Simpang Borobudur no 27 Malang
0341-496949
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 14 terkena pada tujuh percikan darah di depan Tabut Perjanjian untuk mengalami penyucian terakhir sampai pada kesempurnaan.

Wahyu 14 terbagi menjadi tiga bagian:
  1. Ayat 1-5 = pengikutan gereja Tuhan terhadap Yesus sebagai Anak Domba Allah (diterangkan pada Ibadah Raya Malang, 15 Agustus 2021sampai Ibadah Doa Malang, 14 Oktober 2021).

  2. Ayat 6-13 = pemberitahuan tentang penghakiman (diterangkan pada Ibadah Raya Malang, 17 Oktober 2021sampai Ibadah Raya Malang, 05 Desember 2021).

  3. Ayat 14-20 = penuaian di bumi (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 Desember 2021).

ad. 3.
Ada dua macam penuaian di bumi:
  1. Ayat 14-16 = penuaian gandum di bumi (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 07 Desember 2021sampai Ibadah Doa Malang, 13 Januari 2022).
    Ini menunjuk pada buah dari percikan darah/ penyucian terakhir yang dibawa masuk ke dalam lumbung kerajaan Sorga.

  2. Ayat 17-20 = penuaian anggur di bumi (diterangkan pada Ibadah Raya Malang, 16 Januari 2022).
    Ini menunjuk pada buah dari kehidupan yang menolak percikan darah, sehingga harus dikilang seperti anggur dalam murka Allah, dan mengalir darah setinggi kekang kuda, serta sejauh dua ratus mil sampai binasa selamanya di neraka.

ad 2.
Wahyu 14:17-20
14:17. Dan seorang malaikat lain keluar dari Bait Suci yang di sorga; juga padanya ada sebilah sabit tajam.
14:18. Dan seorang malaikat lain datang dari mezbah; ia berkuasa atas api dan ia berseru dengan suara nyaring kepada malaikat yang memegang sabit tajam itu, katanya: "Ayunkanlah sabitmu yang tajam itu dan potonglah buah-buah pohon anggur di bumi, karena buahnya sudah masak."
14:19. Lalu malaikat itu
mengayunkan sabitnyake atas bumi, dan memotong buah pohon anggur di bumi dan melemparkannya ke dalam kilangan besar, yaitu murka Allah.
14:20. Dan buah-buah anggur itu dikilang di luar kota dan
dari kilangan itu mengalir darah, tingginya sampai ke kekang kuda dan jauhnya dua ratus mil.

Yesaya 5:1-4,7
5:1. Aku hendak menyanyikan nyanyian tentang kekasihku, nyanyian kekasihku tentang kebun anggurnya: Kekasihku itu mempunyai kebun anggur di lereng bukit yang subur.
5:2. Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ia mendirikan sebuah menara jaga di tengah-tengahnya dan menggali lobang tempat memeras anggur; lalu dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam.
5:3. Maka sekarang, hai penduduk Yerusalem, dan orang Yehuda, adililah antara Aku dan kebun anggur-Ku itu.
5:4. Apatah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya
buah anggur yang asam?
5:7. Sebab
kebun anggur TUHANsemesta alam ialah kaum Israel, dan orang Yehuda ialah tanam-tanaman kegemaran-Nya; dinanti-Nya keadilan, tetapi hanya ada kelaliman, dinanti-Nya kebenaran tetapi hanya ada keonaran.

Sebenarnya, kebun anggurnya Tuhan adalah bangsa Israel yang sudah mendapatkan kebaikan Tuhan: ditanam di tanah yang baik, didirikan menara jaga, dan lobang tempat pemerasan anggur. Harapannya adalah berbuah manis, tetapi yang ada buah asam, sehingga harus masuk dalam kilangan besar murka Allah sampai kebinasaan selamanya.

Wahyu 14:18
14:18. Dan seorang malaikat lain datang dari mezbah; ia berkuasa atas apidan ia berseru dengan suara nyaring kepada malaikat yang memegang sabit tajam itu, katanya: "Ayunkanlah sabitmu yang tajam itu dan potonglah buah-buah pohon anggur di bumi, karena buahnya sudah masak."

Sebelum sabit diayunkan, ada malaikat yang keluar dari mezbah dan berkuasa atas api.
Artinya sebelum murka Allah datang, lebih dulu tampil malaikat yang keluar dari mezbah dan berkuasa atas api.

