English Language | Form Penggembalaan
kebaktian bible study surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Bible Study Surabaya (Senin, 21 Juli 2014)
Tayang: 21 Juli 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 03 September 2007)
Tayang: 21 Desember 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 17 September 2007)
Tayang: 18 Januari 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 05 Februari 2007)
Tayang: 21 Mei 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 09 Juli 2007)
Tayang: 15 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 12 November 2007)
Tayang: 09 Agustus 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 03 Februari 2014)
Tayang: 14 Desember 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 21 Oktober 2013)
Tayang: 02 Maret 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 24 Desember 2007)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 11 Februari 2008)
Tayang: 03 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin Sore, 30 September 2013)
Tayang: 17 Desember 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 14 Juli 2014)
Tayang: 12 Juni 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 08 Oktober 2007)
Tayang: 03 Mei 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 25 Agustus 2014)
Tayang: 13 Desember 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Bible Study Surabaya (Senin, 20 Agustus 2007)
Tayang: 09 November 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Bible Study Surabaya
Tanggal: Senin, 19 Maret 2007
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 28 Agustus 2007

Kita masih akan meneruskan pengajaran Yudas ini yang di dalam susunan tabernakel terkena pada kulit lumba-lumba. Istilah tudung ini berarti ada perlindungan dan pemeliharaan TUHAN kepada gereja yang benar dan sekaligus pemisahan dari gereja yang palsu. Di saat-saat ini masih belum terlihat jelas perbedaan antara ilalang dengan gandum sebab masih bertumbuh bersama-sama, bahkan ilalang ini terlihat lebih menonjol tetapi satu waktu dengan adanya tudung ini, maka akan ada pemisahan antara gereja yang palsu yang akan masuk ke dalam pembakaran sedangkan gereja yang benar akan masuk ke dalam kebahagiaan kekal bersama dengan TUHAN. Itu sebabnya kita jangan menunjuk gereja ini palsu, gereja itu palsu tetapi kita belajar yang benar saja yaitu apa tanda/ciri dari gereja yang benar itu.

Di dalam srt Yudas ini, maka tanda/ciri dari gereja yang benar itu ada di dalam:

  • ay 3 >>> berjuang untuk mempertahankan iman
  • ay 9 >>> memiliki pengharapan hanya kepada TUHAN
  • ay 20 – ay 25 >>> memelihara diri di dalam kasih ALLAH
    Jadi, gereja yang benar itu memiliki iman, pengharapan dan kasih yang harus bertumbuh/berkembang kearah iman, pengharapan dan kasih yang permanen/sempurna.

Kita sedang mempelajari perkembangan-perkembangan ini menurut sistim tabernakel dan sudah saya jelaskan dua macam perkembangan iman menurut tabernakel/kerajaan surga yang dimulai dari:

  • Pintu gerbang >>> mendengarkan Firman, jika kita tidak mau mendengarkan Firman, maka tidaklah mungkin kita memiliki iman. Mendengarkan Firman ini akan bertumbuh/berkembang pada
  • Meja roti sajian >>> ibadah pendalaman alkitab sampai iman kita diteguhkan, kemudian akan sampai pada
  • Buli-buli emas berisi manna >>> iman sudah menjadi sempurna
    Kemudian perkembangan yang lain yaitu perkembangan pengharapan dan dimulai dari:
  • baptisan air >>> selama manusia ini hanya dilahirkan satu kali dari orang tua jasmani, sekalipun dilahirkan di dalam istana/di kolong jembatan atau mungkin dilahirkan oleh orang yang pandai/bodoh, maka manusia itu hanya memiliki hidup yang terdiri dari darah dan daging dan ini tidak memiliki harapan sebab lahir hanya untuk mati sebab darah dan daging ini tidak mewarisi kerajaan surga. Oleh sebab itu harus dimulai dari baptisan air, barulah manusia itu memiliki harapan untuk mendapatkan hidup kekal. Kemudian berkembang pada
  • pintu kemah/baptisan Roh.Kudus yang kemudian berkembang pada
  • pelita emas >>> kehidupan itu lebih bercahaya/pengharapan menjadi lebih jelas sampai pada yang terakhir yaitu
  • tongkat Harun yang bertunas, berbunga dan berbuah.

Manusia ini sesungguhnya hanyalah seperti tongkat/kayu yang mati, rapuh dan akan hancur, tetapi kalau ada urapan Roh.Kudus dan diletakkan di hadapan TUHAN/setia kepada TUHAN, maka tongkat/kayu itu dapat bertunas, berbunga dan berbuah. Ini sudah saya terangkan.

Selanjutnya kita akan membahas perkembangan kasih dalam sistim kerajaan surga/tabernakel.
Inilah ciri dari gereja yang benar yaitu memiliki iman, pengharapan dan kasih yang berkembang menurut sistim kerajaan surga/sistim tabernakel.

