English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 23 Mei 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 29 Oktober 2009 (Kamis Sore)
dari Ibadah Persekutuan Medan, 27 Oktober 2009 (pagi)

Tema: Wahyu 19:9.
Tuhan mau memberikan...

Ibadah Raya Surabaya, 31 Juli 2016 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Doa Surabaya, 25 Oktober 2019 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 16 Desember 2010 (Kamis Sore)
Matius 25:31-34
25:31. "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat...

Ibadah Raya Malang, 03 April 2011 (Minggu Pagi)
Matius 26:6-13 menunjuk pada Persiapan Paskah.

Matius 26:6-7, 12

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 11 Januari 2010 (Senin Sore)
Matius 24: 45-51
= tentang berjaga-jaga yang dikaitkan dengan waktu kedatangan Tuhan yang tidak diduga waktunya, yaitu:...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 25 September 2018 (Selasa Sore)
Dari Siaran Tunda Ibadah di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Kidung Agung...

Ibadah Doa Puasa Session 3 (Doa Penyembahan) Malang, 21 Oktober 2008 (Selasa Sore)
Matius 24: 28 'SIKAP DALAM MENANTI KEDATANGAN YESUS KE DUA KALI'

...

Ibadah Doa Malang, 26 November 2019 (Selasa Sore)
Rekaman Ibadah Doa.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Jika diutus Tuhan, berarti...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 21 November 2013 (Kamis Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 1:1-3 judul/ kata pengantar.

Wahyu 1:3
1:3 Berbahagialah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 April 2018 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kunjungan Mangkutana III, 26 Juni 2013 (Rabu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 4:19b
4:19 ... kamu akan Kujadikan penjala manusia.

Penjala manusia adalah...

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 September 2012 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Puasa Session II Malang, 01 Maret 2015 (Selasa Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 3 tentang seorang hamba Tuhan/...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 Desember 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 November 2014)
Tayang: 16 Juni 2020
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 26 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 November 2014)
Tayang: 10 Mei 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Raya Surabaya, 10 September 2017 (Minggu Siang)

Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam III

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Wahyu 6: 9-11
6:9. Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki.
6:10. Dan mereka berseru dengan suara nyaring, katanya: "Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka yang diam di bumi?"
6:11. Dan kepada mereka masing-masing diberikan sehelai jubah putih, dan kepada mereka dikatakan, bahwa mereka harus beristirahat sedikit waktu lagi hingga genap jumlah kawan-kawan pelayan dan saudara-saudara mereka, yang akan dibunuh sama seperti mereka.

Ini adalah pembukaan METERAI yang KELIMA; penghukuman yang kelima dari Allah Roh Kudus atas dunia, yaitu pembalasan Tuhan atas darah orang-orang yang mati karena Tuhan/mati syahid (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Agustus 2017).

Mati syahid terjadi dari zaman ke zaman (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 27 Agustus 2017):

  1. Zaman permulaan= pembunuhan Habel oleh Kain.
  2. Zaman pertengahan= imam Zakharia dibunuh oleh raja Yoas.
  3. Zaman akhir--zaman kita sekarang--= banyak hamba Tuhan/pelayan Tuhan dianiaya dan dibunuh oleh antikris. Ini belum terjadi, tetapi akan terjadi.

Jadi kita sekarang harus berjaga-jaga supaya jangan menjadi antikris--pembunuh--, tetapi juga jangan menjadi mangsa dari antikris.
Untuk itu kita harus tahu siapa itu antikris. Kita sudah mempelajari bahwa antikris berasal dari kita--hamba/pelayan Tuhan--, tetapi tidak sungguh-sungguh pada kita (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 03 September 2017).

Sekarang maju satu langkah, siapakah antikris?
1 Yohanes 2: 22
2:22. Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.

'Kristus'= Roh Kudus.
Antikris adalah pendusta yang menyangkal Allah Tritunggal. Hati-hati! Memang sederhana, hanya berdusta, tetapi menentukan ke mana arah kita. Jangan sampai menjadi sama dengan antikris atau menjadi mangsa dari antikris.
Kalau menjadi pendusta, ia akan menjadi antikris yang membunuh, atau jadi mangsa antikris (disiksa dan dibunuh)--mati syahid di zaman akhir. Ini yang ditunggu. Dari zaman Habel sudah banyak orang mati syahid, tetapi masih menunggu kehidupan yang mati syahid pada zaman antikris. Kalau zaman antikris sudah terjadi, orang mati syahid sudah terkumpul, barulah pembalasan Tuhan datang kepada para pembunuh, termasuk antikris.

