English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum Surabaya (Minggu Sore, 01 September 2013)
Tayang: 06 Oktober 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 16 Juni 2013)
Tayang: 18 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 04 September 2011)
Tayang: 02 November 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 08 Juni 2014)
Tayang: 21 Februari 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Senin, 20 Januari 2008)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 14 Oktober 2007)
Tayang: 03 Mei 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 11 Maret 2007)
Tayang: 01 Agustus 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 30 Juni 2013)
Tayang: 25 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 24 Februari 2008)
Tayang: 13 Juli 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 07 Januari 2007)
Tayang: 28 April 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 20 Oktober 2013)
Tayang: 09 Februari 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 29 April 2007)
Tayang: 09 Januari 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 08 Desember 2013)
Tayang: 30 Juni 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 21 Januari 2007)
Tayang: 14 Mei 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 13 Juli 2014)
Tayang: 12 Juni 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum Surabaya
Tanggal: Minggu, 25 Maret 2007
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 02 Oktober 2007

Kita akan meneruskan pengajaran srt Yudas ini yang dalam susunan tabernakel terkena pada tudung kulit lumba-lumba yang berbicara tentang perlindungan dan pemeliharaan TUHAN kepada gereja yang benar dan sekaligus merupakan pemisah dari gereja yang palsu.
Kita sudah mendengar ciri dari gereja yang benar yaitu: memiliki iman dan pengharapan dan kasih yang meningkat sampai kasih itu menjadi permanen sehingga gereja TUHAN yang benar itu dinaungi/ditudungi dengan dua sayap burung nazar yang besar. Ini sudah saya terangkan.

Sekarang kita akan meneruskan dengan membaca tentang gereja yang palsu >>> Yudas 1 : 4 – 8,
4. Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.
5. Tetapi, sekalipun kamu telah mengetahui semuanya itu dan tidak meragukannya lagi, aku ingin mengingatkan kamu bahwa memang Tuhan menyelamatkan umat-Nya dari tanah Mesir, namun sekali lagi membinasakan mereka yang tidak percaya.
6. Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar,
7. sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar, telah menanggung siksaan api kekal sebagai peringatan kepada semua orang.
8. Namun demikian orang-orang yang bermimpi-mimpian ini juga mencemarkan tubuh mereka dan menghina kekuasaan Allah serta menghujat semua yang mulia di sorga.

Ada empat macam gereja yang palsu yaitu:

  • Ay 4 >>> orang yang menyelusup = gereja yang tidak tergembala.
  • Ay 5 >>> mereka yang tidak percaya. Terutama pada saat TUHAN lewat Musa mengirim duabelas orang pengintai tetapi sepuluh pengintai benar-benar tidak percaya kepada TUHAN sekalipun mereka sudah mengetahui bahwa di tanah Kanaan ada bangsa Enak dan tentunya kita akan kalah. Untuk itu bangsa Israel dihukum selama empatpuluh tahun berkeliling di padang gurun sebelum masuk ke dalam tanah Kanaan. Angka sepuluh = taurat, jadi ini juga disebut dengan gereja taurat.
  • Ay 6 dan ay 7 >>> malaikat yang jatuh ke dalam kekelaman yang abadi, suasana gerejanya seperti Sodom dan Gomora dan ini disebut dengan gereja setan.
  • Ay 8 >>> adalah gereja daging.

Sekarang ini kita akan membahas bagian yang pertama yaitu gereja yang tidak tergembala >>> Yudas 1 : 4, Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.
Gereja yang tidak tergembala ini ditandai dengan ada yang menyelusup/menyelundup yaitu mereka tidak bersungguh-sungguh di dalam penggembalaan.

Tanda-tanda dari orang yang menyelusup/menyelundup adalah:

  • Orang-orang yang fasik.
  • Orang yang menyalahgunakan kasih karunia ALLAH untuk melampiaskan hawa nafsu mereka.
  • Dan yang menyangkal Satu-satuNya Penguasa ALLAH kita yaitu TUHAN YESUS.

Kita melihat tentang orang fasik ini di dalam ktb Mazmur 1 : 3 ,4,
3. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
4.Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.

Ay 3 ini, adalah orang yang sungguh-sungguh di dalam penggembalaan/orang yang tergembala sehingga ia seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air.
Jadi orang fasik ini adalah Kristen sekam/Kristen kulit, artinya:

  • kehidupan Kristen/hamba TUHAN/anak-anak TUHAN yang hanya puas dengan perkara-perkara jasmani. Jadi, mereka beribadah tetapi mencari dan hanya puas dengan perkara-perkara yang jasmani/perkara-perkara luar.
  • mereka tidak mau diisi dengan Firman TUHAN/dengan Firman pengajaran yang menyatu dengan perjamuan suci. Mereka hanya bangga dengan kulitnya/perkara-perkara di luarnya saja/berkat-berkat secara jasmani. Karena mereka menolak Firman ALLAH, maka itu berarti mereka menolak Anak ALLAH. Kalau di dalam tabernakel, maka mereka ini tidak memiliki meja roti sajian (gbr: http://gptkk.org/mrs.php) dan ini berbicara tentang Firman dan perjamuan suci/ibadah pendalaman alkitab. Sebenarnya tidaklah salah jika TUHAN itu memberikan kulit seperti padi yang terlebih dahulu tumbuh kulitnya, sebab jika tidak ada kulit, maka tidak dapat diisi. Kulit ini adalah berkat seperti kesehatan, mendapatkan sepeda motor atau mobil dllnya, tetapi ada tujuannya. Yang salah adalah sesudah kita mendapatkan kulit kemudian kita merasa sudah cukup >>> tidaklah demikian. Sebab tujuan utama dari TUHAN memberikan kulit adalah supaya kita dapat diisi dengan Firman pengajaran dan perjamuan suci. Semoga kita dapat mengerti.
    Jadi inilah tandanya dari gereja yang tidak tergembala yaitu menjadi orang fasik/Kristen kulit yang tidak mau diisi dengan Firman pengajaran dan perjamuan suci/menolak Anak ALLAH.

