English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 26 Desember 2010 (Minggu Sore)
Matius 25: 31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia...

Ibadah Raya Surabaya, 26 April 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 10 Juli 2016 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 21 Maret 2012 (Rabu Sore)
Matius 27= Dalam susunan Tabernakel terkena kepada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian.

Ini menunjuk sengsara daging...

Ibadah Raya Malang, 13 Januari 2013 (Minggu Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK

Filipi 4:13
4:13  Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.

Ini...

Ibadah Raya Surabaya, 05 April 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 31 adalah keadaan ketiga pada waktu kedatangan Yesus kedua kali, yaitu...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 13 Maret 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:12
Hari raya paskah ditandai dengan 2 hal:
Hari raya...

Ibadah Raya Malang, 19 Juni 2011 (Pagi)
IBADAH PENYERAHAN ANAK.

Markus 10:13-16
10:13. Lalu orang membawa...

Ibadah Raya Surabaya, 24 Mei 2015 (Minggu Sore)
Bersamaan dengan hari Pentakosta

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN....

Ibadah Doa Malam Surabaya, 01 Mei 2013 (Rabu Malam)
Malam ini kita berdoa menyembah kepada Tuhan.

Doa penyembahan, dalam tabernakel ini menunjuk alat Medzbah dupa emas.

Medzbah dupa emas ini...

Ibadah Paskah Kaum Muda Remaja, 17 April 2010 (Sabtu Sore)
Tema: Kembali ke Tangan Tuhan

Markus 14:21 (Yesus makan paskah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 29 November 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 29 Mei 2010 (Sabtu Sore)
Markus 14:26-28
14:26 Sesudah mereka menyanyikan nyanyian pujian, pergilah mereka ke...

Ibadah Raya Malang, 15 Januari 2012 (Minggu Pagi)
Matius 26:47-56 berjudul "Yesus ditangkap" dan masih terjadi di Taman Getsemani.

Di...

Ibadah Kenaikan Tuhan Malang, 14 Mei 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:1-6 adalah tentang sidang jemaat Sardis.
Wahyu...


TRANSKRIP LENGKAP

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 24 Agustus 2014)
Tayang: 17 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 17 Agustus 2014)
Tayang: 05 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 11 Agustus 2014)
Tayang: 13 Oktober 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 05 Januari 2018 (Jumat Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Tema ibadah persekutuan di Palopo: Akulah terang dunia.
Yohanes 8: 12
8:12. Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."

Ini merupakan penampilan pribadi Yesus sebagai terang dunia. Banyak penampilan Yesus: Akulah pokok anggur yang benar, Akulah roti hidup. Semuanya ada maksud untuk menjangkau kehidupan kita semua. Setiap penampilan Yesus berguna untuk kita semua.

Mengapa Yesus tampil sebagai terang dunia?

  1. Yang pertama: ayat 2-11--cerita tentang perempuan yang tertangkap basah sedang berzinah--= untuk menerangi perempuan yang sedang berzinah, yang siap dilempari batu sampai mati.
    Bagi kita sekarang artinya: untuk menerangi manusia dan hamba/pelayan Tuhan yang hidup dalam kegelapan dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan sehingga tidak binasa.
    Dosa-dosa termasuk juga di dalamnya kebencian, karena di situ ada ahli Taurat yang mencobai Yesus untuk menyalahkan dan menghukum Dia, termasuk menghukum perempuan itu--kebencian tanpa alasan.


  2. Matius 5: 14a
    5:14a. Kamu adalah terang dunia.

    Yang kedua: untuk menjadikan hamba/pelayan Tuhan sama terang/sama mulia dan sempurna seperti Yesus.

Jadi, Yesus tampil sebagai terang dunia supaya manusia yang hidup dalam kegelapan dosa bisa hidup dalam terang; tidak binasa bahkan bisa sempurna seperti Yesus, untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai.

Bagaimana kita yang hidup dalam kegelapan bisa menerima terang dari Yesus? Malam ini kita belajar dari Tabernakel--Yohanes 8 terkena pada PELITA EMAS; terdiri dari satu batang dengan enam cabang.



Batang/pokok menunjuk pada pokok anggur yang benar (Yesus). Cabang menunjuk pada ranting-ranting dari pohon anggur.
Jadi pelita emas--pokok anggur yang benar dengan ranting-rantingnya--menunjuk pada persekutuan tubuh Kristus--ranting dengan ranting--dan persekutuan tubuh dengan Kepala--ranting dengan pokok--sehingga bisa menerima terang dari Tuhan.

Jadi untuk bisa menerima terang dari Yesus sebagai Kepala, kita harus masuk dalam persekutuan tubuh Kristus yang benar sampai sempurna; mulai dari dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna.

Dalam Tabernakel, persekutuan tubuh Kristus ditunjukkan oleh PAPAN-PAPAN JENANG.

"Kita mempelajari Tabernakel sedikit demi sedikit. Jangan sampai kalau ditanya orang: Gereja apa?: Gereja Pantekosta Tabernakel, tetapi tidak mengerti Tabernakel."

