English Language | Form Penggembalaan
RINGKASAN KOTBAH IBADAH RUTIN DAN IBADAH KUNJUNGAN
RINGKASAN LAINNYA

Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 18 Februari 2013 (Senin Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai...

Ibadah Doa Malang, 10 Januari 2017 (Selasa Sore)
Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Dalam...

Ibadah Persekutuan di Semarang III, 21 September 2012 (Jumat Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Tema:
I Korintus 3:9b
3:9b kamu adalah ladang...

Ibadah Raya Surabaya, 18 Maret 2018 (Minggu Siang)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam VI

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus...

Ibadah Doa Malam Surabaya, 20 September 2015 (Minggu Malam)
Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 23 Agustus 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan Yesus Kristus.

Lukas 7:18-35 adalah tentang "Yesus dan Yohanes Pembaptis".
Baptisan...

Ibadah Doa Malang, 07 Juli 2015 (Selasa Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 3:1-6 tentang jemaat di Sardis.
Wahyu 3:5-6
3:5...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 17 Januari 2015 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 8 menunjuk pada Pelita Emas. Dalam...

Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 04 Desember 2012 (Selasa Sore)
Siaran langsung dari Medan.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 28 secara keseluruhan menunjuk...

Ibadah Doa Surabaya, 20 Juni 2012 (Rabu Sore)
Matius 27
Dalam susunan tabernakel ini menunjuk tentang 7 PERCIKAN DARAH DI ATAS TABUT PERJANJIAN, artinya sekarang adalah sengsara yang dialami...

Ibadah Raya Surabaya, 13 Agustus 2017 (Minggu Siang)
Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai...

Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 01 November 2014 (Sabtu Sore)
Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 8 dalam susunan Tabernakel menunjuk...

Ibadah Kaum Muda Malang, 07 Februari 2009 (Sabtu Sore)
Markus 12:41-44, 2 Raja-raja 12:9,12
Dalam Perjanjian Lama, raja Yoas dan imam Yoyada membuat...

Ibadah Raya Surabaya, 16 Agustus 2015 (Minggu Sore)
Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam IV

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam,...

Ibadah Doa Surabaya, 14 Februari 2018 (Rabu Sore)
Dari rekaman ibadah doa di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat...


TRANSKRIP LENGKAP

Umum Surabaya (Minggu Sore, 23 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 19 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 November 2014)
Tayang: 07 Januari 2019
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 09 November 2014)
Tayang: 22 Agustus 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 05 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 November 2014)
Tayang: 04 Juni 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 13 Oktober 2014)
Tayang: 13 Desember 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 12 Oktober 2014)
Tayang: 24 Oktober 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 08 Oktober 2014)
Tayang: 18 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 06 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 05 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 01 Oktober 2014)
Tayang: 05 September 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 29 September 2014)
Tayang: 24 Juni 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 21 September 2014)
Tayang: 19 Mei 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa Surabaya (Rabu, 17 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 15 September 2014)
Tayang: 29 April 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 14 September 2014)
Tayang: 24 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]



Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari ringkasan:   
[versi cetak]
Cari rekaman ibadah ini di: http://www.kabarmempelai.org
Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 27 Februari 2017 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih sayang, damai sejahtera dan bahagia TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 6 (keenam meterai), dalam susunan Tabernakel terkena pada tongkat Harun yang bertunas, berbunga dan berbuah; ini menunjuk pada kuasa Roh Kudus.
Tentang tongkat Harun ini ditulis dalam perjanjian lama dan baru:

  1. Ditulis dalam perjanjian lama.
    Bilangan 17: 5-8

    17:5. Dan orang yang Kupilih, tongkat orang itulah akan bertunas; demikianlah Aku hendak meredakan sungut-sungut yang diucapkan mereka kepada kamu, sehingga tidak usah Kudengar lagi."
    17:6. Setelah Musa berbicara kepada orang Israel, maka semua pemimpin mereka memberikan kepadanya satu tongkat dari setiap pemimpin, menurut suku-suku mereka, dua belas tongkat, dan
    tongkat Harun ada di antara tongkat-tongkat itu.
    17:7. Musa meletakkan tongkat-tongkat itu di hadapan TUHAN dalam kemah hukum Allah.
    17:8. Ketika Musa keesokan harinya masuk ke dalam kemah hukum itu, maka tampaklah tongkat Harun dari keturunan Lewi telah
    bertunas, mengeluarkan kuntum, mengembangkan bunga dan berbuahkan buah badam.

    Inilah tongkat Harun yang bertunas, berbunga dan berbuah.


  2. Ditulis juga dalam perjanjian baru.
    Ibrani 9: 4
    9:4. Di situ terdapat mezbah pembakaran ukupan dari emas, dan tabut perjanjian, yang seluruhnya disalut dengan emas; di dalam tabut perjanjian itu tersimpan buli-buli emas berisi manna, tongkat Harun yang pernah bertunas dan loh-loh batu yang bertuliskan perjanjian,

Waktu itu bangsa Israel bersungut-sungut pada Musa dan Harun setelah peristiwa Korah. Lalu TUHAN perintahkan supaya setiap pemimpin suku mengumpulkan tongkat sehingga terkumpul dua belas tongkat, terrmasuk tongkat Harun dari suku Lewi. Tetapi yang bisa bertunas, berbunga dan berbuah hanya tongkat Harun.

Tongkat adalah sebatang kayu yang kecil dan mati, sudah tidak ada akarnya, sehingga tidak bisa hidup; kayu menunjuk pada manusia.
Artinya: sehebat apapun manusia daging di bumi, kalau tanpa Roh Kudus, ia hanya ditandai sebagai manusia yang kecil dan tidak berdaya; rapuh, dan mengalami kematian rohani--tongkat itu mati--sehingga binasa selamanya.

Kematian rohani artinya:

  • Jika mengalami sengsara, pencobaan, tantangan, selalu bersungut-sungut--seperti bangsa Israel--, kecewa, putus asa, bahkan meninggalkan TUHAN.
    Orang semacam itu, termasuk hamba TUHAN, berarti rohaninya mati, seperti tongkat yang mati.


  • Sebaliknya, jika diberkati/ditinggikan oleh TUHAN lalu menjadi bangga/sombong.
    Ini mati rohaninya--tanpa Roh Kudus--, cepat bangga, tetapi cepat kecewa juga.


  • Mempertahankan dosa/kesalahan; melayani tetapi mempertahankan dosa bahkan enjoy dalam dosa, sehingga pelayanannya mati, bahkan membawa pada kebinasaan.

Siapapun juga manusia, tanpa Roh Kudus tidak akan mampu.

Kemudian: hanya tongkat Harun bertunas, berbunga dan berbuah. Harun ini berasal dari suku Lewi--imam-imam; sekarang menunjuk pada pelayan TUHAN/hamba TUHAN. Tongkat yang mati bisa bertunas, berbunga dan berbuah oleh karena Roh Kudus.