Yudas 1 : 4b, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita.
Menyalahgunakan kasih karunia/kemurahan TUHAN. Kasih karunia = kemurahan TUHAN. Inilah orang yang menjadi penyelusup/penyelundup/tidak tergembala.
Orang yang tidak mau tergembala, maka ia menjadi:

  • orang fasik >>> hidupnya kosong sebab ia tidak mau diisi dengan Firman/menolak Firman/menolak Anak ALLAH.
  • menyalahgunakan kasih/kemurahan TUHAN.
    Kita sebagai bangsa kafir ini menerima kasih/kemurahan TUHAN itu untuk apa?
    1 Petrus 2 : 9, 10,
    9. Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
    10. kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

    Bangsa kafir yang tadinya adalah musuh ALLAH/bukan bangsa pilihan, dijadikan umat ALLAH, bahkan juga dijadikan imamat yang rajani/imam-imam dan raja-raja/orang yang beribadah dan melayani TUHAN, inilah kasih karunia/kemurahan TUHAN Yang kita terima.
    Agar kita dapat melayani TUHAN maka:
    • Roh.Kudus memberikan kepada kita karunia-karunia/kemampuan ajaib, supaya kita dapat melayani/dapat melakukan ibadah pelayan kepada TUHAN.
    • Di samping itu, Roh.Kudus juga memberikan karakter setia/kesetiaan kepada kita agar kita dapat setia beribadah dan melayani TUHAN.

Apa yang dimaksud dengan menyelundup/menyalahgunakan kasih karunia TUHAN? yaitu dimulai dengan tidak setia di dalam ibadah pelayanan bahkan meninggalkan pelayanan.
Seorang penyelundup itu tidak setia, sekalipun:

  • ia sudah diberi kasih karunia oleh TUHAN
  • ia sudah diangkat menjadi imam-imam dan raja-raja bahkan sudah melayani TUHAN
  • ia sudah diberi karakter kesetiaan oleh Roh.Kudus, tetapi ia justru tidak setia bahkan meninggalkan pelayanan.

Bagi saudara yang sudah melayani TUHAN bersama-sama dengan saya, saudara jangan tidak setia di dalam ibadah pelayanan sebab ini berarti kita menyalahgunakan kasih karunia/kemurahan TUHAN Yang sudah mengangkat kita menjadi pelayan-pelayanNYA.
Jadi, penyelundup ini tidak setia di dalam pelayanan/meninggalkan pelayanan bahkan tidak mau melayani dan ini berarti ia menolak ALLAH Roh.Kudus dan di dalam tabernakel, berarti ia tidak memiliki tanda pelita emas (gbr: http://gptkk.org/pelita.php) Pelita emas ini adalah ibadah raya yang memiliki karunia-karunia Roh.Kudus yaitu menyanyi, bersaksi dlsbnya.
Inilah orang yang tidak sungguh-sungguh di dalam penggembalaan karena:

  • tidak memiliki tanda meja roti sajian karena tidak mau diisi dengan Firman pengajaran dan perjamuan suci.
  • tidak setia dengan menyalahgunakan pelayanan bahkan meninggalkan pelayanan dan karena ia menolak ALLAH Roh.Kudus, maka itu berarti ia tidak memiliki tanda pelita emas.

Kita harus memeriksa agar kita jangan menjadi orang yang menyelusup/menyelundup sebab ini adalah gereja palsu yang tidak memiliki pendalaman alkitab/meja roti sajian dan juga tidak memiliki pelita emas sehingga mereka tidak sungguh-sungguh di dalam penggembalaan. Oleh sebab itu kita harus berhati-hati.

Yudas 1 : 4c, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.
Menyangkal Satu-satunya Penguasa TUHAN kita, YESUS Kristus.

1 Yohanes 2 : 22
Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.

Menyangkal Satu-satunya Penguasa yaitu TUHAN YESUS Kristus = berdusta. Di saat kita berdusta, maka itu berarti kita menyangkal TUHAN dan kita harus ingat, bahwa setan itu adalah bapak pendusta dan bapak pembunuh. Kalau sudah berdusta, maka pasangannya selalu membunuh/membenci (Yoh 8 : 44). Dulu Petrus menyangkal YESUS sebanyak tiga kali, tetapi sekarang ini kita banyak menyangkal TUHAN lewat berdusta. Kita harus berhati-hati. Pendusta dan pembunuh/pembenci ini jelas mereka menolak kasih ALLAH Bapa dan dalam tabernakel, mereka tidak memiliki tanda mezbah dupa emas (gbr: http://gptkk.org/dupa.php) /ibadah doa penyembahan.

