petrus 5: 4-6
      5:4. Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.
      5:5. Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda,
      tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
      5:6. Karena itu
      rendahkanlah dirimu di bawah tangan TUHAN yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

      TUHAN mengulurkan tangan untuk memeluk dan meninggikan kita tepat pada waktunya. Artinya:


      1. TUHAN menolong tepat pada waktunya,
      2. TUHAN membuat semua berhasil dan indah pada waktunya,
      3. TUHAN memakai kehidupan kita dalam kegerakan hujan akhir (kegerakan pembangunan tubuh Kristus). Semakin ditinggikan, kita semakin dipakai.


      4. TUHAN memberikan mahkota mempelai yang tidak dapat layu, artinya kita disucikan dan diubahkan terus menerus. Kita tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan sampai benar-benar kita sempurna seperti Dia dan layak menyambut kedatangan-Nya yang kedua kali di awan-awan ('Ya, Aku datang segera!" Amin, datanglah, Tuhan Yesus!'). Semua indah pada waktunya.

        Pada waktu-Nya, artinya TUHAN yang bekerja, TUHAN yang menentukan. Kita hanya berserah sepenuh kepada TUHAN.

        Kita berusaha dan lain-lain, tetapi kita berserah kepada TUHAN dan TUHAN yang bekerja; menjadikan semua indah, semua selesai pada waktunya.

        Kita sabar dan berserah sepenuhnya kepada TUHAN, sampai semua indah pada waktunya.


    Mengulurkan tangan kepada TUHAN karena terjepit atau membutuhkan sesuatu dari TUHAN boleh saja, tetapi lebih dari itu, kita mengulurkan tangan karena membutuhkan pribadi Tuhan Yesus sebagai kepala, sebagai Mempelai Pria Sorga yang bertanggung jawab atas kehidupan kita (bukan karena membutuhkan pertolongan, uang, dan sebagainya). Serahkanlah hidup kita kepada TUHAN. Jangan merosot, jangan hancur, tetapi semua indah pada waktunya.

    TUHAN yang berusaha dan menentukan semua.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 18-20 Juni 2019
    (Ibadah Kunjungan di Bagan Batu)

  • 02-03 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Nias)

  • 23-25 Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • 05-09 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di India)

  • 20-22 Agustus 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 04-05 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Semarang)

  • 17-19 September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 24-25 September 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 13-17 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top