English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Raya Malang, 19 Mei 2019 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:11
9:11 Dan raja yang memerintah mereka...

Ibadah Raya Surabaya, 15 Maret 2009 (Minggu Sore)
Matius 24: 29-31
= keadaan pada waktu kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali:ay. 29= terjadi kegoncangan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 19 Januari 2018 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 September 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 19 Maret 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:37-43a tentang Yesus mengusir roh dari...

Ibadah Raya Malang, 03 Januari 2016 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:14-22 tentang sidang jemaat Laodikia,...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 21 Mei 2015 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu pasal 2-3 menunjuk 7 kali percikan darah di...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 Desember 2008 (Senin Sore)
Matius 24: 28
= sikap gereja Tuhan untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali, yaitu seperti burung...

Ibadah Raya Surabaya, 21 April 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 04 November 2015 (Rabu Malam)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 16 Februari 2014 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:9
1:9 Aku, Yohanes, saudara dan...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 Desember 2014 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Kunjungan di Jakarta III, 18 Januari 2018 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 04 Desember 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:36-46 berjudul 'DI TAMAN GETSEMANI'.

Matius 26:36-39, 41

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 08 Maret 2010 (Senin Sore)
Matius 25
= terkena pada tongkat Harun yang bertunas, berbunga dan berbuah badam.


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Persekutuan di Kartika Graha Malang II, 26 Oktober 2016 (Rabu Pagi)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah bahagia dan berkat TUHAN senantiasa dilimpahkan dalam hidup kita sekalian.

Tema: Matius 25: 6
25: 6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

Sekali lagi, untuk menghadapi keadaan tengah malam--akhir zaman--di mana dosa dan kesulitan memuncak sampai zaman antikris berkuasa selama 3,5 tahun di bumi dan Yesus segera datang kembali kedua kali di awan-awan yang permai, satu-satunya suara yang dibutuhkan--kabar atau berita yang dibutuhkan--adalah "Mempelai Datang, songsonglah Dia!" Ini yang disebut dengan kabar mempelai.

Kita sudah mendengar ada dua macam pemberitaan firman Allah:

  1. Efesus 1: 13
    1: 13 Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.

    Amsal 25: 25
    25: 25 Seperti air sejuk bagi jiwa yang dahaga, demikianlah kabar baik dari negeri yang jauh.

    Yang pertama: firman penginjilan; injil keselamatan; susu; kabar baik= Injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus pertama kali ke dunia, mati di kayu salib untuk menyelamatkan manusia berdosa.

    Tanda manusia berdosa yang sudah diselamatkan:


    1. Percaya atau iman kepada Yesus lewat mendengar firman Kristus--firman yang diruapi Roh Kudus.

      Dulu Musa naik ke atas gunung dan ia menerima dua hal: Tabernakel--petunjuk untuk membangun kemah suci; tabernakel--dan dua loh batu.
      Tabernakel inilah kerajaan sorga yang dilihat oleh Musa, dan TUHAN perintahkan Musa untuk membuatnya di bumi, supaya di bumi sama dengan di sorga.

      Tabernakel terdiri dari tiga ruangan:


      1. Halaman= keselamatan.
      2. Ruangan suci= kesucian.
      3. Ruangan maha suci= kesempurnaan--mempelai wanita--, yang ditunjukkan oleh alat tabut perjanjian.


      Tanda keselamatan ada di halaman Tabernakel, yaitu yang pertama: percaya atau iman kepada Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat lewat mendengar firman Kristus. Ini sama dengan masuk pintu gerbang--masuk halaman kerajaan sorga.


    2. Bertobat= berhenti berbuat dosa dan kembali pada TUHAN; mati terhadap dosa--mezbah korban bakaran. Dulu, binatang-binatang dikorbankan untuk mengampuni dosa orang Israel--satu bangsa. Tetapi sekarang, tidak perlu lagi membawa kurban binatang sebab sudah digenapkan oleh kurban Kristus di kayu salib--Anak Domba Allah--, sehingga kita bisa bertobat.


    3. Baptisan air= kolam pembasuhan. Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah bertobat--mati terhadap dosa--, harus dikuburkan dalam air bersama Yesus, sehingga ia keluar--bangkit--dari dalam air bersama Yesus dan menerima hidup baru--hidup sorgawi; langit terbuka.


    4. Pintu kemah= baptisan Roh Kudus. Hidup baru atau hidup sorga, seperti Yesus keluar dari baptisan air, dan Roh Allah bagaikan burung merpati turun ke atas-Nya. Jadi hidup baru atau hidup sorga = dipenuhi Roh Kudus--dibaptis Roh Kudus.
      Kita diurapi Roh Kudus sehingga hidup dalam kebenaran.

      Segala aspek hidup kita harus dalam kebenaran, itulah keselamatan.


    Kita baru ada di halaman kerajaan sorga--keselamatan. Ini bukan tujuan utama, sebab masih ada ruangan suci dan ruangan maha suci. Kita hidup benar, diberkati TUHAN, puji TUHAN, tetapi masih di halaman, belum di takhta sorga. Karena itu perlu pemberitaan yang kedua.


  2. 2 Korintus 4: 3-4
    4: 3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
    4: 4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat
    cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

    'cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus' = Yesus yang mulia.
    Matius 25: 6
    25: 6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!

    Wahyu 19: 9
    19: 9 Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

    Yang kedua: cahaya injil tentang kemuliaan Kristus= firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua; makanan keras; kabar mempelai, yaitu injil yang memberitakan tentang kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga--kepala--untuk menyucikan dan mengubahkan orang-orang yang sudah selamat--karena sudah selamat, tetapi masih berbuat dosa, sebab itu harus ada pedang--sampai tidak bercacat cela; sama mulia, sempurna seperti Yesus dan menjadi mempelai wanita sorga yang layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan yang permai. Terjadi pertemuan di udara, kita masuk perjamuan kawin Anak Domba antara Yesus Anak Domba Allah--Mempelai Pria Sorga--dengan sidang jemaat yang sempurna--mempelai wanita; kepala dengan tubuh bertemu di awan-awan permai dan tidak terpisah lagi selamanya.

    Ini ditunjukkan dengan alat tabut perjanjian--alat yang terdalam--, yang terdiri dari dua bagian--dalam Keluaran 25--:


    1. Tutupnya dari emas murni= ada dua kerub, tutup dengan percikan darah--berwarna merah.
      Emas murni= zat ilahi. Tidak ada kayunya. Manusia itu kayu.


      1. Kerub I= Allah Bapa; TUHAN.
      2. Tutup dengan percikan darah= Anak Allah; Yesus yang mengalami percikan darah di kayu salib.
      3. Kerub II= Allah Roh Kudus; Kristus.


      Jadi, tutup pendamaian adalah Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus, yaitu TUHAN Yesus Kristus dalam kemuliaan sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga.


    2. Petinya= dari kayu--kita semua. Sehebat apapun manusia di bumi, ia hanya kayu yang rapuh: gampang putus asa, gampang bangga, gampang berbuat dosa dan menuju kehancuran atau kebinasaan. Itu sebabnya harus disalut dengan emas murni sampai tidak kelihatan lagi kayunya.
      Artinya: disucikan dan diubahkan sampai kayunya--dagingnya--tidak kelihatan; menjadi sempurna seperti Yesus. Itulah mempelai.


