English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 13 Agustus 2016 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9:57-62 tentang "Hal mengikut Yesus".
Lukas...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 05 Oktober 2015 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 11 April 2018 (Rabu Sore)
Dari rekaman ibadah doa di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan...

Ibadah Doa Surabaya, 18 Juni 2014 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 3 Juni 2012 (Minggu Pagi)
Matius 27 menunjuk pada 7 kali percikan darah di atas tabut perjanjian.
Sekarang artinya...

Ibadah Raya Malang, 03 Februari 2019 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 8:12
8:12 Lalu malaikat yang keempat...

Ibadah Raya Malang, 24 November 2019 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 10:1-3
10:1 Dan aku melihat seorang malaikat...

Ibadah Natal Surabaya, 23 Desember 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Raya Surabaya, 28 Agustus 2011 (Minggu Sore)
Matius 26: 30-31
26:30. Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun.
26:31. Maka berkatalah Yesus kepada mereka: "Malam...

Ibadah Raya Surabaya, 03 Maret 2013 (Minggu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 20 Februari 2019 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Raya Malang, 20 Oktober 2013 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kitab Wahyu terdiri dari 22 pasal...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 21 Juli 2016 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 19:9
19:9 Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah:...

Ibadah Raya Malang, 07 Juli 2019 (Minggu Pagi)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:13-21 adalah tentang sangkakala keenam atau hukuman...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 Agustus 2017 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...


TRANSKRIP LENGKAP

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 18 November 2017 (Sabtu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11: 37-54 => Yesus mengecam orang-orang Farisi dan ahli Taurat.
Ibadah pelayanan orang Farisi dan ahli Taurat hanya mengutamakan perkara jasmani sehingga tidak mengutamakan firman pengajaran yang benar--tidak ada penyucian dan pembaharuan, tetapi hanya mempertahankan manusia darah daging yang berdosa.
Akibatnya: Yesus mengecam mereka dengan enam celaka.

Kita lanjut bagaimana sikap mereka setelah dikecam oleh Yesus.
Lukas 11: 53-54
11:53. Dan setelah Yesus berangkat dari tempat itu, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi terus-menerus mengintai dan membanjiri-Nya dengan rupa-rupa soal.
11:54. Untuk itu mereka berusaha memancing-Nya, supaya mereka dapat menangkap-Nya berdasarkan sesuatu yang diucapkan-Nya.

Setelah dikecam/ditegor dengan keras, seharusnya bertobat, tetapi orang Farisi dan ahli Taurat terus menerus mengintai Yesus, membanjiri Dia dengan rupa-rupa soal, memancing Dia supaya salah bicara sehingga bisa menangkap Dia. Ini benar-benar sikap dalam kekerasan hati.

Istilah 'mengintai' berarti mencari kelemahan-kelemahan Yesus, sehingga tidak ada kesempatan untuk melihat kelemahan diri sendiri.

Istilah 'membanjiri dengan rupa-rupa soal' artinya mencari-cari masalah atau membuat masalah--tidak ada masalah jadi ada masalah, masalah kecil jadi besar--supaya timbul perdebatan, perbantahan, dan pertengkaran; trouble maker.

Istilah 'memancing' artinya menjebak dengan kata-kata untuk mendapatkan kesalahan Yesus terutama dalam perkataan-Nya, supaya mereka bisa menangkap Dia.

Istilah 'menangkap Yesus'--Tuhan berkata: 'Gembala dibunuh, maka domba-domba tercerai-berai'--, artinya mencerai-beraikan/memecah belah tubuh Kristus. Jadi orang Farisi dan ahli Taurat adalah pemecah belah tubuh Kristus; menghalangi pembangunan/kesatuan tubuh Kristus yang benar.

Perhatikan, orang yang tidak mau firman Tuhan, pasti memecah belah tubuh Kristus.

Jadi, apa yang dilakukan orang Farisi dan ahli Taurat ini berkebalikan dengan kerinduan hati Tuhan.
Matius 8: 18-20
8:18. Ketika Yesus melihat orang banyak mengelilingi-Nya, Ia menyuruh bertolak ke seberang.
8:19. Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi."
8:20. Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi
Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."

'Anak Manusia tidak ada tempat untuk meletakkan kepala-Nya'= kerinduan sekaligus keluhan hati Yesus sebagai Kepala untuk bisa meletakkan kepala-Nya--sebab serigala sudah punya liang, dan burung sudah punya sarang.
Ini sama artinya Yesus rindu terjadinya pembangunan tubuh Kristus yang benar dan sempurna; berdasarkan firman pengajaran yang benar.