Perkembangan kasih ini dimulai dari:

  • Mezbah korban bakaran. Dulu, bangsa Israel di jaman taurat, jika hendak menghapus dosanya, maka mereka harus mempersembahkan binatang yang disembelih, dan darahnya dioleskan pada tanduk yang ada pada mezbah, kemudian daging binatang itu dibakar untuk menghapus dosa. Kemudian di jaman perjanjian baru, maka mezbah korban bakaran ini menunjuk pada salib TUHAN, jadi yang dikorbankan itu bukan lagi binatang tetapi Korban Kristus. Dari salib Kristus inilah, kita menerima kasih mula-mula.
    Jadi manusia daging ini sesungguhnya tidak memiliki kasih, yang ada hanyalah emosi, ambisi, keinginan, hawa nafsu, tetapi sejak YESUS disalibkan di kayu salib, maka di situlah manusia ini menerima kasih yang mula-mula/kasih dari atas kayu salib. Jadi gereja TUHAN ini menerima kasih itu bukan dari mana-mana tetapi dari salib. Kemudian pertanyaannya, apakah kita sudah menerima kasih mula-mula itu? Dan apa buktinya? Pertanyaan ini harus dijawab dengan jelas. Bukti dari kita sudah menerima kasih mula-mula itu adalah bertobat/berhenti berbuat dosa dan kembali kepada TUHAN. Jadi arti dari mezbah korban bakaran ini menunjuk pada pertobatan.

Jadi gereja yang benar adalah:

  • memiliki iman dari mendengar Firman, dan tidak ada jalan lain selain dari mendengarkan Firman, kemudian berkembang dengan
  • memiliki pengharapan lewat baptisan dan kemudian
  • memiliki kasih dari mezbah korban bakaran/salib dengan bukti kita bertobat yaitu berhenti berbuat dosa dan kembali kepada TUHAN.

Untuk bertobat ini memiliki proses yaitu dengan mengaku dosa baik itu dosa dalam perbuatan, dalam perkataan dan juga dosa yang masih dalam rencana/belum dilakukan/masih dalam angan-angan >>> ‘siapa yang memandang perempuan dan sudah menginginkannya di dalam hatinya’ >>> ini sudah berzinah di dalam pikiran. Jadi mengaku dosa itu bukan hanya perkataan dan perbuatan yang sudah dilakukan, tetapi niat/maksud juga harus diakui kepada TUHAN dan kepada sesama dan inilah salib, dan jika kita sudah diampuni, maka jangan berbuat dosa lagi dan inilah proses untuk bertobat/menerima kasih karunia TUHAN.

Saya akan menunjukkan proses untuk mengaku dosa itu di dalam perjanjian lama yaitu pada waktu raja Salomo menghadapi saudaranya Adonia yang terlebih dahulu mengangkat dirinya sebagai raja, tetapi sesudah itu ia ketakutan akan dibunuh oleh raja Salomo, maka ia melarikan diri menuju mezbah korban bakaran dan memegang tanduk mezbah itu. Kita akan mengaitkan salib dengan mezbah korban bakaran.

1 Raja-raja 1 : 50 - 52,
50. Takutlah Adonia kepada Salomo, sebab itu ia segera pergi memegang tanduk-tanduk mezbah.
51. Lalu diberitahukanlah kepada Salomo: "Ternyata Adonia takut kepada raja Salomo, dan ia telah memegang tanduk-tanduk mezbah, serta berkata: Biarlah raja Salomo lebih dahulu bersumpah mengenai aku, bahwa ia takkan membunuh hambanya ini dengan pedang."
52.Lalu kata Salomo: "Jika ia berlaku sebagai kesatria, maka sehelai rambutpun dari kepalanya tidak akan jatuh ke bumi, tetapi jika ternyata ia bermaksud jahat, haruslah ia dibunuh."

  • Mengaku dosa = memegang tanduk mezbah.
  • Orang mengaku dosa = kesatria/pahlawan dan ini berbeda dengan di dunia sebab seringkali justru orang yang berbuat dosa itu adalah orang yang kesatria. Sebagai contoh: waktu saya dulu masih remaja berjalan-jalan dengan teman-teman sebaya, kemudian ada pohon mangga, kemudian saling berkata:‘siapa yang terlebih dahulu berani melempar mangga, kemudian ada yang berani melempar, maka ia merasa bangga karena sudah berani melempar mangga >>> siapa terlebih dahulu berbuat dosa, maka ia adalah pahlawan. Demikian juga kalau di kantor, menutupi dosa teman-teman sehingga dianggap menjadi pahlawan. Jangan-jangan di dalam gereja juga terjadi hal yang serupa ini yaitu dengan menutupi dosa dari gembala, dari sidang jemaat. Ini merupakan kesalahan, sebab seorang kesatria itu adalah orang yang mau mengaku dosa dan dulu bagaikan memegang tanduk mezbah.
  • bermaksud = niat hati.
    Jadi mengaku dosa = kesatria dan ia adalah seorang pahlawan di hadapan TUHAN.
    Semoga kita dapat mengerti.

