English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Paskah Persekutuan Surabaya, 15 April 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat hari Paskah, selamat mendengarkan Firman...

Ibadah Doa Malang, 11 Desember 2012 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus....

Ibadah Raya Surabaya, 31 Mei 2015 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 17 April 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 14-16
26:14. Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.
26:15. Ia berkata: "Apa...

Ibadah Raya Malang, 21 Mei 2017 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6 dalam susunan Tabernakel menunjuk...

Ibadah Kaum Muda Remaja, 25 Februari 2012 (Sabtu Sore)
Lukas 1:37
1:37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 24 Januari 2011 (Senin Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding

Matius 7: 1-6
7:1. "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
7:2. Karena dengan penghakiman...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 05 Oktober 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 28 Agustus 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:24-25
26:24 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada...

Ibadah Raya Surabaya, 30 Agustus 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Disini pohon ara rantingnya mulai melembut dan bertunas, serta berbuah. Ini...

Ibadah Doa Surabaya, 07 September 2016 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 19 Januari 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 15 Januari 2014 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 21 Desember 2014 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 Juli 2012 (Senin Sore)
Pembicara: Pdp. Youpri Ardiantoro
Matius 27:
= dalam Tabernakel, terkena pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian/tutup pendamaian= sengsara yang dialami oleh...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 03 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 01 September 2014)
Tayang: 16 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 24 Agustus 2014)
Tayang: 17 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 17 Agustus 2014)
Tayang: 05 November 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 11 Agustus 2014)
Tayang: 13 Oktober 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 10 Agustus 2014)
Tayang: 24 September 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 06 Agustus 2014)
Tayang: 20 September 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 05 November 2017 (Minggu Siang)

Penyerahan Anak
Matius 19: 1-39
Penyerahan anak bukanlah suatu kebiasaan atau tata cara gereja, tetapi suatu kebutuhan yang mutlak. Mengapa demikian? Kalau kita lihat dalam injil Matius 19: 1-26, ada tangan setan yang bekerja dengan kuasa maut untuk mengancam setiap langkah hidup kita; mulai dari kandungan sampai dewasa, supaya binasa selamanya.

Tingkatan pekerjaan setan dengan kuasa maut:

  1. Ayat 1-12= mengenai perceraian.
    Tangan setan menghalangi kelahiran seorang anak menurut kehendak Tuhan--masa kandungan--lewat perceraian.


  2. Ayat 13-15= Yesus memberkati anak-anak.
    Matius 19: 13-15
    19:13. Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.
    19:14. Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga."
    19:15. Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.

    Setelah lahir menjadi bayi atau anak kecil, tangan setan tetap bekerja, supaya bayi/anak kecil tidak bisa datang pada Tuhan; tidak ada hubungan dengan Tuhan.

    Ini tanggung jawab orang tua kalau bayi/anak kecil sampai tidak ada hubungan dengan Tuhan, ia hanya menuju kebinasaan; lahir hanya untuk mati, seperti keledai lahir hanya untuk dipatahkan lehernya, tidak ada hubungan antara tubuh dengan kepala. Tugas orang tua untuk membawa bayi dan anak kecil datang kepada Tuhan.

    Tetapi jangan dibalik juga. Seringkali bayi/anak kecil menghalangi orang tua datang pada Tuhan! Jangan! Dua-duanya ada di dalam tangan maut, baik anak maupun orang tua, untuk dibinasakan selamanya.

    Mari, kita berusaha sekalipun ada kesulitan, jangan sampai berada di dalam tangan maut.


  3. Ayat 16-26= orang muda yang kaya--sampai pada masa muda.
    Sudah menginjak masa muda, kemudian dewasa dan kaya, sudah baik, tetapi sayang dia terikat dengan kekayaannya sehingga ia tidak bisa datang pada Tuhan. Tuhan hanya berkata: 'Hanya satu kekuranganmu, juallah hartamu dan ikutlah Aku.' Dia kecewa, berarti dia terikat kekayaannya.

    Bukan tidak boleh kaya atau sibuk. Boleh semuanya, tetapi jangan terikat dengan kekayaan, kesibukan, dan kehebatan sehingga tidak bisa datang kepada Tuhan; tidak bisa beribadah melayani Tuhan. Itu yang tidak boleh!

