|
RINGKASAN LAINNYA
Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 April 2011 (Kamis Sore)
Matius 26:12 26:12 Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku, ia membuat... Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 23 Juli 2009 (Kamis Sore)
Matius 24: 32-35
NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL
Pohon ara ini ditampilkan dari zaman ke zaman:
Zaman Allah... Ibadah Doa Surabaya, 12 November 2008 (Rabu Sore)
Matius 24: 26-27 -> tanda utama kedatangan Yesus yang kedua kali, yaitu
ditandai... Ibadah Doa Surabaya, 06 Oktober 2010 (Rabu Sore)
Disertai
dengan puasa Matius
6: 16-18 6:16.
"Dan apabila kamu berpuasa, janganlah
muram mukamu
seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya... Ibadah Kenaikan Tuhan Malang, 21 Mei 2009 (Kamis Sore)
Memperingati kenaikan Tuhan tidak bisa dipisahkan dengan kedatangan Tuhan kedua kali. Memperingati kenaikan Tuhan berarti... Ibadah Raya Surabaya, 27 Maret 2011 (Minggu Sore)
Tema
Ibadah di Bagan Batu (Lukas 6:12-16) Lukas
6: 13 6:13.
Ketika hari siang, Ia memanggil
murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih
dari antara... Ibadah Raya Surabaya, 20 Mei 2012 (Minggu Sore)
Matius
27: =
dalam Tabernakel, terkena pada 7
kali percikan darah di
atas
tabut perjanjian/tutup pendamaian=
sengsara yang dialami oleh Yesus sampai... Ibadah Doa Surabaya, 13 Mei 2009 (Rabu Sore)
Maleakhi 2: 1-2, 6, 8
Yesus telah mati disalib untuk mengubah kutukan menjadi berkat, terutama bagi... Ibadah Doa Surabaya, 24 Februari 2010 (Rabu Sore)
Matius 24: 51b
= berjaga-jaga dikaitkan dengan kemunafikan.
Kita harus berjaga-jaga supaya kita tidak ketinggalan... Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 11 Juni 2009 (Kamis Sore)
Matius 24:32 = NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL.
Pohon ara ini ditampilkan dari jaman ke jaman:
jaman Allah... Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 21 November 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:28-32 menunjuk pada nubuat ke-6: nubuat tentang pohon ara. Pohon ara yang... Ibadah Raya Surabaya, 28 November 2010 (Minggu Sore)
Disertai
penataran imam-imam dan calon imam-imam Tema
di Jakarta "Wahyu 21: 5" 21:5.
Ia yang duduk di atas takhta itu... Ibadah Kaum Muda Malang, 04 Juli 2009 (Sabtu Sore)
Markus 13:14-16 adalah NUBUAT TENTANG ANTIKRIS.
Ibadah Raya Malang, 17 Oktober 2010 (Minggu Pagi)
Matius 25:31-46 adalah tentang penghakiman yang terakhir.
Matius 25:31 25:31. "Apabila Anak Manusia... Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 25 Maret 2010 (Kamis Sore)
Pembicara: Pdt. Mikha Sanda Toding.
Matius 6:11-13, kita membutuhkan kelepasan...
TRANSKRIP LENGKAP
Doa (Selasa Sore, 19 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis Sore, 14 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 12 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 10 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 05 Februari 2008)
Tayang: 29 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 31 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 29 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 27 Januari 2008)
Tayang: 22 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 20 Januari 2008)
Tayang: 04 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 17 Januari 2008)
Tayang: 26 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 15 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 13 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Bible Study (Kamis, 10 Januari 2008)
Tayang: 29 Januari 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Selasa, 08 Januari 2008)
Tayang: 22 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 06 Januari 2008)
Tayang: 16 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Umum (Minggu Pagi, 30 Desember 2007)
Tayang: 05 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Doa (Rabu, 26 Desember 2007)
Tayang: 30 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Selasa Sore, 25 Desember 2007)
Tayang: 27 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Sore, 17 November 2011)
Tayang: 23 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Lain (Kamis Pagi, 17 November 2011)
Tayang: 18 Desember 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.
Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @ |
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 11 September 2011 (Minggu Sore)
Matius
26: 30-32, 34 26:30.
Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan
murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun. 26:31. Maka berkatalah Yesus
kepada mereka: "Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu
karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku
akan membunuh gembala
dan kawanan
domba itu akan tercerai-berai. 26:32.
Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke
Galilea." 26:34. Yesus berkata kepadanya: "Aku berkata
kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum
ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali."
ay.
30-35= PERINGATAN
TUHAN KEPADA PETRUS. Tuhan
memperingatkan Petrus dengan Firman nubuat. Firman
nubuat:
- memberitakan
segala sesuatu yagn akan terjadi di akhir jaman,
- mengungkapkan
dosa-dosa yang tersembunyi.
- menyucikan dan mengubahkan kehidupan kita.
Jadi,
Firman nubuat sama dengan Firman pengajaran yang benar.
Matius
26: 33, 35 26:33.
Petrus menjawab-Nya: "Biarpun mereka semua tergoncang imannya
karena Engkau, aku
sekali-kali tidak." 26:35.
Kata Petrus kepada-Nya: "Sekalipun aku harus mati bersama-sama
Engkau, aku
takkan menyangkal Engkau."
Semua murid yang lainpun berkata demikian juga.
ay.
33, 35= sikap dari Petrus, yaitu Petrus
menolak Firman nubuat
('aku
sekali-kali tidak'
dan 'aku
takkan menyangkal Engkau'). Petrus
menolak Firman nubuat karena KESOMBONGAN
HATI
(sudah dijelaskan mulai Ibadah
Pendalaman Alkitab Surabaya, 05 September 2011).
Praktik
kesombongan/ketinggian hati:
- ay.
33= "Biarpun
mereka semua
tergoncang imannya
karena Engkau, aku
sekali-kali tidak."=
merasa lebih benar dari yang lain= memakai
kebenaran diri sendiri
(sudah dijelaskan pada Ibadah Doa Surabaya, 07 September 2011).
- ay.
35= "Sekalipun
aku harus mati bersama-sama Engkau, aku
takkan menyangkal Engkau."=
Petrus
mau mendahului berkorban diri sebelum Yesus berkorban diri.
Malam
ini, kita membahas kesombongan Petrus yang kedua
(Petrus
mau mendahului berkorban diri sebelum Yesus berkorban diri). 1
Yohanes 4: 10 4:10.
Inilah kasih itu: Bukan
kita yang telah mengasihi Allah,
tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah
mengutus Anak-Nya
sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.
=
Yesus mengorbankan DiriNya sebagai korban pendamaian. Dan ini
merupakan wujud dari kasih Allah. Jadi, kita harus MENERIMA
KORBAN YESUS LEBIH DAHULU, BARU BISA BERKORBAN UNTUK TUHAN,
bahkan bisa memberikan seluruh hidup kita kepada Tuhan.
Jadi,
disini, Petrus
berkorban TANPA KASIH ALLAH=
hidupnya tanpa kasih Allah. Petrus yang hebat, ternyata beribadah
melayani Tuhan tanpa kasih, sehingga menolak Firman nubuat/Firman
pengajaran yang benar. Tanpa
kasih= tanpa Firman pengajaran yang benar.
Karena
tidak ada kasih, akibatnya:
- Petrus
menyangkal Tuhan lewat perkataan=
tidak mengaku Yesus= IMAN
PETRUS TIDAK TAHAN UJI
karena ketakutan, sehingga gugur dari iman.
- Petrus
menyangkal Yesus dengan perbuatan.
Yohanes
21: 3 21:3.
Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku
pergi menangkap ikan."
Kata mereka kepadanya: "Kami
pergi juga dengan engkau."
Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak
menangkap apa-apa.
'Aku
pergi menangkap ikan'=
sebenarnya, Tuhan perintahkan Petrus menjadi penjala manusia. Tetapi
disini, Petrus kembali jadi penjala ikan karena ketakutan.