Keluaran 26: 15
26:15. Haruslah engkau membuat untuk Kemah Suci papan dari kayu penaga yang berdiri tegak,

Kemah Suci terbuat dari papan-papan dari kayu penaga yang berwarna hitam.
Kayu= manusia daging.
Hitam= dosa.
'Kayu penaga'= manusia daging yang berdosa.
Jadi Tabernakel/Kemah Suci bukan malaikat, tetapi terbuat dari manusia daging yang berdosa.

Kalau pohon dengan pohon tidak mungkin bisa disatukan, karena itu dari pohon harus dibuat menjadi papan.
Artinya: supaya bisa bersekutu/menjadi satu, kayu penaga harus dibentuk menjadi papan yang seragam.
Manusia berdosa ini tidak bisa disatukan; banyak lubangnya, saling menusuk. Harus dibuat menjadi papan-papan yang sama ukurannya.

Apa pengertian papan?
Wahyu 1: 5-6
1:5. dan dari Yesus Kristus, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya--
1:6. dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya, --bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin.

Papan adalah manusia daging yang berdosa, yang sudah ditebus oleh darah Yesus--dilepaskan dari dosa, dibenarkan--, dan diangkat menjadi imam dan raja.
Karena itu untuk masuk nikah jangan sebagai pohon. Manusia berdosa dengan manusia berdosa tidak akan bisa jadi satu. Harus dibentuk dulu menjadi papan; harus seragam, baru bisa jadi satu.

Untuk masuk persekutuan tubuh Kristus kita harus menjadi imam dan raja, setelah itu barulah papan-papan bisa disusun menjadi ruangan suci--gereja yang suci--dan ruangan maha suci--gereja yang sempurna (mempelai wanita sorga).



Itu sebabnya untuk masuk persekutuan di dalam nikah harus imam dengan imam. Seperti dulu suku Lewi dengan suku Lewi, lahirlah Musa--cantik--, artinya mengalami kelahiran baru; kehidupan rohani.

Papan sudah sama ukurannya, kalau berdirinya tidak tegak, tidak bisa juga.
Untuk menerima terang dari Tuhan harus memperhatikan baik-baik; sudah jadi imam masih ada syaratnya lagi.

Syarat pembentukan ruangan suci dan ruangan maha suci--pembentukan tubuh Kristus--:

  1. Keluaran 26: 15, 19
    26:15. Haruslah engkau membuat untuk Kemah Suci papan dari kayu penaga yang berdiri tegak,
    26:19. Dan haruslah kaubuat empat puluh alas perak di bawah kedua puluh papan itu, dua alas di bawah satu papan untuk kedua pasaknya, dan seterusnya dua alas di bawah setiap papan untuk kedua pasaknya.

    Syarat pertama: papan harus berdiri tegak. Tidak boleh miring sedikitpun. Kalau miring satu, angin bisa masuk, bahkan ular. Harus tegak sembilan puluh derajat. Tidak boleh tawar menawar! Kerajaan sorga tidak boleh ditawar.



    Papan berdiri tegak di atas dua alas perak.
    Artinya:


    • Perak I= penebusan oleh darah Yesus sehingga kita hidup benar, tidak berbuat dosa lagi.
      1 Petrus 1: 18-19
      1:18. Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas,
      1:19. melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

      Semua harus benar, tidak boleh miring sedikitpun. Kalau berkata: Hanya sedikit, itu sudah miring dan angin bisa masuk.


    • Perak II= firman Tuhan yang murni; firman pengajaran yang benar--tertulis dalam alkitab, diwahyukan/dibukakan rahasianya oleh Tuhan yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab, dan juga dipraktikkan.
      Mazmur 12: 7
      12:7. Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.


    Jadi, untuk bisa masuk persekutuan tubuh Kristus--nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai tubuh sempurna--kita harus hidup benar dan berpegang teguh pada satu firman pengajaran yang benar. Kita benar-benar aman.

    Kalau suami dan isteri sama-sama hidup benar, jangankan ular, anginpun tidak bisa masuk; benar-benar rapat. Pertahankan! Di dalam penggembalaan kalau benar-benar hidup benar dan pegang pengajaran, tidak usah diapa-apakan, pasti jadi satu. Benar dengan tidak benar tidak mungkin jadi satu. Terang dengan gelap tidak mungkin jadi satu sekalipun hanya sedikit gelapnya. Karena itu kalau suami dan isteri tidak pernah jadi satu, periksa mana yang gelap dan terang!

    Kami hamba Tuhan juga mawas diri, kalau tidak bisa jadi satu, cepat koreksi diri, apa yang tidak benar: hidup pribadinya atau pengajarannya yang tidak benar. Mau diapakan saja, terang dengan gelap tidak akan jadi satu. Tetapi kalau sudah hidup benar dan pegang pengajaran yang benar, aman.


  2. Keluaran 26: 29
    26:29. Papan-papan itu haruslah kausalut dengan emas, gelang-gelang itu haruslah kaubuat dari emas sebagai tempat memasukkan kayu-kayu lintang itu, dan kayu-kayu lintang itu haruslah kausalut dengan emas.

    Syarat kedua: disalut dengan emas. Kalau kayu dengan kayu akan ribut suaranya; pasti ramai/bertengkar. Karena itu disalut dengan emas, supaya tidak bersuara.