Di bagian atas sudah saya katakan, bahwa dulu jika ada orang yang mengaku dosa, maka ia harus membawa binatang untuk disembelih, kemudian dagingnya dibakar di mezbah korban bakaran dan darahnya dioleskan sedikit pada tanduk. Sekarang Adonia memegang tanduk di mezbah yang ada darah.
Tanduk = kekuatan. Binatang itu kekuatannya ada pada tanduk.
Jadi di saat mengaku dosa:

  • kita memegang taduk mezbah.
  • kita mengalami kekuatan Darah YESUS untuk melakukan dua hal yaitu:
    1 Yohanes 1 : 7, 9,
    7. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang,
    maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
    9. Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

    Jadi saya ulangi, di saat kita mengaku dosa/memegang tanduk mezbah, maka kita akan mengalami kekuatan Darah YESUS untuk dua hal yaitu:
    • untuk mengampuni/menutupi segala dosa sampai pada niat untuk melakukan dosa sehingga tidak berbekas lagi/setan sudah tidak dapat menuduh lagi. Jadi, jika ada yang mengatakan bahwa pengajaran tabernakel itu taurat, maka kita jangan mau, sebab kalau taurat, maka saya harus membuatkan mezbah sehingga untuk pengampunan dosa, kita harus memegang tanduk pada mezbah. Arti rohani dari pengajaran tabernakel ini adalah menggenapkan taurat. Tetapi hal ini belum cukup, sebab seringkali setelah kita diampuni, kita masih berbuat dosa itu lagi, oleh sebab itu masih ada kekuatan lain lagi yaitu
    • untuk menyucikan kita/mencabut akar dosa sehingga kita tidak mengulangi dosa itu lagi/mengalami kelepasan/bertobat.
      Mari saudaraku! Jika kita sudah berbuat dosa, jangan melarikan diri tetapi kita lari ke mezbah/lari ke salib. Dulu, memegang tanduk pada mezbah, sekarang ini adalah mengaku dosa kepada TUHAN dan kepada sesama, sebab itu ada kekuatan Darah yang mengampuni dan menutup dosa supaya kita juga memiliki kekuatan untuk mencabut akar dosa/tidak mengulangi dosa/bertobat. Inilah pahlawan/kesatria yang berani berbuat dosa tetapi juga harus berani mengaku dosa.

Tabernakel ini memiliki tiang-tiang, dan tiang-tiang ini berbicara tentang tiang iman/pahlawan iman/mengaku dosa dan ini harus dimulai dari kita para hamba-hamba TUHAN/gembala. Oleh sebab itu kita jangan berbicara tentang ruangan maha suci/sempurna, jika semua tiangnya itu roboh . Untuk ini maka sidang jemaat harus mendoakan kami para gembala agar menjadi pahlawan iman supaya jemaat juga menjadi pahlawan. Semoga kita mengerti.

Hasilnya: kalau Adonia memegang tanduk pada mezbah, yang untuk sekarang ini adalah bertobat, maka hasilnya luar biasa >>> 1 Raja-raja 1 : 52, Lalu kata Salomo: "Jika ia berlaku sebagai kesatria, maka sehelai rambutpun dari kepalanya tidak akan jatuh ke bumi, tetapi jika ternyata ia bermaksud jahat, haruslah ia dibunuh."
Sehelai rambutpun tidak akan jatuh ke bumi = bertobat = ada perlindungan dan pemeliharaan TUHAN bagi orang yang bertobat. Dan ini sudah cukup untuk kita tidak dibiarkan oleh TUHAN jika kita bertobat. Bagi siswa/i Lempin-El, perhatikan! Jika saudara nanti diterjunkan di mana saja, maka saudara jangan bergantung pada apapun juga, sebab kalau saudara bertobat maka sehelai rambutpun tidak akan dibiarkan jatuh ke bumi/dipelihara dan dilindungi secara langsung oleh TUHAN. Kalau di dalam injil Matius 10, maka rambut itu dihitung oleh TUHAN. Bertobat ini adalah kasih mula-mula. Demikian juga di dalam Kisah rasul, waktu kapal yang ditumpangi oleh rasul Paulus diombang-ambingkan bersama para tahanan yang lain, ia memecahkan roti, kemudian ia berkata kepada mereka: ‘jangan lari meninggalkan kapal ini sebab sehelai rambutpun tidak akan jatuh’ , kita dipelihara, dilindungi dan diperhatikan oleh TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Inilah perkembangan kasih. Manusia itu sesungguhnya tidak memiliki kasih sebab hanya kayu/daging yang hanya memiliki emosi dllnya.
Apa buktinya kita menerima kasih mula-mula? Yaitu dengan bertobat. Dan bagaimana untuk bertobat? Dengan mengaku dosa/ datang pada salib/tanduk dimezbah sehingga hasilnya menjadi nyata yaitu berhenti berbuat dosa/bertobat.

