English Language | Form Penggembalaan
kebaktian doa
KEBAKTIAN LAINNYA
Transkrip lengkap lainnya

Doa (Selasa, 03 Juni 2008)
Tayang: 29 Juni 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 12 Februari 2008)
Tayang: 15 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 31 Juli 2007)
Tayang: 22 April 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 07 Agustus 2007)
Tayang: 20 Juni 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa Sore, 19 Februari 2008)
Tayang: 06 Mei 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 15 Januari 2008)
Tayang: 11 Februari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa Sore, 01 April 2008)
Tayang: 04 November 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 14 Agustus 2007)
Tayang: 14 Juli 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 06 November 2007)
Tayang: 24 April 2011
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 08 Januari 2008)
Tayang: 22 Januari 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 04 September 2007)
Tayang: 14 November 2010
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 01 April 2008)
Tayang: 04 April 2008
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 18 Maret 2008)
Tayang: 12 Agustus 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 04 Maret 2008)
Tayang: 15 Juli 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]

Doa (Selasa, 05 Februari 2008)
Tayang: 29 Maret 2012
[baca transkrip] | [download file transkrip]


ALAT TABERNAKEL

Pelataran
Pintu Gerbang
Mezbah Korban Bakaran
Bejana Pembasuhan Dari Tembaga
Pintu Kemah
Pelita Emas
Meja Roti Sajian
Mezbah Dupa Emas
Pintu Tirai
Tabut Perjanjian
Imam-Imam
Imam Besar
Tahbisan Imam-Imam
Ukupan Wangi-wangian
Papan-papan dan Kayu Lintang
Tudung (Tenda) Tabernakel

gambar denah tabernakel

Untuk Koneksi Lambat, silahkan buka http://id.gptkk.org
Transkrip lengkap dari ibadah penggembalaan di Malang dan Surabaya, semuanya di bawakan oleh gembala sidang Pdt. Widjaja Hendra.

Silahkan kontak ke info@gptkk.org apabila bapak/ibu/sdr/sdri ada pertanyaan atau mungkin ingin berlangganan majalah Manna dan silahkan kirim email ke widjaja_h [at] yahoo.com apabila ingin konsultasi pribadi dengan bapak gembala
silahkan ganti tanda [at] dengan @
Kebaktian: Doa
Tanggal: Selasa, 08 April 2008
Tempat: GPTKK, Malang
Pembicara: Pdt. Widjaja Hendra
Download file: [download file transkrip] - [versi cetak]
Tayang: 12 April 2008

Kita masih membahas Matius 24 : 15-25 nubuat tentang antikrist.

Sebelum kedatangan YESUS Yang kedua kali, antikrist akan muncul di bumi ini sampai ia akan berkuasa selama tiga setengah tahun.

Matius 24 : 15-18,
15. "Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel--para pembaca hendaklah memperhatikannya--
16. maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan.
17. Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang dari rumahnya,
18. dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya.

Ya, jadi jelas antikrist di ayat 15 tampil sebagai pembinasa keji yang memburu, membunuh bahkan membinasakan gereja TUHAN atau anak-anak TUHAN. Sikap kita adalah menyingkir dari antikrist, sementara antikrist memburu, mau membunuh/membinasakan, sikap kita menyingkir dari antirkist.

Ada tiga macam tindakan penyingkiran

Tindakan penyingkiran --> Matius 24 : 16-18,

  1. ay 16 --> “orang di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan”.
  2. ay 17 --> “orang yang sedang diperanginan, jangan turun untuk mengambil barang-barang dari rumahnya”.
  3. ay18 --> “orang yang sedang diladang, jangan kembali untuk mengambil pakaiannya”.

Menyingkir dari antikrist supaya tidak diterkam/dibinasakan dan salah satu tindakan adalah tetap tinggal di ladang TUHAN = setia di dalam ibadah dan pelayanan kepada TUHAN.

Dan orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya” --> tetap berada di ladang TUHAN, ladang itu menunjuk pada pelayanan yang dikaitkan dengan bangunan. Pada waktu yang lalu kita sudah membaca 1 Korintus 3 : 9, ladang bangunan. Jadi ladang itu adalah pelayanan pembangunan tubuh Kristus, jadi tetap berada di ladang TUHAN artinya setia dalam ibadah pelayanan = tetap berada di ladang TUHAN.

Ladang itu artinya:

  • pelayanan dalam pembangunan tubuh Kristus,
  • penaburan benih Firman TUHAN/Firman pengajaran yang benar.