    Jadi, tabut perjanjian adalah pertemuan antara Yesus--Mempelai Pria--dengan kita--mempelai wanita--, untuk selamanya. Ini terjadi di udara; di awan-awan yang permai.
    Sekarang, tabut perjanjian ini baru kabarnya. Seperti dulu mau menikah, ada undangnnya dulu; itulah kabar mempelai. Baru setelah itu terjadi pernikahan--pernikahan di awan-awan permai.

    Tabut perjanjian menunjuk pada pertemuan di awan-awan yang permai--jangka panjang. Tetapi sekarang menunjuk kabarnya atau undangannya, itulah kabar mempelai. Jadi kabar mempelai ditunjukkan oleh alat tabut perjanjian.

Matius 24: 30-31
=> kedatangan Yesus kedua kali.
24: 30 Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
24: 31 Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan
meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.

'keempat penjuru bumi' = seluruh dunia.
Kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja dan Mempelai Pria Sorga ditandai dengan PENIUPAN SANGKAKALA YANG DAHSYAT BUNYINYA, untuk mengumpulkan atau menampilkan gereja TUHAN yang tidak bercacat cela--sempurna seperti Yesus; sama mulia seperti Yesus--dari seluruh dunia menjadi mempelai wanita sorga.

Apa itu bunyi sangkakala yang dahsyat bunyinya?

  1. Firman pengajaran yang keras, yang kuat dan lebih tajam dari pedang bermata dua; kabar mempelai.
  2. Tadi malam kita sudah mendengar, sangkalala ditiup oleh malaikat (gembala), ini menunjuk pada firman penggembalaan.
    Sekarang saya berikan ayat lain, supaya lebih tegas.

    Wahyu 1: 10-12
    1: 10 Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala,
    1: 11 katanya: "Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, ke Pergamus, ke Tiatira, ke Sardis, ke Filadelfia dan ke Laodikia."
    1: 12 Lalu aku berpaling untuk
    melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas.

    Tadi, mendengar suara (ayat 10), lalu di ayat 12 dikatakan: melihat.

    Yang kedua: sangkakala yang dahsyat bunyinya adalah firman Allah yang bisa didengar dan dilihat.
    Jadi, firman Allah bukan hanya didengar, tetapi juga dilihat--menjadi kenyataan dalam hidup kita, itulah tujuh kaki dian emas; gereja yang sempurna.

    Apa itu Firman Allah yang bisa didengar dan dilihat? Siapa yang punya pengalaman mendengar dan melihat firman Allah?
    Lukas 2: 20
    2: 20 Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.

    Waktu Yesus lahir, gembala-gembala mendengar firman, lalu mereka melihat kenyataannya.
    Mereka mendengar lalu melihat di kandang Betlehem.

    Jadi, firman yang bisa didengar dan dilihat adalah firman penggembalaan. Dulu pencuri, sekarang jadi pemberi, bisa dilihat. Dulu pemarah, sekarang peramah, bisa dlihat. Itu firman penggembalaan yang diulang-ulang. Mungkin firman hari ini: Jangan berdusta, baru keluar sudah dusta lagi. Besok dengar lagi. Terus begitu, sampai satu waktu, sudah tidak mau berdusta lagi--firman sudah bisa dilihat menjadi kenyataan.

    "Karena itu kalau gembala hanya berkhotbah, tetapi tidak pernah praktik, biar tenggorokannya sampai kering, tidak ada yang ikut.
    Tetapi
    sekalipun sederhana, kalau dia dengar firman dari TUHAN dan dia bisa lihat menjadi kenyataan dalam hidupnya--dipraktikkan--, sekali dia khotbah, semuanya akan ikut. Tidak usah dipaksa atau diancam! Firman dipraktikkan, maka gereja dari manapun bisa datang."

    "Bapak Pdt In Juwono dan Pdt Pong selalu mengatakan: Sekalipun khotbahnya sederhana, tetapi kalau sudah dipraktikan--menjadi kenyataan--, ada cap darah Yesus yang tidak bisa dilawan siapapun."

Kalua digabung, sangkalala yang dahsyat bunyinya adalah FIRMAN PENGEMBALAAN DI DALAM KABAR MEMPELAI. Itu yang harus kita beritakan. Sekali lagi, penginjilan, harus. Buktinya adalah jiwa-jiwa baru yang dibaptis--penginjilan itu menambah kuantitas. Penting! Tetapi juga harus ada kualitas.

Mari, sampaikan firman penggembalaan yang diuralng-ulang dalam kabar mempelai--pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

Firman penggembalaan dalam kabar mempelai adalah firman pengajaran yang benar, yang keras, yang lebih tajam dari pedang bermata dua, yang dipercayakan oleh TUHAN kepada seroang gembala untuk disampaikan kepada sidang jemaat, dengan setia, terus menerus, dan berkesinambungan--teratur. Seperti meja roti sajian, ada 12 roti, tidak boleh acak, tetapi disusun menjadi dua susun--masing-masing 6 roti sesusun. 66 Menunjuk pada alkitab.

Makanan rohani bagi jemaat harus teratur! Jangan comot-comot! Kalau asal saja, karena tidak ada uang, khotbah Malekahi 3--tentang perpuluhan. Kalau gembala comot-comot, bukan memberi makan, tetapi ia akan menembak karena kebutuhan diri sendiri--kepentingan diri sendiri. Tetapi kalau diurut, pasti sesuai kehendak TUHAN. Ini yang paling murni.

Kalau tidak urut, bahaya besar, bisa tembak-tembakan. Jemaat bukan tambah sehat, tetapi tambah mati. Tetapi kalau berurutan, itu adalah makanan. Firman juga diulang-ulang. Kalau bosan, berarti tidak makan. Kalau orang Indonesia makan nasi, nanti siang makan nasi, malam juga nasi, besok juga nasi. Itu namanya makanan pokok. Tetapi kalau diberikan kacang, nanti minta yang lain. Itu namanya camilan. Banyak gereja TUHAN diberi camilan, bukan makanan.

Kalau gembala memberitakan firman dengan setia, teratur, dan diulang-ulang, itu adalah makanan untuk mendewasakan rohani sidang jemaat--jemaat bertumbuh ke arah kdewasaaan rohani. Kedewasaan rohani bukan diukur dari berapa lama ikut TUHAN, tetapi semakin disucikan dan diubahkan, semakin dewasa sampai menjadi sempurna, sama mulia dengan Yesus--menjadi mempelai wanita sorga.

Inilah sangkakala yang dahsyat bunyinya--kabar mempelai--, yang dipercayakan TUHAN kepada seorang gembala, untuk diberitakan berulang-ulang sampai jemaat bisa makan, menikmati, dan bertumbuh rohaninya--disucikan, diubahkan sampai sempurna seperti Yesus, menjadi mempelai wanita sorga. Mari, sungguh-sungguh. Kita butuh satu suara: Mempelai datang, songsonglah Dia--bunyi sangkakala yang dahsyat bunyinya.

Kegunaan sangkakala yang dahsyat bunyinya:

  1. Kita belajar dari perjalanan Israel yang dipimpin oleh sangkakala. Tidak pakai teriak-teriak. Yang keluar saja, 603.550 laki-laki berumur di atas 20 tahun, belum lagi anak kecil, dan perempuan. Jadi pakai sangkakala; nafiri.
    Karena itu jangan pakai logika kalau jadi hamba TUHAN. Pakailah firman!