Tetapi sebaliknya kalau kita tidak mau berhenti berbuat dosa/mempertahankan dosa, maka sampai di mezbah, kita tidak dioles dengan darah tetapi ditulis dengan ‘dosa’, dan ini merupakan suatu kedahsyatan. Kalau kita keras hati tidak mau mengaku dosa, maka dosa itu menjadi permanen/tidak dapat diampuni lagi/tidak dapat bertobat lagi.

Yeremia 17 : 1, 2,
1. "Dosa Yehuda telah tertulis dengan pena besi, yang matanya dari intan, terukir pada loh hati mereka dan pada tanduk-tanduk mezbah mereka
2. sebagai peringatan terhadap mereka! --Mezbah-mezbah mereka dan tiang-tiang berhala mereka memang ada di samping pohon yang rimbun di atas bukit yang tinggi,

Kalau dosa tidak diakui, maka dosa itu akan menjadi :

  • berhala.
  • ditulis pada hati manusia/pada tanduk = menjadi permanen/tidak dapat dihapus lagi/tidak dapat bertobat = setan.
    Oleh sebab itu dihari-hari ini kita harus bersungguh-sungguh dengan jangan mengeraskan hati kalau kita tahu bahwa kita sudah berbuat dosa, maka kita harus mengaku saja dan jangan menyalahkan orang lain, tetapi kita menjadi seorang kesatria dengan mengakui dosa yang sudah kita lakukan. Sebab kalau kita tidak mau mengakui dosa-dosa itu, maka dosa itu akan menjadi berhala dan menjadi permanen/tidak dapat dihapus lagi/tidak dapat diampuni lagi dan ini berarti tidak memiliki kasih mula-mula = setan. Inilah perkembangan kasih menurut sistim tabernakel yang dimulai dari mezbah korban bakaran. Semoga kita dapat mengerti.

Setelah dari mezbah korban bakaran, maka kasih itu meningkat/bertumbuh sampai nanti mencapai kasih yang sempurna. Kasih mula-mula itu merupakan dasar/bertobat. Mengapa seorang hamba TUHAN/anak TUHAN itu sulit hidupnya? Sebab hanya sebagai sehelai rambut, kemudian tidak bertobat, maka hidupnya akan menjadi semakin sulit. Mari saudaraku! sekalipun kita ini hanyalah sehelai rambut yang dipakai untuk mengecat gedung ini saja tidak bisa >>> menurut orang, kita ini tidak memiliki apa-apa/kemampuan tetapi kalau kita bertobat, maka TUHAN akan melindungi dan memelihara.

Setelah dasar, kita bertobat untuk kemudian kita dilindungi dan dipelihara maka akan meningkat menjadi

  • Mezbah dupa emas >>> ini sudah berada di ruangan suci yang menunjuk pada penyembahan. Jadi sudah jelas saudaraku! jika kita memiliki kasih mula-mula dan kemudian kasih itu akan meningkat, maka hal itu akan mendorong kita untuk suka menyembah TUHAN dan inilah gereja yang benar. Kita masing-masing dapat mengecek diri sendiri apakah kita ini suka berdoa atau tidak? Jika saudara mengatakan bahwa saya mengasihi TUHAN >>> ini sudah baik, tetapi buktinya apa? Bukti kalau kasih kita kepada TUHAN itu meningkat yaitu dari kasih mula-mula, maka kita suka menyembah TUHAN. Kita tidak perlu melihat kepada orang lain, tetapi perhatikan diri sendiri. Gereja TUHAN yang benar itu harus memiliki kasih yang tidak statis, tetapi harus meningkat/berkembang dengan suka menyembah TUHAN. Di dalam ibadah pelayanan, jika pada ibadah raya, jemaat yang hadir berjumlah ratusan orang, tetapi bagaimana waktu ibadah penyembahan/ibadah doa, apakah berjumlah tetap atau berkurang?
    Memiliki kasih itu bukanlah dengan memberi kepada orang seperti yang dilakukan oleh banyak yayasan di dunia ini yang memberi dengan berpuluh-puluh kontainer. Bukan ini yang terutama tetapi bertobat yang harus terlebih dahulu dan ini berarti memiliki kasih dan kemudian kasih itu meningkat dengan suka menyembah. Semoga kita dapat mengerti.

Jika kita sudah tekun di dalam ibadah penyembahan, maka ini sudah baik. Tetapi penyembahan itu masih dibedakan dengan adanya penyembahan yang benar dan penyembahan yang palsu. Oleh sebab itu kita harus berhati-hati. Jika kita mau menyembah, maka penyembahan itu harus di dorong oleh apa? Lukas 9 : 28, Kira-kira delapan hari sesudah segala pengajaran itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa.
Jelas! Sesudah pengajaran, baru ada penyembahan. Penyembahan yang benar itu didorong oleh Firman pengajaran yang benar dan ini sesuai dengan alkitab. Kita mau menyembah TUHAN itu didorong oleh apa? Oleh sebab itu kita harus berhati-hati sebab ada juga penyembahan yang palsu. Jika kita menyembah TUHAN karena didorong oleh Firman pengajaran yang benar, maka hasilnya akan memuncak yaitu pada kedatangan YESUS Yang keduakali ada sekumpulan besar orang yang menyembah TUHAN.
Wahyu 19 : 6, Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
Muara dari penyembahan yang benar adalah kearah ini baik itu bangsa Israel dan bangsa kafir menjadi satu tubuh, satu pengajaran dan satu suara Haleluyah untuk menyambut kedatangan YESUS Yang keduakalinya.
Kemudian penyembahan palsu yang didorong oleh pengajaran yang palsu dengan suaranya kepada penyembahan antikrist >>> Wahyu 13 : 8 Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih.
Orang yang namanya tidak tertulis di dalam kitab kehidupan = binasa untuk selama-lamanya.