Inilah tiga tanda dari orang yang menyelusup/menyelundup/yang tidak sungguh-sungguh di dalam penggembalaan/tidak tergembala yaitu:

  • orang fasik/Kristen sekam >>> tidak mau diisi dengan Firman pengajaran/tanpa meja roti sajian >>> menolak ALLAH Anak.
  • menyalahgunakan kasih karunia/kemurahan yang sudah mengangkat kita menjadi imam-imam dan raja-raja, tetapi kita tidak setia bahkan meninggalkan ibadah pelayanan/tanpa pelita emas >>> menolak ALLAH Roh.Kudus.
  • pendusta/pembenci/menyangkal TUHAN dan ini menolak kasih ALLAH Bapa sehingga tidak dapat menyembah TUHAN dan ini berarti tidak memiliki tanda mezbah korban bakaran.

Jadi, penyelundup adalah orang yang menolak maja roti sajian, pelita emas dan mezbah korban bakaran dan ini berarti menolak tiga macam ibadah/menolak ALLAH Tri Tunggal sehingga ia tidak memiliki perlindungan bahkan ia disediakan hanya untuk dihukum oleh TUHAN. Semoga kita mengerti.

Dihari-hari ini semoga kita kuat dan waspada sebab tiga macam ibadah mulai digoyang bahkan di dalam kalangan kita sendiri yang menganggap bahwa tiga macam ibadah itu sudah tidak lagi penting. Kalau saya berkata tentang hal ini, saya tidak menunjuk si A ataupun si B tetapi kita harus waspada.

Di dalam kitab Wahyu disebutkan ada tiga kali tujuh hukuman dari ALLAH Tri Tunggal dan hukuman ini bagi penyelundup/gereja yang tidak tergembala benar-benar berada di dalam ancaman hukuman sebab menolak Anak ALLAH, menolak Roh.Kudus, dan juga menolak ALLAH Bapa.
Tiga kali tujuh hukuman dari ALLAH Tri Tunggal yaitu:

  • tujuh kali hukuman meterai >>> ini adalah hukuman dari ALLAH Roh.Kudus yang dimulai di dalam ktb Wahyu 6.
  • tujuh kali hukuman sangkakala >>> ini adalah hukuman dari Anak ALLAH/Firman pengajaran bagaikan sangkakala yang sekarang ditiupkan untuk menolong kita, tetapi kalau ditolak, maka Firman ini akan ditiup untuk menghukum kehidupan yang menolak.
  • tujuh kali hukuman bokor/malapetaka-malapetaka >>> mulai di dalam Wahyu 16 dan ini bersamaan dengan berkuasanya antikrist. Hal ini sangatlah dahsyat, sebab selain menghadapi malapetaka-malapetaka juga harus menghadapi aniaya antikrist.

Untuk ini kita memerlukan tudung, jangan menjadi penyelundup/penyelusup, sebab salah satu gereja palsu yang akan dipisahkan oleh TUHAN adalah penyelundup/gereja yang tidak tergembala.

Oleh sebab itu dihari-hari ini kita menjadi anak TUHAN/kehidupan Kristen/hamba TUHAN yang sungguh-sungguh tergembala, jangan menjadi penyelundup/asal datang kegereja sebab kita menghadapi keadaan dunia akhir jaman dengan dua macam keadaan yang sangat dahsyat yaitu:

  • seperti padang gurun >>> kesulitan-kesulitan untuk menabur dan menuai sehingga akan menghadapi kelaparan. Yang ada hanyalah binatang buas.
  • ancaman hukuman dari TUHAN >>> tiga kali hukuman dari ALLAH Tri Tunggal.

Keadaan ini persis sama dengan keadaan di Mesir yang pada waktu itu mengalami masa kelaparan dan juga mereka menghadapi sepuluh hukuman/sepuluh tulah dari TUHAN. Saya tidak menakut-nakuti saudara, tetapi hal ini adalah hal yang sungguh-sungguh akan menjadi kenyataan, oleh sebab itu kita memerlukan tudung/perlindungan dari TUHAN. Sebab kalau antikrist berkuasa sebanyak sepuluh persen, maka kesulitan itu juga sebanyak sepuluh persen, demikian juga seterusnya sampai seratus persen, maka itu berarti kita sudah tidak dapat hidup di dunia ini lagi dan harus berpindah ke padang gurun.
Jika sekarang ini terjadi berbagai macam bencana alam, maka kita jangan menganggap bahwa hal itu karena fenomena alam atau karena hutan itu gundul dlsbnya dan menjadi pemikiran yang biasa. Kita jangan menjadikannya sebagai sesuatu yang biasa, tetapi kita harus berdoa kepada TUHAN, apakah kita sudah masuk ke dalam era penghukuman sebab tidak lama lagi TUHAN akan datang kembali yang keduakalinya. Oleh sebab itu kita harus sungguh-sungguh tergembala. Inilah gereja palsu yang pertama yaitu menjadi penyelundup.

