gereja pantekosta tabernakel kristus kasih malang surabaya
English Language
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 30 April 2012 (Senin Sore)
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh Yesus sampai...

Ibadah Kenaikan Tuhan Malang, 02 Juni 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 30 April 2011 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Markus 15:20b-47 menunjuk 7 hal yang...

Ibadah Kenaikan Tuhan Surabaya, 17 Mei 2012 (Kamis Pagi)
Yohanes 14: 1-3
14:1. "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
14:2. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal....

Ibadah Raya Surabaya, 30 Mei 2010 (MingguSore)
Matius 25: 1, 13
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan...

Ibadah Raya Surabaya, 08 Mei 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
26:15....

Ibadah Kaum Muda Malang, 15 November 2008 (Sabtu Sore)
Markus 12: 13-44 dalam susunan Tabernakel menunjuk pada petinya Tabut Perjanjian, yaitu Mempelai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 10 November 2008 (Senin Sore)
Pembicara: Pdm. Dadang

Markus 2: 13-17 -> tentang suasana iman...

Ibadah Doa Malam Session I Malang, 08 September 2011 (Kamis Malam)
KORBAN TAHBISAN.

Keluaran 29:29-30
29:29 Pakaian kudus kepunyaan Harun...

Ibadah Raya Malang, 21 Maret 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25 ini dalam Tabernakel terkena pada tongkat Harun yang bertunas, berbunga, dan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 April 2009 (Senin Sore)
Matius 24: 31 adalah keadaan ketiga pada waktu kedatangan Yesus kedua kali, yaitu...

Ibadah Raya Malang, 24 Mei 2009 (Minggu Pagi)
Matius 24:29-31 adalah keadaan pada saat kedatangan Yesus kedua kali. Memperingati kenaikan Tuhan tidak bisa...

Ibadah Doa Semalam Suntuk Malang Session II, 18 Februari 2010 (Kamis Tengah Malam)
Beberapa nama lain dari Tabernakel dan pengertiannya:

4. Keluaran 38:21, kemah Asyahadat...

Ibadah Raya Malang, 05 Juli 2009 (Minggu Pagi)
Lukas 23: 43
"KEMBALI KE FIRDAUS"

Tuhan menciptakan manusia, Adam dan Hawa, sama mulia dengan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Agustus 2010 (Senin Sore)
Matius 25: 16-17, 21-23
25:16. Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa (Selasa Sore, 19 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study (Kamis Sore, 14 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 12 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 10 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 05 Februari 2008)
Tayang: 29 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study (Kamis, 31 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 29 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 27 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 20 Januari 2008)
Tayang: 04 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study (Kamis, 17 Januari 2008)
Tayang: 26 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 15 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 13 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study (Kamis, 10 Januari 2008)
Tayang: 29 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 08 Januari 2008)
Tayang: 22 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 06 Januari 2008)
Tayang: 16 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum (Minggu Pagi, 30 Desember 2007)
Tayang: 05 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Rabu, 26 Desember 2007)
Tayang: 30 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Selasa Sore, 25 Desember 2007)
Tayang: 27 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Sore, 17 November 2011)
Tayang: 23 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Lain (Kamis Pagi, 17 November 2011)
Tayang: 18 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Persekutuan Tubuh Kristus Medan II, 26 Oktober 2010 (Selasa Sore)

Wahyu 19:9
19:9. Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

Alkitab dibuka dengan kitab Kejadian yang memuat nikah yang jasmani antara Adam dan Hawa. Tetapi sayang sekali, nikah jasmani ini sudah dirusak oleh setan/dosa, sehingga telanjang, hancur, terkutuk, sampai menuju kebinasaan.

Tetapi Alkitab ditutup dengan kitab Wahyu yang memuat Pesta Nikah Anak Domba Allah, yaitu nikah yang sempurna antara Adam yang terakhir, yaitu Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga, dengan Hawa yang terakhir, yaitu gereja Tuhan sebagai Mempelai Wanita. Akan terjadi pertemuan di udara antara Yesus dengan gereja Tuhan yang disebut dengan Pesta Nikah Anak Domba Allah. Sesudah itu, kita masuk kerajaan 1000 tahun damai, Firdaus yang akan datang. Lanjut masuk Yerusalem Baru, Kerajaan Sorga yang kekal.

Tuhan Yesus mengundang nikah-nikah jasmani yang sudah hancur untuk diperbaiki/direstorasi supaya bisa masuk Pesta Nikah Anak Domba Allah.