Tadi, orang Farisi dan ahli Taurat tidak mengutamakan firman pengajaran; menolak firman pengajaran, berarti mereka menghalangi pembangunan tubuh Kristus yang benar.
Hamba/pelayan Tuhan yang menolak firman pengajaran yang benar, sama dengan menangkap Yesus; memecah-belah tubuh Kristus; menghalangi pembangunan tubuh Kristus yang benar dan sempurna.

Ada tiga macam halangan dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna:

  1. Ayat 20: 'serigala mempunya liang, burung mempunyai sarang'= setan dengan kekuatan serigala dan burung untuk membangun tubuh Babel.
    Serigala= roh jahat= keinginan jahat; keinginan akan uang yang membuat kikir dan serakah.
    Kikir= tidak bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan.
    Serakah= mencuri milik orang lain, terutama milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus--mulai dari kami hamba-hamba Tuhan.

    Hamba Tuhan bertanggung jawab. Kalau hamba Tuhan mencuri persepuluhan, maka yang ada serigala dan burung, tidak ada pribadi Tuhan; Yesus tidak ada tempat dalam ibadah.
    Baru masalah uang, kalau ada kesalahan, maka Yesus sudah tidak ada dalam ibadah.
    Kalau gereja Tuhan bertengkar soal uang--biar gereja besar atau kecil--, mana ada pribadi Tuhan? Yang ada hanya serigala dan burung; kikir dan serakah.

    "Om dapat pelajaran yang istimewa dari guru om, alm. Pdt. Pong Dongalemba. Seharusnya dapat dua gereja di Malang, tetapi saya diusir dengan alasan yang membuat tertawa yaitu karena ada jemaat pindah ke gereja A, jadi butuh gembala baru. Padahal hanya dua orang dan itu keluarganya. Om Pong hanya bilang: Ini surat keputusannya kamu sebagai gembalanya, mau kamu robohkan/apakan bisa, tetapi lebih baik serahkan saja, untuk membuktikan bahwa yang ada di dalam ibadah bukan 'serigala', tetapi Yesus."

    Burung= roh najis= dosa makan minum (merokok, mabuk, dan narkoba) dan kawin mengawinkan (dosa percabulan, nikah yang salah).
    Kalau yang khotbahatau bermain musik merokok, narkoba, maka bukan Tuhan yang ada dalam ibadah; Yesus ditangkap, tetapi 'burung'--roh najis--yang mausk dalam hidup kita.

    Hati-hati, jangan sembarang masuk dalam ibadah--di sekolah, kantor--, lihat siapa yang khotbah! Tuhan tolong! Bukan berarti di sini yang paling benar. Yang paling benar adalah alkitab. Cocokkan dengan alkitab!

    Orang Farisi dan ahli Taurat beribadah, bukan menganggur, tetapi kalau salah, Yesus tidak ada di sana, malah Yesus ditangkap, dan yang ada serigala dan burung. Pelayan Tuhan hati-hati dengan dosa percabulan lewat pandangan, pikiran, nikah yang salah--menceraikan istri, nikah lagi, tapi khotbah di mana-mana, hebat! Ini menipu.

    Kalau ada serigala dan burung, akan menuju pembangunan Babel, bukan pembangunan tubuh Kristus.
    Wahyu 18: 2
    18:2. Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,

    Setan dengan kekuatan roh jahat dan najis mau menyingkirkan Yesus sebagai kepala sehingga mengarahkan sidang jemaat kepada PEMBANGUNAN TUBUH BABEL, sempurna dalam kejahatan dan kenajisan; mempelai wanita setan (mempelai wanita palsu) yang akan dibinasakan selamanya.

    Memang beribadah tetapi diarahkan pada yang lain, bukan pada Yesus.
    Sekarang ibadah kaum muda malah diarahkan seperti itu, tidak usah firman/khotbah, tetapi hanya sharing/cerita-cerita, senang-senang. Kalau tidak ada firman, itu berarti Yesus ditangkap, dan serigala dan burung yang leluasa menguasai kita. Hati-hati!


  2. Antikris dengan kekuatan daging untuk membangun TUBUH YANG MATI.
    Matius 8: 21-22
    8:21. Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: "Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku."
    8:22. Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka."

