English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Surabaya, 02 April 2017 (Minggu Siang)
Bersamaan dengan Penataran Calon Imam Dan Imam-Imam I

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang,...

Ibadah Doa Surabaya, 23 Februari 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 21 April 2018 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam injil Lukas 12, ada lima tabiat daging yang...

Ibadah Paskah Persekutuan III di Square Ballroom Surabaya, 01 Juni 2017 (Kamis Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 Agustus 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 16-30= sikap terhadap talenta/jabatan dan karunia Roh Kudus.

SIKAP TERHADAP TALENTA
Sikap ini ada yang...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 19 Juli 2018 (Kamis Sore)
Siaran Tunda dari Ibadah Kunjungan di Tentena-Poso.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus....

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 Agustus 2011 (Senin Sore)
Disertai dengan Penataran Imam-Imam II
Matius 26: 27-28
26:27. Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka...

Ibadah Raya Malang, 11 Maret 2012 (Minggu Pagi)
Matius 26:57-68 adalah tentang SAKSI dan KESAKSIAN.

Ada 2 macam saksi dan...

Ibadah Doa Surabaya, 20 Februari 2013 (Rabu Sore)
Matius 28 dalam susunan tabernakel ini menunjuk kepada SHEKINAH GLORY/SINAR KEMULIAAN.

Dibalik salib/kematian, pasti ada sinar kemuliaan/shekinah glory.
Matius 28 terbagi menjadi 3 bagian...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 10 Juni 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:1,13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis,...

Ibadah Doa Malang, 05 November 2013 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran...

Ibadah Raya Surabaya, 17 Juli 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 26-28
26:26. Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan...

Ibadah Raya Malang, 22 Februari 2015 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu pasal 2-3 menunjuk 7 percikan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 Februari 2015 (Senin Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam II

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Doa Surabaya, 15 Juli 2015 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 November 2018 (Jumat Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Tema ibadah kunjungan di Palopo: Matius 1: 21-23
1:21. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
1:22. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:
1:23. "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia
Imanuel" --yang berarti: Allah menyertai kita.

Ini tentang kelahiran Yesus. Yesus lahir dengan dua nama:

  1. Ayat 21: 'Yesus'= Juruselamat. Ini dikaitkan dengan kedatangan Yesus pertama kali ke dunia sebagai manusia yang tidak berdosa, tetapi harus mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia berdosa. Kita selamat, tidak dihukum dan tidak binasa, tetapi diberkati.


  2. Ayat 23: 'Imanuel--yang berarti: Allah menyertai kita'. Ini dikaitkan dengan kedatangan Yesus kedua kali, yaitu Ia datang kedua kali di awan-awan yang permai dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga untuk menyucikan kita sampai sempurna, sama mulia dengan Dia. Kita menjadi mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai, masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru (Kerajaan Sorga kekal); kita duduk bersanding dengan Yesus di takhta sorga selamanya.

    Wahyu 3: 21
    3:21. Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya.

    Duduk bersanding bersama Yesus di atas takhta sorga= Imanuel selamanya, tidak terpisah lagi dengan Tuhan selamanya.

Kita yang sudah selamat dan diberkati Tuhan harus berjuang untuk mencapai kesempurnaan, sehingga bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali, dan bersama dengan Dia selamanya.

Kita harus berjuang untuk memperhatikan tiga hal:

  1. Lukas 17: 20-24
    17:20. Atas pertanyaan orang-orang Farisi, apabila Kerajaan Allah akan datang, Yesus menjawab, kata-Nya: "Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah,
    17:21. juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu."
    17:22. Dan Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Akan datang waktunya kamu ingin melihat satu dari pada hari-hari Anak Manusia itu dan kamu tidak akan melihatnya.
    17:23. Dan orang akan berkata kepadamu: Lihat, ia ada di sana; lihat, ia ada di sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut.
    17:24.
    Sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya.

    Ini tentang kedatangan Kerajaan Allah; kedatangan Yesus kedua kali.
    Ayat 24= kedatangan Yesus seperti kilat.