Jadi seorang imam (hamba/pelayan TUHAN) harus mengalami urapan Roh Kudus sehingga ia ditandai dengan kekuatan dari TUHAN dan kehidupan rohani--bertunas itu berarti hidup, kemudian berbunga dan berbuah--sehingga mencapai hidup kekal selamanya. Kalau tadi, kematian rohani membawa pada kematian kekal/kebinasaan selamanya.

Imam itu memang manusia daging--bukan malaikat--yang banyak kekurangan, kecil, tidak berdaya, dan rapuh, tetapi kalau diurapi Roh Kudus, lain, ada kekuatan dari TUHAN dan kehidupan rohani sehingga bisa mencapai hidup kekal.

Tadi, kematian rohani: gampang kecewa dan bangga, mempertahankan dosa; tanpa Roh Kudus.

Sekarang, kehidupan rohani artinya:

  • Tetap mengucap syukur kepada TUHAN saat menghadapi sengsara, kesulitan, pencobaan dan lain-lain. Seperti rasul-rasul di kitab Kisah Rasul 5, mereka berbahagia--gembira--karena dianggap layak menderita untuk Yesus.

    Kalau diberkati atau ditinggikan juga tetap mengucap syukur.
    Tidak ada unsur daging yang kecewa, putus asa atau bangga.

    Kalau selalu mengucap syukur kepada TUHAN, itu berarti mengakui bahwa semuanya dari TUHAN, baik saat kita diizinkan mengalami sengsara atau saat diberkati/ditinggikan.


  • Hidup benar dan suci sampai mencapai hidup kekal selamanya.

Inilah gambaran dari tongkat Harun, dari suku Lewi--imam-imam. Harus diurapi Roh Kudus sehingga bisa bertunas, berbunga dan berbuah.

Wahyu 6 ini merupakan suatu gerakan--kuda-kuda; salah satunya kuda putih.
Dari mana kegerakan yang benar? Dari Roh Kudus--kegerakan Roh Kudus. Karena itu seorang imam harus bertunas, berbunga dan berbuah. Dari mana? Dari Roh Kudus.

Aktifitas Roh Kudus dalam kehidupan kita manusia daging:

  1. Kalau belajar dari Tabernakel--kerajaan sorga--, di luar Tabernakel adalah padang gurun dunia. Tabernakel terdiri dari halaman, ruangan suci dan ruangan suci.
    Kita bukan berasal dari Tabernakel, tetapi dari luar.

    Aktifitas Roh Kudus yang pertama: di padang gurun dunia--daerah terhilang; tidak ada keselamatan. Di luar Tabernakel merupakan daerah terhilang; tidak ada keselamatan.

    Bagaimana aktifitas Roh Kudus di padang gurun? Roh Kudus menuntun kita dari padang gurun dunia--kebinasaan/daerah terhilang--untuk masuk daerah halaman dari Tabernakel atau kerajaan sorga, lewat pintu gerbang--bukan loncat-loncat pagar, tetapi teratur. Jadi berpindah dari padang gurun dunia menuju halaman keerajaan sorga.

    Pintu gerbang= iman/percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat; menyelamatkan. Tadinya terhilang dan binasa, sekarang selamat.

    Kalau tidak ada Roh Kudus, kita tidak bisa percaya. Semakin pintar manusia daging, ia akan tambah menghina. Harus dengan Roh Kudus! Bagaimana bisa diterangkan?



    Panjang Tabernakel: 100 hasta, lebar: 50 hasta.
    Pintu gerbang terdapat pada lebar Tabernakel. Di sini kita mengetahui bagaimana kita bisa beriman/percaya Yesus--masuk pintu gerbang sorga--, yaitu hanya karena pekerjaan Roh Kudus. Kalau manusia daging--kepandaian--, tidak bisa, malah menghambat pekerjaan Roh Kudus.

    Keluaran 27: 13
    27:13. Lebar pelataran itu, yaitu bagian muka pada sebelah timur harus lima puluh hasta,

    Tabernakel ini menghadap ke timur--matahari terbit--, tempat hadirat Allah.
    Pintu gerbang terdapat pada lebar halaman Tabernakel yang ukurannya 50 hasta.
    Angka 50 menunjuk pada pentakosta, sama dengan Roh Kudus.

    Jadi, jelas, hanya lewat pertolongan dan kekuatan Roh Kudus, kayu yang seharusnya mati dan binasa bisa percaya Yesus dan diselamatkan; tidak hancur/binasa lagi. Itu kekuatan Roh Kudus.

    Jadi, mulai dari awal kita mau masuk kerajaan sorga, Roh Kudus yang menolong. Kalau manusia daging--tongkat--, tidak bisa apa-apa--sudah kecil, tidak punya akar, tidak punya harapan, bukannya percaya Yesus, tetapi malah menghujat; semakin pintar, semakin menghujat. Tetapi Roh Kuduslah yang menolong.

    Inilah aktifitas Roh Kudus yang pertama dalam hidup kita yaitu dari padang gurun kita dituntun untuk berpindah ke halaman lewat pintu gerbang.


  2. Sesudah itu, masuk ke halaman. Ini merupakan daerah urapan Roh Kudus.
    Di halaman ada alat mezbah korban bakaran dan kolam pembasuhan.

    Jadi, urapan Roh Kudus membawa kita pada pertobatan--mezbah korban bakaran--dan mengalami lahir baru--kolam pembasuhan.

    Ini kekuatan Roh Kudus. Manusia daging tidak bisa bertobat dan lahir baru. Nikodemus, guru agama saja tidak mengerti saat Yesus bicara tentang lahir baru air dan Roh: Mana bisa orang sudah tua disuruh lahir lagi; masuk ke rahim ibunya lagi? Yang dia pikir hanya daging. Tidak bisa. Harus dengan Roh Kudus!

    Kalau ada urapan Roh Kudus, kita yang sudah percaya Yesus dan diurapi, bisa bertobat; dibawa pada pertobatan--mezbah korban bakaran--; tidak berbuat dosa lagi, lalu dibawa satu langkah lagi yaitu mengalami lahir baru--kolam pembasuhan.

    Yohanes 16: 7-8
    16:7. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.
    16:8. Dan kalau Ia datang, Ia akan
    menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;

    Ayat 7= Yesus harus pergi, artinya: Ia mati, bangkit dan naik ke sorga untuk mencurahkan Roh Kudus kepada kita--sejak loteng Yerusalem sampai sekarang. Roh Kudus dicurahkan langsung dari sorga. Yesus adalah pembaptis dengan Roh Kudus, hamba TUHAN hanya membantu.

    Ayat 8= kegunaan Roh Kudus--di sini jelas peranan Roh Kudus--adalah:


    • 'menginsafkan dunia akan dosa'= menyadarkan kita akan dosa, sehingga mendorong kita untuk mengaku dosa pada TUHAN dan sesama--salib; mezbah korban bakaran--, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi--mati terhadap dosa; bertobat. Kalau manusia daging, tidak sadar, bahkan enjoy dalam dosa.