Mari! bagi orang yang tidak suka menyembah TUHAN, mohon kepada TUHAN dengan terlebih dahulu bertobat/kasih mula-mula, barulah kasih itu akan meningkat sampai kita dapat menyembah TUHAN. Semoga kita mengerti.

Hasil dari penyembahan yang benar yaitu:
Lukas 9 : 29, Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.
Hasil dari penyembahan yang benar adalah keubahan hidup yang di mulai dari Rupa WajahNYA berubah >>> pancaindera yang mengalami keubahan terutama mulut yang harus diubahkan/dibaharui sebab ini merupakan kemudi dari seluruh tubuh.
Kolose 4 : 6, Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.
Inilah buktinya, kasih kita meningkat, kita menyembah TUHAN sehingga kita mengalami keubahan hidup yang dimulai dari mulut yaitu kata-kata kita itu jangan hambar sebab kalau hambar, maka itu berarti kita tidak memiliki kasih. Mulut yang diubahkan itu akan membuat perkataan kita menjadi berkat bagi orang lain/penuh kasih.
Perkataan hambar itu:

  • perkataan yang tanpa memiliki kasih.
  • perkataan yang sia-sia sehingga tidak menjadi berkat bagi orang lain, bahkan melemahkan/merugikan orang lain.

Mari saudaraku! dihari-hari ini kita membatasi kata-kata kita. Kalau kita mengatakan bahwa kasih kita sudah meningkat dari kasih mula-mula/bertobat kemudian suka menyembah TUHAN. Tetapi harus dikoreksi apakah penyembahan kita itu benar atau tidak, kalau penyembahan kita benar, maka akan menghasilkan keubahan hidup yang dimulai dari mulut yang menghasilkan perkataan yang penuh kasih/perkataan yang menjadi berkat bagi orang lain. Kita boleh berbicara dengan siapa saja tetapi perkataan kita harus menjadi berkat bagi orang lain.

Di ayat ini dikatakan: ‘sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang’.
Perkataan yang diubahkan:

  • perkataan yang membawa/menjadi berkat bagi orang lain.
  • menjadi kesaksian/dapat memberi jawaban bagi orang lain.

Saya teringat akan perkataan dari alm.bpk.pdt Totaijs pada waktu itu bersama saya di kota Batu, sambil berjalan-jalan, beliau mengatakan; ‘orang di dunia ini tahu, bahwa sesuatu yang besar akan terjadi/sesuatu yang hebat akan terjadi dan yang lebih hebat lagi adalah mereka mengetahui bahwa jawabannya ada di dalam alkitab’. Kalau mereka disuruh untuk membaca alkitab, belum tentu mereka mau, oleh sebab itu perkataan kita ini selain menjadi berkat bagi orang lain/perkataan yang penuh kasih tetapi juga menjadi kesaksian/jawaban yang benar berdasarkan Firman bagi mereka/kehidupan yang membutuhkan.

Jika penyembahan kita meningkat, maka perkataan kita juga akan meningkat sampai satu waktu kita tidak salah dalam perkataan/berkata-kata >>>
Yakobus 3 : 2, Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.
Perkataan yang sempurna berarti sudah mencapai puncak/muara penyembahan yang hanya berkata ‘Haleluyah’ (Wahyu 19 : 6) >>> kita tidak bersalah di dalam perkataan. Mari saudaraku! secara perlahan-lahan kita mohon kepada TUHAN supaya perkataan kita jangan sia-sia, jangan berdusta sebab ini merugikan orang lain. Semoga kita dapat mengerti.

Inilah kasih yang meningkat dan dimulai dari kasih mula-mula/bertobat, TUHAN sudah menghitung/melindungi kehidupan kita, kemudian ditambah dengan keubahan hidup/kita dapat menyembah TUHAN. Keubahan hidup = kemuliaan/ada kemuliaan di dalam kehidupan kita.