    Yang pertama: kita berjuang untuk memusatkan perhatian kepada kilat, itulah cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus; kabar mempelai; firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

    Kita sudah menerima penginjilan--percaya Yesus dan diselamatkan--, sekarang lanjutkan pada pengajaran. Yang sudah dalam pengajaran jangan kembali pada penginjilan, nanti tidak bisa kembali lagi. Sekarang yang dalam penginjilan mencari pengajaran. Jangan enak-enak kembali ke penginjilan, tetapi tetap bertahan dalam pengajaran.


  2. Lukas 17: 26-30
    17:26. Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia:
    17:27.
    mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.
    17:28. Demikian juga
    seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun.
    17:29. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua.
    17:30. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya.

    Yang kedua: kita berjuang untuk menghadapi keadaan dunia akhir zaman yang kembali pada zaman Nuh dan Lot--kesulitan, dosa-dosa, puncaknya dosa.


  3. Lukas 17: 32
    17:32. Ingatlah akan isteri Lot!

    Yang ketiga: kita berjuang supaya tidak menjadi seperti isteri Lot.
    Ini adalah peringatan kepada yang sudah selamat.

    Isteri menunjuk pada wanita atau gadis, tetapi juga menunjuk pada gereja Tuhan. Harus berjuang supaya jangan seperti isteri Lot--sudah selamat tetapi tidak sempurna.

Malam ini kita mempelajari yang ketiga: JANGAN SEPERTI ISTERI LOT!

Kejadian 19: 15-17
19:15. Ketika fajar telah menyingsing, kedua malaikat itu mendesak Lot, supaya bersegera, katanya: "Bangunlah, bawalah isterimu dan kedua anakmu yang ada di sini, supaya engkau jangan mati lenyap karena kedurjanaan kota ini."
19:16. Ketika ia berlambat-lambat, maka tangannya, tangan isteri dan tangan kedua anaknya dipegang oleh kedua orang itu, sebab TUHAN hendak mengasihani dia; lalu kedua orang itu menuntunnya ke luar kota dan melepaskannya di sana.
19:17. Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: "Larilah, selamatkanlah nyawamu;
janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di manapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap."

Dalam perjanjian lama, Lot sekeluarga sudah keluar dari Sodom Gomora, artinya sudah selamat. Tetapi Tuhan memerintahkan untuk lari ke pegunungan (ayat 17), supaya jangan mati lenyap.
Dalam perjalanan ke pegunungan, isteri Lot menoleh ke belakang dan menjadi tiang garam--sudah selamat tetapi tidak sampai ke pegunungan; gagal total. Hanya Lot dan kedua anaknya yang sampai ke pegunungan.

Sekarang, dalam perjanjian baru terulang lagi yaitu kita semua manusia berdosa sudah diselamatkan oleh darah Yesus; percaya, bertobat, baptisan air, baptis Roh Kudus dan diberkati--lewat firman penginjilan--, tetapi kita masih harus lari ke pegunungan secara rohani, itulah kota Yerusalem baru.

Wahyu 21: 9-10
21:9. Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan, yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku, katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan, mempelai Anak Domba."
21:10. Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah
gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah.

Ayat 9: 'aku akan menunjukkan kepadamu pengantin perempuan', dan di ayat 10 yang ditunjukkan adalah kota di atas gunung, yaitu Yerusalem baru.
Jadi kota Yerusalem baru sama dengan mempelai wanita sorga yang sempurna. Sudah selamat oleh kurban Kristus di kayu salib; percaya, bertobat, dan diberkati, tetapi kita harus lari ke pegunungan, supaya menjadi sempurna seperti Yesus untuk layak menyambut kedatangan-Nya di awan-awan yang permai, sampai masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru, kerajaan sorga yang kekal.

Inilah perjalanan kita mengikuti Yesus. Yang belum baptisan, berdoa. Yang sudah mantap dalam kebenaran dan keselamatan, lari lagi menuju pegunungan lewat firman pengajaran.
Hati-hati! Dalam perjalanan dari selamat menuju sempurna, kita berjuang jangan sampai menjadi seperti isteri Lot. Jangan menoleh ke belakang!