    Tubuh mati= ada tubuh, tetapi tidak ada gunanya.
    Tubuh yang mati artinya kehidupan hamba/pelayan Tuhan yang dikuasai oleh keinginan/hawa naafsu daging.

    Praktiknya:


    • Beribadah tetapi tidak berubah.
      2 Timotius 3: 1-5
      3:1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
      3:2. Manusia akan mencintai dirinya sendiri(1) dan menjadi hamba uang(2). Mereka akan membual(3) dan menyombongkan diri(4), mereka akan menjadi pemfitnah(5), mereka akan berontak terhadap orang tua(6) dan tidak tahu berterima kasih(7), tidak mempedulikan agama(8),
      3:3. tidak tahu mengasihi(9), tidak mau berdamai(10), suka menjelekkan orang(11), tidak dapat mengekang diri(12), garang(13), tidak suka yang baik(14),
      3:4. suka mengkhianat(15), tidak berpikir panjang(16), berlagak tahu(17), lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah(18).
      3:5. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

      'Lebih menuruti hawa nafsu'= tidak taat.
      'secara lahiriah mereka menjalankan ibadah, tetapi memungkiri kekuatannya'= sekalipun beribadah melayani tetapi tidak mau menerima firman--tidak mengutamakan firman pengajaran yang benar--sehingga tidak mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani; tetap mempertahankan manusia darah daging dengan delapan belas sifat tabiat daging sampai tidak taat. Camkan ini!

      Hati-hati, ujian terakhir ini soal jodoh. Jangan bermain api! Kalau bermain api, satu kali pasti terbakar. Jangan main-main! Soal jodoh, perhatikan ketaatan! Ini rambu-rambunya. Ketaatan ini dalam segala hal, tapi biasanya kaum muda jatuh soal jodoh.

      Kalau sudah tidak taat, bahaya, sebab tujuh belas tabiat yang lainnya juga ada.
      Kenapa Adam dan Hawa jatuh? Bukan karena berzinah, tapi tidak taat sehingga telanjang, sampai telanjang dan tidak tahu malu--seperti anjing dan babi. Itu akibat ketidaktaatan. Sungguh-sungguh! Jangan karena keinginan atau hawa nafsu!

      Mempertahankan delapan belas sifat tabiat daging= dicap 666, menjadi sama dengan antikris yang akan dibinasakan selamanya.
      Hati-hati, mau beribadahpun jangan karena keinginan untuk dapat sesuatu atau pujian, tetapi ketaatan pada pengajaran yang benar.


    • Tidak setia dalam ibadah pelayanan, bahkan meninggalkan ibadah pelayanan.
      Yesaya 22: 15-19
      22:15. Beginilah firman Tuhan, TUHAN semesta alam: "Mari, pergilah kepada kepala istana ini, kepada Sebna yang mengurus istana, dan katakan:
      22:16. Ada apamu dan siapamu di sini, maka engkau menggali kubur bagimu di sini, hai yang menggali kuburnya di tempat tinggi, yang memahat kediaman baginya di bukit batu?
      22:17. Sesungguhnya, TUHAN akan melontarkan engkau jauh-jauh, hai orang! Ia akan memegang engkau dengan kuat-kuat
      22:18. dan menggulung engkau keras-keras menjadi suatu gulungan dan menggulingkan engkau seperti bola ke tanah yang luas; di situlah engkau akan mati, dan di situlah akan tinggal kereta-kereta kemuliaanmu, hai engkau yang memalukan keluarga tuanmu!
      22:19. Aku akan melemparkan engkau dari jabatanmu, dan dari pangkatmu engkau akan dijatuhkan.

      Tidak setia= bodoh.
      Hamba/pelayan Tuhan yang beribadah melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh sesuai dengan firman pengajaran yang benar sama dengan mengurus istana kerajaan sorga.

      Istilah 'mengurus istana kerajaan sorga', di situ terkandung pemeliharaan dan perlindungan Tuhan, dan ada masa depan, sampai hidup kekal.

      Tentu sangat bodoh kalau meninggalkan istana untuk menggali kubur. Inilah orang yang tidak setia sampai meninggalkan ibadah pelayanan. Ia hanya mencari perkara-perkara dunia yang hanya sampai di kubur, sia-sia belaka, tidak ada gunanya.
      Hati-hati! Bukan berarti berhenti kerja, tetapi jangan sampai meninggalkan pelayanan. Bergumul!