Pengertian dari pendusta:

  1. 1 Yohanes 4: 20
    4:20. Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.

    Pengertian pendusta yang pertama: hamba/pelayan/anak Tuhan yang tidak mengasihi sesama--selalu merugikan sesama--, bahkan membenci sesama dan membenci tanpa alasan. Ini berarti kosong dari kasih Allah; tidak ada kaitan dengan kasih Allah.

    Kalau sudah membenci tanpa alasan, itu berarti sudah mata gelap; benar-benar kosong dari kasih Allah.
    Ini berarti KEHILANGAN GAMBAR ALLAH BAPA.

    Menyangkal Bapa= kehilangan gambar Allah Bapa.


  2. 1 Yohanes 2: 20-22
    2:20. Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus, dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya.
    2:21. Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak mengetahui kebenaran, tetapi justru karena kamu mengetahuinya dan karena kamu juga mengetahui, bahwa tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran.
    2:22. Siapakah
    pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.

    'beroleh pengurapan'= urapan Roh Kudus.

    Pengertian pendusta yang kedua: menyangkal Allah Tritunggal lewat perkataan dan perbuatan.

    Kapan terjadinya penyangkalan ini? saat-saat kita terdesak/terjepit. Hati-hati, seringkali terjadi penyangkalan-penyangkalan baik lewat perkataan--Petrus menyangkal tiga kali--maupun perbuatan.
    Petrus hamba Tuhan hebat, bisa menyangkal karena terdesak/terjepit, apalagi kita. Harus hati-hati!

    Yesus adalah pengajaran yang benar. Kalau menyangkal lewat perkataan, akan berkata: Oh itu sama saja. Tetapi hati-hati saat diberkati, juga bisa terjadi penyangkalan.

    Titus 1: 15-16
    1:15. Bagi orang suci semuanya suci; tetapi bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman suatupun tidak ada yang suci, karena baik akal maupun suara hati mereka najis.
    1:16. Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.

    Menyangkal lewat perbuatan: perbuatan jahat, keji, durhaka, perbuatan tidak baik; bertentangan dengan firman pengajaran yang dia terima.

    Tadi menyangkal Yesus lewat perkataan seperti Petrus, tetapi juga lewat perbuatan keji, durhaka, najis, dan perbuatan tidak baik--selalu merugikan orang lain--, sampai membalas kebaikan dengan kejahatan. Ini sama dengan menyangkal pengajaran yang benar lewat perbuatan.

    Jadi menyangkal Tuhan artinya tidak ada kaitan dengan Allah Roh Kudus--tadi dituliskan: kamu telah menerima pengurapan, tetapi menyangkal sehingga tidak ada kaitan dengan urapan Roh Kudus. Dia benar-benar manusia daging. Petrus menyangkal tiga kali berarti tubuh jiwa dan rohnya daging.

    Ini sama dengan KEHILANGAN GAMBAR ALLAH ROH KUDUS.

    Jadi, pengertian pendusta yang pertama adalah tidak mengasihi, tetapi membenci--kehilangan gambar Allah Bapa; tanpa kasih.
    Pengertian pendusta yang kedua: menyangkal Yesus dengan perkataan dan perbuatan (tanpa urapan Roh Kudus)--kehilangan gambar Allah Roh Kudus.


  3. Efesus 4: 25
    4:25. Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.

    Pengertian pendusta yang ketiga: berkata-kata yang tidak benar; tidak sesuai dengan kebenaran; tidak ada kaitan dengan firman Allah/kebenaran. Firman Allah adalah Anak Allah.

    Ini sama dengan KEHILANGAN GAMBAR ANAK ALLAH.

Inilah tiga pengertian pendusta,
Jadi, pendusta sama dengan antikris atau hamba/pelayan Tuhan yang kehilangan gambar Allah Tritunggal. Kita hati-hati! Ini bukan manusia biasa, tetapi hamba/pelayan Tuhan--sebab antikris berasal dari kita tetapi tidak sungguh-sungguh pada kita.

Kita harus hati-hati dengan mulut kita karena sangat menentukan nasib kita. Jangan membenci tetapi mengasihi, jangan menyangkal--perhatikan perkataan dan perbuatan--, dan jangan berkata yang tidak benar!