Pengertian menoleh ke belakang:

  1. Pengertian pertama menoleh ke belakang: tidak taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar--perkataan Tuhan; ayat menerangkan ayat dalam alkitab.
    Tuhan memerintahkan supaya jangan menoleh ke belakang, tetapi isteri Lot menoleh ke belakang.

    Kalau sudah tidak taat, tidak bisa apa-apa. Seperti Adam dan Hawa di taman Eden yang makan satu buah yang dilarang Tuhan.
    Matius 7: 21-23
    7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
    7:22. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
    7:23. Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu!
    Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

    'akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga' = pintu terbuka.
    'hari terakhir'= menjelang kedatangan Tuhan.
    'bukankah kami bernubuat demi nama-Mu' = menyampaikan firman.
    Ayat 22= pelayanan yang hebat di mata manusia.

    Sekalipun ibadah pelayanan kelihatan hebat dan berhasil di mata manusia, kalau tidak melakukan kehendak Tuhan--tidak taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar; tidak sesuai dengan firman pengajaran yang benar; alkitab--, ibadah pelayanan itu tidak akan diakui oleh Tuhan, bahkan menjadi pembuat kejahatan, bukan pelayan Tuhan lagi, dan pintu sorga tertutup--binasa selamanya. Ini yang harus kita perhatikan.

    Jadi semua ibadah pelayanan harus melakukan kehendak Tuhan; taat dengar-dengaran; sesuai dengan firman pengajaran yang benar/kehendak Tuhan!
    Kalau pintu sorga tertutup berarti pintu di dunia juga tertutup.

    Kita bersyukur ada firman pengajaran, sebab kita diberi tahu jangan hanya hebat di luar, tetapi harus sesuai dengan firman pengajaran. Ibadah pelayanan menyangkut apa saja harus sesuai firman pengajaran--mulai dari baptisan air, tiga macam ibadah, pelayanan dalam nikah dan sebagainya.
    Ukuran keberhasilan dalam ibadah pelayanan adalah ketaatan pada firman pengajaran yang benar sampai daging tidak bersuara lagi--seperti Yesus taat dengar-dengaran sampai mati di kayu salib.

    Contoh: Abraham taat untuk mempersembahkan anaknya; murid-murid diancam majelis agama, tetapi mereka tetap taat kepada Tuhan. Kalau itu perintah Tuhan, biarpun tidak masuk akal, harus taat. Harus lebih taat kepada Tuhan dari pada kepada manusia.

    Kalau sudah taat sampai daging tidak bersuara, hasilnya: kita mengalami penyucian.
    1 Petrus 1: 22
    1:22. Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

    Kita mengalami penyucian seluruh hidup mulai dari dalam hati dari keinginan jahat (keinginan akan uang)--kikir dan serakah--, keinginan najis--makan minum dan kawin mengawinkan--, dan kepahitan--iri hati, kebencian tanpa alasan, dendam.

    Bukti tidak taat adalah kikir dan serakah.
    Kikir= tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan--tidak bisa memberi waktu, tenaga, pikiran keuangan; terlalu perhitungan seperti Yudas Iskariot, akhirnya Yudas tidak dihitung oleh Tuhan.

    Serakah= mencuri milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus, dan mencuri milik sesama (korupsi, hutang tidak bayar), termasuk milik sesama yang membutuhkan.
    Di dalam berkat yang kita terima ada milik Tuhan dan sesama yang membutuhkan ('ketika Aku lapar kamu tidak memberi Aku makan ...')
    Kalau kikir pasti serakah.

    Dosa makan minum= merokok, mabuk, narkoba.
    Dosa kawin mengawinkan = nikah yang salah, percabulan dan sebagainya.

    Jika hati disucikan dari keinginan jahat dan najis, dan kepahitan, perbuatan dan perkataan akan disucikan, sehingga seluruh hidup kita disucikan, dan kita hidup dalam KESUCIAN. Jika sudah hidup dalam kesucian, maka kita bisa saling mengasihi--hati diisi kasih--, bahkan mengasihi orang yang memusuhi kita (membalas kejahatan dengan kebaikan). Saling mengasihi = tidak merugikan, tetapi berbuat baik.