      Yudas meninggalkan Tuhan untuk dapat uang, ia memang dapat uang, tetapi hanya untuk membeli kuburan.
      Terutama kaum muda yang jauh dari orang tua--dari luar pulau, luar kota--, mau cari apa di sini? Cari ilmu, bagus, tetapi kalau tidak disertai dengan ibadah pelayanan yang sungguh-sungguh dan setia, sama dengan menggali kubur. Sia-sia semuanya. Tambah dengan ibadah pelayanan yang setia, supaya betul-betul hidup dalam suasana sorga!

      "Pengalaman saya, kalau dulu saya mengabaikan ibadah pelayanan, hidup tidak bisa tertata rapi. Untunglah masih diberi kesempatan kembali ke istana sorga."

      'Menggali kubur untuk diri sendiri'= bunuh diri. Kalau meninggalkan ibadah pelayanan hanya untuk mencari perkara dunia, itu sama dengan bunuh diri, jalan tol ke neraka. Jangan sampai kita terlalu bernafsu! Berdoa saja pada Tuhan dan berusaha. Jangan bunuh diri!

      "Apalagi Lempin-el, kalau tinggalkan Tuhan sama dengan bunuh diri. Jangan!"

      'menggulingkan engkau seperti bola'= menjadi bola permainan setan sampai binasa selamanya; jabatan/jubah indahnya diambil--dalam perjanjian baru Yudas diganti Matias, di sini Sebna diganti Elyakim.
      Yesaya 22: 20
      22:20. Maka pada waktu itu Aku akan memanggil hamba-Ku, Elyakim bin Hilkia:

      Kalau jubah indahnya hilang, hidupnya tidak mungkin indah; kehilangan masa depan sampai nanti kehilangan segala-galanya.
      Jangan terlalu bernafsu dalam soal jodoh, pekerjaan dan lain-lain sampai meninggalkan Tuhan! Semua boleh, tetapi tetap taat dengar-dengaran pada Tuhan; tetap di garis. Garisnya adalah jangan lebih menuruti hawa nafsu dari pada Tuhan.


    Inilah kekuatan dari antikris.


  3. Nabi palsu dengan kekuatan angin dan gelombang di tengah lautan dunia untuk menenggelamkan perahu hamba/pelayan Tuhan.
    Matius 8: 23-27
    8:23. Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nyapun mengikuti-Nya.
    8:24. Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.
    8:25. Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa."
    8:26. Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.
    8:27. Dan heranlah orang-orang itu, katanya: "Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"

    Pembangunan tubuh Kristus yang benar sama seperti perahu bertolak ke seberang melintasi lautan dunia untuk menuju pelabuhan damai sejahtera, Yerusalem baru.

    Dua hal yang dihadapi:


    • Pengorbanan-pengorbanan: waktu, tenaga, pikiran dan lain-lain. Semua harus dikorbankan, kecuali firman pengajaran yang benar.
    • Angin dan gelombang secara rohani, yang di dalamnya ada kuasa maut.
      Angin= ajaran-ajaran palsu.

      Efesus 4: 14
      4:14. sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan,

      Ajaran palsu adalah ajaran yang berbeda dengan apa yang kita baca di dalam alkitab.

      Angin ajaran palsu membuat kita bimbang pada pribadi Tuhan/firman pengajaran yang benar.
      Memang tantangan, di sekolah, pekerjaan, di mana-mana.

      "Kakak saya wakil kepala sekolah. Nah...guru harus ikut ibadah. Datang, tetapi tidak cocok. Makin datang makin tidak cocok. Akhirnya tidak mau datang. Dia dipanggil kepala sekolah. Dia bilang pada saya: 'Doakan, ya. Apapun yang terjadi, saya tidak apa-apa, karena saya tertekan, tidak cocok dengan alkitab.' Dia dipanggil: 'Kamu harus begini!': 'Saya tidak mau.'.': 'Kenapa?': 'Saya tidak mau berdebat. Hati saya tidak damai. Saya tidak mau.' Dilaporkan ke yayasan. Minta doa lagi ke saya. Bertemu dengan pihak yayasan, malah dia bisa bersaksi dan memberi majalah Manna. Terakhir dia bilang tidak ada masalah. Sampai di sekolah, kepala sekolahnya memberi jalan keluar, dia disuruh di ruangan lain sendiri baca alkitab dan mendoakan mereka. Nah...jadi baik, tidak saling memaksa. Padahal kakak saya sudah bilang: Beri saya tugas piket atau bersih-bersih, terserah, tidak apa-apa, jangan dikira tidak mau ikut ibadah, terus menganggur atau tidur-tidur. Ternyata tidak.
      Jangan kita ikut-ikut! Bukan berarti hanya di sini yang paling benar, tetapi sesuaikan dengan alkitab.
      "

      Kalau bimbang pada firman, rohaninya akan mulai tenggelam.