Kalau menjadi pendusta, ia akan binasa selamanya, tidak boleh masuk Yerusalem baru.
Wahyu 21: 27
21:27. Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.

'tidak akan masuk ke dalamnya'= ke dalam kota Yerusalem baru.
Pendusta itu namanya tidak tertulis dalam kitab kehidupan, dan tidak boleh masuk Yerusalem baru--kerajaan sorga yang kekal. Lalu ke mana? Masuk lautan api belerang; binasa selamanya.

Wahyu 21: 8
21:8. Tetapi orang-orang penakut(1), orang-orang yang tidak percaya(2), orang-orang keji(3), orang-orang pembunuh(4), orang-orang sundal(5), tukang-tukang sihir(6), penyembah-penyembah berhala(7)dan semua pendusta(8), mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua."

Bagi bangsa Israel--keturunan Abraham--, kalau kehilangan gambar Allah Tritunggal, akan jadi keturunan ular beludak. Kalau bangsa kafir--memang tidak punya gambar Allah Tritunggal--, akan menjadi batu keras sampai batu kilangan (Babel). Namanya tidak tertulis dalam kitab kehidupan dan tidak boleh masuk kota Yerusalem baru, tetapi hanya tenggelam di lautan api dan belerang, binasa selamanya.

Mari, hati-hati hari-hari ini. Waspada sungguh-sungguh! Kita belajar mati syahid, ini akan terjadi di akhir zaman. Sekarang sudah terjadi kecil-kecilan, penginjil masuk hutan dan tidak kembali karena dibunuh. Tetapi yang besar-besaran belum terjadi, masih menunggu waktu. Kita harus waspada, jangan menjadi antikris--pembunuh--dan jangan jadi mangsa antikris.

Bagaimana caranya? Belajar siapa itu antikris. Antikris adalah pendusta, berarti kita jangan jadi pendusta. Tuhan tolong. Kalau berdusta, kita akan kehilangan gambar Allah Tritunggal.

Tentu Tuhan tidak rela jika kita hanya menjadi sama dengan antikris--setan tritunggal--dan masuk api neraka.
Oleh sebab itu Tuhan berusaha mengembalikan kita semua baik Israel maupun kafir pada gambar Allah Tritunggal.

Bagaimana prosesnya?

  1. Proses pertama kembali pada gambar Allah Tritunggal: lewat baptisan air yang benar.
    Baptisan air ini menentukan sungguh-sungguh di mana kita berada. Ini permulaan kembali pada gambar Allah Tritunggal--dasarnya. Kalau dasarnya salah, proses selanjutnya tidak mungkin bisa.
    Seperti membangun gedung ini, ingin bentuk persegi, tetapi dasarnya dibuat lingkaran. Sampai kapanpun tidak akan pernah terbangun. Itu pentingnya baptisan; dasar.

    Matius 3: 7-9
    3:7. Tetapi waktu ia melihat banyak orang Farisi dan orang Saduki datang untuk dibaptis, berkatalah ia kepada mereka: "Hai kamu keturunan ular beludak. Siapakah yang mengatakan kepada kamu, bahwa kamu dapat melarikan diri dari murka yang akan datang?
    3:8. Jadi
    hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.
    3:9. Dan janganlah mengira, bahwa kamu dapat berkata dalam hatimu: Abraham adalah bapa kami! Karena aku berkata kepadamu: Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini!

    Di sini Tuhan menemukan keturunan ular beludak--calonnya antikris.
    'datang untuk dibaptis'= sudah baik, sudah mau dibaptis.

    'orang Farisi dan Saduki'= mewakili orang Israel asli.
    Ayat 7= bukan tidak boleh baptisan, tetapi ditegor: Kamu masih seperti ini, bagaimana? Mana bisa berubah? Syaratnya harus benar dulu (ayat 8). Ini maksudnya. Karena itu sebelum masuk baptisan air, kita selalu mendengar firman, supaya dipersiapkan yang benar, yaitu ada buah pertobatan, bukan ikut-ikutan masuk baptisan. Yang sudah dibaptis juga mendengar untuk diperbaiki. Kalau sudah bisa perbaikan dengan Tuhan, sudah selesai.