    Efesus 4: 11-12
    4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12. untuk
    memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Ayat 11= ada lima jabatan pokok, jika dijabarkan, masih ada jabatan pemain musik dan sebagainya.
    Kalau sudah suci dan saling mengasihi, kita akan diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus--jubah indah--, untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna; kegerakan Roh Kudus hujan akhir.

    1 Timotius 4: 14
    4:14. Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua.

    Sikap kita terhadap jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus adalah jangan lalai, tetapi setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan sesuai dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus yang Tuhan percayakan kepada kita sekalipun mengalami penderitaan bersama Yesus--jubah dicelup dalam darah.
    Lalai sama dengan mengorbankan ibadah pelayanan seperti Yudas.

    Untuk bisa setia berkobar kita seperti dibakar api--jubah dicelup dalam darah; kalau berkobar/menyala berarti ada api yang membakar--sehingga hidup kita menjadi menjadi lebih indah, bukan hancur, sampai memiliki jubah putih berkilau-kilauan. Jubah indah dicelup dalam darah, akan menjadi jubah putih berkilau-kilau.

    Mungkin mengalami penderitaan bersama Yesus, bahkan aniaya (dikucilkan dan sebagainya)--Yusuf mengalami aniaya--, kita harus tetap setia berkobar-kobar.
    Pembangunan tubuh Kristus mulai dari nikah, penggembalaan, fellowship. Layani sungguh-sungguh mulai dari nikah, penggembalaan dan fellowship, sehingga jubah kita menjadi lebih indah, artinya: hidup kita semakin indah, sampai memiliki jubah putih berkilau-kilauan--JUBAH MEMPELAI; pintu sorga terbuka bagi kita, dan pintu di dunia juga terbuka bagi kita.

    Wahyu 19: 8
    19:8. Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)

    Inilah perjuangan kita, yaitu jangan seperti isteri Lot; berjuang untuk tidak menoleh ke belakang. Pengertian menoleh ke belakang: tidak taat--berarti kita harus taat sampai daging tak bersuara apapun resikonya. Jika taat, kita akan disucikan mulai dari hati, sehingga bisa saling mengasihi sampai mengasihi orang yang memusuhi kita, dan kita dipercayakan jubah yang indah.

    Sikap kita adalah setia dan berkobar sekalipun harus menderita (jubah dicelup dalam darah). Hidup kita akan menjadi lebih indah, sampai memiliki jubah putih berkilau-kilau. Pintu sorga terbuka bagi kita berarti pintu di dunia juga terbuka.


  2. Pengertian kedua menoleh ke belakang: terikat pada Sodom dan Gomora.
    Artinya:


    • Terikat pada dunia dengan segala pengaruhnya: kesibukan, kesulitan, kesukaan dunia, kesusahan dunia dan lain-lain.
      Yakobus 4: 4
      4:4. Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

      'barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini' = terikat pada dunia.
      Terikat pada dunia sama dengan tidak setia bahkan meninggalkan ibadah pelayanan karena pengaruh dunia, sehingga menjadi musuh Tuhan. Kalau gembala jadi musuhnya Tuhan, bagaimana jemaat bisa selamat?

      Jangan menoleh ke belakang artinya kita harus tetap setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, apapun yang harus kita hadapi. Kesetiaan memang diuji di akhir zaman. Rasul Paulus sampai mengistilahkan: aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir.
      Kita harus setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan apapun tantangan dan rintangannya.


    • Terikat pada dosa dan puncaknya dosa--Sodom Gomora menunjuk pada dosa dan puncaknya dosa--yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan.
      Jangan menoleh ke belakang artinya kita harus terlepas dari dosa dan puncaknya dosa; kita hidup dalam kebenaran.


    Isteri Lot menoleh ke belakang artinya terikat pada dunia--tidak setia--, dan terikat pada dosa--tidak benar.
    Jadi jangan menoleh ke belakang artinya kita harus menjadi hamba/pelayan Tuhan yang beribadah melayani Tuhan dengan SETIA DAN BENAR sampai garis akhir.