    Kalau suara gembala: kamu berkorban ya, kamu jadi pemain musik ya, kamu jadi ini ya. Nanti kalau ada suara sangkakala, tidak mengerti. Ini ditipu namanya! Atau berkata: tadi malam saya bermimpi, saudara harus berkorban. Balas saja: saya belum bermimpi, om.

    Bilangan 10: 1-3, 9-10
    10: 1 TUHAN berfirman kepada Musa:
    10: 2 "Buatlah dua nafiri dari perak. Dari perak tempaan harus kaubuat itu, supaya dipergunakan untuk
    memanggil(1) umat Israel dan untuk menyuruh laskar-laskarnya berangkat(2).
    10: 3 Apabila kedua nafiri itu ditiup, segenap umat itu harus
    berkumpul kepadamu di depan pintu Kemah Pertemuan.
    10: 9 Dan apabila kamu maju
    berperang(3) di negerimu melawan musuh yang menyesakkan kamu, kamu harus memberi tanda semboyan dengan nafiri, supaya kamu diingat di hadapan TUHAN, Allahmu, dan diselamatkan dari pada musuhmu.
    10: 10 Juga pada
    hari-hari kamu bersukaria(4), pada perayaan-perayaanmu dan pada bulan-bulan barumu(5) haruslah kamu meniup nafiri itu pada waktu mempersembahkan korban-korban bakaranmu(6) dan korban-korban keselamatanmu; maksudnya supaya kamu diingat di hadapan Allahmu; Akulah TUHAN, Allahmu."

    Suara sangkakala ada bermacam-macam--untuk berperang, berkumpul, berangkat. Firman penggembalaan juga, ada penataran imam, nanti yang mendengar, tahu-tahu mau melayani. Ada juga yang mengumpulkan--fellowship.

    "Ini sekarang banyak juga yang cuti untuk ikut fellowship. Saya tidak menyuruh datang, tiup saja sangkakala. Jadi semuanya harus diatur firman penggembalaan."

    Mau berkorban juga jangan dipaksa-paksa, jangan pakai mimpi, penglihatan-penglihatan, itu penipuan semua. Pakailah bunyi sangkakala--gerakan dengan bunyi sangkakala. Mulai dari diri sendiri, baru yang lain akan bergerak.

    Perjalanan Israel dari gunung Sinai ke tapal batas Kanaan dipimpin oleh dua nafiri/sangkakala.
    Dua nafiri menujuk pada peranjian lama dan perjanjian baru= alkitab= firman pengajaran yang benar. Semua ada di dalam alkitab, ayat menerangkan ayat dalam alkitab. Itulah firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua; kabar meppelai. Semua dari awal sampai akhir adalah mempelai. Mulai dari awal penciptaan, Adam dan Hawa--mempelai. Ditutup kitab Wahyu juga mempelai--'berbahagialah yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba.'

    Semua pemberitaan firman harus mengarah pada mempelai. Gandum-gandum saudara Yusuf--11 saudara Yusuf--tunduk kepada gandum Yusuf.
    Artinya: semua pemberitaan firman gereja atau organisasi apapun--hamba TUHAN manapun--harus mengarah pada gandum Yusuf--kabar mempelai--yang bisa menyatukan tubuh Kristus yang sempurna dari empat penjuru bumi.

    Makanya yang sudah dalam kabar mempelai jangan mundur--yang terdahulu jadi terkemudian. Yang baru mendengar, langsung tertarik. Yang sudah bertahun-tahun malah mau penginjilan lagi. Ini bisa menjadi yang terdahulu menjadi terkemduian.

    Nanti dijelaskan tentang Akhan dan Rahab. Akhan, tentara TUHAN, tetapi Rahab pelacur--tentara setan. Tetapi sekali dengar sangkakala, ia bisa jadi tentara TUHAN. Akhan yang sudah bertahun-tahun, malah hancur. Hati-hati!

    Kegunaan sangkakala yang pertama:


    • Memanggil Israel untuk berkumpul--fellowship. Jangan dipaksa! Mulai dari dalam nikah, jangan dipaksa, tetapi dipanggil dengan bunyi sangkakala. Jangan dipanggil dengan ancaman! Tunjukkan pengajaran yang benar, pasti datang semua.

      "Siapapun kita, mau pengurus atau bukan pengurus organisasi akan melihat bunyi sangkakala. Hamba TUHAN yang benar, melihat bunyi sangkakala. Kalau hanya memihak Widjaja, rugi! Waktu sangkakala ditiup akan ketinggalan. Jangan memihak-mihak, tetapi memihak bunyi sangkakala; pengajaran yang benar."


    • Untuk berangkat.
    • Untuk berperang.
    • Untuk hari raya.
    • Untuk bulan-bulan baru.
    • Untuk mempesembahkan korban.


    Ini hebatnya kabar mempelai; bisa menggerakkan orang apa saja.

    "Dulu ada orang dari Surabaya ibadah tiga kali ke Malang. Dibilang temannya: Gila kamu--orang Kristen juga yang bertanya. Kalau lihat Widjaja tidak mungkin, tetapi lihat bunyi sangkakala. Sidang jemaat WR Supratman istimewa, ada dari Tuban, Madura. Di malang juga datang dari Blitar. Karena bunyi sangkakala. Kalau karena saya, tidak mungkin. Dari keluarga kami--dari Bondowoso--jaraknya 4,5 jam. Saya tidak memaksa. Perdengarkanlah sangkakala saja. Saya terserah saja. Saya tidak berani bicara apa-apa."

    Angka 6--enam kegunaan bunyi sangkakala--= angka manusia daging.

    Jadi, kegunaan sangkakala--firman penggembalaan dalam kabar mempelai--adalah untuk membendung dan mematikan daging dengan segala hawa nafsu dan keiginannya--ambisi, emosi--, sehingga bisa taat dengar-dengaran.

    Kalau ada keinginan, ambisi, emosi, tidak bisa taat. Ini harus dimatikan, supaya ktia menjadi hamba TUHAN, pelayan TUHAN yang taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara. Kalau Yesus taat sampai mati di kayu salib.

    Hasilnya kalau sudah taat:


    • Yehezkiel 20: 37
      20: 37. Aku akan membiarkan kamu lewat dari bawah tongkat gembala-Ku dan memasukkan kamu ke kandang dengan menghitung kamu.

      'tongkat gembala' = firman penggembalaan.

      Hasil pertama: mudah dituntun untuk masuk kandang penggembalaan.

      Di dalam Tabernakel, firman penginjilan membawa kita masuk halaman--percaya, bertobat, baptisan air dan Roh Kudus, sampai selamat dan diberkati. Kita jadi domba-dombanya TUHAN yang hidup benar--dari anjing menjadi domba yang selamat dan diberkati TUHAN. Tetapi kalau domba tidak digembalakan, bahaya, bisa jadi domba liar dan pasti diterkam binatang buas.

      Karena itu harus masuk dalam kandang. Yang membuat tidak masuk kandang adalah dagingnya--ingin ini itu--, langsung bertemu serigala dan diterkam. Tetapi kalau daging dan hawa nafsunya sudah dimatikan, ia mudah dituntun untuk masuk kandang penggembalaan. Meningkat, dari halaman ke ruangan suci.

