English Language | Form Penggembalaan
kebaktian umum surabaya
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Umum Surabaya (Minggu Sore, 10 November 2013)
Tayang: 20 April 2014
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 22 April 2007)
Tayang: 22 Desember 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Senin, 13 Januari 2008)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 22 September 2013)
Tayang: 05 Desember 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Senin, 06 Januari 2008)
Tayang: 10 Maret 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 31 Agustus 2014)
Tayang: 04 Februari 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 23 September 2007)
Tayang: 25 Januari 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 14 Oktober 2007)
Tayang: 03 Mei 2009
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 29 September 2013)
Tayang: 17 Desember 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 02 November 2014)
Tayang: 03 Maret 2018
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 13 Juli 2014)
Tayang: 12 Juni 2016
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 25 Maret 2007)
Tayang: 02 Oktober 2007
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 07 September 2014)
Tayang: 06 Maret 2017
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu, 15 Juli 2007)
Tayang: 29 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Umum Surabaya (Minggu Sore, 16 Juni 2013)
Tayang: 18 Agustus 2013
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Umum Surabaya
Tanggal: Minggu, 13 Mei 2007
Tempat: WR Supratman 4 Sby
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 11 Februari 2008

Kita masih akan melanjutkan pembahasan srt Yudas dengan tetap membaca Yudas 1 : 8 >>> tentang gereja daging.
Namun demikian orang-orang yang bermimpi-mimpian ini juga mencemarkan tubuh mereka dan menghina kekuasaan Allah serta menghujat semua yang mulia di sorga.
Jadi tanda-tanda dari gereja daging adalah:

  • bermimpi-mimpian >>> ini menunjuk pada pikiran/jiwa dari daging, hanya memegahkan penglihatan-penglihatan/mengandalkan penglihatan-penglihatan yang tidak sesuai dengan Firman/tidak memiliki nilai rohani.
  • mencemarkan tubuh >>> tubuhnya juga daging.
  • menghujat semua yang mulia disurga >>> menghujat ini adalah lawan dari menyembah, jadi menghujat ini, rohnya juga daging.

Jadi gereja daging itu adalah tubuh/6, jiwa/6 dan rohnya/6 hanyalah daging sehingga mendapat cap/tanda 6.6.6 dan menjadi milik dari antikrist serta binasa untuk selama-lamanya.

Pada waktu yang lalu, saya sudah menerangkan bahwa gereja benar dan gereja daging ini sama-sama menuju pada puncaknya yaitu suatu pesta/perjamuan yang besar.
Ada dua macam pesta yang besar yaitu:

  1. Wahyu 19 : 17, 18, 21,
    17. Lalu aku melihat seorang malaikat berdiri di dalam matahari dan ia berseru dengan suara nyaring kepada semua burung yang terbang di tengah langit, katanya: "Marilah ke sini dan berkumpullah untuk turut dalam perjamuan Allah, perjamuan yang besar,
    18. supaya kamu makan daging semua raja dan daging semua panglima dan daging semua pahlawan dan daging semua kuda dan daging semua penunggangnya dan daging semua orang, baik yang merdeka maupun hamba, baik yang kecil maupun yang besar."
    21. Dan semua orang lain dibunuh dengan pedang, yang keluar dari mulut Penunggang kuda itu; dan semua burung kenyang oleh daging mereka.

    Jadi pesta/perjamuan yang besar pertama adalah pesta pembantaian daging lewat pedang yang keluar dari Mulut Penunggang kuda putih, itulah YESUS. Jadi, gereja daging ini juga menolak pekerjaan Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua/menolak Firman pengajaran/tidak mau disucikan sehingga satu waktu, pedang bermata dua itu akan berubah menjadi pedang pembantaian daging. Itu sebabnya bagi siswa/i Lempin-El, saudara harus bersungguh-sungguh karena saudara sudah banyak mendengarkan Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua dan kalau ditolak, maka satu waktu akan menjadi pedang pembantaian.
    Dan semua kehidupan yang masuk ke dalam pesta pembantaian akan mati semuanya dan menunggu kerajaan seribu tahun. Sesudah seribu tahun mereka akan dibangkitkan tetapi hanya untuk masuk kedalam kematian kedua. Di dalam ktb Wahyu 20 : 5, Tetapi orang-orang mati yang lain tidak bangkit sebelum berakhir masa yang seribu tahun itu. Inilah kebangkitan pertama.
    Orang yang mati itu akan bangkit dan akan bersama TUHAN selama-lamanya sedangkan yang lain/yang tidak ada pada kebangkitan yang pertama, harus menunggu seribu tahun untuk dihukum/mengalami kematian yang kedua.
    Kematian kedua = masuk ke dalam neraka.
    Gereja daging mengarah pada pesta perjamuan yang besar/masuk ke dalam pembantaian dan benar-benar akan digenapi/terjadi. Itu sebabnya kita harus bersungguh-sungguh untuk menerima pekerjaan dari pedang bermata dua, sebab jika kita tolak, maka akan menjadi pedang penghukuman/pedang pembantaian. Semoga kita dapat mengerti.
  2. Kemudian pesta yang kedua >>> Wahyu 19 ; 9, Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."
    Jadi pesta/perjamuan yang besar yang kedua adalah perjamuan kawin Anak Domba. Pesta ini merupakan pertemuan di udara antara YESUS Mempelai Pria Surga Yang akan datang kembali keduakalinya dan bertemu dengan kita/gereja TUHAN/Mempelai Wanita TUHAN yang sempurna untuk masuk ke dalam kerajaan seribu tahun damai, kemudian masuk ke dalam kerajaan surga yang kekal.