    Disalut dengan emas= kita harus bertabiat ilahi. Jangan bertabiat daging! Kalau mempertahankan tabiat daging, akan bertengkar terus mulai di rumah tangga, penggembalaan, dan antar penggembalaan. Bergosip terus, itu tandanya kayu dengan kayu.

    "Karena itu di dunia maya tidak usah ikut-ikut, nanti jadi kayu juga. Mau diapakan diam saja--disalut emas. Biar kayu itu yang bersuara, kita diam saja; hadapi dengan tabiat ilahi. Kalau dihadapi dengan kayu, akan ramai terus."

    Efesus 4: 2
    4:2. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.

    Inilah tabiat ilahi untuk bisa menyatukan kita.
    Saling membantu dulu baru saling menyatu.

    Jadi tabiat ilahi adalah:


    • Rendah hati= kemampuan untuk mengaku dosa, kalau diampuni jangan berbuat dosa lagi. Kalau salah tetapi tidak mengaku, itu sudah kayu; kalau menyalahkan orang lain, itu sudah batu. Tidak mungkin bersekutu. Kalau kayu masih bisa disalut emas, tetapi kalau sudah jadi batu, tidak bisa disalut emas--di dalam Tabernakel tidak ada batu yang disalut emas. Sudah sulit untuk ditolong. Jangan! Banyak koreksi diri.


    • Lemah lembut= kemampuan untuk mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.
    • Sabar= rela menderita untuk menolong orang lain. Seperti Yesus, untuk bisa menolong, Dia harus digantung, kalau tidak, Dia tidak bisa menolong.
      Jadi kalau mau menolong orang lain harus siap digantung.

      "Serignkali terjadi. Dulu om Pong berkata begitu, saya hanya berpikir: 'Oh begitu ya.' Tetapi sekarang saya mengalami sendiri. Kita bermaksud baik tetapi di luar sudah macam-macam."


    Kalau ini ada semua, maka kita bisa saling membantu, bukan saling merugikan. Di dalam nikah dan penggembalaan saling membantu, bukan saling menjegal, antar hamba Tuhan saling membantu, sampai nanti saling menyatu. Kalau tidak bisa saling membantu, tidak mungkin bisa saling menyatu.
    Perhatikan anak-anak di rumah! Mungkin ibu sudah kerja, pulang harus cuci baju, anak-anak bantulah. Suami-suami lihat isteri melakukan pekerjaan yang berat, bantulah.

    "Ada kesaksian, setelah isterinya meninggal, baru dia sadar: Dulu isteriku angkat cucian, aku kerja juga di laptop, saya tinggal isteriku. Setelah meninggal, dia sedih, baru sadar. Harus saling membantu! Jangan tunggu sampai terpisah, tetapi mulai sekarang kita saling membantu."


  3. Keluaran 26: 17
    26:17. Tiap-tiap papan harus ada dua pasaknya yang disengkang satu sama lain; demikianlah harus kauperbuat dengan segala papan Kemah Suci.

    Syarat ketiga: setiap papan ada dua pasak. Sangat kuat, tidak goyang sama sekali.



    Pasak ini untuk menyatukan dua papan, artinya: menyatukan kita dengan orang lain.
    Efesus 4: 3-6
    4:3. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:
    4:4. satu tubuh(1) dan satu Roh(2), sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan(3) yang terkandung dalam panggilanmu,
    4:5. satu Tuhan(4), satu iman(5), satu baptisan(6),
    4:6. satu Allah dan Bapa(7) dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.

    Kalau mau jadi satu, harus satu tubuh dulu.
    Ada tujuh kesatuan di sini. Suami isteri, kita semua boleh berbeda-beda semuanya, tetapi tujuh hal ini tidak boleh berbeda.
    Kalau sudah satu tubuh, semua pasti sama. Kalau tidak satu tubuh, yang lainnya tidak akan sama. Biarpun kembar identik, kalau tidak satu tubuh, pasti ada yang tidak sama.

    Jadi KUNCI KESATUAN ADALAH SATU TUBUH.
    Satu tubuh sama dengan satu kepala. Kepala adalah Yesus, itulah logos/firman Allah.
    Yohanes 1: 1, 14
    1:1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
    1:14. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

    Yesus--Kepala--adalah logos/firman pengajaran yang benar, yang lahir menjadi manusia.

    Lalu siapakah tubuh?
    Yohanes 1: 12-13
    1:12. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
    1:13. orang-orang yang
    diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

    Gereja Tuhan/tubuh adalah manusia baru yang dilahirkan baru oleh firman pengajaran yang benar--secara umum.
    Jadi, satu tubuh artinya dilahirkan oleh satu firman pengajaran yang benar.

    Jadi, satu tubuh= satu Kepala= satu firman pengajaran yang benar.
    Kalau beda pengajaran, tidak mungkin jadi satu; nanti imannya tidak sama, baptisannya tidak sama. Kalau pengajarannya sama-sama benar, pasti yang lainnya menjadi satu sampai sempurna--angka tujuh menunjuk pada kesempurnaan.

    Jaga pasak ini! Tujuh kesatuan ini dijaga, mulai dari satu firman pengajaran yang benar (satu tubuh). Kita berusaha agar satu keluarga satu firman pengajaran yang benar. Kalau tidak, mau diapakan saja tidak mungkin jadi satu.