      Dulu ada tiga macam alat di dalam ruangan suci, sekarang dalam arti rohani--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--:


      • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya termasuk fellowship; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam karunia-karunia-Nya. Kita diberi minum supaya segar--tidak loyo dan pingsan.

        "Tadi malam saya hampir pingsan karena panas sekali--dehidrasi. Ternyata ACnya dikecilkan. Untung TUHAN beri minum, bisa segar lagi. Ini padang gurun, tidak bisa main-main."


      • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus. Kita diberi makanan, sehingga kuat terus dalam menghadapi apapun--kuat mengikut Yesus--, dan bertumbuh.


      • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa penyembahan; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya. Kita disinari kasih Allah yang bagaikan matahari, sehingga selalu hangat dan terang.
        Jangan dingin rohani!

        Juga diterangi supaya terang-terangan, tidak ada gelap-gelapan.


      Lewat ketekunan dalam tiga macam ibadah, tubuh, jiwa dan roh kita melekkat pada Allah Tritunggal. Petrus ditegor TUHAN tiga kali--tubuh, jiwa dan rohnya sudah menyangkal Allah Tritunggal--supaya bisa melekkat pada Allah Tritunggal, sehingga tidak dijamah oleh setan tritunggal, dan supaya tidak terhilang, tetapi selalu dihitung oleh TUHAN.

      Tugas gembala bukan beranak domba. Itu urusan domba-domba. Tetapi tugas gembala adalah memasukkan domba ke kandang. Yang dihitung TUHAN adalah yang ada di kandang. Kalau ribuan, tetapi tidak ada di kandang, berarti terhilang dan serigala siap menerkam.

      "Berapa persen yang ada di kandang? Kalau minggu bertambah jiwa, saya senang. Tetapi sebagai gembala, bagaimana dalam ibadah doa dan pendalaman alkitab? Apa kita tega kalau domba di luar kandang dan hanya diterkam serigala? Tiup sangkakala sampai mati dagingnya, sehingga bisa masuk kandang."

      Di dalam kadang, kita selalu dihitung, artinya


      • Dingat, diperhatikan untuk dilindungi, dan dipelihara.

        "Kalau bapak/ibu punya anjing peliharaan, mau pergi ke luar, dia dikunci di kandang, saudara akan datang untuk memberi makan. Begitu juga kita, kita tinggal berada di penggembalaan dan Gembala yang selalu ingat untuk kasih makan.
        Tinggal pil
        ih, kita mau cari makan dan Yesus yang di kandang? Tidak akan kuat kita di padang pasir. Kalau kita di kandang, Yesus yang mencari makan sampai mati di kayu salib, supaya kita hidup. Luar biasa kandang penggembalaan. Gembala dipelihara dan domba-domba dipelihara."


      • Dihitung juga artinya dimiliki oleh TUHAN Yesus. Jangan main-main kalau sudah ada di kandang! TUHAN tolong. Ada talinya--ada pemiliknya. Betul-betul dibela oleh TUHAN--dimiliki sama dengan dibela oleh TUHAN.

        Jangan macam-macam! TUHAN tolong.


      Kalau di luar kandang, akan diterkam serigala dan menjadi kuda liar. Bahaya kalau di luar kandang.
      Keluaran 32: 25
      32: 25 Ketika Musa melihat, bahwa bangsa itu seperti kuda terlepas dari kandang--sebab Harun telah melepaskannya, sampai menjadi buah cemooh bagi lawan mereka--

      Perhatikan! Kalau gembala, rasul, nabi, guru, penginjil, pemain musik dan domba-domba keluar dari kandang penggembalaan, akan sama seperti kuda liar. Bahaya! Menuju mana kuda liar? Kuda liar artinya kuat dalam hawa nafsu daging, keinginan daging, emosi daging, ambisi daging, sehingga jatuh dalam pemberhalaan lembu emas.

      Apa itu pemberhalaan lembu emas? kesukaan dunia--mereka menyanyi berbalas-balasan. Dalam ibadah, seperti menonton bola. Kesukaan dunia masuk dalam ibadah pelayanan. Hati-hati! Untuk menutupi kekeringan, kesukaan dunia dimasukkan--diciptakan tempat yang sama seperti dunia. Akhirnya sampai pada puncaknya dosa--mereka makan minum (merokok, mabuk, narkoba)--dalam Keluaran 32--, dan selanjutnya kawin mengawinkan (dosa percabulan dengan berbagai ragamnya). Ke arah sana kalau tidak tergembala.

      Kalau itu kaum muda, orang tua tidak bisa menarik kuda liar. Hanya mampu kalau dibawa ke kandang penggembalaan, ia akan jadi domba yang manis--taat dengar-dengaran.

      Kalau daging sudah dimatikan, mudah masuk kandang.
      Tidak usah bingung, gembala. Yang penting kita kasih makan sampai dia kenyang. Pasti dia masuk kandang.
      Kalau ada yang keluar kandang:


      • Periksa diri--apa kekurangan kita--, jangan salahkan orang! Kalau salahkan orang, kita tidak akan maju sampai TUHAN datang.
      • Kita harus lega, dia sudah waktunya digembalakan di A atau B.

        "Dari tempat kami, juga ada yang pindah, silahkan. Karena apa? Karena makanan--dia lebih damai di sana, silahkan. Tetapi kalau karena ada suatu kesalahan, harus minta ampun. Kalau sudah tidak bisa makan firman, tetapi ditahan, saya gembala jahat--gembala egois. Sungguh! TUHAN tahu isi hatiku. Kalau soal makanan, saya tidak bisa. Itu urusan TUHAN. Semuanya domba-Nya TUHAN, kita hanya dipercaya saja. Kalau sudah tidak dipercaya lagi--dia harus digembalakan di tempat lain--, silahkan, asalkan kita koreksi diri--apa kesalahan kita."


    • Yohanes 10: 3, 16
      10: 3 Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar.
      10: 16 Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

      'Untuk dia penjaga membuka pintu' = jangan menutup pintu terus! Buka!

      Hasil kedua: domba-domba dituntun oleh Gembala Agung ke luar kandang, untuk masuk persekutuan tubuh Kristus yang benar--berdasarkan firman pengajaran yang benar.; seperti carang melekat pada pokok anggur yang benar.

      Jadi, firman penggembalaan itu untuk membawa masuk, tetapi kalau sudah ada kelimpahan, kita dibawa keluar--fellowship.

      "Kalau kepalanya tidak benar dalam fellowship, geraknya sudah tidak benar lagi. Kalau ada setitik darah di otak, maaf, sudah beda geraknya. Harus pengajaran yang benar! Mutlak! Bukan berarti di sini yang benar, tetapi saudara menilai sendiri. Masing-masing berdasarkan alkitab. TUHAN yang menilai. Kalau tidak benar, jangan dipaksakan, nanti rugi!"

      "Saya juga, tanggung jawab pada diri saya sendiri, saudara, jemaat, dan TUHAN. Bagaimana hukumannya kalau salah? Mari, kita semua berdasarkan alkitab."

      Persekutuan yang benar mulai dari dalam nikah. Harus berdasarkan firman pengajaran yang benar. Jangan berdasarkan kaya atau miskin! Tergembala juga berdasarkan makanan yang benar. Persekutuan juga berdasarkan pengajaran yang benar. Fellowship yang benar jangan ditukar dengan lainnya--kedudukan, uang, sebagainya--, bahaya besar, kita bisa keluar dari tubuh.