    Yesaya 11: 5
    11:5. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

    'Ia'= nubuat tentang Yesus, Raja damai yang akan datang--perikopnya.
    Beribadah melayani Tuhan dengan setia dan benar sama dengan beribadah melayani dengan berikat pinggang--memberi Tuhan makan dan minum.
    Lukas 17: 7-8
    17:7. "Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
    17:8. Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

    Untuk menjadi hamba/pelayan Tuhan yang beribadah melayani dengan setia dan benar--berikat pinggang--, kita tidak boleh menuntut hak, tetapi hanya melakukan kewajiban--Yesus sampai mengorbankan nyawa-Nya (mengorbankan hak untuk hidup).

    Jadi hamba/pelayan Tuhan yang berikat pinggang kesetiaan dan kebenaran sama dengan memberi makan minum Yesus, artinya: memuaskan hati Yesus.

    Inilah urusan kita di dalam dunia, yaitu beribadah melayani Tuhan dengan setia dan benar; memakai ikat pinggang; memuaskan hati Tuhan. Itu saja. Kalau urusan kita di dunia hanya untuk bekerja, kita tidak perlu ditebus oleh darah Yesus; orang di luar Yesus lebih hebat dari kita.

    Hasilnya:


    • 'sesudah itu engkau boleh makan dan minum' = urusan makan minum kita menjadi urusan Tuhan.

      Tuhan memberikan jaminan kepastian untuk memelihara hidup kita sekarang (termasuk kuliah, sekolah), sampai zaman antikris berkuasa di dunia, bahkan sampai hidup kekal. Jangan dibalik! Karena mengurus kuliah lalu tidak mau ibadah. Salah besar! Urusan Tuhan mau kita urus; merasa lebih hebat dari Tuhan--kebenaran sendiri. Yang benar adalah kita tetap kuliah dan bekerja, tetapi kita tetap mengutamakan ibadah pelayanan. Kalau tidak ibadah kita justru menginjak-injak darah Yesus.
      Orang tua, kalau anak muda berprestasi, bagus, tetapi dorong untuk beribadah.


    • Tuhan sanggup memberikan jaminan kepuasan sorga/kebahagiaan sorga di tengah penderitaan di dunia, sehingga:


      1. Kita selalu mengucap syukur, bukan bersungut-sungut.
        Bilangan 14: 29
        14:29. Di padang gurun ini bangkai-bangkaimu akan berhantaran, yakni semua orang di antara kamu yang dicatat, semua tanpa terkecuali yang berumur dua puluh tahun ke atas, karena kamu telah bersungut-sungut kepada-Ku.

        Kalau bersungut--termasuk bergosip dan menghujat--, kerohanian akan merosot menjadi bangkai--dari bintang menjadi binatang buas; seperti setan tritunggal yang akan dibinasakan.

        Karena itu Tuhan memberikan kepuasan sorga sehingga kita selalu mengucap syukur dalam segala hal--menjadi sama seperti Yesus--, dan bersaksi. Yesus selalu mengucap syukur. Saat Yesus memecah-mecahkan roti--gambaran dari salib--, Ia tetap mengucap syukur.


      2. Kita tidak mencari kepuasan-kepuasan di dunia, sehingga tidak jatuh dalam dosa dan puncaknya dosa--Babel; mempelai wanita setan.
        Kalau ibadah pelayanan tidak memuaskan Tuhan, kepuasan dunia akan dibawa masuk dalam gereja.


    • Kita dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
      Wahyu 19: 11
      19:11. Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.

      'ada seekor kuda putih' = kegerakan kuda putih; kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
      Ada dua kegerakan yaitu kegerakan Roh Kudus hujan akhir dan kegerakan pembangunan Babel.
      Kalau tidak setia dan benar, akan masuk pembangunan Babel.


    • Yeremia 2: 32
      2:32. Dapatkah seorang dara melupakan perhiasannya, atau seorang pengantin perempuan melupakan ikat pinggangnya? Tetapi umat-Ku melupakan Aku, sejak waktu yang tidak terbilang lamanya.