Dengan apa Tuhan Yesus mengundang?
Matius 25:6
25:6. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

Undangan Tuhan adalah lewat Kabar Mempelai. Tidak ada kabar yang lain di tengah malam menjelang kedatangan Tuhan.

Ada 2 macam pemberitaan firman Allah:
  1. Injil keselamatan = firman penginjilan = susu = kabar baik.
    Efesus 1:13
    1:13. Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

    Ini adalah injil yang memberitakan kedatangan Yesus pertama kali dan mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia berdosa.

    Proses untuk selamat adalah percaya/iman kepada Yesus, bertobat, lahir baru dari air dan roh yang menghasilkan hidup baru, yaitu hidup dalam kebenaran.

    Benar = selamat.
    Tidak benar = tidak selamat.

  2. Injil kemuliaan = firman pengajaran mempelai = makanan keras = kabar mempelai.
    2 Korintus 4:3-4
    4:3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
    4:4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

    Kabar mempelai adalah injil yang memberitakan kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja, sebagai Mempelai Pria Sorga untuk menyucikan dan menyempurnakan sidang jemaat menjadi mempelai wanitaNya yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

    Jadi kabar mempelai ini mempersiapkan sidang jemaat untuk masuk dalam Pesta Nikah Anak Domba Allah saat Yesus datang kembali kedua kali.

    Banyak ajaran-ajaran yang mengajarkan tentang nikah, tetapi tidak mencapai nikah yang rohani. Kita harus berhati-hati.

    Firman pengajaran mempelai disebut juga firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

    Ibrani 4:12-13
    4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
    4:13. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.
Sikap terhadap kabar mempelai:
  1. Bisa mendengar dan dengar-dengaran pada kabar mempelai, firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
    Maka kita akan mengalami penyucian pedang dari dosa-dosa yang tersembunyi, atau penyucian dari kegelapan dosa, sehingga kita bisa hidup di dalam terang.

    Ada 3 tingkatan terang:
    1. Terang di dalam nikah rumah tangga.
      Matius 5:15
      5:15. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.

      Praktik terang dalam nikah:
      • Nikah harus tetap benar dan suci.
        Nikah yang benar = sesuai dengan firman pengajaran yang benar, direstui oleh orang tua, diberkati dan diteguhkan oleh Tuhan lewat seorang gembala, dan dicatat di catatan sipil.

        Nikah yang suci = tidak dicemari oleh dosa-dosa sampai puncaknya dosa (dosa makan-minum dan dosa kawin-mengawinkan).

      • Kedudukan nikah harus benar.
        1 Korintus 11:3
        11:3. Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah.

        Kristus adalah kepala dari laki-laki. Laki-laki adalah kepala dari istri.
        Suami = kepala, istri = tubuh, anak-anak = anggota tubuh.

        Suami menjadi kepala artinya suami menjadi aliran jasmani dan rohani bagi istri dan anak-anak. Suami sebagai kepala memutuskan segala sesuatu dalam rumah tangga berdasarkan firman.

        Suami sebagai kepala mengasihi istri seperti diri sendiri dan tidak berlaku kasar pada istri.

        Istri sebagai tubuh, terbuat dari tulang rusuk, adalah melindungi kelemahan suami dan anak-anak lewat doa penyembahan.
        Istri juga tunduk pada suami dalam segala sesuatu.

        Kalau susunan nikah benar, maka nikah itu memiliki pelita di atas kaki dian sehingga kegelapan gantang (kegelapan ekonomi) dan kegelapan tempat tidur (dosa kawin-mengawinkan) tidak bisa menghancurkan nikah.

    2. Terang di depan semua orang.
      Matius 5:16
      5:16. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

      Terang di depan semua orang ini sampai menghasilkan perbuatan baik.

      Efesus 5:3-5,8-9
      5:3. Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus.
      5:4. Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono--karena hal-hal ini tidak pantas--tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur.

      5:5. Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.
      5:8. Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,
      5:9. karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,

      Lewat pedang firman, kita akan mengalami penyucian dari segala dosa sehingga bisa menjadi terang di depan semua orang. Yang disucikan adalah perbuatan dosa yang tersembunyi, perkataan-perkataan dosa, lawak-lawak.

      Kehidupan yang menjadi terang di depan orang tidak akan melakukan perbuatan-perbuatan yang merugikan orang lain, sampai bisa membalas kejahatan dengan kebaikan.

    3. Terang dunia.
      Matius 5:14
      5:14. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.

      Wahyu 12:1
      12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

      Gereja Tuhan akan tampil sebagai mempelai wanita dengan terang matahari, bulan, dan bintang.