    Ayat 9= mereka memang keturunan Abraham secara jasmani, tetapi dikatakan: keturunan ular beludak
    'dari batu-batu'= bangsa kafir.
    'Allah dapat menjadikan anak-anak bagi Abraham dari batu-batu ini'= kalau Israel tidak mau, akan digantikan bangsa kafir. Tetapi Tuhan menghendaki kedua-duanya ditolong.

    Syarat baptisan air yang benar: percaya Yesus dan bertobat; terutama bertobat dari delapan dosa di atas--menghasilkan buah pertobatan.
    Delapan dosa ini yang membuat Israel menjadi keturunan ular beludak, dan bangsa kafir menjadi batu keras--jangankan dengan Abraham, dengan manusiapun tidak ada hubungan; sama sekali terpisah dari Allah.

    Pelaksanaan baptisan air yang benar: orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan--ditenggelamkan di dalam air sehingga ia bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus, untuk menerima hidup baru/hidup sorgawi, yaitu keturunan ular beludak menjadi keturunan Abraham--bangsa Israel--, dan batu keras menjadi keturunan Abraham--bangsa kafir.

    Tinggal pilih tenggelam dalam baptisan air atau di lautan api belerang.

    Galatia 3: 7
    3:7. Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.

    Keturunan Abraham adalah bangsa Israel dan kafir yang hidup dari iman; hidup dalam kebenaran--iman adalah kebenaran.

    Saat kita hidup benar, kita sudah terlepas dari gambar setan tritunggal.
    Kita dibaptis dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus, yaitu Tuhan Yesus Kristus.
    Jadi lewat baptisan air kita mulai kembali pada gambar Allah Tritunggal, dan menghapus gambar antikris.

    Hasilnya: kutuk diubah jadi berkat. Kita mendapat berkat Abraham sampai ke anak cucu baik jasmani maupun rohani, sampai berkat hidup kekal.
    Galatia 3: 13-14
    3:13. Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
    3:14. Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

    'bangsa-bangsa lain'= bangsa kafir.
    Buang yang tidak benar!
    Kalau ada yang tidak benar, berarti ada gambar antikris. Tidak benar sama dengan berdusta. Berusaha untuk hidup benar mulai dari ujung rambut sampai telapak kaki, sampai bagian dalam hidup kita! Memang ada gangguan, tetapi sebut: Darah Yesus. Kita bergumul semua untuk kembali pada gambar Allah Tritunggal; tetap dalam kebenaran dan tetap dalam berkat Abraham.

    Ini cara pertama kembali pada gambar Allah Tritunggal. Lewat baptisan air, gambar antikris dibasuh.


  2. Proses kedua kembali pada gambar Allah Tritunggal: lewat penggembalaan.
    Petrus sudah menyangkal Tuhan--sudah kehilangan gambar Allah Tritunggal; hanya ada gambar setan tritunggal--, tetapi lewat penggembalaan dia bisa kembali pada gambar Allah Tritunggal; masih bisa ditolong. Ini pentingnya penggembalaan.

    Tadi baptisan air (halaman Tabernakel)--dasar--, selanjutnya penggembalaan (ruangan suci) untuk mencapai ruangan maha suci--kembali seperti ciptaan semula; kita sama mulia dengan Allah Tritunggal.

    Di ruangan suci--penggembalaan--kita diproses untuk kembali pada gambar Allah Tritunggal sampai selesai dan masuk ruangan maha suci, kembali pada ciptaan semula.

    Seperti itulah Tabernakel. Begitu jelas. Ikuti saja! Yang sudah di halaman, sudah baptisan air, sudah baik, lanjutkan pada proses kedua lewat sistem penggembalaan.

    Yohanes 21: 15-17
    21:15. Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
    21:16. Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
    21:17. Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.

    Satu-dua kali ditanya, belum merasa apa-apa, tetapi setelah diulang-ulang, baru hati kena sasaran. Yang baru ibadah satu macam, tambah satu lagi, sampai tiga macam ibadah, baru di situ hati kena. Sudah tiga macam ibadah tetapi belum merasa apa-apa, tekuni terus, satu waktu akan kena.

    "Pengalaman saya begitu. Kalau hati belum kena, disuruh datang ibadah seperti siksaan. Tetapi begitu kena di hati, benar-benar beda, tidak mau pulang dari gereja."

    Firman penggembalaan adalah wujud kasih Allah kepada kita, untuk mengembalikan kita pada gambar Allah Tritunggal, dan wujud kasih Allah untuk membawa kita masuk kandang penggembalaan. Di sinilah tempat proses untuk mengukirkan gambar Allah Tritunggal.