      "Seperti sekarang dari berbagai denominasi gereja dan dari luar negeri, berdasarkan pengajaran yang benar, sampai nanti terjadi 'satu kawanan dengan satu Gembala' Siapa gembalanya? Bukan saya. Kalau saya, saudara marah karena gembalanya bukan saya.
      Gembalanya adalah TUHAN Yesus, bukan saya. Biarlah TUHAN
      tolong. Mari kembali ke kandang masing-masing. Nanti kita berkumpul sampai jadi satu kawanan dengan satu Gembala, yaitu TUHAN Yesus. Lebih lanjut lagi, satu tubuh dengan satu Kepala--persekutuan yang terbesar; Israel dan kafir jadi satu tubuh sempurna--mempelai wanita--dan Yesus sebagai Kepala--Mempelai Pria Sorga."


    Inilah kegunaan sangkalala yang pertama--ada angka 6. Daging harus dibendung dan dimatikan, supaya kita masuk kandang dan fellowship dengan gampang. Kalau mendengar dengan benar, pasti bertemu; benar dengan benar, pasti bertemu. Kalau benar dan salah, tidak mungkin bertemu sekalipun mau dicambuk. Tetapi salah dengan salah juga bisa bertemu, tetapi hanya untuk dibakar.

    Tidak usah bingung. Dari organisasi gereja manapun, tampilkan pokok anggur yang benar! Carang-carang pasti ada di sana.

    "Ini pelajaran guru saya, Pdt Pong: Persekutuan itu wajar saja, seperti orang mau makan--wajar--, tidak usah paksa-paksa, seperti masuk nikah--wajar. Tampilkanlan Yesus sebagai kepala! Bunyi sangkakala--firman pengajaran--, itulah yang menyatukan kita."


  2. Yosua 6: 1-5, 20
    6:1 Dalam pada itu Yerikho telah menutup pintu gerbangnya; telah tertutup kota itu karena orang Israel; tidak ada orang keluar atau masuk.
    6:
    2 Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Ketahuilah, Aku serahkan ke tanganmu Yerikho ini beserta rajanya dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa.
    6:
    3 Haruslah kamu mengelilingi kota itu, yakni semua prajurit harus mengedari kota itu sekali saja; demikianlah harus engkau perbuat enam hari lamanya,
    6:
    4 dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut. Tetapi pada hari yang ketujuh, tujuh kali kamu harus mengelilingi kota itu sedang para imam meniup sangkakala.
    6:
    5 Apabila sangkakala tanduk domba itu panjang bunyinya dan kamu mendengar bunyi sangkakala itu, maka haruslah seluruh bangsa bersorak dengan sorak yang nyaring, maka tembok kota itu akan runtuh, lalu bangsa itu harus memanjatnya, masing-masing langsung ke depan."
    6:
    20 Lalu bersoraklah bangsa itu, sedang sangkakala ditiup; segera sesudah bangsa itu mendengar bunyi sangkakala, bersoraklah mereka dengan sorak yang nyaring. Maka runtuhlah tembok itu, lalu mereka memanjat masuk ke dalam kota, masing-masing langsung ke depan, dan merebut kota itu.

    Kegunaan sangkakala yang kedua: untuk menghadapi Yerikho saat Israel mau masuk ke tanah Kanaan--di tapal batas.

    Dalam kegerakan, ada halangan.
    Kanaan sama dengan kegerakan Roh Kudus hujan akhir. Nanti ini akan besar-besaran.

    "Saya ingat ajaran dari guru dan gembala saya: Nanti seperti Yohanes Pembaptis di padang gurun, tidak ada panitia, tidak ada yang minta dana, hanya berteriak saja--'bertobatlah berilah dirimu dibaptis!'--, dan terjadi--sudah banyak yang datang. Saya percaya itu. Ini TUHAN latih, dua minggu sekali kami adakan persekutuan (di Jayapura, Medan dan di manapun). Dilatih, supaya tidak bergantung pada siapapun, tetapi pada firman. Kalau secara logika, orang tanya: dari mana uangnya? Saya jawab: saya juga tidak tahu. Dari firman--pembukaan firman--yang membuka jalan. Saya percaya, akan lebih besar sampai seperti Yohanes Pembaptis berteriak. Israel dan kafir datang semua menjadi satu."

    Mari, ke arah sana. Kalau yang ditampilkan bunyi sangkakala, akan membesar sampai di awan-awan yang permai. Kalau tidak--suara lain--, akan mengecil. Mau pakai uang? Berapa kita pakai uang? Tidak mampu. Kedudukan? Tidak mampu. Suara sangkakala akan lebih beasr sampai di awan-awan.

    Menghadapi Yerikho mana bisa?
    Yerikho= lembah bunga; harum dunia= dunia dengan segala keharumannya--pengaruhnya.

    Tujuh keharuman
    dunia di Yerikho:


    • Yosua 2:1
      2:1 Yosua bin Nun dengan diam-diam melepas dari Sitim dua orang pengintai, katanya: "Pergilah, amat-amatilah negeri itu dan kota Yerikho." Maka pergilah mereka dan sampailah mereka ke rumah seorang perempuan sundal, yang bernama Rahab, lalu tidur di situ.

      Keharuman Yerikho yang pertama: persundalan.

      Mau masuk persekutuan yang benar, yang sempurna, menghadapi persundalan--babel. Hati-hati dengan dosa makan-minum--merokok, mabuk, nakorba--, dan kawin-mengawinkan--percabulan dengan berbagai ragamnya, penyimpangan seks (homoseks, lesbian), kawin-campur, kawin-cerai, kawin-mengawinkan. Hati-hati! Ini halangan pertama! Tidak bisa masuk tubuh Kristus.

      "Perkawinan sejenis sudah minta diberkati di gereja. Ini sudah minta disahkan sejak 2009 di Amerika Serikat--RUU di Amerika Serikat. Kalau hamba TUHAN tidak mau menikahkan mereka, hamba TUHANnya yang dipenjarakan. Ini sudah terjadi di banyak negara. Ini nomor satu--persundalan. Doakan, kita saling mendoakan. Persundalan itu kenajisan."


    • Yosua 7: 11
      7: 11 Orang Israel telah berbuat dosa, mereka melanggar perjanjian-Ku yang Kuperintahkan kepada mereka, mereka mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu, mereka mencurinya, mereka menyembunyikannya dan mereka menaruhnya di antara barang-barangnya.

      'mereka mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu' = mengambil persepuluhan dan persembahan khusus milik TUHAN.

      Keharuman Yerikho yang kedua: pencurian milik TUHAN--kejahatan.

      Hati-hati dengan pencurian milik TUHAN, yaitu persepuluhan dan persembahan khusus. Hati-hati! Tidak akan bisa masuk dan mengalahkan Yerikho--karena terikat akan uang. TUHAN tolong kita. Kalau salah dalam persepuluhan, kita tidak dipakai dalam pembangunan tubuh, malah menjadi penghalang seperti Akhan.

      "Lihat saja, hamba TUHAN siapapun kalau sudah mulai mencuri milik TUHAN, dia justru menghalangi yang benar. Hati-hati!"