    Yang benar adalah hebat di dunia, lebih hebat lagi di dalam Tuhan. Minimal sama antara jasmani dan rohani, tetapi mengingat waktu darurat sekarang--jahat, najis, sulit dan lain-lain--, yang rohani harus diutamakan, supaya tidak senasib dengan anak muda ini.
    Tidak bisa datang pada Tuhan berarti ada di dalam tangan setan dengan kuasa maut yang mengakibatkan sedih--anak muda tadi jadi sedih hatinya; kecewa, putus asa--, tidak bahagia, sampai binasa. Gagal di tengah keberhasilan. Ini yang ngeri!


  4. Ayat 27-30= upah mengikut Yesus.
    Di masa tua juga harus hati-hati. Sudah beribadah melayani Tuhan dan dipakai Tuhan, tetapi mendadak jadi yang terakhir, berarti tidak setia dalam ibadah pelayanan.
    Matius 19: 30
    19:30. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."

    Ini juga berada dalam tangan setan dengan kuasa maut untuk membinasakan.

Karena itu penting kita menyerahkan anak kecil dan hidup kita dalam tangan Tuhan yang penuh dengan kuasa dan kasih karunia, mulai saat ini--permulaan--, selanjutnya terus hidup dalam tangan Tuhan lewat ibadah pelayanan kepada Tuhan, penggembalaan--lebih mantap lagi berada dalam pelukan tangan kuasa dan kasih Tuhan.

Hasilnya:

  • Tangan kuasa dan kasih karunia Tuhan sanggup memelihara kita di tengah kesulitan dunia.
  • Tangan kuasa dan kasih karunia Tuhan sanggup membela dan melindungi kita dari celaka marabahaya sampai zaman antikris.
  • Tangan kuasa dan kasih karunia Tuhan sanggup untuk menolong kita, menyelesaikan segala masalah.
  • Tangan kuasa dan kasih karunia Tuhan sanggup menyempurnakan kita untuk layak menyambut kedatangan-Nya di awan-awan yang permai. Kita benar-benar mendapat upah seratus kali lipat dan hidup kekal selamanya.

Setiap langkah hidup kita diancam oleh maut, tetapi kita bertahan, kita berada dalam tangan Tuhan; mulai dari penyerahan anak--permulaan berada di dalam tangan Tuhan--, kemudian lebih dipeluk lagi lewat ibadah pelayanan yang sungguh-sungguh, lebih erat lagi dipeluk lewat penggembalaan--sudah tidak bisa terlepas lagi--, sampai tempat penggembalaan terakhir di Yerusalem baru.

Tuhan memberkati kita semua.


Ibadah Raya
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Wahyu 6: 12-17
6:12. Maka aku melihat, ketika Anak Domba itu membuka meterai yang keenam, sesungguhnya terjadilah gempa bumi yang dahsyat dan matahari menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan menjadi merah seluruhnya bagaikan darah.
6:13. Dan
bintang-bintang di langit berjatuhan ke atas bumi bagaikan pohon ara menggugurkan buah-buahnya yang mentah, apabila ia digoncang angin yang kencang.
6:14. Maka menyusutlah langit bagaikan gulungan kitab yang digulung dan tergeserlah gunung-gunung dan pulau-pulau dari tempatnya.
6:15. Dan raja-raja di bumi dan pembesar-pembesar serta perwira-perwira, dan orang-orang kaya serta orang-orang berkuasa, dan semua budak serta orang merdeka bersembunyi ke dalam gua-gua dan celah-celah batu karang di gunung.
6:16. Dan mereka berkata kepada gunung-gunung dan kepada batu-batu karang itu: "Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu."
6:17. Sebab sudah tiba hari besar murka mereka dan siapakah yang dapat bertahan?

Ini adalah pembukaan METERAI yang KEENAM; penghukuman yang keenam dari Allah Roh Kudus atas dunia (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 24 September 2017), yaitu terjadi gempa bumi yang dahsyat, sehingga matahari menjadi hitam, bulan menjadi merah, bintang gugur, gunung bergeser, pulau bergeser, dan lain-lain, yang membuat banyak orang meninggal dunia.