Sekarang saya akan memberi contoh dari kehidupan yang sungguh-sungguh tergembala yaitu dari bapak Abraham >>> Kejadian 18 : 1, 2,
1. Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik.
2. Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri di depannya. Sesudah dilihatnya mereka, ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah,

Jadi, bapak Abraham ini menjadi contoh bagi kita >>> TUHAN menampakkan Diri kepada Abraham dan pada waktu itu TUHAN ijinkan Abraham menghadapi panas terik, ini berbicara tentang suasana dari padang gurun yaitu pencobaan-pencobaan dan kesulitan-kesulitan/krisis di segala bidang diakhir jaman. Sebagai contoh dan hal ini kita bukannya berbicara tentang politik tetapi ini adalah kenyataan bahwa sebenarnya negara Indonesia yang adalah negara agraris, tetapi mengalami kekurangan beras, hal ini sesungguhnya tidak dapat terjadi tetapi kenyataannya dapat terjadi.

Pertanyaannya adalah bagaimana sikap Abraham menghadapi krisis di segala bidang ini? ia duduk di pintu kemahnya, Abraham ini tidak berjalan-jalan tetapi ia duduk.
Kemah = penggembalaan. Jadi Abraham duduk di pintu kemah = tergembala.
Kita tidak membahas panas teriknya sebab krisis total ini memang akan terjadi, tetapi yang penting adalah bagaimana sikap dari bapak Abraham dalam menghadapi panas terik yaitu ia tergembala.
Dalam tabernakel, maka tergembala ini berbicara dari ruangan suci dengan tiga macam alat dan sekarang ini adalah ketekunan di dalam tiga macam ibadah pokok
yaitu ketekunan di dalam ibadah raya dan ini adalah pelita emas (gbr: http://gptkk.org/pelita.php) >>> persekutuan dengan ALLAH Roh.Kudus. Kemudian meja roti sajian (gbr: http://gptkk.org/mrs.php) >>> adalah ketekunan di dalam ibadah pendalaman alkitab dan perjamuan suci, ini adalah persekutuan dengan Anak ALLAH. Kemudian mezbah dupa emas (gbr: http://gptkk.org/dupa.php) >>>ketekunan di dalam ibadah doa penyembahan, ini adalah persekutuan dengan ALLAH Bapa dalam kasih >>> inilah yang menjadi solusi/jalan yang terbaik dalam menghadapi krisis total/krisis di segala bidang yang akan melanda bumi tetapi juga menghadapi hukuman dari TUHAN yang ditunjukkan oleh bapak Abraham. Kita jangan pergi kemana-mana sebab nanti akan terkena panas.

Sekarang apa yang menjadi kegiatan di dalam kemah/di dalam penggembalaan? Kejadian 18 : 6, Lalu Abraham segera pergi ke kemah mendapatkan Sara serta berkata: "Segeralah! Ambil tiga sukat tepung yang terbaik! Remaslah itu dan buatlah roti bundar!"
Kegiatan di dalam kemah/penggembalaan ialah: ‘segeralah ambil tiga sukat tepung yang terbaik. Remaslah itu dan buatlah roti bundar’. Jadi di dalam penggembalaan, disediakan tiga sukat tepung. Tepung = Firman TUHAN. Sedangkan angka tiga ini juga menunjuk pada ALLAH Tri Tunggal.
Jadi tiga sukat tepung ini adalah:

  • Firman tentang ALLAH Tri Tunggal yaitu TUHAN YESUS Kristus Yang adalah Mempelai Laki-laki Surga/Firman Mempelai yang harus disediakan di dalam penggembalaan.
  • Firman penggembalaan yang disampaikan secara terus menerus/berurutan dalam tiga macam ibadah pokok.
    Inilah kegiatan di dalam kemah/penggembalaan sampai kita meremas tepung dan menjadikannya roti bundar. Abraham mengatakan kepada Sarah untuk mengambilkan tiga sukat tepung dan ini adalah tugas dari seorang gembala untuk menyiapkan tiga sukat tepung/Firman pengajaran Mempelai harus disiapkan.

Tugas kita adalah >>> dikatakan: ‘ambil dan remaslah’ untuk dijadikan roti bundar.
Remas itu berarti tepung itu berada di dalam tangan = dipraktekkan/perbuatan.
Diremas = dipraktekkan >>> Firman pengembalaan itu harus didengar, dimengerti, diyakini/menjadi iman dan dipraktekkan sampai menjadi roti bundar.
Bundar = kekal/tidak memiliki ujung dan pangkal.

Inilah kegiatan kita yaitu:

  • tempatnya harus benar dalam menghadapi padang gurun yang panas terik, ditambah lagi dengan tiga kali tujuh ancaman hukuman dari TUHAN. Mari!
  • tempatnya harus benar yaitu seperti Abraham yang duduk di kemah/tergembala/ketekunan dalam tiga macam ibadah.
  • demikian juga dengan kegiatannya yang harus jelas yaitu untuk menyediakan tiga sukat tepung/Firman pengajaran Mempelai sudah harus ada di dalam penggembalaan sampai diremas/dipraktekkan menjadi roti bundar.

Kalau kehidupan kita tergembala, dan kita sungguh-sungguh mendengar, mengerti, yakin/menjadi iman sampai meremas/mempraktekkan Firman penggembalaan/Firman Mempelai dalam tiga macam ibadah pokok menjadi roti bundar maka kita benar-benar akan tahan terhadap segala bantingan/tahan banting.