    Tadi di baptisan air, proses pembasuhannya, untuk menghapus gambar setan. Setelah itu di penggembalaan, gambar Allah Tritunggal diukirkan. Begitu gampangnya, jelasnya cara kerja Tuhan lewat Tabernakel. Tidak ada alasan untuk kita menolak.

    Kandang penggembalaan= ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


    • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
    • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Allah Anak di dalam firman dan kurban Kristus.
    • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


    Petrus mengalami dua hal dalam kandang penggembalaan:


    • Hal pertama yang dialami Petrus dalam penggembalaan: sedih hati Petrus setelah tiga kali ditanya oleh Yesus.
      Kalau sedih, berarti dia tahu dia ada kekurangan. Kalau orang berdosa tetapi senang, bahaya. Sistem penggembalaan tidak pernah memuji, tetapi menunjukkan segala kekurangan dan kelemahan kita.

      Sedih hati Petrus, artinya: Petrus menyadari dan melihat kekurangannya sampai menyangkal Tuhan tiga kali. Kalau kita merasa banyak kelebihan, kita akan jatuh.
      Kalau sudah sedih, dan banyak memeriksa kekurangan kita, kita tidak akan pernah jatuh.

      Lukas 22: 60-62
      22:60. Tetapi Petrus berkata: "Bukan, aku tidak tahu apa yang engkau katakan." Seketika itu juga, sementara ia berkata, berkokoklah ayam.
      22:61. Lalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus. Maka teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya: "Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku."
      22:62. Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.

      Petrus disadarkan oleh kokok ayam. Kokok ayam menunjuk pada firman pengajaran yang benar, yang dipercayakan Tuhan kepada seorang gembala, untuk disampaikan pada jemaat dengan setia, teratur--berurutan--dan berulang-ulang, supaya menunjukkan kekurangan dan kelemahan sidang jemaat.

      Dewasa berarti disucikan; ditunjukkan kekurangan dan kelemahannya. Kalau dipuji-puji, berarti masih anak kecil; baru bisa berdiri sudah dipuji: Hebat. Tetapi kalau sudah dewasa, akan banyak ditunjukkan kekurangannya: Kamu jalan kok begitu. Jangan salah paham!

      Kalau firman menunjukkan kekurangan dan kesalahan kita, itu berarti rohani kita sedang didewasakan--disucikan sama dengan didewasakan.

      "Ada satu orang kaya dan pandai, ikut ibadah di Patra Kuningan, pulang ibadah dia bersaksi: 'Saya dengar firman ini, jadi selama ini kami dininabobokkan, hanya dibilang: hebat.' Apalagi dia katakan: keluar berapa ratus juta, tinggal keluar cheque. Kalau ditunjukkan kesalahannya, itu berarti didewasakan."

      Firman penggembalaan juga merupakan pandangan belas kasihan Tuhan--tadi begitu ada kokok ayam, Yesus berpaling. Berarti selama Petrus menyangkal, Tuhan sudah tidak melihat dia. Tetapi untung ada kokok ayam. Kalau tidak ada kokok ayam, sudah terpisah selamanya, karena Yesus sudah tidak melihat Petrus lagi.

      Kalau hamba/pelayan Tuhan tidak mau disadarkan/disucikan, Tuhan tidak mau memaksa, Dia akan melihat yang lain dan memakai yang lain--seperti dialami Yudas, dia tidak mau dan Tuhan pakai Matias. Sungguh-sungguh!

      Tadi kesalahan sudah ditunjuk oleh firman, sekarang ada pandangan belas kasih Tuhan untuk menolong kita terlepas dari kekurangan dan kelemahan kita. Tuhan yang membuat luka hati--menyucikan--, tetapi Dia yang membalut.

      Dengan kokok ayam ini, Petrus sedih dan sadar. Itulah pekerjaan firman: menunjuk dosanya, ada pandangan belas kasih Tuhan, dan akhirnya kita sadar.
      Artinya: kita menyadari, menyesali dan mengakui kekurangan dan kelemahan kita pada Tuhan dan sesama. Jika diampuni jangan berbuat lagi. Kita terlepas dari gambar setan tritunggal, dan kita dikembalikan pada gambar Allah Tritunggal.