Terlebih lagi gempa bumi secara rohani.
Gempa bumi yang dahsyat secara rohani adalah dunia dengan segala pengaruhnya: kesibukan, kesukaan, kesusahan, kesulitan, kejahatan, kenajisan, kebencian dan lain-lain, yang mengakibatkan:

  1. Ayat 12-13: kegelapan--matahari menjadi hitam, bulan menjadi merah, dan bintang berjatuhan; ada badai dan sandungan yang terjadi sampai mengakibatkan kematian kedua (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 24 September 2017) sampai Ibadah Doa Surabaya, 27 Oktober 2017).


  2. Ayat 14: kegoncangan--gunung-gunung dan pulau-pulau tergeser; kasih pada Tuhan bergeser (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 29 Oktober 2017).
  3. Ayat 15-17: ketakutan.

Semua ini bukan hanya membunuh tubuh jasmani, tetapi juga membawa pada kebinasaan kekal di neraka--lebih dahsyat dari gempa bumi secara jasmani. Kalau gempa bumi secara jasmani hanya membunuh tubuh.

AD. 2 KEGONCANGAN
Pengaruh dunia mengakibatkan kegoncangan terutama secara rohani, yaitu:

  1. Markus 4: 18-19
    4:18. Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu,
    4:19. lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.

    Yang pertama: pengaruh dunia adalah kekuatiran dan keinginan dunia yang bertentangan dengan firman, sehingga pemberitaan firman terhalang.
    Akibatnya: firman tidak berbuah; imannya tidak bertumbuh, malah merosot.


  2. Wahyu 3: 10
    3:10. Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.

    Yang kedua: pengaruh dunia adalah pencobaan-pencobaan di segala bidang, yang memuncak pada zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun, yang membuat iman menjadi goyah/bimbang--ragu akan firman/pribadi Tuhan. Tadi iman tidak bertumbuh, sekarang ditambah lagi dengan goyah/bimbang: Apa Tuhan ada? Kok bisa begini, kok bisa tidak ada jalan?

    Ini gempa dahsyat yang menghantam iman/pemberitaan firman. Hati-hati!


  3. Wahyu 13: 13-14
    13:13. Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang.
    13:14. Ia menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan tanda-tanda, yang telah diberikan kepadanya untuk dilakukannya di depan mata binatang itu. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu.

    Yang ketiga: pengaruh dunia adalah tanda-tanda ajaib secara jasmani, yang dibuat oleh nabi palsu.
    Buktinya: tanpa kebenaran dan penyucian.

    Ini yang banyak digembar-gemborkan sekarang.
    Kalau dari Tuhan, dimulai dulu dari mujizat rohani, itulah kebenaran, penyucian dan pembaharuan hidup, baru yang jasmani terjadi. Tetapi ini dibalik, yang jasmani saja, dan yang rohani dianggap tidak penting.

    Nanti tanda jasmani akan lebih hebat lagi, tetapi kebenaran dan kesucian semakin tidak ada lagi.
    Jika hamba/pelayan Tuhan beribadah melayani hanya mencari tanda jasmani, ia pasti akan disesatkan oleh nabi palsu dan ia gugur dari iman/pengajaran yang benar. Dia diombang-ambingkan tanda ajaib, padahal tidak ada penyucian. Setan bisa membuat miskin menjadi kaya tetapi tidak benar dan suci.

Inilah gempa dahsyat yang menghantam iman/pemberitaan firman: kekuatiran dan keinginan dunia, pencobaan-pencobaan, dan tanda-tanda jasmani dari setan, sehingga gugur dari iman/pengajaran yang benar.

Jadi, gempa bumi secara rohani adalah pengaruh dunia dengan tiga hal di atas yang mengakibatkan hamba/pelayan Tuhan BERGESER DARI IMAN--tadi kegoncangan adalah gunung dan pulau bergeser--; bergeser dari firman pengajaran yang benar; bergeser dari ibadah pelayanan yang benar--hanya mengutamakan berkat-berkat jasmani--; bergeser dari penyembahan yang benar sehingga terlepas dari tangan Tuhan, dan beralih pada tangan setan untuk dibinasakan selamanya. Kita hati-hati!