      Ini peranan Roh Kudus. Kalau tidak ada Roh Kudus, manusia daging tidak akan pernah sadar akan dosanya, tetapi justru menyalahkan orang lain dan TUHAN.

      Kisah Rasul 8: 35-39
      8:35. Maka mulailah Filipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya.
      8:36. Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: "
      Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?"
      8:37. (Sahut Filipus: "Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh." Jawabnya: "Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.")
      8:38. Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya
      turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia.
      8:39. Dan setelah mereka
      keluar dari air, Roh TUHAN tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita.

      Waktu Filipus menerangkan firman, sida-sida dari Etiopia--bangsa kafir--mau mendengar firman dan terdorong untuk masuk baptisan air.

      'Lihat, di situ ada air'= untuk baptisan membutuhkan air; menunggu ada air dulu. Kalau hanya butuh air segelas, di tempat minumnya ada banyak, tidak perlu menunggu tempat yang ada airnya. Dari sini jelas, baptisan air yang benar itu butuh banyak air.

      'keluar dari air'= sama seperti Yesus yang setelah dibaptis Ia keluar dari air, dan kita bangsa kafir setelah dibaptis juga keluar dari air--keluar dari kuburan air.

      Pemberitaan firman ditambah urapan Roh Kudus mendorong kita untuk masuk baptisan air. Roh Kudus mendorong masuk baptisan, tetapi harus ada pemberitaan firman, supaya baptisannya benar--tidak asal dibaptis. Kalau baptisannya belum benar, berarti belum dibaptis.

      Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan keluar dari dalam air--bangkit--bersama Yesus, untuk mengalami lahir baru; mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi yaitu hidup dalam kebenaran.

      Ini peranan Roh Kudus yaitu mendorong kita untuk masuk pintu gerbang--percaya Yesus--, kemudian masuk pertobatan dan baptisan air--lahir baru. Tetapi harus disertai pemberitaan firman lebih dulu.

      "Karena itu sebelum mengadakan baptisan, ada firman tentang baptisan yang diberitakan dulu selama 1 bulan. Ini penting supaya benar-benar masuk baptisan air yang benar. Firman Allah yang mengarahkan kita pada baptisan air yang benar; dan firman TUHAN mendorong kita untuk melakukan kehendak TUHAN, bukan disuruh atau dipaksa. Jadi firman dalam urapan Roh Kudus yang terus bekerja."


    • Yohanes 16: 8, 13
      16:8. Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman;
      16:13. Tetapi apabila Ia datang, yaitu
      Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

      Yang kedua: 'kebenaran'= hidup benar. Setelah insyaf akan dosa--bertobat--, mau lahir baru--masuk baptisan air--, lalu hidup benar. Roh Kudus yang menolong kita untuk hidup benar.

      'memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran'= seluruh aspek---sendi-sendi--kehidupan kita harus benar. Roh Kudus yang menolong. Kalau dari diri kita sendiri, tidak bisa untuk benar semua. Kalau ada Roh Kudus, kita bisa, sedikit demi sedikit ditunjukkan yang salah, supaya kita bisa hidup benar bahkan menuntun kita dalam seluruh kebenaran. Tidak ada yang salah, tetapi harus benar. Kita belajar, TUHAN tolong kita semua.


  3. Kemudian, sudah sampai di pintu kemah= kepenuhan Roh Kudus.
    Ini aktifitas Roh Kudus dalam hidup kita yang tadinya tongkat--kecil, rapuh, tidak ada artinya dan binasa. Mulai dari daerah terhilang di luar Tabernakel terus dibawa masuk ke dalam Tabernakel.

    Tanda kepenuhan Roh Kudus:


    • Kisah Rasul 2: 4
      2:4. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

      Tanda pertama: bisa berbahasa Roh seperti yang diajarkan oleh Roh Kudus, bukan diajarkan oleh manusia. Ini salah satu tanda dan harus diikuti tanda yang lain.


    • Roma 8: 15
      8:15. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

      Anak itu taat pada orang tua.
      Anak Allah taat pada Allah Bapa; anak-anak di rumah taat pada orang tua.

      Tanda kedua: bisa berseru: Ya Abba, ya Bapa, artinya:


      • Kejujuran; ya katakan: ya, tidak katakan: tidak, benar katakan: benar, tidak benar katakan: tidak benar. Tidak ada dusta lagi.
        Orang yang dipenuhi Roh Kudus bukan cuma berbahasa Roh saja--berbahasa Roh merupakan salah satu tanda kepenuhan Roh Kudus; tanda yang yang pertama--, tetapi masih ada tanda lain, yaitu kejujuran.


      • Taat dengar-dengaran apapun resikonya.


    Jujur dan taat, inilah kepenuhan Roh Kudus. Roh Kudus membawa kita masuk ke pintu kemah--kepenuhan Roh Kudus; kita menjadi kehidupan yang jujur dan taat.

    Tadi, tongkat itu mati--mati rohani--, yaitu tetap berbuat dosa. Tetapi kalau diurapi Roh Kudus, tongkat bisa menjadi tongkat Harun, artinya: hidup benar--kehidupan rohani itu hidup benar--, tidak mau dosa lagi.

    Kemudian ditambah lagi masuk pintu kemah, yaitu jujur dan taat.

    Kalau jujur dan taat, kita bisa menjadi rumah doa; kita bahagia.


  4. Setelah itu, Roh Kudus sudah berada di dalam ruangan suci dalam wujud pelita emas/kaki dian emas.
    Dua pengertian pelita emas:


    • Roh Kudus mendorong kita untuk bersaksi--pelita bercahaya.
      Apa yang harus disaksikan?


      • Kesaksian tentang Injil keselamatan/kabar baik. Ini harus disaksikan: Yesus sudah mati di kayu salib untuk menebus dosa kita, kalau kita percaya, kita bisa diselamatkan.

        Ini adalah kesaksian untuk orang-orang berdosa atau orang di luar Yesus, supaya bisa percaya Yesus dan diselamatkan. Ini tugas kita, bukan bergosip! Kalau bergosip tidak ada Roh Kudus. Mari kita bersaksi, supaya orang-orang di luar halaman Tabernakel/di padang gurun bisa ditarik seperti kita dulu!

        Satu-satunya hubungan yang diperbolehkan dengan dunia adalah di pintu gerbang, untuk menarik mereka masuk pintu gerbang. Jangan kita yang keluar! Salah!

        Kalau kita menjadi saksi dari Injil keselamatan, buktinya/praktiknya: harus hidup benar. Itu pelita menyala.

        Semua aspek hidup harus benar: nikah benar, pekerjaan benar, studi benar. Mungkin belum sempat bicara, tetapi sudah menjadi cahaya. Kalau gelap semua, lalu ada satu pelita yang bercahaya, satu waktu dia akan menjadi terang. Satu waktu mereka butuh terang dan satu waktu akan terkena sinar terang itu, sehingga dia bisa percaya Yesus dan diselamatkan.

        Benar = selamat.
        Tidak benar = tidak selamat.