Sekarang ini kita akan pelajari secara sederhana supaya kita jangan masuk ke dalam pesta pembantaian daging tetapi biarlah kita masuk ke dalam hal yang positif yaitu masuk ke dalam pesta kawin Anak Domba menjadi Mempelai Wanita TUHAN untuk menyambut kedatangan YESUS Yang keduakalinya.

Kita akan mempelajari syarat untuk dapat masuk ke dalam perjamuan kawin Anak Domba yaitu:
Wahyu 19 : 7, Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.
Jadi yang dapat masuk ke dalam perjamuan kawin Anak Domba adalah Mempelai Wanita yang sudah siap sedia/yang sempurna. Dan untuk ini diperlukan persiapan.

Paling sedikit ada tiga hal yang perlu dipersiapkan oleh Mempelai Wanita untuk menyambut kedatangan YESUS Yang keduakalinya dan masuk Pesta Nikah Anak Domba yaitu:

  1. Wahyu 19 : 8, Dan kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan yang putih bersih!" (Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.)
    Yang pertama yang harus dipersiapkan adalah pakaian lenan halus yang berkilau-kilauan.
    • Lenan halus itu putih bersih = kesucian. Pakaian ini yang membedakan dengan pakaian dari Babel, sebab perempuan Babel mau menandingi dengan juga memakai pakaian dari lenan halus tetapi tidak berkilau-kilauan.
    • Berkilau-kilauan = dari dalam hati memancar keluar. Jadi kalau digabung, maka arti dari lenan halus yang berkilau-kilauan adalah kesucian yang bersumber dari dalam hati/batin. Ini hanya dapat terjadi oleh Firman yang lebih tajam dari pedang yang bermata dua >>> Ibrani 4 : 12, 13,
      12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
      13. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

      Inilah Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua/Firman pengajaran yang menusuk sampai ke dalam hati/menyucikan hati dari perkara-perkara yang tersembunyi yaitu keinginan-keinginan yang merupakan sumber dari dosa yaitu keinginan jahat dan keinginan najis dan kedua dosa ini yang harus ditusuk/disucikan. Kedua dosa ini yang harus benar-benar dijaga, terutama saya dan biar pekerjaan Firman yang terus menyucikan. Mungkin kita belum berbuat, tetapi sudah ada di dalam hati dan ini sangat berbahaya, sebab tinggal menunggu waktu untuk meledak dan akan habis. Jika keinginan jahat dan najis ini diputuskan oleh Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua, maka buktinya adalah kita dapat memberi.
    Di ayat di bagian atas tadi yaitu di dalam Wahyu 19 : 8, di dalam terjemahan Bhs.Ind lama, perbuatan-perbuatan benar itu adalah perbuatan-perbuatan kebajikan.
    Apa yang dimaksud dengan perbuatan-perbuatan kebajikkan? Kalau hati disucikan dari keinginan jahat dan najis, maka perbuatan kebajikan itu adalah dapat memberi dan terlebih dahulu memberi kepada TUHAN yaitu mengembalikan persepuluhan dan juga memberi persembahan khusus sampai kita dapat memberi seluruh hidup kita/kita dapat menyembah TUHAN. Menyembah itu juga berarti kita memberi kepada TUHAN, berbeda dengan doa permohonan, sebab kalau doa permohonan adalah kita meminta kepada TUHAN. Dan juga memberi kepada sesama yang membutuhkan = sedekah.
    Bangsa kafir ini sedang ditunggu oleh TUHAN, di dalam Kisah rasul waktu jaman gereja hujan awal ada seorang bangsa kafir yang bernama Kornelius yang benar-benar dapat memberi kepada TUHAN lewat doa penyembahan dan juga memberi sedekah kepada sesama yang membutuhkan. Perbuatan ini selalu diingat oleh TUHAN sekalipun manusia tidak mengingatnya >>> Kisah rasul 10 : 1,2,4,
    1.Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia.
    2. Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah.
    4. Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata: "Ada apa, Tuhan?" Jawab malaikat itu: "Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau.