Mulai dari pengajarannya dulu--pengajaran adalah kepala. Kalau kepalanya sudah bergeser, semua geraknya sudah bergeser, dan beralih pada tangan setan dengan kuasa maut; menuju kebinasaan selamanya.
Karena itu rasul Paulus menasihatkan: Jangan bergeser! Biar gunung dan pulau bergeser, jangan sampai iman kita bergeser.

Kolose 1: 23
1:23. Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.

Kita semua jangan mau digeser dari Injil atau pengajaran yang benar, yang sudah kita terima, yakini dan alami dalam hidup, nikah dan pelayanan kita!

"Kalau saya gampang saja. Angkatan saya waktu Lempin-El tujuh bulan, tidak bayar. Kami menyanyi, mendengar firman, makan, padahal kami tidak ada kerjaan, tidak ada jemaat. Mau cari di mana lagi ajaran seperti itu? Waktu itu enam puluh orang, kalau kos berapa? Pikiran saya gampang saja. Kami hanya mendengar pengajaran yang benar, ibadah yang benar, menyembah yang benar, semuanya ada. Untuk apa yang lain? Bukan saya menghina, yang lain terserah, tetapi ini yang saya sudah terima, yakini dan alami. Sudah cukup. Secara jasmani dan rohani terbukti."

Kalau kita tidak bergeser, bukan hanya beberapa saat saja, tetapi sampai kita mencapai hidup kekal.
Rasul Paulus juga orang jahat, lalu kena sinar, dan dia berubah. Sudah cukup! Mau apa lagi? Jangan bergeser!
Jangan ragu hari-hari ini! Tuhan tolong kita semua.

Ada dua bentuk pemberitaan firman yang diajarkan oleh rasul Paulus, dan diteladankan oleh Yesus:

  1. Efesus 1: 13
    1:13. Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

    Amsal 25: 25
    25:25. Seperti air sejuk bagi jiwa yang dahaga, demikianlah kabar baik dari negeri yang jauh.

    Yang pertama: Injil keselamatan; firman penginjilan; kabar baik= memberitakan tentang kedatangan Yesus pertama kali ke dunia untuk mati di kayu salib dan menyelamatkan manusia berdosa.

    1 Korintus 1: 23-24
    1:23. tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,
    1:24. tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah
    kekuatan Allah dan hikmat Allah.

    "'untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan' => Dua kali saya ke Israel, mereka hafal silsilah raja-raja. Saya tanya: 'Bagaimana dengan Tuhan Yesus?': 'Itulah bedanya kita.' Mereka tidak mau menerima Yesus sebagai Juruselamat, sebab mereka anggap Yesus anak tukang kayu, dan disalib juga. Ini tugas kita yaitu memberitakan Yesus yang disalibkan. Mereka masih menantikan Mesias. Kalau mereka ibadah di tembok ratapan, mereka berjam-jam berdoa memohon supaya Yesus datang untuk membangun Bait Allah jasmani. Kalau Bait Allah jasmani dibangun, mereka akan makmur. Itu keyakinan mereka. Mereka belum tahu Bait Allah yang rohani. Itu tugas kita."

    'bukan Yahudi'= bangsa kafir.
    'untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan'= bangsa kafir menganggap salib sebagai kebodohan; nasi pecel masih enak untuk apa puasa? Disuruh doa semalam suntuk, apa itu? Hari Minggu disuruh ibadah, apa itu? Itulah bangsa kafir yang tidak mau salib.

    'kekuatan Allah dan hikmat Allah'=> Yesus yang disalib adalah HIKMAT DAN KUASA ALLAH UNTUK MENYELAMATKAN manusia berdosa; firman penginjilan mengandung hikmat dan kuasa Allah untuk menyelamatkan dan membenarkan manusia berdosa. Ini harus menjadi keyakinan kita.

    Kisah Rasul 16: 30-31, 33
    16:30. Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: "Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?"
    16:31. Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu."
    16:33. Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis.