        Hati-hati! Kalau hidup kita tidak benar--mempertahankan dosa/perkara yang tidak benar--lalu bersaksi tentang Injil keselamatan/kebenaran, kita justru menjadi sandungan. Dia sudah di dalam gelap dan sedang mencari terang, lalu kita kasih balok di depannya sehingga ia jatuh; kita menjadi batu sandungan.

        Hati-hati! Batu sandungan itu dosa Babel--membawa pada gereja palsu; puncak dari kejahatan dan kenajisan (kesempurnaan dalam kejahatan dan kenajisan) yang akan dibinasakan.

        Kita bertanggung jawab sebagai pelita emas. Kita juga berasal dari padang gurun dunia, tetapi secercah sinar Roh Kudus menolong kita. Kita bisa masuk pintu gerbang--percaya Yesus--, bertobat, baptisan air, sampai menjadi pelita yang bercahaya.


      • Kesaksian yang kedua: kesaksian tentang cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus/kabar mempelai, yaitu kesaksian untuk orang-orang yang sudah selamat, supaya bisa disucikan sampai sempurna seperti Yesus; menjadi mempelai wanita sorga. Ini penting!

        Praktik bersaksi tentang cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus: hidup dalam kesucian.


      Dua hal ini, yaitu kebenaran dan kesucian. Ini adalah pelita yang bercahaya, mulai dari rumah tangga. Ada anggota rumah tangga yang belum percaya Yesus, kita terangi dengan Injil keselamatan.
      Kalau sudah selamat, kita terangi dengan cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus supaya kita sama-sama disucikan dan disempurnakan, menjadi mempelai wanita Sorga.
      Praktiknya, kita dulu yang hidup suci.

      Inilah kekuatan Roh Kudus yaitu bisa bersaksi.
      Kaki dian emas memang bukan dicetak, tetapi ditempa. Memang, begitu menjadi saksi TUHAN, kita ditempa.

      Oleh sebab itu untuk bersaksi tentang kabar baik dan kabar mempelai diperlukan:


      • Pengorbanan-pengorbanan: waktu, tenaga, pikiran, keuangan, perasaan dan lain-lain. Hanya satu yang tidak boleh dikorbankan yaitu firman pengajaran yang benar. Jangan korbankan pengajaran yang benar, sebab itu adalah pribadi Yesus--cukup satu kali dikorbankan di kayu salib.


      • Kekuatan Roh Kudus untuk menghadapi kebencian tanpa alasan, fitnah, dendam, iri hati dan lain-lain. Saat tempaan datang, Roh Kudus yang bekerja.
        Yohanes 15: 25-27
        15:25. Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi: Mereka membenci Aku tanpa alasan.
        15:26. Jikalau
        Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
        15:27. Tetapi
        kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."

        Ayat 25: 'Mereka membenci Aku tanpa alasan' = mereka membenci Yesus tanpa alasan. TUHAN berkata: Akulah terang dunia. Kita nanti juga menjadi terang dunia--menjadi saksi. Yesus sudah dibenci tanpa alasan; kita juga akan dibenci tanpa alasan.

        Ayat 26= namanya Penghibur, berarti menguatkan kita di saat-saat mengalami fitnahan. Saat harus berkorban, dihibur/dikuatkan.

        Ayat 27: 'harus bersaksi'=> mengapa TUHAN tekankan: harus bersaksi sekalipun menghadapi aniaya, kebencian? Karena ada kekuatan Roh Kudus. Kalau tidak ada Roh Kudus, kita tidak akan mampu.

        Jadi, Roh Kudus memberikan penghiburan/kekuatan ekstra sehingga kita tetap harus bersaksi--seperti pelita emas--, sampai satu waktu menjadi terang dunia seperti Yesus.

        Ini kekuatan Roh Kudus, tidak usah takut menghadapi apapun.


      Jika tidak mau bersaksi, pasti menyangkal TUHAN dan mendakwa/menghakimi sesama. Tidak ada yang lain! Pilih salah satu, mau bersaksi atau jadi pendakwa seperti setan!

      Biarlah kita sampai menjadi pelita emas--jadi saksi TUHAN. Jangan bergosip, berdusta, tetapi bersaksi. Hari-hari ini!yang dituntut TUHAN adalah 'kamu harus bersaksi', karena TUHAN sudah memberikan kekuatan ekstra--Roh Penghibur--kepada kita semua.


    • Pelita emas letaknya di ruangan suci.
      Kalau pelitanya terang, kita bisa melihat diri sendiri, meja roti sajian dan mezbah dupa. Kalau tidak ada pelita, gelap semua. Ini gunanya.

      Pengertian pelita emas yang kedua: Roh Kudus mendorong kita untuk bisa bertekun dalam ruangna suci--kandang penggembalaan. Kalau manusia daging, tidak mau, tetapi kalau ada Roh Kudus di dalam kita, Ia menolong kita untuk bisa bertekun dalam kandang penggembalaan. Kita menjadi kehidupan yang tergembala dengan benar dan baik--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok:


      • Pelita emas= ketekunan dalam ibadah raya termasuk ibadah persekutuan tubuh Kristus (fellowship) dan ibadah kaum muda; persekutuan dengan Allah Roh Kudus dalam urapan dan karunia-Nya (ada kesaksian, nyanyian-nyanyian).

        "Nanti tanggal 7-9 Maret kita ke Jakarta. Kemudian bulan April di Poso, saya dengar akan diadakan di lapangan terbuka di Poso. Kita doakan. Kemudian bulan Mei di Square Ballroom Surabaya (tanggal 30 Mei dan 1 Juni). Di Medan bulan Mei. Ada juga di Bintuni (Papua) akhir bulan Maret. Untuk di Surabaya ini saya pilihkan tanggal 1-nya bertepatan hari libur (1 Juni hari lahirnya Pancasila). Jadi tidak ada alasan, sebab hari libur. Nanti, untuk di Malang saya carikan yang bertepatan dengan hari libur juga (1 hari bertepatan hari libur). Ibadah persekutuan di Malang, lima kali. Kalau mau cuti bisa 1 hari saja. Selasa sore langsung berangkat, hari Rabu pagi dan sore ini saja yang cuti, hari Kamisnya hari libur. Mari biar kita sama-sama kompak."

        Dalam ibadah persekutuan karunia-karunia akan dipertambahkan. Bpk Pdt van Gessel mengatakan: Persekutuan yang benar--berdasarkan pokok anggur yang benar (pengajaran yang benar)--merupakan tempat persemaian dari karunia-karunia Roh Kudus (karunia Roh Kudus akan bertambah-tambah).

        Karunia ini tidak bisa dibeli. Kalau karunia bertambah, berkat yang jasmani juga bertambah (bukan berkurang).

        "Saya dari Sibolga. Ada kesaksian dari seorang hamba TUHAN. Dulu tahun 2005 dia naik truk yang mengangkut getah karet untuk ikut KKR ke Medan--(maaf) ada tempat sopir dan kernet, ada satu tempat kosong, dia bayar--, supaya bayarnya murah (isterinya tidak bisa ikut, karena tidak punya uang). Jaraknya jauh sekali. Sesudah itu dia mulai diberkati. Sekarang mobilnya dua, gerejanya dua dan mobilnya digunakan untuk membawa hamba-hamba TUHAN. Puji TUHAN."

