English Language | Form Penggembalaan
KESAKSIAN: BERSERAH PADA TUHAN, ITULAH YANG TERBAIK
KESAKSIAN LAINNYA

Jamahan Tuhan untuk nikah dan buah nikahku
Pada suatu hari, beberapa bulan yang lalu, Tuhan menolong saya begitu...

Menjadi Hamba Tuhan Tidak Akan Pernah Sia-Sia
Saya sudah merindu untuk masuk Lempin-El Kristus Ajaib sejak tahun...

Penyertaan dan Perlindungan Tuhan lewat Firman Penggembalaan
Saya sangat berterima kasih untuk segala doa yang selalu dinaikkan buat saya....

Mujizat Jasmani Mengikuti Mujizat Rohani
Selamat sore, saya ingin menyaksikan kebaikan dan kemurahan Tuhan dalam kehidupan...

Tuhan Tidak Tinggalkan Hidup yang Setia
Saya ingin menyaksikan kebaikan dan cinta kasih Tuhan dalam hidup...

Pdt. Christian Noya
Shalom Pendeta...

Tuhan Membela Pergumulanku untuk Ibadah
Puji Tuhan, dimana Tuhan selalu ada menolong kehidupan keluarga kami ketika kami...


Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Cari kesaksian:   
[versi cetak]
Berserah Pada Tuhan, itulah Yang Terbaik
Oleh: Ibu Yosaf
Jumat, 01 Juli 2005
Tayang:

Semula, saya ingin setelah kurang-lebih 2 tahun menikah, saya baru punya anak.
Setelah beberapa bulan menikah dan saya belum juga hamil, semula saya tidak begitu memikirkannya (saya memang belum mengharapkan anak, tapi jika diberi oleh Tuhan, saya terima).
Tapi karena banyaknya pertanyaan dari sesama, “Bagaimana, sudah berisi/ hamil ya?” Dan berulangkali pula saya menjawab, “Belum.” Lama-lama saya menjadi kuatir-takut dan berpikir, “Apa saya bisa punya anak ya? Jangan-jangan tidak bisa.”

Dan saya mulai berdoa meminta anak pada Tuhan, tapi belum berharap sepenuh pada Tuhan, saya juga masih berharap pada vitamin yang katanya sudah terbukti dapat menyuburkan dan mempercepat kehamilan. Jadi kalau saya hamil, itu adalah karena Tuhan dan vitamin.
Namun saya belum juga hamil. Dan hal ini membuat saya makin kuatir, padahal usia pernikahan saya belum genap 1 tahun.

Lalu saya putuskan untuk berhenti minum vitamin yang katanya sudah terbukti dapat menyuburkan dan mempercepat kehamilan. Dan hanya berharap sepenuh kepada Tuhan. Saya berpikir, jika nanti benar saya hamil adalah karena Tuhan, bukan karena vitamin (bukan karena yang lain). Saya tidak ingin saya maupun orang lain berpikir bahwa saya hamil karena Tuhan dan vitamin (jadi kalau saya hanya berdoa saja dan tidak minum vitamin, maka saya belum tentu hamil). Tapi, saya ingin saya maupun orang lain berpikir bahwa saya hamil hanya karena Tuhan, bukan yang lain!

Saya berdoa setiap hari, memohon kemurahan Tuhan untuk mengaruniakan anak pada saya. Dan saya berkata pada Tuhan bahwa hanya Dialah yang dapat mengaruniakan anak pada saya, bukan yang lain! Yang lain tidak mampu! Dan hanya Tuhanlah satu-satunya harapan saya!
Dan terkadang saat saya berdoa, saya juga berjanji pada Tuhan untuk bersaksi jika saya sudah berhasil punya anak/ hamil. Saya berpikir, mungkin kesaksian saya ini dapat menolong mereka yang belum dikaruniai anak dan sangat mengharapkan anak.

Setelah beberapa minggu berdoa, saya belum juga hamil, hati saya sempat lemah. Tapi saya ingat akan kisah Hana dan Abraham. Hana memohon anak pada Tuhan, dengan hati yang hancur, dan akhirnya Tuhan mengaruniakannya. Abraham tekun menanti janji Tuhan akan anak, dan akhirnya setelah 25 tahun menunggu, Tuhan mengaruniakannya.

Saya berpikir dan menetapkan bahwa saya akan terus tekun berdoa memohon pada Tuhan untuk dikaruniai anak sampai Tuhan memberikannya, entah kapan (entah beberapa tahun lagi/ berpuluh tahun lagi?), saya pasrah (sebelumnya, meski saya sudah berharap sepenuh pada Tuhan, saya ingin segera dikaruniai anak oleh Tuhan, tidak pasrah).
Saya yakin Tuhan akan menjawab doa saya, Tuhan akan mengaruniai saya anak suatu waktu nanti.
Dan ternyata Firman itu benar, jika kita sudah menyerah sepenuh/ berharap sepenuh dan pasrah kepada Tuhan, maka Tuhan bekerja.
Beberapa waktu kemudian, kurang-lebih dalam waktu 1 sampai 2 bulanan, saya mendapati diri saya hamil. Puji Tuhan.



kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:00 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 28-30 Januari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 11-12 Februari 2020
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 29 April 2020 - 01 Mei 2020
    (Ibadah Persekutuan di Square Ballroom Surabaya)

  • Agustus 2020
    (Ibadah Kunjungan di Srilangka)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top