    'engkau dan seisi rumahmu'= Tuhan berikan tekanan tentang keluarga, dan hari-hari ini keluar ayat-ayatnya. Jangan egois! Mungkin orang itu merugikan kita dan lain-lain, tidak apa-apa. Yesus ditelanjangi, diludahi, dipukuli, ditombak dan lain-lain, tetapi Dia selalu ingat untuk menyelamatkan. Kita juga belajar. Ini tanggung jawab kita. Seisi rumah harus kerja, kuliah, bagus, tetapi semua itu paling maksimal sampai di liang kubur, kalau tidak, di tengah jalan sudah berhenti.
    Tetapi mari, tingkatkan pada keselamatan sekeluarga.

    'kepala penjara'= bangsa kafir. Dia sendiri belum selamat, tetapi ingat keluarganya. Apalagi kalau kita sudah selamat, masakan tidak ingat keluarga kita? Kalau kita sudah selamat kita harus ingat yang lain.

    Matius 3: 7-9, 11
    3:7. Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?
    3:8. Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.
    3:9. Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!
    3:11. Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

    Tanda keselamatan sekeluarga:


    • Percaya Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat lewat mendengar kabar baik.
    • Bertobat; berhenti berbuat dosa dan kembali pada Tuhan; mati terhadap dosa. Kalau kita percaya Yesus sebagai Juruselamat, mari bertobat. Itu bukti kalau iman menjadi rem, supaya kita tidak berbuat dosa.


    • Baptisan air yang benar.
      Kolose 2: 12
      2:12. karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati.

      Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat, harus dikuburkan dalam air bersama Yesus sehingga bangkit--keluar dari dalam air--untuk mendapatkan hidup baru,, yaitu HIDUP DALAM KEBENARAN.

      Tadi, bangsa Israel yang berbuat dosa dari keturunan Abraham menjadi keturunan ular beludak. Tetapi lewat baptisan, keturunan ular beludak menjadi keturunan Abraham--hidup benar sama dengan menjadi keturunan Abraham.

      Hidup dalam kebenaran= hidup dari iman.
      Galatia 3: 7
      3:7. Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.

      Iman itu mudah saja, yaitu hidup benar. Tidak usah bicara apa-apa. Diam saja tetapi hidup, bicara, nikah, pekerjaan, sekolahnya benar, itu sudah hidup dari iman.
      Tidak punya uang tetapi tidak mencuri--kalau hamba Tuhan tidak meminta atau hutang--, itu sudah hidup dari iman; itulah keturunan Abraham. Keturunan ular beludak--Israel yang berdosa--tidak pernah lurus.

      'Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini'= bangsa kafir hanya batu yang hanya tenggelam dalam kubangan dosa--seperti babi kembali ke kubangan--sampai lautan api dan belerang, tetapi bisa menjadi keturunan Abraham, umat pilihan Tuhan lewat percaya, bertobat dan baptisan air. Kita layak menerima berkat Abraham sampai anak cucu, dan menjadi berkat bagi orang lain.

      'bagaimana kami bisa diselamatkan?'= ini kerinduan dari bangsa kafir: Bagaimana sekeluarga kami bisa diselamatkan?

      Benar sama dengan selamat; tidak benar sama dengan tidak selamat.


    • Baptisan Roh Kudus= membuat kita hidup baru yaitu TAAT DENGAR-DENGARAN pada firman Allah; ini sama dengan memantapkan bahkan mempermanenkan keselamatan/kebenaran.
      Jangan keluar dari firman! Tidak mungkin kita berbuat dosa lagi.
      Saat kita tidak taat, saat itulah kita jatuh dalam dosa.


    Inilah kabar baik, terutama untuk kita bangsa kafir. Bagaimana kita sekeluarga diselamatkan, itu harus menjadi doa dan pergumulan kita hari-hari ini.

    Sikap kita terhadap kabar baik/Injil keselamatan:


    • Jangan bergeser dari Injil keselamatan/kabar baik; jangan ragu/bimbang dan jangan tinggalkan! Berarti kita tetap hidup benar.
    • Memberitakan/menyaksikan kabar baik di manapun kita berada, kapanpun, dan situasi apapun, mulai dari keluarga kita.


    Bukti tidak bergeser, dan menjadi saksi: hidup benar dan taat dengar-dengaran. Mungkin tidak ada kesempatan bicara di rumah tangga, kita praktikkan saja hidup benar dan taat dengar-dengaran: suami mengasihi isteri, isteri tunduk pada suami, anak tunduk pada orang tua. Ini sudah menjadi cahaya kesaksian Injil--tidak mau diajak berbuat yang tidak benar--, sehingga orang lain juga mencari Injil keselamatan.