        Kalau karunia bertambah,yang jasmani juga bertambah, itu bonus.

        "Untuk ibadah kunjungan, Banyak orang bilang: Mana bisa setiap bulan, bahkan sebulan dua kali? Dari mana uangnya? Apa gerejanya sudah sangat besar? Saya bilang: Biasa saja. Bukan dari gereja, tetapi dari TUHAN. Semoga kita terlibat semuanya."


      • Meja roti sajian= ketekunan dalam ibadah pendalaman aklitab dan perjamuan suci; persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman pengajaran dan kurban Kristus.
      • Mezbah dupa emas= ketekunan dalam ibadah doa penyembahan; persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasih-Nya.


      Roh Kudus yang mendorong kita--diterangi. Karena itu tekuni dulu ibadah raya. Hari minggu sudah libur, kalau tidak tekun, bagaimana bisa melihat meja roti? Tetapi kalau minggu sudah tekun, pasti satu waktu mau ikut ibadah yang lainnya. Roh Kudus yang menolong.

      Dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal seperti ranting melekat pada pokok anggur yang benar, sehingga kita mengalami penyucian terus menerus/berkesinambungan. Ini merupakan suatu perhatian.

      Pohon anggur ini berbeda dengan tanaman lainnya. Tanaman anggur ini harus diperhatikan; tidak bisa dibiarkan.
      Jadi, berada di dalam kandang itu sudah merupakan perhatian TUHAN, mulai dengan menyucikan hidup kita. Allah memperhatikan, mempedulikan, mengerti dan bergumul untuk hidup kita; mulai dengan menggunting daun-daun yang sudah kering, sampai nanti menghasilkan buah.

      Kalau sudah disucikan, mulai ada tanda-tanda bertunas--hidup benar--, berbunga--sudah digembalakan dan disucikan; sudah indah--sampai berbuah. Itu saja.

      TUHAN memperhatikan, mempedulikan, mengerti keadaan kita, dan bergumul bagi kita, lewat penyucian dalam kandang penggembalaan. Perhatian TUHAN bukan berupa uang. Kalau uang, di dunia, yayasan juga bisa memberi uang. Tetapi perhatian TUHAN ini dalam bentuk penyucian. Kalau sudah dibersihkan, yang lainya hanya bonus saja.

      Dalam ibadah hari Minggu, siapkan untuk melekat, duduk, berbaring, sampai dipeluk!
      Sekarang, kita disucikan, inilah perhatian TUHAN. Kalau sudah mau disucikan, kita pasti berbunga indah, sampai berbuah. Luar biasa!

      Efesus 4: 11-12, 7, 15
      4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
      4:12.
      untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,
      4:7. Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan
      kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.
      4:15. tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam
      kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.

      Kalau disucikan--hidup dalam kesucian--, kita akan diperlengkapi dengan:


      • SEMBILAN JABATAN PELAYANAN dari Anak Allah (1 Korintus 12).
        Dalam Efesus 4: 11 ada lima jabatan, dijabarkan dalam 1 Korintus 12, ada Sembilan jabatan pelayanan.

        Yesus harus mati di kayu salib untuk membebaskan kita dari tawanan dosa dan memberikan pemberian-pemberian--jabatan. Ini berarti kita berbunga. Ini perhatian TUHAN, dari tongkat yang kering--hancur, rapuh--bisa hidup benar--bertobat, baptis air, dipenuhi Roh Kudus, jujur dan taat, itu mulai hidup--bertunas.

        Lalu digembalakan, disucikan sampai berbunga--ada jabatan pelayanan--, sudah indah.


      • SEMBILAN KARUNIA-KARUNIA ROH KUDUS (ayat 7: 'kasih karunia').
      • SEMBILAN PERBUATAN KASIH Allah Bapa (ayat 15: 'kasih').


      Di sini, kalau sudah diperlengkapi dengan tiga hal di atas, kita akan dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna (ayat 12) --kegerakan Roh Kudus hujan akhir; sudah ada kegerakan.

      Dalam Wahyu 6 ada kuda-kuda, mulai dari kuda putih. Inilah kegerakan.

      Ini gunanya Roh Kudus. Mulai membimbing kita pelan-pelan dari padang gurun dunia yang gelap sampai punya jubah yang indah. Kita bagaikan pohon yang sudah berbunga.

      Motor penggerak kegerakan pembangunan tubuh Kristus: kasih.
      Kalau penggeraknya uang, akan mogok.

      "Karena itu kalau gembala digaji, berat sekali. Dulu saya ditantang gereja besar. Saya katakan: Gawat, bahaya! Nanti gembalanya juga begitu: Mau khotbah sepuuh kali juga sekian, satu kali juga sekian, lebih baik khotbah satu kali, yang sembilan tidur. Inilah sistem dunia. TUHAN tolong kita semuanya."

      Kasih itu kekal, kalau motor penggeraknya kasih, maka pelayananan kita juga kekal selamanya. Wahyu 5 bicara tentang kegerakan di sorga.

      Tadi, punya sembilan jabatan, sembilan karunia dan sembilan perbuatan kasih, hidup kita baru berbunga; mulai indah--dipakai dalam kegerakan hujan akhir--sampai kekal selamanya.

      Kalau diteruskan, kita akan menghasilkan SEMBILAN BUAH ROH.

      Kalau ranting melekat pada pokok, pasti berbuah lebat; berbuah tetap.
      Galatia 5; 22-23
      5:22. Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
      5:23. kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

      Dulu, kita diciptakan segambar dengan Allah Tritunggal. Karena dirusak oleh setan/dosa--bersekutu dengan setan tritunggal--, yang ada hanyalah gambarnya setan tritunggal.

      Gambarnya setan, najis.
      Gambarnya antikris, jahat.
      Gambarnya nabi palsu, dusta (palsu). Ini saja manusia.

      Oleh sebab itu, kita harus bersekutu dengan Allah Tritunggal, supaya dicetak seperti Allah Tritunggal lagi.

      Sembilan buah-buah Roh:


      • 'kasih, sukacita, damai sejahtera' = gambar Allah Bapa.
      • 'kesabaran, kemurahan, kebaikan' = gambar Anak Allah.
      • 'kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri'= gambar Allah Roh Kudus.


      Kita kembali pada gambar Allah Tritunggal; kembali pada ciptaan semula. Kalau melekat pada penggembalaan (Allah Tritunggal), pasti nanti kembali pada Allah Tritunggal.

      Kita menjadi sempurna, sama mulia dengan Yesus; menjadi mempelai wanita sorga yang siap menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan permai.

Inilah pekerjaan Roh Kudus, yaitu sampai kita memiliki 4x9. Ini benar-benar sudah bertunas, berbunga dan berbuah, sampai kesempurnaan. Tongkat yang tadinya mati--jahat dan gelap--, kalau ada Roh Kudus, Ia membimbing kita sampai ada 4x9.