  • Dua loh batu >>> Dua loh batu ini adalah kasih yang sempurna >>>
    Ibrani 9 : 4, Di situ terdapat mezbah pembakaran ukupan dari emas, dan tabut perjanjian, yang seluruhnya disalut dengan emas; di dalam tabut perjanjian itu tersimpan buli-buli emas berisi manna, tongkat Harun yang pernah bertunas dan loh-loh batu yang bertuliskan perjanjian,
    Buli-buli emas >>> ini adalah perkembangan iman sampai pada buli-buli emas.
    Tongkat Harun >>> perkembangan pengharapan sampai pada tongkat Harun.
    Loh-loh batu >>> perkembangan dari kasih yang permanen/sempurna.
    Inilah gereja yang benar. Mari kita teliti, bagaimana iman kita >>> di saat kita mendengarkan Firman, bagaimana sikap kita? Kalau kegiatan yang lain kita bersemangat, tetapi bagaimana kalau kita mendengarkan Firman? apakah kita mengantuk? Jika demikian, maka ini adalah gereja yang belum benar/iman yang belum benar. Jika iman belum benar, maka sudah dapat dipastikan pengharapan dan kasih juga tidak akan benar. Oleh sebab itu dimulai dari pintu gerbang, kita periksa sampai pada kasih yang sempurna.

Apa buktinya kalau kita memiliki kasih yang sempurna? mari kita belajar kearah sana yaitu di dalam injil Markus, TUHAN menunjukkan praktek dari dua loh dan sudah digenapkan oleh TUHAN YESUS >>> Markus 12 : 29, 30
29. Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
30. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

Loh batu yang pertama yang ditunjuk oleh TUHAN YESUS adalah kasihilah TUHAN ALLAHmu.
Hati = roh; akal budi = jiwa; kekuatan = tubuh. Ini adalah bukti/praktek orang yang memiliki kasih yang sempurna.

  1. Bukti pertama dari orang yang memiliki dua loh batu adalah bisa mengasihi TUHAN dengan segenap tubuh, jiwa dan roh kita. Wujud dari mengasihi TUHAN dengan segenap tubuh, jiwa dan roh adalah dengan lebih mengutamakan TUHAN/mengutamakan ibadah pelayanan/perkara yang rohani. Kalau kita masih terkendala dengan perkara dunia, maka itu berarti kita masih belum mengasihi TUHAN dan untuk ini bukan berarti kita tidak boleh bekerja/sekolah/kuliah >>> bukan ini yang dimaksudkan, tetapi mari! kita meningkat dengan mengasihi TUHAN dengan segenap tubuh, jiwa dan roh dengan praktek sehari-hari adalah mengutamakan TUHAN/ibadah pelayanan/perkara rohani daripada segala aktifitas di dunia ini dan ini berarti kita sudah memiliki dua loh batu. Ini bukan saja untuk kami para hamba-hamba TUHAN tetapi ini juga berlaku bagi kita semua.
  2. Taat dengar-dengaran. ‘siapa yang mengasihi AKU, dia akan menuruti perintahKU’.
    Kemudian TUHAN menunjukkan loh batu yang kedua >>> Markus 12 : 31, Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."
    Loh batu yang kedua yang ditunjuk oleh YESUS adalah mengasihi sesama. Kasih yang meningkat dimulai dari bertobat sampai dapat menyembah, ada kemuliaan hidup untuk kemudian sampai pada dua loh batu/kasih sempurna dengan praktek mengasihi TUHAN/mengutamakan TUHAN dari segala perkara yang ada di bumi dan juga taat dengar-dengaran seperti YESUS Yang sampai mati di kayu salib. Demikian juga dengan kita, kita taat dan dengar-dengaran apapun risikonya harus kita tanggung/sampai daging tidak bersuara.
    Kemudian mengasihi sesama seperti diri sendiri dengan wujud >>> Matius 7 : 12,
    "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.
    Apa yang kita kehendaki orang lain perbuat/pikirkan/perkataan yang dikatakan kepada kita, maka itu yang harus kita perbuat kepada orang lain. Tetapi harus berlanjut sampai dapat mengasihi musuh dan ini adalah kasih yang sempurna.
    Matius 5 : 43, 44, 48,
    43. Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
    44. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
    48. Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."

    Musuh ini bukan kita yang memusuhi orang tetapi orang yang memusuhi kita yang harus kita kasihi lewat mendoakan yang baik dan ini adalah resep yang paling baik. Inilah gereja yang benar yang memiliki iman, pengharapan serta kasih yang meningkat sampai semuanya menjadi permanen.

Tadi di bagian atas sudah diterangkan tentang:
Perkembangan iman >>> pintu gerbang kemudian meningkat pada meja roti sajian dan buli-buli emas
Perkembangan pengharapan >>> kolam pembasuhan (baptisan air) kemudian meningkat pada pintu kemah dan meningkat pada pelita emas dan meningkat pada tongkat Harun.
Perkembangan kasih >>> dimulai pada mezbah korban bakaran kemudian meningkat pada mezbah dupa sampai pada dua loh batu. Semua sudah disebut, tinggal pintu tirai yang belum disebutkan. Jika gereja TUHAN sudah memiliki iman, pengharapan dan kasih yang sudah permanen, maka pintu tirai akan terobek sehingga akan terlihat tabut perjanjian dan inilah gereja yang sudah sempurna.