    Pasukan Italia >>> bukan orang Israel, jadi ia adalah seorang kafir dan sedang ditunggu perbuatan kebajikkan/pakaian lenan halus yang berkilau-kilauan oleh TUHAN . Dengan adanya doa penyembahan kepada TUHAN/memberi kepada TUHAN yang dimulai dari yang terkecil yaitu persepuluhan dan persembahan khusus sampai kepada penyembahan dan ditambah perbuatan kebajikkan kepada sesama/memberi kepada sesama yang membutuhkan/sedekah, maka itu akan benar-benar menjadi asap dupa yang berbau harum yang naik di hadapan hadirat TUHAN dan TUHAN senantiasa akan mengingat engkau.
    Istilah ‘TUHAN mengingat engkau berarti’ = sampai TUHAN datang kembali yang kedua kalinya dan kita tidak akan tertinggal. Salah satu permintaan dari orang yang disalib di sebelah kanan TUHAN YESUS, permintaan terakhirnya adalah ‘TUHAN jika Engkau datang sebagai Raja, ingat aku’. Istilah mengingat ini dikaitkan dengan Lukas 23 : 42,
    Lalu ia berkata: "Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja."
    TUHAN akan mengingat kepada kita selama kita hidup di dunia sampai pada kedatangan YESUS Yang keduakalinya. Itu sebabnya kita jangan ragu-ragu, sekalipun tidak ada seorangpun yang mengingat di saat kita sendirian, dan sebagai seorang hamba TUHAN mungkin kita baru merintis, asalkan ada lenan putih yang berkilau-kilauan/perbuatan kebajikan kepada TUHAN >>> mengembalikan milik TUHAN/persepuluhan dan juga persembahan khusus dan juga ada doa penyembahan + sedekah bagi sesama yang membutuhkan >>> naik ke atas, maka TUHAN akan mengingat kita dimulai di dunia ini/sejak kita hidup di dunia sampai kedatangan YESUS Yang keduakalinya sebagai Raja dan sebagai Mempelai Pria Surga, kita tidak akan pernah ditinggalkan/tetap diingat oleh TUHAN. Lenan putih yang berkilau-kilauan adalah persiapan Mempelai supaya TUHAN ingat saat IA datang kembali yang keduakalinya. Semoga kita dapat mengerti.
    Kemudian, kalau kita tidak memiliki perbuatan baik kepada TUHAN dan kepada sesama, maka yang membumbung tinggi hanyalah perbuatan jahat yang naik sampai ke hadapan TUHAN seperti penduduk Niniwe, sehingga penghukuman TUHAN akan turun atas Niniwe >>> Yunus 1 : 1, 2,
    1. Datanglah firman TUHAN kepada Yunus bin Amitai, demikian:
    2. "Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku."

    Kejahatannya telah sampai kepadaKU = kejahatannya sampai membumbung tinggi = kejahatan Babel/dosa makan minum dan kawin mengawinkan/ikatan akan uang yang naik ke hadapan TUHAN sehingga menarik hukuman TUHAN untuk datang, baik hukuman selama di dunia ini sampai hukuman yang kekal/neraka. Kita tinggal memilih.
  2. Mahkota, di dalam ktb Wahyu, tidak ditulis, tetapi di dalam Kidung Agung ditulis tentang mahkota ini. Mempelai ini harus memiliki mahkota seperti di dalam ktb Wahyu 12 : 1 juga ditulis tentang mahkota dengan duabelas bintang.
    Kidung Agung 3 : 11, puteri-puteri Sion, keluarlah dan tengoklah raja Salomo dengan mahkota yang dikenakan kepadanya oleh ibunya pada hari pernikahannya, pada hari kesukaan hatinya.
    Salomo di dalam kemuliaannya adalah gambaran dari YESUS sebagai Mempelai Pria Surga dan kita juga sebagai Mempelai Wanita juga memakai mahkota untuk masuk dalam pernikahan/pesta nikah Anak Domba ALLAH. Semoga kita dapat mengerti.
    Darimana kita mendapatkan mahkota itu?
    2 Timotius 4 : 6 – 8, >>> ini adalah mahkota yang diterima oleh rasul Paulus.
    6. Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.
    7. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
    8. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