Jadi,
PETRUS
TIDAK SETIA
sampai tinggalkan ibadah pelayanan karena ketakutan dan
kekhawatiran.
Tadi waktu Petrus berkata mau mati, murid-murid
lainnya juga berkata yang sama. Dan saat Petrus mau menjala ikan,
murid-murid lainnyapun juga ikut-ikutan.
Artinya, kalau
kita beribadah tanpa kasih, maka kita akan ikut-ikutan saja dan
tidak tahan uji. Sebab
itu, masuk dalam persekutuan jangan karena ikut-ikutan. Persekutuan
yang terkecil dimulai dari dalam nikah (jangan masuk nikah karena
ikut-ikutan!).
Kalau
terjadi penyangkalan,
akibatnya:
- Yohanes
21: 3
21:3.
Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan."
Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau."
Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak
menangkap apa-apa.
Akibat
pertama: 'tidak
menangkap apa-apa'=
gagal
total,
seperti carang terlepas dari Pokok anggur yang benar dan tidak bisa
berbuat apa-apa.
- Yohanes
21: 7
21:7.
Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu
Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka
ia mengenakan pakaiannya, sebab ia
tidak berpakaian,
lalu terjun ke dalam danau.
Akibat
kedua: 'tidak
berpakaian'=
telanjang=
dipermalukan, hidup dalam dosa sampai puncaknya dosa. Dan ini
artinya, kebinasaan untuk selamanya.
Sikap
kita yang benar adalah selalu MERENDAHKAN
DIRI
untuk menerima kasih Allah/menerima Firman pengajaran yang
benar.
Proses
menerima kasih Allah/Firman pengajaran yang benar:
- Amsal
28: 13
28:13.
Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi
siapa
mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.
Proses
menerima kasih Allah yang pertama: kita
bisa mengakui dosa-dosa kita lewat pekerjaan Firman pengajaran yang
benar.
Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi. Dan kita akan 'disayangi'
(menerima kasih Allah).
Kalau dosa dipertahankan, tidak ada
kasih dalam hidup kita.
Kalau mengaku dosa dan tidak berbuat
dosa lagi, kita menerima kasih mula-mula dari atas kayu
salib.
Petrus juga mengalami untuk mengaku dosa.
Lukas
22: 60-62 22:60.
Tetapi Petrus berkata: "Bukan, aku tidak tahu apa yang engkau
katakan." Seketika itu juga, sementara ia berkata, berkokoklah
ayam. 22:61. Lalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus. Maka
teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya: "Sebelum
ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal
Aku." 22:62. Lalu ia pergi ke luar dan menangis
dengan sedihnya.
'menangis
dengan sedihnya'=
mengaku dosa.
- Proses
menerima kasih Allah yang kedua: masuk
dalam kandang penggembalaan.
Setelah
menerima kasih mula-mula, harus dipertambahkan lewat kandang
penggembalaan (ruangan suci):
Yohanes
21: 15, 17-19a 21:15.
Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak
Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?"
Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku
mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah
domba-domba-Ku." 21:17.
Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak
Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih
hati Petrus
karena Yesus
berkata untuk ketiga
kalinya:
"Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya:
"Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku
mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah
domba-domba-Ku. 21:18.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau
mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja
kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau
akan mengulurkan tanganmu
dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat
yang tidak kaukehendaki." 21:19a. Dan hal ini dikatakan-Nya
untuk menyatakan bagaimana Petrus
akan mati dan memuliakan Allah.
Dalam
penggembalaan, yang kita alami:
- pertumbuhan kasih Allah sampai menjadi kasih yang sempurna.
- Tuhan
menunjukan dosa-dosa kita sampai dosa-dosa yang tersembunyi,
sehingga kita mengakui dan meninggalkannya sampai sempurna.
Setiap
dosa dibuang, kasih Allah akan masuk.
Yesus
bertanya pada Petrus 3x= 3 macam ibadah pokok. Kalau tidak
tergembala, kita akan merasa hebat. Tapi kalau tergembala, kita akan
merasa tidak mampu mengasihi Tuhan (seperti Petrus yang merasa sedih
setelah Tuhan bertanya 3x, karena ia ingat ia pernah menyangkal
Tuhan).