    • Hal kedua yang dialami Petrus dalam penggembalaan: firman penggembalaan mengembalikan Petrus--sekarang kita--pada gambar Allah Tritungal:


      1. Mulai dari meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman dan kurban Kristus. Untuk apa ini? Untuk menyucikan kita dari kehendak dan keinginan daging--keinginan jahat dan najis--sehingga kita bisa TAAT DENGAR-DENGARAN pada kehendak Tuhan sampai daging tidak bersuara.
        Saat tidak taat, kita mengikuti keinginan kita sendiri, seperti Yunus. Disuruh ke Niniwe, tetapi justru pergi ke Tarsis.

        Saat kita taat, kita DIKEMBALIKAN PADA GAMBAR ANAK ALLAH.

        Karena itu perlu ketekunan, tetapi prosesnya juga harus kita ikuti yaitu kita disucikan dari keinginan dan kehendak daging supaya kita bisa taat dengar-dengaran pada kehendak Tuhan sampai daging tidak bersuara.
        Proses mendapatkan gambar Allah Tritunggal tidak bisa satu kali, karena itu harus tekun, sampai gambar Allah Tritunggal selesai.


      2. Bersamaan dengan itu ada pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya; persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya. Firman penggembalaan di dalam ibadah raya mendorong kita untuk bisa melayani Tuhan dengan SETIA DAN BERKOBAR-KOBAR--ada kuasa Roh Kudus di sana; kita DIKEMBALIKAN PADA GAMBAR ALLAH ROH KUDUS.

        Jadi, bukti ada gambar Anak Allah adalah taat dan suci. Kalau tidak taat dan suci, yang ada adalah gambar setan.
        Bukti ada gambar Allah Roh Kudus: setia dan berkobar. Kalau loyo dalam ibadah pelayanan, berarti gambar setan.

        Jadi jelas, ini bukan teori, tetapi praktik langsung.


      3. Lalu mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya. Firman penggembalaan di dalam ibadah doa mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus--di atas gunung waktu Yesus berdoa, tiba-tiba wajah-Nya bercahaya.

        Keubahan mulai dari tidak boleh ada dusta lagi; JUJUR apapun resikonya; ya katakan: ya, tidak katakan: tidak. Kita DIKEMBALIKAN PADA GAMBAR ALLAH BAPA.

        Kalau berdusta, yang ada gambar antikris.


    Jadi, taat, setia dan jujur sama dengan kita sudah kembali pada gambar Allah Tritunggal; kita bisa mengangkat tangan kepada Tuhan, menyerah sepenuh pada Tuhan. Kalau gambar setan, bagaimana bisa menyerah pada Tuhan?
    Yohanes 21: 18-19
    21:18. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
    21:19. Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

    Sesudah tiga kali pertanyaan--Petrus kembali pada gambar Allah Tritunggal--, ia bisa mengulurkan tangan pada Tuhan, dan ia ikut Tuhan sampai mati. Ini kekuatan dari penggembalaan.

    Dua kali Petrus mengangkat tangan pada Tuhan:


    • Yang pertama: Petrus menangkat tangan pada Tuhan saat ia hampir tenggelam--ada kepentingan.
      Matius 14: 29-32
      14:29. Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
      14:30. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan
      mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
      14:31. Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
      14:32. Lalu mereka naik ke perahu dan anginpun redalah.

      Kalau orang hampir tenggelam tentunya bukan hanya teriak saja, tetapi juga mengulurkan tangan.
      Petrus mengulurkan tangan pada Tuhan saat hampir tenggelam; karena ada keperluan.

      Mungkin siang ini kita menghadapi ketenggelaman, merosot baik rohani--kebenaran dan kesucian merosot; banyak berbuat dosa--maupun jasmani--ekonomi, kesehatan dan lain-lain--, gagal total, sampai binasa, tetapi kita masih bisa mengulurkan tangan pada Tuhan, dan Dia akan mengulurkan tangan.

      Karena ada kepentingan, kita boleh berteriak pada Tuhan. Jangan pilih teman! Ada banyak murid di perahu lain, tetapi Petrus pilih Yesus, dan Ia mengangkat Petrus.
      Semua masalah--sampai yang mustahil--selesai tepat pada waktunya, berhasil dan indah pada waktunya, semua pulih pada waktunya. Yakin pada Tuhan siang ini!


    • Yohanes 21: 18
      21:18. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."