    Proses untuk mendapatkan mahkota, di dalam ayat di atas ini dikatakan: ‘aku telah mencapai garis akhir’ apa yang dimaksud dengan ini? diterangkan di dalam
    Kisah rasul 20 : 24, Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.
    Jadi, proses untuk mendapatkan mahkota yaitu:
    1. pelayanan kita harus sampai pada garis akhir.
      Sampai pada garis akhir = pertandingan itu sudah selesai.
      Garis akhir ini dapat berarti:
      • kalau diijinkan oleh TUHAN, kita mati dah dikubur seperti rasul Paulus.
      • dapat hidup sampai kedatangan YESUS Yang keduakalinya.
        Yang penting bagi kita adalah, pelayanan ini sampai mencapai garis akhir jika kita ingin mendapatkan mahkota. Pelayanan sampai garis akhir adalah pelayanan yang dilakukan dengan kesetiaan kepada TUHAN.
      Kisah rasul 20 : 19, 20,
      19. dengan segala rendah hati aku melayani Tuhan. Dalam pelayanan itu aku banyak mencucurkan air mata dan banyak mengalami pencobaan dari pihak orang Yahudi yang mau membunuh aku.
      20. Sungguhpun demikian aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumah kamu;

      Jadi, kita harus menjaga pelayanan sampai garis akhir/sampai kita meninggal dunia/sampai kedatangan YESUS Yang keduakalinya, kita tidak boleh lalai di dalam pelayanan tetapi harus setia dan berkobar-kobar. Jika kita lalai di dalam pelayanan maka kita tidak memiliki jubah putih dan disamakan dengan tidak suci dan juga menghambat pekerjaan dari pedang sehingga ia berada di dalam suasana kutukan TUHAN.
      Yeremia 48 : 10, Terkutuklah orang yang melaksanakan pekerjaan TUHAN dengan lalai, dan terkutuklah orang yang menghambat pedang-Nya dari penumpahan darah!
      Menghambat pedangNYA = menghambat pedang penyucian. Dan sesungguhnya kalau pedang itu bekerja, maka akan terkena daging/dosa kita sehingga akan berdarah dan merasa sakit.
      Lalai = tidak suci = terkutuk/hidupnya susah payah.
      Mari kita bangkitkan kesucian >>> kita memiliki lenan halus yang berkilau-kilauan karena hasil penyucian pedang, maka dipastikan kita tidak akan lalai, tetap setia dan berkobar-kobar. Kita tidak boleh saling menghakimi, tetapi cobalah kita periksa, disaat kita lalai di dalam pekerjaan TUHAN, maka dapat dipastikan kesucian kita akan menurun. Mungkin lewat mulut >>> awalnya tidak pernah mengomel, tetapi sekarang menjadi suka mengomel. Jika kesucian menurun, maka secara otomatis, penyembahan juga ikut menurun, sebab kesucian itu selevel/sederajat dengan penyembahan.
      Di bagian atas diterangkan bahwa :
      • lenan halus adalah kesucian dan
      • kesetiaan adalah mahkota >>> pelayanan sampai garis akhir. Kita jangan lalai tetapi melayani dengan setia dan berkobar-kobar.
      Bagaimana supaya kita setia/berkobar-kobar dan tidak lalai sekalipun usia bertambah di dalam pelayanan ? Kita harus berada di dalam urapan Roh.Kudus/ada minyak urapan Roh.Kudus, sebab setia dan berkobar-kobar itu bukan dengan daging sebab kalau dengan daging makin kita bertambah tua, makin kita menjadi loyo/lemah. Tetapi kalau kita berada di dalam urapan Roh.Kudus, maka semakin kita menjadi tua, semakin kita bersemangat. Imamat 21 : 12, Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.
      Mahkota ini berasal dari minyak urapan yang ada di atas kepala. Jadi bagaimana supaya kita tetap bertahan/setia dan berkobar-kobar sampai garis akhir di dalam pelayanan? Jawabannya adalah setiap imam/pelayan TUHAN harus berada di dalam tempat kudus/ruangan suci di dalam tabernakel/kandang penggembalaan. Di dalam ruangan suci/kandang penggembalaan itu memiliki tiga alat, untuk sekarang adalah tiga macam ibadah pokok dan ini adalah rahasianya. Semakin tebal minyak urapan di kepala, lama kelamaan akan menjadi mahkota. Semoga kita dapat mengerti.
    2. memelihara iman >>> 2 Timotius 4 : 7, Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
      Arti dari memelihara iman adalah :
      • berpegang teguh pada Firman pengajaran yang benar.
      • taat dengar-dengaran.
      Kalau ada minyak urapan di kepala, ini yang memungkinkan kita tetap berpegang teguh pada Firman pengajaran yang benar bahkan sampai taat dengar-dengaran/mempraktekkan Firman. Sebab dengan kekuatan, kepandaian manusia tidak dapat melakukan semuanya itu, hanya minyak urapan di kepala/kekuatan dari Roh.Kudus bukan kekuatan manusia daging. Sebab apa saudaraku? Sebab pikiran/kepala ini memang diincar. Dulu Hawa yang sudah lama dipelihara oleh TUHAN dengan Firman pengajaran yang benar, tetapi satu waktu dengan begitu cepat, pikirannya disesatkan. Ini karena tidak ada minyak urapan Roh.Kudus/pikiran tidak diurapi, jika hanya mengandalkan apa yang dipikirkan seperti kepandaian dan pengalaman, mana mungkin kepandaian kita itu dibandingkan dengan ular >>> berapa usia kita dan berapa usia ular? Mau membandingkan dengan pengalaman >>> sudah berapa tahun pengalaman ular? Hanya minyak urapan yang dapat menolong kita, itu sebabnya kita perlu tergembala sehingga ada minyak urapan untuk menolak racun ular itu.
      2 Korintus 11 : 2 – 4,
      2. Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.
      3. Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.
      4. Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