    Kalau ada pasak, sudah jadi satu semua; sudah rapat dan kuat, tetapi masih dipakal lagi oleh Tuhan (syarat keempat).


  4. Keluaran 26: 26-28
    26:26. Juga haruslah kaubuat kayu lintang dari kayu penaga: lima untuk papan-papan pada sisi yang satu dari Kemah Suci,
    26:27. lima kayu lintang untuk papan-papan pada sisi yang kedua dari Kemah Suci, dan lima kayu lintang untuk papan-papan pada sisi Kemah Suci yang merupakan sisi belakangnya, pada sebelah barat.
    26:28. Dan kayu lintang yang di tengah, di tengah-tengah papan-papan itu, haruslah melintang terus dari ujung ke ujung.

    "Perhatikan ini, sebab sekarang, ini yang menjadi kesulitan kita, yaitu tentang palang--dipakal. Saya dulu tidak mengerti mengapa palang ini yang diributkan. Setelah saya baca lagi catatan saya,, ternyata papan jenang ini merupakan keseluruhan dari Tabernakel. Inti pengajaran Tabernakel adalah papan jenang. Saya ajarkan menurut wahyu dari Tuhan yang diterima oleh pdt van Geseel, sesuai dengan alkitab."

    Syarat keempat: diberi kayu lintang.

    'kayu lintang yang di tengah, di tengah-tengah papan-papan itu, haruslah melintang terus dari ujung ke ujung'= papan yang di tengah melintang dari ujung ke ujung, berarti yang empat papan tidak boleh dari ujung ke ujung. Kalau empat papan hanya sampai setengahnya, tidak cocok; kalau dilanjutkan sampai dari ujung ke ujung, menyalahi. Tidak boleh. Sekarang ada ajaran begitu: lurus semua. Itu menyalahi ayat 28, karena hanya yang di tengah yang dari ujung ke ujung.

    "Inilah wahyu Tuhan pada opa van Gessel."

    Bagaimana supaya kuat tetapi tidak ujung ke ujung?Bentuknya adalah diagonal--bentuk salib.



    "Inilah perbedaannya sekarang. Tadi malam di Palopo saya sampaikan: Pilatus tahu siapa yang benar saat ia bertanya: Kamu pilih siapa? Yesus atau Barabas? Saat Barabas yang dipilih, ia cuci tangan. Sekarang banyak hamba Tuhan yang cuci tangan--memilih netral. Saya katakan: Kalau hamba Tuhan cuci tangan, ia sama seperti Pilatus. Harus tegas apapun resikonya! Pilih yang benar! Kalau semua cuci tangan, satu generasi lagi sudah tidak tahu mana pengajaran van Gessel yang asli. Harus pilih yang benar sekalipun dikatakan: tidak taat. Mana yang dipilih, taat pada Tuhan atau manusia? (Kisah Rasul 5). Yang tahu tidak boleh seenaknya cuci tangan, terima sana sini asal banyak teman. Kita harus tunjukkan yang benar!"

    "Yang lain tidak boleh dari ujung ke ujung, tetapi diagonal. Itu kuat. Opa van Gessel hanya menulis: Tukang kayu sudah tahu. Kuda-kuda juga bentuknya silang. Bisa diterangkan dari ilmu fisika: beratnya dibagi-bagi karena di atasnya ada tudung. Kalau lurus semua, hanya yang atas saja yang menerima beban, yang bawah tidak ada artinya. Secara ilmu pengetahuan bisa diterangkan. Satu waktu pengerja kami, Melin yang sekarang di Kalimantan bersaksi. Di rumahnya, karena sawah jauh, jadi mereka harus punya lumbung. Dari dulu biar ada angin kencang tidak ada yang rubuh. Kali ini ada yang rubuh satu, setelah dilihat ternyata palang bagian atasnya lurus. Itu pengerja saya baru ingat setelah diterangkan soal kayu lintang. Yang bentuk diagonal kuat semua. Yang dibuat lurus semua, rubuh. Ini harus saya ajarkan, supaya kita jangan bimbang. Jangan cuci tangan! Kalau benar, katakan! Kalau tahu yang benar harus bersaksi. Jangan cuci tangan supaya diterima sana-sini, itu sifatnya Pilatus! Kalau tahu yang benar harus bersaksi. Tuhan tolong kita."

    Dari ujung ke ujung terus menerus menunjuk pada pribadi Yesus yang kekal. Dia lahir menjadi manusia tetapi disalut emas--manusia sempurna yang kekal, tetapi harus disalib--empat palang diagonal.
    Empat kayu diagonal menunjuk pada salib Yesus.

    Inilah yang menguatkan hubungan suami isteri, penggembalaan, dan antar hamba Tuhan.
    Sudah baik semua, sudah ada alas, punya tabiat emas, pasak, sudah bagus, tetapi lebih diperkuat lagi oleh salib Kristus.

    Kalau dibuat lurus semua, itu berarti Yesus tanpa salib--palsu. Ada juga yang menerangkan: Kayu lintangnya lurus semua, ini salib semua. Itu berarti kita yang disalib, bukan Yesus, sebab papan-papan adalah kita semua.