Jadi pelayanan yang benar adalah pelayanan yang dikaitkan dengan Firman pengajaran yang benar dan Firman pengajaran yang benar itu menjadi Komando dalam pelayanan/menjadi Kepala dalam pelayanan, ini pelayanan yang benar. Jadi apa-pun yang kita mau berbuat, harus dikomando/diperintah oleh Firman pengajaran yang benar.

Kalau pelayanan tanpa Firman pengajaran yang benar = seperti Marta; pada waktu yang lalu, kita sudah mendengar tentang pelayanan Marta dan Maria, Marta sibuk sekali melayani, tetapi tanpa pengajaran yang benar. Dan pelayanan/ibadah pelayanan tanpa pengajaran yang benar adalah pelayanan tubuh tanpa Kepala --> tidak ada Firman pengajaran yang benar = tidak ada Kepala, artinya pelayanan yang tidak memuncak pada penyembahan dan akan masuk dalam aniaya antikrist. Hubungan tubuh dengan Kepala itu adalah leher/hubungan penyembahan; jadi kita harus berhati-hati melayani TUHAN, jangan ngawur, tetapi melayani TUHAN itu harus dikaitkan dan dikomandoi oleh Firman pengajaran yang benar. Kalau orang Kristen itu tidak menyembah TUHAN, sekalipun kehidupan itu beribadah melayani TUHAN, tetapi tidak sampai menyembah TUHAN, maka kehidupan ini yang akan masuk dalam aniaya antikrist.

Mari hari-hari ini kita memperhatikan penyembahan, baik dirumah secara pribadi, secara berkeluarga sampai penyembahan dalam penggembalaan, sebab penyembahan ini yang diukur. Penyembahan itu sama dengan leher dan leher ini sedang diperhatikan oleh antikrist, kalau tidak menyembah antikrtist maka leher itu akan dipancung oleh antikrist, tetapi leher ini juga sedang diperhatikan oleh TUHAN/oleh Mempelai Pria Surga. Mempelai Pria Surga itu memuji Mempelai Wanita- Nya, salah satu yang dipuji adalah lehernya/ penyembahan.

Itu sebabnya, mari kita memperhatikan dengan sungguh-sungguh doa penyembahan, baik di rumah secara pribadi, mau-pun berkeluarga, sampai penyembahan dalam sistem penggembalaan harus diperhatikan dengan baik-baik. Setiap ibadah pelayanan yang didorong oleh Firman pengajaran yang benar akan memuncak sampai kepada penyembahan kepada TUHAN. Semoga kita dapat mengerti ini.

Leher/penyembahan ini yang sedang menjadi perebutan antara antikrist dengan TUHAN --> mau dipancung atau dipuji oleh TUHAN, ini bergantung kepada kita.

Dalam penyembahan/leher sedang digantungi dengan dua hal yaitu:

  1. Amsal 3 : 21, 22,
    21. Hai anakku, janganlah pertimbangan dan kebijaksanaan itu menjauh dari matamu, peliharalah itu,
    22. maka itu akan menjadi kehidupan bagi jiwamu, dan perhiasan bagi lehermu.

    Kalau kita menyembah TUHAN, maka leher sedang digantungi dengan perhiasan yang namanya adalah perhiasan kebijaksanaan/hikmat dari TUHAN.

    Mari, mungkin sekarang ini kita banyak mengalami pergumulan, tetapi dalam doa penyembahan biarlah kita memohon perhiasan kebijaksanaan/hikmat digantungkan pada leher, supaya leher ini tidak dipancung oleh antikrist.

    Mungkin saudara bertanya apakah dileher saya sudah ada perhiasan hikmat kebijaksanaan, sebab ini ada prakteknya yaitu taat dengar-dengaran --> Matius 7 : 24, "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.

    Jadi, inilah taat dengar-dengaran = orang yang tahan uji, tidak akan pernah jatuh. Jadi praktek hikmat atau perhiasan hikmat atau bijaksana itu adalah taat dengar-dengaran kepada Firman pengajaran yang benar dihari-hari ini dan harus digantungkan menjadi perhiasan dileher kita. Kita jangan mendengarkan suara asing sebab kita akan rugi, sebab kalau mendengarkan suara asing, kita tidak akan dapat menahan uji, sehingga kita akan roboh sampai binasa.


  2. Amsal 3 : 3, Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu,

    Yang dikalungkan dileher adalah kasih setia TUHAN. Ada banyak kebutuhan kita, dan juga problem/pergumulan, tetapi kita mohon dua hal ini supaya TUHAN kalungi aku dengan memberikan perhiasan yaitu:


    • taat dengar-dengaran kepada Firman pengajaran yang benar, sebab ini akan membuat kita tahan uji. Kehidupan yang tahan uji tidak akan gugur/tidak akan jatuh dan juga tidak akan binasa.