Yohanes 8 : 51, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya."
Siapa menuruti FirmanKU/mempraktekkan Firman >>> ini adalah roti bundar/kekal/tidak dikuasai oleh maut apalagi hanya pencobaan sebab benar-benar sudah tahan banting >>> seperti di dalam 2 Korintus 4, terjepit, habis akal tetapi tidak berputus asa dlsbnya >>> inilah tahan banting. Bagi kaum muda, anda sekalian biasanya masih labil sehingga tidak tahan banting >>> terkena panas sedikit saja sudah ingin meninggalkan TUHAN.

Mari! kita harus bersungguh-sungguh, sebab dihari-hari ini kita menghadapi panas terik/kesulitan-kesulitan serta ancaman hukuman-hukuman, maka kegiatan serta tempatnya harus jelas yaitu ada tiga sukat tepung dan kegiatannya adalah meremas dengan proses yang dimulai dari mendengar, mengerti, yakin/percaya serta mempraktekkan >>> inilah roti bundar yaitu kehidupan yang tidak dikuasai oleh maut/tahan banting dalam menghadapi segala pencobaan-pencobaan.

Tidak dikuasai oleh maut ini bukan berarti tidak akan pernah jatuh sakit, tetapi praktek sehari-harinya adalah tidak pernah kecewa karena kehidupan itu tahan banting seperti membuat roti, maka tepung itu selain diremas, maka tepung itu juga dibanting-banting. Kalau tepung itu hanya dielus-elus, maka tidak akan pernah menjadi roti. Kita berkata, bahwa kita sudah setia di dalam tiga macam ibadah pokok, sudah mempraktekkan Firman, tetapi mengapa masih dibanting? Kita jangan salah mengerti dalam menghadapi hal ini, sebab jika tidak mau dibanting, hanya ingin yang enak-enak saja yaitu mendapatkan berkat-berkat, maka kita tidak pernah menjadi roti bundar/tidak dikuasai oleh maut. Untuk hal ini banyak orang Kristen yang salah sebab ia sudah merasa berjasa karena datang ke gereja sehingga ia menginginkan berkat, tetapi karena tidak mendapatkan berkat, maka kehidupan itu akan menjadi kecewa dan meninggalkan TUHAN.
Untuk ini, setelah kita mendengarkan Firman pengajaran , maka kita harus tahu, bahwa setelah kita mendengar dan mempraktekkan Firman, kita harus tahu bahwa masih ada proses lain lagi yaitu kita harus dibanting sampai kita menjadi roti bundar yaitu kehidupan yang tidak dikuasai oleh maut/kekal, dengan bukti kita tidak pernah merasa kecewa dalam menghadapi apapun. Jika kita masih suka merasa kecewa, maka itu berarti kita belum tahan bantingan. Oleh sebab itu kita berdoa dan mohon kepada TUHAN agar diberi kekuatan.

Dalam penggembalaan, jika kita benar-benar meremas roti/mengikuti Firman penggembalaan, maka hasilnya >>> Kejadian 18 : 2, Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri di depannya. Sesudah dilihatnya mereka, ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah,
Kalau kita sungguh-sungguh dapat tergembala sampai kita dapat mempraktekkan Firman penggembalaan, maka kerohanian kita akan meningkat sebab mata kita terbuka dengan jelas, dan dapat melihat tiga orang/melihat Pribadi ALLAH Tri Tunggal/YESUS sebagai Mempelai Pria Surga lewat doa penyembahan/sujud. Di dalam penggembalaan, Abraham melihat tiga orang yaitu Manifestasi ALLAH dalam bentuk Tiga Orang dan sekarang kepada kita tidak terjadi demikian, tetapi di dalam doa penyembahan kita dapat melihat TUHAN. Kalau kita sungguh-sungguh tergembala/diisi dengan Firman sampai kita dapat mempraktekkan Firman penggembalaan/meremas. Dulu mungkin kita masih meragukan TUHAN, benarkah TUHAN itu, mengapa terjadi begini? Tetapi kalau kita menyembah TUHAN, maka mata kita akan semakin menjadi jelas sampai satu waktu jika YESUS datang kembali Yang kedua kalinya, maka kita dapat melihat Muka dengan muka >>> Wahyu 19 : 6, Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
Seluruh anak-anak TUHAN dari empat penjuru bumi akan berseru Haleluyah karena melihat YESUS Muka dengan muka.

1 Timotius 2 : 8
Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.

Jadi, Abraham adalah seorang laki-laki/suami dan kekuatan dari seorang suami adalah menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan. Menadahkan tangan yang suci >>> menaikkan doa penyembahan dengan tangan dan hati serta mulut yang suci. Kalau seorang suami itu banyak menyembah TUHAN, maka ia kuat bagaikan seekor singa untuk melindungi dan memelihara rumah tangganya.

Inilah seorang laki-laki/suami seperti Abraham:

  • ia tergembala
  • ia dapat meremas/mempraktekkan Firman
  • ia dapat menyembah TUHAN, maka
  • ia kuat bagaikan singa Yuda yang dapat melindungi dan memelihara rumah tangganya.

Jika tanpa doa penyembahan, maka suami ini bukannya melindungi dan memelihara, tetapi ia akan merusak/menghancurkan rumah tangganya. Mari para suami-suami! anda harus tergembala, jangan menyelundup sebab kalau di dalam gereja suka menyelundup, maka dimanapun, ia akan menyelundup di rumah-rumah janda (1 Timotius) dan ini akan sangat berbahaya.
Kalau seorang suami itu tergembala, maka isteri itu juga akan tergembala, seperti Sarah >>> Kejadian 18 : 9, Lalu kata mereka kepadanya: "Di manakah Sara, isterimu?" Jawabnya: "Di sana, di dalam kemah."
Sarah ini adalah seorang isteri yang tidak suka pergi kemana-mana, tetapi ia suka berada di dalam kemah. Hal ini tergantung dari para suami, jika suami tergembala, maka isterinya juga akan tergembala.