    Jadi lima kayu lintang menunjuk pada Yesus yang disalib.
    Yesus tanpa salib= palsu.
    Salib tanpa Yesus= konyol.

    Harus yang benar, yaitu Yesus yang disalib, itulah yang menyatukan sampai menyempurnakan.
    Kolose 3: 14
    3:14. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.

    Kasih= salib.

Inilah pembangunan tubuh Kristus ditinjau dari Tabernakel--papan-papan. Pohon-pohon tidak bisa dijadikan satu. Harus dibuat menjadi papan, artinya: ditebus, dilepaskan dari dosa, baru bisa membentuk kesatuan.

Tetapi masih ada syaratnya: tegak, tidak boleh miring sedikitpun. Harus ada emasnya, jangan kayu dengan kayu. Jangan pertahankan tabiat daging, pasti bertengkar terus. Kalau emas--sabar, rendah hati dan lemah lembut--, kita akan saling membantu sampai saling menyatu, bukan saling memaki dan menyakiti.

Sampai dipakal oleh salib Kristus, menjadi satu dan sempurna selamanya.

Jika papan-papan sudah membentuk Kemah Suci--ada halaman, ruangan suci, dan ruangan maha suci-- di situlah kita menerima terang dari Yesus, yaitu:

  1. Terang kebenaran/keselamatan dan terang kasih karunia= halaman Tabernakel.
    Kalau tidak ada papan-papan, hanya halaman semua, tidak ada gunanya.
    Roma 3: 23-24
    3:23. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,
    3:24. dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

    Sejak Adam dan Hawa diusir ke dunia, semua manusia di dunia sudah berbuat dosa dan hidup dalam kegelapan, bahkan sampai puncaknya dosa. Oleh karena itu harus menerima terang kebenaran dan terang kasih karunia.

    Bukti menerima terang kebenaran dan kasih karunia:


    • Mendengar firman sungguh-sungguh sampai percaya Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat. Mendengar firman adalah permulaan menerima terang. Kalau tidak mau dengar firman, dari mana menerima terang?

      "Dulu kami ke kuburan, minum air kembang, lalu bagaimana tahu-tahu percaya Yesus dan dibaptis? Tidak langsung, tetapi lewat mendengar firman."


    • Bertobat; berhenti berbuat dosa dan kembali pada Tiuhan; mati terhadap dosa: dosa kebencian, dusta, dan puncaknya dosa. Harus sudah berhenti! Kalau tidak, kita masih ada di dalam kegelapan.


    • Baptisan air. Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah bertobat, harus dikuburkan dalam air sehingga bangkit--keluar dari dalam air--untuk mendapat hidup baru/hidup sorgawi--langit terbuka--, yaitu mengalami baptisan Roh Kudus/urapan Roh Kudus.

      Hidup dalam urapan Roh Kudus sama dengan takut akan Tuhan.
      Yesaya 11: 1-3a
      11:1. Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.
      11:2. Roh TUHAN(1) akan ada padanya, roh hikmat(2) dan pengertian(3), roh nasihat(4) dan keperkasaan(5), roh pengenalan(6) dan takut akan TUHAN(7);
      11:3a. ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN.

      'Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai'= Yesus.
      Kita hidup dalam urapan Roh Kudus dengan tujuh manifestasinya; seperti pelita yang menyala, sudah terang. Apa itu? Takut akan Tuhan yaitu membenci dosa, dusta dan puncaknya dosa. Inilah kehidupan yang menerima terang kebenaran dan kasih karunia.

      Amsal 8: 13
      8:13. Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

      MULAI DARI LAKI-LAKI DULU HARUS TAKUT AKAN TUHAN; menentukan isteri dan anak-anak. Kalau laki-laki menjadi pelita yang menyala, isteri dan anak yang dalam kegelapan akan diterangi.

      Tadi disebutkan istilah 'tunggul'. Tunggul adalah padi yang sudah dipanen dan tinggal sedikit, biasanya dibakar atau dibajak, dimasukkan ke tanah, tidak ada gunanya lagi.
      Mungkin kita laki-laki seperti tunggul--gaji tidak seberapa, ijazah tidak seberapa, cari uang susah--, tetapi kalau diurapi Roh Kudus, tunggul akan bertunas dan berbuah.

      Mazmur 128: 1-6
      128:1. Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!
      128:2. Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!
      128:3.
      Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu!
      128:4. Sesungguhnya demikianlah
      akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN.
      128:5. Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu,
      128:6. dan melihat
      anak-anak dari anak-anakmu! Damai sejahtera atas Israel!

      Laki-laki--suami/gembala--dulu harus takut akan Tuhan; membenci dosa dan puncaknya dosa, serta dusta. Sekalipun ia tunggul--lemah, tidak punya harapan--, tetapi kuasa Roh Kudus sanggup memberkati sampai ke anak cucu. Kita tetap berusaha tetapi Roh Kudus yang menolong.

      Ini tanggung jawab laki-laki di hadapan Tuhan, supaya keluarga tidak hidup dalam kegelapan seperti perempuan yang berzinah atau ahli Taurat yang hanya menghakimi dan mau membunuh orang.