Siapa itu? Yesus.
Yesaya 52:13-15
52:13. Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan.
52:14. Seperti banyak orang akan tertegun melihat dia--
begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi--
52:15. demikianlah ia akan membuat tercengang banyak bangsa, raja-raja akan mengatupkan mulutnya melihat dia; sebab apa yang tidak diceritakan kepada mereka akan mereka lihat, dan apa yang tidak mereka dengar akan mereka pahami.

Yesaya 53: 1-5
53:1. Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?
53:2. Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya.
53:3. Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.
53:4. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.
53:5. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

Yesaya menubuatkan tentang Yesus yang keluar dari mezbah korban bakaran untuk dipersembahkan kepada Allah. Yesus harus sengsara dan mati di kayu salib untuk menjadi korban pendamaian.
Sebenarnya, Yesus mati untuk menebus bangsa Israel supaya tidak masuk ke dalam api neraka.

Tetapi sebagian dari Israel masih menolak Yesus, sehingga berkembang kepada bangsa kafir.

Yesaya 54:2-5

54:2. Lapangkanlah tempat kemahmu, dan bentangkanlah tenda tempat kediamanmu, janganlah menghematnya; panjangkanlah tali-tali kemahmu dan pancangkanlah kokoh-kokoh patok-patokmu!
54:3. Sebab engkau akan mengembang ke kanan dan ke kiri, keturunanmu akan memperoleh tempat
bangsa-bangsa, dan akan mendiami kota-kota yang sunyi.
54:4. Janganlah takut, sebab engkau tidak akan mendapat malu, dan janganlah merasa malu, sebab engkau tidak akan tersipu-sipu. Sebab engkau akan melupakan malu keremajaanmu, dan tidak akan mengingat lagi aib kejandaanmu.
54:5. Sebab yang menjadi
suamimuialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmuialah Yang Mahakudus, Allah Israel, Ia disebut Allah seluruh bumi.

Bangsa kafir mendapatkan kesempatan dan kemurahan Tuhan untuk ditebus dari dosa-dosa, supaya tidak binasa, tetapi menghasilkan buah yang manis.

Bagaimana hal ini bisa diterangkan?
Yohanes 19:32-34
19:32. Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus;
19:33. tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
19:34. tetapi seorang dari antara prajurit itu
menikam lambung-Nyadengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

Menjelang Sabat tidak boleh ada mayat tergantung di kayu salib, karena itu kalau belum mati dipukul kakinya supaya cepat mati. Tetapi Yesus sudah mati dengan empat luka utama (dua di tangan, dua di kaki), untuk menebus dan menyelamatkan bangsa Israel, sehingga kaki-Nya tidak dipatahkan. Ini adalah kasih Tuhan kepada Israel.

Seorang prajurit kemudian menikam lambung-Nya dengan tombak. Ini adalah luka terbesar dan terdalam untuk menebus dan menyelamatkan bangsa kafir. Inilah kemurahan Tuhan bagi bangsa kafir.

Oleh karena itu, bangsa kafir harus menerima tanda darah dan air supaya bisa diselamatkan:
  • Tanda darah = percaya Yesus dan bertobat.
  • Tanda air = baptisan air dan Roh Kudus, sehingga bisa hidup dalam kebenaran.
Kita selamat sampai nanti menjadi puteri Sion, mempelai wanita Tuhan, yang terdiri dari bangsa Israel dan bangsa kafir yang sudah mengalami penebusan oleh darah Yesus dan kelahiran baru, sehingga menghasilkan buah yang termanis.

Wahyu 14:1,5
14:1. Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Siondan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.
14:5. Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka
tidak bercela.

Kejadian 49:10-12
49:10. Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa.
49:11. Ia akan menambatkan keledainya pada pohon anggurdan anak keledainya pada pohon anggur pilihan; ia akan mencuci pakaiannya dengan anggur dan bajunya dengan darah buah anggur.
49:12. Matanya akan merah karena anggur dan giginya akan putih karena susu.

Ini adalah nubuat tentang Yesus sebagai pokok anggur yang benar.
'keledai' = bangsa kafir.

Yohanes 15:1-3
15:1. "Akulah pokok anggur yang benardan Bapa-Kulah pengusahanya.
15:2. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
15:3. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

Dari sekian banyak pohon anggur yang berbuah busuk, Yesus dari suku Yehuda tampil sebagai satu-satunya pokok anggur yang benar. Dia menghasilkan buah yang baik dan manis tetapi harus masuk dalam kilangan untuk diperas, artinya mengalami sengsara sampai disalibkan, sehingga menghasilkan darah yang suci untuk menyucikan setiap kehidupan yang mau tertambat pada Yesus.