      Ay 2 >>> ini adalah masa pertunangan/masa yang terakhir untuk masuk pernikahan dan ini sungguh-sungguh sudah menunjuk pada akhir jaman dan masa ini banyak disesatkan.
      Ay 3 >>> pikiran disesatkan dengan kepandaian, pengalaman dan kehebatan kita, tetapi sesungguhnya semua itu tidak mampu melawan ular, sebab ular itu sudah berkembang menjadi naga, hanya minyak urapan yang mampu melawan ular itu.
      Ay 4 >>> istilah sabar saja = tidak ada urapan Roh.Kudus, tidak ada kekuatan/kemampuan untuk menolak firman pengajaran yang lain/yang palsu/racun ular. Seperti Hawa yang pikirannya sudah disesatkan/ia tidak dapat memelihara iman sehingga gugur dari iman.
      Kita harus hati-hati, sebab setan benar-benar mau mencopot mahkota/minyak urapan dari kepala di hari-hari ini supaya anak-anak/hamba-hamba TUHAN mudah untuk disesatkan. Sebab kalau mahkota/minyak urapan itu sudah tidak ada lagi di kepala, walaupun ia mau melawan dengan apapun juga, ia tidak akan mampu dan segera disesatkan oleh ular.
      Bagi siswa/i Lempin-El, kalian harus mendengarkan! Setelah lulus, maka pengalaman saudara masih nol sehingga tidak memiliki pengalaman dan kepandaian, tetapi selama ada minyak urapan di kepala, maka ular tidak dapat memasukkan racunnya dan juga tidak dapat menyesatkan.
      Orang yang memiliki urapan Roh.Kudus, maka mereka bukan hanya berbahasa roh saja, tetapi dilihat, apakah ia memiliki ketegasan/tidak kepada Firman pengajaran yang benar >>> 1 Timotius 4 : 1, Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan
      Murtad = gugur dari iman/tidak dapat memelihara iman sebab tidak ada urapan Roh.Kudus.
      Tetapi kalau kita memiliki minyak urapan di kepala, maka kita :
      • memiliki ketegasan untuk menolak firman pengajaran yang lain
      • dan ketegasan teguh untuk berpegang teguh untuk menerima satu pengajaran Firman yang benar. Kita bukannya fanatik tetapi ini merupakan satu ketegasan. Kita jangan berkata bahwa pengajaran itu tidak berarti apa-apa.
      Di satu forum dari pertemuan hamba-hamba TUHAN, ada yang bersaksi bahwa ia memiliki filter/saringan/roh penimbang untuk menghadapi pengajaran yang tidak benar itu. Saya langsung menegaskan dengan berkata kepada beliau >>> kalau saya tidak setuju dengan prinsip bapak itu sebab mana yang lebih hebat filternya, bapak atau raja Salomo? Salomo itu memiliki hikmat yang luar biasa dari seluruh manusia yang ada di dunia. Tetapi begitu TUHAN katakan agar kita jangan ingin tahu, tetapi raja Salomo ingin tahu, sehingga habislah ia. Kemudian bapak itu terdiam. Saya hanya memakai contoh dari alkitab saja.
      Untuk perkara rohani, perkara pengajaran, maka kita tidak boleh berada ditengah-tengah/abstain >>> tidak bisa! A atau B, benar atau tidak benar. Kita harus tegas, sebab kalau tidak tegas, maka kita akan gugur dari iman.
      Seandainya pada waktu itu Hawa tegas, sebab pertama kali ia mendengarkan bisikan ular >>> bukan? Padahal TUHAN memberikan perintah yang tegas >>> semua buah ditaman ini boleh kamu makan dengan bebas, tetapi buah dari pohon yang di tengah itu/buah pengetahuan baik dan buruk, jangan engkau makan, sebab kalau engkau makan, maka engkau akan mati! Tetapi ular membuat tanda ? sehingga Hawa tidak memiliki ketegasan lagi dan segeralah ia disesatkan oleh ular itu. Dulu Hawa di taman Eden, sekarang di masa pertunangan, ular tetap memakai gaya yang sama yaitu dengan cara menyesatkan.
      Di dalam injil Matius 24, banyak yang mengatakan bahwa kedatangan TUHAN itu ditandai dengan adanya gempa bumi dan ini merupakan tanda selanjutnya, sebab tanda yang pertama/yang utama adalah penyesatan, itu sebabnya harus ada ketegasan untuk menolak/tidak ada kompromi dengan pengajaran yang lain yang tidak benar dan juga ketegasan yang teguh untuk berpegang pada satu Firman pengajaran yang sudah menjadi pengalamn hidup kita sehingga kita tidak dapat disesatkan oleh ular. Bagi para hamba-hamba TUHAN, nasib dari sidang jemaat berada di dalam tangan saudara. Semoga kita dapat mengerti ini.
      Firman pengajaran yang benar itu berasal dari alkitab yang diwahyukan oleh TUHAN/dibukakan rahasianya/ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dan tidak ada yang lebih kuat dari ini. Sekarang ini ada istilah yang mengatakan bahwa pengajarannya itu kuno dan memang alkitab ini adalah buku yag paling kuno tetapi kalau dibukakan rahasianya, maka akan menjadi sesuatu yang paling baru/paling mutakhir dari semua buku ilmu pengetahuan yang ada di dunia ini. Semoga kita dapat mengerti.
      Di bagian atas sudah diterangkan yaitu:
      • pakaian putih >>> penyucian, sampai ada
      • perbuatan kebajikkan kepada TUHAN dan kepada sesama yang akan naik dan diingat oleh TUHAN pada saat kedatangan YESUS Yang keduakalinya
      Mari kita kembali pada minyak urapan Roh.Kudus supaya kita dapat:
      • setia dan berkobar >>> melayani sampai garis akhir = mahkota
      • memelihara iman >>> mahkota
    3. Yakobus 1 : 12, Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.
      Proses ketiga untuk mendapatkan mahkota yaitu tahan uji dalam segala pencobaan/tahan menghadapi sengsara bersama TUHAN. Ini juga terjadi karena adanya minyak urapan, sebab kalau tanpa urapan Roh.Kudus, maka tidak ada seorang manusiapun yang dapat tahan uji, sebab ujian ini sama dengan nyala api siksaan. Mengapa kita dapat tahan uji/menghadapi sengsara bersama YESUS? Karena ada Roh kemuliaan/minyak urapan Roh.Kudus. Mana ada daging yang tahan kalau dibakar? Baru terkena korek api saja kita sudah tidak tahan/daging manusia tidak kuat menghadapi pencobaan, menghadapi sengsara bersama YESUS dan menghadapi nyala api siksaan. Yang membuat kuat itu kalau ada minyak urapan >>> 1 Petrus 4 : 12, 14,
      12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
      14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