      Kalau laki-laki takut akan Tuhan, hasilnya:


      1. Ada berkat jasmani, berkat rohani dan berkat rumah tangga sampai ke anak cucu.
      2. Isteri seperti pohon anggur--isteri juga takut akan Tuhan--, artinya: manis, ada kebahagiaan sorga.
      3. Anaknya seperti tunas pohon zaitun--buah zaitun menghasilkan minyak itu untuk lampu--, artinya nikah menjadi terang, tidak ada kegelapan gantang--ekonomi dan dosa makan-minum--, dan kegelapan tempat tidur--dosa.


    Inilah terang dari Tuhan; halaman diterangi. Mulai dari laki-laki takut akan Tuhan. Yang belum bertobat, bertobatlah, yang belum baptisan, masuklah dalam baptisan sampai baptisan Roh Kudus/diurapi Roh Kudus.

    Itu menentukan semuanya: berkat jasmani dan rohani sampai anak cucu, kebahagiaan, dan nikah itu dalam terang kebenaran, tidak ada gelap yang bisa masuk.

    Kesimpulan: kalau suami, isteri, anak menerima terang kebenaran dan kasih karunia, nikah akan selamat--tidak ada lagi dosa dan hukuman--, diberkati, dan bahagia, bahkan sampai kekal selamanya. Itu saja. Sekalipun hanya tunggul--Tuhan tidak beri contoh yang kuat seperti pohon aras--, tidak bisa apa-apa, tetapi yang menentukan adalah takut akan Tiuhan. Suami dulu yang takut akan Tuhan, isteri dan akan juga akan ikut takut akan Tuhan. Sekalipun bisa apa-apa, kalau tidak ada urapan Roh Kudus, ia jadi tidak bisa apa-apa.


  2. Terang kesucian= ruangan suci.
    Ruangan suci menunjuk pada kandang pengembalaan, ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. MULAI DARI LAKI-LAKI JUGA YANG HARUS DUDUK TERGEMBALA:


    • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya= penyucian oleh api Roh Kudus.


    • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban kristus= penyucian oleh api firman Allah (Yeremia 23: 29).


    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya= penyucian oleh api kasih Allah.


    Api semua, karena itu ketekunan kita harus berkobar-kobar. Ini merupakan pengalaman dari Musa. Di dalam penggembalaan, Musa melihat api juga.
    Keluaran 3: 1-5
    3:1. Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.
    3:2. Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.
    3:3. Musa berkata: "Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?"
    3:4. Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: "Musa, Musa!" dan ia menjawab: "Ya, Allah."
    3:5. Lalu Ia berfirman: "Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus."

    Semak duri dari dunia, kena api tetapi tidak terbakar, berarti apinya dari Tuhan.
    'Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu'= Musa gambaran dari orang pandai, orang hebat, orang kaya, tetapi melihat pemandangan itu dia bingung. Penglihatan yang hebat inilah yang ditunggu.

    Di dalam penggembalaan, Musa melihat nyala api dari semak duri tetapi tidak terbakar. Ini penglihatan yang hebat.
    'Semak' menunjuk pada manusia darah daging yang berdosa.
    'Duri' menunjuk pada dalam kutukan dosa.
    Nyala api dari sorga, itulah api firman, Roh Kudus, dan kasih Allah.

    Penglihatan yang hebat ini adalah kesaksian yang ditunggu di akhir zaman, yaitu manusia dalam kutukan dosa tetapi bisa tergembala dalam tiga macam ibadah pokok, dan mengalami penyucian.

    "Di Palopo, saya ingat pada DR. Oktavianus (alm.) Orang pandai, mendirikan yayasan besar. Satu waktu diminta berkhotbah hari Jumat di Lemah Putro. Dia sendiri yang bersaksi, saya dengar. Dia bingung mau pakai jas atau tidak. Mengapa? Dia sudah berkhotbah di mana-mana bahkan sampai di gedung putih, umumnya hari Minggu ramai, kalau ibadah bible study sedikit, ibadah doa tambah habis. Dia mau pakai jas, tetapi malu kalau yang datang hanya beberapa orang. Tetapi untunglah dia pakai jas. Begitu masuk dia terkejut: Baru kali ini aku lihat, kok bisa hari Jumat hampir sama dengan Minggu. Kita juga berdoa."

    Itu kekuatan firman penggembalaan, bukan hanya membuat orang menangis apalagi tertawa-tawa, jauh sekali, tetapi membawa masuk kandang; itulah keberhasilan. Ini doa kita. Kita mohon supaya bisa tergembala, sehingga tubuh, jiwa, dan roh kita mengalami penyucian dari Allah Tritunggal lewat api firman, Roh Kudus, dan kasih Allah, sampai bisa menanggalkan sepasang kasut.

    "Mari bersaksi! Masih terlalu banyak pohon ara di pinggir jalan, orang kristen yang tidak tergembala. Waktu di Bandung, orang pandai juga, dia berkata: Sekarang tidak ada home church--kalau di sini ya di sini---, tetapi seperti ke mall, boleh ke mana-mana. Setelah saya terangkan sistem penggembalaan, dia bersaksi: 'Pelayanan saya salah selama ini.'  Gembalanya dia adalah Pdt Ade Manuhutu--sempat datang juga. Bertemu saya langsung berkata: van Gessel, In Juwono ya? Itu guru saya juga. Kagum pada pengajaran; sistem penggembalaan. Ini adalah penglihatan besar yang ditunggu gereja-gereja. Kita jangan ketinggalan, tetapi bersaksi mulai sekarang."