Tertambat pada Yesus = tergembala dengan benar dan baik pada pribadi Yesus/ firman pengajaran yang benar.

Yohanes 1:1,14

1:1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:14. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Setelah lahir baru, kita harus tertambat pada firman pengajaran yang benar.
Jadi, penggembalaan yang benar diukur dari makanan yang benar. Kalau kita bisa makan dan bertumbuh, berarti kita tergembala dengan benar dan baik. Kalau terlepas dari pokok, kita akan kering. Tetapi sekalipun kita kecil dan sudah terkulai, selama masih tertambat pada pokok, kita masih punya harapan besar dan jaminan kepastian hidup.

Di dalam Efesus 5:1-20, ada tiga langkah dari kehidupan yang tertambat pada pokok anggur yang benar:
  1. Mengalami penyucian.
    Efesus 5:1-7
    5:1. Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih
    5:2. dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.
    5:3. Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan
    disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus.
    5:4. Demikian juga
    perkataanyang kotor, yang kosong atau yang sembrono--karena hal-hal ini tidak pantas--tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur.
    5:5. Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.
    5:6. Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka.
    5:7. Sebab itu
    janganlah kamu berkawan dengan mereka.

    Efesus 5:4 [terjemahan lama]
    5:4. Demikian juga barang yang keji dan percakapan yang sia-sia dan jenaka, yaitu perkara yang tiada berlayak; melainkan lebih baik mengucap syukur.

    'kecemaran' = termasuk kepahitan.
    'keserakahan dan percabulan' = jahat dan najis.
    'disebut sajapun jangan di antara kamu' = disebut saja tidak boleh, apalagi dilakukan.
    'perkataan kotor' termasuk juga kata-kata jenaka. Jangan melawak di rumah Tuhan.
    'janganlah kamu berkawan dengan mereka' = jangan ber-fellowship.

    Kita disucikan dari dosa-dosa di dalam hati, perbuatan, dan perkataan. Baik dosa kejahatan, kenajisan, maupun kepahitan hati.
    Semua dosa ini membuat kita menghasilkan buah yang busuk.

    Kalau disucikan, kita tidak akan berdusta. Ini adalah buah bibir yang manis dan memuliakan Tuhan.
    Ibrani 13:15
    13:15. Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.

    Ibrani 13:15 [terjemahan lama]
    13:15. Sebab itu dengan jalan Yesus itu hendaklah kita senantiasa mempersembahkan kepada Allah korban puji-pujian, yaitu buah-buahan bibirmulut yang mengaku nama-Nya.

  2. Mengalami pembaharuan hidup dari anak-anak gelap menjadi anak-anak terang.
    Efesus 5:8-13
    5:8. Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,
    5:9. karena
    terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,
    5:10. dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan.
    5:11. Janganlah turut mengambil bagian dalam
    perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu.
    5:12. Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan.
    5:13. Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang.

    Anak-anak terang menghasilkan buah yang manis, yaitu buah kebenaran (iman), keadilan (pengharapan), dan kebaikan (kasih).
    Buah kebaikan = kita mengasihi sesama seperti diri sendiri, bahkan membalas kejahatan dengan kebaikan, kasih sempurna.

    Ini adalah perbuatan yang manis.
    Ibrani 13:16
    13:16. Dan janganlah kamu lupa berbuat baikdan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.

    Kalau memiliki buah iman, pengharapan, dan kasih, kita akan mampu menantikan kedatangan Tuhan kedua kali, sampai memandang Dia muka dengan muka.

    1 Korintus 13:12-13

    13:12. Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.
    13:13. Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu
    iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

  3. Mengalami suasana Sorga.
    Efesus 5:14-20
    5:14. Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu."
    5:15. Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,
    5:16. dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
    5:17. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi
    usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan(1).
    5:18. Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi
    hendaklah kamu penuh dengan Roh(2),
    5:19. dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati.
    5:20. Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita
    (3)

    Suasana Sorga sama dengan suasana kebangunan rohani.
    Praktiknya adalah:
    • 'usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan' lewat korban Kristus dan pengajaran benar.
      Ini menunjuk pada Meja roti sajian = ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab dan perjamuan suci, persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan korban Kristus.

      Kalau tidak tekun dalam ibadah pendalaman Alkitab, maka akan menjadi orang bebal dan sesat, tidak bisa ditegor dan dinasihati oleh firman pengajaran yang benar.

      Titus 3:10-11

      3:10. Seorang bidat yang sudah satu dua kali kaunasihati, hendaklah engkau jauhi.
      3:11. Engkau tahu bahwa orang yang semacam itu benar-benar sesat dan dengan dosanya menghukum dirinya sendiri.