Mari kita membandingkan dengan Wahyu 11 : 19, Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat.
Istilah terbukalah Bait Suci ALLAH = pintu tirai terobek sehingga terlihat tabut perjanjian = Wahyu 12 : 1,
Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.
Inilah jika gereja yang sudah memiliki iman, pengharapan dan kasih yang permanen = pintu tirai terobek sehingga terlihat tabut perjanjian = terlihat Mempelai Wanita TUHAN = gereja yang benar sudah menjadi Mempelai Wanita TUHAN.

Gereja - Tabut Perjanjian - Mempelai Wanita
Iman - Buli-buli emas - Bulan/penebuasan/kebenaran
Harap - Tongkat Harun - Bintang/mahkota duabelas bintang
Kasih - Dua loh batu - Matahari/kasih

Inilah gereja yang benar, kita tidak perlu mengatakan gereja ini benar, gereja itu palsu, masing-masing kita tinggal mencocokan saja apa praktek dari iman, dari
pengharapan dan dari kasih, kalau ini sudah sampai pada kesempurnaan yaitu tirai terobek dan tabut perjanjian terlihat = Mempelai Wanita TUHAN.

Mari kita melihat bagaimana keadaan dari Mempelai Wanita TUHAN ini dengan membaca

  • Wahyu 12 : 2, Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.
    Keadaan dari gereja/sidang Mempelai TUHAN yang memiliki iman, pengharapan dan kasih adalah dalam keadaan prihatin yaitu seperti perempuan yang akan melahirkan anak/sangat tidak berdaya. Jadi keadaannya bukan dalam keadaan bersenang-senang/tertawa-tawa.
  • Wahyu 12 : 3, 4,
    3. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
    4. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya.

    Inilah keadaan dari gereja yang benar/gereja Mempelai selain berada dalam keadaan seperti perempuan yang hendak melahirkan tetapi juga berhadapan dengan naga merah padam yang hendak menelan Anaknya. Siapa yang dapat melawan naga/berhadapan langsung dengan antikrist. Itu sebabnya apa yang dibutuhkan oleh gereja TUHAN yang berada dalam keadaan seperti perempuan yang akan melahirkan dan berhadapan langsung dengan seekor naga/antikrist? Apakah perempuan itu membutuhkan uang? Yang paling pokok dibutuhkan oleh perempuan/gereja TUHAN yang benar, hanyalah naungan/tudung, tidak ada yang lain.

Dan ini dibuktikan oleh TUHAN dengan memberikan dua sayap burung nazar yang besar kepada perempuan itu >>> Wahyu 12 : 14, Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
Ular itu jangankan menjamah/menjilat, tetapi memandang perempuan itu saja, tidak bisa. Inilah keadaan kita yang sebenarnya. Kita ini bukannya tidak membutuhkan uang, tetapi jangan itu yang dicari sebab gereja yang benar itu dihari-hari ini haruslah mencari iman/Firman, pengharapan/Roh.Kudus dan kasih, supaya kita menerima naungan dari TUHAN. Kita ini pergi beribadah di gereja hendak mencari apa? Melihat gedungnya, melihat orang-orangnya apalagi untuk mencari uang, maka kita akan sangat rugi sebab uang itu sudah dikuasai oleh antikrist. Jika kita pergi ke gereja hanya untuk mencari uang dan merasa puas dengan hal itu, maka kita akan menjadi orang nomor satu yang akan menyembah antikrist. Oleh sebab itu sekarang ini, nomor satu kita harus mencari naungan dan jangan kita mencarinya pada manusia tetapi pada dua sayap burung nazar. Puji TUHAN.

Bagi sidang jemaat, saudara datang ke gereja untuk beribadah, apa yang saudara cari? Juga bagi rekan-rekan sesama hamba TUHAN datang ke ibadah persekutuan/fellow-ship apa yang saudara cari? Mencari ongkos pulang pergi, maka saudara akan rugi, sebab saudara yang akan terlebih dahulu diterkam oleh antikrist. Dan juga bagi para gembala di dalam menggembalakan sidang jemaat, apa yang kita sodorkan kepada mereka? Jika hanya yang bersifat jasmani, maka sidang jemaat akan hancur; oleh sebab itu yang disodorkan haruslah iman/Firman sehingga ada Roh.Kudus dan ada kasih sehingga ada naungan/perlindungan dari TUHAN.

Kegunaan dari naungan dua sayap burung nazar:

  • Keluaran 19 : 4, Kamu sendiri telah melihat apa yang Kulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku telah mendukung kamu di atas sayap rajawali dan membawa kamu kepada-Ku.
    Di dalam terjemahan lama dikatakan: ‘kita dibawa makin dekat kepada TUHAN’. Inilah kegunaan dari dua sayap burung nazar yaitu membawa kita semakin dekat kepada TUHAN/makin bergantung kepada TUHAN.
    Apa buktinya kalau kita ini semakin dekat kepada TUHAN? Mazmur 62 : 2 -3,
    2. Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.
    3. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.