      Hasil keempat: kita memiliki perhiasan mempelai.

      Ikat pinggang kesetiaan dan kebenaran merapikan hidup kita sampai menjadi PERHIASAN MEMPELAI.
      Tadi ada jubah mempelai, sekarang perhiasan mempelai. Inilah persiapan kita.


    Sudah selamat, kita lari ke pegunungan untuk sempurna (menjadi mempelai). Apa yang dipersiapkan? Jangan menoleh ke belakang! Jangan tidak taat, tetapi taat dengar-dengaran--persiapan jubah mempelai; suci, dipakai Tuhan sampai jubah dicelup dalam darah.

    Kemudian, jangan terikat Sodom Gomora. Mari menjadi hamba Tuhan yang setia dan benar, memuaskan hati Tuhan, sehingga kita dipuaskan oleh Tuhan, dipakai Tuhan dan diberikan perhiasan mempelai (hidup menjadi rapi, indah).


  3. Pengertian ketiga menoleh ke belakang: pandangan hanya tertuju kepada perkara dunia/perkara daging; mengutamakan perkara dunia lebih dari perkara sorga; sama dengan mengaku hidup dari dunia.
    Akibatnya: gampang tersandung dan menjadi sandungan, kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan--terpisah dari Tuhan; mengkhianati Tuhan.

    Esau terpisah dari Tuhan karena menggunakan pandangan dunia; mengorbankan perkara sorga. Tuhan berikan dia hak kesulungan, tetapi dia buang begitu saja--menjual hak kesulungan dengan sepiring kacang merah. Begitu juga dengan Yudas, Tuhan berikan kepercayaan (jubah indah), tetapi malah mengkhianati Yesus.

    Jangan menoleh ke belakang artinya pandangan kita hanya tertuju kepada Yesus sebagai Imam Besar, Raja segala raja, dan Mempelai Pria Sorga yang duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa.
    Ibrani 12: 2
    12:2. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

    Pandangan hanya tertuju pada Yesus Imam Besar artinya kita banyak menyembah Yesus sebagai Imam Besar, Raja, Mempelai Pria sorga--mata memandang Dia, mengulurkan tangan (berserah) kepada Dia, dan mulut berseru kepada Dia; berserah dan berseru kepada Yesus Imam Besar.

    Apa yang kita perhatikan? Kemurahan Tuhan.
    Mazmur 107: 43
    107:43. Siapa yang mempunyai hikmat? Biarlah ia berpegang pada semuanya ini, dan memperhatikan segala kemurahan TUHAN.

    Ciri Imam Besar yaitu berbelas kasihan.
    Berserah dan berseru kepada Yesus Imam Besar sama dengan kita hanya bergantung pada kemurahan dan belas kasih Tuhan sebagai Imam Besar dan Raja segala raja.
    Mengapa kita hanya bergantung kepada belas kasihan Tuhan?


    • Karena kita hanya manusia tanah liat yang banyak kekurangan dan kelemahan--secara jasmani dan rohani tidak mampu menghadapi apapun, dan kita tidak layak (banyak dosa, kekurangan).


    • Karena lewat belas kasih-Nya Dia mengadakan keajaiban.
      Mazmur 136: 4
      136:4. Kepada Dia yang seorang diri melakukan keajaiban-keajaiban besar! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

      (terjemahan lama)
      136:4. Akan Dia, yang sendiri berbuat segala ajaib yang besar-besar, karena
      kemurahan-Nya itu kekal selama-lamanya.

      'kemurahan-Nya itu kekal selama-lamanya' = tidak ada jangka waktu; untuk selamanya.
      Yesus seorang diri sebagai Imam Besar mampu melakukan keajaiban besar dalam hidup kita.

      Silakan bekerja dan sebagainya, tetapi fokus kita adalah mata memandang Yesus sebagai Imam Besar yang berbelas kasihan.

      Hasilnya:


      1. Matius 14: 22-23, 28-32
        14:22. Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.
        14:23. Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang,
        Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.
        14:28. Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."
        14:29. Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
        14:30. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan
        mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
        14:31. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau
        bimbang?"
        14:32. Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.


        'Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri' = doa syafaat; doa penyahutan.

        Hasil pertama: Yesus seorang diri menaikkan doa syafaat untuk menolong hamba/pelayan Tuhan yang hampir tenggelam.

        Mengapa tenggelam? Karena kebimbangan. Kebimbangan adalah angin dan gelombang terbesar.
        Hati bimbang--mendua hati--artinya:


        • Bimbang terhadap pribadi Tuhan/pengajaran yang benar saat menghadapi pencobaan dan masalah.
          Orang yang bimbang terhadap pengajaran tidak akan pernah naik. Jawaban orang yang bimbang soal pengajaran (baptisan air dan Roh Kudus): Memang ada bedanya, tetapi sama saja. Inilah bimbang!

          Pengajaran palsu soal pintu gerbang: Sekali percaya Yesus, sudah selamat (tidak perlu bertobat). Biarpun sudah membunuh, tetap selamat.


        • Bimbang terhadap kuasa Tuhan saat menghadapi pencobaan dan masalah.


        Hampir tenggelam= merosot, jatuh dalam dosa, kegagalan, ketakutan (stres), sampai kebinasaan selamanya.

        Apa yang harus diperbuat? Petrus harus mengulurkan tangan kepada Tuhan. Malam ini kalau kita hampir tenggelam, mari ulurkan tangan, berserah dan berseru kepada Yesus Imam Besar yang berbelas kasih pada kita--kita hanya bergantung pada belas kasih-Nya. Dan Dia akan mengulurkan tangan belas kasihnya untuk:


        • Mengangkat kita dari kejatuhan, kemerosotan, sehingga ada pemulihan secara jasmani, dan ada pemulihan secara rohani (bisa hidup benar, suci, dan setia berkobar); kegagalan menjadi berhasil dan indah pada waktunya.
          Kalau tidak setia juga sudah hampir tenggelam.

          Mari kembali kepada setia berkobar-kobar; setia benar dalam ibadah pelayanan.


        • Meneduhkan laut= semua masalah yang mustahil selesai, kita mengalami damai sejahtera, semua enak dan ringan, wajah berseri.
          Yang dibutuhkan adalah percaya dan mempercayakan diri pada Tuhan; hanya bergantung pada belas kasih Tuhan.

          Yakin pada pribadi Tuhan! Jangan bimbang!


      2. Lukas 23: 40-43
        23:40. Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: "Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama?
        23:41. Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah."
        23:42. Lalu ia berkata: "
        Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."
        23:43. Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

        Ayat 41: 'Kita memang selayaknya dihukum' = kita memang tidak layak, karena banyak dosa-dosa.
        Ayat 42: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja." = berserah dan berseru kepada Yesus Imam Besar, Raja segala raja yang berbelas kasihan.

        Tadi hamba Tuhan merasa hebat ('sudah bernubuat...'), tetapi Tuhan berkata: Enyahlah Engkau, pembuat kejahatan. Sebaliknya, kalau penjahat melihat Yesus sebagai Raja, Imam Besar yang berbelas kasihan (mengakui kelemahan dan kekurangan, mengaku tanah liat, dan butuh belas kasihan Tuhan), ia akan ditolong Tuhan.

        Hasil kedua: Yesus seorang diri mengulurkan tangan belas kasih-Nya kepada penjahat sehingga bisa masuk Firdaus--penjahat jadi imam dan raja, bahkan menjadi sempurna seperti Yesus.
        Artinya: Yesus mampu mengubahkan/membaharui penjahat jadi pelayan Tuhan--yang masuk Firdaus hanya imam dan raja (Wahyu 20: 6)--, bahkan menjadi sempurna seperti Yesus.

        Apa yang harus diubahkan? Lidah--dunia kejahatan (dalam surat Yakobus).
        Lidah dusta, gosip--perkataan sia-sia--, harus diubahkan menjadi bisa berkata benar, JUJUR, dan hanya berserah dan berseru kepada Tuhan.