  2. 2 Korintus 4: 3-4
    4:3. Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
    4:4. yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

    Matius 25: 6
    25:6. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

    Yang kedua: cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus/firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua/kabar mempelai= memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga, bukan bayi lagi.

    Tadi Yesus sebagai bayi, kita hanya sampai pada hidup benar dan taat dengar-dengaran; kita tidak bergeser malah menjadi saksi, sekalipun ada pengaruh dunia: kekuatiran, pencobaan, dan ajaran sesat. Sekarang kabar mempelai yang memberitakan kedatangan Yesus dalam kemuliaan.

    Firman pengajaran bagaikan hujan yang menyucikan kita.
    Ulangan 32: 2
    32:2. Mudah-mudahan pengajaranku menitik laksana hujan, perkataanku menetes laksana embun, laksana hujan renai ke atas tunas muda, dan laksana dirus hujan ke atas tumbuh-tumbuhan.

    Tingkatan firman pengajaran:


    • Embun; tidak banyak yang tahu.
    • Hujan rintik; mulai ada respon.
    • Hujan lebat; hujan firman pengajaran, tinggal buka gereja, masuk semua.


    Kalau sekarang orang tidak respon pada pengajaran, jangan putus asa. Satu waktu akan jadi hujan rintik--mulai ada respon--dan dirus hujan. Penginjilan akan meningkat pada pengajaran. Tidak mungkin tidak!

    Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua berguna untuk membersihkan kotoran dosa. Ini juga mengandung hikmat.
    Tadi, Yesus yang disalib--Injil keselamatan--mengandung hikmat dan kuasa untuk menyelamatkan. Sekarang, firman pengajaran mengandung HIKMAT DAN KUASA TUHAN UNTUK MENYEMPURNAKAN.

    Kolose 1: 27-28
    1:27. Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!
    1:28. Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang
    kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.

    'di antara bangsa-bangsa lain'= bangsa kafir; yang mendapat kabar mempelai adalah bangsa kafir lewat rasul Paulus dan Pdt F.G van Gessel.
    'Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan'= firman pengajaran memberitakan Kristus yang mulia. Tadi, Injil keselamatan memberitakan Kristus yang disalibkan.
    'kami ajari'= pengajaran.

    Di dalam kabar mempelai terkandung hikmat dan kuasa Allah untuk MENYUCIKAN DAN MENYEMPURNAKAN kita; kita menjadi sama dengan Yesus; menjadi mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

    Jadi jelas, harus penginjilan dulu.

    "Kami yang bukan keturunan kristen, sangat terasa penginjilan ini. Diajak teman ibadah ke aliran lain, saya disuruh maju, lalu ditarik mundur, pernah ikut ibadah agama lain karena ditakut-takuti teman sekampung. Meraba-raba, tetapi begitu mendengar Injil, mantap--hidup dalam kebenaran. Tahun 1982 saya diajak teman mendengar pengajaran, lebih kaget lagi: Kok bisa ini? Saya sudah dengar firman dari hamba Tuhan dalam dan luar negeri, tetapi ini kok lain ya? Ternyata sudah beralih pada pengajaran. Ini yang harus kita terima hari-hari ini."

    Sikap kita terhadap pengajaran benar yang Tuhan wahyukan pada Pdt van Gessel:


    • Jangan bergeser dari firman pengajaran yang benar/kabar mempelai--wahyu dari Tuhan kepada Pdt F.G van Gessel--yang sudah kita terima, yakini, dan alami!

      "Maaf, bukan mau cerita-cerita soal uang. Dulu saya ditempatkan di Gending, kolektenya dikumpulkan semua, untuk bayar bis saja tidak bisa. Tetapi saya bisa sekalipun tidak berhutang, dan masih memelihara dan menyekolahkan dua orang anak. Om Pong tanya: 'Berapa kolektenya, pak Wi?': 'Sekian.' Dia tahu itu jumlah yang 'lucu' kalau di dunia. Tetapi dia membesarkan hati saya: 'Bagus itu, terus ya.' Saya kuat juga.
      Karena itu sekarang kalau murid saya tidak makan, saya bilang: Terus! Karena om Pong bilang ke saya: Pak Wi, kalau puasa sampai lapar ya. Kalau dua hari tidak lapar, terus ya. Itu nasihat beliau.
      "


    • Memberitakan/menyaksikan kabar mempelai di manapun, kapanpun dan situasi apapun kepada orang-orang yang sudah selamat, untuk masuk dalam penyucian dan pembangunan tubuh Kristus.