Bagaimana praktek dari seorang isteri yang tergembala?

1 Timotius 2 : 9, 10,
9. Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas, dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal,
10. tetapi hendaklah ia berdandan dengan perbuatan baik, seperti yang layak bagi perempuan yang beribadah.

Jadi, seorang isteri yang tergembala, maka ia sedang dihiasi oleh TUHAN dengan perhiasan rohani. Jika seorang suami ingin isterinya itu dihiasi dengan perhiasan rohani, maka suami harus membawa isterinya itu ke dalam penggembalaan. Demikian juga dengan para isteri, jika ingin suaminya itu menjadi kekuatan/pelindung di dalam rumah tangga dan bukannya merusak, maka suami itu harus dibawa ke dalam penggembalaan. Sebab di dalam menghadapi suasana padang gurun dan hukuman, maka suami dan isteri itu sudah harus dapat duduk di kemah.

1 Petrus 3 : 4 – 6a,
4. tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.
5. Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,
6a. sama seperti Sarah taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya.

Jadi perhiasan dari seorang isteri itu adalah lemah lembut, pendiam dan penurut dan jika isteri sudah memiliki perhiasan ini, maka isteri itu semakin hari semakin manis/semanis madu yaitu ia menjadi sumber kemanisan di dalam rumah tangganya. Bagi kaum muda yang pria, mari! belajar untuk banyak menyembah TUHAN, supaya kalau diijinkan untuk menjadi seorang suami, maka jangan merusak rumah tangga itu tetapi melindungi. Dan juga bagi kaum muda yang putri, jika diijinkan menjadi isteri, maka akan menjadi seorang isteri yang manis/semanis madu.

Jika seorang suami sudah menjadi pelindung dan pemelihara dan doanya sekuat singa, juga isteri menjadi sumber kemanisan di dalam rumah tangga, maka anak-anak tidak akan lari meninggalkan rumah. Kalau anak-anak kita tidak merasa betah di dalam rumah, mari! jangan dipukul dan disalahkan dengan mengatakan bahwa mereka adalah anak yang suka memberontak >>> kita jangan melakukan hal itu, tetapi kita sebagai orang tua, kita memeriksa diri, apakah kita sudah menjadi pelindung dan pemelihara serta menjadi sumber kemanisan di dalam rumah tangga atau tidak. Demikian juga dengan saya sebagai seorang gembala, jika banyak sidang jemaat yang meninggalkan penggembalaan dan pindah ke gereja yang lain, maka saya jangan mengatakan bahwa mereka adalah seorang pemberontak, tetapi saya memeriksa diri saya, bagaimana sebagai seorang gembala, apakah saya sudah menggembalakan mereka dengan baik atau tidak.

Jika seorang suami sudah menjadi pelindung dan pemelihara dan isteri sudah menjadi sumber kemanisan di dalam rumah tangga, maka teka-teki Simson terjawab. Menikah itu bagaikan menebak teka-teki dan kalau tidak tertebak, maka akan kecele >>> isteri mengira suaminya bagaikan singa tetapi ternyata hanyalah tikus dan juga suami mengira bahwa isterinya itu seperti madu tetapi ternyata racun sehingga rumah tangga itu menjadi hancur.

Inilah menebak teka-teki dan jika tertebak maka hadiahnya adalah mendapatkan pakaian kebesaran. Tetapi kalau tidak tertebak, maka harus membayar dengan pakaian sehingga nikah itu menjadi telanjang >>> Hakim-hakim 14 : 12, 18,
12. Kata Simson kepada mereka: "Aku mau mengatakan suatu teka-teki kepada kamu. Jika kamu dapat memberi jawabnya yang tepat kepadaku dalam tujuh hari selama perjamuan ini berlangsung dan menebaknya, maka aku akan memberikan kepadamu tiga puluh pakaian lenan dan tiga puluh pakaian kebesaran.
18. Lalu pada hari yang ketujuh itu, sebelum matahari terbenam, berkatalah orang-orang kota itu kepadanya: "Apakah yang lebih manis dari pada madu? Apakah yang lebih kuat dari pada singa?" Sahutnya kepada mereka: "Kalau kamu tidak membajak dengan lembu betinaku, pasti kamu tidak menebak teka-tekiku."

Tiga puluh pakaian lenan dan tiga pukuh pakaian kebesaran >>> enam puluh pakaian. Saya menghitung-hitung, pakaian saya tidak berjumlah sebanyak enam puluh. Oleh sebab itu jika tidak dapat/salah menebak teka-teki itu, maka harus menyerahkan semua pakaian sehingga nikah itu menjadi telanjang bulat sehingga nikah itu berada dalam situasi yang berbahaya.

Ay 18 >>> apakah yang lebih manis daripada madu? Ini adalah isteri yang dihiasi dalam penggembalaan dan apa yang lebih kuat dari pada singa? Ini adalah suami yang tergembala sehingga matanya terbuka melihat TUHAN dan ia menyembah serta bergantung hanya kepada TUHAN.