      Praktik memiliki kasih matahari adalah:
      • Mengasihi Tuhan lebih dari segala sesuatu, praktiknya adalah taat dengar-dengaran pada firman Tuhan apapun resikonya.
      • Mengasihi sesama seperti diri sendiri sampai mengasihi musuh.

      Bulan adalah penebusan oleh darah Yesus. Praktik memiliki terang bulan adalah kita harus mengalami kelepasan dari dosa sehingga hidup benar dan suci, hidup jujur. Kalau ya katakan ya, kalau tidak katakan tidak.

      Bintang adalah urapan Roh Kudus.
      Praktik memiliki terang bintang adalah:
      • Melayani sesuai dengan karunia-karunia Roh Kudus dan jabatan pelayanan.
      • Setia dan berkobar-kobar dalam melayani Tuhan.

      Kalau sudah ada terang matahari, bulan, dan bintang, itu berarti sudah tidak ada kegelapan sedikitpun.

      Wahyu 12:13-14
      12:13. Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu.
      12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.


      Dua sayap burung nasar adalah KEUNTUNGAN BESAR yang diperoleh kehidupan yang disinari oleh kabar mempelai.
      Kegunaan sayap burung nasar ini adalah untuk menyingkirkan kita ke padang gurun yang jauh dari mata ular selama 3.5 tahun. Lanjut, sayap burung nasar ini akan mengangkat kita ke awan-awan saat kedatangan Tuhan kedua kali.

  2. Sikap negatif, yaitu mengejek dan mengolok-olok kabar mempelai, atau bimbang terhadap kabar mempelai.
    2 Petrus 3:3-4
    3:3. Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya.
    3:4. Kata mereka: "Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan."


    Akibat bimbang dan mengejek adalah tidak pernah disucikan, tidak ada terang matahari, bulan, dan bintang sehingga yang datang adalah badai.

    Kisah Rasul 27:20
    27:20. Setelah beberapa hari lamanya baik matahari maupun bintang-bintang tidak kelihatan, dan angin badai yang dahsyat terus-menerus mengancam kami, akhirnya putuslah segala harapan kami untuk dapat menyelamatkan diri kami.

    Arti rohani badai adalah pencobaan-pencobaan di segala bidang, pengajaran palsu, puncaknya dosa. Akibatnya adalah putus harapan, tidak ada masa depan yang indah, imannya tenggelam dan binasa, tidak bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

    Petrus juga dilanda badai karena dia bimbang.
    Matius 8:23
    8:23. Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nyapun mengikuti-Nya.
    8:24. Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.
    8:25. Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa."
    8:26. Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.

    Menghadapi badai, Yesus tidur = diam dan tenang = mati di kayu salib untuk menghancurkan kuasa maut. Yesus mati di kayu salib untuk mengulurkan tangan kepada kita.

    Sikap kita di tengah badai dan gelombang adalah diam dan tenang.
    Diam = memeriksa diri, koreksi diri, jangan menyalahkan orang lain; jujur mengaku dosa.
    Tenang = menguasai diri supaya tidak berharap yang lain, tidak putus asa, tetapi bisa berdoa dan menyeru nama Yesus dengan iman dan keyakinan.

    Matius 14:29-32
    14:29. Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
    14:30. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
    14:31. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
    14:32. Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.

    Maka Yesus akan mengangkat kita dari segala ketenggalaman.
Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 07:15 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:15 (Ibadah Kaum Wanita)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 16:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 17:45 (Ibadah Raya)
Senin jam 17:45 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)

IBADAH KUNJUNGAN

18 Mei 2012 (Ibadah Kunjungan ke Ngunut)
24-25 Mei 2012 (Ibadah Kunjungan ke Sumba)
01 Juni 2012 (Ibadah Kunjungan ke Tamban)
22 Juni 2012 (Ibadah Kunjungan ke Ngawi)
25 Juni-05 Juli 2012 (Kunjungan ke Israel)
17-19 Juli 2012 (Ibadah Persekutuan ke Medan)
31 Juli-02 Agustus 2012 (Ibadah Persekutuan di Malang)
04-06 September 2012 (Ibadah Kunjungan ke Makasar)
20-21 September 2012 (Ibadah Kunjungan ke Semarang)
Oktober 2012 (Ibadah Kunjungan ke Pendolo, Tentena)
Oktober 2012 (Ibadah Kunjungan ke Medan)
November 2012 (Ibadah Kunjungan ke Ambon)
Desember 2012 (Ibadah Kunjungan ke Sidikalang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top