    Menanggalkan sepasang kasut= penyucian lahir dan batin sampai menjadi seperti bayi yang baru lahir.
    1 Petrus 2: 1-2
    2:1. Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah.
    2:2. Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,

    'kejahatan'= cinta akan uang yang membuat kikir dan serakah.
    Ayat 1= penyucian lahir (perbuatan dan perkataan dosa).
    Ayat 2= penyucian batin (keinginan di dalam hati dan pikiran--'selalu ingin').

    Kalau keinginan ini dirangkum, akan menjadi istilah tiga 'TA':


    • harTA= kalau sudah ingin harta, sudah mata gelap; segala cara dilakukan baik menipu atau lainnya yang penting kaya. Boleh kerja keras, tetapi jangan sampai membuat kita menyimpang dari iman--cari uang dengan cara tidak halal, sampai membuat tidak setia dan lain-lain.


    • takhTA= keinginan akan kedudukan sampai menghalalkan segala cara.
    • waniTA= dosa seks.


    Kalau sudah ada tiga 'TA', ada 'TA' keempat yaitu dusTA.
    Kita disucikan sampai keinginan kita hanya satu--seperti bayi--yaitu keinginan akan air susu yang murni dan rohani (firman penggembalaan yang murni--benar--dan rohani--di dalam urapan Roh Kudus).

    Orang yang tergembala keinginannya hanya firman, karena di dalam air susu ibu--air susu yang murni dan rohani--sudah terkandung semuanya; semua kebutuhan sudah terkandung di dalamnya. Inilah yang harus menjadi kerinduan kita dalam beribadah. Kalau kita tidak ada kerinduan, tidak bisa juga.

    Mulai dari laki-laki dulu yang lebih dulu harus tergembala, nanti isteri dan anak-anak akan ikut. Laki-laki mantap dalam tiga macam ibadah, dan kita bisa berteriak: Tuhan adalah Gembalaku, takkan kekurangan aku. Artinya:


    • Kelimpahan secara jasmani= kenyang.
    • Kelimpahan secara rohani= tenang.
    • Sempurna.


    Hidup itu enak. Kalau laki-laki mau duduk, Tuhan yang bekerja. Kalau laki-laki tidak mau duduk, susah.
    Kalau laki-laki duduk, wanita akan duduk. Kalau perempuan tergembala, lidahnya akan menjilat roti, bukan muntah, sehingga nikah dan buah nikahnya terjamin oleh Tuhan; ada kebahagiaan, dan semua selesai.

    Kalau laki-laki tidak duduk, bahaya! Kalau isteri tidak tergembala juga, bisa menjadi anjing yang menjilat muntah. Akibatnya: isteri terhilang dari penggembalaan. Sangat menderita! Anak dirasuk setan; suaminya tidak tahu di mana--dalam alkitab disebutkan perempuan Kanani, bukan janda Kanani, ia punya anak tetapi tidak tahu di mana suaminya. Nikah akan hancur kalau perempuan tidak tergembala. Suami dulu yang duduk, jangan tunggu isteri! Isteri mau bagaimanapun, biar saja, yang penting suami duduk dulu, dan nanti akan bisa menarik isteri duduk, sehingga ada jaminan nikah dan buah nikah yang satu dan bahagia; isteri bisa menjilat roti firman.

    Anak juga duduk! Kalau suami/laki-laki tidak mau duduk, anak akan mati--keluar dari Nain. Artinya: keluar dari penggembalaan; anak mengalami kematian rohani--berbuat dosa, narkoba dan sebagainya. Jangan!

    Kalau suami duduk, anak-anak akan tergembala, anak-anak bisa tunduk.
    1 Petrus 5: 5-6=> pasal penggembalaan
    5:5. Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
    5:6. Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu
    ditinggikan-Nya pada waktunya.

    Betapa enaknya rumah tangga kalau semua tergembala. Mungkin kita tidak berdaya seperti bayi, tetapi Tuhan yang membuat kenyang, tenang, bahagia, menjadi satu, dan ditinggikan oleh Tuhan--ada masa depan yang berhasil dan indah . Ada jaminan di dalam penggembalaan.


  3. Terang kemuliaan/shekinah glory= ruangan maha suci.
    1 Petrus 4: 12-14
    4:12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
    4:13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
    4:14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Kita harus mengalami percikan darah/nyala api siksaan.
    Waktu Tabernakel selesai dibuat juga ada awan kemuliaan.

    Suami, isteri, dan anak harus mengalami percikan darah; sengsara daging. SUAMI DULU HARUS BERANI MEMIKUL SALIB--sengsara daging karena Yesus (pengajaran benar, berjuang untuk pelayanan)--supaya ada Roh kemuliaan, mujizat terjadi.