Jika nikah itu dapat menebak teka-teki, maka mereka mendapatkan hadiah pakaian lenan dan pakaian kebesaran yang dimulai dari pakaian kebenaran, pakaian kesucian sampai mendapatkan pakaian putih yang berkilau-kilauan untuk masuk kedalam pesta nikah Anak Domba/nikah yang rohani. Di dalam nikah ini, banyak yang dikejar, tetapi kejar terlebih dahulu pakaian ini dengan menjawab teka-teki tetapi posisi suami yang banyak menyembah dan isteri dihiasi/menjadi manis semanis madu, maka nikah itu mendapatkan pakaian kebenaran/nikah itu dibenarkan sampai satu waktu kita berada pada puncaknya yaitu kita mendapatkan pakaian putih yang berkilau-kilauan untuk menyambut kedatangan YESUS Yang kedua kali dan masuk dalam pesta nikah Anak Domba. Jika nikah itu tidak dapat menjawab teka-teki itu, maka nikah itu akan menjadi telanjang/dipermalukan dan diusir/binasa untuk selama-lamanya.

Demikian juga dengan anak-anak jangan terpisah dari orang tua, oleh sebab itu kita mendoakan anak-anak kita supaya mereka juga tergembala.
1 Timotius 2 : 15, Tetapi perempuan akan diselamatkan karena melahirkan anak, asal ia bertekun dalam iman dan kasih dan pengudusan dengan segala kesederhanaan.
Ayat ini sebenarnya memiliki arti yang rohani, oleh sebab itu kita jangan berpikir bahwa perempuan yang tidak melahirkan seorang anak tidak akan selamat, tetapi sekarang ini kita kaitkan dengan anak. Jadi, seorang anak itu harus tergembala dan apa praktek dari seorang anak yang tergembala? Yaitu ia taat dan dengar-dengaran kepada orang tuanya. Anak yang taat dan dengar-dengaran ini adalah penyelamat nikah, tetapi jika anak itu menjadi liar, maka ia akan menjadi sumber penderitaan/kehancuran di dalam rumah tangga. Saya bersaksi, di Malang bahwa sebenarnya saya takut untuk memiliki anak, sebab banyak anak dari hamba-hamba TUHAN yang menghancurkan pelayanan dan rumah tangga dari orang tuannya. Demikian juga dengan anak-anak dari pejabat yang juga banyak menghancurkan rumah tangga. Untuk ini, maka sebagai orang tua kita harus mendidik mereka dan membawa mereka masuk ke dalam penggembalaan sehingga anak-anak akan menjadi penyelamat nikah/taat dan dengar-dengaran. Suami, isteri dan anak berada di dalam satu kemah/satu bahtera Nuh. Nuh ini adalah contoh yang paling bagus, sebab seluruh keluarganya berada di dalam satu bahtera (Nuh, isteri, anak-anak dan menantu, seandainya pada waktu itu Nuh sudah memiliki cucu, maka sudah dapat di pastikan cucunya juga berada di dalam bahtera itu).

Karena Abraham dan Sarah sungguh-sungguh tergembala, maka TUHAN menjanjikan seorang anak yaitu Ishak kepada mereka >>>

Kejadian 18 : 10, 11, 12, 14, 15,
10. Dan firman-Nya: "Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki." Dan Sara mendengarkan pada pintu kemah yang di belakang-Nya.
11. Adapun Abraham dan Sara telah tua dan lanjut umurnya dan Sara telah mati haid.
12. Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: "Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?"
14. Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN? Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu
itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki."
15. Lalu Sara menyangkal, katanya: "Aku tidak tertawa," sebab ia takut; tetapi TUHAN berfirman: "Tidak, memang engkau tertawa!"

Kalau suami dan isteri tergembala, maka akan ada janji TUHAN yang luar biasa. Sarah tertawa karena ia takut >>> inilah orang yang tidak percaya kepada Firman.

Karena Abraham dan Sarah tinggal di dalam kemah/tergembala, maka mereka mendapatkan janji seorang anak yaitu Ishak.
Sekarang ini arti dari lahirnya Ishak adalah:

  1. menghapus aib, bagi umat Israel jika tidak memiliki anak, maka hal itu merupakan suatu aib. Demikian juga dengan Rahel isteri Yakub yang juga tidak memiliki anak, begitu ia mendapatkan Yusuf >>> Kejadian 30 : 23, Maka mengandunglah Rahel dan melahirkan seorang anak laki-laki. Berkatalah ia: "Allah telah menghapuskan aibku." Ini adalah hal yang luar biasa. Jadi Firman penggembalaan ini sanggup menghapus cacat cela kita sampai satu waktu tidak bercacat cela.
    Yesaya 4 : 1, Pada waktu itu tujuh orang perempuan akan memegang seorang laki-laki, serta berkata: "Kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri; hanya biarlah namamu dilekatkan kepada nama kami; ambillah aib yang ada pada kami!"
    Tujuh orang perempuan memegang seorang laki-laki = tujuh sidang jemaat bangsa kafir di dalam ktb Wahyu yang memegang YESUS. Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus dllnya >>> malaikat ini adalah seorang gembala/tuliskan Firman penggembalaan yang akan menghapuskan aib/menyucikan sampai tidak bercacat cela/sempurna seperti YESUS sehingga Nama YESUS dilekatkan kepada nama kita dan kita menjadi Mempelai Wanita TUHAN.
    Inilah penggembalaan. Kalau dulu Ishak lahir tetapi sekarang ini aib, mungkin dulu suami, isteri dan anak-anak memiliki banyak dosa/aib tetapi lewat penggembalaan, maka Firman bekerja untuk menyucikan terus menerus sampai satu waktu semuanya menjadi tidak bercacat cela dan Nama YESUS dilekatkan kepada kita dan kita menjadi Mempelai Wanita TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.
    Di dalam Yesaya 4 : 1, serta berkata: “kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri; hanya biarlah namamu dilekatkan kepada nama kami; ambillah aib yang ada pada kami!”
    Penyucian = pemeliharaan.
    Bagi siswa/i Lempin-El, perhatikan dengan baik-baik! Kebutuhan sehari-hari dari seorang hamba TUHAN itu bukanlah uang, beras, tetapi kebutuhan sehari-hari dari seorang hamba TUHAN itu adalah penyucian. Demikian juga dengan sidang jemaat, kebutuhan saudara juga penyucian; semakin kita disucikan, maka semakin
    kita dipelihara oleh TUHAN.
    Disebutkan: “kami akan menanggung makanan dan pakaian kami sendiri” >>> ini berarti tidak bergantung pada orang lain sebab sudah diberkati oleh TUHAN. Urusan masa depan, makanan dan pakaian merupakan urusan TUHAN, sedangkan urusan kita hanyalah penyucian.
    Bagi saudara yang memiliki, pekerjaan, toko dlsbnya >>> boleh saja, tetapi urusan saudara bukanlah toko itu, tetapi urusan saudara adalah penyucian. Sebab kalau saudara disucikan, maka urusan toko menjadi urusan TUHAN sebab TUHAN Yang akan memelihara.
    Bahkan raja Daud menegaskan di dalam Mazmur 23 : 1, Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
    Istilah takkan kekurangan aku adalah:
    • dipelihara oleh TUHAN.
    • sempurna/tidak bercacat cela sebab sudah tidak memiliki aib lagi.
      Inilah arti dari kelahiran Ishak yang pertama yaitu:
    • karena Abraham dan Sarah tergembala di dalam satu kemah, maka ada janji Ishak akan lahir.
    • menghapus aib, untuk sekarang ini berarti penyucian di dalam rumah tangga kita dan juga ada pemeliharaan dari TUHAN sampai kita menjadi Mempelai Wanita TUHAN.
  2. tidak ada yang mustahil bagi TUHAN, kelahiran Ishak ini merupakan suatu kemustahilan sebab selain Abraham sudah tua, Sarah pun sudah mati haid dan ini tidaklah mungkin untuk seorang wanita dapat hamil. Tetapi TUHAN katakan di dalam ktb Kejadian 18 : 14, Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN?
    Jadi lahirnya Ishak itu berarti menghapus segala kemustahilan/ada kuasa untuk menghapus kemustahilan, oleh sebab itu kita harus tergembala, jangan menjadi penyelundup/penyelusup.
    Disebutkan di dalam injil Lukas bahwa bagi TUHAN tidak ada yang mustahil asal kita percaya >>> Lukas 1 : 37, Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."
    Demikian juga bagi orang yang percaya dan kita akan membandingkan dengan Markus 9 : 23, Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"
    Bagi TUHAN tidak ada yang mustahil dan bagi orang percaya, juga tidak ada yang mustahil >>> jadi orang yang percaya itu memiliki kuasa TUHAN untuk menghapus segala kemustahilan.

Cerita di dalam injil Markus ini tentang seorang anak yang sakit dan ayahnya berkata kepada YESUS untuk menolongnya karena ia tidak percaya. Kalau kita menghadapi masalah/sakit penyakit, maka bukan penyakitnya/sakitnya yang harus terlebih dahulu ditolong tetapi hati kita terlebih dahulu yang harus diraba, apakah benar kita sudah percaya? Tidak ada yang mustahil bagi TUHAN dan juga tidak ada yang mustahil bagi orang percaya dan kalau kedua ini bertemu, maka orang yang percaya itu memiliki kuasa yang sama dengan TUHAN untuk menghapus segala kemustahilan.

Kita jangan seperti Sarah yang menertawakan Firman >>> tertawa tetapi takut = tertawa kecut. Orang yang tidak percaya kepada Firman, ragu terhadap Firman, menertawakan Firman, maka banyak kali mereka tertawa kecut.
Arti dari tertawa kecut/tertawa di dalam ketakutan adalah:

  • selalu menghadapi hal-hal yang sulit.
  • selalu menghadapi hal-hal yang mustahil.

Mari! kita jangan menjadi penyelusup/penyelundup tetapi suami, isteri dan anak-anak harus tergembala sehingga:

  • lahirlah Ishak/aib dihapus oleh TUHAN.
  • kita mengalami penyucian/dipelihara oleh TUHAN sampai tidak bercacat cela.
  • ALLAH sanggup menghapus segala kemustahilan asal kita percaya sehingga kita ditolong oleh TUHAN, apapun masalah kita sekarang ini.

IA adalah Seorang Gembala manis yang selalu menolong kita tepat pada waktunya. TUHAN memberkati kita sekalian.



kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 17-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 30 Oktober 2018 - 01 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 13-14 November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top