      Tanpa firman pengajaran yang benar dan korban Kristus, maka akan kembali menjadi sama seperti anjing.

      Amsal 26:11

      26:11. Seperti anjingkembali ke muntahnya, demikianlah orang bebal yang mengulangi kebodohannya.
    • 'hendaklah kamu penuh dengan Roh'.
      Ini menunjuk pada Pelita emas = ketekunan dalam ibadah raya, persekutuan dengan Allah Roh Kudus di dalam urapan dan karunia-Nya.
      Kalau tidak tekun, kita akan mabuk oleh anggur dunia dan hawa nafsu daging, sehingga berbuat dosa sampai puncaknya dosa.

    • 'memuji Tuhan, mengucap syukur, dan menyembah Tuhan'.
      Ini menunjuk pada Mezbah dupa emas = ketekunan dalam ibadah doa, persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.
      Kalau tidak tekun, kita hanya akan menyembah Antikris.

    Jadi, suasana Sorga sama dengan suasana Ruangan Suci (kandang penggembalaan).
    Kita sudah melekat pada pokok anggur yang benar, setelah itu kita harus berada di kandang penggembalaan, ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok.

    Untuk masuk kandang, kita memang masuk pintu yang sempit, percikan darah.

    Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal, sehingga tidak bisa dijamah oleh setan tritunggal. Kita mengalami penyucian dan pembaharuan secara terus-menerus sampai kita bisa rendah hati dan taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi. Seperti Yesus rendah hati dan taat sampai mati di kayu salib.

    Efesus 5:21
    5:21. dan rendahkanlah dirimuseorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

    Ibrani 13:17
    13:17. Taatilahpemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.

    Kita rendah hati dan taat pada Tuhan, gembala, dan orang tua jasmani, juga termasuk taat pada pemerintah.
    Kalau tidak taat pada Tuhan, kita akan mengalami kilangan murka Allah.
    Kalau tidak taat pada gembala, kita tidak akan mendapatkan kedua sayap dari burung nasar yang besar, dan pasti masuk aniaya antikris--'tidak akan membawa keuntungan bagimu'.

    Rendah hati dan taat = memiliki pikiran dan perasaan Yesus, berarti memiliki anggur yang baru (Roh Kudus).

    Roma 8:15

    8:15. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

    Roh Kudus membaharui anggur asam menjadi anggur manis, suasana kutukan menjadi suasana Sorga. Mari mengakui apa yang membuat hidup kita pahit dan kembali pada ketaatan. Kita akan mengalami hati damai. Kita tidak merasa apa-apa yang daging rasakan, tetapi hanya merasakan kasih Allah.
    Roh Kudus juga memberikan kebahagiaan Sorga.

    Hati pahit akan menjadi hati damai. Kalau hati damai, kita akan mengalami kuasa pembaharuan dan kuasa pertolongan Tuhan.
    Mari menjaga hati damai. Itu adalah landasan yang kuat untuk menerima pekerjaan Roh Kudus, untuk menyelesaikan semua masalah yang mustahil.

    Roh Kudus mampu menghangatkan kita, sehingga kita selalu setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan sampai Tuhan datang kembali.

    Jika Yesus datang kembali kedua kali, kita kembali ke kerajaan seribu tahun damai (Firdaus yang akan datang), sampai Yerusalem baru selamanya.

Kalau ada hati dan pikiran Yesus, rendah hati dan taat, maka akan ada kuasa Roh Kudus untuk membaharui, menghibur, menolong, sampai menyempurnakan kita.

Tuhan memberkati.