    Mujizat rohani terjadi yaitu pembaharuan menjadi kuat teguh hati; dinista atau dicaci maki tetapi berbahagia--'Berbahagialah kamu, jika kamu dinista'. Mau diapakan juga, tetap berbahagia.
    Kita semua sama-sama memikul salib sampai menjadi KUAT TEGUH HATI:


    • Tidak kecew,a, putus asa dan tinggalkan Tuhan, apapun yang kita hadapi.
    • Tetap berpegang teguh pada pengajaran yang benar.
    • Tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, dan taat dengar-dengaran.
    • Tetap percaya dan berharap Tuhan; tetap menyembah Tuhan.


    Contoh: Yosua--laki-laki dulu. Kalau laki-laki kuat teguh hati, jangankan isteri dan anak, satu bangsa bisa dibawa--Yosua memimpin bangsa Israel. Kalau kita lebih lagi, bukan hanya isteri dan anak atau satu bangsa, tetapi sampai seluruh bangsa menjadi satu.

    Yosua 1: 6, 9
    1:6. Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka.
    1:9. Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi."

    Memang ada sengsara, tetapi harus kuat teguh hati hari-hari ini. Jangan cuci tangan--tidak mau sengsara--seperti Pilatus! Kuat teguh hati, tidak mundur sedikitpun. Tuhan menyertai kita, Dia memperhatikan, mempedulikan dan bergumul untuk kita.
    Kalau manusia tidak memperhatikan, biar saja, Dia seorang diri saja sudah cukup.

    Hasilnya:


    • Hasil pertama: Yosua dipakai memimpin bangsa Israel--berarti isteri dan anaknya juga masuk di dalamnya--= kita semua sekeluarga dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus/kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
      Suami dipakai, isteri dipakai, kita semua dipakai sampai satu tubuh Kristus yang sempurna

      Mulai dari nikah dipakai--suami, isteri, dan anak--, dalam penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus.


    • 1 Tawarikh 28: 20
      28:20. Lalu berkatalah Daud kepada Salomo, anaknya: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab TUHAN Allah, Allahku, menyertai engkau. Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan engkau sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai.

      Yesus bergumul sampai berteriak di kayu salib: Sudah selesai.

      Hasil kedua: masalah apapun secara jasmani sudah selesai. Tuhan sanggup menyelesaikan semua masalah yang mustahil.

      Sampai kalau Tuhan datang, yang rohani juga selesai; kita diubahkan sampai menjadi sempurna, sama terang/sama mulia dengan Dia.
      Tadi yang dilihat Musa adalah semak duri dengan nyala api, nanti menjadi Wahyu 12: 1
      12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

      Sekarang, yang kita lihat adalah penggembalaan, tiga macam api bekerja terus sampai satu waktu sama terang dengan Tuhan (perempuan dengan matahari, bulan dan bintang)--'Akulah terang dunia, kamulah terang dunia.'

      'Sudah selesai!'= masalah jasmani selesai, ada masa depan, yang rohani juga selesai sampai tampil dengan matahari, bulan, dan bintang.
      Dan 'sudah selesai' yang terakhir, Yosua menikmati Kanaan, kita menikmati Yerusalem baru--pembaharuan sampai di Yerusalem baru.

      Wahyu 21: 5-6
      21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."
      21:6. Firman-Nya lagi kepadaku: "
      Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.

'Akulah terang dunia, kamulah terang dunia,' kita yang hidup dalam kegelapan mau diterangi oleh Tuhan sampai hidup dalam terang dan sama terang dengan Dia.
Caranya: lewat persekutuan tubuh Kristus. Kita menjadi papan, bukan pohon.

Kita ditebus menjadi imam dan raja, baru terbentuk ruangan suci dan ruangan maha suci.
Papan harus tegak, disalut emas, dan dipakal, sampai menerima sinar.

Laki-laki menjadi sinar di rumah tangga, yaitu takut akan Tuhan--ada jaminan di rumah tangga--, duduk di penggembalaan--ada jaminan dari Tuhan--, sampai semua memikul salib dan Tuhan berseru: Sudah selesai!

Jangan ragu tetapi kuat teguh hati hari-hari ini. Takut akan Tuhan, duduk/disucikan dalam penggembalaan, dan kuat teguh hati memikul salib. Itu saja, dan Dia yang akan menyelesaikan semuanya. Apa yang kita hadapi, kita berseru pada Tuhan. Apapun yang terjadi, Tuhan tolong kita.
Perjamuan suci adalah bukti Dia berteriak: Sudah selesai! Bukan hanya sampai di kayu salib, tetapi sampai di Yerusalem baru. Dia tidak akan membiarkan kita, asal ada tanda-tanda kita sungguh-sungguh hidup dalam terang yaitu takut akan Tuhan, tergembala--disucikan sampai menjadi seperti bayi--, dan kuat teguh hati--mau memikul salib bersama Dia.

Kalau tidak kuat, lihat Yesus, kita pasti kuat teguh hati. Terutama laki-laki, mari kuat teguh hati, supaya isteri dan anak-anak kuat semuanya, sebab kita menghadapi goncangan yang dahsyat di akhir zaman ini. 'Sudah selesai,' Tuhan meteraikan kita semua. Kita menjadi milik-Nya, Dia tidak melepaskan kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 17-18 Januari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • 31 Januari 2018 - 01 Februari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Manado)

  • 13-15 Februari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top