Tadi bertunas--sudah baptisan air (hidup benar), baptisan Roh Kudus (jujur dan taat)--; sudah hidup, tidak mati lagi. Orang jujur, taat dan hidup benar, mau diapakan juga tetap hidup. Seperti Sadrakh, Mesakh, Abednego dilemparkan ke api tetap hidup dan Daniel dilempar ke gua singa tetap hidup. Namanya tongkat sudah hidup; sudah bertunas--hidup benar, jujur dan taat--, mau diapakan juga, tidak bisa, tetapi tetap hidup; hidupnya dari TUHAN. Sekalipun dunia sulit, tetap bisa hidup baik jasmani maupun rohani.

Kemudian digembalakan--disucikan; diperhatikan--, mulai berbunga; ada jabatan dan karunia. Mulai indah, dan ada kasih, supaya kekal.

Sampai berbuah kesempurnaan: 4x9--ini miliknya mempelai wanita.

Jadi mempelai wanita harus memiliki 4x9: sembilan jabatan pelayanan, sembilan karunia Roh Kudus, sembilan perbuatan kasih (1 Korintus 12), dan sembilan buah Roh Kudus, baru bisa sempurna (buah kesempurnaan; mempelai wanita).

Tetapi waspada!
Yosua 7: 5
7:5. Sebab orang-orang Ai menewaskan kira-kira tiga puluh enam orang dari mereka; orang-orang Israel itu dikejar dari depan pintu gerbang kota itu sampai ke Syebarim dan dipukul kalah di lereng. Lalu tawarlah hati bangsa itu amat sangat.

Ini adalah perjalanan Yosua memimpin bangsa Israel menuju ke Kanaan pada tahap terakhir; dari menyeberang sungai Yordan ke Kanaan. Ini adalah etape terakhir. Kalau Musa, dari Mesir ke gunung Sinai--etape pertama. Sudah terjadi mujizat dan kejatuhan. Setelah itu dari gunung Sinai ke tapal batas Kanaan (sungai Yordan). Perjalanan Yosua, dari tapal batas Kanaan; menyeberang sungai Yordan sampai ke Kanaan. Inilah perjalanan terakhir.

Pada perjalanan terakhir Yosua juga terjadi kejatuhan.
'tawarlah hati bangsa itu amat sangat' = benar-benar runtuh.

Yosua memimpin bangsa Israel menuju Kanaan pada tahap perjalanan terakhir, dari seberang Yordan menuju ke Kanaan. Bangsa Israel mengalahkan Yerikho yang begitu hebat, tetapi bangsa Israel dikalahakn oleh Ai.

Pada etape tarakhir--sekarang menunjuk pada kegerakan Roh Kudus hujan akhir untuk mencapai pembangunan tubuh Kristus yang semprurna--harus waspada, yaitu Israel dikalahkan oleh Ai yang kecil/sedikit, sehingga menewaskan 36--4x9. Ini yang diincar oleh setan.

Sementara kita dari kayu tidak berharga--gelap, dari luar--, terus dibimbing--mungkin sejak kandungan, sejak kecil--, sudah sampai menjadi hamba TUHAN/pelayan TUHAN, sudah berbunga dan berbuah, tinggal tunggu kesempurnaan, hati-hati, banyak yang runtuh di sini.

Ai, artinya reruntuhan.
Jadi, setan berusaha meruntuhkan 4x9 yang menjadi milik gereja TUHAN sehingga hamba TUHAN/pelayan TUHAN menjadi kecewa, putus asa, tawar hati; sama dengan gugur dari iman--pengajaran yang benar--dan gugur dari pelayanan--jabatan pelayanan sudah ditinggal semua. Ini akan terjadi.
Perjalanan Yosua merupakan nubuat dari perjalanan gereja di akhir zaman.

Ada tiga hal yang meruntuhkan:

  1. Yosua 7: 20-21
    7:20. Lalu Akhan menjawab Yosua, katanya: "Benar, akulah yang berbuat dosa terhadap TUHAN, Allah Israel, sebab beginilah perbuatanku:
    7:21. aku melihat di antara barang-barang jarahan itu
    jubah yang indah, buatan Sinear, dan dua ratus syikal perak dan sebatang emas yang lima puluh syikal beratnya; aku mengingininya, maka kuambil; semuanya itu disembunyikan di dalam kemahku dalam tanah, dan perak itu di bawah sekali."

    Perkara pertama yang meruntuhkan: dosa Akhan, yaitu:


    • Mencuri emas dan perak. TUHAN katakan: Jangan ambil jarahan! Emas dan perak harus dimasukkan dalam rumah perbendaharaan.
      Yosua 6: 24
      6:24. Tetapi kota itu dan segala sesuatu yang ada di dalamnya dibakar mereka dengan api; hanya emas dan perak, barang-barang tembaga dan besi ditaruh mereka di dalam perbendaharaan rumah TUHAN.

      'ditaruh mereka di dalam perbendaharaan rumah TUHAN' = milik TUHAN.

      Jadi, mencuri emas dan perak= mencuri persepuluhan--milik TUHAN yang terkecil--; reruntuhan itu kecil.
      Kalau mencuri milik TUHAN, bisa runtuh, bukan bagus.

      Akhan masuk ke lembah kesukaran--sukar; runtuh. Kalau hamba TUHAN mencuri milik TUHAN, ia akan sukar melayani dan satu waktu runtuh. Begitu juga sidang jemaat, bisa sukar melayani (banyak halangan, tantangan), sampai runtuh (runtuh rohani dan jasmani).

      Jangan coba-coba! Mari kembalikan milik TUHAN! TUHAN tolong kita.


    • Kemudian: mencuri jubah indah dari Sinear (Yosua 7: 21).
      Sinear ini tempat kota Babel.

      Kejadian 11: 2, 9
      11:2. Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana.
      11:9 Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut
      Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.

      Mencuri jubah indah dari Sinear= jatuh dalam dosa babel, yaitu


      1. Dosa sandungan--menjadi sandungan atau gampang tersandung. Ini perkara kecil-kecil.

        "Dulu saya menyesal. Saya tidak tahu, ada orang katakan: Saya tidak mampu, makanya anak saya ditaruh di belakang. Guru-guru juga tidak tahu. Akhirnya mereka keluar. Saya menyesal sekali, janganlah jadi batu sandungan atau gampang tersandung/tersinggung! Rugi."


      2. Babel juga berarti tidak setia (Babel sama dengan pelacur; pelacur itu tidak setia).
      3. Sampai puncaknya dosa: dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin mengawinkan (dosa percabulan, nikah yang salah). Ini meruntuhkan; membuat sukar hidup ini; sukar masuk kerajaan sorga.

        TUHAN katakan: Orang kaya sukar masuk sorga, lebih mudah unta masuk lubang jarum.


    Hati-hati soal persepuluhan dan dosa Babel.