      Yang kedua: Petrus mengangkat tangan bukan karena minta tolong/ada kepentingan, tetapi karena ia mengasihi Tuhan lebih dari semua. Ia tidak minta tolong, tetapi justru ia rela berkorban nyawa untuk Tuhan. Ini suatu peningkatan.

      Dalam penggembalaan, kasih meningkat. Tadi kita mengangkat tangan karena kebutuhan, boleh, dan Tuhan akan tolong kita. Tetapi kalau hanya sampai di situ, kita belum terangkat. Kita hanya dinaikkan ke perahu--masih tetap di atas permukaan air; tetap di dunia ini.

      Harus ditingkatkan sampai kita mengangkat tangan pada Tuhan baik ditolong atau tidak. Seperti Sadrakh, Mesakh dan Abednego: Kalau Tuhan menolong, kami menyembah, kalau Tuhan tidak menolong, kami tetap menyembah Tuhan.

      Petrus mengasihi Yesus lebih dari semua; rela berkorban nyawa untuk Tuhan. Serahkan hidup sepenuhnya pada Tuhan, bukan untuk pertolongan dan lain-lain! Di situ akan terjadi pembaharuan yaitu kuat teguh hati. Tadinya Petrus takut, bimbang, dan menyangkal, tetapi sekarang ia kuat teguh hati:


      1. Tidak kecewa, putus asa dan tinggalkan Tuhan, tetapi tetap setia dan berkobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau sampai Tuhan datang.

      2. Tetap percaya dan berharap Tuhan; hanya memandang pada Tuhan, terserah mau ditolong atau tidak.
      3. Tetap menyembah Tuhan.


      Sadrakh, Mesakh dan Abednego dimasukkan dapur api yang dipanaskan tujuh kali, tetapi Tuhan bertanggung jawab; tangan anugerah-Nya diulurkan.
      Kuat teguh hati; kita tetap menyembah Tuhan, tetap memandang pada Tuhan apapun yang terjadi.

      Ini kehidupan yang diangkat oleh Tuhan; terus diubahkan oleh Tuhan, sampai kalau Dia datang kembali kita diubahkan jadi sempurna seperti Dia, untuk diangkat di awan-awan yang permai, sampai ke Yerusalem baru.

      Petrus artinya batu kecil; kita bangsa kafir batu keras/batu kilangan, akan menjadi batu dasar di Yerusalem baru, tidak bisa keluar lagi dari situ.
      Wahyu 21: 14
      21:14. Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu.

      Tadinya iman Petrus kecil, tetapi bisa ditolong lewat penggembalaan, sampai imannya sungguh-sungguh pada Tuhan, dan rela berkorban nyawa untuk Tuhan. Kita juga, batu keras/batu kilangan, masih bisa ditolong.

      Angkat tangan pada Tuhan dan serahkan semua! Ada keperluan, silahkan, tetapi lebih dari itu biarlah kita mengasihi Tuhan dan menyerahkan hidup kita pada-Nya. Ditolong atau tidak, tidak penting, yang penting kita diubahkan oleh Tuhan menjadi kuat teguh hati, dan terus diubahkan sampai sempurna seperti Dia.

Ada kemerosotan, kegagalan dalam pekerjaan, rumah tangga, pelayanan, atau kemerosotan secara rohani, ada kebusukan dalam dosa, kemustahilan, serahkan pada Tuhan.
Tetapi lebih dari itu, serahkan hidup pada Tuhan; kita mengasihi Tuhan.

Tuhan memeriksa kedalaman hati. Tunjukkan kekurangan-kekurangan dan ketenggelaman kita! Kita bisa berseru kepada Dia. Tetapi Tuhan juga memeriksa kedalaman hati, sejauh mana kita mengasihi Dia, sejauh mana kita menyerahkan hidup kepada Dia. Apa hanya karena butuh? Tuhan masih mau, masih Dia layani. Tetapi Tuhan ingin tingkatkan, adakah yang tidak butuh sesuatu, tetapi mengasihi Dia lebih dari semua--sekalipun dalam penderitaan tetap mengasihi Tuhan selama-lamanya--?

Kalau hanya karena butuh, kasih kita masih kurang. Perlu ditambah, sampai bisa berseru: Terserah Engkau, Tuhan, mau ditolong atau tidak, terserah, tetapi aku mengasihi Engkau.
Biar siang ini, Tuhan meningkatkan kasih kita.

Tuhan memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top