      "Ke mana-mana Tuhan utus, Tuhan tolong. Terima kasih doanya untuk ibadah kunjungan di Jayapura. Di tempat-tempat tertentu kalau saya diutus ke sana, di dalam hati lebih baik tidak karena ditolak sana-sini; baru turun sudah ditolak. Bagi saya, lebih baik tidak. Tetapi itulah, kita harus melayani yang tidak mau dilayani. Ternyata Tuhan buka jalan. Dulu kita pakai satu, sekarang buka setengah lagi. Pemilik hotelnya berkata kepada Pdt Edo: Nanti tahun depan saya kira sudah buka semua. Puji Tuhan."


    Praktiknya: hidup dalam kesucian. Kalau sudah hidup suci, kita sudah menjadi saksi, sekalipun mungkin kita belum bisa berbicara.

    Syarat untuk hidup suci: ranting melakat pada pokok anggur yang benar; TERGEMBALA; ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok (ruangan suci). Kalau tidak berada di ruangan suci, lalu menjadi saksi, kita seperti membawa pedangnya Petrus yang membuat orang lain lari. Dia sendiri tidak suci, tetapi mau coba-coba, tidak akan ada yang kena. Kalau dia sendiri digembalakan, dia disucikan dulu. Ini yang penting; kita sendiri yang disucikan lebih dulu.

    Yohanes 15: 1-3
    15:1. "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
    15:2. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
    15:3. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

    'bersih'= suci.
    Kita harus tergembala pada pribadi Yesus/firman pengajaran yang benar, bukan pada siapa-siapa. Kita harus selalu berada di dalam kandang penggembalaan. Itu sudah cukup.

    Dalam penggembalaan kita mengalami penyucian secara intensif sampai menghasilkan buah yang manis--buah-buah Roh. Kalau sudah berbuah kita bisa dipakai Tuhan; mengirim buah ke mana-mana. Di dalam rumah tangga kalau semua berbuah, tidak sulit, bisa makan bersama, tidak ada ribut-ribut. Kalau di rumah tangga ada lima orang, tetapi yang berbuah hanya satu orang, sulit, akan berebut.
    Di dalam penggembalaan, kalau berbuah semua, akan ada perjamuan kasih. Fellowship juga tidak sulit.

    "Satu bulan dua kali, orang bertanya: Dari mana biayanya? Baru pesawatnya sudah pusing. Tetapi dari mana? Dari buah."

    Kita ini hanya ranting. Yang bekerja adalah pokok, bukan kita. Jangan sombong! Rugi sekali kalau kita tidak mau melekat pada pokok. Tergembalalah sampai kita berbuah buah Roh; kita akan dipakai Tuhan, semakin hari semakin manis.

Kalau kita tidak bergeser dari Injil (mantap dalam kebenaran dan keselamatan) dan pengajaran (digembalakan dan disucikan sampai berbuah), kemudian menyaksikan Injil dan pengajaran, hasilnya:

  1. Roma 10: 15
    10:15. Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: "Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!"

    (terjemahan lama)
    10:15. Dan bagaimanakah mereka itu hendak memberitakan, jikalau tiada disuruh? Seperti yang tersurat:
    Alangkah eloknya segala tapak kaki orang yang membawa kabar kesukaan dari hal yang baik.

    Hasil pertama; setiap langkah hidup kita diatur oleh Tuhan. Maut satu langkah jaraknya dengan kita, tetapi kalau setiap langkah hidup diatur oleh Tuhan, maka maut tidak bisa menjamah kita.