  2. Keluaran 6:8-11
    6:8 Lalu Musa mengatakan demikian kepada orang Israel, tetapi mereka tidak mendengarkan Musa karena mereka putus asa dan karena perbudakan yang berat itu.
    6:9 Kemudian TUHAN berfirman kepada Musa:
    6:10 "Pergilah menghadap, katakanlah kepada Firaun, raja Mesir, bahwa ia harus membiarkan orang Israel pergi dari negerinya."
    6:11Tetapi Musa berkata di hadapan TUHAN: "Orang Israel sendiri tidak mendengarkan aku,
    bagaimanakah mungkin Firaun akan mendengarkan aku, aku seorang yang tidak petah lidahnya!"

    Perkara kedua yang meruntuhkan: pencobaan-pencobaan di segala bidang yang mustahil, membuat putus asa. Bahkan Musa ikut-ikut putus asa (ayat 11).

    "Saya pernah diperlakukan begitu sama seseorang: 'Kalau Om yang mengalami ini, mungkin om juga tidak ibadah.' Saya jawab: 'Ya sudah, sabar dulu.' Kalau saya marah, bisa-bisa dia tidak ke gereja lagi."

    Sidang jemaat mengalami pencobaan di bidang ekonomi dan lain-lain sehingga tidak kuat dan putus asa. Ini karena tergantung pada itu, bukan pada TUHAN. Juga hamba TUHAN, karena tergantung pada jemaat. Kalau ada jemaat yang keluar, periksa diri. Tetapi kalau seizin TUHAN, ya sudah. Kita tidak bergantung pada jemaat, tetapi pada TUHAN.
    Jemaat ada yang sakit, jangan putus asa, sebab hidup kita ada di dalam tangan TUHAN. Yang masih kuliah, mungkin merosot, jangan putus asa. Koreksi diri (mungkin kurang belaajar dan sebagainya) dan perbaiki yang salah!


  3. 1 Raja-raja 19: 1-4
    19:1. Ketika Ahab memberitahukan kepada Izebel segala yang dilakukan Elia dan perihal Elia membunuh semua nabi itu dengan pedang,
    19:2. maka
    Izebel menyuruh seorang suruhan mengatakan kepada Elia: "Beginilah kiranya para allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika besok kira-kira pada waktu ini aku tidak membuat nyawamu sama seperti nyawa salah seorang dari mereka itu."
    19:3. Maka takutlah ia, lalu bangkit dan pergi menyelamatkan nyawanya; dan setelah sampai ke Bersyeba, yang termasuk wilayah Yehuda, ia meninggalkan bujangnya di sana.
    19:4. Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian
    ia ingin mati, katanya: "Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku."

    Perkara ketiga yang meruntuhkan: putus asa.
    Elia menghadapi Izebel dan ia putus asa.

    Izebel= ajaran palsu, yaitu


    • Ajaran sesat yang mengizinkan wanita mengajar dan memerintah laki-laki.
    • Ajaran yang mempelajari seluk beluk iblis. Kalau belajar Tabernakel; kerajaan sorga, dikatakan: Taurat, tetapi seluk beluk iblis dipelajari sampai rumahnya (neraka, okultisme) dipelajari. Salah besar!

      Wahyu 2: 20, 24
      2:20. Tetapi Aku mencela engkau, karena engkau membiarkan wanita Izebel, yang menyebut dirinya nabiah, mengajar dan menyesatkan hamba-hamba-Ku supaya berbuat zinah dan makan persembahan-persembahan berhala.
      2:24. Tetapi kepada kamu, yaitu orang-orang lain di Tiatira, yang tidak mengikuti ajaran itu dan yang tidak menyelidiki apa yang mereka sebut
      seluk-beluk Iblis, kepada kamu Aku berkata: Aku tidak mau menanggungkan beban lain kepadamu.

      Dalam wahyu 5, kalau hati dan pikiran ditulisi firman, kita mengenal TUHAN, diri sendiri dan setan--mengenal tipu dayanya, bukan pribadinya. Kalau belajar pribadi setan, di situ ada rohnya. Kalau belajar firman kita sudah tahu semuanya. Jangan sampai ada Izebel!


    • Izebel juga merupakan ancaman-ancaman. Banyak hamba TUHAN diancam dan menjadi putus asa. Jangan! TUHAN tolong kita semua.

      Bayangkan, Elia hebat, banyak mujizat yang dia lakukan sampai menyembelih nabi-nabi baal. Mereka menorah-noreh diri sampai berdarah, api tidak menyambar (korbannya tetap berbau busuk). Begitu Elia berdoaa satu kali, api langsung menyambar.

      Elia dahsyat, tetapi kena ajaran palsu, ia kalah.
      Ajaran palsu satu paket dengan antikris: ancaman, aniaya. Ini yang membuat Elia kalah dan minta mati.

Inilah reruntuhan yang membuat kecewa, putus asa; gugur dari iman dan pelayanan: dosa Akhan--persepuluhan (keinginan akan uang; jahat)--, dosa babel (keinginan najis)--jahat dan najis-, pencobaan-pencobaan, ajaran palsu dan ancaman-ancaman antikris.
Nanti kita akan diancam, dianiaya, dibenci. Jangan putus asa. Itu adalah roh reruntuhan yang harus kita lawan.

Jalan keluarnya supaya Elia tidak putus asa, tetapi bersemangat lagi: dua kali disebutkan: Bangunlah dan makanlah!
1 Raja-raja 19: 5-8
19:5. Sesudah itu ia berbaring dan tidur di bawah pohon arar itu. Tetapi tiba-tiba seorang malaikat menyentuh dia serta berkata kepadanya: "Bangunlah, makanlah!"
19:6. Ketika ia melihat sekitarnya, maka pada sebelah kepalanya ada roti bakar, dan sebuah kendi berisi air. Lalu ia makan dan minum, kemudian berbaring pula.
19:7. Tetapi malaikat TUHAN datang untuk kedua kalinya dan menyentuh dia serta berkata: "
Bangunlah, makanlah! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu."
19:8. Maka bangunlah ia, lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.

Apa artinya bagi kita sekarang? Inilah ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci--makan dobel. Kita makan firman pengajaran dan kurban Kristus, ini yang membuat kita bangun (mengalami kebangunan rohani), tidak lumpuh/runtuh.

Ayat 8= Elia bisa jalan terus sampai empat puluh hari--angka perobekan daging.

Jadi, lewat firman pengajaran dan perjamuan suci kita mendapat kekuatan ekstra dari TUHAN sehigngga kita tidak kecewa dan putus asa menghadapai apapun, tetapi kita kuat teguh hati.

Hari-hari ini kita kuat teguh hati, artinya:

  • Tetap berpegang teguh pada pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran. Jangan dicampur-campur!
  • Tetap hidup benar, apapun resikonya.
  • Tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN.
  • Tetap menyembah TUHAN.