    • kasih setia TUHAN. Pelayanan kita ini harus memuncak pada penyembahan, sebab kalau tidak, maka pelayanan itu akan menjadi seperti tubuh tanpa Kepala dan akan dipancung oleh antikrist.


    Praktek dari kasih setia TUHAN yaitu kita setia di dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN = setia menanti kedatangan TUHAN Yang kedua kali. Inilah kehidupan yang mengasihi TUHAN. Tetapi kalau kita tidak setia, maka kita akan menjadi musuh dari TUHAN.

    Yakobus 4 : 4, Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.

    Menjadi tidak setia karena perkara dunia = menjadi musuh dari TUHAN, berarti kehidupan itu sungguh-sungguh menjadi mangsa dari antikrist.

Jadi ingat saudaraku!! saat-saat kita harus melayani, kemudian kita tidak datang, maka itu berarti saudara sedang bermusuhan dengan TUHAN. Dan orang semacam ini berada dalam keadaan berbahaya, sebab kalau terjadi sesuatu dalam hidupnya, bahkan sampai meninggal dunia --> mau kemana? sedang statusnya menjadi musuh dari TUHAN. Tidak perlu sampai meninggal, terkena masalah saja, siapa yang akan menolong? Ini-pun sudah sulit. Saya tidak menakut-nakuti, tetapi biarlah kita berpikir. Kalau status kita menjadi kekasih TUHAN, biar kita meninggal dunia, kita tetap bersama TUHAN.

Itu sebabnya setiap kali kita tidak beribadah, kita jangan berpikir masih ada lagi minggu depan --> jangan!! Setiap kali kita tidak dapat beribadah, kita harus betul-betul menangis dan minta ampun kepada TUHAN dengan meminta supaya kita masih diberi kesempatan agar dapat beribadah lagi/setia kepada TUHAN sebab ini merupakan hal yang sungguh-sungguh serius.

Saya ulangi!! banyak yang kita butuhkan di akhir zaman di dalam menghadapi dunia akhir zaman yang sudah sulit, tetapi yang paling penting, yang paling kita butuhkan adalah kalung atau perhiasan yaitu taat, kasih setia/ setia di dalam ibadah pelayanan. Apapun keadaan kita, sampai pun keadaan kita tidak punya kekuatan, tidak berdaya seperti sehelai rambut pun, yang sangat kita butuhkan adalah kalung perhiasan taat dan setia.

Saya memberi contoh tentang keadaan Yusuf waktu ia berada di dalam penjara yang disebutkan sebagai liang tutupan, dan ini berarti bukan penjara biasa. Jadi istilah liang tutupan itu = tidak dapat dilihat dan ini berarti keadaan Yusuf waktu itu betul-betul terpuruk/tidak berdaya bagaikan sehelai rambut. Siapa yang mau melihat sehelai rambut? Kita bandingkan dengan membaca di dalam Kisah rasul 7 --> inilah penyertaan TUHAN kepada Yusuf.

Kisah Para Rasul 7 : 9, 10,
9. Karena iri hati, bapa-bapa leluhur kita menjual Yusuf ke tanah Mesir, tetapi Allah menyertai dia,
10. dan melepaskannya dari segala penindasan serta menganugerahkan kepadanya kasih karunia dan hikmat, ketika ia menghadap Firaun, raja Mesir. Firaun mengangkatnya menjadi kuasa atas tanah Mesir dan atas seluruh istananya.

Mari! sekali lagi, banyak kebutuhan hidup kita di dunia akhir zaman yang sudah sulit bagaikan berada di dalam penjara, tetapi yang terpenting adalah perhiasan pada leher itulah hikmat dan kasih setia = taat dan setia kepada TUHAN.
Seperti waktu Yusuf berada di penjara/di liang tutupan bagaikan sehelai rambut yang tidak berdaya apa-apa/tidak punya kekuatan, itulah kesempatan kita bergumul untuk mendapatkan kasih setia dan hikmat kepada TUHAN, supaya kita:

  • jangan menjadi musuh TUHAN,
  • jangan menyangkal TUHAN dan juga
  • jangan bersungut-sungut.

Hasilnya --> Wahyu 3 : 8, Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.

  • Tangan TUHAN diulurkan untuk membuka pintu-pintu bagi kita sekalian. Yusuf sudah mengalami, Tangan TUHAN Yang diulurkan untuk membukakan pintu pemeliharaan. Begitu Yusuf dikeluarkan dari pintu penjara, ia diangkat menjadi perdana menteri --> sesuatu yang mustahil yaitu dari liang tutupan dapat menjadi perdana menteri = ini adalah pintu masa depan yang dibuka oleh TUHAN.