      Ay 14 inilah yang menjadi kekuatan kita.
      Ada seorang siswa Lempin-El berdoa: ‘TUHAN, berikanlah hambaMU urapan yang luar biasa’. Setelah berdoa, saya memberi penjelasan bahwa jika engkau menginginkan urapan yang luar biasa, maka engkau harus menghadapi nyala api yang juga luar biasa. Itu sebabnya kalau kita berdoa jangan sembarangan, harus berdasarkan Firman pengajaran yang benar. Atau, jika kita berdoa kepada TUHAN dengan meminta supaya kita dapat memiliki sifat yang lemah lembut, tetapi begitu hal yang keras datang, misalnya dibentak, maka kita balas membentak, tetapi jika dibentak, dan kita mengakui bahwa kita bersalah, maka itu berarti kita sudah dapat menjadi lemah lembut. Atau, kita meminta kesabaran, tetapi begitu anaknya menangis dan dibujuk dengan apapun tidak dapat diam, maka kita sudah menjadi jengkel, ini berarti kita belum bisa menjadi sabar.
      Ay 14 >>> Roh.Kudus/minyak urapan membuat kita dapat tahan menghadapi nyala api siksaan, bahkan kita berbahagia >>> tahan + berbahagia >>> puji TUHAN, syukur kepada TUHAN. Ini adalah mahkota dan jika TUHAN datang, kita dapat menyambut Dia dengan mahkota. Semoga kita dapat mengerti.
      Mari kita memeriksa pelayanan kita >>>
    • harus setia dan berkobar-kobar.
    • memelihara iman >>> kita harus tegas dalam iman/pengajaran.
    • tahan uji
      Semuanya ini adalah mahkota untuk menyambut kedatangan YESUS Yang keduakalinya.
  3. Wahyu 19 : 6, Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
    Himpunan besar orang banyak = anak-anak TUHAN/Mempelai Perempuan TUHAN/Tubuh Kristus yang dikumpulkan dari empat penjuru bumi dengan satu suara >>> Haleluyah. Dan ini harus. Jadi yang ketiga adalah suara penyembahan Haleluyah untuk menyambut kedatangan YESUS Yang keduakalinya. Satu suara >>> tidak bisa lain, sebab satu tubuh dan satu suara. Dulu manusia diciptakan dengan satu suara, tetapi karena manusia ingin membangun menara Babel, maka TUHAN mengacaukan bahasa mereka. Sekarang TUHAN mau menggarap Tubuh Kristus menjadi satu lagi dengan satu suara waktu YESUS datang yaitu dengan suara Haleluyah. Inilah persiapan yang ketiga yang harus disiap sediakan yaitu penyembahan Haleluyah. Penyembahan kita itu harus merupakan pantulan dari kerajaan surga; jadi ibadah pelayanan di bumi ini merupakan pantulan dari kerajaan surga >>> Wahyu 19 : 1, 3, 4,
    1. Kemudian dari pada itu aku mendengar seperti suara yang nyaring dari himpunan besar orang banyak di sorga, katanya: "Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita,
    3. Dan untuk kedua kalinya mereka berkata: "Haleluya! Ya, asapnya naik sampai selama-lamanya."
    4. Dan kedua puluh empat tua-tua dan keempat makhluk itu tersungkur dan menyembah Allah yang duduk di atas takhta itu, dan mereka berkata: "Amin, Haleluya."