Ini rumus kita yaitu hanya mengulurkan tangan kepada TUHAN--menyembah TUHAN. Tidak ada yang bisa kita lakukan. Memang harus menghadapi reruntuhan dalam perjalanan terakhir. Sudah dipakai dan sebagainya, hati-hati (mawas diri), roh reruntuhan itu menyelinap. Hati-hati dengan dosa Akhan--kejahatan (persepuluhan)--dan dosa Babel (dosa kenajisan lewat pandangan dan sebagainya). Kecil itu menyelinap. Ini yang bahaya! Kita harus hati-hati

Memang kita harus menghadapi pencobaan-pencobaan. Saya bisa merasakan juga dalam doa, banyak yang berat, saya tetap mendoakan. Pencobaan-pencobaan jangan membuat kita putus asa, kalah, sukar, hancur dan runtuh. Dan hati-hati juga terhadap ajaran palsu (nabi palsu), termasuk kebencian, fitnah, sampai aniaya antikris.

Oleh sebab itu makan dobel seperti malam ini. Kuat teguh hati, hanya mengulurkan tangan pada TUHAN dan Dia mengulurkan tangan pada kita, apapun keadaan kita.

Waktu berlayar, kapal rasul Paulus dihantam gelombang, disitu juga rasul Paulus mengadakan perjamuan suci (memberitakan firman dan perjamuan suci); makanan pada hari keempat belas.
Kisah Rasul 27: 33-36
27:33. Ketika hari menjelang siang, Paulus mengajak semua orang untuk makan, katanya: "Sudah empat belas hari lamanya kamu menanti-nanti saja, menahan lapar dan tidak makan apa-apa.
27:34.
Karena itu aku menasihati kamu, supaya kamu makan dahulu. Hal itu perlu untuk keselamatanmu. Tidak seorangpun di antara kamu akan kehilangan sehelaipun dari rambut kepalanya."
27:35. Sesudah berkata demikian,
ia mengambil roti, mengucap syukur kepada Allah di hadapan semua mereka, memecah-mecahkannya, lalu mulai makan.
27:36 Maka kuatlah hati semua orang itu, dan merekapun makan juga.

'menasihati= memberitakan firman pengajaran yang berisi tegoran dan nasihat.
'makanan pada hari keempat belas' => (Kitab Keluaran)= domba paskah dikurung sampai hari keempat belas, baru disembelih.

Hari keempat belas= makan paskah.
Roti= firman.
Makan paskah= kurban Kristus. Ini dobel--ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci. Inilah uluran tangan TUHAN.

Sekalipun kita hanya sehelai rambut di tengah badai gelombang dunia, biarlah kita kuat teguh hati--tetap pegang teguh firman pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran (jangan bimbang), tetap hidup benar (jangan menyimpang), tetap setia berkobar (jangan gugur dari pelayanan), dan tetap menyembah TUHAN.

TUHAN mengulurkan tangan anugerah yang besar untuk memegang sehelai rambut--kehidupan yang tidak berharga, tidak berdaya, tidak ada artinya apa-apa.

Hasilnya:

  • TUHAN sanggup memelihara hidup kita di tengah kesulitan dunia sampai zaman antikris, bahkan sampai hidup kekal.
  • TUHAN sanggup menyelesaikan masalah kita sampai masalah yang mustahil.
  • TUHAN yang membuat semua berhasil dan indah pada waktunya.
  • Sehelai rambut tidak jatuh= utuh; sempurna.
    Yakinlah, asal kita kuat teguh hati. Jangan mundur sedikitpun! Kalau tidak kuat, angkat tangan, berdoa dan menyembah TUHAN!

    1 Tesalonika 3: 13
    3:13. Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, TUHAN kita, dengan semua orang kudus-Nya.

    'supaya tak bercacat dan kudus' = utuh; sempurna, tidak bercacat cela.
    Kita menjadi sempurna untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Siapa kita? Saya sebagai hamba TUHAN, mendatangkan satu orang saja susah, ditelepon, dibesuk belum tentu datang--seperti sehelai rambut. Sungguh-sungguh. Kalau orang bisa datang, itu semua karena anugerah TUHAN. Kita tidak mampu.

Mungkin kita dalam pekerjaan, sulit, jangan putus asa. Memang harus kita hadapi. Kita bagaikan sehelai rambut ditengah gelombang. TUHAN izinkan, supaya kita tidak berharap siapa-siapa, tetapi hanya berharap TUHAN.

"Sampai berharap tim SAR-pun juga tidak bisa. Pesawat yang besar bisa dicari beberapa hari ketemu, tetapi ada yang belum ketemu. Itu pesawat besar. Kalau hanya sehelai rambut, tim SAR mana yang mencari? Itu maksud TUHAN, yaitu supaya kita tidak berharap siapa-siapa, tetapi hanya berharap TUHAN."

Memang TUHAN izinkan. Roh Kudus menolong kita sampai dipakai dalam kegerakan hujan akhir, baik, sampai bertunas, berbunga dan berbuah-buah hari-hari ini, puji TUHAN. Tetapi hati-hati, masih dikejar 4x9 sampai posisi kita seperti sehelai rambut di tengah gelombang.
Memang TUHAN izinkan supaya kita hanya menengadah kepada Dia, berharap hanya kepada Dia, tidak bisa berharap yang lain lagi; tidak putus asa dan kecewa.

Kaum muda, apa yang sudah membuat engkau putus asa? Kita semua juga. Mungkin tnda tanya besar: Mengapa kok begini? Jawabannya hanya satu, yaitu kuat teguh hati! Hanya berharap pada TUHAN.
Elia tidak kuat, saya sadar, saya tidak kuat juga. Sidang jemaat juga tidak kuat hari-hari ini, tetapi TUHAN kuat; TUHAN besar, lebih besar dari semuanya. Yang sudah berhasil jangan somong! Kalau sehelai rambut tidak dipegang TUHAN, akan hanyut, tidak bisa apa-apa.

Saya mengakui juga, Musa putus asa, Elia putus asa, siapa saya? Siapa kita semua? Tetapi kalau kita pegang tubuh dan darah-Nya, percayalah, Dia tidak pernah membiarkan kita. Mari, kuat teguh hati, sungguh-sungguh berharap Dia. Perhatian-Nya terlalu besar kepada kita; kepedulian-Nya terlalu besar; pergumulan-Nya terlalu besar, sampai sehelai rambut Dia lihat.

Tidak ada yang melebihi Dia. Jangan ragu-ragu! Jangan salah paham dengan TUHAN! Dia bisa memeriksa sehelai rambut. Perhatian-Nya besar kepada kehidupan yang paling lemah, susah dan tak berdaya, bahkan yang paling najis sekalipun. Mungkin tidak ada yang tahu, tetapi TUHAN tahu. Dari ketenggelaman dan keruntuhan Dia angkat sampai di awan-awan yang permai; kita menjadi milik-Nya selama-lamanya.

TUHAN memberkati.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 30 April 2019 - 01 Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan di Malaka)

  • Mei 2019
    (Ibadah Kunjungan ke Medan)

  • Juli 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tana Toraja)

  • September 2019
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top