    Bagi kaum muda, kalau engkau pandai saya hargai, tetapi bagi yang kurang pandai-pun saya juga hargai, akan tetapi lebih berharga kalau saudara taat dan setia, sebab itu adalah pintu masa depan. Semoga kita dapat mengerti.

    Mari, mungkin kita orang tua mendorong anak kita/orang muda untuk kuliah, mendorong orang muda untuk bekerja --> ini oke, sebab saya dulu juga sampai harus ditarik dari tempat tidur. Tetapi lebih bagus kalau mendoakan anak agar dapat taat dan setia dalam pelayanan/melayani TUHAN. Jangan justru gara-gara perkara dunia, tidak perlu ke gereja --> ini salah besar. Kita harus mendorong agar taat dan setia, biar Tangan TUHAN Yang membuka pintu-pintu bagi kita semuanya. Semoga kita dapat mengerti.


  • Wahyu 3 : 10, Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.

    Tangan TUHAN diulurkan untuk melindungi kita bagaikan menutup pintu terhadap pencobaan, mara bahaya, bencana secara ajaib. Itu sebabnya kalau kita taat dan setia, kita tidak perlu takut dengan keadaan diakhir zaman. Tangan TUHAN akan diulurkan untuk melindungi atau menutup pintu terhadap mara bahaya, celaka, bencana alam sampai yang terakhir pencobaan terbesar itulah antikrist; TUHAN menutup pintu sehingga antikrist tidak dapat masuk untuk menjamah kita. Melindungi kita dari antikrist = menyingkirkan kita ke padang belantara selama tiga setengah tahun.


  • Wahyu 3 : 12, Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru.

    Menjadi sokoguru di Yerusalem Baru. Tangan TUHAN mengangkat kita sampai menjadi sokoguru/tiang penopang di Yerusalem Baru = menjadi Mempelai Wanita, duduk ditahta Yerusalem Baru bersama TUHAN selama-lamanya dan tidak ada lagi setetes air mata di sana.

    Sekali lagi, ada banyak kebutuhan kita, banyak problem kita dan sementara kita hanya seperti Yusuf yang mungkin dipenjara/seperti sehelai rambut yang tidak berdaya tetapi jalan keluarnya hanya satu yaitu kita mohon kepada TUHAN agar TUHAN memberi saya kalung perhiasan, saya mau taat dengar-dengaran agar saya:


    • kembali pada Firman,
    • kembali kepada kesetiaan.

Ini sudah cukup kita lakukan dan selanjutnya Tangan TUHAN Yang aktif diulurkan untuk:

  • membuka pintu bagi kita,
  • menutup pintu/melindungi sampai membuka pintu surga bagi kita semuanya.

TUHAN memberkati kita.

kembali ke halaman sebelumnya
IBADAH RUTIN DI MALANG

Minggu jam 06:45 (Ibadah Raya)
Minggu jam 10:15 (Ibadah Sekolah Minggu)
Selasa jam 17:15 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Rabu jam 07:30 (Ibadah Kaum Wanita)
Kamis jam 17:15 (Ibadah Doa Penyembahan)
Sabtu jam 17:15 (Ibadah Kaum Muda Remaja)

IBADAH RUTIN DI MEDAN
Royal Room Hotel Danau Toba Internasional
Jl. Imam Bonjol Medan

Minggu, jam 18:45 (Ibadah Raya)
Senin, jam 08:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Senin, jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH RUTIN DI SURABAYA

Minggu jam 09:30 (Ibadah Sekolah Minggu)
Minggu jam 10:55 (Ibadah Raya)
Rabu jam 17:30 (Ibadah Pendalaman Alkitab)
Jumat jam 17:30 (Ibadah Doa Penyembahan)


IBADAH RUTIN DI JAKARTA
Jl. Patra Kuningan XIV no.4
Jakarta Selatan
Sabtu, jam 09:00 (Ibadah Pendalaman Alkitab)

IBADAH KUNJUNGAN
  • 08-10 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 22-24 Oktober 2019
    (Ibadah Kunjungan di Sorong)

  • 05-07 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Tentena)

  • 19-21 November 2019
    (Ibadah Kunjungan di Medan)

  • 03-05 Desember 2019
    (Ibadah Kunjungan di Jayapura)

  • 13-18 April 2020
    (Ibadah Kunjungan di Korea Selatan)

All Right Reserved Gereja Pantekosta Tabernakel "KRISTUS KASIH"
Jln. Simpang Borobudur 27 Malang | Telp: (0341) 496949 | Fax: (0341) 476751 » Lihat Peta Gereja Kami di Malang
Jln. WR Supratman 4 Surabaya | Telp. 08123300378 » Lihat Peta Gereja Kami di Surabaya
hubungi kami | email: info@gptkk.org | sitemap | top