    Penyembahan di bumi merupakan pantulan dari penyembahan di surga >>> di surga >>> Haleluyah, di bumipun Haleluyah. Jangan berbeda. Inilah Mempelai yang sudah siap sedia, harus dapat menyembah dengan satu bahasa >>> Haleluyah.
    Untuk berkata Haleluyah, harus memiliki proses yaitu di dalam Wahyu 14 : 1 – 3,
    1. Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.
    2. Dan aku mendengar suatu suara dari langit bagaikan desau air bah dan bagaikan deru guruh yang dahsyat. Dan suara yang kudengar itu seperti bunyi pemain-pemain kecapi yang memetik kecapinya.
    3. Mereka menyanyikan suatu nyanyian baru di hadapan takhta dan di depan keempat makhluk dan tua-tua itu, dan tidak seorangpun yang dapat mempelajari nyanyian itu selain dari pada seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari bumi itu.

    ay 2 ini sama dengan Wahyu 19 : 6 yaitu suara Haleluyah.
    Seratus empat puluh empat ribu orang merupakan inti dari Mempelai Wanita.
    Kita dapat mempelajari proses untuk menyembah dengan kata ‘Haleluyah’ yaitu:
    • Seperti orang menyanyi, ada nada yang turun naik/ada pengalaman kematian dan kebangkitan/suasana gunung dan lembah, bukan suasana datar/ini adalah suasana Kanaan/suasana kebangunan rohani dan orang semacam ini yang dapat menyeru ‘Haleluyah’.
      Ulangan 11 : 11, Tetapi negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, ialah negeri yang bergunung-gunung dan berlembah-lembah, yang mendapat air sebanyak hujan yang turun dari langit;
      Jadi proses pertama untuk dapat menyembah dengan kata ‘Haleluyah’ adalah nyanyian baru/harus memiliki pengalaman kematian dan kebangkitan. Pengalaman kematian dan kebangkitan dari masing-masing hamba TUHAN/anak-anak TUHAN itu berbeda-beda, tetapi hasilnya akan sama yaitu pembaharuan. Nyanyian baru itu adalah pembaharuan/keubahan hidup, dari pengalaman kematian/mati dari hidup lama/mati bersama YESUS, bangkit dalam hidup baru.
      Pembaharuan itu, sampai tidak ada dusta lagi, sebab orang berdusta, tidak dapat menyembah dengan kata ‘Haleluyah’ >>> Wahyu 14 : 5, Dan di dalam mulut mereka tidak terdapat dusta; mereka tidak bercela.
      Pembaharuan hidup itu dimulai dari tidak ada dusta lagi.

      Demikian juga pengalaman kematian bersama –sama TUHAN juga berbeda-beda >>> ada yang diijinkan tidak memiliki uang/sakit. Tetapi hasilnya juga sama yaitu pembaharuan. Kalau ada gunung dan lembah >>> entah gunung dan lembahnya itu bagaimana bentuknya, tetapi yang sama adalah ada air hujan. Jika kita harus memikul air di gunung dan lembah, mungkin hanya untuk minum, masih bisa sebab hanya sekali dalam sehari. Tetapi kalau untuk mengairi ladang, maka tidak akan bisa, sebab harus turun ke bawah. Jadi di dalam pengalaman kematian dan kebangkitan, kita hanya bergantung pada air hujan/kemurahan TUHAN. Di dalam pengalaman kematian dan kebangkitan, kita dapat mengakui, bahwa semuanya itu adalah kemurahan TUHAN dan ini yang mendorong kita untuk mengucap kata ‘Haleluyah’ dengan getaran kepada TUHAN.
      Kalau kita berada di dalam kesulitan/kering, tiba-tiba hujan turun, maka kita akan mengucapkan kata ‘Haleluyah’ >>> jika Engkau tidak menurunkan hujan, maka habislah kami. Dihari-hari ini, kita harus mempersiapkan nyanyian baru/Haleluyah, tetapi dengan satu getaran kepada TUHAN/kita merasakan kemurahan TUHAN. Tetapi tidak semua orang Kristen yang dapat berkata ‘Haleluyah’ , hanya orang yang memiliki pengalaman kematian dan kebangkitan bersama dengan TUHAN.
    • Taat dengar-dengaran, hanya orang yang taat dan dengar-dengaran yang dapat menyembah/berkata ‘Haleluyah’.
      Filipi 2 : 8 – 11,
      8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
      9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
      10. supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
      11. dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