    • 2 Raja-raja 2: 19=> Elisa menyehatkan air di Yerikho.
      2: 19 Berkatalah penduduk kota itu kepada Elisa: "Cobalah lihat! Letaknya kota ini baik, seperti tuanku lihat, tetapi airnya tidak baik dan di negeri ini sering ada keguguran bayi."

      Keharuman Yerikho yang ketiga: air yang tidak sehat---aliran-aliran dunia. Ini menyebabkan bayi gugur.

      Hati-hati dengan aliran dunia:


      • Aliran mode dari ujung rambut sampai ujung kaki, hati-hati!
        "Bukan tidak boleh ikut mode, tetapi nasihat Ibu Totaijs: 'Wanita jangan berlomba menjadi nomor satu dalam mode.' Di sini ada keinginan-keinginan untuk tampil yang lebih. Jangan! Santai saja. Mode yang justru menujukkan dagingnya, jangan dipilih! Itu penyakit kusta. Hati-hati!"


      • Aliran pergaulan dunia juga hati-hati, baik pergaulan di dunia nyata--kelompok belajar--, ada aliran air tidak sehat di situ, juga pergaulan dunia maya. Hati-hati!

        "Kami hamba TUHAN hati-hati. Ada kelompok ini dan itu, lalu berdebat. Tidak sehat! Tidak usah dibaca, apalagi dibalas. Kalau kamu baca--sampai emosi--, berarti masuk dalam aliran dan imanmu sudah gugur--bayinya gugur. Tidak perlu! Bahaya itu! Pertama kita kuat, lama-lama kamu yang meninju om."

        Contoh di alkitab, Adam dan Hawa dengar suara TUHAN dan ular, lama-lama suara TUHAN yang dibuang. Percaya pada alkitab! Salomo hebat di masa muda karena memegang pedang. Tetapi di masa tua, karena mendengar isterinya, pedangnya dibuang.

        "Jangan dengar gosip-gosip! Pertama mau bela pengajaran benar, lama-lama saudara lempar pengajaran yang benar! Kalau saya ditanya, saya katakan: 'Salomo yang hebat bisa jatuh karena dengar yang lain, apalagi saya yang tidak hebat. Saya tidak mau. Biar saya tidak hebat, tetapi kalau dengar satu, saya percaya bisa sempurna.' Kalau hebat, tetapi dengar yang lain, pasti jatuh seperti Salomo. Saya percaya kepada Yesus; kabar mempelai; saya ikuti guru dan gembala saya. Sekalipun ada guru-guru yang berkata: Ini salah. Terserah! Saya tetap pegang guru besar saya yaitu TUHAN Yesus. Kalau ada guru-guru yang ingkari ajarannya, terserah!"


      • Kesukaan dunia, hati-hati!
      • Kesibukan dunia juga hati-hati! Lama-lama bisa diseret oleh dunia.
      • Kebencian dunia (Yohanes 18) juga hati-hati! Seharusnya kebencian ada di dalam dunia, tetapi kebencian tanpa alasan sampai menghantam Yesus--juga menghantam kita. Tidak ada alasannya; Dia benar dan sebagainya, tetapi tetap dibenci dan dibuang.


      Inilah aliran dunia yang membuat keguguran bayi; tidak bisa lahir baru, tetap menjadi manusia darah daging dan akan ketinggalan saat Yesus datang kembali.


    • Matius 20: 29-30
      20: 29 Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya keluar dari Yerikho, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.
      20: 30 Ada
      dua orang buta yang duduk di pinggir jalan mendengar, bahwa Yesus lewat, lalu mereka berseru: "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!"

      Keharuman Yerikho yang keempat: ada dua orang buta--suami isteri buta, bahaya.
      Artinya: tidak bisa melihat cahaya Injil= menolak firman pengajaran yang benar.

      2 Korintus 4: 3-4
      4: 3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa,
      4: 4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka
      tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

      Suami isteri buta, justru menolak firman pengajaran yang benar, sehingga tidak disucikan. Tidak mau mendengar sangkakala yang dahsyat bunyinya, berarti tetap hidup dalam dosa, baik dosa-dosa dalam perbuatan, perkataan, pikiran, pelayanan (tahbisan), penyembahan, tidak mau dengar pengajaran yang benar lagi.

      "Kami hamba TUHAN seringkali menutupinya dengan ayat--pakai ayat yang diputar balik."

      Tetap mempertahankan dosa, sehingga tetap bercacat cela saat TUHAN datang kembali.
      Herodes, Herodias dan anaknya menolak kabar mempelai. Saat ditegor Yohanes Pembaptis: Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu! Herodes mengamuk, Herodias juga marah dan anaknya dipakai menjadi sarana untuk memancung kepala Yohanes Pembaptis--menambah dosa.

      "Hati-hati sekelurga--suami dan isteri--! Di meja makan jangan gunakan untuk memberitakan yang tidak benar-benar--jangan salahkan pengajaran yang benar. Nanti anak-anak akan mendengar juga, dan kita akan menangis seumur hidup. Kalau anak-anak menolak pengajaran yang benar, celaka! Kalau benar, katakan: benar. Kalau salah, katakan: salah. Ini jujur! Sungguh-sungguh hari ini! Jangan benar-salah, itu politisi, bukan hamba TUHAN. Kalau hamba TUHAN, benar katakan: benar, salah katakan: salah. Tetapi seringkali dituduh politik. Salah!"


    • Lukas 19: 1-2
      19: 1 Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu.
      19: 2 Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala
      pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.

      Keharuman Yerikho yang kelima: pemungut cukai= mencuri milik sesama, yaitu


      • Korupsi, hutang tidak bayar, menipu.
      • Mencuri milik sesama yang membutuhkan: Ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan, ketika Aku haus kamu tidak memberi Aku minum....


      Di dalam berkat yang kita terima dari TUHAN sampai berkelimpahan--sampai mengucap syukur--, ada berkat:


      • Milik TUHAN--persepuluhan dan persembahan khusus. Jangan seperti Akhan!
      • Milik sesama yang membutuhkan.
      • Baru sisanya berkat yang bisa kita nikmati sesuai kepercayaan TUHAN.


      "Saya takut dituntut. Kalau tidak, saya tidak perlu mengadakan persekutuan sampai ke Jayapura. Jangan egois! Pdt In Juwono katakan: Kalau gelas sudah melimpah, berkat itu akan mengalir ke mana-mana. Kalau bawa gelas kosong ke mana-mana, kita akan kosong, yang kita datangi lebih kosong lagi. Jangan menipu hamba TUHAN lain! TUHAN tolong kita semua."


    • Lukas 10: 30
      10: 30 Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.

      'setengah mati' = mati tidak, hidup tidak.

      Keharuman Yerikho yang keenam: turun dari Yerusalem ke Yerikho dan meninggalkan setengah mati.

      Kalau benar tetapi dikatakan: salah, itu setengah mati. Tetapi kalau salah, kita katakan: salah, kita memang mati, tetapi akan bangkit dan dipermuliakan.
      Kalau benar katakan: benar--aku mau mengikuti dan mempraktikkan--, dia akan hidup.