    Aku tenang >>> tidak ada kekuatiran, tenang di tengah gelombang dunia seperti YESUS yang di tidur di atas kapal.
    Tidak goyah >>> tenang dan tidak goyah dalam menghadapi pengajaran palsu.
    Jika kita merasa kuatir, bimbang, maka ini berarti kita jauh dari TUHAN. Kita harus merasa tenang dengan sayap burung rajawali/sayap burung nazar, kita terbang untuk mendekat kepada TUHAN sehingga membuat kita semakin tenang sekalipun dunia semakin bergejolak.
    Kalau kita diam dan tenang, maka kita akan berhadapan dengan TUHAN Pencipta alam semesta Yang mampu mengendalikan alam semesta.
    Markus 4 : 37, 38,39,
    37. Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
    38. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"
    39. Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.

    Kalau kita diam dan tenang/menyerah kepada TUHAN, maka TUHAN dengan kuasa Penciptaan Yang sudah menciptakan alam semesta, maka IA mampu mengendalikan seluruh bumi/mampu mengendalikan segala gejolak yang menimpa segala bidang, sampaipun pada apa yang sudah mustahil bagi manusia. Sebagai contoh: jika ada tsunami, apakah dapat ditahan dengan ilmu pengetahuan atau dengan uang yang banyak? Tidak bisa! Hanya diam dan tenang/menyerah kepada TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.
    Mengapa seringkali kita diijinkan oleh TUHAN untuk menghadapi gelombang dan angin? Seandainya pada waktu YESUS tidur, kemudian keadaan laut itu tenang, sehingga murid-murid dapat menangkap ikan, apakah mereka akan ingat kepada YESUS atau tidak? Tentu mereka akan membiarkan YESUS tidur. Seringkali kita berbuat seperti itu dengan membiarkan YESUS tidur sebab kita berada di dalam keadaan diberkati sehingga tidak membutuhkan YESUS. Oleh sebab itu, kita diijinkan untuk mengalami angin dan gelombang supaya kita mencari karena membutuhkan YESUS.
    Oleh sebab itu kita sebagai hamba TUHAN, kita jangan menyalahkan TUHAN jika banyak sidang jemaat yang keluar sebab kita kurang dekat dengan TUHAN. TUHAN tidak bermaksud jahat kalau IA ijinkan kita menghadapi angin dan gelombang tetapi TUHAN bermaksud supaya kita menjadi semakin dekat dengan TUHAN dan TUHAN dengan kuasa PenciptaanNYA akan menolong kita sekalian.
  • Wahyu 12 : 14, Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.
    Perlindungan dari sayap burung nazar itu bukan hanya untuk sekarang saja, tetapi sampai pada puncak kegoncangan di bumi ini yaitu pada waktu antikrist berkuasa di bumi ini selama tigasetengah tahun. Jadi kegunaan dari kedua sayap burung nazar itu adalah untuk menyingkirkan kita ke padang gurun sehingga jauh dari mata ular. Kita disingkirkan, dilindungi dan dipelihara oleh TUHAN Sendiri. Seperti bangsa Israel dulu di padang gurun selama empatpuluh tahun, mereka dipelihara dan dilindungi oleh TUHAN secara langsung dengan manna. Kita juga nanti akan diberi rasa oleh TUHAN selama tigasetengah tahun, kita benar-benar dipelihara secara langsung oleh TUHAN. Inilah yang kita butuhkan dihari-hari ini.
    Saya tidak anti dengan ijazah, sebab kalau nanti kita akan menghadapi tsunami yang bergelora, apakah ijazah itu mampu untuk mengatasinya? Apalagi jika harus menghadapi antikrist. Oleh sebab itu kita harus dekat kepada TUHAN/bergantung sepenuhnya hanya kepada TUHAN.
  • Yesaya 40 : 29 – 31,
    29. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
    30. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
    31. tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

    Kegunaan dari dua sayap burung nazar selanjutnya adalah untuk menantikan TUHAN Yang akan datang keduakalinya dan mengangkat kita keawan-awan bertemu dengan TUHAN selama-lamanya. Disaat-saat menantikan kedatangan TUHAN ini kita harus berhati-hati sebab akan banyak orang yang tawar hati dan kecewa, mereka tidak kuat sehingga mereka menyangkal TUHAN/undur dari iman dllnya. Dimana letak kekuatan dari sayap ini? Makanan dari burung nazar ini adalah bangkai, itulah perjamuan suci.

Mari saudaraku! jika sekarang ini kita merasa sayap kita terkulai lemah sehingga kita tidak merasa kuat malahan kita cenderung merasa kecewa sebab mengikuti TUHAN tetapi menjadi seperti ini. Mari! ada kekuatan baru dari perjamuan suci yang merupakan makanan dari burung nazar >>> kuatkan dan teguhkan hati, jangan bimbang dan kecewa sampai YESUS datang kembali dan kita akan terangkat bersama dengan DIA selama-lamanya. Yang kita butuhkan sekarang ini adalah naungan dari TUHAN. TUHAN memberkati kita sekalian.



kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 17-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 30 Oktober 2018 - 01 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-14 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top