      Gelombang= pencobaan-pencobaan di segala bidang. Secara jasmani: ekonomi, pelajaran.
      Secara rohani: dosa-dosa sampai puncak dosa yang mengurung kita bagaikan gelombang. Kita hati-hati!

      Dihantam gelombang supaya kita bimbang pada kuasa Tuhan. Itu berarti tenggelam di tengah jalan dan binasa selamanya, sampai tenggelam di lautan api dan belerang.


    Hati-hati menghadapi setan tritunggal!
    Tadi tubuh Babel, lalu tubuh yang mati, sekarang TUBUH YANG BIMBANG. Bahaya! Bisa tenggelam sampai tenggelam di lautan api dan belerang, binasa selamanya.

Jalan keluarnya:

  1. Dari pihak Tuhan: Ia harus tidur (taat sampai mati di kayu salib).
    Matius 8: 24-25
    8:24. Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.
    8:25. Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa."

    Filipi 2: 8-10
    2:8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
    2:9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya
    nama di atas segala nama,
    2:10. supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit
    (setan dengan roh jahat dan najis) dan yang ada di atas bumi(nabi palsu dengan angin dan gelombang yang menenggelamkan) dan yang ada di bawah bumi(antikris dengan hawa nafsunya),

    Yesus harus mati untuk mendapat nama di atas segala nama sehingga setan tritunggal--penghalang pembangunan tubuh Kristus--bisa dikalahkan. Karena itu kita harus taat sampai daging tidak bersuara, supaya kita mendapatkan kuasa nama Yesus supaya tidak dihalangi oleh setan tritunggal dalam pembangunan tubuh Kristus.

    Kalau sudah didoakan tetapi masih banyak terhalang, periksa ketaatannya. Kalau taat, pasti menang atas setan tritunggal.
    Ibrani 4: 14-16
    4:14. Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.
    4:15. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.
    4:16. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk
    mendapat pertolongan kita pada waktunya.

    Yesus bukan hanya mati, tetapi Ia juga bangkit sebagai Imam Besar dan Gembala Agung yang siap mengulurkan tangan anugerah yang besar untuk menolong kita tepat pada waktunya.


  2. Dari pihak kita: diam dan tenang.
    Markus 4: 39
    4:39. Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.

    Diam= berdiam diri= koreksi diri lewat ketajaman pedang firman. Kalau ditemukan dosa, minta ampun, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi--bertobat. Kalau tidak salah, jangan membela diri. Serahkan pada Tuhan!

    Tenang=


    • Tergembala dengan benar dan baik--seperti Yakub tenang di kemah. Jangan mendua hati!
      Yudas mendua hati, ia makan makanan dari Yesus dan ahli Taurat, akhirnya memilih yang tidak benar. Benar dan tidak benar, pasti memilih yang tidak benar.


    • Menguasai diri, tidak mengandalkan yang lain, tetapi hanya percaya dan berharap Tuhan; berseru nama Yesus.


    Diam dan tenang sama dengan mengulurkan tangan pada Tuhan, dan Ia akan mengulurkan tangan anugerah yang besar untuk:


    • Menyelesaikan semua masalah tepat pada waktunya.
    • Mengangkat kita dari kejatuhan/ketenggelaman:


      1. Kita dipulihkan, sehingga bisa hidup benar dan suci.
      2. Diangkat dari kegagalan sehingga menjadi berhasil dan indah pada waktunya.
      3. Kita dipakai, disucikan dan diubahkan sampai sempurna untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai. Kita masuk pelabuhan damai sejahtera, bersama Dia selamanya.

Jangan menolak firman! Kalau menolak firman, hanya akan mengintai, membanjiri, memancing Yesus, menimbulkan masalah--menghalangi pembangunan tubuh Kristus.
Apapun keadaan kita, mari diam dan tenang. Tuhan akan mengulurkan tangan anugerah-Nya yang besar bagi kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • Juni 2020
    (Ibadah Kunjungan di Kandis)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top