      "Saya paling tersiksa, kalau mau berdoa tetapi capek. Tidak bisa baca firman, tetapi juga tidak bisa tidur. Tetapi saya berteriak: 'Saya tidak akan mati kalau tidak tidur, saya berdoa saja.' Harus ditegasi! Kalau dikuti, bisa sampai satu hari. Kalau sudah 1 jam terbawa, saya katakan: 'Saya bangun, saya tidak akan mati, TUHAN tolong saya' (saya berdoa, baca firman), selesai."

      Turun dari Yerusalem ke Yerikho--kemerosotan rohani--artinya


      • Tidak setia dan berkobar-kobar dalam firman pengajaran yang benar.
        Dulu semangat, tetapi sekarang sudah tidak lagi. Karena tidak dirpraktikkan, makanya tidak ada yang datang.

        "Pedang bukan memukul diri sendiri dulu, tetapi hanya untuk jemaat, sehingga jemaat sakit semua. Coba, kalau pedang mengenai kita dulu, kemudian jemaat, jemaat pulang dengan senang. Jangan salahkan firman pengajaran, tetapi salahkan karena tidak praktik firman atau praktik kita berbeda. Sungguh-sungguh!"


      • Akhirnya tidak setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan (dalam jabatan). Nanti tidak mau lagi dengan seribu satu macam alasan.
      • Sampai meninggalkan jabatan pelayanan. Itu namanya setengah mati, lepas dari tangan TUHAN dan ada dalam tangan setan. TUHAN tolong kita.

        "Lempin-El perhatikan! Saya tidak lihat langsung, saya hanya dengar dari dari lulusan-lulusan Lempin-El sewaktu masih ada Pdt In Juwono, waktu ditumpangi tangan, doa beliau: 'Cepat mati..cepat mati!'
        Kalau mati, bangkit kembali dan dipermuliakan. Mari bangkit kembali! Kalau fellowship ini benar, pulang dari sini, bangkit lagi; setia berkobar dalam pengajaran yang benar dan dalam ibadah pelayanan."


    • Yosua 6: 26-27
      6: 26 Pada waktu itu bersumpahlah Yosua, katanya: "
      Terkutuklah di hadapan TUHAN orang yang bangkit untuk membangun kembali kota Yerikho ini; dengan membayarkan nyawa anaknya yang sulung ia akan meletakkan dasar kota itu dan dengan membayarkan nyawa anaknya yang bungsu ia akan memasang pintu gerbangnya!"
      6: 27 Dan TUHAN menyertai Yosua dan terdengarlah kabar tentang dia di seluruh negeri itu.


      Keharuman Yerikho yang ketujuh: terkutuk= hidup dalam suasana kutukan--kering rohani, susah payah, air mata, kepedihan, duri-duri, sampai kebinasaan.


    Inilah tujuh hal negatif yang ada di Yerikho--angka 7, ingat pelita emas. Ini caranya bagaimana pelita yang padam.
    Lima gadis yang bodoh, pelitanya padam dan tidak bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

    Yosua 6: 4, 20
    6: 4. dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut. Tetapi pada hari yang ketujuh, tujuh kali kamu harus mengelilingi kota itu sedang para imam meniup sangkakala.
    6: 20. Lalu bersoraklah bangsa itu, sedang sangkakala ditiup; segera sesudah bangsa itu mendengar bunyi sangkakala,
    bersoraklah mereka dengan sorak yang nyaring. Maka runtuhlah tembok itu, lalu mereka memanjat masuk ke dalam kota, masing-masing langsung ke depan, dan merebut kota itu.

    Jalan keluarnya: ada sangkakala, ada tabut, baru ada sorak-sorai (ayat 20). Biarpun bersorak, kalau tidak ada tabut dan sangkakala, juga tidak bisa. Jangan ambil ayat hanya satu-satu. Tetapi lengkapkan!


    • Ada tabut perjanjian= ada kabar mempelai; firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Harus ada! Ada penyucian dulu.
    • Baru ada sangkakala= firman penggembalaan yang disampaikan terus menerus. Sekarang penyucian diulang-ulang terus. Itu untuk menghadapi Yerikho.
    • Setelah itu, baru menghasilkan sorak sorai= suara mempelai.


    Tadi disucikan sampai jadi mempelai, lalu timbul suara mempelai.
    Apa suara mempelai?

    Wahyu 19: 6-7
    19: 6 Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
    19: 7 Marilah kita bersukacita dan
    bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

    Inilah suara penyembahan mempelai, yaitu: 'Halleluya'. Yesus adalah Raja dan Mempelai.
    'Haleluya', itulah kemenangan TUHAN--karena ada kesucian. Biar kita teriak: 'Halleluya', kalau tidak suci, kita akan digagahi--seperti tujuh anak Skewa berteriak: Yesus..Yesus..lalu digagahi setan karena mereka tidak suci.

    Harus lengkap! Pengajaran itu ayat menerangkan ayat. Jangan di cuplik-cuplik! Jangan ditipu!

    Waktu menyembah TUHAN, ada bau dupa yang harum, supaya kita tidak mencium bau dunia. Kita mencium harumnya sorga. Ini yang menarik hadirat TUHAN untuk menghancurkan Yerikho--segala halangan dihancurkan.

    "Mau mengadakan persekutuan terlalu banyak halangan dari dalam dan luar. Tetapi apa yang bisa kita lakukan? Ada sangkakala, ada tabut perjanjian, penyucian yang berlanjut sampai berseru: Haleluya. Maka kita mencium bau dupa dari sorga dan bisa menarik hadirat TUHAN--Imam Besar, Gembala Agung, Raja segala raja, Mempelai Pria Sorga--untuk menghancurkan Yerikho. Yang mustahil menjadi tidak mustahil."


  3. Wahyu 1: 10-12
    1: 10 Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala,
    1: 11 katanya: "Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, ke Pergamus, ke Tiatira, ke Sardis, ke Filadelfia dan ke Laodikia."
    1: 12 Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku
    tujuh kaki dian dari emas.

    Kegunaan sangkakala yang ketiga: untuk menampilkan tujuh kaki dian emas; tujuh pelita emas= gereja yang sempurna--terang dunia; mempelai wanita sorga: 'Akulah terang dunia, kamulah terang dunia.' Kita menjadi sama dengan Yesus.

    Jadi, firman penggembalaan dalam kabar mempelai menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna seperti Yesus dan menjadi mempelai wanita sorga.

    Mari, dengar firman: tidak boleh dusta! Lalu lihat! Kita disucikan dan diubahkan: sekarang tidak berdusta. Besok dengar lagi: tidak boleh mencuri. Lalu lihat: sudah tidak mencuri lagi. Begitu seterusnya. Dengar dan lihat, praktis! Kabar mempelai ini praktis, langsung bisa dipraktikkan dan didapat hasilnya.

    Kita disucikan mulai dari hati
    .
    Matius 15: 19
    15: 19. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat(1), pembunuhan(2), perzinahan(3), percabulan(4), pencurian(5), sumpah palsu(6) dan hujat(7).

    Ada tujuh keinginan jahat, najis dan kepahitan di dalam hati.
    Pikiran jahat= prasangka buruk.
    Pembunuhan= kebencian.
    Sumpah palsu= dusta.
    Hujat, mulai gosip, fitnah--salah jadi benar dan sebaliknya.
    Hujat= meyalahkan pengajaran yang benar dan mendukung yang salah. Ini sudah menghujat TUHAN. Kalau tahu ini benar, tetapi tidak mau, itu sudah menghujat. Siapapun kita!