1
Yohanes 4: 18 4:18.
Di
dalam kasih tidak ada ketakutan:
kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan
mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam
kasih.
Kalau
dosa disingkirkan sampai menjadi kasih sempurna, maka tidak
ada lagi ketakutan. Setelah
Petrus menerima kasih sempurna
(kasih Mempelai yang bagaikan sinar matahari dari wajah Yesus),
Petrus
berani mengulurkan tangan kepada Tuhan. Artinya:
- taat
dengar-dengaran pada Tuhan apapun resikonya,
padahal sebelumnya Petrus menolak Firman.
- rela
berkorban apa saja untuk Tuhan.
- mengasihi
Tuhan lebih dari semua.
- percaya
dan mempercayakan diri sepenuh HANYA kepada Tuhan.
Sebelumnya, Petrus masih ragu dan takut.
Dan
Tuhan juga mengulurkan Tangan kasihNya kepada Petrus, sehingga
Petrus hidup dalam Tangan kasihNya Tuhan. Begitu juga dengan
kita. Kita harus mengulurkan tangan kepada Tuhan, sehingga kita
hidup dalam Tangan kasih Tuhan,
karena posisi kita seperti domba di tengah-tengah serigala. Sehebat
apapun kita, di luar Tangan Tuhan, kita tidak bisa berbuat
apa-apa.
KALAU
DI LUAR TANGAN KASIH TUHAN, BANYAK YANG AKAN MENYANGKAL TUHAN.
Bahkan, Petrus yang hebatpun, bisa menyangkal Tuhan karena tidak
kuat.
Hari-hari ini, KITA
HARUS HIDUP DALAM TANGAN KASIH TUHAN!
Hasil
kalau kita hidup dalam Tangan kasih Tuhan:
- Roma
8: 35-37
8:35.
Siapakah
yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus?
Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau
ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? 8:36. Seperti ada
tertulis: "Oleh karena Engkau kami
ada dalam bahaya maut sepanjang hari,
kami
telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan." 8:37.
Tetapi dalam semuanya itu kita
lebih dari pada orang-orang yang menang,
oleh Dia yang telah mengasihi kita.
Jarak
kita dengan maut hanya sejengkal. Saat
kita ada jarak dengan Tuhan, saat itu maut masuk.
Hasil
pertama: ay. 35= Tangan
kasih Tuhan membuat kita kuat dan teguh hati
menghadapi apapun juga, sehingga kita tidak menyangkal Tuhan, tetapi
tetap setia dan berkobar-kobar untuk melayani Tuhan.
Setelah
Petrus mengulurkan tangan, Petrus tidak pernah menyangkal Tuhan
lagi, tetapi tetap setia berkobar-kobar melayani Tuhan.
- ay.
37= Tangan
kasih Tuhan sanggup untuk memberi kemenangan
kepada kita atas musuh-musuh yang kuat sekalipun kita tidak berdaya=
Tangan Tuhan sanggup menyelesaikan semua masalah kita sampai yang
mustahil. Bahkan Tuhan memberikan masa depan yang indah kepada
kita.
- Kolose
3: 14
3:14.
Dan di atas semuanya itu: kenakanlah
kasih,
sebagai pengikat yang mempersatukan
dan menyempurnakan.
Hasil
ketiga: Tangan
kasih Tuhan sanggup menyatukan dan menyempurnakan kita
menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna dan siap menyambut
kedatangan Tuhan kedua kali di awan-awan yang permai. Setelah itu
masuk dalam kerajaan 1000 tahun damai dan masuk Yerusalem
Baru.
Nama Petrus juga sudah ditulis di Yerusalem
Baru.
Wahyu
21: 14 21:14.
Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya
tertulis
kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu.
Apapun
kelemahan kita, kalau kita tergembala, kita bisa tertolong. Yang
penting, kita hidup dalam Tangan kasih Tuhan.
Tuhan
memberkati.
kembali ke halaman sebelumnya
|