        Ditunggu oleh Tuhan, sampai jujur.
        Jujur= berkata benar (tidak berdusta, ya katakan: ya, tidak katakan: tidak). Kita jujur dalam mengaku dosa. Tidak perlu menunggu hancur-hancuran seperti penjahat, mari kita jujur.
        Kita berserah dan berseru kepada Tuhan, dan Dia sanggup mengubahkan penjahat menjadi imam dan raja, sampai sempurna mulai dari lidah.

        Kita akan merasakan suasana Firdaus; semua sudah ada, semua selesai, sampai tidak salah dalam perkataan; sempurna (Yakobus 3: 2). Dan saat Tuhan datang kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia; mempelai wanita yang tidak salah lagi dalam perkataan, ada SUARA MEMPELAI: Haleluya, untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Menghadapi badai lautan dunia, sampai seperti penjahat--kegagalan, ketakutan, kejatuhan--, sudah tidak bisa apa-apa lagi--hanya binasa--, kalau masih bisa berseru dan berserah kepada Tuhan, Dia seorang diri mampu menolong. Cukup Dia seorang diri. Dia mati di kayu salib seorang diri dan dia seorang diri mampu melakukan keajaiban besar bagi kita sampai kita sempurna.

Apapun keadaan kita, berserah dan berseru sungguh-sungguh kepada Tuhan! Kalau tidak ada belas kasih Tuhan, kita tidak bisa apa-apa; banyak kekurangan, tenggelam, dan habis-habisan seperti penjahat; tidak ada harapan, tetapi masih bisa Tuhan tolong. Yang sudah berhasil, hargailah belas kasih Tuhan; tetap tinggal dalam belas kasih-Nya.

Apakah kita hampir tenggelam, merosot, gagal, penjahat sudah habis-habisan, mustahil, sudah tidak bisa apa-apa? Hanya butuh belas kasih Tuhan. Kalau tidak ada belas kasih, Petrus yang hebat akan habis, apalagi penjahat, akan habis dan binasa. Tetapi belas kasih Tuhan masih bisa menolong; yang mustahil menjadi tidak mustahil, yang binasa menjadi tidak binasa. Kaum muda, jangan ragu dan putus asa. Yang sudah berhasil jangan bangga dan sombong, tetapi tetap mengucap syukur, semua karena Dia seorang diri berbelas kasih kepada kita. Serahkan hidup kepada-Nya!

Pintu Firdaus saja bisa dibuka, apalagi hanya pintu masa depan dan lain-lain. Penjahat seharusnya masuk neraka, tetapi pintu Firdaus bisa terbuka bagi dia. Mengapa kita bimbang akan masa depan kita? Mari percaya, serahkan kepada Dia. Jangan bertahan dalam kelemahan dan kekurangan, masih ada belas kasih Tuhan. Tuhan hanya tunggu penyerahan kita--Dia menunggu Petrus mengangkat tangan; Dia menunggu penjahat berseru dan berserah kepada-Nya.
Malam ini, seruan kita yang menarik belas kasih-Nya. Mari, jujur apa adanya. Mungkin suami, isteri, anak, orang tua tidak tahu, tetapi Tuhan yang tahu.

Perjamuan suci adalah uluran tangan belas kasih Tuhan, bukan hanya membuka pintu di dunia: keberhasilan, kesembuhan, tetapi sampai membuka pintu Firdaus bagi kita. Jangan ragu! Kalau Firdaus yang sudah ditutup oleh Tuhan bisa dibuka, apalagi pintu di dunia, ada manusia yang coba menutup--menghalangi kita atau curang pada kita--, serahkan pada Tuhan, pasti bisa terbuka.
Yakin pada belas kasih dan keajaiban Tuhan!

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Palangkaraya)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal Kunjungan di Kupang)

  • Desember 2018
    (Ibadah Natal di Bondowoso)

  • 19 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Walikukun (Jam 9 Pagi))

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Jatipasar (jam 9 pagi))

  • 21 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Pare (Jam 4 Sore))

  • 24 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 25 Desember 2018
    (Ibadah Natal di Kartika Graha Malang)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top