    Hati disucikan dari tujuh keinginan jahat, najis dan pahit. Kalau hati diisi dengan tujuh dosa ini, pelitanya akan padam, mata gelap.
    Mata gelap contohnya: isteri ditendang, tidak peduli orang tua, anak muda malah menantang orang tuanya. Tidak tahu isterinya orang, sudah mata gelap. Hidupnya membabi buta--berbuat dosa sampai puncaknya dosa. Tidak tahu gembalanya, juga dilawan. Sudah mata gelap!

    Kalau hati disucikan dari tujuh dosa ini, maka pelita menyala dan matanya baik--pelita tubuh menyala.
    Lima gadis yang bijaksana menjaga pelita tetap menyala. Mulai dari pelita tubuh--mata--menyala dengan baik.

    Matius 6: 22
    6: 22 Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;

    Ibrani 12: 2
    12: 2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

    Ayat 1= tentang perlombaan; ibadah pelayanan, pengikutan kepada TUHAN.
    Mata baik artinya mata hanya memandang Yesus sebagai Imam Besar, Gembala Agung, Raja, Mempelai Pria Sorga yang duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa.

    Mari, mata hanya tertuju pada pribadi Yesus--pengajaran yang benar; sama dengan menyembah Dia: 'Haleluya.' Jangan tertuju pada yang lain!

    Musa melihat kiri kanan saat mau melayani dua orang berkelahi, dia lihat manusia--kalau kita mungkin orang yang disegani dalam gereja atau organisasi--, akhirnya jadi pembunuh--iri, benci, dendam.
    Isteri Lot lihat kekayaan; Sodom--menoleh kebelakang--, dan jadi tiang garam.

    Mari, pandang Yesus--pengajaran yang benar! Tidak usah hiraukan orang lain! Yang penting pandang Dia; sembah Dia dengan 'Haleluya'. Semoga TUHAN tolong saya.

    Apa artinya memandang Yesus--menyembah Dia sebagai Imam Besar, Raja--?
    Ibrani 12: 3
    12: 3 Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.

    Artinya meneladani ketabahanan hati Yesus--kuat teguh hati. Itu saja!
    Kuat teguh hati:


    • Tetap berpegang teguh pada pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran apapun resikonya, sehingga kita tetap hidup benar.
      Sadrakh, Mesakh, Abednego disuruh menyembah berhala--pengajaran dan penyembahan palsu--, tidak mau. Sekalipun mereka mau dibakar, terserah, yang penting TUHAN beserta.

      Mau diapakan juga, yang penting TUHAN beserta kita. Mata hanya memandang Dia.


    • Tidak kecewa, putus asa menghadapi segala sesuatu dan tidak tinggalkan TUHAN, tetapi tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN sampai garis akhir.


    • Tetap menyembah TUHAN apapun yang terjadi.
      Sadrakh, Mesakh, Abednego gambaran dari hamba TUHAN yang masih muda. Mari kita teladani!
      Daniel juga, demi didengarnya perintah raja--ancaman masuk gua singa--, ia tidak marah--langsung menyembah TUHAN.

      Karena itu kita juga, kalau dengar apa-apa, langsung menyembah saja. Apa saja. Di kantor--kalau tidak mau korupsi, diPHK-- jangan beragumen. Percuma. Dunia sudah gelap, yang benar justru salah. Yang penting berdoa sama TUHAN: 'TUHAN, saya mau mencintai Engkau, saya serahkan pada TUHAN.'

      Ulurkan tangan dan menyeru: Haleluya! Mungkin dalam pengalaman kematian--diancam, diPHK--: Haleluya Yesus (saya tidak mampu). Ini suara kematian. Kalau saat diberkati: Haleluya (terima kasih TUHAN). Ini menjadi alunan nyanyian baru; nyanyian mempelai.


    Mari, mata memandang, mulut menyeru Haleluya dan tangan diangkat. TUHAN akan ulurkan tangan setia-Nya kepada kita.

    Hasilnya:


    • Ibrani 2: 17-18
      2: 17 Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.
      2: 18 Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat
      menolong mereka yang dicobai.

      'maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya' = menjadi manusia.

      Hasil pertama: Yesus sebagai Imam Besar, Raja, Mempelai Pria Sorga mengulurkan tangan-Nya yang setia, yang berbelas kasih dan anugerah yang besar kepada kita untuk:


      • Memperdamaikan dosa-dosa kita; menyelesaikan dosa-dosa kita. Kita mengaku apa kesalahan kita dari ujung rambut sampai ujung kaki. Mengaku kesalahan pribadi. Mungkin salah dalam nikah--sebagai suami, isteri, anak--, minta ampun.
        Dalam pelayanan ada salah, minta ampun. Dalam apa saja, minta ampun.

        Semua diselesaikan oleh darah Yesus. Mungkin kita seperti Rahab--bersundal--, semua bisa diperdamaikan. Dia setia dan berbelas kasihan kepada kita--menyelesaikan dosa dengan darah-Nya. Kita pulang dipulihkan.


      • Kalau dosa selesai--dosa adalah beban terberat, tidak ada pakarnya, termasuk ilmu, kekayaan, kepandaian, kedudukan tidak ada yang bisa menyelesaikan dosa, kecuali oleh Yesus--ayat 18: masalah juga selesai.

        Dosa adalah beban terberat yang hanya bisa diselesaikan oleh TUHAN.
        TUHAN mengulurkan tangan yang setia dan berbelas kasihan untuk dapat menolong; menyelesaikan masalah yang mustahil tepat pada waktunya (Ibrani 4).

        Tinggal tunggu waktu TUHAN! Sekarang kita arahkan mata kepada Dia. Kita hirup bau harum sorga. Mata memandang Dia, mulut menyeru, dan tangan diulurkan. Kita mengaku kalau tidak bisa apa-apa dan Dia selesaikan semua masalah yang mustahil tepat pada waktunya.


    • 1 Tesalonika 5: 23-24
      5: 23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.
      5:24 Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.

      Hasil kedua: TUHAN mengulurkan tangan yang setia dan menggenapi janji-Nya untuk memelihara dan menyucikan kita sampai sermpurna seperti Dia.
      Dia sendiri yang setia dan menggenapi janji. Jangan ragukan!

      Karena itu Sadrakh, Mesakh, Abednego tidak ragu-ragu saat diancam apapun oleh raja. Nanti antikris juga begitu--memaksa menyembah antikris.

      "Hati-hati! Kalau kita mengancam jemaat, itu adalah sistem antikris. Jangan! Biar pilih saja, terserah, ini yang benar dan tidak benar, terserah."

      Semua kita serahkan pada TUHAN apapun keadaan kita. Ada tangan setia dan berbelas kasih; tangan setia dan menggenapi janji-Nya. Dia tidak pernah menipu; ada tangan yang berlubang paku.

Kalau kita tidak setia, Dia tetap setia. Sampai saat ini, yang tidak setia, mari berjanji untuk kembali setia. Dia setia dan mengulurkan tangan-Nya. Dia berbelas kasih, bukan menghukum. Dia setia dan menggenapi janji-Nya.
Kita mempelai wanita, memandang Dia dan menyeru: Haleluya.
Mungkin kita dalam kematian, kita mengeluh kepada Dia, kalau dalam kebangkitan, mari bersyukur.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top