      Dengan ketaatan, maka lidah hanya mengaku YESUS di dalam kemuliaanNYA sebagai Raja dan sebagai Mempelai dan juga dapat berseru ‘Haleluyah’. Orang yang taat, mengalami kuasa YESUS untuk menaklukkan tiga binatang buas/setan tri tunggal yaitu:
      • naga dengan roh najis
      • nabi palsu/binatang di darat dengan roh dusta/kepalsuan/pengajaran palsu
      • antikrist dengan roh jual beli.
      Kalau kita taat dan dengar-dengaran, maka dengan kuasa YESUS, kita dapat mengalahkan tiga binatang buas, barulah lidah ini dapat berseru ‘Haleluyah’ bagi kemuliaan Nama TUHAN/ada hubungan dengan YESUS sebagai Raja di atas segala raja dan sebagai Mempelai Pria Surga. Orang yang tidak taat, berapa jam pun, ia menyembah dan berkata ‘Haleluyah’, tidak akan dapat merasakan apa-apa.
      Orang yang mengalami keubahan hidup >>> tidak akan berdusta dan orang yang merasakan kemurahan TUHAN >>> memiliki hubungan dengan Sang Raja dan dengan Sang Mempelai dan jika IA datang, maka kita sungguh-sungguh hanya menyembah ‘Haleluyah, ‘Haleluyah’ untuk menyambut kedatangan YESUS Yang kedua kalinya. Kita jangan masuk ke dalam pesta pembantaian tetapi kita masuk ke dalam Pesta Nikah Anak Domba.
    Sekarang ini, sekalipun ‘Haleluyah’ yang kita serukan belumlah sempurna, tetapi kita sudah dapat menyembah TUHAN untuk bertemu dengan Sang Raja. Apapun persoalan saudara sekarang ini, mari! berseru ‘Haleluyah’ sebab itu berarti saudara berhadapan dengan YESUS Sang Raja/berhadapan dengan YESUS Sang Mempelai Pria Surga Yang selalu ingat kepada kita dan juga Yang memiliki kuasa yang tidak terkalahkan, IA mampu untuk menolong kita.

Yesaya 43 : 15
Akulah TUHAN, Yang Mahakudus, Allahmu, Rajamu, yang menciptakan Israel."

YESUS sebagai Raja dan sebagai Mempelai dengan kuasa penciptaan dan jika kita menyembah Dia dengan berkata ‘Haleluyah’, maka IA akan datang dengan kuasa penciptaan Yehova Yirre >>> IA mampu menciptakan apa yang tidak ada menjadi ada. Istilah di dalam ktb Kejadian, waktu Abraham mempersembahkan Isak >>> ALLAH menyediakan/menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada/dari yang mustahil, menjadi tidak mustahil. Tetapi lebih dari itu, IA menyediakan kita menjadi Mempelai yang siap sedia, untuk menyambut YESUS saat IA datang kembali.

Mari! kita menyembah Dia, sebab:

  • ada kuasa penciptaan
  • Dia menciptakan yang tidak ada menjadi ada/yang mustahil menjadi tidak mustahil, sampai
  • satu waktu, IA menyediakan kita menjadi Mempelai Wanita yang siap sedia menyambut kedatanganNYA Yang kedua kali.

Sekarang ini, apapun kesusahan kita, kita memiliki Raja dan Mempelai dan hanya dengan menyembah/’Haleluyah’, Dia datang dengan kuasa penciptaanNYA di tengah-tangah kita. TUHAN memberkati kita.



kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:50 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 19:00 (Ibadah Raya)
Senin, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 11-13 September 2018
    (Ibadah Persekutuan di Malang)

  • 25-26 September 2018
    (Ibadah Kunjungan di Sidikalang)

  • 16-18 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 30-31 Oktober 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • November 2018
    (Ibadah Kunjungan di Jakarta)

  • Februari 2019
    (Ibadah Kunjungan di Chennai, India)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top