    Setiap langkah diatur oleh Tuhan, artinya:


    1. Tuhan sanggup memelihara hidup kita secara ajaib.
    2. Tuhan sanggup memberikan masa depan yang berhasil dan indah. Yakinlah!
      Mungkin masih tidak indah, mari, jangan bergeser dari Injil--hidup benar dan taat--, dan pengajaran--tergembala sungguh-sungguh, kita disucikan--, sudah cukup.


  2. Mazmur 68: 12
    68:12. Tuhan menyampaikan sabda; orang-orang yang membawa kabar baik itu merupakan tentara yang besar:

    Tentara yang besar, bukan tulang kering (Yehezkiel 37: 2, 10).
    Kalau mundur dari pengajaran kita akan menjadi tulang kering yang berserakan. Ngeri! Percayalah!
    Kering rohani ini bisa karena iri, najis dan lain-lain (di kitab Amsal).
    Mari, kembali pada Injil keselamatan dan pengajaran; kembali pada kebenaran dan kesucian!

    Hasil kedua: kita menjadi tentara sorga yang besar.
    Artinya:


    1. Berjuang untuk tetap setia dan tanggung jawab dalam ibadah pelayanan sampai garis akhir--sampai meninggal atau Tuhan datang kembali.
      Mari tetap setia berkobar dalam ibadah pelayanan apapun yang terjadi, sampai garis akhir.


    2. Berjuang jangan sampai menjadi tulang kering--kekeringan rohani. Iri hati, benci, dusta, najis, singkirkan!


    Jangan kering hari-hari ini!
    Kalau kering (tidak puas), akan mencari kepuasan di dunia, tambah susah dan hancur semua. Tuhan tolong kita semua.


  3. Kidung Agung 6: 10
    6:10. "Siapakah dia yang muncul laksana fajar merekah, indah bagaikan bulan purnama, bercahaya bagaikan surya, dahsyat seperti bala tentara dengan panji-panjinya?"

    Tentara besar ini dengan matahari, bulan dan bintang, itulah mempelai wanita sorga.
    'bulan purnama'= bulan di bawah kaki.
    'surya'= selubung matahari.

    Hasil ketiga: langkah terakhir, kita disempurnakan oleh Tuhan.

    Wanita dengan matahari, bulan dan bintang (Wahyu 12: 1) adalah mempelai wanita Tuhan yang sempurna, tidak ada gelap kita. Kita bersama Tuhan selamanya; kita menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai. Ini yang paling indah.

    Pengkhotbah 3: 11
    3:11. Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

    Tunggu waktu Tuhan, dan Dia akan menjadikan semua indah pada waktunya, sampai yang terindah di awan-awan. Yang penting jangan bergeser dari Injil keselamatan (hidup benar) dan pengajaran (hidup suci), ditambah dengan bersaksi.

    Kalau hidup kita belum indah, kembali pada penginjilan, apa yang tidak benar, buang; ketidaktaatan, buang. Kembali pada pengajaran, disucikan. Kalau sudah kembali, tetapi belum indah, berarti kita tinggal menunggu waktu Tuhan. Satu waktu Dia akan menjadikan semua indah pada waktunya, sampai yang terindah di awan-awan.

Jangan sesali apa yang sudah terjadi! Kalau sudah rusak, hancur atau gagal, kembali pada Tuhan!
Jangan putus asa dan kecewa kalau belum indah malah seperti tulang kering: hanya sengsara, air mata dan kegagalan. Datang pada Tuhan! Yang sudah berhasil jangan sombong, tetapi tetap dalam tangan Tuhan, jangan terlepas dari tangan-Nya. Yang belum indah, yang mulai indah, serahkan pada Tuhan; hidup dalam tangan ajaib-Nya!

Tuhan melihat langkah hidup dan air mata kita, Dia lihat semuanya. Serahkan kepada Dia!
Mungkin tidak ada yang tahu bahkan tidak mau tahu, tetapi Tuhan yang tahu keadaan kita. Dia yang tahu letih lesu dan air mata kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 13 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Mojoagung)

  • 22 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Hotel Sun Palace Trowulan (Pagi))

  • 24 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Hotel Kartika Graha Malang)

  • 25 Desember 2017
    (Ibadah Natal di Square Ballroom Surabaya)

  • 16 Januari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Ciawi (Pagi-Sore))

  • 17-18 Januari 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top