Versi Cetak

Transkrip
  • Ibadah Doa Malam Session II Malang, 29 Agustus 2012 (Rabu Dini Hari)
    ... Menghadapi maut secara langsung. Menghadapi sengsara tanpa dosa percikan darah. Lazarus mati dan dikubur hari artinya Tidak ada pengharapan lagi tidak ada masa depan. Nikah dan buah nikah yang hancur. Kebusukan dosa puncaknya dosa yaitu dosa makan-minum dan dosa kawin-mengawinkan. Kemustahilan. Kebinasaan di neraka. Kalau Tuhan ijinkan ujian percikan darah ini terjadi itu supaya kita bisa mengalami ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 17 Januari 2018 (Rabu Sore)
    ... jahat pembunuhan perzinahan percabulan pencurian sumpah palsu dan hujat . 'pembunuhan' termasuk kebencian sampai kebencian tanpa alasan. 'sumpah palsu' dusta. 'hujat' menyalahkan firman pengajaran yang benar dan menghalangi tetapi dia membenarkan mendukung pengajaran palsu. Jadi hati manusia berisi tujuh keinginan jahat dan najis dan kepahitan. Akibatnya pelitanya menjadi padam. Kita ingat pelita emas memiliki tujuh ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 25 Juli 2015 (Sabtu Sore)
    ... lain. Dulu ini menunjuk pada kegerakan Roh Kudus hujan awal yaitu pemberitaan injil keselamatan. Arahnya adalah dari Yerusalem ke Yudea Samaria sampai ke ujung bumi. Sekarang ini menunjuk pada kegerakan Roh Kudus hujan akhir yaitu pemberitaan tentang cahaya injil kemuliaan Kristus Kabar Mempelai. Arahnya adalah dari ujung bumi bangsa Kafir ...
  • Ibadah Doa Malang, 20 September 2011 (Selasa Sore)
    ... TUHAN. Peraturan yang keempat adalah buru-burulah kamu memakannya artinya Jangan berlambat-lambat untuk perkara rohani juga jangan menunda waktu untuk perkara rohani yang dibebankan Tuhan baik untuk ibadah pelayanan untuk kunjungan untuk berkorban dst. Sebab kalau berlambat-lambat maka juga akan ketinggalan saat Yesus datang kedua kali yang secepat kilat. Jadi makan ...
  • Ibadah Raya Surabaya, 06 Juli 2014 (Minggu Sore)
    ... bisa selesai. Apa itu kunci kerajaan surga Salib Kisah Para Rasul sudah diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya Mei . panggilan dan pilihan Tuhan jabatan pelayanan Petrus - . Kita menjadi imam-imam yang melayani Tuhan sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya Juni . Wahyu Karena itu tuliskanlah apa ...
  • Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 30 Maret 2013 (Sabtu Sore)
    ... Metusalah anak Henokh anak Yared anak Mahalaleel anak Kenan anak Enos anak Set anak Adam anak Allah. Dalam silsilah Yesus berjumlah orang. Angka adalah angka sempurna angka artinya tubuh dan jiwa Yesus sempurna. Lukas dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit Engkaulah Anak-Ku ...
  • Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 15 Agustus 2016 (Senin Sore)
    ... menyembah TUHAN. Ibrani penyucian sumsum. Sumsum ini di dalam tulang. Amsal . Hati yang gembira adalah obat yang manjur tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang. Tulang yang kering berarti sumsumnya kering. Penyucian sumsum adalah penyucian dari semangat yang patah--perasaan putus asa kecewa dan lain-lain. Kalau disucikan bisa selalu mengucap syukur pada TUHAN. Saat-saat kita ...
  • Ibadah Raya Malang, 26 Juli 2009 (Minggu Pagi)
    ... ara melembut berarti kedatangan Yesus kedua kali sudah dekat. Jadi kedatangan Yesus kedua kali identik dengan keubahan hidup. Kolose - Korintus - . Untuk bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali baik Israel maupun Kafir harus mengalami pembaharuan. Kalau tidak berubah tetap keras tidak melembut maka tidak akan bisa menyambut kedatangan Tuhan kedua kali. ...
  • Ibadah Doa Ucapan Syukur Malang, 29 Desember 2009 (Selasa Sore)
    ... menang atas dosa adalah berdamai dengan Tuhan dan sesama. Berdamai dengan Tuhan adalah mengaku dosa dengan sejujur-jujurnya kepada Tuhan maka darah Yesus akan menutupi dosa kita. Berdamai dengan sesama adalah mengaku dosa dengan sejujur-jujurnya kepada sesama dan jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Kalau ada sesama yang minta ampun juga harus bisa ...
  • Ibadah Doa Surabaya, 23 April 2012 (Senin Sore)
    ... mengirim pesan kepadanya Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu sebab karena Dia aku sangat menderita dalam mimpi tadi malam. Tetapi oleh hasutan imam-imam kepala dan tua-tua orang banyak bertekad untuk meminta supaya Barabas dibebaskan dan Yesus dihukum mati. Wali negeri menjawab dan berkata kepada mereka Siapa di antara kedua ...

Siaran Langsung

Live Streaming GPTKK

Rekaman

Ikuti rekaman ibadah kami

Transkrip

Ringkasarn Firman Tuhan

Kesaksian

Pengalaman hidup bersama Firman Tuhan

Untuk Koneksi Lambat, silakan buka https://id.gptkk.org

Silakan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau ingin berlangganan majalah Manna, dan silakan kirim email ke widjaja_h@yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala.